Tittle : Neverland

Part : 2 The Appear

Author : Dika Cukyo

Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Friendship, and Action.

Cast :

Park Young Ah (oc)

Lee Donghae

Yoon Yeon Hyo (oc)

Cho Kyuhyun

Lee Via (oc)

Disclaimer : Chara-chara itu bukan milik author, author hanya punya ceritanya :(

Author's Note : Semoga chingudeul terhibur membaca ff aneh ini :(


Let's go to the story!


"Kalian tahu kan apa yang harus kalian lakukan?" Tanyaku pada kedua orang di depanku.

"Iya tuan" Jawab mereka kompak.

"Kalau begitu cepat laksanakan, dan jangan sampai gagal" Perintahku pada mereka.

Aku menghembuskan nafas lega melihat mereka pergi. Semoga semuanya baik-baik saja.

Aku berjalan menuju tempat duduk yang ada di taman yang dari tadi aku kunjungi ini. Taman ini berada di bagian barat istana, taman yang indah, penuh bunga mawar warna-warni, di tambah kupu-kupu yang berterbangan membuat tempat ini semakin mempesona.

Aku hanya duduk diam, berusaha meresapi keadaan yang nyaman ini. Pikiranku kembali mengingat kejadian dua hari yang lalu, kejadian yang benar-benar di luar kendaliku, saat kakakku datang dan memberitahukan semua yang terjadi.

"Di sini kau rupanya" Sebuah suara berhasil mengagetkanku.

"Noona, tidak bisakah datang dengan tenang? Membuat orang kaget saja!" Bentakku saat mengetahui kalau yang datang itu noonaku.

"Kau yang terus melamun sampai tidak sadar kalau noona datang" Noonaku membela diri, tidak mau di salahkan.

"Ada apa mencariku?" Tanyaku pada dia, dia datang mencariku pasti ada masalah.

"Apa tidak buru-buru membawa gadis itu kesini?" Tanya noonaku, ah! Aku tahu apa masalahnya!
"Mungkin, tapi itu satu-satunya cara" Jawabku.

"Gadis itu pasti akan terkejut, dan di sini terlalu berbahaya untuk dia" Katanya.

"Tapi di sana juga berbahaya, kemarin bahkan sampai terluka!" Aku membantah perkataannya.

" Tapi membawa gadis itu kesini bukan pilihan terbaik" Noona tetap tidak mau mengalah.

"Jadi aku harus membiarkan dia tetap disana dan menderita?" Kataku.

"Kita masih bisa menjaganya dari sini kan, membawa gadis itu kesini terlalu beresiko" kata noona.

"Dari dulu kita menjaganya dari sini, tapi dia tetap terluka, ini yang terbaik, aku yakin itu" Kataku.

"Ya Sudahlah, kalau menurutmu itu yang terbaik, kau juga tidak akan berubah pikiran, percuma noona membujuk kamu" Akhirnya noona menyerah.

"Hehehe" Aku hanya tertawa.

"Kalau begitu noona pergi dulu, ada urusan" Kata dia lalu segera pergi meninggalkanku sendirian.

Aku menatap tubuhnya yang berjalan menjauh sampai akhirnya menghilang.

Semoga semuanya akan baik-baik saja pikirku sebelum berjalan masuk ke istana.


Neverland

Part 2 : The Appear


Young Ah POV

"Ahhh!" Dengan lesu kududukan tubuhku di atas kursi, Yoon Yeon Hyo, temanku, sedikit heran melihat tingkahku.

"Kau kenapa?" Tanyanya melihat aku yang sedang bad mood.

"Ini!" Kataku sambil mengulurkan tanganku yang di perban.

"OMMO! Apa ini? Kau terluka?" Dia kelihatan kaget melihat tanganku yang di perban. Aku hanya mengangguk.

"Kenapa bisa sampai terluka? Parahkah?" Tanya dia lagi.

"Aku juga tidak tahu, aku sedang tidur, lalu aku mimpi tentang Neverland itu, terus aku di sana terluka di tangan, dan saat aku terbangun, tanganku sudah penuh darah!" Jelasku pada Yeon Hyo yang hanya bisa terdiam kaget.

