Dream ? Or not ?
Author : Sanao Mikaru
Warning : This story contain YAOI (Boy x Boy) *blush* ,typo, rating yang akan naik seiring dengan jalan cerita, dll.
Pairing : SasuNaru [main], slight OtherNaru*wink*
Rate : T
Disclaimer : I don't own Naruto…..again….. *pout*
Summary : Di sudut kota ini, Sasuke seorang vampire, bertemu dengan Naruto seorang manusia biasa. Apa benar Naruto hanya manusia biasa?
Find out inside. RnR please. And This story contain YAOI.
p.s : Vampire dengan darah dicerita ini sama seperti manusia dengan air
-Thank you for Kiryuu arcafia kurozaki yang sudah mereview
=Ehhehe.. Sepertinya sudah ketahuan… Yup.. tapi jangan lupakan musuhnya.. Sanao usahakan..^^
-Thank you for yuuchan no haru999 yang sudah mereview
=Ehehe… sepertinya Naruto ooc…banget…. Mungkin karena masa lalu yang berbeda dengan Naruto canon, membuatnya jadi seperti ini ^^'a
-Thank you for Micon yang sudah mereview
=Selamat datang..^^Ehehe.. selama ini kalo Sanao pake normal p.o.v, Sanao kurang yakin Sanao bisa. Lagipula, rasanya menarik, melihat situasi menggunakan sudut pandang Sasuke, yang terkenal suka ngirit omongan XD. Ok, terima kasih atas sarannya…;D
Thank you for Chary Ai TemeDobe yang sudah mereview
=Ehehe, Naruto yang ini khan, angel-nya vampire.. XD jadinya baik… Kalau ingin Naru chan yang jahat, nanti Sanao bikin deh di fic yang berbeda tentunya…XD. Hum.. kibanaru sih gx bakal ada di fic ini, shikanaru pun tak ada T.T… Tapi nanti ada surprise pairing, itupun hanya side pairing, karena cerita sepenuhnya berada di sekitar Naruto dan Sasuke.. Hnn.. pasti dong.. The End Absolutely SasuNaru… *cheer*
-Thank you for himawari Ichinomiya yang sudah mereview
= Iya.. boleh kok ^^.. Sanao akan berusaha lebih baik lagi..^^ Terima kasih ya … Ah tidak kok.. Malah Sanao senang, jadinya Sanao tahu dimana letak kesalahan Sanao .. dan akan berusaha lebih baik lagi *pasang pose Lee* XD
-Thank you for mechakucha no aoi neko yang sudah mereview
= Ummm..unnn.. Ehehehe..^^Yup..Tapi tenang akan ada kejutan setelah kemunculannya...
Thank you for the readers yang sudah menyempatkan waktu untuk RnR, favorit dan meng-alert story Sanao dan juga para silent readers[?], Sanao ucapkan terima kasih banyak. *bow*
Soundtrack : Monochrome Kiss [Op Kuroshitsuji]
' blablalablabla' = suara Sasuke dalam hati
"bla bla bla bla" = percakapan biasa
blablabla = ganti tempat
Enjoy
Flashback =
"Mengapa kamu menolongku? Mengapa tidak kamu biarkan saja aku mati di tangan dia" vampire itu berteriak ke Naruto dan menunjukkan jari-jarinya tidak ke arah wajahku."Aku…tidak mau…-" bisik Naruto pelan
"Aku…."
Dream ? Or not ?
Chapter 9 : New Knight and New Member Family
Sasuke P.O.V
Narutopun melanjutkan kata-kata yang sempat terpotong tadi,
"Aku tidak mau... Sasuke membunuhmu.. dan lepas kendali seperti tadi. Dan alasan yang kedua, karna sepertinya tuan vampire orang.. ups.. vampire yang baik." Naruto tertawa cengengesan.
Aku terkejut, 'Kok, vampire yang mau bunuh dia. Dia anggap baik sih?' aku mulai meragukan Naruto, tapi setelah ku lihat matanya yang menyiratkann rasa percaya,keraguankupun menghilang.
"Sai.."
"Huh?" kebingungan tersirat di wajah Naruto.
"Namaku Sai... Humph… Kamu benar-benar manusia bodoh" katanya [vampire] sambil melipat kedua tangannya di atas dadanya dan memalingkan wajahnya dari Naruto. Tapi dapat kulihat semburat pink yang muncul di wajahnya.
