Dream ? Or Not ?
Author : Sanao Mikaru
Warning : Contain Yaoi [boy x boy]
Pair : SasuNaru [main]. Other? Only hint or slight.
Rating : M
N : Untuk Naruto yang berulang tahun dan juga saiya.. Wahoo, happy birthday to me ^o^ Dan tentunya untuk para readers. *wink*
Music : Aqua Timez - Sen no Yoru wo Koete
Dream ? Or not ?
Chapter 18: You are My Love
"Pagi aniki, Sai."
"Pagi otouto."
"Pagi Sasuke." Sasuke lalu duduk dan mulai menyantap makanan yang ada di piringnya.
"Otouto, tadi malam kamu tidur di kamar Naruto?"
"Ya." Jawabnya singkat.
"Mengapa kamu tidak tidur di kamarmu Sasuke. Kamarmu dekat dengan kamar Naruto. Jika ada apa-apa kamu bisa langsung ke kamarnya. Lagipula kamu tidur di sofakan?"
Mendengar pertanyaan Sai, Sasuke hanya mengangguk kecil. "Ketika ia terbangun nanti. Aku… hanya ingin menjadi yang pertama kali dilihat olehnya." Sasuke melihat Itachi dan Sai memberi tatapan sedih, membuka mulutnya.
"Aku tidak apa-apa kok. Terimakasih atas makanannya. Aku akan memeriksa keadaan Naruto." Sasuke berdiri dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju kamar Naruto.
"Apakah Sasuke baik-baik saja?"
"Entahlah. Aku harap otouto baik-baik saja." Jawab Itachi yang memandang sosok Sasuke yang menghilang.
"Selamat pagi." sapa Kyuubi dan Dark yang baru saja keluar dari kamar masing-masing.
"Pagi."
"Mengapa dua knights Naruto lesu sekali hari ini? Jika ini terjadi terus-menerus bisa-bisa jika ada yang akan menyerang Naruto. Kalian tidak bisa berbuat apa-apa." kata Dark dengan nada mengejek.
Sai yang tidak terima ejekan Dark, langsung menatap Dark dengan tatapan dingin. "Apa kamu bilang?" dan tentunya dengan nada yang sama dinginnya.
"Apa pendengaranmu kurang-"
"Sudahlah Dark. Pagi-pagi kamu sudah berbicara sebanyak ini. Dapat dari mana energimu itu?" tanya Kyuubi dengan nada kesal.
"Paling-paling curi ayam tetangga. Terus minum darah tu ayam."
"Hei! Mana mungkin aku yang bangsawan ini curi ayam. Minumanku itu elit [1], bukan dari ayam!"
"Kami hanya mengkhawatirkan keadaan Sasuke." Mendengar ucapan Itachi yang tiba-tiba membuat semuanya terdiam.
"Aku yakin dia itu orang yang kuat. Jika tidak. Tidak mungkin aku menitipkan Naruto kepada orang lemah." Itachi dan Sai mengangguk kecil mendengar perkataan Dark.
"Lagipula aku sudah meminumkan Naruto ramuan buatanku. Dia pasti akan bangun."
-Di kamar Naruto-
Sasuke melihat Naruto yang masih terbaring di tempat tidur. Vampire ini berjalan mendekati sosok yang terbaring itu, menarik kursi terdekat lalu duduk di kursi.
"Kapan kamu akan terbangun Naruto?" bisik Sasuke lembut.
Naruto P.O.V
Aku membuka mataku perlahan.
"Dimana ini?" Ketika aku melirik ke kiri, aku melihat seekor naga yang melingkarkan tubuhnya di sekitar tubuhku seperti melindungiku dari semua ancaman. Ketika aku melihat matanya, aku tersentak kaget. Mata ini mata yang sangat aku kenal.
"Ciel? Kaukah itu?"
"Ya Naruto ini aku."
"Apakah ini saatnya?"
Ciel mengangguk, "Ini saatnya kamu akan menjadi ketua klan Uzukaze, Naruto."
