PHANTOM

Title: Phantom
Author: Clover*Crimson
Rate:
PG / T
Length: Random Chaptered!
Pairing(s): Friendship. No Pairings!
Genre: Horror-no, THRILLER! Slightly sci-fi, ANGST.
Disclaimers: If I own them, I wouldn't have written this kind fic T_T
WARNINGS: Contains death, murder scenes, not recommended for people under 14 years old!
A/N: Some of u might think this fic is normal for psycho rate. Tapi dianjurkan yang ga suka bunuh-bunuhan jangan dibaca yah... maklum yang bikin orang stress *plak* Fic psycho pertama Clov!


CHAPTER 5: RUSH

Perjalanan ke rumah sakit terasa lama sekali. Kyuhyun, Youngwoon, Hangeng dan Donghee sudah ke rumah sakit terlebih dahulu karena sisanya harus menunggu Jongwoon yang memberi kabar soal Kibum.

Kibum pulang bersama Jongwoon ke dorm. Bertemu dengan Hyukjae, Siwon, Ryeowook, Zhoumi dan Henry. Minta dijelaskan saat perjalanan, mereka segera melesat ke rumah sakit. Kibum pulang dengan keadaan hidup, walaupun ada beberapa bekas luka. Ia terlihat kurang tidur tapi semuanya baik-baik saja. Ia juga menolak saat polisi ingin mengintrogasi dia. Dia hanya berkata, 'aku tidak ingat apa-apa.'

Para member lain tidak memaksa Kibum untuk bercerita. Mereka sudah cukup bahagia dengan kembalinya Kibum dengan selamat. Mereka sampai di rumah sakit dan sungguh keajaiban Kyuhyun dapat diselamatkan. Tapi ia tidak akan bisa lagi berbicara. Lidahnya sudah hampir putus karena ia gigit. Dokter berhasil membuat lidah baru untuknya, tapi ia tidak akan bisa lagi berbicara apalagi menyanyi. Makan pun akan jadi hal sulit untuknya.

Sementara itu, Hangeng dengan seksama kembali menghitung para membernya. Sebagai yang tertua, ia harus menjaga para membernya. Tapi saat ia baru menghitung setengahnya, terdengar teriakan keras dari belakang rumah sakit.

"JONGWOON HYUNG!" Jelas sekali suara berat itu milik Donghee. Yang lain segera berlari ke arah belakang rumah sakit yang merupakan jurang. Terlihat jelas Jongwoon yang terduduk di sebelah pagar rusak.

"Jongwoon? Donghee mana? Ada apa ini?" Hangeng datang lebih dulu.

"Dia... dia..." Jongwoon terlihat amat shock. Keringat mengucur deras dari tubuhnya. "Ia jatuh... Donghee jatuh..." Ucapnya lemas.

"Apa...?"

...

-2 hari setelah kematian Donghee-

.

"Youngwoonie hyung... kita harus pergi sekarang." Ucap Ryeowook pada Youngwoon yang sedang sibuk menelpon seseorang.

"Baiklah." Youngwoon menutup teleponnya. "Aku akan ikut mobil manager. Kau duluan saja."

"Baiklah."

Ryeowook naik ke mobil Sungmin, Siwon, Kibum, dan Kyuhyun. Sedangkan Zhoumi, Henry, Hyukjae, Jongwoon dan Hangeng satu mobil. Youngwoon pergi bersama managernya. Mobil Siwon jalan terlebih dahulu, lalu mobil manager dan disusul mobil Hangeng.

"Hyung... apakah tidak apa membawa Kyuhyun?" Tanya Siwon sambil menyetir. Sungmin terdiam.

"Aku takut kalau kita meninggalkan dia, di rumah sakit sekalipun, akan terjadi hal buruk." Ucap Kibum menggantikan Sungmin.

"Siwon hyung, itu tempatnya. Jangan sampai terlewat." Ryeowook mengingatkan. Siwon segera berbelok agar tidak terlewat.

Siwon, Sungmin, Kyuhyun, Kibum dan Ryeowook sampai lebih dulu di tempat interview mereka. Walaupun dengan absennya Leader dan beberapa anggota lain, aktifitas Super Junior harus tetap berjalan.

"Ge... aku tidak mengerti apa yang terjadi..." Henry bicara. Ia sepertinya cukup Shock.

"... Jongwoon..." Hangeng berucap tiba-tiba.

"Ye, hyung?"

