I DON'T OWN: GINTAMA!
*Padahal sebenernya dalam hati pengen memiliki Kagura XD
P.S.: Ini adalah fic keduaku di fandom ini, jadi mohon maaf jika banyak kekurangan.
"Hoi, Sougo. Kau tetaplah disini dan istirahatlah, kami semua akan segera kembali secepat mungkin," ucap si lelaki yang memiliki suara yang sama dengan Date Masamune*, sembari meletakkan beberapa obat dan segelas air putih disamping lelaki berambut coklat terang yang nampak tengah terbaring dengan kondisi yang tak begitu sehat di futonnya. Yang diajak bicara hanya mengangguk lemah, sembari berkata, "tak kembali juga tak apa, khususnya kau Hijikata-san, sekalian saja kau menghilang selamanya dan tak pernah kembali." Ucap si lelaki berambut coklat terang itu sambil menatap Hijikata dengan pandangan kuyunya karena tengah sakit.
"Kau! Walau sakit kau tetap saja bersikap seperti itu! Cih, lebih baik kita bergegas pergi dan tinggalkan saja dia Kondo-san!"
"Kau jangan bersikap seperti itu juga, Tosshi… Baiklah Sougo, kami semua pergi dulu. Cepatlah sembuh." Ucap Kondo sambil menggerakkan semua pasukannya untuk segera bergegas. Akhirnya Okita Sougo hanya seorang diri di kamar.
Ah, tidak.
Lebih tepatnya seorang diri di kediaman Shinsengumi…
Lelaki berambut coklat terang itu menarik selimutnya sehingga menutupi separuh wajahnya, ia melirik obat-obatan yang diberi Hijikata tadi dengan penuh tatapan tidak minat. Ia sama sekali tak berminat meminum benda penuh hal-hal kimia itu walau dengan alasan ingin sembuh dari sakit.
Ia benci benda itu.
Ia yakin. Dengan tidur se-jam dia pasti akan segera pulih.
Lelaki itu berusaha untuk memejamkan kedua matanya tapi tak bisa. Tempat itu terlalu sepi, membuatnya jadi tak bisa tidur.
Ia memutuskan untuk mendengarkan musik dari pedang MP3 miliknya saja, sembari berjalan-jalan di sekitar kamarnya, sekalian berusaha menyegarkan tubuhnya yang seharian hanya berbaring di futon.
KRUUKK~
Terdengar suara dari arah perut lelaki berambut coklat terang itu, ia baru menyadari bahwa ia belum mengisi perutnya dari tadi pagi, dengan berjalan gontai ia mengarah ke dapur, membuka kulkas. Dan dilihatnya kulkas yang nyaris kosong itu, hanya terdapat sebuah nasi kare sisa tadi siang, itu pun tinggal setengah. Ia tak terlalu terkejut dengan kenyataan yang ada, karena ia memang tak banyak berharap pada kulkas itu.
Ia tahu, semua makanan di kulkas pasti tak akan bertahan lama, semuanya pasti akan disikat habis oleh orang-orang di kediaman Shinsengumi ini.
"Ini hanya manusia biasa, kalau gadis monster alien Yato itu tinggal di sini, pasti tak akan ada sisa nasi kare di kulkas ini."Pikirnya.
"Atau bahkan, kulkas ini akan ditelan olehnya juga…" Sambungnya lagi, sembari mengambil nasi kare tersebut dari kulkas dan menghangatkannya di oven.
Ia lalu mengarah ke jendela dapur dan membukanya, ia berniat untuk menghirup udara segar.
"Hatsh!" Lelaki berambut coklat terang itu tiba-tiba bersin, mungkin karena udara dingin yang ikut masuk ke dapur.
"Sepertinya fluku belum sembuh," gumamnya sambil membersihkan hidungnya yang berair dengan celemek milik Yamazaki yang tergantung di sampingnya.
Ia memandangi langit di luar, langit tengah diliputi aura mendung yang sangat gelap. Nampak pohon-pohon di pekarangan, tengah bergoyang-goyang dengan mengikuti arah angin yang sangat kencang.
Sougo memutuskan untuk menutup jendela itu kembali.
"Sepertinya akan hujan deras."
.
.
.
.
Terdengar butir-butir air yang jatuh mengenai genting, pertanda hujan telah turun.
Gerimis.
Sougo memutuskan untuk membesarkan volume suara TV yang ada di hadapannya. Suara air dari langit yang jatuh itu sangat mengganggu acara menonton drama kesukaannya.
Volume suara TV sudah ditingkat maksimal.
Tetap saja suara TV yang ada dihadapan lelaki itu kalah besarnya dengan suara hujan di luar sana yang semakin deras.
Ia memutuskan untuk tetap menonton walau dengan suara yang terdengar sayup-sayup tersebut.
KRIIING!
Tiba-tiba terdengar suara dering telepon di koridor dekat ruang TV.
Sougo menghiraukan.
Tak berapa lama dering telepon itu akhirnya tak terdengar lagi.
Sougo tersenyum puas, tapi tak bertahan lama karena dering telepon itu terdengar lagi untuk kedua kalinya.
Ketenangan lelaki rambut coklat itu makin terganggu.
Ia tetap tak beranjak dari tempatnya.
Ia tetap memasang tatapannya pada TV yang dihadapannya.
Akhirnya dering telepon itu tak terdengar lagi untuk yang kedua kalinya. Sougo tersenyum, karena ia merasa menang dari telepon itu sekaligus si penelepon.