"Tapi paman. Jika paman memberikan seluruh kekuatanmu padaku dan menjadikanku sebagai ketua klan. Paman Ciel akan menghilang," aku menggeleng-gelengkan kepalaku. "Dan aku tidak menginginkan hal itu paman."
"Ini sudah takdir Naruto. Kaulah yang terpilih, aku hanya mengemban nama ini hingga kau cukup umur dan kuat untuk menerima tugasmu."
"A..aku mengerti." Cahaya biru keluar dari tubuh Ciel dan perlahan berkumpul membentuk bola melayang di atas Ciel.
"Jaga dirimu baik-baik Naruto," tangan manusia paman Ciel menepuk pundakku. "Oh ya Naruto. Apakah kamu bahagia bersama dengan vampire Uchiha itu?"
"Vampire Uchiha? Itachi? Sasuke?"
"Sasuke."
"Bila bersama dengan Sasuke, terasa nyaman. Hati terasa berbunga-bunga. Dan jantung ini," aku memegang tempat dimana jantungku berada. "Jantung ini berdetak lebih cepat ketika berada di dekatnya. Aku cinta padanya," aku tersenyum kecil. Melihat senyumku paman Cielpun ikut tersenyum.
"Naruto ingatlah kata-kata terakhirku ini. Apapun yang terjadi, ikutilah kata hatimu."
'Kata hatiku?'
"Maksud paman apa?"
"Aku tidak bisa menjelaskan lebih dari ini." Seketika bola biru yang melayang di atas Ciel menuju ke arahku dan masuk ke dalam tubuhku. Aku merasakan seluruh badanku membeku, bisa aku rasakan bola biru yang masuk ke tubuhku memencar menjadi aliran yang memenuhi tubuhku, lalu bagian terbesar yang masih berupa bola kecil perlahan membatu dan membentuk menjadi sejenis batu mulia, menghilang masuk ke jantung.
"Jaga dirimu Naruto." Setelah itu Cielpun menghilang. Tubuhnya berubah menjadi cahaya-cahaya kuning kecil di sekelilingku. Aku yang tidak tahan dengan rasa sakit yang menjalar di sekujur tubuh berteriak sangat keras.
Samar-samar aku mendengar suara itu, suara yang perlahan-lahan membuatku tenang. Naruto, aku ada di sisimu selamanya.
Sasuke P.O.V
Naruto… mengapa belum bangun juga?
Aku melihat wajah Naruto. Seperti orang yang tertidur.. damai sekali.
"Apa aku harus menciumnya?" agar dia terbangun.
Tapi itukan hanya cerita khayalan belaka. Tidak mungkin Naruto akan bangun karena ciuman.
Siapa tahu Naruto akan terbangun.
Aku mendekatkan wajahku dengan wajah Naruto. Lalu aku mengecup kedua bibir yang lembut itu. Aku tumpahkan seluruh perasaanku pada Naruto lewat ciuman ini. Semua rasa cemas, bahagia, sedih dan harapan. 'Naruto bangunlah…'
Entah aku yang bermimpi atau kenyataan, bibir Naruto bergerak seperti membalas ciumanku. Dengan cepat aku menyudahi ciumanku lalu aku melihat wajah Naruto. Harapanku tidak sia-sia, setelah beberapa detik. Kedua mata Naruto terbuka menampakan iris mata biru yang selama ini tertutupi. Matanya yang tidak terfokus perlahan-lahan focus menatapku. "Sasu… ke."
"Naruto," jika aku bukan seorang Uchiha, aku pasti akan menangis. Aku merendahkan tubuhku lalu aku dekap tubuh Naruto. "Syukurlah kamu sudah bagun." Aku mencium pipinya dengan lembut. Dekapanku semakin erat karena ketakutanku akan kehilangan Naruto.
