Life without titled

Summary :

Sasuke Uchiha seorang aktor terkenal mengakui diriannya sebagai kekasih seorang perempuan yg kehilangan ingatannya,dan dimulailah hari-hari dengan penuh kejutan ^^ RnR pleez..

Genre : Crime / romance, dengan bumbu humor

Cast : Sasuke Uchiha = 24 th, Hinata Hyuuga = 21 th, Kabuto = 28th, kakashi

Hatake = 30 th , dan banyak tokoh-tokoh tak terduga yang akan muncul

Rating : T+ aja deh #plinplan

Warning : Typo banyak sekaliiiiii,OOC ,alur kecepatan , bikin mual de el el

A/N : Sebelummnya saya Minta maaf sebesar besarnya , karna di chap sebelumnya

banyak terdapat kesalahan ketikkan dan alur telalu cepat ,yang reviews

saya benar-benar berterimaksih sebanyak-banyaknya !, berkat minna niat

saya untuk menulis lebih besar ! .Dan buat yang flame , terimaksih banyak

ya, saya usahakan untuk tidak mengecewakan minna lagi, AKHIR NOTES

ARIGATOU GOZAIMASU ^^.

Enjoy minna san ^^

Sasuke duduk dibawah perlindungan pohon mapple , saat ini sedang break syuting. Mata Onyxnya bergerak-gerak melihat sekumpulan dokumen didepannya . Sebuah dokumen yang menampilkan foto seorang perempuan bernama Hyuuga Hinata. Yang sekarang sedang disulap Sasuke berganti marga menjadi Uchiha.

Sasuke tampak menghela napas ia menyandarkan punggungnya dibatang pohon itu. Didepannya berdiri seorang lelaki yang tampak lebih tua darinya. Wajahnya ia tutupi dengan masker berwarna hitam, serta rambutnya yang berwarna silver mencuat-cuat melawan grafitasi. Ditangan kanannya terdapat sebuah novel seukuran saku yang berjudul "Icha Icha Paradise".

"Jadi...namanya Hyuuga Hinata ? menarik juga." Sasuke meminum jus tomatnya, acuh.

"Begitulah, Dia anak pertama dari Hiashi , dan sekitar 6 bulan lagi resmi menjadi presdir Hyuuga corp ! , dan satu lagi, dia baru saja menyelesaikan

kuliahnya di Tokyo ,yaah, sekitar 4 hari yg lalu." Kakashi berjalan menjauh dari Sasuke .Tangannya ia masukkan kedalam saku celananya.

"Uchiha !, ingat besok malam kau harus kembali ke markas ! berkatmu sudah 4 hari operasi ditiadakan !" Kakashi membalikkan badannya, dan melemparkan sebuah koran kepada Sasuke.

"Dan sebaiknya kau harus mengembalikan nona Hyuuga itu Uchiha !, ku lihat Hiashi-san sedang mencari keberadaannya !" Sasuke menatap sinis koran yang dilemparkan Kakashi. Bibirnya melengkung keatas setelah membaca judul besar koran itu.

"Hm !, mengembalikan ?, berkhayal saja sana !" Sasuke berdiri dari duduknya dan berjalan kearah tempat syuting.

Kakashi hanya menggelengkan kepalanya, 'kau punya selera yang bagus ,Sasuke' batin Kakashi tersenyum sinis. Dingadahkannya kepala menatap langit, lalu dilepasnya maskernya dengan satu tangan. Sambil menutup mata Kakashi menghirup oksigen dalam-dalam.

"Cuaca hari ini bagus sekali !" Dan dengan satu kalimat itu sebelah mata Kakashi berubah warna menjadi merah.

0_0

Hari ini syuting selesai dengan cepat dan hari menunjukkan pukul 19.00 Sasuke sedang mengganti bajunya di ruang ganti selintas ia teringat akan perkataan Kakashi tadi pagi.