"Bagaimana bisa?" Tanya dia tidak percaya, aku hanya menggeleng.

"Mungkin Neverland nyata!" Tebak Yeon Hyo membuat aku sedikit tersenyum.

"Jangan sembarangan!" Kataku seraya memukul kepalanya dengan buku.

"Tapi siapa tahu aja memang ada!" Dia tetap bersikeras.

"Kalau ada berarti selama ini aku ke sana? Lalu bagaimana aku bisa ke sana? Aku tidur ingat!" Jelasku.

"Iya juga sih, tapi bagaimana bisa kau sampai terluka gara-gara mimpi?" Yeon Hyo bertanya lebih pada dirinya sendiri, lalu dia terlihat sedang berpikir keras, sepertinya dia sedang berusaha mencari penjelasan yang paling masuk akal dengan kejadian ini, sedangkan aku hanya diam memperhatikan dia.

"Aku takut" Kataku tiba-tiba, Yeon Hyo langsung menatapku dengan pandangan tanya.

"Aku takut mengalami kejadian itu lagi, aku tidak berani tidur" Kataku lagi.

"Jadi apa yang akan kau lakukan? Begadang?" Tanya Yeon Hyo, aku hanya mengangguk.

"Ayolah Young Ah, kau tidak mungkin bisa bertahan tanpa tidur, jangan menyakiti dirimu sendiri!" Kata Yeon Hyo.

"Tapi itu satu-satunya cara, kalau aku tidak tidur, berarti aku tidak akan bermimpi tentang Neverland dan mengalami hal-hal mengerikan lagi" Kataku.

"Tapi bagaimana kau bisa bertahan semalaman tanpa tidur?" Tanya Yeon Hyo.

"Nanti sore aku mau ke mini market membeli kopi instant supaya bisa bertahan semalam tanpa tidur!" Jawabku.

"Hmmm, aku ada ide lebih baik!" Kata Yeon Hyo.

"Apa?" Tanyaku penasaran.

"Bagaimana kalau nanti malam aku menginap di tempatmu, aku temani begadang, besok libur kan, jadi tidak masalah, bagaimana?" Kata Yeon Hyo.

"OK!" Kataku semangat, sepertinya malam ini aku akan selamat!


"Bagaimana?" Tanyaku pada Yeon Hyo saat aku melihat dia menutup ponselnya.

"Boleh!" Dia berteriak keras, aku juga ikut berteriak dan lompat-lompat senang membuat semua teman sekelas kami memandang kami aneh.

"Syukurlah, pasti nanti menyenangkan!" Kataku saat kami sudah duduk lagi.

"Ummaku kan baik, sudah pasti dia mengijinkan aku menginap!" Kata Yeon Hyo bangga.

"Iya iya!" Kataku meng-iyakan.

"Kau percaya?" Tanya Yeon Hyo.

"Tentu saja, ini buktinya, kau di ijinkan menginap di rumahku" Jawabku.

"Kau tidak tahu kan apa yang aku katakan pada ummaku?" Tanya Yeon Hyo lagi, aku hanya menggeleng.

"Tidak mudah membujuk umma, tadi aku sampai menawarkan tidak diberi uang saku sebulan supaya di ijinkan menginap dirumah kamu" Kata Yeon Hyo sedih.

"JINJJA?" Tanyaku kaget, Yeon Hyo hanya mengangguk sedih.

"Bagaimana kalau itu terjadi?" Tanyaku takut.

"Tenang saja, umma tidak akan tega" Jawab Yeon Hyo.

"Kalau dia tega?" Tanyaku lagi.

"Kau yang harus memberi aku uang saku selama sebulan!" Jawab Yeon Hyo bercanda, lalu kami berdua tertawa.


"Ahhh, aku bingung yang ini, kau bisa tidak Young Ah?" Kata Yeon Hyo sambil menunjuk sebuah soal matematika di buku, sekarang kami sedang belajar.

