PHANTOM

Title: Phantom
Author: Clover*Crimson
Rate:
PG / T
Length: Random Chaptered!
Pairing(s): Friendship. No Pairings!
Genre: Horror-no, THRILLER! Slightly sci-fi, ANGST.
Disclaimers: If I own them, I wouldn't have written this kind fic T_T
WARNINGS: Contains death, murder scenes, not recommended for people under 14 years old!
A/N: Some of u might think this fic is normal for psycho rate. Tapi dianjurkan yang ga suka bunuh-bunuhan jangan dibaca yah... maklum yang bikin orang stress *plak* Fic psycho pertama Clov!


LAST PART: BEHIND THE DEATH

.

-3 tahun kemudian-

Tidak ada yang terjadi setelah itu. Semua kembali normal, mereka beraktifitas seperti biasa. Sebagai Super Junior yang hanya beranggotakan 8 orang. Penurunan yang drastis memang. 7 orang bukanlah jumlah yang sedikit untuk di bunuh dalam waktu yang singkat.

3 Tahun tidak dengan mudah terlupakan. Semua itu terlalu berbekas.

Mungkinkah semua ini telah berakhir? Semua mimpi buruk yang mengambil nyawa orang-orang tidak bersalah. Apakah kita kembali ke era Jack The Ripper? Sungguh konyol. Atas dasar apa pembunuh itu melakukan ini semua?

"Perjalanan kali ini akan cukup panjang. Istirahatlah yang cukup di mobil." Kata manager mereka. Yang lain hanya mengangguk. "Kyuhyun tidak bisa ikut, Henry juga harus menjaganya. Kibum ada jadwal di tempat lain. Kalian hati-hati di jalan ya."

Walaupun senyum akan selalu menutupi kenangan mengerikan itu, tapi yang sudah terukir akan tetap abadi. Kenangan mengerikan itu akan tetap ada.

"Tiga tahun berlalu dengan cepat. Apa pembunuh itu sudah selesai membalaskan dendam tak jelasnya itu?" Hyukjae berkata pelan menahan emosinya.

"Bersyukurlah. Aku tidak ingin lagi mengalami itu." Sungmin menghela nafas.

Mereka terdiam sampai terdengar suara tertawa kecil diantara mereka; Jongwoon.

"Hyung?" Ryeowook yang bingung melihat ke arah Jongwoon yang lama-kelamaan tertawa semakin keras. Semua menoleh ke arahnya dengan pandangan aneh.

"Ah, aku payah. Tertawa disaat yang tidak tepat. Kalian bodoh sekali sih." Jongwoon masih menahan tawanya.

"Apa maksudmu hyung?" Siwon terlihat bingung.

"Kalian pikir semuanya akan selesai begitu saja? Kalian pikir semuanya akan berakhir?" Jongwoon masih tertawa. "Kalian salah."

"Maksudmu apa sih hyung? Bicara lah yang jelas!" Hyukjae emosi.

"Lihatlah ke depan~" ucapnya senang. Semua dengan serentak menoleh ke depan.

...

"Aku masih tidak percaya." Henry menghela nafas. Ia menutup koran yang beredar sekitar 2 bulan lalu.

"..." Kyuhyun duduk dalam diam di sebelahnya.

"Dalam sesaat, semuanya hilang." Kibum melempar koran itu ke arah perapian. Satu persatu huruf yang penuh kesedihan itu menghilang dalam abu.

"Mobil yang dikendarai Super Junior Kecelakaan. 4 Anggota Super Junior; Sungmin, Eunhyuk (Hyukjae), Siwon, dan Ryeowook meninggal. Yesung (Jongwoon) menghilang."

"Dia memang iblis." Kibum hanya bisa menghela nafas. Kyuhyun menulis sesuatu di atas kertas dan memberikannya pada Kibum.

"Dia sudah selesai dengan urusannya."

"Kau yakin?" Tanya Henry. Kyuhyun mengangguk.

"Dasar orang itu." Kibum mulai tertawa. "Beruntunglah Hyukjae itu lemot. Jadi tidak menyadarinya."

"Jadi sejak awal kita hanya peran pembantu dong?" Henry ikut tertawa. "Yah, dia membunuh hampir semuanya kan? Aku kan berurusan dengan Mimi Ge saja."

"Kejam sekali dia. Bahkan Kyuhyunnie harus kehilangan lidahnya." Kibum melanjutkan. Tawanya masih terdengar. "Jungsoo hyung memang pilihan terbaik untuk diselesaikan. Kalau aku tahu membunuh itu segini mudahnya, sudah kulakukan sejak dulu."

"Kau tahu. Kehilangan darah begitu banyak itu tidak enak. Mana aku harus diam di lemari kecil itu." Henry menimpali. "Kau tidak perlu berakting lagi kan Kui Xian Ge?"

Kyuhyun tersenyum puas dan menulis lagi di kertas. Tapi lalu ia berhenti dan membuang kertas itu.

"Kehilangan sedikit lidah dan darah itu cukup membayar rasa senang ini. Apa yang lebih menyenangkan daripada membunuh Donghae hyung dengan tangan sendiri?" Kyuhyun tersenyum. Suaranya keluar dengan jelas; sinis, dingin.

"Bersyukurlah dokter itu bisa berakting dengan bagus. Pasti tidak enak ya, tidak berbicara sampai 3 tahun." Ucap Kibum sambil merangkul Kyuhyun.

"Yah, dia juga sudah membayar semuanya." Kyuhyun tertawa. "Jongwoonie hyung memang kejam. Coba lihat Heechul, Hangeng, Youngwoon, Donghee-"

"Ia bahkan memutuskan untuk 'membersihkan' sisanya." Kibum tersenyum.

"Tapi ia adil kan? Kau mau taruhan ia akan kembali?"

"Lima puluh ribu won dia akan kembali." Henry tersenyum senang.

-THE END-


Bingung?

Saya juga bingung~ *ditabok*

Kalau kata temen saya, "Ini namanya penyelamatan bias."

Ga juga ah T_T Eeteuk-ie ga selamat... *dor*

Kalian dapet endingnya ga? Hehehe. Semoga dapet ya~ fic super gaje yang dibuat gara" stress soalnya sequel fic KyuMin yang kubuat hilang begitu saja~ *nangis di pojokan*

RnR kindly please~?