Disclaimer : Naruto hanya milik Masashi Kishimoto
Warning : AU, OOC (banget), gaje, abal, bera dll.
Genre : Romance, family, drama, friendship
Bales Review…
Yume : Iya, maaf ya ficnya jelek.
Justin : Hehehe thanks kawan.
Micon : Arigati Sensei, Aku akakn perbaiki masukan Sensei
All : thx udah review ^_^
Chapter sebelumnya…..
"Iyaa Sasuke, di tempat ini sangat indah untuk melihat bintang, tempat ini juga disebut Bukit keajaiban, Kata Ibu jika ada seorang sahabat yang bertemu di tempat ini maka akan menjadi sahabat sejati, dan jika menyatakan cinta pada pasangannya di tempat ini maka hubungannya akan sampai hayat, seperti Aku dan Kamu.
Hehehe" Ucap Sasame bersandar di bahuku.
"Hahaha bisa saja, kok Aku baru tau ya klo tempat ini dinamakan bukit keajaiban, padahal Aku sering kesini." Tanyaku sambil menggenggam tangan Sesame.
tiba-tiba sasame pingsan..
"Sasame badanmu panas, kau demam" Kataku khawatir.
Chapter 4 : Pain
IF DON'T LIKE DON'T READ
SASUKE POV
Aku segera menggendong Sasame dan segera membawanya ke Rumah Sakit Konoha terdekat.
"Fiuuuh, akhirnya sampai juga." kataku memasuki gerbang Rumah Sakit dengan kelelahan dan panik.
Terlihat sosok Iryo berambut pink yang Aku kenal sedang bertugas.
"Sakura-chan, tolong priksa Sasame, badannya panas!" Teriakku dari pintu masuk sambil tetap menggendong Sasame.
Sakura langsung berlari mendorong kasur pasien(?)
(Author bego, kagak tau nama bendanya padahal sering ke RS).
Aku segera merebahkan Sasame dikasur tersebut.
"Kenapa bisa seperti ini, badannya panas tinggi," tanya Sakura sambil mendorong kasur itu(?) menuju UGD.
"Sasame, bertahanlah." kataku menggenggam tangan Sasame yang pingsan.
Aku sangat khawatir mendengar kata UGD, itu berarti sakit yang diderita Sasame parah.
"Sasuke-kun tunggu disini, Aku dan Dokter Kabuto akan memeriksa Sasame, sepertinya dia terkena racun serangga," Jelas Sakura menyuruhku menunggu didepan kamar UGD.
Aku duduk dikursi dengan pikiran yang tidak karuan.
1 menit
5 menit
15 menit
30 menit
60 menit berlalu..
*kreeek*
Pintu UGD terbuka, muncul Seorang Dokter dengan menggunakan kacamata.
"Apakah Anda keluarga dari Pasien? Oia perkenalkan namaku Dr. Yakushi Kabuto."
Ucap Seorang Dokter menghampiriku sambil memperkenalkan namanya.
"Ia Dok, namaku Sasuke Uchiha. Bagaimana keadaan Sasame?" Tanyaku tegang, kringat dinginpun membasahi bajuku.
"Sekarang keadaan Sasame tidak apa-apa, racunnya sudah dibuang. Sepertinya Dia terkena racun Bikachu yang dapat mengakibatkan demam tinggi dan pingsan. Serangga seperti itu berasal dari Aburame," Jelas Dr. Kabuto padaku sambil membenarkan kacamatanya.
Aburame adalah Gangster yang terkenal karena mereka kejam, menyebarkan penyakit melalui serangga mereka. (author dimutilasi Aburame FC)
Para Anbu Desa pun masih belum bisa menemukan tempat persembunyiannya.
"Terima kasih Dr. Kabuto." kataku sambil tersenyum. Sialan jadi Aburame dalang semua ini.
Muncul Seseorang berambut pink di depan kamar UGD.
"Silahkan kamu boleh masuk Sasuke-kun!"
Sakura menyuruhku masuk.
"Terima kasih Sakura-chan."
Aku masuk ke kemar tersebut kemudian mengambil kursi, duduk menjaga Sasame disamping tempat tidurnya.
Karena jam sudah larut malam tanpa sadar Aku ketiduran sambil menggenggam tangan Sasame.
Kruk..kruk..kruuk..
Bunyi cacing diperutku demo minta jatah makan.
