Dream ? Or not ?
Author : Sanao Mikaru
Warning : This story contain YAOI (Boy x Boy) *blush* ,typo, rating yang akan naik seiring dengan jalan cerita, dll
Pairing : SasuNaru [main], slight OtherNaru [secret] *wink*
Rate : T
Disclaimer : I don't own Naruto…..again….. *pout*
Summary : Di sudut kota ini, Sasuke seorang vampire, bertemu dengan Naruto seorang manusia biasa. Apa benar Naruto hanya manusia biasa?
Find out inside. RnR please. And This story contain YAOI.
p.s : Vampire dengan darah dicerita ini sama seperti manusia dengan air.
-Thank you for Yuuchan no Haru999 yang sudah mereview
=Salam kenal juga Yuu chan… ^^ Ehehe Sanao usahain deh updetnya secepat kilat.
-Thank you for Chary Ai TemeDobe yang sudah mereview
=Yaap Sanao lanjutkan cerita ini. Ok deh Sanao berusaha sekuat tenaga untuk updet cepat.
Thank you for the readers yang sudah menyempatkan waktu untuk RnR,, favorit dan meng-alert story Sanao, Sanao ucapkan terima kasih banyak. *bow*
'blablalablabla' = suara Sasuke dalam hati
"bla bla bla bla" = percakapan biasa
blablabla = ganti tempat
Enjoy
Flashback =
"Kamu… siapa?"
Dia menjawab sambil tersenyum senang.
"Namaku….."
Dream ? Or not ?
Chapter 2 : Naruto Uzukaze
Sasuke P.O.V
"Namaku Naruto. Naruto Uzukaze. Aku akan memberitahumu selengkapnya tentangku nanti. Sekarang, kita obati dulu lukamu." Jawabnya dengan nada riang.
'Namanya Naruto? Nama yang aneh.'
Naruto duduk di samping kiriku, lalu meletakkan tangan kanannya di atas pundakku. Sinar berwarna orange lembut menyelubungi tangannya, dan perlahan-lahan lukakupun sembuh.
Aku gerakkan bahu kiriku perlahan, dan bersyukur luka dibahuku sembuh. Tetapi aku masih kekurangan banyak darah. Ku lihat tanganku yang masih pucat.
"Terimakasih." ucapku singkat.
Aku mencoba berdiri, ketika berdiri aku merasakan sakit yang amat sangat di bagian kepala. Kepala terasa berdenyut-denyut, dan pandangan mataku mulai kabur. 'Mungkin ini akibat dari kehilangan banyak darah.'
"Sasuke jangan dulu berdiri. Istirahatlah sebentar," terdengar dari suara Naruto bahwa ia mengkhawatirkan aku. Aku memaksakan diriku untuk kembali berdiri, dan akhirnya aku terjatuh lagi. 'Setelah ini, dia pasti berpikir aku sangat bodoh.' Akupun menantikan lantai dingin.
Tak kusangka, Naruto menahan tubuhku dengan tubuhnya, sehingga aku tidak jatuh ke lantai. 'Tubuhnya hangat sekali.' Tanpa sadar aku memeluk tubuh yang hangat itu, mencoba mendekatkan tubuhnya dengan tubuhku.
Tanganku melingkar di pinggangnya. Kepalaku tak jauh berada di atas kepalanya. Aroma citrus dan vanilla yang berasal dari tubuhnya sangat menghipnotisku. Aku letakkan kepalaku di atas kepalanya, tercium aroma strawberry yang sangat menggiurkan.
'Rambutnya benar-benar lembut dan beraroma strawberry. Hum strawberry? Apakah tidak aneh jika laki-laki menggunakan shampo beraroma strawberry?' Aku diam sejenak memikirkan berbagai alasan mengapa Naruto memakai shampo beraroma strawberry.
Setelah bosan memikirkan berbagai alasan yang ada. Aku memejamkan mataku, memfokuskan diriku pada kehangatan yang ada di dalam pelukanku ini. Rambutnya yang lembut, tubuhnya yang begitu kecil terasa pas dipelukanku. Huf, rasanya aku tidak akan pernah ingin melepasnya. Dan tampaknya Naruto mulai meleleh di dalam pelukanku. Hal yang membuatku kaget adalah ketika Naruto membalas memelukku.
Karna kehangatan tubuh Naruto, perasaanku menjadi nyaman dan hangat, walaupun suhu disekitar kami, sangat dingin. Tiba-tiba Naruto menempelkan bibirnya ke telingaku dan memanggil namaku dengan lembut.
Aku mencoba mendengarkan perkataan Naruto, tetapi karna aku masih kekurangan darah. Aku mulai merasa pusing, napaskupun terengah-engah. Naruto yang menyadari ketidakwajaranku, langsung menengadahkan kepalanya menatap wajahku dengan wajah kebingungan.
"Sasuke kau tidak apa apa?" tanyanya lembut
"Aku baik-baik saja." jawabku sambil tersenyum kecil. 'Aku... tersenyum? Ya ampun… seorang Uchiha tidak boleh memperlihatkan emosinya!' Tapi rasanya anak ini, dengan kehadirannya dapat membuatku merasa nyaman, dan hatiku sangat senang saat mengetahui bahwa dia mengkhawatirkan aku.
'Aneh padahal aku baru bertemu dengannya. Tetapi perasaan yang hangat yang memenuhi dadaku ini, perasaan apa ini?'
"Sasuke... kamu kehilangan banyak darah. Sebaiknya kamu meminum darahku saja."
'Mengapa dia tahu aku adalah vampire ?'
"Mengapa kamu...-" Belum selesai aku menyelesaikan kata-kataku, jari telunjuk Naruto menghentikanku.
"Sasuke, setelah kamu meminum darahku, aku akan menceritakan semuanya."
"Tapi… meminum darahmu itu…" Saat ini aku ragu-ragu, aku tidak ingin menyakiti Naruto.
"Tidak apa apa kok Sasuke." Dia menatapku sambil tersenyum lembut.
Aku pun menyerah melihat mata birunya yang dipenuhi oleh tekad. "Baiklah…" pandanganku mulai kabur lagi, aku tidak mempunyai pilihan lain selain meminum darah Naruto.
Aku menarik choker yang terpasang di leher Naruto agar tubuh Naruto dekat denganku, ku miringkan kepalanya ke kanan sehingga aku bisa melihat pertemuan antara leher dan pundaknya. Melihat kulitnya yang lembut itu, membuatku ingin segera menghisapnya.
Taringku yang tersembunyi mulai muncul, ku tancapkan perlahan di leher Naruto, tepat di bagian nadinya. Taringku mulai menembus kulit Naruto. Setelah itu darah Naruto yang lembut dan sangat kuat dalam hal aroma dan rasa mulai menyentuh bibirku, akupun mulai meminum darahnya yang sangat menggiurkan dan sangat membuatku ketagihan.
And Naruto open his mouth for silent scream.
∞∞∞∞∞∞TBC∞∞∞∞∞
Perasaan apa ya, yang tumbuh di dalam hati Sasuke? ^-^
Sanao tunggu kritik, ide dan sarannya.
And tell me about how do you think about this story ? and this chapter ?
Is it bad ? or good ?
Maafkan jika pada chapter ini Sasuke terlihat sangat pervert….
Btw Sanao membuat nama Naruto Uzukaze, Uzukaze campuran dari Uzumaki dan Namikaze…^^
Next Chapter : New Home
Please Read and Review minna san … *teriak pake toa*
Hope you like this chapter… *smile*
