Konichiwa, minna-san..
Kagoya kembali lagi dengan chapter ke-3..
Makasih ya untuk semua reviewnya..
:)
Enjoy reading...
Fighting, Sasuke!
Summary: Sasuke, si 'Pangeran Es' sedang berjuang untuk mendapatkan cintanya. Kita lihat yuk, perjuangannya!
Let the story begins..
Chapter 3
Setelah adegan Pein dan Sakura tadi, mood Sasuke langsung suram. Matanya hanya menatap kosong papan tulis dan pikirannya melantur kemana-mana.
"Ooi, Teme!" panggil Naruto setengah berbisik.
Sasuke hanya diam. Tak berusaha menanggapi.
"Teme!" panggil Naruto lagi. Anak itu cukup sibuk memanggil Sasuke. Selain karena duduknya di barisan kedua dari depan, posisi Sasuke yang berada di seberang belakangnya membuat Naruto harus sibuk memutarkan tubuhnya untuk memanggil sahabatnya itu.
"Teme..!" Naruto berbisik sedikit lebih keras.
"Uzumaki!" tegur Orochimaru Sensei.
Naruto hanya menampilkan cengirannya. Orochimaru Sensei mendengus dan kembali menulis di papan tulis.
"Teme!" Naruto mencoba lagi.
"Teme!"
"Teme!"
"Teme!"
"Teme!"
"Teme...!"
"Apa sih, dobe?" Sasuke mulai gerah dengan bisikan Naruto dan menjawab bisikan Naruto dengan kasar.
"Ada masalah, Uchiha?" tanya Orochimaru Sensei.
Sasuke mendengus. "Tidak."
Orochimaru Sensei mengernyitkan dahinya. Sejenak kemudian, ia menyadari sesuatu.
"Dimana Haruno?"
Mata Sasuke membesar. Tunggu—Sakura tidak ada di kelas?
"Nagato." panggil guru berwajah pucat itu. "Dimana Haruno?"
Pein menggeleng, tanda tidak tahu. Sedangkan Naruto bergerak gelisah di atas bangkunya.
"Ano—sensei.." panggil Naruto.
"Ya, Uzumaki?"
"Itu—Sakura.."
"Ya?"
"Ano.. Dia bilang padaku, dia ada sedikit urusan.." jawab Naruto lirih.
Mata Orochimaru Sensei membelalak kaget. "Urusan apa yang lebih penting dibandingkan pelajaran kimiaku?" serunya marah.
GRAAK!
Pintu kelas terbuka, dan Sakura muncul di ambang pintu. Guru berwajah ular itu memandang muridnya galak, dan berkacak pinggang.
"Kuharap kau memiliki alasan yang bagus atas ketidakhadiranmu selama tiga perempat jam mata pelajaranku, Haruno."
Sakura tersenyum. "Maafkan aku, sensei. Seharusnya aku kembali segera dari toilet. Tapi, tadi, Shizune sensei memanggilku." jawab Sakura.
"Atas urusan..?" tanya Orochimaru sensei.
Sakura menghela nafas sejenak. "Pribadi." jawab gadis itu.
Meski tidak mengerti apa maksudnya, tapi Orochimaru membiarkan Sakura kembali ke bangkunya. Ia memang mengangkat Sakura sebagai murid kesayangannya, karena Sakura pandai dan menyenangkan.
"Baiklah. Tak dua kali kau ulangi itu. Mengerti, Haruno?" tanya guru kimia itu.
Sakura tersenyum dan mengangguk, lalu mengeluarkan buku kimianya.
"Sakura!" seru Shizune sensei.
Guru UKS itu berbincang-bincang sebentar dengan Sakura.
"Baiklah, aku mengerti." Lalu, Sakura berdiri di depan ruang guru dan mulai membuka mulutnya.
"Sasuke-kun." panggil Sakura.
"Hn." sahut Sasuke. Ia masih sebal dengan kejadian Sakura dan Pein tadi.
"Ada sesuatu yang harus kuucapkan padamu."
"Hn?" tanya Sasuke.
"Apa—kau.. Menyukai Karin?" tanya Sakura yang sukses membuat Sasuke tersedak tomat yang sedang dimakannya dan Karin yang sedang sumringah.
"A—Ap—Apa?" tanya Sasuke terbata-bata.
"Jawab saja. Benar atau tidak?" tanya Sakura.
Sasuke cepat-cepat menggeleng. "Yang aku sukai itu Sa.." Uups! Sasuke segera menutup mulutnya.
"Sa..? Siapa?" tanya Sakura.
Ino dkk hanya tersenyum penuh arti.
"Tidak, lupakan saja." sahut Sasuke.
"Kenapa kau bertanya, Sakura?" tanya Ino.
Sakura tersenyum. "Ada seorang anak SD yang menyukai Sasuke. Ia kira Sasuke suka pada Karin. Makanya ia bertanya pada Shizune sensei. Karena Shizune sensei tidak pandai dalam hal seperti ini, jadi, ia meminta bantuanku. Aku telat pada pelajaran Orochimaru sensei karena aku harus bertemu anak SD itu." jawab Sakura panjang lebar.
Ino hanya ber'oh' ria sementara Sasuke berkeringat dingin. Ia kira Sakura hendak menanyakan itu agar Sakura yakin bahwa dirinya masih memiliki kesempatan untuk memenangkan hati Sasuke. (*astaga, ge-er bangeet..*) *Sasu: "Eh, author rese! Yang bikin gue OOC gini, siapa?"* *Author: (dengan semangat) Saya..!* *Sasu: (mengaktifkan sharingan-nya) Dasar..* *Author: Eiittss... Ini kan fic punya saya.. Tak akan aku biarkan kau memakai kekuatan ninja..! Poof! Kekuatan mata Sasuke hilang.* *Sasu: Noooo...!* Oke, Gaje. Let's come back to story.
"Ano—tapi aku juga berharap Sasuke tidak menyukai siapapun sekarang. Apa kau menyukai Karin, Sasuke-kun?" tanya Sakura.
Sasuke mengerjap-ngerjapkan matanya. "Tidak."
Sakura menghela nafas sejenak, lalu berkata. "Apa kau menyukaiku? Sebagai teman atau sebagai sahabat? Atau lebih dari itu?" tanya gadis itu lagi. Serius.
Sasuke hanya bisa memandang Sakura tanpa berkedip. Astaga—Sakura?
Sakura tersenyum hambar, lalu melanjutkan. "Aduh—aku ngomong apa, sih? Haha.. Sudahlah, Sasuke-kun. Lupakan saja pertanyaan konyolku tadi." ujar Sakura sambil meninggalkan Sasuke dan kawan-kawannya.
"Aku menyukaimu, Sakura.. Lebih dari teman atau sahabat. Tidak—kurasa.. Aku mencintaimu." batin Sasuke.
Horeee...!
Chapter 3 selesaaiii..!
Kok kayaknya nih cerita makin gaje, makin abal dan makin pendek, yak..?
Ahaha..
What so ever, deh..
Kagoya akan menyelesaikan fic ini di chapter terakhir..
Yaitu... (jreng-jreng)...
Chapter 4!
Yup, chapter 4 adalah finale dari fic pertama Kagoya ini..
:D
Soooooo...
Review, please?
