Dream ? Or not ?
Author : Sanao Mikaru
Warning : This story contain YAOI (Boy x Boy) *blush* ,typo, rating yang akan naik seiring dengan jalan cerita, dll
Pairing : SasuNaru [main], slight OtherNaru
Rate : T
Disclaimer : I don't own Naruto… *pout*
Summary : Di sudut kota ini, Sasuke seorang vampire, bertemu dengan Naruto seorang manusia biasa. Apa benar Naruto hanya manusia biasa?
Find out inside. RnR please. And This story contain YAOI.
p.s : Vampire dengan darah dicerita ini sama seperti manusia dengan air.
-Thank you for Micon yang sudah mereview
= Aih, terima kasih Micon. Maaf ya chapter dua Sanao kurang maksimal. Yosh, kalo Sanao ada waktu Sanao akan meng-edit chapter dua. Mudah-mudahan chapter tiga ini lebih baik dari chapter dua.
-Thank you for Namikaze Shiruna yang sudah mereview
=Salam kenal juga Shiruna ^^ Yup, Sanao akan berusaha sekilat mungkin
-Thank you for Chary Ai TemeDobe yang sudah mereview
=Ahahaha,mungkin Sasuke juga sependapat XD Ok, Sanao coba ya di chapter ini…^^ Yup, sama-sama.
-Thank you for Yuuchan no Haru999 yang sudah mereview
=Aduh maaf, asalnya chapter dua itu digabung dengan chapter satu. Tapi entah kenapa jadi misah. Sanao juga enggak tau [?]. Ok, Sanao coba buat chapter ini lebih panjang ^-^
-Thank you for Kiryuu yang sudah mereview
=Ok, Sanao usahain ya …^^
-Thank you for mechakucha no aoi neko yang sudah mereview
=iya ini sudah update ko…^^
Thank you for the readers yang sudah menyempatkan waktu untuk RnR, favorit dan meng-alert story Sanao dan juga para silent readers[?], Sanao ucapkan terima kasih banyak. *bow*
' blablalablabla' = suara Sasuke dalam hati
"bla bla bla bla" = percakapan biasa
blablabla = ganti tempat
Enjoy
Flashback =
Akupun mulai meminum darahnya yang sangat membuatku ketagihan.
And Naruto open his mouth for silent scream.
Dream ? Or not ?
Chapter 3.1 : New Home
Sasuke P.O.V
Entah kenapa kekuatanku terasa bertambah berlipat-lipat dari sebelumnya. 'Apa mungkin ini karna darah Naruto?'
Selesai meminum darahnya, ku jilati luka di lehernya seperti kucing untuk menghentikan darah yang mengalir keluar dari luka. Ku lihat wajahnya yang memucat.
"Naruto, maafkan aku. Aku… sangat haus." Diapun menoleh ke arahku, sambil tersenyum lembut
"Tidak apa apa kok Sasuke." Aku yang melihat senyumnya tidak bisa menahan pipiku untuk berubah warna. Aku palingkan wajahku dari pandangannya untuk menyembunyikan wajahku yang memerah.
"Oh ya Sasuke…" Akupun memandangnya. Setelah memastikan aku benar-benar memperhatikannya, diapun melanjutkan kata-katanya.
"Darahku sangat spesial, loh~" dia mengucapkan kata-kata itu dengan nada penuh canda dan seringaian di wajahnya.
"Ketika seseorang meminum darahku atau darah klanku. Dia tidak akan dapat meminum darah orang lain lagi, dan kekuatannya akan bertambah beberapa lipat dari kekuatannya semula-…"
'Ooh, jadi perkiraanku benar tentang darah Naruto yang membuat kekutanku bertambah berlipat-lipat dari kekuatanku semula.'
"-..dan dia akan membuat perjanjian dengan kami, tanda perjanjian adalah simbol klan Uzukaze di tangan kirimu dan simbol klanmu di tangan kananmu...-" akupun mengecek kedua tanganku.
Ternyata benar terdapat simbol klan Uchiha yang berupa kipas berwarna merah dan putih di tanganku, dan sebuah simbol yang berupa naga berwarna biru di tangan kananku yang aku yakini itu adalah simbol klan Uzukaze.
"Isi dari perjanjian itu adalah ketika siapapun yang meminum darah kami, maka kekuatan mereka akan bertambah berlipat ganda dari kekuatannya yang semula tapi sebagai gantinya dia yang meminum darah kami akan menjadi pelindung kami. Jadi, Sasuke… maukah kamu menjadi ksatriaku? Maukah kamu melindungiku?" tanyanya dengan lembut.
Akupun melihat matanya yang begitu biru, dan ku lihat ada harapan terpancar di mata itu.
"Tentu saja Naruto. Aku akan menjadi pelindungmu" akupun melepaskan Naruto dari pelukanku, perlahan aku beranjak berdiri lalu berjalan kehadapan Naruto yang memperhatikan gerak-gerikku.
Aku berlutut dihadapan Naruto sambil meletakkan tangan kananku di atas dadaku, "Aku. Sasuke Uchiha. Dari klan Uchiha, bersumpah kepadamu, Naruto Uzukaze. Dari klan Uzukaze. Aku akan melindungimu dan menjagamu selamanya. Sampai akhir hidupku."
Naruto melihatku dengan wajah kaget, namun perlahan-lahan senyumpun mengembang di wajahnya.
"Sasuke, mari kita pulang kerumah bersama-sama…" senyumnya masih belum menghilang dari wajahnya.
