Holla Aku kembali, maaf kemarin alah tulis chapter..
Disclaimer : Naruto hanya milik Masashi Kishimoto
Warning : AU, OOC (banget), Typo (banyak), gaje, abal, bera dll.
Genre : Romance, family, drama, friendship
CHAPTER SEBELUMNYA
"Oni-san, Aku mau pergi main ya," kataku meminta ijin Ibu.
"Jangan pulang terlalu sore," jawab Ibuku dari Kedai.
"Iya, Oni-san" sambungku, lalu pergi keluar Rumah dan mengelilingi Desa.
"Huh, hari ini angin bertiup kencang, kelilipan nih banyak debu." Gumamku dalam hati.
*PLAAAK*
Sebuah surat kabar edisi terbaru menyambar mukaku sampe memerah.
"Aargh! Apa lagi ini! Aku berusaha menyobek surat kabar tersebut.
Lalu Aku membaca tulisan.
'Sebuah Pesawat dengan nomer penerbangan JPG-07 telah jatuh ke Laut. Diduga penyebabnya ulah Aburame Gangster.
"Tidaaak, Sasuke." Aku segera berlari menuju rumah Sasuke.
Tapi ditengah jalan..
*GUBRAAAAK*
Aku menabrak Seseorang..
"Aduuh, Naruto-kun kalau jalan liat-liat donk, sakit nih." Ringis Sasame karena terjatuh.
"Maaf Sasame-chan, Aku lagi buru-buru, sekali lagi maaf ya," kataku meminta maaf.
"Iya tidak apa-apa. Hah berita apa ini, Naruto-kun apa ini benar?" kata Sasame cemas, matanya berkaca-kaca karena membaca berita tadi.
"Kelihatannya begitu Sasame-chan, Aku lagi buru-buru, sudah dulu ya," Kataku lalu segera berlari ke Rumah Sasuke.
Terlihat Sasuke sedang berada dihalaman Rumah.
"Sasuke, kau harus baca ini," Ucapku ngos-ngosan.
"Tidak.. Tidak mungkin.. Kenapa ini terjadi padaku." Keluh Sasake meneteskan air mata.
"ABURAME! Tunggu pembalasanku." kesal Sasuke.
"Apa kau akan balas dendam Sasuke. Balas dendam tak akan menyelesaikan masalah, hanya untuk kepuasan pribadi. Jika kita menyakiti orang maka kita akan dibenci orang itu dan jika kita disakiti seseorang maka kita akan membenci orang tersebut. Saling balas dendam akan menumbuhkan benci yang lebih besar. Dan akan menimbulkan rantai kebencian. Selama itu terjadi Manusia akan terus membenci satu sama lain," Kataku berusaha menenangkan Sasuke.
CHAPTER 4 : ENDING
"Naruto, Kau tidak mengerti! Kau tidak dapat memahami apa yang Aku rasakan sekarang, Mereka (ABURAME) pantas dibunuh, supaya tidak ada lagi kebencian seperti yang kau katakan!" kata sasuke dengan nada keras.
"Membunuh bukanlah jalan satu-satunya Sasuke. Kalau begitu baiklah ayo kita cari tempat persembunyian mereka dulu, lalu kita lapor pada tim Ayahku yang sedang mendapatkan misi menangkap mereka." Jelasku pada Sasuke.
"Nanti malam kita mulai, Aku pengen sendiri." Kata sasuke padaku memasuki Rumah.
"Aku mengerti perasaanmu Sasuke, penderitaanmu begitu berat. Apapun yang terjadi Aku akan melindungimu."
END NARUTO POV
Teng..Teng..Teng..Teng..Teng..Teng..Teng..Teng.
Suara jam di Menara Konoha menunjukkan jam 8 malam.
Tampak 2 Orang Pemuda menyelusuri pelosok Desa.
Sampai akhirnya tiba di Bukit Hijau atau yang bisa disebut Bukit Keajaiban.
"Inilah tempat terakhir, kalau disini kita tidak bisa menemukan mereka, sebaiknya kita lupakan balas dendammu." Bujukku ke Sasuke.
Muncul 4 Orang Memakai Jas dan berkacamata.
