Previous chapter

Jonghyun tertegun. Seketika tubuhnya membeku.

.

Menemukan sosok Minho bersama Onew dan Key yang berdiri menatap mereka tak percaya dari trotoar yang berlawanan. Namun bukan itu yang membuat Jonghyun terpaku. Tapi, sorot tajam mata Minho yang hanya tertuju padanya. Tatapan membunuh. Jonghyun menelan ludah. Bahkan dia bisa membayangkan aura hitam pekat menguar. Masalah nih!

Present by Mermut CS

Day BY Day

.

.

.

Happy Reading!

.

.

" Ma-Maaf—Jonghyun hyung!", gumam Taemin lirih. Kepalanya tertunduk sambil menggigit bibir. Jonghyun menatap namja di depannya. Badan Taemin bergemetar lagi menahan tangis yang siap membuncah. Sirat matanya sayu meminta pertolongan. Jonghyun tak bisa mengelak lagi. Jauh di dasar hatinya dia juga menginginkan namja munggil ini menjadi miliknya.

Akhirnya setelah perdebatan -kecamuk hati- usai. Jonghyun mengambil napas panjang. Keputusan bodoh diambil. Jonghyun merendahkan sedikit tubuhnya, lalu berbisik di telinga Taemin.

" Ayo─ kita lanjutkan kisah ini!"

Spontan, Mata hitam Taemin melotot─ tak percaya. Namun sedetik kemudian, tersirat rasa penuh terima kasih dari mata Taemin. Air matanya sudah meleleh kembali. Jonghyun buru-buru mengusapnya.

" Sst, sudah─ Pergi sana! Jangan sampai Minho melihatmu menangis.", perintah Jonghyun sambil membalik tubuh Taemin. Taemin mengangguk mengerti. " Hati-hati di jalan.", seru Jonghyun khawatir. Melihat punggung rapuh Taemin menjauh.

.

Minho sudah melangkah maju dengan cepat menghampiri mereka diiringi Onew dan Key. Kaki Taemin berjalan semakin cepat menjauh. Diikuti Jonghyun agak jauh dari belakang─ sengaja. Tak lama bayangan Taemin menghilang ketika melewati tikungan ujung jalan trotoar.

.

Jonghyun mendesah lega. Setidaknya Taemin takkan merasa bersalah bila melihat perkelahian yang mungkin terjadi sebentar lagi. Jonghyun mengeleng cepat. Tidak. Kalau bisa dia tak ingin berkelahi. Terutama dengan Minho. Bukan karena dia takut. Hanya saja─ mereka telah bersahabat sejak kecil. Jonghyun menganggap Minho seperti saudaranya sendiri. Sebaiknya ambil langkah seribu─ tapi mungkin itu hanya niat Jonghyun.

.

Minho berhasil mencengkram kasar jaket Jonghyun bagian belakang. Tangan kanannya mengacungkan jari tengah tepat di depan mata Jonghyun. Emosi Jonghyun langsung naik. Merasa tak dihargai. Hey- sadar! Jonghyun lebih tua beberapa tahun dari Minho. Jonghyun balas dengan mendorong keras bahu Minho. Tercipta sedikit jarak diantara mereka. Tubuh tinggi dan tegap mereka saling berhadapan. Kedua mata saling beradu dengan pandangan membunuh. Terpancar jelas hasrat kemarahan yang meletup-letup.

" Bastrad! Sahabat macam apa yang merebut pacar orang─ HAH?", sembur Minho galak. Kecemburuan menguasainya.

" Kau yang brengsek─ Dasar Berandalan!", balas Jonghyun sengit seraya mendelik.

Sementara Onew dan Key terpana. Setahu mereka, Jonghyun dan Minho tak pernah bertengkar. Mereka sahabat baik sejak kecil. Jonghyun yang lebih tua memilih mengalah dengan Minho yang kekanak-kanakan. Memaklumi setiap tingkah laku Minho. Jonghyun tahu semua sikap itu bertujuan mencari perhatian yang tidak Minho dapatkan dari keluarganya.

Benar, Minho tinggal sendiri di apartement. Anak tunggal. Kedua orang tuanya berada diluar negeri mengurus bisnis. Dalam setahun, mungkin dua atau tiga kali mereka mengunjungi Minho yang berada di Korea.

" Apa yang kau lakukan? Kenapa Kau dan Taemin bisa berdua? Darimana saja kalian? Kalian sedang tak pergi kencan bukan?"

Nada suara Minho melengking naik beberapa oktaf. Berusaha mengitimidasi lawan bicaranya. Tangannya bergerak menarik kerah jaket Jonghyun. Tentu Jonghyun tidak diam saja. Dia menepis tangan Minho cepat.