(Author says: loh bunyi perut laper kan bukan begitu, seharusnya 'mbeeeek' .. Author dibakar reader.)
"Huaaah, nih cacing kagak bisa diajak kompromi, ganggu Orang tidur saja." Gumamku dalam hati.
Ku lirik jam dinding
(jam dinding says: ouh Sasuke-kun Aku jadi malu dilihatmu seperti itu)
heuh masi jam 24.00,
Cari makan dulu akh, mumpung Sasame masih tidur.
Aku pun berjalan keluar Rumah Sakit mencari penjual makanan, sampe tiba di Kedai Ramen Ibunya Naruto.
"Kushina-san, aku pesan 1 porsi Dango," Kataku memesan makanan sejenis pangsit. Memang Kedai Ibunya Naruto buka 24 jam non-stop.
"Eh, Sasuke, jam segini Kamu belum tidur? Naruto malah sudah tepar dari tadi." tanya Ibu Naruto sambil menyiapkan bumbu-bumbu makanan.
"Seharian Aku belum makan, jadi laper Kushina-san. Hehehe.." Jawabku mengelus-elus perut karena sudah laper banget.
"Nih Dangonya sudah matang," Ucap Kushina sambil menghidangkan Dango.
"Tolong..tolong.."
Baru saja mau menyantap Dango, tiba-tiba ada banyak teriakkan Orang.
Terlihat Warga Konoha berlari membawa ember berisi air menuju Rumah Sakit Konoha.
"Jangan..jangan.." kataku panik. Menengok ke arah Rumah sakit
"Kebakaran..kebakaran." Teriak Orang-orang
"Tidaaaaak, Sasame." kataku panik dan khawatir
Aku segera berlari secepat kilat menuju Rumah Sakit.
Setibanya disana Aku menyelusuri lorong-lorong.
*bruaaaak*
Atas Rumah Sakit jatuh menimpaku, sehingga kakiku terkena luka bakar.
Dengan berlari terpincang-pincang sampe akhirnya tiba di depan kamar Sasame.
"Sasamee." teriakku sambil mendobrak pintu kamar, lalu Aku segera melihat keadaan Sasame.
"TIDAAAK, SASAMEE!" Aku berteriak kencang, kemudian Rumah Sakit ambruk..(?)
*gabruuk*
"Heuh..heuuh..cuma mimpi, yokatta." gumamku dengan kringat bercucuran.
Ku lirik jam dinding,
(jam dinding says: Tidaak, aku dilihat pria tampan 2x)
ternyata sudah jam 5 pagi.
*tok..tok..tok*
Terdengan suara Orang mengetuk pintu.
"Silahkan masuk saja, tidak dikunci," kataku sambil duduk dikursi.
*kreeek*
Terlihat Sakura masuk membawa makanan dan buah-buahan.
"Ini Aku bawakan kalian makanan dan buah. Makanan buatmu dan buah-buahan buat Sasame, dimakan ya!" Ucap Sakura mengasih makanan dan buah lalu Ia keluar kamar.
END SASUKE POV
¤¤¤#oOo#¤¤¤
SASAME POV
Ku buka mataku perlahan, rasanya seperti tertidur berhari-hari.
Ku lihat ada Sasuke sedang makan membelakangiku.
"Sasuke-kun." kataku dengan nada lemah sambil berusaha meraih pundaknya.
"Hn, Sasame, Kau sudah sadar ya. Yokatta." katanya berhenti makan lalu mengambil buah-buahan yang sudah disisir kecil-kecil.
"Ini dimana Sasuke-kun?" tanyaku berusaha bangun.
"Ini di Rumah Sakit, semalam Kau terkena gigitan bikachu dan Kau pingsan. Sekarang Kau sudah sembuh ya, nih dimakan ya," Kata Sasuke sambil menyodorkan buah-buahan.
"Ouh begitu, suapin ya, hehehe." pintaku manja.
"Wew, dasar. Yaudah Aku suapin." ucapnya sambil menyuapkanku buah-buahan.
*bruaak*
Pintu ditendang Seorang Ibu-Ibu.
Ternyata itu Ibuku.
"Sasame, kau tidak apa-apa?" Teriak Ibuku Khawatir langsung memelukku erat.
"O..onii-chan, jangan erat-erat, A..aku tidak bisa bernafas," kataku berusaha melepaskan pelukan
"Maaf Sasame, hehehe. Sepertinya Gangster Aburame itu mesti dibasmi.
