Dream ? Or not ?
Author : Sanao Mikaru
Warning : This story contain YAOI (Boy x Boy).
Pair : SasuNaru [main]
Rating : M
Disclaimer : Naruto bukan milik Sanao…
Summary : Di sudut kota ini, Sasuke seorang vampire, bertemu dengan Naruto seorang manusia biasa. Apa benar Naruto hanya manusia biasa?
Find out inside. RnR please. And This story contain YAOI.
-Thank you Dallet no Hebi yang sudah mereview
= Wah, Sanao senang Dall suka sama fic ini ^^. Douita .. ^^
-Thank you cumi yang sudah mereview
=Uwah maaffff - Belum ada .. Mungkin di chapter selanjutnya akan ada.
-Thank you NaMIAkaze-kawaii yang sudah mereview
=Hallo.. Baguslah ^^ mungkin karena keadaan cuaca yang buruk. Ara? Enggak apa-apa kok ^w^ Sanao usahakan secepatnya k? ^.~
-Thank you Chiyo Nanoyuki yang sudah mereview
=Uwahh..*blink eyes* arigatou! *glomp* Ok, Sanao usahakan ^^ Terimakasih.. Iya nih *blush*. Mudah-mudahan aja memuaskan..
-Thank you ririana uzumauchi yang sudah mereview
=Arigatou ^-^
-Thank you FallenAngel yang sudah mereview
=Thanks for your support
-Thank you Ju yang sudah mereview
-Segera datang! :D
Here the Key !
' blablalablabla' = suara Sasuke dalam hati
"blablalablabla" = percakapan biasa
Dream ? Or not ?
Chapter 16 : Comatose
Sasuke P.O.V
Sudah dua bulan sejak kejadian itu, Naruto masih belum bangun juga. Dan aku mulai khawatir melihat kondisi Naruto yang seperti ini.
Hari ini, hari yang cerah. Aku dan yang lain sedang berkumpul di kamar tidur Naruto. Aku mengamati sosok Naruto yang masih belum sadarkan diri. Selimut berwarna biru menutupi tubuhnya dari kaki hingga perut. Naruto memakai piyama biru bergaris. Tangan kanan Naruto berada di atas perutnya sedangkan tangan kirinya tergeletak di samping tubuhnya. Rambutnya yang selalu diikat kecil itu dilepas, tergerai di atas bantal. Memberi kesan 'innocent' di sekelilingnya.
Aku memindahkan rambut yang menghalangi matanya, lalu membelai pipinya dengan lembut.
Itachi, Sai, Kazu, dan Dark tidak terganggu melihat aku bertingkah seperti ini kepada Naruto. Karena ..
~flash back
Setelah kami keluar dari Kastil Dark. Kami langsung kembali ke mansion Naruto. Sepanjang perjalanan, aku menggendong Naruto ala bridal style.
Ketika kami beristirahat.
"Sasuke. Apa tidak apa-apa Naruto digendong olehmu?"
"Maksudmu?" tanyaku kesal.
"Otouto, maksud Sai disini. Apakah kamu tidak apa-apa membawa Naruto sendirian sepanjang perjalanan dari kastil sampai kesini? Jika kamu mau, kita dapat bergantian menggendong Naruto sampai ke mansion." ucapnya dengan tenang.
"Tidak usah aniki. Naruto tubuhnya ringan, jadi aku tidak keberatan membawanya sampai ke mansion." aku memasang wajah datarku berharap Itachi ataupun yang lainnya tidak curiga dengan nada tinggi yang kugunakan.
"Mengapa kamu keras kepala sekali?" tanya Sai yang menyipitkan matanya.
"A-aku..." belum sempat aku melanjutkan perkataanku, Dark sudah memotong perkataanku.
"Karena Sasuke adalah kekasih Naruto." kata Dark dengan nada yang tidak menyenangkan sama sekali. Semua yang ada disinipun terdiam. Sungguh sunyi yang tidak mengenakan. Aku memandangi wajah mereka satu persatu. Sai membuka mulutnya lebar-lebar, mungkin satu buku kamuspun dapat masuk ke dalam mulutnya. Kazu membelalakan matanya, Dark yang memasang wajah kesalnya, dan terakhir Itachi yang hanya menunjukan wajah kagetnya.
Beberapa menit kemudian ...
"APAA!" teriak semuanya.
"Otouto.. Apa maksud dari perkataan Dark?" tanya Itachi.