Naruto tertawa kecil. "Sasuke." Naruto mendekatkan tubuhnya dengan tubuhku. Aku tersenyum lega, mendengar tawa Naruto untukku seperti mendengar alunan musik yang sangat merdu. Aku bergerak ke arah leher Naruto dan membenamkan wajahku di lehernya. 'Jeruk..' "Wangi jeruk," gumamku dengan suara rendah.
Naruto yang tidak mengerti maksud perkataanku menggeser kepalanya, sehingga aku semakin terbenam di lehernya. "Sasuke? Jeruk?" sepertinya Naruto hanya mendengar kata jeruk saja.
Aku semakin menghirup aroma jeruk dari tubuhnya tubuhnya. Tiba-tiba Naruto tertawa, "Sasuke hentikan… geli.." itulah kata-kata yang dia ucapkan.
-Lime/Lemon-Lime/Lemon-
'Geli?' aku tersenyum jahil. 'Kalau ini?' aku menjilat leher Naruto. "Auh.." Naruto bergetar. "Hmm.. sensitive sekali kulitmu ini, Naruto." Aku menjilat leher Naruto lagi, lagi dan lagi. Sampai aku menemukan tempat yang membuat Naruto menjeritkan namaku.
Aku mengangkat tubuh Naruto lalu meletakannya di atas tubuhku. Sehingga aku terbaring di bawah tubuh Naruto. Aku memposisikan kepalaku di leher Naruto. Lalu melanjutkan aktifitasku yang sempat terganggu.
"Sasuke.. Aah~" Kedua tangan Naruto mencengkram pundakku. Kedua kakinya mengapit badanku. 'Aku ingin merasakan darah Naruto. Tapi, yang lain pasti akan tahu Naruto sudah bangun. Mereka datang ke kamar Naruto. Dan menggangu kami. Sepertinya saat ini aku hanya bisa membuat tanda 'spesial' saja di lehernya.'
Kedua tanganku bergerak lincah membuka kancing-kancing baju Naruto dan tentunya kancing bajuku juga. Setelah itu tangan kiriku memegang tengkuk leher Naruto, tangan kananku sudah menyusup masuk ke dalam piyama yang Naruto kenakan. Aku memijat dengan lembut salah satu tonjolan yang ada di dada Naruto sampai tonjolan itu menegang. Lalu tangan kananku beralih menjelajahi punggung Naruto. Jari-jariku mengikuti tulang belakangnya. Aku yang masih menjilati leher Naruto kini menambahkan gigitan-gigitan kecil membuat Naruto semakin mendesah. Dan desahannya semakin membangunkan kejantananku. Tangan kananku yang semakin menuruni tubuh Naruto terhalang oleh celana Naruto yang belum aku lepas. Dengan cepat aku melepaskan celana Naruto. Dan melanjutkan perjalanan menjelajahi tubuh Naruto. Aku menemukan sepasang setengah globe yang lembut dan kenyal. Tangan kananku membelai kedua globe itu dengan lembut dan tak lama tangan kiriku menyusul tangan kananku memainkan kedua globe itu, sekali-kali salah satu jari menyentuh lubang kecil yang ada di anatara dua globe itu. Membuat Naruto semakin mendesah nikmat.
Aku meremas kedua globe itu, lalu menaikan tubuh Naruto sehingga kejantanannya bersentuhan dengan perutku. Aku berhadapan dengan kedua tonjolannya yang menegang. Melihat ini, aku langsung menjilati satu tonjolan tersebut, menjilat, menggigit, menggulum. Naruto mendekap kepalaku. Aku dapat merasakan detak jantungnya yang semakin cepat, nafas yang semakin memburu dan desahan yang keluar dari mulutnya dia sangat menyukai ini. Setelah puas, aku mengajak kembarannya untuk bermain dengan lidahku. Aku menarik tonjolannya dengan gigiku. Sedangkan tangan kananku masih bermain dengan globenya. Tangan kiriku mulai bermain dengan bola kecil miliknya lalu sesekali meremas kejantanannya.
