Dream ? Or not ?
Author : Sanao Mikaru
Warning : This story contain YAOI (Boy x Boy) *blush* ,typo, rating yang akan naik seiring dengan jalan cerita, dll
Pairing : SasuNaru [main], slight OtherNaru [secret] *wink*
Rate : T
Disclaimer : I don't own Naruto…..again….. *pout*
Summary : Di sudut kota ini, Sasuke seorang vampire, bertemu dengan Naruto seorang manusia biasa. Apa benar Naruto hanya manusia biasa?
Find out inside. RnR please. And This story contain YAOI.
p.s : Vampire dengan darah dicerita ini sama seperti manusia dengan air
-Thank you for Micon yang sudah mereview
=Arigatou... Oke deh Sanao perbaiki lagi…^^
-Thank you for Kiryuu arcafia kurozaki yang sudah mereview
=Halo Kiryuu... Terimakasih ^^… Sanao usahakan…
-Thank you for mechakucha no aoi neko yang sudah mereview
=vampire yang nyerang Naru ada di chapter ini. ^^ Ok..
-Thank you for yuuchan no haru999 yang sudah mereview
=Sanao usahain deh..
Thank you for the readers yang sudah menyempatkan waktu untuk RnR, favorit dan meng-alert story Sanao dan juga para silent readers[?], Sanao ucapkan terima kasih banyak. *bow*
' blablalablabla' = suara Sasuke dalam hati
"bla bla bla bla" = percakapan biasa
blablabla = ganti tempat
Enjoy
Flashback =
'Apakah dia… assasin?'
Sosok itupun tersenyum simpul dan berkata
"Hmmm..bau darah yang sangat harum sekali..membuatku ingin mencobanya"
'Dia ternyata adalah VAMPIRE !'
Dream ? Or not ?
Chapter 8 : Crescent Moonnight part 2
Sasuke P.O.V
Saat kami sedang menikmati waktu kami seperti berbincang-bincang menceritakan hal-hal yang menarik di masa lalu. Dan di saat aku dan aniki beranjak berdiri dari sofa, untuk tidur menuju kamar kami masing-masing.
Tiba-tiba lampu di mansion ini mati. Untung saja bulan sabit malam ini terang-benderang. Dan entah kenapa firasat burukku muncul. Anehnya, di saat seperti ini kami masih sempat bergurau.
Tak lama kemudian kami dikagetkan oleh kaca kamar Naruto yang tiba-tiba pecah. Beberapa pecahan kaca mengenai tubuh Naruto dan membuatnya berdarah.
'Oh.. sial.. bau darah Naruto…' untung saja klan Uchiha pandai dalam hal mengendalikan diri.
Ketika aku melihat Itachi, aku juga tahu dia mengalami hal yang sama sepertiku. Dari caranya menahan napas selama satu menit. Mataku bertemu dengan mata Itachi, dan satu hal yang sama-sama kami pikirkan yaitu 'lindungi Naruto'
Kami berdua langsung berlari kearah Naruto, dan menjadi perisainya.
Ada sebuah sosok berdiri di jendela kamar Naruto. Sosok itu memakai jubah yang menutupi seluruh tubuh dan wajahnya terkecuali hidung dan mulutnya..
'Firasat buruk ini… jangan-jangan dia….'
Sosok itupun tersenyum simpul dan berkata,
"Hmmm… bau darah yang sangat harum sekali.. membuatku ingin mencobanya."
'VAMPIRE !'
Insting vampireku untuk merobek-robek sosok itu semakin besar.
'Seenaknya saja dia. Takkan kubiarkan dia mendekati Naruto.'
Sesaat aku merasakan ada angin menerpa tubuhku. Kulihat vampire itu berlari dengan cepat menuju arah Naruto. Aku mendengar Itachi berkata, "Sial! Dia cepat!"
Aku yang menyadari hal apa yang akan terjadi berteriak ke Naruto, "Naruto menunduk!" tapi terlambat. Vampire itu melempar Naruto ke dinding berlawanan dari tempat Itachi dan aku berada. Dengan cepat dia [vampire] memegang kedua tangan Naruto yang ia letakkan di kedua sisi kepalanya [Naruto] dengan tangannya.