"M.. itu.." belum sempat aku menjelaskan, lagi-lagi Dark memotong perkataanku.
"Apa kalian tidak tahu, ketika Sasuke dan Naruto melawanku, mereka menyatakan perasaan mereka kepada satu sama lain. Bukannya itu tandanya mereka resmi menjadi sepasang kekasih?"
'Aku tidak tahu, apakah aku harus berterima kasih pada Dark karena telah menjelaskan hubunganku dengan Naruto saat ini secara ringkas, padat, dan jelas. Atau memukulnya sampai aku puas, karena dia telah mendahuluiku.'
Itachi menghela napas, Sai memasang senyum palsunya, Kazu yang tampak tidak terganggu sama sekali. "Wah..Selamat otouto! Aku tahu kamu pasti bisa mendapatkan Naruto." Ucapnya dengan senyum. Yup, senyum yang sangat... menakutkan...
"Yah.. Tadinya Naruto sudah ku incar dari awal kita berjumpa.." ucap Sai dengan nada kesal. "Tapi... ya sudahlah. Selamat ya Sasuke!" senyum palsupun kembali mengembang di wajahnya.
Lalu, aku melihat Kazu. Kazu menganggukan kepalanya. "Awas kau Uchiha! Jika kamu sampai membuat Naruto terluka, aku akan membuatmu menderita!" ucap Dark dengan nada mengancam. Aku mengangguk, tanda mengerti.
Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke mansion Naruto.
~End Flashback
"Wah aku kagum pada kalian.. 'knights' Naruto.. Bisa juga kalian bertahan tidak meminum darah Naruto selama dua bulan.." kata Dark dengan nada mengejek.
"Kami minum kok.." jawabku dengan nada santai.
Saat ini, kami semua sedang duduk di sofa kamar tidur Naruto. Aku memakai t-shirt berwarna putih dengan dua kancing atas terbuka, dan memakai celana pendek selutut berwarna coklat muda dengan sabuk coklat melingkar dipinggang. Aku memakai jam tangan berwarna hitam di tangan kiriku. Tidak lupa rantai dengan cincin yang di beri oleh Naruto tergantung di salah satu rantai.
Itachi memakai t-shirt berwarna biru kotak-kotak dengan celana jeans. Sai memakai kemeja hitam berlengan panjang yang ia gelung sampai siku dengan memakai celana panjang hitam. Kazu memakai kaos putih dengan gambar naga di lengan kanannya dan memakai celana hitam pendek. Sedangkan Dark memakai t-shirt dengan rompi hitam dan memakai celana jeans hitam panjang.
Dark yang sedang memegangi gelas wine berisi darah miliknya, Kazu membaca sebuah buku bercover naga bersayap berwarna hitam yang menyemburkan api dari mulutnya, Sai yang sedang menggambar sesuatu di buku miliknya, Itachi yang asik membaca sebuah buku sambil memegangi cangkir berisi kapucino. Dan aku, memandangi sosok tidur Naruto dengan menopang pipi kananku dengan tangan kananku.
"Aniki..." ucapku dengan nada rendah, Itachi mengarahkan pandangannya ke arahku, "Mengapa.. Naruto.. belum bangun juga?" tanyaku gelisah. Itachi menutup buku yang sedang dibacanya dan meletakkan cangkirnya di atas meja.
"Sabarlah otouto..Naruto pasti akan segera bangun kok..." jawab Itachi.
"Tapi..." Belum sempat aku melanjutkan perkataanku, tiba-tiba terdengar bunyi bel.
"Biar aku yang membuka pintu." ucap Dark yang langsung berjalan keluar dari kamar tidur Naruto.
Dark P.O.V
'Naruto sudah tak sadarkan diri selama dua bulan. Jika tidak cepat-cepat dibangunkan bisa gawat. Ukh.. aku berharap orang itu ada disini untuk menyembuhkan Naruto. Dia kan punya ramuan itu.'
Kubuka pintu secara perlahan. Terlihat seseorang berdiri di depan pintu, dia memakai jubah berwarna ungu kehitaman.
'Aura ini... ' aku menyipitkan mataku "Kamu..."
Normal P.O.V
"Dark, lama sekali." Sasuke melirik Sai.
"Sejak kapan kamu jadi perhatian seperti ini pada Dark, Sai?" tanya Sasuke dengan nada mengejek.