Aku yang merasa telah cukup menandai Naruto sebagai milikku. 'Diakan baru saja bangun. Apa aku harus menghentikan ini?' akupun meletakan Naruto kembali di tempat tidur. Aku yang berada di atasnya langsung duduk dan memperhatikan sosok Naruto.
Rambut pirangnya yang tergerai, pancaran cinta terlihat dari kedua mata birunya yang menggelap dan setengah menutup. Mata itu tertuju melihatku. Semburat merah muda yang menghiasi wajahnya. Kedua tangannya yang tergeletak tidak berdaya di samping kepalanya. Bajunya yang terbuka dan setengah terlepas dari tubuhnya. Dada yang naik turun. Kedua tonjolannya yang menegang membuatku ingin memegangnya. Akupun memegang kedua tonjolan itu dengan tanganku. Aku menekan tonjolan itu lalu aku memilin-milin kedua tonjolan di jariku.
"Aah~ Sasuke~" perhatianku kembali tertuju pada wajah Naruto. Kepala dan badannya terangkat. Dahinya mengerut, kedua matanya menutup, mulutnya terbuka memperlihatkan gigi-gigi yang putih dan lidahnya yang merah. Aku menghentikan gerakanku. Naruto menggerakan tubuhnya, seakan ingin disentuh olehku lagi. Aku mengarahkan kembali pandanganku. Kaki Naruto terbuka lebar, kejantanannya yang menegak sangat terlihat, begitu juga dengan kedua bola kecil yang ada di bawah kejantanannya dan lubangnya. Erotis… benar-benar erotis. Aku tidak sabar ingin menjamahnya. Tapi, apa Naruto mau. Aku terdiam, aku tidak ingin memaksa Naruto.
"Sasuke," panggilan Naruto menyadarkanku dari lamunanku. "Hm?"
"Ke.. kenapa berhenti?" dengan suara kecil Naruto bertanya padaku.
'Apa ini tandanya, diapun ingin lebih dari ini?'
"Kamu baru saja bangun. Dan aku tidak ingin memaksamu ataupun menyakitimu." Aku memalingkan wajahku tak inigin melihat wajahnya yang menyiratkan penyesalan karena telah berbuat ini ataupun yang lainnya.
Naruto bangun dari posisi tidurnya, lalu mendekatiku. Aku yang terkejut menggerakan kepalaku melihat Naruto lagi. Naruto mendekati wajahnya padaku lalu menciumku dengan lembut. "Aku-" turun mencium leherku "ingin-" turun ke dadaku "kamu-" lidahnya menjilat satu tonjolan "menjamahku." lalu menjilat tonjolan yang lain.
Naruto melihatku, kedua mata birunya menatapku, memohon, memohon padaku untuk menjamahnya.
"Aku ingin kamu memilikiku seutuhnya. Dan aku juga memilikimu seutuhnya." Lalu Naruto menundukan kepalanya. "Maafkan aku bila aku terdengar egois." Aku yang terkejut mendengar perkataan yang Naruto ucapkan tersenyum kecil. Aku memegang dagu Naruto lalu mengangkatnya sehingga Naruto kembali menatapku. Aku menciumnya, ku jilati bibir bawahnya sebagai permintaanku untuk masuk.
Naruto membuka mulutnya, tanpa basa-basi aku segera memasuki mulutnya dengan lidahku. Lidahku menjelajahi mulutnya. Menyelusuri giginya, langit-langit dan mengajak lidahnya untuk bergulat dengan lidahku. "Nnn.."
Aku menghentikan permainan agar Naruto dapat bernafas kembali. "Hosh… hosh.. Sasuke." Aku menjilat saliva yang turun ke dagunya.
"Uum Sasuke.. Bolehkah aku…" Aku menaikan satu alis. Pandangan Naruto tertuju pada kejantananku. "Sebelum itu, basahi dulu jari-jariku." Ketiga jari ada di depan wajah Naruto. Naruto lalu memasukan satu persatu jariku ke dalam mulutnya, lalu menjilati, menggigit kecil dan menggulum jari-jariku. Aku yang memandang wajah Naruto semakin membuat kejantananku menegang. Setelah jari-jariku cukup basah. Aku menyuruh Naruto berhenti.
