PHANTOM
Title: Phantom
Author: Clover*Crimson
Rate: PG / T
Length: Random Chaptered!
Pairing(s): Friendship. No Pairings!
Genre: Horror-no, THRILLER! Slightly sci-fi, ANGST.
Disclaimers: If I own them, I wouldn't have written this kind fic T_T
WARNINGS: Contains death, murder scenes, not recommended for people under 14 years old!
A/N: Some of u might think this fic is normal for psycho rate. Tapi dianjurkan yang ga suka bunuh-bunuhan jangan dibaca yah... maklum yang bikin orang stress *plak* Fic psycho pertama Clov!
CHAPTER 3: FRIENDSHIP
"Apa? Kalian serius?" Zhoumi memandang para membernya dengan tatapan tidak percaya. Memang, Zhoumi dan Henry belum tahu kabar hilangnya 3 orang itu karena mereka sibuk di Cina, tapi saat mereka sampai di Korea, para member memberitahukannya.
"Aku juga tidak mengerti, Mimi." Sungmin yang duduk di sebelah Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Henry terdiam karena kaget.
"Hey, kalian lihat dimana Ryeowook?" Jongwoon berlari-lari kecil. Raut wajahnya khawatir.
"Jangan bilang..." Donghee langsung bangkit dari duduknya.
Semua dilanda perasaan khawatir. Sungmin yang duduk di sebelah Kyuhyun pun segera berlari keluar ruangan. Semua berlari mencari Ryeowook. Tapi sungguh beruntung, Ryeowook ditemukan. Ia baik-baik saja sedang bersama Hangeng di kamarnya.
"AAAAAHHH! AAAAAAHH!" Terdengar teriakan dari kamar yang familiar, kamar Kyuhyun. Semua segera berlari.
"Kui Xian! Ada apa? Ada apa?" Zhoumi yang paling dulu sampai segera mencari sosok Kyuhyun. Sosoknya tidak terlihat, tapi teriakannya masih terdengar. Jendela kamarnya terbuka.
"Kui Xian Ge!" Henry menemukan Kyuhyun yang terduduk di sebelah kasurnya. Tangannya menjambak-jambak rambutnya sendiri. Matanya membelalak. "Kau kenapa?"
"Heechul... Heechul hyung!" Kyuhyun bergetar. Matanya mulai berair.
"Heechul? Kau melihat Heechul hyung?" Hyukjae segera menghampiri Kyuhyun.
"Dia... Dia..." Kyuhyun menunjuk ke arah jendela yang terbuka.
Youngwoon segera berlari ke arah jendela. Diamatinya jendela itu dengan seksama. Dari mulai bingkainya. Dorm dua lantai ini merupakan bagian dari apartemen 7 lantai. Tidak mungkin ada yang bisa menyusup ke kamar ini lewat jendela. Tapi lalu pandangannya beralih ke noda merah di bingkai bawah jendela.
"Darah?" Ia bergumam. Cukup keras untuk di dengar para member lain.
Youngwoon berfirasat buruk, tapi ia tetap mengarahkan pandangannya ke bawah. Pemandangan buruk pun terlihat jelas; Heechul. Sudah tak bernyawa. Badannya penuh luka seperti Donghae dan tewas dengan tragis karena jatuh dari atap dengan kepala lebih dulu. Sungmin yang bingung menghampiri hyung nya yang mematung itu. Sesaat sebelum ia dapat melihat mayat Heechul, Youngwoon menariknya.
"Jangan lihat! Jangan lihat!" Ia menutup mata Sungmin dengan tangannya yang besar. "Kibum! Cepat panggil polisi!" Perintahnya, tapi Kibum tidak menyahut. Yang lain mulai celingukan. Tapi sosoknya tak terlihat.
"Kibum?"
"Selalu saja begini. Tiap satu orang ditemukan, pasti satu orang lagi menghilang!" Ucap Hangeng kesal. Ryeowook masih menangis. "Kibum pasti menghilang saat perhatian kita tertuju pada Heechul!"
"Hyung ini aneh..." Suara Sungmin meninggi, berusaha mengalahkan sirene ambulans dan polisi. "Kata polisi, Heechul hyung sudah lama meninggal. Bukan karena jatuh dari atap."
"Apa? Ini aneh." Donghee mengiyakan. "Donghae juga ditemukan hampir membusuk. Sadis sekali yang melakukan ini."
"Siapa sih? Apa dia sebegitu bencinya pada kita?" Siwon terduduk lemas.