"Aku juga tidak tahu yang itu, itu sulitnya minta ampun!" Jawabku.

"Kalau begitu jangan dikasih ampun" Kata Yeon Hyo membuat aku bingung.

"Maksudnya?" Tanyaku.

"Katamu sulit minta ampun, ya udah ga usah dikasih" Jawab Yeon Hyo, aku hanya bisa tertawa.

"Aku haus nih" Kata Yeon Hyo.

"Bentar, aku ambil dulu" Kataku bersiap berdiri.

"Aku ambil sendiri saja, di dapur kan?" Tanya Yeon Hyo, aku hanya mengangguk dan kembali duduk, sedangkan Yeon Hyo berjalan keluar kamar menuju dapur.


Yeon Hyo POV

Aku berjalan keluar kamar dan turun kelantai satu, dapur berada di bagian belakang rumah. Setelah sampai di dapur aku langsung menuju lemari es dan mengambil air dingin.

"Ahhh leganya!"

Setelah selesai menghilangkan dahaga aku segera menuju kamar. Aku berjalan memasuki kamar dan melihat Young Ah sedang duduk dilantai seperti tadi, sedang mengerjakan soal matematika.

"Young Ah, terima kasih" Kataku seraya duduk di depan dia, tapi aku langsung membeku, tubuhku bergetar ketakutan.

'A... Apa ini? Apa yang terjadi?' Pikirku takut saat melihat keadaan Young Ah yang sedikit mengerikan, dia sedang duduk biasa, tapi matanya terbuka lebar dan berwarna putih, tidak ada pupil di sana, tidak ada tanda-tanda yang menunjukan kalau mata itu bisa melihat.

"Young Ah, Young Ah!" Kataku panik seraya mencoba membangunkan dia, tapi dia tidak bergerak sama sekali, dan aku terpekik keras saat menyadari kalau Young Ah TIDAK bernafas!


Young Ah POV

Aku berdiri di sebuah taman yang sangat indah, bunga mawar warna-warni memenuhi taman yang indah ini, sedangkan kupu-kupu berterbangan di seluruh penjuru taman.

"Kau sudah sampai?" Tanya seseorang dibelakangku, aku segera membalik badanku dan melihat seorang pemuda yang sangat tampan sedang berdiri dua meter di depanku.

"Siapa kau?" Tanyaku bingung.

"Aku raja di sini" Jawab pemuda itu.

"Dimana ini?" Tanyaku.

"Tentu saja kau sedang berada di Neverland" Jawab pemuda itu membuat aku kaget.

"Neverland?" Tanyaku meyakinkan, pemuda itu hanya mengangguk.

"Oh tidak! Jangan lagi!" Kataku lemas.

"Kau kenapa?" Tanya pemuda itu, aku hanya menggeleng lemah.

"Sebaiknya kita masuk ke istana, ayo!" Ajak pemuda itu lalu dia berjalan menuju sebuah bangunan yang sangat mewah, aku ikut berjalan di belakang dia.

"Ughh!" Lenguhku saat tubuhku tiba-tiba bergetar, badanku terlempar kedepan dan belakang, lalu jatuh ke atas tanah.

"Kau baik-baik saja?" Tanya pemuda itu khawatir seraya berlari ke arahku.

Aku tidak bisa bergerak, tubuhku kaku dan tiba-tiba aku seperti berada di sebuah pusaran yang bergerak sangat cepat.

"ARGH!" Teriakku kaget. Aku terduduk di kamarku dengan Yeon Hyo yang sedang memelukku sambil menangis.

"Syukurlah, syukurlah kau kembali Young Ah" Kata Yeon Hyo.

"Apa yang terjadi?" Tanyaku bingung.

"Aku takut, aku takut kau tidak kembali" Kata Yeon Hyo.

"Aku tadi bermimpi tentang Neverland, kau tidak perlu terlalu khawatir Yeon Hyo, aku hanya tertidur" Aku berusaha menenangkan Yeon Hyo.

