Dream ? Or not ?
Author : Sanao Mikaru
Warning : This story contain YAOI (Boy x Boy) *blush* ,typo, gaje, rating yang akan naik seiring dengan jalan cerita,dll
Pairing : SasuNaru [main], slight OtherNaru [secret] *wink*
Rate : T
Disclaimer : I don't own Naruto…..again….. *pout*
Summary : Di sudut kota ini, Sasuke seorang vampire, bertemu dengan Naruto seorang manusia biasa. Apa benar Naruto hanya manusia biasa?
Find out inside. RnR please. And This story contain YAOI.
p.s : Vampire dengan darah dicerita ini sama seperti manusia dengan air
-Thank you for ayushina yang sudah mereview.
=Uwah… gomenasai… Habisnya entah kenapa pertemuan Sasuke dan anikinya Sanao bikin satu chapter. Dan perihal tentang panjang cerita. Hauf, kayanya Sanao masih memikirkan bagaimana cara memanjangkan cerita perchapter.
-Thank you for Kiryuu yang sudah mereview
=Ah, enggak sama sekali kok. Malah Sanao senang Kiryuu review terus :] Aih terimakasih ^^Oke Sanao usahakan untuk update kilatnya…
-Thank you for Micon yang sudah mereview
-Thank you for QQ yang sudah mereview
=Huum, itu sih rahasia. Nanti akan di ungkap di satu chapter kedepan ^.~
-Thank you for mechakucha no aoi neko yang sudah mereview
=Ehehehe, Sanao coba ya..
-Thank you for yuuchan no haru999 yang sudah mereview
=Aduh, maafkan Sanao… T.T
Thank you for the readers yang sudah menyempatkan waktu untuk RnR, favorit dan meng-alert story Sanao dan juga para silent readers[?], Sanao ucapkan terima kasih banyak. *bow*
' blablalablabla' = suara Sasuke dalam hati
"bla bla bla bla" = percakapan biasa
blablabla = ganti tempat
Enjoy
Flashback =
Kami bertigapun tertawa sembari melangkahkan kaki ke dalam rumah/mansion itu. Tanpa menyadari ada bahaya yang mengincar Naruto.
Dan terlihat dua mata merah bersinar di balik semak-semak.
Dream ? Or not ?
Chapter 6 : The Uzukaze Clan
Sasuke P.O.V
Kamipun masuk ke mansion itu. Itachi menunjukkan jalan ke sebuah ruangan yang lumayan besar.
'Sepertinya ini kamar tidur.' Cat temboknya berwarna biru muda. Terdapat sebuah tempat tidur berukuran King Size, sebuah kamar mandi, lemari berwarna coklat tua, tiga sofa biru yang membentuk lingkaran yang ditengahnya terdapat sebuah meja. Di sebelah kiri dari sofa tersebut terdapat jendela, yang memperlihatkan keindahan alam di luar mansion ini.
Aku melihat Naruto di sebelah kananku, kulitnya terlihat pucat, dan pipinya pun memerah.
"Naru…-" belum sempat aku melanjutkan kata-kataku. Naruto terjatuh, aku langsung menahan tubuh Naruto dengan tangan kiriku.
'Suhu tubuhnya panas.' Aku menggendong Naruto ala 'Bridal Style'. Ku palingkan pandanganku dari Naruto ke arah Itachi.
"Aniki, tubuhnya Naruto panas. Bagaimana ini?" tanyaku dengan nada panik.
"Letakkan saja tuan [1] di sini otouto." Itachi menunjuk ke arah tempat tidur yang berukuran King Size itu. Akupun langsung meletakkan tubuh Naruto di tempat tidurnya, Kemudian Itachi pergi ke dapur mengambil air untuk mengompres Naruto.
Setelah beberapa menit, Itachi kembali membawa air. Naruto terbangun karna suara pintu kamarnya yang dibuka oleh Itachi. Setelah Itachi masuk ke kamar Naruto, entah mengapa aura disekitar Itachi berubah, taring-taringnya muncul.
'Jangan-jangan… Aniki haus! Gawat, dengan kondisi tubuh Naruto yang seperti ini...' pikirku panik. Pikiranku terputus karna suara Itachi.
"Tuan, maafkan aku. Aku tahu tuan sedang sakit. Tapi aku…-" Itachi langsung menundukkan kepalanya.
Aku kira Naruto akan memandang Itachi dengan tatapan kecewa atau tindakan negative lainnya. Tetapi Naruto malah tersenyum lembut ke arah Itachi. Aku yang melihat itu, entah mengapa merasa jengkel.
'Seharusnyakan Naruto memberikan senyuman itu hanya padaku!' Aku terkejut menyadari aku mempunyai sifat posesif seperti ini.
"Kemarilah Tachi..." Itachi perlahan-lahan melangkahkan kakinya di samping tempat tidur Naruto.
"Tapi... tuan Naruto…."
"Tidak apa-apa kok. Aku baik-baik saja" kata Naruto tersenyum lembut.
