Holla maaf baru update, makasih buat yang sebelumnya udah review..
Tanpa kalian aku tidak akan pernah tahu salah aku dimana..
Dan buat orang yang selalu sabar menngajariku membuat ff thanks banget yaa..
Disclaimer : Naruto hanya milik Masashi Kishimoto
Warning : OOC, gaje, abal, dll.
Genre : Romance, family, drama, friendship
Chapter Sebelumnya
krik..krik..krik..
Nyanyian jangkrik memecahkan sunyinya malam
(jam 8.00pm)
"konbanwa, ayah pulang"
suara minato sambil membuka pintu rumah
ayah naruto adalah seorang anbu..
Anbu dalam artian tentara..
Minato selalu melindungi naruto dan istrinya kushina
"asiik ayah sudah pulang"
sambut naruto ceria
"makanan sudah siap, menu malam ini ramen spesial buatan ibu, silahkan duduk suami dan anakku tercinta"
suara kushina slsai memasak dan menghidangkannya
"hmmm...mantaap, masakanmu slalu nikmat kushina"
gumam minato
"iya yah masakan ibu memang numero uno"
canda naruto
"hahahaha"
minato dan kushina tertawa
" == memang apanya yg lucu?"
tanya naruto heran
"sudah naruto, klo makan jangan bnyak bicara, nanti tersedak"
timpal minato
malam itu terasa sangat berbeda, naruto sangat bahagia
sementara di rumah sasuke
- Chapter 2 : Sebuah Tempat Hijau
Top of Form
"makanan sudah siap tuan" ujar pembantuku
"hn"
kataku menuju pintu rumah
"tuan mau kemana? Hari sudah malam?" tanya pembantuku
"aku mau mencari hiburan" jawabku cuek
/skip time/
aku berjalan ke luar rumah dan menuju festival..
Malam ini ada festival di pusat kota konoha, yang diadakan 1 tahun sekali..
Kemudian aku melihat perbincangan seorang anak dengan orang tuanya
"ayah..ibu..aku mau es cleam magnum" pinta seorang anak manja dgn suara cedal
"tunggu disini bersama ibu ya" jawab ayah dari anak tersebut
kemudian ayah nya pun membeli es cream magnum
"nih es cream magnumnya" sambutnya dngan memberi es cream magnum ke anaknya
"telima kasih ayah" jawab anak dngan snyum polos
"ayuk kita pulang, sudah larut malam" ajak ibunya
ayah dan ibu anak tersebut menggandeng tangan anaknya..
Hal itu membuatku teringat masa lalu..
Flash back
"ayah, ibu, aku mau es cream itu"
pintaku manja
kring..kring..kring..
Tiba-tiba hp ayahku berbunyi, lalu ayah mengangkat telfon..
Aku ga tau jelas perbincangan Ayahku.
Singkat cerita,
perbincangan ayahku slsai
"sasuke, maaf ayah tidak bisa membelikanmu es cream, ayah ga punya waktu karena pekerjaan, besok ayah dan ibu akan pergi ke luar negeri selama 5 tahun"
kata Ayah
"5 tahun?"
tanyaku kecewa
"5 tahun memang waktu yang lama sasuke, kau jaga dirimu baik-baik ya, jangan rewel, jangan manja, bertemanlah dengan orang yang kau percayai, dan lakukan suatu hal baik"
jawab Ibu smbil mencubit hidungku
"tapi.."
kataku terputus
"sasuke, pastikan saat kami kembali kau tumbuh jadi orang yang mandiri, disiplin, tegar, dan yang paling penting jangan cengeng, jika cobaan datang menimpamu hadapi dengan penuh kesabaran, dengan adanya cobaan kau akan belajar menjadi orang yang kuat dan tegar, jika kau gagal jangan putus asa, kegagalan awal dari keberhasilan, ayah yakin kau pasti bisa mengatasinya"
ucap Ayah memegang kepalaku tersenyum
"ibu akan memberimu uang jajan 1 juta ryo dan ATM, setiap minggu kami akan mengirim uang ke rekeningmu"
kata Ibu mengasih uang dan ATM
"nah sasuke, sudah saatnya kami pergi ke bandara"
sambung Ayah
"ayah ibu, hati-hati di perjalanan ya, aku akan tumbuh sebagai anak yang kalian inginkan"
ucapku
"seperi itulah anak ayah"
kata ciri khas Ayah sambil berjalan meninggalkanku di festival
aku pun berjalan mencari penjual es cream, di tengah jalan aku melihat anak berambut kuning menyenggol guci antik
"hey kau anak nakal, aku minta ganti rugi guci antikku yang kau pecahkan!"