'Tskk.. Lagi-lagi..' aku mulai merasa kesal.
'Nambah lagi deh sainganku, udah aniki muncul vampire lain.. Nasib.. nasib' pikirku sambil menghela napas.
Naruto membuka mulutnya, "Apa alasanmu sebenarnya datang kesini, Sai?" bergantilah wajah bingungnya [Naruto] dengan wajah serius. Sai [vampire itu] langsung memalingkan wajahnya menatap Naruto, tampak jelas rasa terkejut tersirat di wajahnya.
"Kenapa kamu..-" sebelum Sai menyelasaikan kata-katanya, Naruto memotongnya, "Karna jika kamu benar-benar ingin darahku, pada saat aku terperangkap diantara tubuhmu dan lantai seharusnya kau langsung mengeluarkan taringmu dan langsung menghisap darahku, tapi kamu malah menjilati leherku dan memanas-manasi Sasuke. Apakah tujuanmu datang kesini, untuk dibunuh oleh kami?" tanya Naruto enteng.
Aku terdiam terpaku, 'Ada benarnya juga apa yang di katakan oleh Naruto.'
Ku lihat Sai. Kepalanya menunduk, tangannya mengepal disamping tubuhnya yang gemetaran.
"Aku…Benar, aku datang kesini dengan tujuan dibunuh oleh kalian."
"Mengapa Sai?" tanya Naruto dengan ekspresi yang tak bisa ku tebak.
"Keluargaku…-" Sai menatap langit-langit kamar Naruto, pandangan matanya menerawang jauh sekali, lalu dia melanjutkan kata-katanya, "-Keluargaku dibunuh oleh vampire. Aku tidak mengerti mengapa keluargaku dibunuh oleh vampire, padahal mereka vampire juga. Mungkin karena kami adalah vampire bukan berdarah murni yang menjadi salah satu faktor penyebab pembunuhan keluargaku.
Entah mengapa semenjak kejadian itu. Rasa hausku pada darah manusia berkurang, dan berakhir dengan aku tidak meminum darah mereka [manusia] sama sekali. Karna itu semua vampire mengucilkanku, terkadang mereka mencaci maki dan memukuliku. Aku tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi kepadaku. Itu sudah terjadi sangat lama sekali, sampai-sampai aku tidak tahu sejak kapan mereka mulai berbuat seperti itu padaku. Karna itu akupun lari dari sana, dan saat melarikan diri aku mendengar tentangmu, dan berniat untuk mati disini."
Setelah mendengar hal itu Naruto menundukkan kepalanya, aku dan Itachi masih terdiam tanpa kata. Tiba-tiba terdengar suara 'Plak!' aku yang penasaran dengan suara itu, menengadahkan kepalaku. Ternyata apa yang kulihat cukup membuatku tambah terdiam. Ku lihat Naruto menampar Sai.
"Sai... aku kira kamu vampire yang kuat…Tapi ternyata pemikiranku sangat salah.. Kamu hanya vampire lemah, aku tahu masa lalumu pahit, tapi mengapa kamu menginginkan mati. Tahukah kamu, aku. .sebenarnya sangat iri pada vampire.." ucap Naruto lirih.
Aku yang tak tahu mengapa Naruto merasakan hal seperti itu mencoba untuk menanyakan alasannya, "Mengapa Naruto?" Naruto memandang wajahku lalu memandang wajah Itachi, Sai, dan berakhir melihatku lagi, dengan senyum pilunya dia menjawab, "Vampire, hidupnya lebih lama dibandingkan dengan manusia. Aku ingin hidupku yang seperti itu, jika iya hal itu bisa terjadi pasti akan kugunakan hidupku untuk melindungi, dan menjaga orang-orang ataupun vampire yang sangat kusayangi."
Entah mengapa, melihat senyumannya itu membuatku hatiku seperti diiris-iris oleh pisau. Tanpa sadar ku pegang tangan kiriku sangat keras. Mungkin akan berbekas di keesokan hari.