" Apa hak mu marah-marah? Dia kencan denganku─ itu bukan urusan mu?", balas Jonghyun tak kalah keras. Minho mendesis marah. Orang-orang yang berlalu lalang mulai memperhatikan mereka.

" Hey─ Guys, calm down please!", pisah Onew berada di antara Jonghyun dan Minho. Memandang keduanya galak yang hanya dianggap angin lalu. Key mencekal lengan Minho supaya jauh dari Jonghyun. Tapi Minho berontak. Mukanya sudah memerah sampai telinga karena amarah.

" Siapa bilang tak ada urusannya dengan ku? Taemin itu pacarku.", jerit Minho lantang membuat urat-urat sekitar lehernya nampak.

" Oh ya? Pacar mu? Kapan? Kalian sudah putus !"

.

BUAAKK! Onew terdiam─ mematung. Mulut Key terbuka lebar.

.

Tangan Minho menghantam Jonghyun telak di muka hingga jatuh tersungkur. Minho menarik kerah jaket Jonghyun kasar dan memukul Jonghyun lagi. Tidak terima. Jonghyun menendang perut Minho. Minho terhuyung kebelakang. Tak melewatkan kesempatan, Jonghyun menerjang Minho sambil melayangkan tinju beberapa kali.

.

Sadar situasi Onew langsung menarik Jonghyun menjauh dari atas tubuh Minho. Key juga tak tinggal diam. Melihat Minho bangkit dan hendak membalas Jonghyun. Tangan Key merengkuh tubuh Minho dan menarik mundur kebelakang.

" YA─ Lepas Key! Biar kuhajar dia!"

Minho bergerak-gerak memberontak. Key menggeleng cepat, sekuat tenaga menahan Minho yang notabene lebih tinggi darinya. " STOP─ Minho!", bentak Key mulai kualahan.

" CUKUP MINHO─ Keep your head down!", suara Onew memperingatkan. Dibelakangnya, Jonghyun tersenyum sinis seraya mengusap darah di sudut bibirnya.

.

Jarak Jonghyun dan Minho sekarang ada sekitar tiga meter. Masing-masing ada Key dan Onew didekat mereka. Suasana yang tadinya tegang─ panas, mulai agak terkontrol. Dirasa Minho cukup tenang, Key melepas cekalannya. Tapi tetap menghalangi Minho bergerak lebih dekat dengan Jonghyun dan Onew.

.

" Bisakah kalian bicara baik-baik? Tak ribut seperti tadi.", ucap Onew memandang Minho dan Jonghyun bergantian. Minho membuang muka, sedangkan Jonghyun mengedikkan bahu.

" Ada hubungan apa kau dengan Taemin? Aku tahu kalian berteman ta─"

" Kami berpacaran.", potong Jonghyun cepat dan keras.

" MWOO?", pekik Minho naik pitam. Key jatuh terduduk karena Minho mendorongnya saat merengsek maju. Onew langsung antisipasi menghalangi Minho.

" YA─ Minho, tenang!" Tangan Onew memegang bahu Minho.

" Jangan asal bicara kau atau─"

" Atau apa? Memukul ku lagi? Cih─ kekanakan", sela Jonghyun sarkartis. Kedua tangan dimasukan saku celana. Jonghyun memandang angkuh.

" MWO?" Tangan Minho sudah bergerak memukul, tapi Onew menghalanginya.

" Tenanglah─ Jangan terbawa amarah!"

" Stop memancing Minho, Jonghyun!", peringat Key galak. Jonghyun hanya tertawa garing─ meremehkan.

" Apa aku salah bicara? Aku hanya mengatakan kebenaran. Aku─ Kim Jonghyun berpacaran dengan Lee Taemin. Dan mungkin kami akan segera bertunangan.", jelas Jonghyun lancar tanpa beban. Onew dan Key terbelalak tak percaya.

" Omong kosong! Mana buktinya?", bantah Minho keras. Jonghyun menyeringai.

" Cincin.", jawab Jonghyun singkat. Matanya berkilat. Minho tersikap mendengarnya. Sementara Onew dan Key saling melempar pandangan mengernyit binggung.

" Taemin membuang cincin pemberianmu saat mengatakan cinta padaku. Dia menegaskan hubungan kalian berakhir. Kau sudah tak berarti lagi baginya, Minho-ah.", jelas Jonghyun. Sepintas nada suaranya terdengar menyesal. Minho menggeleng cepat.

" BOHONG! Taemin tak mungkin berkata begitu. Dia mencintaiku. Kau─ apa yang kau lakukan sebenarnya HAH?", teriak Minho kalap.