"Iya aku bingung. Rasanya kita tidak punya masalah yang begitu parah." Jongwoon duduk di sebelah Hyukjae.
"Kui Xian sudah istirahat. Aku kasihan padanya. Ia terlihat begitu shock." Zhoumi dan Henry datang.
"Ini begitu aneh. Kalau bisa, jangan ada yang sendiri ya. Usahakan kita selalu bersama." Henry akhirnya bicara. Yang lain mengiyakan.
-Sebulan lebih 13 hari setelah menghilangnya Jungsoo, sebulan setelah kematian Heechul dan hilangnya Kibum-
.
Sebulan telah berlalu begitu cepat, mungkin para member mulai terasa tenang karena belum ada member yang hilang lagi dan pembunuhan, tapi Kibum dan Jungsoo belum juga kembali. Kyuhyun sudah jauh lebih baik. Zhoumi dan Henry tidak merasa takut akan bahaya jika bersama member yang lain. Mereka lebih merasa tidak ingin berpisah setelah mendengar kabar mengerikan ini. Sebenarnya siapa yang melakukan ini?
.
-Dua bulan setelah menghilangnya Jungsoo, sebulan lebih 17 hari setelah kematian Heechul dan menghilangnya Kibum-
.
Super Junior mulai beraktifitas seperti biasa. Tanpa seorang leader, aktifitas mereka menjadi semakin sulit. Suatu saat mereka dapat berkumpul bersama di ruang tamu. Suasana begitu canggung. Hanya ada Hangeng, Jongwoon, Youngwoon, Donghee, Sungmin, Hyukjae, Siwon, Ryeowook, Kyuhyun, Zhoumi, dan Henry. Keabsenan 4 member lainnya sangat terasa.
"Aku ingin ke toilet." Kyuhyun bangkit.
"Biar aku temani, Ge." Ucap Henry. Mereka masih menyimpan janji mereka untuk tidak membiarkan satu sama lain sendiri.
"Aku juga ikut." Jongwoon yang khawatir bangkit.
Beberapa menit yang digunakan mereka ke toilet terasa begitu lama. Langkah kaki yang berat mengalihkan pandangan mereka. Kyuhyun datang bersama Jongwoon.
"Dimana Henli?" Tanya Zhoumi khawatir.
"Loh? Kupikir ia sudah kembali duluan. Karena tadi kudengar ada langkah kaki jadi..." Kyuhyun menjawab. "Hyung, kau dengar?"
"Aku mendengarnya." Jongwoon mengangguk. Ekspresinya berubah. "Aku sedang melihat ke arah jendela dan Henry sedang sibuk memperhatikan lemari kaca tempat kita menyimpan barang-barang antik kita. Lalu kudengar ada langkah kaki. Kupikir ia kembali ke sini duluan."
"SIAL!" Youngwoon dengan penuh kemarahan memukul meja kayu di depannya. "Sebenarnya siapa yang melakukan ini? Semua berpencar berpasangan lalu mencari Henry!" Ucapnya lagi.
Semua sesuai perintah pun mencari si bungsu Henry. Raut wajah mereka semua campur aduk seperti perasaan mereka. Marah, sedih, kasihan, shock, putus asa, dan banyak lagi.
Hangeng bersama Sungmin mencari ke arah toilet karena dia pikir, penculiknya pasti belum jauh. Ia mencari dan mendengar suara tetes air. Ia mencari sumber suara itu yang ternyata berasal dari bawah lemari. Ia melihat cairan berwarna gelap dan segera menyadarinya. Ia membuka pintu lemari itu dan melihat Henry yang diikat. Leher dan pergelangan tangannya teriris hingga mengeluarkan banyak darah. Sungmin segera menelpon rumah sakit sementara Hangeng memanggil yang lain sambil berusaha menghentikan pendarahan Henry dengan merobek kaos yang sedang dipakainya.
Henry segera dilarikan ke rumah sakit. Bersyukur ia dapat diselamatkan walau kehilangan banyak darah. Sedikit saja Hangeng dan Sungmin terlambat menemukan Henry, tak akan mungkin selamat.
"Syukurlah..." Ryeowook menghela nafas sambil duduk di sebelah kasur Henry.
"Ini sudah keterlaluan. Siapa yang sebenarnya melakukan ini?" Siwon meledak. Ia terlihat frustasi. Member yang lain hanya diam tidak dapat menjawab.
.
.
~TBC~
ayo ayo ditunggu ya review nya ^^ thanks banget yang udah baca dan review~~