"Sekarang, giliran 'ini'," aku menunjuk kejantananku "yang harus kamu basahi Naruto." Aku membuat nada yang aku gunakan, menjadi nada perintah. Dengan cepat Naruto memegang kejantananku dengan kedua tangannya. Lidahnya bermain dengan kepala kejantananku yang sudah mengeluarkan cairan precum. Aku merendahkan kepalaku, lalu membisikan kata-kata yang membuat Naruto mendesah. Tanganku menggapai kedua globenya, tangan kananku mencubit salah satu globe kenyal itu, membuat Naruto tersentak kaget dan membuat kejantananku masuk lebih dalam di mulut Naruto. Lalu tangan kiriku membukakan kedua globe itu, jariku mulai masuk ke lubang Naruto. Naruto yang tidak menyangka ada benda yang masuk ke lubangnya dengan reflek meremas jariku.
'hangat, basah, dan memeluk jariku dengan erat.' Melihat Naruto yang sudah terbiasa dengan jariku, aku menambah satu jari lagi. Dan membentuk gerak zig zag dan gunting agar lubang kecil Naruto ini bisa aku masuki. Tetesan air jatuh, Naruto menangis. "Naruto tenanglah." Aku mengangkat kepala Naruto dengan tangan kiriku, karena tangan kananku sedang mempersiapkan lubang Naruto. Lalu aku mencium Naruto. Lidahku dengan lidahnya saling bertemu. Dengan Naruto yang mulai tenggelam dalam ciumanku, aku menambahkan satu jari lagi masuk. Setelah itu aku memaju mundurkan jariku. Tangan kiri Naruto berada di tengkuk leherku dan tangan kanannya memegang kepalaku, agar aku tidak melepaskan ciumanku dengan Naruto. Tak lama kemudian jariku menyentuh tekstur yang berbeda dengan yang lain dan "Hyaaah~" desahan yang erotis.
Aku mengeluarkan jari-jariku. Naruto mendesah pelan, menginginkan sesuatu untuk masuk ke dalam lubangnya. "Apakah kamu ingin aku untuk memasukan kejantananku ke dalam lubangmu Naruto?"
Mata birunya kembali menatapku, "Y-ya.. Aku mohon Sasuke.." Aku memalikan tubuh Naruto, sehingga Naruto menghadap ke kasur, kedua tangan dan kakinya menompangnya agar tidak terjatuh. Aku membuka kedua globe lembut itu dan melihat lubang Naruto lalu aku mengarahkan kejantananku masuk ke dalam lubangnya. "Nyaaahh~ Sasuke! Mmh.. ah." Aku memaju mundurkan kejantananku, tanganku memegang pinggulnya. Aku mengangkat bajunya, sehingga punggungnya terlihat. Lalu aku menjilat satu tempat sensitive di punggungnya dan menggigitnya.
Aku memegang kedua tangan Naruto lalu mengangkatnya menjadi posisi duduk. "Ha~ aah~" aku menjatuhkan tubuh Naruto ke badanku, sehingga kejantananku masuk lebih dalam ketubuhnya. Tangan kananku memegang dan memijat kejantannya, tangan kiriku memilin salah satu tonjolan pink di dadanya. "Sasuke!" aku mengeluarkan kejantananku, ku putar tubuh Naruto sehingga Naruto menghadap ke arahku.