"Bu.. bukannya perhatian! Ji.. jika terjadi sesuatu kepada Dark, aku tidak mau kita dicincang oleh Naruto saat ia bangun!"
Sasuke yang tak memperdulikan jawaban Sai kembali memandangi sosok Naruto yang masih terbaring. Tiba-tiba, muncul aura tak mengenakan menuju ke arah kamar Naruto.
Itachi yang pertama kali menyadari aura aneh itu langsung berdiri dari tempat duduknya. Karena gerakannya, semuapun memandang ke arah Itachi.
Melihat Itachi yang memandang ke arah pintu membuat Sasuke, Sai dan Kazu siaga. Mereka menyadari aura aneh itu berhenti di depan pintu kamar Naruto.
BRAK! Pintupun terbuka, Darkpun masuk ke kamar, diikuti oleh seseorang berjubah.
'Aura aneh itu, berasal dari orang ini.'
"Dark, mengapa mereka semua melihatku seperti itu?" tanya sosok itu kepada Dark.
"Seperti bagaimana?"
"Seperti melihat orang aneh."
'Gimana enggak aneh. Pakai jubah hitam gitu di cuaca yang panas seperti ini.' pikir Sasuke
"Mungkin mereka senang, karena akhirnya mereka bertemu dengan seseorang yang sama anehnya dengan mereka." jawab Dark dengan nada cuek.
DUAK! "Adududuh~" Dark memegangi telur yang baru saja muncul di atas kepalanya. Setelah selesai memegangi kepalanya Darkpun menoleh ke arah sosok itu.
"Sebaiknya kamu memperkenalkan dirimu dulu." kata Dark kepada sosok itu.
"Loh, bukannya kamu yang akan memperkenalkanku kepada mereka semua?"
"Aku malas." jawab Dark singkat. Sosok itu menghela napas, dan membuka jubahnya.
Terlihat sosok itu mempunyai mata berwarna emas dan rambut berwarna merah, kulitnya putih tetapi tidak seputih vampire.
"Perkenalkan namaku Kyuubi. Salam kenal."
"Namaku..." ucap Kazu.
"Aku sudah mengenal nama kalian semua. Dark sudah memberi tahuku, tentang kalian semua, 'knights' Naruto." potong Kyuubi.
"Kau mengenal Naruto?" tanya Sasuke dengan nada penasaran.
"Naruto adalah adikku."
"HAH! Adik?" tanya Sasuke, Itachi, dan Sai serempak.
"Iya.. adik.. Meskipun bukan sedarah. Aku menganggapnya sebagai adikku."
"Sebenarnya, Kyuubi ini pernah dan masih cinta kepada Naruto. Namun setelah cintanya ditolak Naruto, dia menganggap Naruto sebagai adiknya sendiri." kata Dark dengan nada mengejek.
Mendengar kata 'pernah dan masih cinta', Sasuke memandang Kyuubi dengan tajam. Menyadari Sasuke menatap Kyuubi dengan tatapan yang tajam. Senyuman kecil menghiasi wajah Kyuubi,
"Tenang saja Sasuke. Sekarang ini, aku hanya menganggap Naruto sebagai adikku saja, tidak lebih dari itu."
Mendengar hal itu, Sasukepun menghela napas lega. 'Bisa gawat jika muncul saingan baru.'
"Aku melihat aura aneh berasal dari tubuhmu. Sebenarnya kamu ini siapa?" tanya Itachi
"Aku adalah cielo dragon (heaven dragon)"
"Cielo dragon? Pantas saja kami merasakan aura yang tak mengenakkan dari tubuhmu." kata Sai
Saat vampire dan cielo dragon bertemu, walaupun mereka bukan musuh. Tetapi masih ada perasaan 'lawan' dibandingkan 'kawan'
Kyuubi mengeluarkan sebuah botol kecil yang berisi sebuah cairan berwarna lavender.
"Aku akan memberikan ini kepada Naruto, siapa tahu dengan ini Naruto akan tersadar dari komanya."
"Apa itu?" Itachi melihat botol yang digenggam Kyuubi
"Ini ramuan." jawab Kyuubi singkat.
"Kok warnanya lavender gitu?" tanya Sasuke.
"Ooh ini ramuan buatanku sendiri." jawab Kyuubi dengan bangga.
"Apa kamu yakin. Ini bukan produk gagal?" tanya Sai.
