Chapter: 2/?
Pairing: Sichul (main)
Music: Justin Bieber-Never Let U Go
Warning: Haha.. au deh di dlm critanya ada wrning atau ga.. mnurut pndapat klian aja.. :D
.
Apartemen Siwon, 19.00 P. M..
.
Langit sudah gelap. Mungkin juga sedang mendung. Langit yang seperti ini mirip sekali dengan perasaaanku sekarang.
Sekarang aku sedang berada di apartemen Siwon, orang yang baru kukenal, alias guru privatku, alias 'TUNANGANKU'.
Kaget nggak kalian? masa cowok ditunangin sama cowok? aku sendiri juga nggak ngerti kenapa bisa ada peristiwa kayak gini.
Aku merenungi nasibku sekarang di kamarku yang baru. Siwon sedang di dapur, nggak tau lagi ngapain. Mungkin dia lagi masak. Bisa kucium bau masakan dari sini.
TOK TOK!
Bisa kutebak, itu pasti Siwon. Siwon masuk membawa nampan makan berisi nasi goreng dan susu hangat. Tau aja aku lagi lapar, hehe.
"Nih Heechul kubuatin nasi goreng sama susu hangat. Aku yakin kamu pasti lagi lapar sekarang."
"Makasih ya. Hehe. Tau aja aku lagi lapar."
Aku makan nasi goreng buatan Siwon dengan lahap. Siwon hanya nyengir melihatku makan. Tanganya mengelus-ngelus kepalaku dengan lembut. Entah kenapa aku merasa tenang dielusnya.
Nasi goreng buatan Siwon ternyata enak juga. Walaupun nggak bisa ngalahin kelezatan masakan Leeteuk. Sesekali Siwon menyuapiku. Aku hanya pasrah disuapinya. Mana nolak kalau yang nyuapain Siwon? hehe.
Nasi goreng telah habis aku lahap. Tinggal susu saja yang belum aku minum. Dengan sigap, Siwon bersihkan mulutku yang kotor karena susu dengan tanganya. Aku seperti anak kecil sekarang. Dan Siwon seperti ibuku, hihi.
Susuku telah habis. Aku merasa kenyang sekarang.
"Enak?"
"Hehe.. enak, makasih ya."
Siwon hanya tersenyum melihatku. Dia elus-elus kepalaku kembali, seakan aku ini anak kucing atau anak anjing *emang aku binatang!.
"Heechul, kamu tau nggak kenapa kita ditunangin?"
"Nggak, emang kenapa kita bisa ditunangin?"
"Karena kita jodoh Heechul. Dari lahir, kita sudah ditakdirkan bersama sama Tuhan. Aku juga merasa kalau aku suka padamu hyung dari pertama kali kita ketemu. Sebenarnya waktu ortu kita mau tunangin kita berdua, aku senang sekali."
Jantungku berhenti berdetak sekarang. Waktu seakan berhenti sekarang. Tubuhku juga berhenti bergerak seketika, seakan ada yang memaksaku untuk tidak bergerak.
Muka Siwon dekat sekali dengan mukaku sekarang. Aku ingin menghindar tapi tak bisa.
Bibir kami saling bertautan dalam irama yang harmonis. Awalnya Siwon menciumku dengan lembut, namun lama-lama semakin ganas. Aku yang terkejut hanya bisa pasrah.
Sudah 15 menit kami berciuman. Siwon melepaskan ciumanya.
Air mata keluar tiba-tiba dari mataku. Siwon yang terkejut melihatku hanya bisa memelukku erat sekarang. Aku tidak menolak dengan ciuman tadi, tapi kenapa hatiku sesak sekarang?
Aku menangis dalam pelukan Siwon. Siwon mempererat pelukanya, seakan tidak mau melepasku.
"Maaf Heechul, tadi aku agak khilaf. Kamu pasti nggak suka kan?"
"Ng.. nggak kok. Bukanya aku nggak suka, hanya saja aku belum siap."
"Maaf, aku nggak tau kalau kamu belum siap untuk hal ini. Syukurlah, kupikir kamu membenciku."
"Mana mungkin aku membencimu Siwon. Aku hanya belum siap, itu saja kok."