Tidak lain mereka adalah Gengster Aburame.
"Hei, Naruto, Sasuke sedang apa kalian disini!" Bentak Ayahku yang sedang bertugas menangkap Gangster Aburame.
"Disini berbahaya, cepat kalian menyingkir!" Kata anggota Anbu yang bernama Yamato.
"Wakatta! Ayo Sasuke kita menyingkir," Ajakku pada Sasuke. Lalu Aku dan Sasuke bersembunyi di balik semak-semak mengintip mereka.
END NARUTO POV
¤¤¤#oOo#¤¤¤
NORMAL POV
Tibalah Keempat Anggota Anbu yang dipimpin Minato berhadapan dengan Aburame Gangster.
"Yamato, Kabuto, Obito bersiaplah," Suruh Minato untuk bersiap pada rekannya.
"Muta Aburame, Shibi Aburame, Shino Aburame dan Kau Torune, sebaiknya kalian menyerahkan diri," Gertak Kabuto pada mereka.
"Apa? Dokter Di Rumah Sakit, jadi Dia juga Anbu," Gumam Sasuke sambil menggenggam tangannya penuh dendam.
"Muta Kau hadapi Yamato, Shibi hadapi Kabuto, Shino hadapi Obito. Aku akan melawan Minato" Perintah Torune sambil melepas sarung tangannya.
Skip Time
Nampak 3 Anggota Gangster Aburame dan 3 Anggota Anbu terkapar. Tinggal Minato dan Torune yang masih berdiri ngos-ngosan.
"Minato Uzumaki, ternyata benar kata kabar angin, kau adalah anggota terkuat Anbu. Kalau begitu Aku akan mengakhiri pertarungan ini." Kata Torune sambil merapal jutsunya.
Dan perlahan tubuh Torune pun berubah menjadi serangga raksasa.
Naruto POV
"Tidak! Itu Sichibi, Oto-san cepat lari.!" Teriakku dari balik semak dengan panik.
"Rupanya disitu ada 2 tikus kecil, Aku akan membunuh mereka dulu sebelum membunuhmu." Kata Shicibi bersiap menembakan serangan bomnya.
"Naruto! Sasuke! Cepat lari..!" Teriak Ayah berlari menghentikan Sichibi.
Namun sia-sia, karena tembakan bom Sichibi sudah melesat.
Duaaaaaaar
"Ugh."
Gerangku kesakitan dan terlempar membentur pohon.
Badanku terasa sakit luar biasa, kulihat Sasuke juga terpental lebih jauh ke jalan. Pandanganku mulai tidak jelas, semakin hitam, hitam, sampai akhirnya Aku tak sadarkan diri.
10 menit berlalu.
"Naruto, Ku mohon buka matamu." Ku dengar suara perempuan yang tak asing lagi bagiku.
Ku buka mataku perlahan, terlihat Ayah masi bertarung dengan Sichibi dengan kondisinya yang kelelahan.
"Kau tidak apa-apa Naruto?" Kata Perempuan tadi dengan nada khawatir dan memelukku.
Aku mengalihkan pandanganku ke Perempuan tadi.
Ternyata Dia Ibuku.
"Kaa-san, kenapa ada disini?" Tanyaku ke Ibu nada lemah.
"Syukurlah Kau sudah sadar, Ibu sangat cemas." Jawab Ibuku dengan meneteskan air mata.
"Minato! Tak Ku sangka Kau sangat kuat, baiklah akan Ku gunakan cara itu untuk membunuhmu." Kata Sichibi dengan keras. Tanduknya berubah jadi lancip dan menuju ke arahku.
"Lari...!" Teriak ayah dari kejauhan.
Tubuhku terasa tak dapat bergerak. Badanku gemetar melihat Sichibi yang sedang melesat bersiap menusukan tanduknya.
"Gomenesai..Naruto."
Jleep..!
Aku terbelalak melihat Dua Orang yang Ku sayangi tubuhnya tertusuk tanduk Sichibi didepan mataku sendiri berusaha menjauhkan tanduk Sichibi supaya tidak menusuk tubuhku.
Darah mengalir dari tubuh, mulut kedua Orang Tuaku.