Itachi mengangkat tubuh Naruto, merubah posisi Naruto yang semula tidur menjadi duduk. Dia langsung mengarahkan taringnya ke arah leher Naruto. Aku bisa melihat taring itu menghisap darah Naruto.
'Aku tidak pernah melihat Aniki selembut ini kepada mangsanya. Mmm atau mungkin karena Naruto itu tuannya?'
Biasanya, Itachi langsung menancapkan taringnya ke leher korban-korbannya tanpa mempedulikan kondisi korban pada saat itu. Tetapi dengan Naruto, dia lakukan dengan lembut. Pertama dia jilati dulu bagian leher yang akan dia hisap lalu ia menancapkan taringnya.
Entah mengapa, hatiku benar-benar merasa panas melihat Naruto yang dihisap darahnya oleh vampire lain.
'Ya sudahlah 'dia' kan aniki ku. 'Tsk..'
"Tuan aku sudah selesai." kata-kata Itachi membangunkanku dari lamunanku. Naruto yang menganggukan kepalanya sebagai jawaban iya, langsung tertidur di tangan Itachi. Aku yang tahu Naruto sudah tidur, berteriak kepada Itachi yang beranjak dari tempat tidur Naruto. [Naruto itu orangnya susah bangun tidur]
"Aniki! Kenapa aniki meminum darahnya Naruto? Apa aniki tidak tahu darah Naruto masih belum normal, masih rendah. Dan Narutopun lelah belum lagi suhu tubuhnya yang panas. Kenapa aniki malah meminum darah Naruto?"
Itachi membalas pertanyaan-pertanyaanku dengan nada kalemnya.
"Otouto, darah Naruto akan kembali normal dengan cepat apalagi ketika dia sedang sakit seperti ini, lebih cepat dari manusia biasa. Karna dia adalah keturunan terakhir dari klan Uzukaze. Sebuah klan manusia yang jika diminum oleh vampire, maka vampire yang meminum darah mereka kekuatannya akan bertambah berlipat-lipat dalam jangka waktu yang panjang. Karna itulah klan Uzukaze diburu oleh semua vampire. Lalu suatu hari, setengah dari klan Uzukaze tidak tahan melihat klannya menjadi makanan para vampire. Merekapun mencoba untuk memberontak. Karna itulah Ketua vampire yang dulu, membantai semua anggota klan Uzukaze. Ketika Ketua vampire yang dulu akan membunuh Naruto. Ketua itupun dikabarkan mati, tidak diketahui alasan karna apa dia mati..."
Aku yang mendengar seluruh keluarga Naruto dibunuh kecuali dirinya, merasa sedih. Aku tak bisa membayangkan hal ini terjadi, Naruto anak manusia yang 'innocent', yang mempunyai semangat dan senyum yang menawan, mengalami kejadian seperti ini. Walaupun aku mengalami hal yang sama. Keluarga Uchiha dibantai oleh Vampire Hunter. Walaupun begitu, aku masih memiliki setidaknya satu keluarga yang masih hidup, Tapi Naruto… selama ini dia sendirian.
Tanpa kusadari, kakiku melangkah menuju sosok Naruto yang terbaring tidur. Tampak wajahnya yang damai. Aku membelai rambutnya, ku sisir rambut pirangnya yang lembut dengan jemari tanganku.
"Naruto aku janji aku akan menjagamu sampa aku mati."
Ku tatap wajah Itachi yang memandang sosok Naruto yang sedang tidur.
"Aniki. Kita harus melindungi Naruto dengan seluruh kekuatan kita." Itachi mengalihkan pandangannya menatapku, dan berkata, "Aku tahu itu Otouto." Itachipun menyelimuti Naruto, dan aku kembali membelai rambut Naruto.
Aku memandang langit yang sudah gelap. Terlihat bintang-bintang berkelip. Aku berbisik pelan sembari membelai rambut Naruto
"Pasti… aku akan melindungimu…."
∞∞∞∞∞∞TBC∞∞∞∞∞
Dan di chapter ini setengah rahasia dari Klan Uzukage sudah terkuak tinggal setengah rahasia lagi..^^
Sanao belum sampai hati untuk mengakhiri chapter ini. Kan Sanao bikin 2 chapter ini so…enjoy..again ^^Dan di chap yang ini akan special karna ceritanya dari Naruto P.O.V
Chapter 7.1 : Crescent Moonnight part 1
Naruto P.O.V
Perlahan-lahan mataku terbuka. Aku melihat ke arah jendela.
'Gelap... ternyata sudah malam.' Lalu aku melihat seseorang tidur di sofa.
'Sasuke? Mengapa dia tidur disini?' Akupun membangunkannya
"Sasuke... Sasuke… bangun" perlahan-lahan Sasuke bangun, dia merentangkan tubuhnya dan menguap kecil.
"Kenapa kamu tidur disini Sasuke? Nanti kamu bisa masuk angin..."
"Humm... aku ingin bersamamu itu saja" jawabnya dengan nada yang monotone. Aku yang mendengar jawabannya langsung memerah. Sepertinya Sasuke melihat pipiku berubah warna, karna ketika ku melihatnya, seringai diwajahnya semakin melebar.
