Dream ? Or not ?
Author : Sanao Mikaru
Warning : This story contain YAOI (Boy x Boy) *blush* ,typo, rating yang akan naik seiring dengan jalan cerita, dll
Pairing : SasuNaru [main], slight OtherNaru*wink*
Rate : T
Disclaimer : I don't own Naruto…..again….. *pout*
Summary : Di sudut kota ini, Sasuke seorang vampire, bertemu dengan Naruto seorang manusia biasa. Apa benar Naruto hanya manusia biasa?
Find out inside. RnR please. And This story contain YAOI.
-Thank you for himawari Ichinomiya yang sudah mereview
=Ehehe..^^. Yup…Sanao sudah memikirkan adegan-adegannya tenang saja..*rock lee pose*… Oh ya ?.. Terima kasih..
-Thank you for Kiryuu arcafia kurozaki yang sudah mereview
=Iya tuh, tapi tenang saja, siapa pun yang melakukan itu pada Naru. Dia akan mendapatkan balasan.. *evil laugh*. Gomen yang ini lama updatenya..-_-
-Thankyou for kuroyuki yang sudah mereview
= Iya nih… Soalnya… Sanao mendadak menyelesaikan chapternya jadinya pendek, lagipula dengan mendekatnya ujian semesteran [I hate this]. Howaaa..gomeeen... Ah tak apa kok…Sanao enggak marah kok ^w^ malah Sanao berterima kasih atas kritik dan sarannya.. Sanao jadi tambah semangat nih..
-Thankyou for mechakucha no aoi neko yang sudah mereview
=Terima kasih atas support nya… *bow bow*
-Thank you for yuuchan no haru999 yang sudah mereview
=Gyaaa…Gomenasai... Susah sekali untuk memanjangkan chapter..
Thank you for the readers yang sudah menyempatkan waktu untuk RnR, favorit dan meng-alert story Sanao dan juga para silent readers[?], Sanao ucapkan terima kasih banyak. *bow*
' blablalablabla' = suara Sasuke dalam hati
"bla bla bla bla" = percakapan biasa
blablabla = ganti tempat
Enjoy
Flashback =
'Yap, the promise, only for You… My sunshine …'
Dream ? Or not ?
Chapter 11 : The Fun Activity part 1
Sasuke P.O.V
Ketika kami selesai sarapan pagi. Kami duduk bersantai sambil berbincang-bincang.
"Sai, maafkan aku. Aku meragukan kemampuanmu. Harus aku akui kau memang vampire yang hebat." kata Naruto pada Sai sambil mengelus-elus tengkuk lehernya.
"Ah, tidak apa-apa kok Naruto."
"Ngomong-ngomong, apa kamu tahu apa akibatnya bila vampire meminum darahku?"
"Ya, aku sudah diberitahu oleh Itachi dan Sasuke. Aku adalah 'knight' mu.."
"Baiklah." Narutopun mengakhiri percakapan mereka dengan senyum lembut menghiasi wajahnya, aku yang melihatnya tak dapat menahan pipiku untuk berubah warna, ketika ku melirik ke arah Itachi dan Sai merekapun melihat ke arah Naruto dengan tatapan dan ekspresi yang tak dapat dijelas dan dengan wajah yang memerah.
Aku harus menahan diri untuk tidak membunuh mereka berdua. 'Demi Naruto juga.'
Naruto memejamkan matanya, kedua tangannya dia dekatkan mirip dengan orang yang sedang berdoa. Cahaya biru berbentuk bola kecil muncul di tengah-tengah kedua tangan Naruto. Setelah cahaya biru itu menghilang. Terlihat sebuah cincin berbentuk bintang dan rantai.
"Sai ini cincinmu." Neruto menyerahkan cincin dan rantai itu kepada Sai.
"Ini apa?" tanya Sai.
"Cincin." jawab Naruto simpel.
"Aku tahu ini cincin! Maksudku, cincin ini untuk apa?"
''Kamu bisa menanyakannya kepada Itachi ataupun Sasuke. Maaf ya Sai, aku tidak menjawab pertanyaanmu, entah mengapa aku merasa lelah, aku ingin tidur sebentar. Nanti bangunkan aku untuk makan siang." setelah itu Naruto berjalan meninggalkan ruangan menuju ke arah kamarnya.
"Apa Naruto baik-baik saja?" tanya Sai.
"Naruto baik-baik saja. Apa saja yang ingin kamu tanyakan tentang cincinmu itu Sai?" tanya Itachi.
"Sebenarnya...-" Aku tidak mendengarkan pembeciraan yang sedang berlangsung, aku hanya memandang pintu yang Naruto tutup. 'Ada apa dengan Naruto?'