"Ayah, Ibu. Kenepa! Kenapa harus seperti ini!" Kataku tak percaya melihat keadaan kedua Orang Tuaku.
"Maafkan Ayah, Naruto. Sebentar lagi Ayah dan Ibu akan pergi meninggalkanmu, tapi sebelum itu Ayah sudah mempersiapkan ini dalam misi, Ayah akan menyegel Sichibi di Bukit ini melalui tanduknya." Jelas Ayah dengan nada lemah.
"Manusia sialan!" Teriak Sichibi tubuhnya tak dapat bergerak.
"Maafkan Ibu juga Naruto, Ibu tak dapat menjadi Ibu yang baik buat kamu. Ibu selalu sibuk, Ibu tak dapat mewujudkan keinginanmu." Kata Ibu dengan peluh.
Aku menangis tak dapat berkata apa-apa.
"Jangan menangis Naruto, meski Ayah dan Ibu nanti tidak ada disisimu. Tapi Ayah dan Ibu akan selalu menjagamu. Ayah sadar Ayah tidak dapat menemanimu karena Ayah selalu sibuk kerja, jika Ayah tidak dapat melakukan tugas dengan baik..." jelas Ayah terpotong.
"Seharusnya Ibu lebih baik 'kan Naruto" Sambung Ibu memotong perkataan Ayah.
"Ibu juga selama ini selalu sibuk berjualan, tak ada waktu luang. Sekarang ini ada waktu luang tapi bertemu dengan kejadian seperti ini. Ibu dan Ayah sebenernya ingin membiayai sekolahmu kejenjang yang lebih tinggi. Tapi apa daya, hanya ini yang Ibu dan Ayah bisa berikan." Jelas Ibu sekali lagi.
"Oia apakah Kau tidak sadar, Kushina. Tempat ini" kata Ayah mengingat suatu kejadian.
END Naruto POV
FLASHBACK ON
Minato POV
*Guk..guk..guk..guk*
"Arrg..! Sial ini Anjing ngejar-ngejar Aku terus, apa salahku ya? Kenapa harus seperti ini? Kenapa yang ngejar tidak cewek. Eh malah binatang. Sungguh sial nasibku." Gumamku dalam hati sambil berlari.
Aku pun memacu otakku berfikir menghindari kejaran Anjing milik Kakashi-nting ini.
(AUTHOR DIGEBUKIN KAKALOVERS)
"Oia di Bukit itu ada pohon tinggi." pikirku dalam hati. Lalu Aku segera berlari kencang ke Bukit kemudian naik ke atas pohon. Benar dugaanku Anjingnya kabur dan nyerah tak dapat melompat tinggi.
"Fiuuh, akhirnya bencana pergi." Gumamku dengan nada kelelahan.
Aku pun turun dari pohon, dan berjalan merenungi nasib sialku hari ini.
*bruuuk*
"Aduuh, Kau ini jalan enggal lihat-lihat apa! Main tabrak saja." Bentak Seorang Cewek berambut merah.
"Gomen..gomen, baru ditabrak segitu saja sudah marah. Ngmong-ngmong wajahmu mirip TOMAT." Kataku nyindir.
"APAA! TOMAT!" Kata Dia dengan marah kemudian memukulku dengan ganas.
"Ampun..ampun. Gomenesai." Teriakku kesakitan. Lalu dia menghentikan pukulannya dan mengulurkan tangan.
"Maafkan Aku juga, Namaku Kushina Namikaze. Siapa namamu?" Kata Dia mengajak kenalan.
"Namaku Minato Uzumaki, senang berkenalan denganmu." Sambutku tersenyum kepadanya.
Setelah kejadian itu, Aku dan Kushina semakin akrab. Dimulai dari pacaran sampai menikah.
Flashback off
"Disini tempat kita pertama kali bertemu 'kan. Bukit dan Pohon ini akan menjadi saksi bisu pertemuan dan perpisahan kita. Naruto kau jangan sedih ya, Ibu dan Ayah akan selalu hidup dalam hatimu." Kata Ibu menangis.