.

Sakit. Hati Minho nyeri hebat. Cekalan kuat Onew dan Key pada tubuhnya membuat dia tak bisa bergerak bebas melampiaskan emosi. Frustasi. Ingin rasanya Minho mencekik Jonghyun.

.

Deru nafas Minho memburu. Detak jantungnya meningkat. Wajahnya merah padam. Jonghyun memandang remeh. Tak ada rasa takut. Minho terus memberontak kuat. Onew dan Key mulai kualahan menghadapi tenaga Minho yang besar.

.

Akhirnya Jonghyun melangkah mendekati Minho. Onew dan Key melotot ke arahnya protes. Tapi Jonghyun malah acuh dan melepaskan Minho. Tanpa babibu Minho langsung menghantam Jonghyun berulangkali, sampai tubuh Jonghyun meringkuk di atas tanah.

Jonghyun tak membalas. Pasrah. Sudut bibirnya robek. Pelipisnya berdarah. Muka tampannya penuh lebam-lebam.

.

Tiba-tiba dari jauh, seorang pemuda bertubuh munggil berlari menghampiri.

.

" YA─ Berhenti kau Cho Minho!", bentak pemuda munggil galak, seraya menendang Minho keras terlempar jatuh dari atas tubuh Jonghyun. Onew dan Key yang memang dari tadi kesusahan menghentikan aksi Minho agak lega melihat pemuda kecil tersebut. " Kau mau membunuh Hyung-ku HAH?", teriak pemuda kecil tadi tak terima.

Minho mencibir menghiraukan. Pemuda kecil itu bermaksud memaki Minho tapi terhenti karena diinterupsi suara hyungnya.

" Jino─ Kau be-risik!", celetuk Jonghyun yang sekarang terduduk lemah. Dia mengusap darah di sudut bibir dan membuang ludah yang bercampur darah ke tanah. Sebuah senyuman tercipta diantara wajah lebamnya untuk pemuda munggil tadi yang diketahui bernama Jino. Ya- adik sepupunya yang cerewet dan jago berkelahi.

" YA─ Babo Hyung! Kenapa kau diam saja dipukul?", tanya Jino tak mengerti. Alisnya terangkat keatas melihat Jonghyun malah menyamankan posisi duduknya bersandarkan kedua tangan di tanah.

" Hyung?"

" Menyadarkan pemuda babo di depanmu itu."

Dagu Jonghyun menunjuk Minho. Minho melengos. Onew dan Key setia waspada berdiri disamping kanan kirinya. Jino hanya diam. Masih belum paham situasinya.

" Aku harap kau puas memukulku dengan sepenuh hati tadi Minho. Mengingat dan merasakan sendiri bahwa luka-luka ini nyata.", tutur Jonghyun melihat luka tubuhnya.

" Apa maksudmu Hyung?", tanya Jino lagi. Banyak pertanyaan memenuhi pikirannya. Jonghyun tak mengubris. Matanya tertuju pada tiga sahabat didepannya.

" Sekali lagi aku katakan, aku memang berpacaran dengan Taemin. Aku harap kau mengerti. Berhenti menyangkal dan terima kenyataan. Apa luka ini belum cukup menjadi bukti bahwa aku, kau, dan semua dalam keadaan sadar? Taemin memutuskan mu. Akui kekalahanmu, Minho." Jelas Jonghyun panjang lebar.

" Tidak", Bantah Minho. Walau begitu raut mukanya mulai berubah gelisah dan terluka. Rasa takut yang terus disangkal mulai memenuhi hatinya. Panik. Otaknya memerintah untuk mengulang kata berlawanan.

" Berhenti mendekati Taemin karena dia milikku sekarang.", tegas Jonghyun lagi memandang galak. Minho menghiraukan. Kedua matanya terpejam, berusaha fokus mengulang kata tidak dalam benaknya. Jonghyun memincingkan mata. " Dan Minho─ aku takan segan untuk menghajarmu, bila kau menyentuh atau berada dalam jarak pandangan Taemin. Camkan itu!", ancam Jonghyun dingin. Tak peduli Minho mendengar atau tidak. Dia sudah berdiri tegak dan berbalik pergi. " Jino- Ayo pergi!", ajaknya.

" N-ne..", balas Jino tergagap. Sekilas Jino memandang Minho kasihan. Membungkuk cepat pada Key dan Onew lalu mengekor hyungnya pergi.

.

TBC

.

Maaf, yang uda baca Chap ini dan sebelum nya,
atau malah belum baca sama sakali,
Berkenan meninggalkan jejak lagi?

~MermutCS~