'Sebaiknya kau harus mengembalikan nona Hyuuga itu Uchiha !, aku lihat Hiashi-san sedang mencarinya !'

Sasuke mendecih mengingat perkataan Kakashi tersebut. Ntah mengapa Uchiha bungsu itu begitu tertarik akan Hinata, Hinata terlalu berbeda dengan wanita kebanyakan yang pernah dijumpainya, mengingatkannya kepada sosok Kaa-san yang sudah pergi mendahului Sasuke saat ia berumur 7 th. Senyum Hinata yang tulus, rona merah dipipinya, matanya yang polos membuat pandangan Sasuke selalu tersita akan sosok Hinata.

Dan tanpa Sasuke sadari dia mulai terjerat dengan pesona Hyuuga cantik itu. Masih dalam keadaan mengganti baju. Sasuke teringat akan apartemen yang dibelikan tou-sannya dulu sewaktu ia berulang tahun ke 20 tahun. Sasuke menyeringai dan tanpa mengancingi dua kancing atas kemejanya. Dia melesat pergi bersama ferarri dongkernya.

Sasuke menutup pintu ferarri dongkernya sedikit kasar. Sambil melepas sunglassesnya, ia berjalan kearah pintu mansion tersebut. Mansion itu memang terlihat minimalis dengan pilihan berbagai macam warna abu-abu dan aksen berwarna hitam begitu cocok dengan kepribadian Uchiha satu ini, berkelas tapi tidak berlebihan. Dan tidak banyak bangunan berada didekat mansion tersebut.

Hal ini memang disengaja karena Sasuke sendiri tidak terlalu suka keramaian. Sasuke masuk tanpa mengucapkan sedikitpun kata salam atau sekedar melepas sepatunya. Dia terus masuk kedalam rumahnya. Saat melewati ruang nonton, kening Sasuke berkerut. Ruangan yang dibatasi dengan pintu kaca otomatis itu gelap gulita, dan hanya diterangi oleh cahaya TV berfilmkan genre horor. Masih dengan ekspresi yang sama Sasuke memasuki ruangan tersebut.

Ruangan nonton itu memang sengaja didisein Sasuke tidak terlalu besar. Dan didepan pintu otomatis terdapat sofa berbentuk setengah lingkaran. Sementara seluruh ubinnya ditutupi dengan karpet bulu berwarna merah marun. Sedangkan Tv terletak didepan Sofa dengan bantal-bantal besar memenuhi karpet didepan Tv.

Peluh mulai meluncur dari kening Sasuke, ruangan itu benar-benar sunyi sampai Sasuke bisa mendengar deru nafasnya. Dan saat Sasuke akan menekan kontak lampu...

"GYAAAAAAAAAAAAA...","AAAAAAAAAH...!"Dan pangeran Uchiha kita sukses berteriak dengan nistanya, tidak lupa dengan tangan yang melayang diudara seperti penjahat yang tertangkap basah oleh polisi.

Hinata yang merasa ketakutan, sekaligus terkejut mendengar teriakannya disahut oleh sebuah teriakan yang dua kali lebih besar dari suaranya. Cepat-cepat bergerak untuk menekan kontak lampu yang ada diremote Tv. Remote Tv ini memang multifungsi, jadi ketika Sasuke malas berjalan untuk sekedar menghidupkan lampu, dia dapat menghidupkan lampu dari remote tersebut.

"Sa-sasuke kun... kau mengagetkanku !" Hinata mencoba sedikit garang, tetapi tetap saja terdengar malu-malu .

Sasuke menghela napas, tampak dipipinya yang putih pualam ada secercah rona merah nangkring disana. Gimana gak malu coba !, Sasuke !, Sasuke Uchiha !, seorang aktor terkenal yang berasal dari keluarga berkelas atau bisa disebut ningrat di Indonesia. Tertangkap basah sedang kaget dengan kedua tangan terangkat keatas.