"Ayah, Ibu. Aku bangga, Aku bahagia, Aku senang jadi Anak Kalian, tak peduli bagaimana kekurangan keluarga Kita. Bagiku kasih sayang kalian sangat berharga dari pada harta. I LIVED BECAUSE MY MOTHER AND MY FATHER GIVE THEIR LIVE FOR ME." Jelasku pada Mereka.
"Kau dengar itu Minato, Anak Kita sudah tumbuh dewasa." Kata Ibu ke Ayah.
"Terimakasih, Naruto Anakku. Aku berharap bisa melihatmu untuk beberapa menit lagi. Kami sayang padamu Naruto, dengarkan perkataan Ayah untuk yang terakhir kalinya. NARUTO, JADILAH ORANG TEGAR, JADILAH ORANG YANG SABAR, JANGAN PERNAH TAKUT MENCOBA, KEGAGALAN BUKANLAH KEHANCURAN. KESALAHAN ADALAH KEKURANGAN MANUSIA, TAPI BELAJAR DARI KESALAHAN ADALAH KELEBIHAN MANUSIA.
LINDUNGI ORANG YANG KAU SAYANGI, JADILAH KUAT, OKE. Dan satu lagi, dengarkan Kata Ibumu" Kata Ayah padaku dengan tersenyum..
"Ini juga pesan Ibu yang terakhir,
NARUTO, JANGAN REWEL YA, JANGAN TELAT MAKAN, MANDI SETIAP HARI, JANGAN CENGENG, BERTEMANLAH. TAK PEDULI BERAPA JUMLAH TEMANMU. ASALKAN ADA YANG PERCAYA ITU SUDAH CUKUP. JANGAN KECEWAKAN ORANG YANG MENCINTAIMU.
Naruto.. Kami Sangat menyayangimu. Ada..ada..ada.. Ada banyak hal yang mau Ibu katakan padamu. Ibu masih ingin mendidikmu, Ibu ingin mengajarimu, Ibu ingin bersamamu.
MAAFKAN AYAH DAN IBU, NARUTO.
WE LOVE YOU, MY SON." Kata Ibu tersenyum berurai air mata. Lalu Ayah dan Ibu ambruk.
END NARUTO POV
==¤¤==
SASUKE POV
"Kenapa!" Kataku tak percaya melihat kejadian yang aku lihat.
Tanpa sadar darah menetes dari mata kananku dan mengeluarkan api hitam membakar Sichibi.
Percikan api hitam itu pun mengenai Naruto.
Lalu dengan mata kiri Aku hilangkan api tersebut. Sehingga tubuhku tidak kuat dan pingsan.
Ketika Aku sadar sekelilingku berubah jadi hitam.
"Dimana ini, kenapa semua hitam?" Tanyaku keheranan.
"Ini ada di Rumah Sakit, matamu terluka parah Sasuke." Jawab Seorang yang sepertinya Aku kenal.
"Kau Sakura-chan? Kenapa mataku, kenapa Aku tak bisa melihat.?" Tanyaku lagi dengan resah.
"Maaf, matamu buta. Matamu tak dapat berfungsi lagi." Jelas Sakura dengan nada lemah. Lalu Ia menyuruhku berbaring karena keadaan tubuhku terluka parah.
"Naruto dimana? Keadaannya bagaimana?" Tanyaku lagi. Tapi Aku merasakan benda tajam menusuk tanganku. Dan membuatku mengantuk.
"Maaf, Sasuke-kun. Kau harus istirahat." Kata Sakura sambil menyuntik tubuhku dengan obat tidur.
Aku pun langsung tertidur karena efek dari obat tidur sudah bekerja.
Dalam hatiku Aku sangat menyesal telah melibatkan Naruto dan Keluarganya.
Sampai saatnya Aku terbangun, keadaan tubuhku masih lemah.
Lalu Aku merasa ada beberapa Orang yang mendekatiku.
"Kau sudah bangun, baiklah Aku akan membuka perban dimatamu." Kata Seorang Wanita sambil membuka perban dimataku.
Ku buka perlahan, Aku sangat terkejut.
Aku bisa melihat lagi.
Sungguh seperti keajaiban.
Dan disekililingku ada Sasame, Sakura begitu pun dengan Pembantuku, Mereka meneteskan air mata.
