PHANTOM
Title: Phantom
Author: Clover*Crimson
Rate: PG / T
Length: Random Chaptered!
Pairing(s): Friendship. No Pairings!
Genre: Horror-no, THRILLER! Slightly sci-fi, ANGST.
Disclaimers: If I own them, I wouldn't have written this kind fic T_T
WARNINGS: Contains death, murder scenes, not recommended for people under 14 years old!
A/N: Some of u might think this fic is normal for psycho rate. Tapi dianjurkan yang ga suka bunuh-bunuhan jangan dibaca yah... maklum yang bikin orang stress *plak* Fic psycho pertama Clov!
CHAPTER 6: A PRESENT
-Sebulan kematian Donghee, 28 hari kematian Youngwoon, 15 hari hilangnya Zhoumi.-
.
"Aku sudah tidak tahan!" Hyukjae berteriak.
"Hyukkie, sabar. Kita pasti menemukan pembunuhnya." Sungmin segera memeluk Hyukjae; berusaha menenangkan.
"Kita semua pasti akan mati dibunuhnya! Kenapa dia melakukan itu sih? Apa salah kita?" Suara Hyukjae terdengar sangat frustasi.
"Itu selalu jadi pertanyaan kita Hyung." Siwon berkata pelan.
"Aku tidak mau ini terus berlanjut! Aku mau pergi sebentar! Jangan ikuti aku!" Hyukjae berlari keluar tanpa jaketnya. Otomatis, yang lain mengikutinya.
"Hyukkie! Jangan pergi sendiri!" Jongwoon mengejar Hyukjae sampai ke jalan raya.
"Tinggalkan aku! Aku sudah muak! Mereka-"
Belum Hyukjae dapat menyelesaikan kata-katanya, sebuah mobil melaju ke arahnya. Hyukjae tidak dapat melihat jelas wajah pengemudinya karena lampu yang menyorotnya, tapi ia dapat melihat senyum orang 'itu'.
"Hyukkie!"
BRAK!
"Hyung!"
Hyukjae terlempar menabrak trotoar, ia tidak tahu apakah ia masih hidup atau tidak. Tapi matanya terbuka. Kepalanya sedikit pusing karena menabrak pinggir jalan. Ia selamat. Mobil yang menabraknya sudah menghilang entah kemana. Mobil yang menabraknya-atau yang menabrak hyungnya.
"Hangeng Ge!" Henry berlari ke arah tubuh Hangeng yang sudah berlumuran darah. Disusul yang lain.
"Hyung? Hangeng hyung!" Ryeowook terlihat panik. Begitu juga Kibum yang segera menelpon ambulans.
Jalan yang sudah sedikit tertutup salju putih berubah menjadi salju merah. Darah mengalir dengan deras dari tubuh Hangeng. Sebuah bisikan terdengar.
"Pengorbanan yang sia-sia."
Lalu semuanya menjadi gelap.
...
"Maafkan aku."
"Itu bukan salahmu, Hyukkie." Sungmin kembali memeluk Hyukjae yang terbaring lemah di kasur.
"Pembunuh itu pasti mengincarku."
"Tidak, Hyuk. Ini hanya kecelakaan."
"Aku membunuh Hangeng hyung."
"Hyukkie, dengarkan aku-"
"Seharusnya aku yang mati."
"Hyukjae! Dengarkan aku dulu!" Sungmin meledak. Air matanya mengenang. "Semua ini bukan salahmu! Ini hanya kecelakaan! Apa yang terjadi semalam itu hanya kecelakaan!"
Sungmin mulai menangis. Ia sudah berusaha untuk tidak menangis tapi siapa yang bisa menahannya? Ryeowook memeluk Sungmin dan menenangkannya. Kibum hanya bisa diam, berapa kali ia mencoba mengingat siapa yang menculiknya dan kenapa ia bisa kembali dengan selamat. Kyuhyun yang tidak bisa bicara hanya diam. Ia dapat merasakan perasaan Hyukjae.
"Sekarang istirahatlah Hyukkie. Sungmin, kau tenangkan dulu dirimu." Jongwoon sebagai yang paling tertua yang tersisa harus menggantikan posisi Hangeng. Ia duduk di sebelah Hyukjae.
"Yi Sheng Ge... Aku menemukan ini di depan pintu." Henry datang sambil membawa secarik kertas.
"Kiriman akan datang?" Jongwoon membaca kertas itu. "Ada diantara kalian yang memesan barang?" Ia melihat ke membernya. Semua menggeleng.
Ting~ Tong~!
"Mungkin itu, sebentar kulihat dulu." Sungmin beranjak bersama Ryeowook.
"Hyung, istirahat saja. Biar aku yang melihatnya." Ucap Siwon. Ia berjalan ke arah pintu.
Siwon membuka pintu dengan perlahan untuk berjaga-jaga. Terlihatlah sebuah kotak yang lumayan besar. Tapi tidak ada tanda-tanda orang yang mengirimnya. Siwon membawa kotak yang cukup berat itu ke ruang tengah. Yang lain berkumpul.
"Apa itu wonnie hyung?" Tanya Ryeowook.
"Entahlah. Tidak ada nama pengirimnya. Apa kita harus membukanya?"
"Buka saja. Siapa tahu ini petunjuk atau mungkin kiriman dari orang tua." Henry mengusulkan.
Perlahan tapi pasti, Siwon membuka kotak itu perlahan. Tapi semuanya kemudian menjauh. Ekspresi mereka tercampur aduk. Mata Kyuhyun membesar dan ia segera berlari menjauh. Ryeowook yang paling depan tak dapat menahan tangisnya dan segera berlari ke kamar Hyukjae. Siwon berlari ke kamar mandi lalu muntah. Jongwoon segera menutup kotak itu. Henry sudah terduduk di ujung ruangan.
"Mimi Ge... Mimi Ge..." Henry terisak.
"Ini sadis. Siapa yang tega melakukan ini?" Jongwoon berkata ngeri.
Terlihat di kotak merah itu sesuatu yang mengerikan. Kepala, tangan, jantung dan beberapa organ tubuh Zhoumi tertata dengan rapih. Ya, sudah terpotong dan tertata dengan sempurna di kotak itu.
Hyukjae dan Sungmin yang bingung melihat Ryeowook datang sambil menangis langsung menenangkannya. Mereka pun diberitahu soal kotak itu. Sungmin menelpon polisi setelah melihat kotak itu.
Update kilat! Part berikutnya adalah ending. di review yaa :) gomawo!