"Bagaimana, suhu tubuhmu? Masih panas?" dia menempelkan tangannya di atas dahiku. Aku yang menyadari kedekatan kami, langsung memalingkan wajahku kesamping dan berusaha untuk tidak menemui pandangan matanya,
"Uukh... jangan perlakukan aku kaya anak kecil dong Sasuke." Aku memasang wajah cemberut. Sasuke yang mendengar hal itu langsung tertawa kecil
"Ahahaha, Naruto kamu ini jika dibanding aku... kamu itu masih anak kecil" jemarinya mengacak-acak rambutku yang semulanya sudah acak-acakan.
"Iya.. iya… dasar kakek" ucapku kesal
"Ekh, kamu ya… anak kecil..." diapun menggelitikku. Aku yang tidak tahan memohon ampun kepadanya.
"Ahhaha, ampun Suke! Aku tidak akan mengataimu lagi."
Tiba-tiba pintu kamarku terbuka, kulihat Itachi berjalan masuk ke kamarku.
"Tuan Naruto…-" yup Itachi memanggilku dengan sebutan tuan padahal aku sudah menyarankan dia untuk memanggilku dengan sebutan Naruto.
"-..aku senang, tuan sudah bangun. Aku bawakan makanan..." Itachi menyerahkan makanan dan minum yang sedari tadi dia bawa kepadaku.
Karna lapar aku langsung melahap habis makanan yang Itachi bawakan.
"Kamu ini, kalo makan jangan cepat-cepat!" Aku berusaha untuk mengacuhkan nasihat Sasuke.
Setelah selesai makan. Itachi meletakkan bekas makananku di meja lalu duduk dengan Sasuke di samping tempat tidurku.
Kamipun saling bercerita dan tertawa. Aku yang mendengar kisah-kisah lucu masa lalu Sasuke dan Itachi tidak kuat menahan tawa. Dan aku tidak menyangka dua vampire yang berasal dari klan Uchiha yang terkenal dengan stoicnya mempunyai banyak kisah lucu.
Malam ini, terasa menyenangkan. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Kamipun memutuskan untuk menyelesaikan pembicaraan dan beranjak untuk tidur menuju kamar masing-masing.
Tiba-tiba lampu kamarku mati. Lebih tepatnya seluruh lampu di mansionku mati. Hanya sinar bulan sabit yang terang menyelinap masuk kaca kamarku.
"Aniki, kenapa tiba-tiba mati lampu begini?"
"Itu sih gara-gara tuan Naruto suka telat bayar listrik PLN" kata Itachi dengan suara monotone andalannya
"Hari gini telat bayar listrik APA KATA DUNIA?" tanya Sasuke dengan wajah lebaynya.
"Hush, Tachi,Suke... aku enggak suka telat bayar listrik. Aku bayar listrik tertib kok enggak pernah telat. Narutokan anak baik." Aku menunjukkan pose narsisku kepada mereka berdua.
Setelah mendengarku berkata seperti itu, mereka berdua langsung melihat ke arah lain sambil berbicara tepatnya menggerutu hal-hal yang tidak jelas.
Tak lama kemudian, aku dikagetkan oleh kaca jendela kamar yang pecah. Beberapa pecahan kaca itu mengenai kulitku, dan membuatku berdarah. Sasuke dan Itachi langsung berlari ke depanku menjadikan tubuh mereka sebagai perisai.
Tiba-tiba ada sebuah bayangan yang berdiri di jendelaku. Bayangan itu atau sosok itu memakai jubah warna coklat yang menutupi wajahnya, hanya hidung dan mulutnya saja yang terlihat.
'Apakah dia… assasin?'
Sosok itupun tersenyum simpul dan berkata
"Hmmm… bau darah yang sangat harum sekali... membuatku ingin mencobanya."
'Dia ternyata adalah VAMPIRE !'
∞∞∞∞∞∞TBC∞∞∞∞∞ [yang ini beneran bersambung^^]
Oookh! Ada vampire!
Wai! Naruto dalam bahaya!
Bagaimana selanjutnya? Pastinya ada di chapter selanjutnya ^^
Next Chapter : Crescent Moon.. part 2
Btw, tentang pembuatan rencana cerita Naruto xover Monochrome Factor. Sanao sudah mempubliskan cerita itu dengan judul
'Monochrome Sekai'
Summary : Sasuke Uchiha, the wolf demon shadow, terjebak di sebuah tempat dan waktu yang tak diketahui, tempat itu dikenal dengan nama Abysiss. Disegel oleh kakaknya tersayang saat pembantaian klan Uchiha. Takdir membuat dia menjadi seseorang shadow. The one and only Naruto Uzumaki. Bagaimana kisah selengkapnya?
Find out This story contain YAOI.
Pairing : SasuNaru [main],AkiraNaru [yaoi], or SasuNaruAkira [threesome]
Warning : Yaoi [boyxboy],salah ketik,gaje,dll.
P.s : Akira yang disini adalah Akira Nikaido.^^
Hope you like this chapter… *smile*
Jyaaa