Seketika Siwon melepas pelukanya dan tersenyum padaku. Ini adalah senyuman terindah yang pernah kulihat. Ingin rasanya senyuman itu hanya untukku seorang.
"Hyung, sebenarnya sejak kita belum lahir, ortu kita sudah menjodohkan kita berdua. Ortuku sempat terkejut begitu melihat kamu lahir ternyata cowok. Namun pada akhirnya pertunangan kita tetap dilanjutkan. Walaupun kita berdua cowok, yang penting kita harus tetap ditunangin. Mungkin ini mereka lakukan untuk tetap menjaga persahabatan mereka."
Aku hanya nyengir. Kok bisa ya ada alasan aneh seperti itu?
Aku memeluk Siwon. Siwon yang terkejut hanya bisa tersenyum dan membalas pelukanku.
Siwon mendorong tubuhku pelan-pelan sehingga sekarang Siwon berada di atas tubuhku. Kami hanya diam dan saling memeluk satu sama lain. Lagian kami juga mulai mengantuk sekarang.
Tanpa sadar kami berdua tertidur dalam keadaan masih saling memeluk. Lebih tepatnya seperti koala. Kuharap kami bisa terus begini sampai pagi besok.
.
.
Apartemen Siwon, 07.00 A. M..
.
Hari ini adalah hari Senin. Hari aku masuk kuliah seperti biasa.
Sinar matahari bersinar terang. Kubuka mataku perlahan-lahan. Aku merasa ada beban berat menimpa badanku.
Aku tersenyum. Ternyata Siwon masih saja memelukku sampai sekarang. Dengan hati-hati, aku angkat badanya yang menimpa badanku.
Kuperhatikan mukanya yang sempurna. Sesekali kumainkan rambutnya yang berantakan. Entah kenapa kalau dia tidur dia seperi malaikat tanpa dosa.
Tiba-tiba aku teringat sesuatu. Hari ini aku kan kuliah. Gawat! mana dosenya galak lagi. Hii..
Dengan segera, aku cuci mukaku di wastafel. Tak lupa kugosok juga gigiku yang berderet rapi. Hari ini aku pake baju berwarna hitam dan jeans selutut. Kuambil tasku dan kumasukkan buku yang menjadi pelajaran kuliah hari ini.
Aku telah siap sekarang. Sebelum aku pergi, kukecup kening Siwon dengan lembut. Kuharap dia bakal mimpi indah tentangku, hihi.
S.M. University, 08.10 A. M..
Aku berlari kencang menuju kelasku. Takut kalau aku bakal telat. Mengingat dosenku hari ini sangat galak seperti algojoh, wkwk.
Ini adalah universitasku. Univesitasku termasuk universitas unggul di Korsel. Murid-muridnya pintar semua. Aku heran kenapa aku yang IQnya biasa-biasa aja bisa masuk kesini?
Akhirnya aku tiba juga di kelasku. Untunglah belum ada dosen mengerikan itu.
"Hei Heechul! pagi!"
"Uwah! Donghae! kamu mengagetkanku tau! bisa jantungan nih aku."
"Hehe, mian hyung."
Ini temanku, Lee Donghae. Wajahnya putih, cakep, dan dikenal sebagai 'Prince' di universitas ini. Sayang dia uda ada yang punya sekarang.
"Eh, Heechul Heechul, kamu liat Eunhyuk nggak? kok dari tadi kuliat dia nggak ada sih?"
"Hm.. nggak liat tuh. Cari aja pacarmu di kelasnya, mungkin ada."
"Benar juga! daa hyung, aku ke kelas Eunhyuk dulu ya."
Aku hanya nyengir. Itulah sifat Donghae kalau udah punya pacar, dikit-dikit kangen, dikit-dikit kangen. Aku kagum dengan Eunhyuk yang masih betah jadian sama Donghae. Padahal sudah hampir setahun mereka pacaran. Lama banget.
Bel tanda masuk kelas telah berbunyi. Teman-temanku mulai masuk ke kelas satu persatu. Dan tentu saja dosenku yang 'mengerikan' itu juga telah masuk.