"Ukh... sakit… Lepaskan aku!" kulihat Naruto mencoba untuk melepaskan diri dari dia [vampire]
"Berhentilah untuk memberontak. Apa kamu tidak tahu? Aku ini tidak sabaran. Tidak sabar untuk merasakan darah lezatmu mengalir masuk ke tenggorokanku." setelah menyelesaikan kata-katanya vampire itu menjilati leher Naruto.
Tubuh Narutopun bergetar hebat, dia memalingkan pandangannya kearah ku dan Itachi.
"Suke… Tachi…" air mata menetes dan mengalir di wajahnya, matanya memperlihatkan rasa ketakutan yang amat sangat.
Aku yang tidak tahan melihat Naruto seperti itu langsung berlari kearah vampire itu.
"Sialan!" aku meninjunya dengan sekuat tenaga, sampai dia terbang melayang menuju dinding di arah yang bersebrangan denganku. Aku berdiri di hadapan Naruto. Itachi langsung menghampiri Naruto dan menggendongnya ala 'Bridal Style'
Aniki meletakkan tubuh Naruto yang gemetaran di atas tempat tidurnya dan berbisik pelan ke Naruto.
"Naruto… Tenanglah… aku dan Sasuke ada di sini, disampingmu... melindungimu… jadi tenanglah Naruto…" aku melihat Itachi memeluk Naruto sambil membisikkan hal-hal yang mampu menenangkan Naruto.
Akupun menghampiri Naruto dan mengecek keadaannya
'Detak jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, mungkin karna efek dari rasa takutnya, dan terlihat memar-memar di kedua pergelangan tangannya akibat vampire tadi menggenggam tangannya terlalu kencang sampai berbekas seperti ini. Tapi setidaknya Naruto tidak gemetaran seperti tadi.' Aku melihat kearah vampire yang mulai berdiri kembali.
"Beraninya kamu membuat Naruto sampai seerti ini!" Tak kusangka nada bicaraku bisa sampai sedingin ini.
Ku perhatikan sosok vampire itu dengan seksama, jubahnya terlepas saat tadi ku pukul, memperlihatkan bagaimana wajahnya. Vampire itu adalah laki-laki yang berambut pendek dan bewarna hitam, tetapi tak sehitam rambut Itachi. Matanya sama seperti warna mataku onyx. Jika di lihat dari ciri-cirinya dia seperti anggota klan Uchiha. [para readers ayo tebak, siapa character ini ?^^].
'Aku tak peduli dia anggota klan Uchiha atau bukan yang pasti dia sudah menyakiti Narutoku, Naruto kami.'
Dengan pandangan yang menusuk, aku mengarahkan tangan kananku di atas cincin bintang dan berbisik, "Sasuke Uchiha." Cincin bintangku terlepas dari rantainya, segera aku masukkan cincin itu di jari manis. Setelah masuk, aku langsung memanggil senjataku.
"Aku takkan membiarkanmu menyakiti Naruto lagi, apalagi meminum darahnya!" kataku geram. Aku mengambil posisi ancang-ancang. Ku lihat dia [vampire] menghapus darah yang keluar dari mulutnya dengan jarinya.
Diapun menampilkan senyum palsunya padaku dan berkata,
"Kita lihat saja nanti."
Dan pertarunganpun dimulai….
Crescent Moonnight part 3
Sasuke P.O.V
Sebelum kami bertarung,tampaknya Itachi sudah memasang 'barrier' disekitar kami, sehingga hasil kerusakan dari pertarungan tak berdampak pada ruangan sekitarnya.
Aku dan vampire itupun bertarung. Vampire itu memukulku, aku menghindari pukulannya dengan mengelak ke arah kiri dan berbalik melawan menggunakan pedangku.
"Flame fire dragon!" keluar naga api dari pedangku menuju vampire itu. Vampire mengeluarkan dua pedang kecil sependek belati dan memotong nagaku.
Bukan pedangnya yang memotong tetapi harimau air yang keluar dari pedangnya.
