Title: a Cup of Coffee Author: HirumaManda
Pair: Hiruma Youichi & Anezaki Mamori
Genre: Romance
For Himeka Uchiha a.k.a Sho-Meka Dixxon Scarlet
Tik. Tik. Tik.
Suara sepuluh jari menari di atas keyboard, merangkai huruf menjadi suatu kata entah apa—satu-satunya pemecah keheningan malam ini. Seorang pemuda berambut spike pirang tengah duduk memangku laptop di ujung lain ruangan memenuhi pandanganku. Hanya aku dan dia di ruang klub itu.
Kucoba meregangkan otot yang kaku untuk mengusir kecanggungan ini. Kami telah berada dalam ruang klub lebih dari tiga jam untuk mencari strategi baru. Berdua. Tanpa bicara. Rasanya ... sangat tidak mengenakkan.
Setiap ingin mengajaknya bicara, bibir ini terasa kelu. Takut. Aku takut mengganggunya. Sepertinya dia sedang berkonsentrasi penuh.
Apa dia tidak capai melototi layar laptop berjam-jam? Apa dia tidak mengantuk?
... Mengantuk?
Mungkin saja. Dia pasti sudah mengantuk. Ini sudah lewat jam 9. Tapi kenapa dia tak menyuruhku untuk membuat kopi?
Oh, kau lupa betapa suka memaksakan diri dan keras kepalanya kaptenmu ini, Mamori. Yasudahlah, aku buat langsung saja—diminum atau tidak.
Aku merapikan berkas-berkas di hadapanku sebelum akhirnya melangkah menuju dapur grup. Kulirik Hiruma, sepertinya dia masih tak menyadari apa yang kulakukan.
Sembari menunggu air mendidih, kusiapkan kopi dan cangkir. Krim? Gula? Tak perlu. Dia menyukai kopi kental hitam yang pahit.
Menuangkan air panas dalam cangkir berisi bubuk kopi, mengaduk, meletakkannya pada nampan, dan perlahan mengantarkannya pada sang Kapten tim Deimon Devil Bats.
Tuk.
Kuletakkan cangkir kopi itu pada meja di hadapannya, meliriknya sebentar ... lalu kembali meneruskan pekerjaanku.
Dari ekor mataku, kuamati reaksinya.
Tik. Tik. Ti—
Tuk.
Slrup.
Dia meminumnya. Hiruma Youichi meminum kopinya—yang masih mengepul—meskipun tanpa melepaslan pandangan dari layar laptopnya.
"Ba-bagaimana menurutmu?" tanyaku takut-takut—masih berusaha memecah keheningan di antara kami.
Hening lama. Membuatku semakin gugup karena malu bertanya tanpa mau dijawabnya.
"Maaf kalau tidak e—"
"... Sempurna."
"Eh?"
"Sempurna ... seperti biasanya."
Aku tidak minum kopi seperti dia, tapi entah bagaimana seluruh tubuhku mendadak merasa hangat. Aku merasa ... nyaman.
"Bagaimana menurutmu tim Kyoshin Poseidon itu? Mereka dijuluki 'Tembok Tertinggi di Jepang'."
"Kekeke. Meskipun anggota tim kita kebanyakan cebol-cebol sialan, asalkan punya trik tersendiri, kita pasti akan menang."
Segelas kopi, secuil keberanian, seuntai kata ... mencairkan suasana.
-The End-
Ini ... apa?
Ebuset, lama ga bikin HiruMamo jadi lupa. OAO||
Mana fluff-nya? Mana romance-nya? Asdfghjkl
Sudahlah, abaikan saja benda ini. #garuktanah
~Tribute to Himeka~
Himeka, aku mungkin memang tidak terlalu mengenalmu, tapi aku merasakan kehilangan yang sama dengan teman-temanmu karena kita adalah keluarga besar FFn.
Kami sedih akan kepergianmu, tapi itulah takdir. Kamu pergi di usia yang masih sangat muda, penyakit mengantarkanmu pada Yang Maha Kuasa. Semoga amal ibadahmu diterima di sisi-Nya.
Ingatlah kami yang pernah ada dalam kehidupanmu.
Ingatlah kami yang menyayangimu.
Ingatlah kami yang berdoa akan bahagiamu.
Selamat jalan, Himeka. Semoga kau tenang di alam sana.
Regards,
HirumaManda