"Kejadian dua hari yang lalu jangan kau pikirkan. Itu bukan salahmu."

"Tapi hyung..."

"Hangeng hyung benar, itu bukan salah Jongwoonie hyung." Hyukjae mengangguk.

"..." Zhoumi dan Henry ikut setuju. Kepala Jongwoon tertunduk.

Jongwoon sudah menceritakan semuanya. Ia benar-benar tidak tahu apa-apa. Jongwoon sedang berjalan-jalan bersama Donghee di belakang rumah sakit. Donghee sedang sibuk melihat-lihat pemandangan saat seseorang tiba-tiba mendorong Jongwoon hingga menabrak pagar yang sudah bobrok itu. Karena sudah rapuh, Jongwoon hampir saja terjatuh kebawah saat Donghee tersadar dan datang berlari meneriakkan namanya. Dengan cepat, Donghee menarik tangan Jongwoon dan melemparkannya kebelakang. Sebagai gantinya, Donghee yang terjatuh ke jurang yang amat dalam itu.

"Tunggu, itu di depan!" Hyukjae menyadarkan Hangeng yang sedang menyetir. Hangeng segera menginjak rem.

"Ada apa?" Tanya Henry yang duduk di belakang.

"Ada kecelakaan!" Ucap Zhoumi panik.

Mereka semua segera turun dari mobil. Dilihatnya beberapa ambulans, polisi, dan petugas pemadam kebakaran. Ada sebuah mobil yang kecelakaan karena menabrak pembatas jalan setelah terseret truk beberapa meter. Mobil itu meledak. Mereka segera menghampiri seseorang yang sedang dibawa ke dalam ambulans. Seseorang yang amat familiar, manager mereka sendiri.

"Manager!" Jongwoon berlari. Tapi manager itu sudah pingsan. Sepertinya ia terlempar cukup kuat dari mobil. Lalu, dimana Youngwoon?

"Ajusshi, apakah kalian melihat orang ini? Dia naik mobil yang sama seperti yang dinaiki manager kami!" Hyukjae menunjukkan sebuah foto kepada petugas ambulans, tapi petugas itu menggeleng.

"Sepertinya orang itu masih berada di dalam mobil saat mobil itu meledak."

...

-12 Hari setelah kematian Youngwoon, 14 hari kematian Donghee-

.

"Sepertinya pembunuh ini mulai tidak sabaran. Hanya selang 2 hari sudah ada yang di bunuh lagi."

"Apakah itu bukan kecelakaan pak?"

"Kami sudah memeriksa. Sepertinya melihat kondisi kalian yang seperti ini, tidak mungkin itu hanya sekadar kecelakaan. Pasti pembunuhnya sangat teliti."

"Begitu..."

"Tidak ada lagi yang menghilang kan?" Tanya seorang polisi.

"..."

"Sebenarnya, pak... Satu orang dari kami menghilang belum lama ini."

"Siapa?"

"Salah satu member kami yang dari Cina. Namanya Zhoumi menghilang sejak 9 Hari yang lalu. Kami sama sekali tidak tahu kemana ia menghilang. Tidak ada orang yang masuk ke dorm kami."

"Apakah ada kemungkinan ia pergi?"

"Tidak mungkin. Baju, sepatu, bahkan dompetnya pun ada di kamarnya. Hp nya juga ada."

"Semuanya seperti ini ya. Hampir tidak ada yang ganjil saat korban menghilang."

"Apa bapak sudah punya perkiraan siapa yang melakukan ini semua?"

"Sebenarnya kami sudah mendapat hasil penelitian detektif kantor kami. Menurutnya, fans tidak akan mampu melakukan ini."

"Jadi..?"

"Kemungkinan ini adalah perbuatan orang dalam sendiri."

"Maksud anda, pelakunya ada di antara kita?"

"Begitulah."

"Itu tidak mungkin pak! Untuk apa kita membunuh satu sama lain?"

"Untuk masalah itu, semua ini hanya perkiraan kita. Selanjutnya terserah kalian semua." Polisi itu bangkit. "Kami permisi dulu. Pengamanan akan selalu ditingkatkan."

"Terima kasih, pak."

Mereka semua terdiam memahami kata-kata polisi itu. Tapi tidak mungkin salah satu dari mereka yang membunuh. Bahkan sampai sesadis itu. Mereka tidak ingin mempercayai itu karena nantinya akan terjadi tuduh menuduh. Dan semua akan lebih parah nantinya.

.

.

TBC~?