Setelah sesi tanya jawab dengan Sai sudah selesai, kami berniat untuk berlatih dengan menggunakan lapangan, tempat berlatih di luar mansion ini.
-Time Skip-
Aku merebahkan diri di atas rerumputan hijau, sambil memandang langit biru, 'Hwah... panas sekali hari ini. Rasanya ingin minum jus tomat.' Ku halangi wajahku dari sinar matahari yang begitu menyengat dengan tangan kananku.
Aku melihat ke arah Sai dan Itachi, "Aniki, Sai. Kita ke dalam. Matahari semakin panas. Aku ingin jus tomat. Lagipula ini kan sudah masuk jam makan siang." Ku lihat mereka berdua menganggukan kepala tanda setuju. Bersama-sama kami memasuki mansion yang terasa menyejukkan dibanding di luar.
Ketika aku sudah mendapatkan jus tomatku, Itachi mendapatkan es kopinya, dan Sai mendapatkan es tehnya. Kami duduk di kursi dekat balkon. Aku yang penasaran melihat Naruto yang terlihat lelah tadi pagi, berniat menanyakannya pada Itachi.
"Aniki, mengapa Naruto sepertinya kurang begitu semangat dan terlihat sangat lelah sekali tadi pagi?" Sai yang mendengar pertanyaanku ikut melihat ke arah Itachi, tanda ia pun memiliki rasa penasaran yang sama sepertiku.
"Sebenarnya,….-" Itachi tidak melanjutkan kata-katanya.
"Sebenarnya apa aniki ?" tanyaku penasaran.
"Sebenarnya, Naruto tidak tahan dengan cuaca panas seperti ini. Sasuke, sepertinya kamu harus ke kamar Naruto lagi dan membangunkannya. Jangan lupa ini…-" Itachi melempar sebuah kantung ke arahku, secara refleks aku menangkap kantung itu, kulihat isinya. Ternyata isinya es batu, Aku memandang Itachi dengan satu alis ku naikkan sebagai tanda dari pertanyaanku.
"Naruto, membutuhkan itu, jika dia susah dibangunkan." Aku tak membuang waktu lagi, cepat-cepat aku berjalan ke arah kamar Naruto.
Ku buka pintunya perlahan, lalu aku masuk ke dalam dan menutupnya. Ku lihat sosok Naruto yang mendekap bantal dan berselimut. Ku dekati dia. Setelah aku berdiri di samping ranjangnya.
''Naruto… Naruto…" ku goyangkan tubuhnya agar dia bangun, hasilnya dia tak bangun. Ku coba cara ini enam kali, Semuanya tidak berhasil.
'Kata Itachi, gunakan kantung es ini untuk membangunkannya… tapi…' Tiba-tiba aku mendapatkan sebuah ide cemerlang.
'Ini kesempatan bagus.' Ku bungkukkan tubuhku sehingga mulutku berada dekat di samping telinga Naruto, ku bisikkan perlahan yang membuatnya bangun, ternyata tidak mempan.
Lalu ku jilati daun telinganya secara perlahan, Nauto mulai merespon, dengan desahan lembut yang terlepas dari mulutnya. Dia mengerutkan alisnya, tetapi tetap saja dia tidak bangun. Ku coba cara ini selama beberapa menit. Hanya untuk mendengar desahan lembutnya. Setelah itu ku belai rambutnya lalu pipinya, perlahan-lahan Naruto mendekatkan dirinya ke tanganku.
Cukup lama aku melakukan hal ini. Karna sifatku yang tidak sabaran. Ku kecup bibir pink lembutnya itu. Ku rekam dalam ingatanku, betapa bibirnya yang lembut bertemu dengan bibirku, lalu kujilati bibirnya secara perlahan. Setelah beberapa lama, Naruto pun mulai membuka matanya. Dia menguap kecil, dan memfokuskan pandangannya ke arahku.
"Sasuke?"
"Makan siang Naruto."
"Baiklah," dia berjalan ke arahku dan berjalan bersamaku keluar dari kamarnya.
-Time Skip-
Setelah selesai makan siang, lagi-lagi Naruto ijin ke kamarnya utuk beristirahat. Dia terus berjalan ke arah kamarnya, berpura-pura tidak melihat tatapan cemas kami.
Sekarang, matahari sudah tak bersinar dan mulai tergantikan oleh bintang. Ku lihat jam dinding menunjukkan pukul delapan tepat. Ku alihkan perhatianku kembali ke layar televisi yang sedang ku lihat.
Ku mencium aroma citrus-vanilla, aroma khas milik Naruto. Naruto mulai mendekatiku, lalu dia duduk di samping kananku di sofa yang sama.