Akupun mengangkat tubuhnya, karna Naruto sudah tidak bisa bergerak lagi akibat kekurangan darah, sedangkan aku, kekuatanku bertambah. Tentu saja aku yang akan membawanya.
Ketika aku menggendongnya ala 'Bridal Style' Naruto mendekatkan mulutnya ke telingaku,
"Terimakasih Sasuke." bisiknya sangat lembut.
Aku tersenyum mendengarnya. Lalu kamipun beranjak pergi dari tempat itu dengan posisi Naruto yang masih ku gendong dengan ala 'Bridal Style'. Pergi dari tempat ini dan pergi menuju rumah kami. Yup untukku itu adalah rumah baru untukku tinggal.
Chapter 3.2 : New Home part 2
Sasuke P.O.V
Naruto memberikanku sebuah peta dimana rumah baru berada. Ketika aku selesai mengingat dimana lokasi rumahnya. Naruto langsung membakar peta itu, katanya dia takut peta itu akan jatuh dan seseorang akan mengambilnya.
Sekarang Naruto tidur di pangkuanku.
"Naruto…" Akupun berbisik ke Naruto mencoba untuk membangunkannya.
Sedikit demi sedikit kelopak matanya terbuka memperlihatkan mata indahnya. Matahari yang baru bersinar membuat matanya tampak mengesankan.
[Bagi vampire yang meminum darah Naruto atau klannya, cahaya matahari tidak dapat membunuh mereka]
Naruto yang sekarang sudah bangun, merentangkan tubuhnya seperti kucing dan menguap. Aku melihatnya dengan tatapan senang. 'Howah... Manisnya.'
"Naruto kita sudah sampai."
Aku benar-benar tidak merasa lelah sedikitpun berkat darah Naruto yang aku minum, walaupun aku menggendong Naruto semalaman dari tempat kami bertemu sampai tiba di rumah baru.
Yup darah yang membuat kekuatanku bertambah berlipat-lipat, membuat perasaanku menjadi senang, dan membuatku serasa bisa begadang selama satu minggu penuh. [?]
Kecepatankupun ikut bertambah. Aku membawa Naruto dan melompat dari satu atap rumah ke atap lain dengan cepat karna aku tidak sabar ingin melihat bagaimana rumah baruku.
Kami sekarang berada di tengah-tengah hutan yang jaraknya lumayan jauh dari kota tempat Naruto menemukanku. Di depan kami terdapat sebuah pohon yang besar sekali. Tapi tak ada tanda-tanda sebuah rumah yang dibangun disini.
Naruto turun dari pangkuanku dan berjalan ke depan pohon tersebut, dia menekan cincin mentari yang tergantung di salah satu rantai saku celananya ke sebuah celah di pohon. Perlahan, terlihat sebuah pintu di pohon besar itu. Naruto membuka pintu itu, menggenggam tanganku lalu masuk ke dalam pohon.
Di dalam pohon sangat gelap, sampai-sampai indera vampireku tidak berguna sama sekali. Naruto menepuk tangannya. Tiba-tiba api dari obor yang ada disepanjang dinding menyala [mirip markas Orochimaru], menuntun kami menuju sebuah pintu.
Aku membuka pintu dan melangkah keluar, 'Ukh, silau!' Aku segera menghalangi mataku dengan tanganku dari sinar matahari. Naruto tepat berada di belakangku, ku dengar suara pintu yang ditutup tanda Naruto menutup pintunya.
Setelah mataku mulai terbiasa dengan cahaya. Aku melihat gerbang besar yang tertutup. Dari sinipun aku dapat melihat rumah besar dua lantai, bercat putih di depanku setengah tertutupi oleh kebun dan taman.
Kebun di samping kiri rumah besar itu tampak ditumbuhi oleh tomat, wortel, dan beberapa buah seperti: apel, anggur, melon, strawberry dan lain-lain.
Disebelah kanan rumah itu terdapat taman yang dipenuhi oleh beberapa bunga, seperti bunga anyelir, lily, mawar biru, orange, kuning, merah, dan ungu. Ditengah-tengah kumpulan mawar itu terdapat sebuah bunga matahari yang berdiri tegak menghadap sang mentari. 'Aneh mengapa bunga matahari itu hanya satu?'
Disana ada rumah kaca dan sebuah kolam dengan banyak teratai diatasnya. Sepanjang jalan menuju rumah besar itu ditumbuhi oleh pohon sakura yang sedang berbunga mekar.
Naruto kembali menekan cincin mentarinya ke alat pendeteksi yang berada di sebelah kanan gerbang tersebut. Tiba-tiba gerbang itupun terbuka. Aku dan Naruto berjalan lurus ke arah rumah besar itu. Ketika kami sampai di depan pintu besar berwarna silver. Pintu itupun terbuka, dan keluarlah seseorang. Mataku membesar melihat sosok itu.
"Ka-kamu…"
∞∞∞∞∞∞TBC∞∞∞∞∞
Siapakah dia? Orang yang muncul di balik pintu?
Jawabannya ada di chapter selanjutnya… ^^
Sanao tunggu kritik, ide dan sarannya.
Next Chapter : The Reunion
Btw, Sanao rencananya mau membuat Naruto xover dengan Monochrome Factor.
Tetapi, Sanao belum mengetik ceritanya. T.T
Nanti Sanao akan bertanya kepada para readers and reviewers siapakah yang akan berpairing dengan Naruto. Tentunya pairing yaoi *wink*.
Jadi minna san siap siap untuk memvote ok ?
Please Read and Review minna san … *teriak pake toa*
Hope you like this chapter… *smile*
Jyaaa