bentak Penjual
"tapi aku tidak sengaja"
jawab Anak berambut kuning memelas
"aku tidak peduli, pokoknya kau harus ganti rugi!"
seru Penjual
"aku tidak punya uang"
jawab Anak itu
"APA!"
ucap penjual hendak memukul anak itu
"STOOP!"
kataku mencegah penjual memukul anak berambut kuning itu
"berapa uang yang harus dia ganti?"
tanyaku
"1 juta ryo"
jawab penjual
"ini aku ganti"
kataku sambil ngasih uang 1 juta ryo yang barusan ibu kasih
"te..terima kasih"
ucap anak berambut kuning
"Ayo kita pergi dari tempat ini"
ajakku
"pergi kemana?"
tanya anak itu
"udah, kamu ngikut saja, nanti juga tau"
jawabku menarik tangan anak tersebut
/ / skip time \ \
dua orang anak berjalan menuju suatu bukit hijau di pinggir kota konoha
"apa yang harus aku lakukan untuk membayar pertolonganmu, aku tidak punya uang sebesar itu, keluargaku keluarga sederhana yang menggantungkan nasib berjualan ramen"
kata Anak itu memohon
"berteman denganku, mau kan? Sepertinya kau orang baik yang dapat dipercaya dan aku harap kita saling memahami"
ucapku berbalik memohon
"berteman"
kata Anak itu heran
"iya, aku tidak punya teman, aku selalu sendirian menanggung beban, aku ingin punya sahabat sepertimu"
pintaku
"tentu dengan senang hati, namaku Uzumaki Naruto"
kata anak itu sambil mengulurkan tangannya
"namaku Uchiha Sasuke"
sambutku berjabat tangan dengannya.
Kami pun tersenyum dan saling bercanda, aku sedikit lega, bebanku terasa agak ringan waktu itu
/ flashback selesai, kembali ke masa sekarang \\\
aku pun melanjutkan perjalanan.
Dan sampai pada tempat yang tak asing bagiku yaitu bukit hijau pinggir kota, kemudian berbaring sambil melihat bintang mengingat orang tuaku yang sedang sibuk kerja di luar negeri
"ayah..ibu andai kalian tidak sesibuk seperti ini, aku ingin ayah dan ibu disampingku, menemaniku kala aku butuh dan peluh.
Sekarang sudah hampir 5 tahun sejak kalian pergi"
ujarku dalam hati
panggil seorang cwe yang tak asing lagi. Kemudian dia menghampiriku
"i..iyaa"
jawabku terkaget lalu duduk
"hari sudah malam, apa yg kau lakukan disini?"
tanya cwe itu sambil duduk di sampingku
"kau sendiri kenapa ada disini, Sasame"?
Kataku tanya balik.
Sasame adalah pacarku, kami sudah jadian sejak 7 bulan lalu
"aku pengen lihat bintang bersamamu Sasuke"
jawab Sasame simple
"melihat bintang?"
ucapku
"iyaa Sasuke, di tempat ini sangat indah untuk melihat bintang, tempat ini juga disebut bukit keajaiban.
Kata Ibu jika ada seorang sahabat yang bertemu di tempat ini maka akan menjadi sahabat sejati, dan jika menyatakan cinta pada pasangannya di tempat ini maka hubungannya akan sampai hayat, seperti Aku dan Kamu.
Hehehe"
ucap Sasame bersandar di bahuku
"hahaha bisa saja, kok aku baru tau ya klo tempat ini dinamakan bukit keajaiban, padahal aku sering kesini?"
tanyaku sambil menggenggam tangan sasame
tiba-tiba sasame pingsan..
"Sasame badanmu panas, kau demam"
kataku khawatir
TBC...
maaf klo ff nya kurang panjang..
ntar chapter 3 aku usahain yang panjang..
REVIEW