'Walaupun levelku lebih tinggi darinya, tetapi dia memiliki elemen yang termasuk elemen kelemahanku. Sial! Kalau begini terus bisa-bisa… Tidak aku tidak boleh berpikiran seperti ini. Aku ada disini untuk melindungi Naruto, jadi... aku harus lebih kuat untuk melindunginya.' Ketika berpikiran seperti itu, aku terus menghindar dari serangan vampire.
Vampire itu langsung berlari mendekatiku lalu mengeluarkan tendangan sapuan kanan, aku yang tidak melihat dia mengeluarkan tendanganpun terkena, hasilnya keseimbanganku runtuh. Untungnya, dengan insting vampireku, aku berhasil melakukan dua salto ke belakang, dan menghasilkan jarak yang cukup jauh, pada saat aku melakukan salto, aku berhasil menendang mengenai dagunya, terdengar bunyi 'KREK!' di ruangan. Kemudian aku langsung mengambil sikap siaga.
'Dia mengeluarkan elemen air, jika kubalas dengan elemen juga, maka aku akan kalah. Hmm.. Sepertinya beberapa saat konsentrasinya buyar,seperti sedang memikirkan sesuatu dan tampaknya staminanya habis. Pada saat kecepatannya berkurang saat itulah aku akan menyerangnya.'
Vampire itu membenarkan rahang bawahnya yang mengalami dislokasi [?]. Setelah itu, kamipun beradu pedang, satu pedangku dengan dua belati miliknya bertemu.
Saat ada kesempatan aku pindahkan pedangku ke tangan kiriku, saat ia mendekat aku memukulnya, ia menangkisnya dengan tangan lalu menggenggam tanganku, dan mengarahkan tendangan sabit ke arah diafragma perutku.
Aku menahannya dengan samping lutut, setelah menurunkan kaki yang menahan tendangan aku langsung menendangnya balik dengan tendangan lurus. Dia menghindar, dengan melompat ke belakang, tidak sengaja terpeleset, saat jatuh dia menopang berat tubuhnya dengan tangannya, kedua kakinya berhasil menendang ulu hati dan dadaku secara bersamaan. Aku yang sedang lengah terkena dan sedikit terlempar ke belakang.
Aku merasa sedikit mual akibat tendangan tadi. Akibat mual, aku hanya bisa menghindari semua serangannya. Kami berhenti sebentar, dan mengatur napas kami masing-masing, dia [vampire]pun berkata
"Heh, gerakanmu lambat sekali, hanya bisa menghindar. Kamu pasti tak berani melawanku..." nampak seringai di wajahnya.
'Ukh… sabar Sasuke.. belum saatnya untuk menyerang.' Waktupun berlalu dan sepertinya kekuatan vampire itu sudah sampai pada batasnya terlihat dari kecepatannya yang semakin berkurang. Sementara aku yang menghindar tak kehabisan banyak tenaga.
'Dia melemah, saatnya untuk serangan balasan!' ku sikut perutnya tepat di bagian ulu hatinya, walaupun vampire tetap saja kelemahan mereka sama seperti manusia, karna dia bukan vampire darah murni.
Vampire bukan berdarah murni berarti dia manusia yang dihisap oleh vampire dan berubah menjadi vampire ataupun keturunan dari manusia yang diubah oleh vampire. Mengapa menjadi vampire? Karna vampire yang menghisap manusia itu dengan sengaja menyalurkan sel-sel vampire mereka kepada korbannya dengan tujuan tertentu sehingga sang korban berubah menjadi vampire.
Keseimbangannya mulai runtuh. Ku sabet pedangku ke arahnya, aku arahkan ke jantungnya. Karna vampire akan mati jika kita tusuk vampire yang bukan berdarah murni akan langsung mati seketika. Tetapi dia sempat menghindar, dan yang terkena adalah bahu kanannya. Darah segar mulai mengalir dari lukanya.
Ku gunakan kecepatanku, dengan sekejap aku berada dibelakangnya ku pukul bahu kirinya dengan mengunakan pegangan pedangku. Terdengar bunyi krek yang berasal dari tulangnya yang patah. Ketika aku mengarahkan pedangku ke arah punggungnya belakang jantung. Dia sudah menghindar lagi, pedang dan belati saling beradu, aku pun mendorongnya sampai dia terjebak diantara tembok dan tubuhku, Ku pukul perutnya dengan tanganku.