Dan jangan lupakan wajah Sasuke yang benar-benar menggelikan !. Bibir maju kedepan, mata melotot, hidung kembang, mulut berbusa, lalat bertebrangan disekelilingnya. Dan oke !, lupakan tiga penjelasan terakhir, itu sangat-sangat belebihan dan nista !. Hinata coba mendekati Sasuke yang masih diam ditempat dengan tatapan terkagetnya.

Disentuhnya bahu lebar Sasuke, sambil mendekati wajahnya dengan wajah Sasuke. Dan saat tangan mungil itu menyentuh bahu Sasuke.

"Baka !, apa yang kau lakukan dengan ruangan segelap itu hah !, kau membuat jantungku berhenti bergerak !" Hinata cengo sambil menganga.

Plis deh Sasuke !, itu sudah kejadian setengah detik yang lalu. kecerdasan otakmu tampaknya sudah berkurang setengah pentium (#reader : lo kira Sasuke komputer #dibom ).

"Go-gomen Sa-sasuke kun, a-aku hanya bosan ..." Hinata menunduk,dia mulai meremas terusan bajunya, Sasuke napas sekali lagi, lalu mengelus rambut hinata.

"Sudahlah , aku hanya sedikit kaget , sekarang ikut aku !, kita akan pindah !" sasuke berbalik dan berjalan keluar dari ruangan tersebut.

"Tu-tunggu , pi-pindah ..? ta-tapi kan aku baru satu hari disini ?, ke-kenapa mesti pi-pindah ? pa-padahal a-aku.."Sasuke menutup bibir hinata dengan jari telunjuknya.

"Empat hari, kau sudah disini selama empat hari !, jangan bertanya lagi !, ikuti saja aku hinata." Sasuke memandang Hinata yang sedang mengenggam lengannya.

"Ta-tapi bagaimana dengan baju-baju itu !, lalu baju Sasuke-kun bagaimana ?" Hinata memandang tumpukan kotak kado didekat tangga, Sasuke mendecak .

"Tidak usah dipikirkan !, nanti akan ada orang yang mengurusnya." dan saat Hinata akan menyatakan keberatannya.

Sasuke meggendongnya ala bridal style kearah ferarri dongkernya. Lalu mendudukkan Hinata dibangku penumpang tepat disebalah bangku kemudi. Dan saat mobil Sasuke melewati pagar rumah. Sebuah mobil pake-up datang, lengkap bersama beberapa pekerja angkut dengan pakaian serba putih.

Mobil ferarri Sasuke memasuki perkarangan sebuah apartemen mewah yang berlokasi dekat dengan kota. Hinata memandang takjub gedung pencakar langit didepannya, matanya lavendernya yang lembut tampak berbinar memancarkan kemilau lampu malam Tokyo.

Seorang maid berseragamkan setelan jas hitam membukakan pintu untuk Hinata. Dia membungkuk sopan ketika Hinata turun dari mobil mewah bertatakan harga yang mungkin bila disamakan dengan harga kamar VIV sebuah hotel berbintang lima, kau dapat tinggal disana sekitar dua tahun atau lebih.

Hinata berdiri didekat Sasuke, saat ini Sasuke sedang mengurus pengambilan keyroom , Hinata menatap arsitektur sekeliling, apartemen mewah yang tidak mungkin dimiliki orang-orang kalangan menengah. Apartemen ini pasti hanya bisa dimiliki dengan kaum-kaum borjuis, dan kalau Hinata tebak pasti sistem pembelian kamarnya adalah lewat pelelangan bukan sekedar dibeli begitu saja.

Sasuke sudah selesai dengan urusan administrasinya. Lantas lelaki itu menarik pergelangan tangan Hinata agar mengikutinya kedalam lift. Didalam lift suasana semakin mencekam, Hinata hanya menunduk sambil memandangi flat shoes creamnya. Sedangkan Sasuke, Dia hanya diam sambil menyandarkan badannya.