KRIIING!
Sial.
Sougo akhirnya beranjak dari tempatnya dan menuju tempat dimana telepon berisik itu berada dengan langkah berdebum.
"Halo." Sougo memulai pembicaraan dengan suaranya yang datar dicampur dengan nada kesal.
"Ah! Souichiro ya?" Terdengar suara dari seberang.
Suara yang lumayan dikenali lelaki rambut coklat itu.
"Ah… Danna? Tumben sekali menelepon. Maaf, kalau mau mencari Hijikata-san dia sedang tak ada di tempat. Telepon saja lain waktu. Oh iya namaku Sougo." Ucap lelaki bertampang shota tersebut sembari hendak menutup pembicaraan di telepon dengan si samurai berambut perak itu.
"Tu-tunggu! Jangan diputus dulu teleponnya! Ini penting, lagipula siapa yang mau mencari si Mayora!"
"Ah… Bukan ya…? Soalnya kalian berdua sering dijadikan pair di kalangan para fujo di luar sana." Ucap Sougo dengan nada datarnya lagi sambil menunjuk ke arah kamera.
"Cih, sudahlah! Ini bukan waktunya untuk itu. Apakah Kagura ada di sana?"
"Hee? Si Cina? Kenapa menanyakannya padaku, di kediaman Shinsengumi? Bukannya kalian lebih baik bertanya kepada kakaknya si kacamata itu atau yang lainnya yang sering ia temui?" Ucap Sougo dengan sedikit menaikkan sebelah alis matanya.
"Kami tahu, dia pasti tak mungkin bersamamu apalagi pergi ke kediaman Shinsengumi kalian. Tapi kami sudah mencarinya kemana-mana! Di rumah Shinpachi sudah kami cari, kami juga sudah bertanya pada Otae, tapi dia tak ada di sana. Kedai Otose, Yoshiwara, Kediaman Kyuubei, kardus tempat tinggal Madao, kediaman si ninja ambeien itu juga, isi mulut Sadaharu pun bahkan sudah! Tapi hasilnya tetap nihil, dia tak ada di mana pun, jadi mungkin saja Kagura ada di tempat kalian!" Ujar si samurai perak itu, kali ini suaranya terdengar sangat panik.
Persis seperti seorang ayah yang kehilangan anak gadisnya.
Sebelah telinga Sougo juga menangkap suara sayup-sayup Shinpachi memanggil-manggil nama gadis Cina itu yang terdengar dari seberang telepon.
"Ini sudah lewat jam makan malam, tapi ia tetap belum kembali… Jadi apakah kau yakin ia tak ada di sana, Souichiro-kun?"
"Tak ada, lagipula hanya ada aku sendiri di sini, yang lainnya sedang bertugas, Danna. Dan lagi namaku Sougo."
"Haa..h, baiklah kalau begitu. Selamat malam." Samurai perak itu memutuskan pembicaraan mereka lebih dulu dengan nada kecewa.
Sougo pun meletakkan gagang telepon berwarna hitam itu pada tempatnya dan menuju ke ruang TV kembali. Nampak hujan makin deras terdengar, alhasil mengakibatkan suara TV makin terdengar sayup-sayup. Hal itu membuat kapten Shinsengumi itu makin dongkol hatinya. Ia memilih untuk menuangkan rasa bosannya tersebut dengan menusuk-nusukkan paku pada boneka voodoo yang telah ditempelinya selembar foto Hijikata.
"Halo! Ada orang tidak?"
Tiba-tiba terdengar suara seseorang dari pintu utama kediaman Shinsengumi. Suara itu mengalahkan suara hujan di luar sehingga langsung terdengar oleh Sougo.
Sougo beranjak kembali dari tempatnya.
Siapa yang datang kemari malam-malam begini?
Apakah Kondo-san dan yang lainnya? Sepertinya tidak, kalau mereka pasti langsung ngoloyor masuk ke dalam tanpa basa-basi. Lagipula suara tadi terdengar seperti anak kecil.
Ah.
Bukan.
Bukan anak kecil.
Tapi seperti seorang gadis yang berperawakan kecil.
Jangan-jangan…
Sougo melongok dari balik dinding dengan perlahan, ia ingat pemilik suara itu sekarang. Setelah mengetahui dugaannya benar, lelaki berambut coklat terang itu menghampiri gadis yang sekarang berada di hadapannya.
Dilihatnya dia.
Basah kuyup.
Dua gulungan rambut ala Cina miliknya hampir lepas, mungkin karena perbuatan air hujan yang mengguyurnya dengan derasnya.
Dan lagi, dia tak ditemani dengan anjing monster itu dan payung ungu yang selalu dibawanya.
Dia…
Seorang diri kemari dengan basah kuyup.
Note: *Date Masamune adalah chara dari Basara yang memiliki seiyuu yang sama dengan Hijikata.
Bagaimana fic okikagu buatanku ini? Apakah lebay? OOC? Atau kurang greget? Ya maklumlah kalau kurang greget, soalnya kan masih chapter 1.
Dimohon dukungan atau kritik atau sarannya dengan mengklik REVIEW ya.
Review anda sangat bermanfaat karena akan meningkatkan semangat author ini untuk melanjutkan fic ini.
Terima kasih juga untuk yang hanya membaca.
Sampai jumpa di chapt berikutnya~ *naik ELizabeth*