"Naruto, kau sudah bangun?"
"Ya. Membuatku segar kembali." ucapnya sambil memamerkan senyumnya.
"Syukurlah.." Setelah itu suasana kembali sunyi.
Ku amati Naruto, baru kusadari leher kirinya berdarah dan kulihat bekas taring disana.
"Nauto, lehermu berdarah..."
"Iya, tadi Tachi dan Sai meminum darahku. Aku merasa bersalah kepada mereka, karna mereka terlihat sangat haus sekali." Kemudian Naruto mengalihkan pandangannya dari layar televisi ke arahku.
"Oh iya, Sasuke juga… Belum meminum darahku... Mau sekarang?" tanya Naruto. Aku yang memang sedari tadi haus, langsung mengiyakan kata-kata Naruto.
Ku minum darahnya, dan setelah itu aku jilati lukanya, sehingga darah tidak mengalir lagi dari lukanya. Setelah selesai, Naruto menarik lengan kananku untuk mendapatkan perhatianku, setelah dia mendapatkan perhatian dariku, dia berkata :
"Sebagai gantinya, Sasuke... malam ini tidur denganku di kamarku..." katanya sambil tersenyum, aku yang mendengar permintaan Naruto menampakkan wajah bingungku padanya,
"Tadi aku sudah tanya tentang ini ke Sai dan Itachi. Tapi katanya mereka ada urusan lain. Umm, mereka bilang, kamu bisa menemaniku. Jadi, maukah kamu menemaniku, Sasuke?" tanya Naruto dengan tatapan yang sangat menghipnotisku, dan tanpa sadar aku menganggukan kepalaku.
Naruto langsung menyeretku ke kamarnya. Kami yang sudah memakai baju tidur langsung naik ke tempat tidur Naruto dan merebahkan diri disana.
"Naruto" aku berusaha memanggil namanya tetapi yang aku dapatkan, Naruto mendekatkan tubuhnya ke tubuhku. Aku lingkarkan tanganku di pinggangnya, ku rasakan kepalanya mendekat ke dadaku. Ku letakkan kepalaku di atas kepalanya lalu aku nikmati aroma khas tubuhnya.
Ketika, aku yakin dia sudah tidur. Aku turun dari tempat tidur. Dan beranjak keluar kamar. Tapi tak lama kemudian, Naruto mengikutiku dan mengajakku lagi. Dan sialnya, Itachi dan Sai ada di depan kamar Naruto. Dengan di awali dengan perdebatan, di ambillah keputusan akhir, kami semua tidur di kamar Naruto. Tidak salahkan dengan kami berempat tidur di tempat tidur Naruto. Lagipula tempat tidur Naruto berukuran double king size.
Naruto tidur dengan diapit oleh aku di sebelah kirinya, Itachi di kanannya dan Sai di atasnya.
"Senangnya, kita bisa tidur bersama-sama di kamarku. Sudah lama aku tak merasakan hal seperti ini" kata Naruto dengan senyum lembutnya. Kami bertiga yang mendengar hal itu merasa sedih.
"Naruto, sekarang sudah malam, sebaiknya kita tidur." kata Sai yang memecah keheningan.
"Oke.. Selamat tidur semua..""
Selamat tidur Naruto…"
Dengan itu kami berempatpun tertidur pulas dan memasuki alam mimpi kami masing-masing…
∞∞∞∞∞∞TBC∞∞∞∞∞
Sanao tunggu kritik, ide dan sarannya. ^^
And tell me about how do you think about this story ? and this chapter ?
Is it bad ? or good ?
Next Chapter : The Fun Activity part 2
Btw, my new story Naruto xover Monochrome Factor sudah dipublishkan dengan judul :
Monochrome Sekai
Summary : Sasuke Uchiha, the wolf demon shadow, terjebak di sebuah tempat dan waktu yang tak diketahui, dikenal dengan Abysiss. Disegel oleh kakaknya tersayang saat pembantaian klan Uchiha. Takdir membuat dia menjadi seseorang shadow. The one and only Naruto Uzumaki. Bagaimana kisah selengkapnya?
Find out This story contain YAOI.
Pairing : SasuNaru [main],AkiraNaru [yaoi], or SasuNaruAkira [threesome]
Warning : Yaoi [boyxboy],salah ketik,gaje,dll.
P.s : Akira yang disini adalah Akira Nikaido.^^
Oh iya, Sanao akan mulai menulis cerita baru berpairing SasuNaru dan ber Xover dengan Yugi Oh.. Dan tentunya akan Sanao publish sesudah ujian semester.
Please Read and Review minna san … *teriak pake toa*
Hope you like this chapter… *smile*
See you Take care…
