PHANTOM

Title: Phantom
Author: Clover*Crimson
Rate:
PG / T
Length: Random Chaptered!
Pairing(s): Friendship. No Pairings!
Genre: Horror-no, THRILLER! Slightly sci-fi, ANGST.
Disclaimers: If I own them, I wouldn't have written this kind fic T_T
WARNINGS: Contains death, murder scenes, not recommended for people under 14 years old!
A/N: Some of u might think this fic is normal for psycho rate. Tapi dianjurkan yang ga suka bunuh-bunuhan jangan dibaca yah... maklum yang bikin orang stress *plak* Fic psycho pertama Clov!


CHAPTER 4: FOUND

.

-Tiga bulan lebih 3 hari setelah menghilangnya Jungsoo, dua bulan lebih 20 hari setelah menghilangnya Kibum-

.

"Hyung, tak apakah aku pindah ke ruanganmu?" Tanya Ryeowook pada Siwon. Sebelumnya, ia satu ruangan dengan Jungsoo.

"Tentu saja wookie. Lagipula aku tadinya sendiri." Siwon tersenyum. "Tapi aku belum pernah menggunakan lemari itu. Lemarinya terkunci, jadi aku belum pernah membukanya. Kau pakai lemariku saja."

"Tidak apa hyung, aku akan cari kuncinya di lemari Jungsoo hyung."

"Benarkah. Sepertinya kau harus bersihkan dulu. Baunya sangat tidak enak." Siwon tertawa.

Ryeowook berlari ke kamarnya dan membuka laci Jungsoo. Ia menemukan beberapa kunci dengan label ruangannya. Ia menemukan kunci lemari kosong di kamar Siwon. Ia mengambilnya lalu berlari ke kamar Siwon. Di tengah jalan ia bertemu Hyukjae.

"Wookie? Kenapa buru-buru?" Tanya Hyukjae yang sedang bersama Kyuhyun.

"Aku mau membuka lemari di kamar Siwon hyung."

"Kau masak saja sana bersama Sungmin. Biar aku yang membukakannya. Lagipula, akan banyak sekali debu kan? Badanmu kecil. Nanti kau tertutup debu." Hyukjae bercanda.

"Apa sih, hyung! Yasudah, terima kasih ya! Aku akan masak yang enak!"

"Kau seperti istriku saja. Hahaha. Sudah sana masak."

Hyukjae meninggalkan Ryeowook yang segera berlari ke dapur. Ia berjalan ke arah kamar Siwon. Terlihat Siwon sedang membereskan beberapa bajunya.

"Oh hyung.." Siwon menoleh saat Hyukjae memasuki kamarnya.

"Aku mau membereskan lemari itu."

"Gunakan masker. Baunya parah sekali kalau tidak di tutup kain."

"Tak apa, aku pasti tahan."

Hyukjae mendekati lemari itu dan membuka kain putih lebar yang menutupinya. Bau yang kuat langsung tercium.

"WUAKH! Bau apa ini?" Hyukjae segera menutup hidungnya dan menjauh. Siwon mengambil pengharum ruangan.

"Sepertinya ada tikus mati di dalamnya. Hueks." Siwon menyemprotkan sebanyak-banyaknya pengharum ruangan.

Dengan perlahan dan gaya jijik, Hyukjae memutar kunci kecil itu dan membuka pintu lemari yang cukup besar itu perlahan. Baunya semakin parah. Berapa bangkai tikus yang ada di dalam sini sih? Pikir Hyukjae.

Tik.

Tik.

Tik.

Hyukjae jatuh terduduk. Bau seakan tak tercium lagi baginya. Siwon yang bingung menghampiri. Tapi sama seperti Hyukjae, ia tak bisa berkata apa-apa.

Tik.

Tik.

Tik...

Air mata mulai mengalir dari mata Hyukjae. Siwon yang tersadar langsung menarik Hyukjae dari depan lemari itu. Pandangannya kosong. Pemandangan itu terlalu mengerikan.


Cklik! Cklik!

Polisi mulai mengambil gambar. Hyukjae dan Siwon sedang diintrogasi oleh polisi.

"Bagaimana persisnya saat mayat Park Jungsoo-sshi ditemukan?"

"Seperti itu. Kami tidak menyentuhnya sama sekali."

"Kemana yang lain?"

"Jongwoon dan Hangeng hyung sedang merawat Henry di rumah sakit. Zhoumi dan Kyuhyun pergi belanja, mungkin sebentar lagi pulang. Sungmin dan Ryeowook sedang memasak."