(Author di cincang-cincang Aburame FC)
Oia terima kasih Sasuke karena kau sudah menjaga Sasame." Kata Ibuku tersenyum
"Hehehe..iya Anko-san." jawab Sasuke sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Kau boleh pulang Sasuke, mungkin kau kelelahan, istirahatlah," perintah Ibuku ke Sasuke
"Iya Anko-san, wakatta." jawab Sasuke lalu berdiri dan pamitan.
"Sasuke-kun" kataku sambil menarik tangan Sasuke.
*Mmuaach*
Aku mencium bibir Sasuke.
(kyaa, author dimasa Sakura FC)
"Arigato Sasuke-kun. Kau sudah menjagaku." kataku berbisik ditelinga
"Hehehe, iya Sasame. Aku pamit dulu ya Anko-san, Sasame-chan." Ucap Sasuke sambil meninggalkan Rumah Sakit.
END SASAME POV
¤¤¤#oOo#¤¤¤
NORMAL POV
Satu Minggu kemudian, Sasame sembuh lalu Anko melaporkan ke Kepolisian tentang tindak kriminal Aburame Gangster yang kian menyebar luas.
Akhirnya diutus 4 Orang Anggota Anbu diantaranya Ayah Naruto, Yaitu Minato.
Begitupun dengan Ayah dan Ibu Sasuke yang akan pulang kampung. Mereka pulang melalui jalur udara dengan nomer penerbangan JPG-07.
Mendengar hal itu Sasuke senang dan bahagia sambil mewek guling-guling.
(READER'S SAY: huh udah ficnya berantakan, Authornya jelek dan lebay lagi)
NARUTO POV
"Oni-san, Aku mau pergi main ya," kataku meminta ijin Ibu.
"Jangan pulang terlalu sore," jawab Ibuku dari Kedai.
"Iya, Oni-san" sambungku, lalu pergi keluar Rumah dan mengelilingi Desa.
"Huh, hari ini angin bertiup kencang, kelilipan nih banyak debu." Gumamku dalam hati.
*PLAAAK*
Sebuah surat kabar edisi terbaru menyambar mukaku sampe memerah.
"Aargh! Apa lagi ini! Aku berusaha menyobek surat kabar tersebut.
Lalu Aku membaca tulisan.
'Sebuah Pesawat dengan nomer penerbangan JPG-07 telah jatuh ke Laut. Diduga penyebabnya ulah Aburame Gangster.
"Tidaaak, Sasuke." Aku segera berlari menuju rumah Sasuke.
Tapi ditengah jalan..
*GUBRAAAAK*
Aku menabrak Seseorang..
"Aduuh, Naruto-kun kalau jalan liat-liat donk, sakit nih." Ringis Sasame karena terjatuh.
"Maaf Sasame-chan, Aku lagi buru-buru, sekali lagi maaf ya," kataku meminta maaf.
"Iya tidak apa-apa. Hah berita apa ini, Naruto-kun apa ini benar?" kata Sasame cemas, matanya berkaca-kaca karena membaca berita tadi.
"Kelihatannya begitu Sasame-chan, Aku lagi buru-buru, sudah dulu ya," Kataku lalu segera berlari ke Rumah Sasuke.
Terlihat Sasuke sedang berada dihalaman Rumah.
"Sasuke, kau harus baca ini," Ucapku ngos-ngosan.
"Tidak.. Tidak mungkin.. Kenapa ini terjadi padaku." Keluh Sasake meneteskan air mata.
"ABURAME! Tunggu pembalasanku." kesal Sasuke.
"Apa kau akan balas dendam Sasuke. Balas dendam tak akan menyelesaikan masalah, hanya untuk kepuasan pribadi. Jika kita menyakiti orang maka kita akan dibenci orang itu dan jika kita disakiti seseorang maka kita akan membenci orang tersebut. Saling balas dendam akan menumbuhkan benci yang lebih besar. Dan akan menimbulkan rantai kebencian. Selama itu terjadi Manusia akan terus membenci satu sama lain," Kataku berusaha menenangkan Sasuke.
TBC...
Maaf ya kalau ga nyambung dan singkat...
aku minta review para senpai dan sensei sebagai saran untuk kedepannya..
SEE YOU NEXT CHAPTER ^_^