Sebenarnya hal ini bisa dibilang wajar, mengingat dan menimbang Sasuke dan Hinata sama-sama tipe manusia yang tidak banyak bicara dan tidak pandai memulai percakapan.

TENG... pintu lift membuka menampilkan pemandangan berupa pintu-pintu yang saling berjejeran. Sasuke keluar terlebih dahulu disusul dengan Hinata yang menunduk sambil memerhatikan langkahnya. Tanpa Hinata sadari Sasuke sedikit berbelok kekanan dan berhenti untuk memasukkan roomcardnya.

Sedangkan Hinata, perempuan itu terus berjalan lurus tanpa memalingkan mukanya kedepan. Hinata terus memerhatikan langkahnya. Iseng, dia mulai menghitung langkahnya. 1... 2... 3... 4... 5... 6... 7... del...

DUAAAK...BRUUUUK...Awww...

Dan haaaah...Hinata tersayang kita menabrak sebuah tanaman hias didepannya dan terduduk sambil memegangi bokongnya, Sasuke yang mendengar sebuah suara yang tak asing ditelinganya. Lantas mengadahkan pandangannya kedepan. Dan dengan jari-jari yang mengurut keningnya lengkap bersama segitiga siku-siku disekitar keningnya, Sasuke berjalan kearah Hinata yang terduduk.

O-O

Paginya didalam rumah bergaya tradisional jepang yang megah nan luas. Tepatnya disalah satu ruangan luas berlantaikan tatami. Duduk seorang lelaki dewasa yang kita perkirakan umurnya sekitar empat puluh limaan dan tepat didepannya seorang lelaki yang lebih muda dua puluh tahun berdiri sambil menunduk. Mukanya ia sembunyikan dibalik poni dan kacamatanya.

"Pokoknya aku tidak mau tahu !, masalah ini tidak boleh tercium oleh keluarga besar Sabaku !, terutama Gaara !, dan dengan bagaimanapun, sebelum keluarga besar

Sabaku kembali ke Jepang !, kalian harus menemukan Hinata !" Hiashi menggebrak kasar meja didepannya, keningnya tidak berhenti berkedut semenjak kabar hilangnya Hinata.

Belum lagi banyaknya rapat serta klien yang ditelantarkan Hiashi hanya untuk fokus kepada masalah pencarian Hinata.

CRIIIING...#jadul banget bunyinya.

Telepon berdering, masih dengan mood yang buruk. Hiashi mengangkat telepon antik tersebut.

"Hn !, dengan Hyuuga Hiashi, ada apa ?"jawab Hiashi sedikit ketus

"Hyuuga-sama ini saya Hiruka, saya ingin melaporkan sebuah informasi kepada anda, ini tentang Hinata-san." Raut wajah Hiashi berubah menjadi serius mata lavendernya menatap satu titik tanpa henti.

"Setelah saya cari tahu tentang lokasi dimana Hinata-san mengalami kecelakaan, terdapat sebuah mansion berda didekat lokasi tersebut,

akan tetapi... ketika saya memeriksa keadaan mansion tersebut, mansion itu kosong tanpa ada sedikitpun penerangan, tampaknya bangunan itu

sudah ditinggal sekitar beberapa bulan yang lalu" Hiruka menghela napas, matanya tertutup terkesiap akan reaksi orang yang diteleponnya.

"Jadi ini yang kau sebut informasi !, dengar aku tidak butuh tentang keadaan disekitar kecelakaan Hinata !, tapi yang ku butuhkan adalah keberadaan putriku !" Hiashi menutup telepon dengan sedikit membanting. Kabuto hanya menunduk dengan tatapan yang tidak bisa diarikan.

"Aaaaaargggh !, dasar orang-orang tidak bergunaaaaa !" Hiashi meggeser semua kertas yang berada didepannya dengan kasar.