"Pak, menurut data yang diterima dari petugas autopsi. Namanya adalah Park Jungsoo, meninggal diperkirakan sekitar 2 bulan yang lalu. Sebabnya adalah dipukuli dan ditusuk oleh benda tajam hingga kehabisan darah. Ada bekas tambang di lehernya, sepertinya ia dicekik terlebih dahulu lalu dibunuh dan terakhir digantungkan di lemari." Seorang laki-laki masuk membawa beberapa lembar kertas.

"Terima kasih." Ucap petugas introgasi. "Apakah ada kabar lain dari orang yang hilang?"

"Kibum sudah menghilang lebih dari dua bulan. Tapi belum ada yang menghilang lagi sejak itu."

"Kalian berhati-hatilah. Kami akan mengirimkan beberapa polisi dan tentara untuk berjaga disini. Mungkin ini pembunuhan berantai."

"Terima kasih banyak pak."


"AAAAAAAHHH! AAAAAHHH!"

Semua member SuJu yang tersisa segera berlari ke arah kamar yang familiar, kamar Kyuhyun.

"Kyuhyun! Ada apa?" Youngwoon tidak segera membuka pintu kamar. "Kyuhyun? Kau kenapa? Buka pintunya!"

"Sudah, hyung! Buka saja pintunya!" Sambar Siwon.

"AAAAAA—!" Teriakan Kyuhyun terhenti, semua semakin khawatir.

"Tidak bisa! Terkunci!"

"Ryeowook! Ambilkan kunci cadangan di kamar Jungsoo hyung!" Perintah Hyukjae yang sedari tadi mengobrak-abrik laci ruang tamu.

"Henli, ayo cepat!" Ryeowook dan Henry segera berlari. Beberapa saat kemudian, mereka sudah kembali.

"Kyuhyun!" Hangeng berlari masuk. Perasaan tidak enak merambati dirinya.

Kyuhyun tidak ada dimanapun di mata mereka. Kamarnya berantakan dan jendelanya terbuka lebar seperti saat kematian Heechul. Sampai akhirnya terdengar suara shower dan sentak mereka segera berlari ke kamar mandi. Noda darah dimana-mana. Kyuhyun terbaring lemah di bawah shower yang menyala dan menyapu darah di bajunya. Tangan dan lengannya terlihat banyak irisan pisau. Celana panjang yang dipakainya sudah robek-robek. Mulutnya tertutup tapi mengeluarkan darah yang sangat banyak.

"Kyuhyun! Kyuhyun!" Sungmin yang kaget segera berlari.

"..." Kyuhyun dengan lemah menoleh ke arah Sungmin yang sudah meneteskan air mata. Wajah Kyuhyun pucat pasi. Darah tidak berhenti mengalir dari mulutnya.

"Cepat panggil ambulans!" Teriak Sungmin. "Dia shock dan terus menggigit lidahnya! Cepat panggil ambulans!"

"Kui Xian! Sadarlah! Berhenti menggigiti lidahmu!" Zhoumi segera mendekati Kyuhyun dan Sungmin yang sedang berusaha menghentikan Kyuhyun menggigit lidahnya, tapi Kyuhyun tidak bereaksi sama sekali. Ryeowook pun ikut membantu.

"Kenapa dia bisa begini?" Tanya Henry yang baru keluar dari rumah sakit beberapa minggu lalu. Ia meringis melihat darah.

"entahlah. Apakah dia menemukan mayat lagi?" Donghee menebak-nebak.

"Mayat? Jangan bilang... Kibum?" Hyukjae berkata lemas. Yang lain yang mendengar segera mencari tanda-tanda adanya jasad Kibum di kamar Kyuhyun tapi hasilnya nihil.

"Tidak ada. Tapi kenapa dia bisa begini?" Ucap Youngwoon sambil menggendong Kyuhyun dengan cepat ke arah ambulans. Tapi kekurangan diantara para member sangat terasa.

"Jongwoonie hyung?" Ryeowook lah yang pertama kali sadar.

"Jongwoon?" Hangeng yang mendengar Ryeowook ikut memanggil.

"Jongwoon hyung!" Donghee pun terlihat panik.

"Telepon hp nya!" Ucap Hyukae.

Siwon yang sigap segera menelpon Jongwoon. Mereka was-was karena belum ada yang menghilang lagi sejak itu. Beberapa saat kemudian Siwon terlihat sibuk berbicara. Ia menutup teleponnya dan menghela nafas sebentar.

"Bagaimana, Si Yuan?" Tanya Zhoumi hati-hati.

"Dia selamat. Dia tadi sedang pergi ke supermarket untuk membeli sedikit keperluannya. Tapi..."

"Tapi apa?"

"Ia bilang, ia melihat Kibum."

.

.

~TBC~


Wehehe, karena terlalu lama absen, akhirnya saya upload langsung 2 chapter. Review pllssss? :3