"Anak-anak, hari ini kalian mendapat guru baru disini, sekaligus dia akan menggantikan saya yang akan pensiun bulan ini. Silahkan masuk."
Teriakan para anak cewek mulai bergema di kelas ini. Sedangkan aku hanya melongo ketika guru baru itu masuk kelas.
"Hai, anak-anak. Nama saya Choi Siwon. Saya akan menjadi guru kalian mulai hari ini. Met kenal ya."
Teriakan para anak cewek mulai bergema lagi di kelas ini. Malah lebih keras daripada yang tadi. Aku hanya bisa terpaku di tempat, tak percaya apa yang sedang terjadi sekarang.
Guru baruku ternyata SIWON! kenapa dia nggak cerita kalau bakal jadi guruku? mana kulihat dia lagi tersenyum ke arah anak-anak cewek. SHIT!
"Baiklah anak-anak, bapak tinggal ya. Semoga kalian bisa akrab dengan guru baru kalian."
"Pasti pak!"
'Huh! akrab apaan. Kalo udah akrab kok. Cih!'
Suasana kelas berubah sekarang. Biasanya anak-anak cewek pada ribut kalau lagi pelajaran. Tapi sekarang mereka malah diam seribu bahasa. Tak ada satu pun yang berbicara. Anak-anak cowoknya juga jadi kalem sekarang. Apa mereka juga terpikat dengan wajah 'TUNANGANKU' ini?
"Hei Heechul, gurunya cakep banget ya. Kayak Percy siapa gitu, aku lupa."
"Huh! kamu suka dia? ntar ada yang cemburu loh."
"Ih, kok sewot gitu sih? aku kan cuma bilang kalau dia cakep banget. Jangan-jangan kamu suka dia ya? hayoo.."
"Ng.. nggak kok. Aku kan cuma nanya.."
"Ehem! Kim Heechul. Apa kamu ada masalah dengan pelajaran saya sehingga kamu ribut hah?"
"Ng.. nggak kok pak. Lanjutkan saja. Saya nggak akan ribut lagi."
Siwon hanya menatap tajam ke arahku dan Donghae. Entah kenapa aku merasa tatapanya menunjukkan rasa tidak enak. Wajahnya seram sekali, seperti serigala yang sedang mencari mangsa, hii..
Siwon fokus kembali ke pekerjaanya tadi. Kali ini aku memilih diam daripada harus dimarahi Siwon lagi. Donghae juga, sepertinya lebih memilih diam.
Dua jam pelajaran telah berlalu. Bunyi bel keluar kelas telah berbunyi.
Setelah hormat, aku langsung berlari keluar dari kelas. Akan tetapi aku terlambat. Siwon telah memegang tanganku! mana mukanya kayak tadi lagi, hii..
Kelasku sudah kosong seketika. Hanya aku dan Siwon di kelas ini. Aku menelan ludah. Aku merasa akan ada kejadian tidak menyenangkan abis ini.
"Heechul, kamu sengaja buat aku cemburu ya?"
"Si.. siapa juga yang mau bikin kamu cem.."
Seketika, mulutku telah disekap oleh bibir Siwon. Dengan paksa, dia cium bibirku dengan sangat ganas. Aku dorong tubuh Siwon, namun ternyata tenaga Siwon sangat kuat.
Dia cium terus bibirku dengan ganas. Siwon memaksaku membuka mulut. Dengan terpaksa, aku buka mulutku dan kubiarkan lidah Siwon menjelajah bagian dalam mulutku. Kubiarkan juga dia menggigit lidahku yang meninggalkan darah disana.
Aku sudah tak tahan!
Aku dorong tubuh Siwon dengan seluruh tenagaku, dan alhasil kepala Siwon membentur tembok. Bisa kulliat darah mulai keluar di kepalanya.
Aku tinggalkan Siwon yang sedang kesakitan sekarang karena ulahku tadi. Aku tak peduli denganya yang terus memanggil namaku.
'Menjijikan! aku benci dia! benci! aku nggak tau ternyata dia serendah itu!'
Tidak kupedulikan pandangan orang-orang yang melihatku sekarang. Yang kuinginkan sekarang hanyalah menangis di kamarku. TITIK.
.
.
Tbc-