Lalu aku masukan kejantananku dengan cukup keras, membuat Naruto berteriak dan mendesah. "Hyah! Sasuke! Nnn lebih keras!" aku menyeringai senang nampaknya aku telah menemukannya. Naruto mendekap kepalaku lagi. Dan aku menjilati semua titik sensitive Naruto, termasuk kedua tonjolan pink itu dengan lihai. Aku masih memasuki lubang Naruto lebih dalam dan mendengarkan desahan, teriakan yang keluar dari Naruto. Kedua tangan Naruto memegang sisi kepalaku. "Sasuke.." aku mencium bibir Naruto yang merah. Lalu aku kembali menggulum tonjolan sensitive yang ada di dadanya. Kejantananku menghantam dengan keras 'special spot' Naruto yang reflek membuat lubang Naruto meremas lebih kuat kejantananku. Aku menggit leher Naruto, dan tanganku yang meremas kejantanan Naruto sukses membuat Naruto klimaks. Cairan menyembur keluar dari kejantanannya membasahi tanganku. Aku yang melihat ekspresi wajahnya saat ia klimaks di tambahnya lubangnya yang semakin menyempit dan meremas kejantananku, membuatku melihat cahaya putih yang meledak. Cairanku menyembur di dalam tubuh Naruto. 'Akhirnya Naruto…' aku menggendong tubuh Naruto dan membawanya ke kamar mandi.
Aku dan Naruto masuk ke dalam air hangat yang tadi aku sudah siapkan. Karena Naruto yang sudah hamper tertidur kelelahan. Aku membersihkan tubuhku dan tubuh Naruto. Setelah selesai, kami mengeringkan badan dan keluar dari kamar mandi.
"Naruto kamu duduklah di sofa. Aku akan mengganti spreimu dulu."
"Kenapa?" dengan polosnya Naruto bertanya padaku.
"Apa kamu tidak ingat aktifitas yang baru saja kita lakukan? Atau aku harus melakukannya lagi agar kamu tidak lupa?"
"Uuk.. dasar Sasuke teme." Gumam Naruto yang masih terdengar olehku. Wajahnya diwarnai semburat merah mudah. Melihat itu aku menyeringai senang.
Setelah selesai mengganti sprei dan selimut dan bantal. Aku menggendong Naruto dan meletakannya di tempat tidur lalu menyelimutinya. Setelah itu aku masuk dalam selimut lalu merebahkan diri di samping Naruto. Aku memeluk Naruto yang menggunakan dadaku sebagai bantalnya.
"Akhirnnya kamu milikku. You are my love." aku mencium dahi Naruto.
"Ya" Naruto tersenyum kecil.
Aku dan Narutopun tertidur, memasuki alam mimpi.
Hal terakhir yang aku pikirkan adalah, 'Tidak kusangka ciumanku berhasil membangunkan Naruto'
~~TBC~~
Note: [1] Maksud elit di sini, darah manusia. Jadi Dark minum darah manusia bukan darah hewan atau tepatnya ayam XD
Waahhh! Lemon pertama Sanao! Bagaimana lemonnya? Jelek? Bagus? Hweeh T.T Mudah-mudah para readers suka. Dan akhirnya Sanao telah menepati janji bikin lemon ^w^. Terimakasih Orange Naru atas masukannya. :D
Wahoo! Reviewan hampir 100.. Terimakasih semuanya! *hug all* Terimakasih atas reviewan, favorit dan alert. *bow*
-T-H-A-N-K-Y-O-U-F-O-R-R-E-V-I-E-W-
-hatakehanahungry
-CCloveRuki
-Uchy-san
-asuna v.t.e
-NozomiIchikun
-Itakyuu lover
=Uwah terimakasih ^w^ Ehehe maaf ya telat.. *bow*
-chy Karin
=Terimakasih Cahya :D Ohoho.. senangnya.. :] Gomen Sanao telat update ^^'a
-Ace Sam Luffy
=Halo Ace-san *wave* Pasti dong *cengir lima jari* XD Iya nih Sanao juga sedang tidak suka dia. Tapi apa boleh buat… Naru chan yang suka. Suka banget dan sama-sama ^^
-dinaa san
=Wah.. perasaan ketika mengetik chap yang sebelumnya terasa panjang, eh waktu dipublish ternyata pendek ceritanya T.T Terimakasih ^-^
-Nara Hikari
=Ara? Sanao akan detailin deh ficnya ^w^
Sampai jumpa lagi di chapter selanjutnya….^-^