"Sasuke-kun, kau harus baca ini." Kata Sakura memberikan sebuah surat kepadaku.
Lalu Aku buka dan baca surat itu dalam hati.
"Kepada Sahabatku, Sasuke. Jika Kau sudah membaca surat ini, itu artinya matamu sudah dapat melihat lagi. Aku mendengar kabar itu dari Sakura 3 hari yang lalu. Kau masih pingsan saat matamu rusak. Lalu Aku mendonorkan kedua mataku kepadamu. Aku tau, Aku tak akan hidup lama. Karena luka bakar api hitam yang semakin memburuk. Entah Siapa yang melakukan. Kalaupun itu Sahabatku yang melakukannya, Aku tak akan menyesal. Sekarang Aku bisa bertemu kembali dengan kedua Orang Tuaku. Kau tau Sasuke, dulu Aku masih punya hutang kepadamu, waktu Aku memecahkan guci, Kau yang membayar ganti ruginya. Sekarang Aku membayarnya dengan kedua mataku. Maaf hanya itu yang bisa Aku berikan. Meski Aku mati,
Aku akan hidup dalam kenanganmu, dan dengan datangnya mataku, Aku akan melihat dunia bersamamu. AKU TAK MENYESAL BERTEMAN DENGANMU, SASUKE.
SAMPAI JUMPA, KAWAN."
Begitu selesai membaca surat itu Aku sangat menyesal, sekarang Aku ditinggal pergi Sahabatku.
Kemudian Aku pergi ke makam Naruto dan Kedua Orang tuanya.
Makam Naruto berada ditengah dan makam kedua Orang tuanya berada dikedua sisinya, layaknya Anak yang tertidur bersama kedua Orang tua yang penuh dengan kasih sayang dan cinta.
"Maafkan Aku, Naruto, Minato-san, Kushina-san." Kataku sambil meletakkan bunga ke makam mereka.
3 hari berlalu.
Tepat jam 12 malam bel rumahku berbunyi.
Lalu Aku berjalan membuka pintu.
Aku kaget setengah mati melihat dua Orang tamu tengah malam tersebut.
"Apa kabar Sasuke." Kata mereka sambil tersenyum.
"Ayah...Ibu.. Kenapa kalian bi..bisa." Kataku terputus kerena gemetar melihat mereka.
"Maaf Sasuke, ceritanya panjang. Tiket pesawat terbang kami tertinggal di Perusahaan, pas balik lagi ternyata pesawatnya sudah terbang. Ya sudah kami mengundurkan jadwal pulang." Kata Ayah menjelaskan.
"Syukurlah, Ayah..Ibu.." Kataku menangis lalu memeluk mereka.
"Sasuke, berapa umurmu sekarang." Tanya Ibu mengelus kepalaku.
"Tujuh Belas tahun" Jawabku masih terharu.
"Jangan menangis dong, Kau sudah tumbuh besar, Kau pasti menerima banyak penderitaan dan cobaan. Maafkan Kami Sasuke, mulai sekarang Kami tak akan meninggalkanmu. Bagi Kami Kau adalah harta yang paling berharga." Jelas Ibu menghapus air mataku.
"Nah, ayo Kita makan bersama-sama." Ajak Ayah.
Malam ini Kami pun makan bersama-sama.
Akhirnya suasana seperti ini Aku dapatkan kembali.
End Sasuke POV
Normal POV
Sasuke dan Keluarganya hidup bahagia, dan Ia menikah dengan Sasame.
Di karuniai Seorang anak perempuan yang bernama Naruko Uchiha.
Dia berharap Anaknya sebaik Sahabatnya.
Begitupun dengan Naruto dan Keluarganya yang hidup damai di Alam yang berbeda.
Rhyme in Piece.
_
Akhirnya fic pertamaku selesai juga.
Orang yang tak dapat membuat fic ternyata bisa selesai meski berantakan, dan abal.
Arigatou Gozaimasu atas saran, masukan, kritik yang sudah membangun dan menambal celah-celah ficku.
Dan buat Adikku Tercinta TAIYO AKARUI,
Makasi banget ya, udah ngenalin kakak ke dunia .net ..
See You Next Fic ..
(^_^)