"Fukh... kamu benar-benar anak yang menyebalkan" kata Sai sambil tersenyum kecil. Tiba-tiba Sai mulai batuk-batuk dan terlihat darah segar mengalir dari sisi mulutnya. Jangan kira melihat atau mencium bau darah Sai membuatku haus, mungkin ini karna perjanjian yang dibuat oleh Naruto. Kami yang meminum darahnya hanya bisa meminum darahnya seorang.
"Sai... bertahanlah." Kulihat dari sisi mataku, Naruto menghampiri Sai. Dan dia mengaktifkan kembali cahaya orange lembut di tangan kanannya, yang berarti proses penyembuhan.
Tetapi Sai, memegang tangan kanan Naruto, "Sudah cukup Naruto. Sepertinya hidupku memang hanya sampai disini " napas Sai terlihat mulai melambat.
"Sai.. Sai…TIDAK! kamu tidak boleh mati. Jika kamu kesepian ada aku, Suke dan Tachi di sisimu. Dan kamu akan tinggal disini bersama kami. Jadi kumohonnya jangan mati..." terdengar dari suaranya, Naruto sangat ingin Sai hidup.
Deg Deg DEG 'Perasaan ini lagi... Terasa sakit' tanpa sadar aku memegangi dadaku.
"Tapi... lukaku... bagaimana?"
"Karna itulah Sai... minum darahku saja.. Darahku kan dapat mengganti darahmu…"
Aku terkejut, 'Naruto menawarkan darahnya untuk di minum vampire ini ?'
"Apakah kamu yakin Naruto?" Aku tidak ingin melihat Naruto menderita lagi, sepertinya sudah cukup dia menawarkan darahnya untukku dan Itachi, tapi sekarang Sai juga...
"Tidak apa-apa kok Suke." Diapun melihat ke arahku dan memperlihatkan senyum menawannya. Aku yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi jika Naruto sudah menetapkan keputusannya
"Ya sudahlah" kataku pasrah.
"Apa kamu benar-benar yakin Naruto?" tanya Itachi dengan nada khawatirnya,
"Yup"
"Huft... Kamu benar-benar polos…" kata Sai dengan nada sok santainya. Diapun memegang dagu Naruto, dia palingkan kepala Naruto. Lalu keluarlah taringnya [Sai], dan dia mulai meminum darah Naruto.
Lagi- lagi jantung ini berdetak lebih cepat dari biasanya, dan juga hati ini masih terasa sakit. Ku pegangi dadaku meihat pemandangan seperti ini. Ketika Sai sudah selesai meminum darah Naruto. Kulihat darah keluar dari luka di leher Naruto.
"Terimakasih Naruto" bisik Sai kepada Naruto.
'Ukh, rasanya aku ingin menghajar dia…'.
Naruto melangkahkan kakinya ke arah tempat tidurnya, dan diapun duduk di situ.
"Tachi, tolong kamu obati luka Sai, dan bawakan untuk Sasuke juga."
"Baik. Sai... ikut aku sebentar." Itachi dan Sai keluar dari kamar Naruto dan menutup pintunya.
[Hati-hati disini ada 'adegan' ehem]
Narutopun melihat ke arahku dan tersenyum lembut. Kurasakan jantungku yang berdetak lebih cepat.
'Tsk.. dasar jantung mulai lagi..' Naruto mengarahkan tangannya ke arahku sambil berkata
"Sasuke kemarilah…kamu juga kehilangan banyak darah, wajahmu sampai pucat seperti itu..-" dia pun tertawa kecil, aku benar-benar tak menyadari kalau wajahku pucat.
"—jadi ini giliranmu untuk meminum darahku."
"Tidak usah Naruto. Aku tidak mau kau kecapaian." aku memalingkan wajahku dari pandangan Naruto karna kutahu pipiku merona merah.
"Puh…ahahaha-.." kudengar Naruto tertawa, karna penasaran apa yang ditertawakan oleh Naruto, aku memalingkan wajahku kembali sehingga aku melihat Naruto. Ku lihat Naruto tertawa, tertawa lepas seperti tanpa beban, sepertinya sangat bahagia. Melihat Naruto senang hatiku sangat gembira.
"Sasuke, tidak apa-apa kok... aku baik-baik saja… kesini…" ku tatap matanya, matanya melihatku dengan lembut, aku sangat menyukai tatapan matanya itu, Naruto menepuk-nepuk tempat di samping dia duduk, menyuruhku duduk di sampingnya.