Akhirnya dia jatuh terduduk, dengan punggungnya bersandar pada dinding dan tangan kanannya memegangi luka di perutnya. Aku yang berdiri di depannya, mengangkat pedangku hendak menusuk jantungnya .Dengan napas terengah-engah akupun berkata,
"Oh sudah menyerah begitu cepat" seringai terpasang diwajahku. "Beraninya kamu menyentuh Naruto dan ingin meminum darah Naruto. MATI kau!" Aku hunuskan pedang itu, belum sampai ke jantungnya.
"SASUKE! TIDAK! BERHENTI!"
Ku lihat Naruto bangun dari tempat tidurnya dan mencoba berjalan ke arahku. Karna 'barrier' masih menghalangi, dia menyuruh Itachi untuk melepaskan 'barrier'.
Ketika 'barrier' sudah di lepas. Naruto mengayunkan kakinya menujuku, lalu dia memelukku, aku yang terkejut tak menyangka Naruto akan memelukku hanya terdiam, ku dengar bisikan lembutnya yang menenangkan pikiran,
"Sasuke sudahlah... dia sudah tibak bisa bergerak lagi. Terimakasih Sasuke sudah melindungiku. Dari sini biar aku yang tangani." Narutopun melepaskan pelukannya lalu duduk disamping vampire itu.
"Anda kehilangan banyak darah sekali tuan vampire. Aku akan menyembuhkanmu." Naruto meletakkan tangan kanannya di kedua bahu vampire itu dan cahaya berwarna orange lembut menyelubungi tangannya sama seperti ketika kami pertama bertemu. Perlahan-lahan lukanya [vampire] mulai menutup. Dan tulang yang patah sudah benar kembali.
"Maafkan aku... aku hanya bisa membantumu sedikit tuan vampire" selesai berbicara Narutopun jatuh dengan keadaan hampir pingsan, aku yang melihatnya langsung menangkap Naruto dan meletakkan kepalanya di dadaku.
Itachi langsung bergerak ke tempat aku dan Naruto dan berdiri dihadapanku, pedang samurainya sudah ada di genggaman tangan kanannya dengan maksud mempertahankan kami jika vampire itu akan menyerang kembali.
"Mengapa… kamu menolongku?" meskipun vampire itu berbisik pelan tetapi masih tetap saja aku bisa mendengarnya. Aku menaikkan satu alisku.
"Terimakasih Suke, Tachi aku baik-baik saja." Naruto memalingkan wajahnya sehingga dia bertatapan dengan vampire itu.
"Mengapa kamu menolongku? Mengapa tidak kamu biarkan saja aku mati di tangannya!" vampire itu berteriak ke Naruto dan menunjukkan jari-jarinya tidak sopan ke arahku. "Aku…tidak mau…-" bisik Naruto pelan
"Aku…."
∞∞∞∞∞∞TBC∞∞∞∞∞
Bagaimana adegan pertarungannya ? Dikit ya pertempurannya? Pasti enggak rame T.T
Maaf kalau kurang memuaskan. Sanao paling payah kalo disuruh buat adegan perkelahian..^^'a
Sanao tunggu kritik, ide dan sarannya.
And tell me about how do you think about this story ? and this chapter ?
Is it bad ? or good ?
Next Chapter : New Knight and New member Family…
Btw, my new story Naruto xover Monochrome Factor sudah dipublishkan dengan judul :
Monochrome Sekai
Summary : Sasuke Uchiha, the wolf demon shadow, terjebak di sebuah tempat dan waktu yang tak diketahui, dikenal dengan Abysiss. Disegel oleh kakaknya tersayang saat pembantaian klan Uchiha. Takdir membuat dia menjadi seseorang shadow. The one and only Naruto Uzumaki. Bagaimana kisah selengkapnya?
Find out This story contain YAOI.
Pairing : SasuNaru [main],AkiraNaru [yaoi], or SasuNaruAkira [threesome]
Warning : Yaoi [boyxboy],salah ketik,gaje,dll.
P.s : Akira yang disini adalah Akira Nikaido.^^
Please Read and Review minna san … *teriak pake toa*
Hope you like this chapter… *smile*
Jyaaa minna san *wave*