"Ya bukanlah! Aku ini 'jenius' dalam hal meramu! Lagipula aku enggak bakal mungkin berani meminumkan ramuan gagal ke Naruto! Pastinya aku akan menyerahkannya kepada Dark!" teriak Kyuubi kesal.
"Loh, kok aku!"
Sasuke menatap botol yang Kyuubi genggam lalu membalikkan tubuhnya dari para 'saudara'nya yang berkelahi untuk menatap Naruto dan memegangi tangan kiri Naruto. 'Mudah-mudahan saja, ramuan itu berhasil membangunkanmu Naruto.'
Sedangkan Kazu memasang pose berpikir, wajahnya menampakkan ekspresi yang menegaskan dia sedang berpikir sangat keras, berusaha mengingat-ngingat sesuatu. Kazupun membelalakkan matanya dan berteriak, "Jangan-jangan kamu itu, NAGA SEMBILAN!"
Sasuke yang terbangun dari lamunannya gara-gara teriakkan Kazupun menoleh, "Apa itu naga sembilan?" tanyanya.
"Naga sembilan itu julukan bagi Kyuubi atas kejeniusannya dalam hal meramu." jawab Dark.
"Sebaiknya ramuan ini segera di minum oleh Naruto. Satu kali minum harus habis. Efek ramuan ini akan bekerja satu hari. Mudah-mudahan saja Naruto akan bangun besok." Kyuubi menyerahkan botol kecil itu kepada Itachi. Sasuke membangunkan lalu menopang tubuh Naruto sehingga posisi duduk dengan tubuhnya. Itachi membuka mulut Naruto lalu meminumkan ramuan lavender itu. Sedangkan Sasuke memijat leher Naruto, agar ramuan tersebut tertelan.
Setelah meminumkan ramuan itu pada Naruto. Terdengar suara 'KRUKK' dari perut Kazu. Semuanya [kecuali Naruto] melihat Kazu. Merasa di perhatikan, Kazu mengusap-usap perutnya. "Maaf, tapi aku lapar. Aku belum makan siang."
"Oh, iya ya kita semua kan belum makan siang! Ayo semuanya kita makan siang dulu." ajak Itachi.
"Ukh.."
"Kenapa aniki?"
"Persediaan makanan kita sudah habis. Aku lupa tidak membelinya tadi." ucap Itachi dengan nada penuh penyesalan.
"Apa! Terus sekarang kita gimana dong? Aku udah lapar nih."
"Tenang Sai. Untungnya kita masih punya persedian makanan, tapi hanya cukup untuk makan siang saja." ucap Kazu berusaha menenangkan Sai.
"Setelah makan, siapa yang mau membantuku membeli persediaan makanan?" tanya Itachi.
"Aku mau." kata Sai.
"Aku juga." ucap Kazu.
Setelah makan, Itachi, Sai, dan Kazu berangkat membeli persediaan makanan. Pada saat melewati lorong di dalam pohon besar, Kazu tidak diijinkan berjalan jauh dari Sai ataupun Itachi, karena Kazu belum menjadi 'knight' Naruto dan tidak mempunyai cincin yang menjadi password keluar masuk mansion Naruto. Sekarang ini, yang tinggal di mansion: Sasuke, Dark, dan Kyuubi [Naruto juga termasuk].
"Dark, Kyuubi, aku akan ke kamar Naruto, mau melihat keadaannya." Dark dan Kyuubi membalas Sasuke dengan anggukan. Sasukepun pergi dari ruang makan menuju kamar Naruto. Dan tinggallah Dark dan Kyuubi yang sekarang ini sedang berjalan menuju ruang santai.
Mereka berdua duduk berhadapan di sofa cokelat. "Kyuubi, kau menginap saja di sini."
"Tapi Dark, aku tidak bisa terlalu lama di sini. Malam ini saja aku harus menghadiri rapat para naga sembilan. Untuk mendiskusikan suatu masalah."
"Bagaimana dengan Naruto. Apa kamu tidak ingin bertemu dengan Naruto? Melihatnya bangun?" tanya Dark.
"Mungkin, sehabis rapat aku bisa datang lagi ke sini dan menginap."
"Nah gitu dong. Ngomong-ngomong, tumben sekali para naga sembilan mengadakan rapat. Biasanyakan rapat diadakan dua tahun sekali. Kalau tidak salah, rapatnya sudahkan bulan lalu?"
"Mungkin karena kamu yang kalah sama Yami. Dan Yami yang menyerang Naruto dan 'knights'nya"
"Kok tahu."