Akupun mendekatinya. Ku dekatkan tubuhnya dengan tubuhku. Ku jilati daun telinganya, terdengar desahan lembut dari Naruto.
'Ukh, suaranya benar-benar bisa membuatku lepas kendali,' ku pegang dagunya, ku arahkan kepalanya agar aku bisa melihat matanya. Ku lihat matanya yang lembut, ku cium kedua kelopak matanya secara bergatian. Lalu akupun mencium luka di lehernya yang tadi disebabkan oleh Sai.
Aku tancapkan taringku di lehernya. Ku dekap erat tubuhnya, tercium aroma citrus dan vanilla, kedua aroma yang sangat kusukai. Ku letakkan satu tanganku di tengkuk lehernya dan tanganku yang lain di punggungnya jadi aku benar-benar menjebaknya dengan tubuhku.
Setelah selesai meminum darahnya, aku langsung menjilati lehernya, menghapus bersih darah yang mengalir di lehernya. Kudengar dia mendesah memanggil namaku berulang-ulang.
''Okh, tidak... Benar-benar deh, aku lepas kendali seperti ini. Naruto kan masih lelah. Mendengar namaku disebut oleh Naruto seperti tadi saja sudah membuatku …. Fiuh, hormon sialan!'
Aku pun melepaskannya, tetapi aku tetap memeluk Naruto erat
"Naruto, istirahatlah" aku kecup keningnya dengan lembut,
"Terimakasih Sasuke." diapun menguap kecil dan akhirnya tertidur di pelukanku. Ku letakkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ku selimuti dia.
Tak lama kemudian, Itachi dan Sai masuk ke kamar Naruto. Itachi memberi kantung es untuk luka memarku.
"Naruto kemana?" tanya Sai. Aku menunjuk ke arah Naruto yang sedang tidur. Ku dengar Sai meng oh kan…
Naruto yang mendengar suara Sai, membuka matanya.. "Tachi, Suke kalian antarkan Sai ke kamarnya. Besok kalian tunjukan ruangan-ruangan yang ada di mansion ini. Oh ya Sai, besok ada yang ingin kubicarakan denganmu. Aku sudah ngantuk, aku tidur sekarang. Selamat Malam semua..."
"Selamat malam Naruto…"
Place Change
[di suatu tempat]
"Wahai pengikutku. Sebentar lagi Malam Bulan Purnama. Sebelum bulan purnama kalian harus membawa Naruto Uzukaze ke hadapanku. Dan hukuman bagi yang gagal adalah MATI. Mengerti kalian!" kata seorang lelaki berambut merah dan bermata ungu memberikan perintah kepada bawahannya. Terdengar teriakan "Baik, tuanku!" menggema di ruangan itu.
"Baiklah, kalau begitu. Pertemuan ini selesai." para vampire yang ada di ruangan itu mulai meninggalkan ruangan. Tersisalah lelaki tadi duduk di singasananya
"Ku ku ku ku, Naruto... sebentar lagi. Kau akan menjadi milikku..." kata lelaki tadi, seringaipun muncul di wajahnya yang tampan disinari sinar bulan.
Lalu kegelapan menyelimuti tempat itu. Yang tersisa hanyalah sebuah gema tawa di kegelapan.
∞∞∞∞∞∞TBC∞∞∞∞∞
Next Chapter : The Promise
Btw, my new story Naruto xover Monochrome Factor sudah dipublishkan dengan judul :
Monochrome Sekai
Summary : Sasuke Uchiha, the wolf demon shadow, terjebak di sebuah tempat dan waktu yang tak diketahui, dikenal dengan Abysiss. Disegel oleh kakaknya tersayang saat pembantaian klan Uchiha. Takdir membuat dia menjadi seseorang shadow. The one and only Naruto Uzumaki. Bagaimana kisah selengkapnya?
Find out This story contain YAOI.
Pairing : SasuNaru [main],AkiraNaru [yaoi], or SasuNaruAkira [threesome]
Warning : Yaoi [boyxboy],salah ketik,gaje,dll.
P.s : Akira yang disini adalah Akira Nikaido.^^
Please Read and Review minna san … *teriak pake toa*
Hope you like this chapter… *smile*
See you