Menjatuhkan tumpukan kertas berisi file-file penting perusahaan. Kabuto menunduk untuk memunguti file-file tersebut, Saat semuanya sudah berada ditangannya. Dia berjalan mendekati Hiashi, Sambil menyusun file tersebut

ditampatnya, kabuto menatap Hiashi yang sedang memegang keningnya. Tampaknya lelaki itu mengalami sedikit hangover.

"Ehem... !, Hiashi-sama sebenarnya saya mempunyai sebuah usul akan masalah ini... " Kabuto diam sejenak sambil mencuri pandang kearah Hiashi.

"Katakan...!" Hiashi bersuara masih dengan posisi yang sama. Sedangkan Kabuto menyeringai sambil menaikkan kacamata bulatnya.

Siang, pukul 13.00. di restoran jepang.

Hiashi memakan sushinya duduk dua orang memakai jaket kulit hitam berhodie, tidak lupa dengan topeng berwajah kucing yang menyembunyikan rupa dua manusia bergenre lelaki tersebut. Salah satu dari kedua pria itu memakai cincin bermatakan permata berbentuk awan merah.

"seperti yang kalian ketahui, putriku Hinata Hyuuga menghilang sekitar empat hari yang lalu..." Hiashi meminum teh hijaunya, salah satu dari dua lelaki didepannya menyeringai dibalik topengnya.

"Hm !, lalu... kau membutuhkan jasa kami begitu, maaf !, kami tidak tertarik Hyuuga-san !" lelaki itu berdiri dan beranjak pergi lalu disusul oleh rekannya.

Hiashi menggeram tangannya membentuk sebuah tinju.

"Casia et albi !, aku tahu kalian mangincar batu itu sekarang !" lantas kedua lelaki asing itu membalikkan badannya. Menatap Hiashi yang duduk tenang sambil menyesap tehnya lagi.

"Lalu ?" rekan dari lelaki yang menolak tadi menyahut .Tampaknya ia tertarik akan arah pembicaraan ini.

Hiashi menyodorkan sebuah kotak kecil dengan pahatan emas disekilingnya. Lelaki yang menolak tadi beranjak untuk memastikan kebenaran perkataan Hiashi ,dia membuka kotak itu lalu ia mengangguk kepada rekannya.

"Itu akan menjadi milik kalian, kalau kalian bersedia menerima permintaanku !" kedua lelaki itu mendekati Hiashi dan menyatakan deal akan persepakatan 'kerjasama' mereka.

Sementara itu didepan pintu ruangan tersebut, seseorang menyeringai licik sambil mengirim pesan kepada seseorang disuatu tempat .

TBC

Hinata : ke-kenapa a-aku OOC sekali mok-chan ? #muka sedih

Momok : aaaaahhh gomen ini demi story hina-chan

Hinata : ke-kejam #mewek

Momok : #lari ketakutan , sebelum digantung neji

Sasuke : heiiii author gilak ! ngapain lo ubah tu genre jadi crime haa ! gak tau Apa lo , kalo gue tu banyak syuting fic tentang crime ! #ditimpukkinsendalmaauthor

Momok : Cu-ih narsis gilak lo ayam , dasar rambut alien ! #dilempar Sasuke fc,

Hinata : k-kok jadi ru-rusuh sih !, yasudahlah kalau begitu silakan Review minna-san #berisalam.

Hahahha seperti kata dialog gaje diatas , genrenya saya ubah jadi crime / romance ,ntah mengapa saya jadi kepikiran kearah fic crime dan idenya udah bejubel di otak saya #dilempartomatgara-garagakkonsis

Dan untuk yang udah review maaf ya gak bisa nyebutin namanya,tapi saya benar benar benar benar benar benar benar benar "BERTERIMAKASIHHHHHHHH"

.Dan semoga Minna semua mau baca fic saya lagi, dan jangan lupa "RNR YAAA"