"Semua para naga sembilan sudah tahu tentang hal ini. Kali ini kita masih bisa bersantai karena Yami sudah dimusnahkan oleh Naruto. Masalahnya 'partner Yami' belum ditemukan. Dan lagi sebelum Yami membangunkan Hewp Naruto. Terasa getaran bumi yang abnormal."
"Oh itu. Akupun merasakannya, sebelum Yami menguasai tubuhku lagi. Saat itu bersamaan dengan..."
"Dengan apa?"
"Pada saat itu, Naruto menjerit kesakitan."
"Menjerit? Dark, jangan beritahu siapapun tentang hal ini. Setelah Naruto bangun, aku akan memeriksa dia. Sepertinya aku tahu apa yang terjadi, tapi aku masih belum yakin. Persentase mungkin masih tujuh persen."
"Baiklah. Tapi jika persentase itu sudah mencapai sembilan puluh enam persen, beritahu aku. Apalagi jika itu buruk dan berkaitan dengan Naruto." jawab Dark dengan nada sedih.
"Dark, kamu.."
"Tidak! Aku.. hanya.."
"Aku tahu Dark. Selama ini kamu memiliki perasaan khusus pada 'dia' khan?"
"Aku.. Sudah mengubur perasaan itu dalam-dalam jauh semenjak 'dia' dengan bocah Uchiha itu."
Suasanapun menjadi tidak begitu mengenakkan.
"Ya sudahlah, kita membicarakan hal yang lain. Suasana jadi tidak enak begini."
"Ya." kata Kyuubi sambil mengangguk tanda setuju.
Setelah itu merekapun membicarakan hal yang lain.
"Kami pulang." kata Itachi yang membawa barang belanjaan.
"Selamat datang." kata Kyuubi.
"Akhirnya kalian datang juga. Lama sekali." Dark menghampiri mereka berempat.
"Karena Kazu. Kita jadi terlambat." Sai melihat Kazu dengan tatapan tajam.
"Kazu? Mengapa karena Kazu?" tanya Sasuke yang berdiri di dekat tangga.
Mereka berlima berjalan menuju tangga, lalu ke dapur. "Karena Kazu tersesat. Dia berkali-kali tersesat. Sehingga kami harus mencarinya." ucap Sai jengkel.
"Aku kan tidak pernah ke kota. Dan juga kalian cepat sekali jalannya."
"Kazu tidak pernak ke kota? Lalu bagaimana jika makanan habis?" tanya Dark.
"Di hutan, banyak makanan yang bisa dimakan." jawab Kazu.
Setelah itu mereka menyimpan belanjaan mereka. Dan berbincang-bincang di ruang santai. Sedangkan Sasuke pergi ke kamar Naruto, untuk melihat keadaannya.
Setelah makan malam. Kyuubi pamit dan pergi menghadiri rapat. Dan mereka semua senang Kyuubi akan menginap di mansion Naruto.
di suatu tempat
"Gelombang hitam?"
"Apakah 'makhluk' itu akan dibangunkan oleh 'dia'."
"Tinggal 'dia'. Yami sudah dibunuh oleh Naruto Uzukaze."
"Naruto Uzukaze? Anak manusia itu?"
'Hump, berbicara dengan nada arogan seperti itu. Dibanding denganmu. Naruto jauh lebih kuat daripada kalian semua yang ada disini.' pikir Kyuubi dalam hati.
"Sekarang ini yang kita bisa hanyalah mencari lalu menangkap 'dia' jangan sampai dia sampai membangunkan 'makhluk' itu. Kalau begitu rapat ini cukup sekian."
'Hhh.. mengadakan rapat yang hanya membuang-buang waktu. Bukannya menyelesaikan masalah, malah membicarakan hal yang tak penting. Ya sudahlah, yang penting rapat selesai. Dan aku pulang ke mansion Naruto.' pikir Kyuubi.
'Dan tingkat kemungkin menjadi lima belas persen.'
∞∞∞∞∞∞TBC∞∞∞∞∞
Awawa.. ada masalah lagi!
Apakah Naruto akan bangun?
Jawabannya ada di chapter selanjutnya… ^^
Sanao tunggu kritik, ide dan sarannya.
Next Chapter : You are My Love
p.s: cerita Dream ? Or not ? sudah di Re-write. Dan beberapa chapter sebelumnya mengalami perubahan.
Re-write: 23 Juni 2011