"Hanya tertidur? Hanya tertidur kau bilang? Kau tidak bernafas! Bagaimana bisa aku tidak khawatir!" Teriak Yeon Hyo membuat aku kaget.

"Aku tidak bernafas?" Tanyaku memastikan, Yeon Hyo mengangguk.

"Apa yang terjadi?" Tanyaku bingung pada diriku sendiri.


"Young Ah, cepat, kita pulang" Yeon Hyo tidak berhenti merengek dari tadi.

"Sebentar lagi, aku belum selesai" Kataku.

"Tapi ini sudah jam 7 malam, kau bisa menyelesaikan itu besok, kau tidak bermaksud bermalam di sekolahan kan?" Kata Yeon Hyo.

"Tentu saja tidak!" Jawabku.

"Kalau begitu ayo kita pulang!" Ajak Yeon Hyo lagi.

"Aku ingin menyelesaikan ini dulu, kalau kau mau pulang duluan tidak apa-apa" Kataku pada Yeon Hyo.

"Benar?" Dia berusaha memastikan, aku hanya mengangguk.

"Kalau begitu aku pulang dulu, sampai ketemu besok!" Kata Yeon Hyo, lalu dia berjalan keluar kelas.


Author POV

Yeon Hyo berjalan keluar gedung sekolahanya, berjalan menyusuri jalan setapak menuju gerbang sekolah dengan tenang. Dia tidak menyadari kalau dua pasang mata sedang memperhatikan dia.

"Ada yang keluar!"
"Iya, dan itu perempuan"

"Pasti itu orangnya"

"Bagaimana kalau bukan orangnya?"

"Tidak mungkin, sekarang sudah malam, tidak mungkin ada yang masih di dalam"

"Iya juga, ya sudah sebaiknya kita bawa dia"

"Iya, ayo cepat!"


Yeon Hyo POV

Aku berjalan dengan santai keluar gedung sekolah. Aku tidak sengaja melihat dua ekor burung terbang ke arahku, lalu mereka hinggap di pundakku dan tiba-tiba membawa aku terbang. APA? TERBANG!

"AAAAAAAA!" Teriakku keras saat tubuhku terus melayang ke udara, bergerak semakin tinggi menuju angkasa.

"Dimana ini?" Tanyaku pada diri sendiri saat kedua burung itu berhenti terbang, sekarang aku sedang berada di sebuah ruangan yang sangat luas dan mewah.

"Kau sudah sampai?" Tanya seseorang dari belakangku, aku segera membalik badanku dan melihat seorang pemuda sedang duduk di sebuah kursi yang sangat mewah.

"Siapa kau?" Tanyaku pada orang itu.

"Namaku Lee Donghae, kau bisa memanggilku Donghae, aku raja di sini" Kata pemuda itu.

"Dimana ini?" Tanyaku lagi.

"Kau sedang berada di Neverland" Jawab seorang dari belakangku, saat aku membalik badanku aku melihat seorang gadis yang sedang melayang, tubuhnya berukuran kecil, dan memiliki sayap.

"Siapa kau?" Tanyaku pada gadis itu.

"Dia kakakku, Lee Via" Kata pemuda bernama Donghae itu saat gadis yang aku tanyai terbang ke arah dia.

"Kau bilang tadi aku berada di Neverland?" Tanyaku tidak yakin. Lee Donghae dan Lee Via hanya mengangguk.

"Tapi bagaimana bisa?" Tanyaku bingung.

"Tentu saja bisa, kau sudah sering kemari kan?" Kata pemuda itu membuat aku sadar sesuatu.

"Kalian salah membawa orang" Kataku membuat mereka kaget.

"Apa maksudmu? Kau Park Young Ah kan?" Tanya Donghae.

"Bukan, aku Yoon Yeon Hyo, orang yang kau cari itu temanku" Kataku membuat mereka semakin kaget.

"Apa yang sudah aku lakukan? Kenapa bisa sampai salah!" Kata Donghae.

"Kita harus segera membawa Young Ah!" Kata Lee Via panik.

"Ada apa? Kenapa kalian ketakutan seperti itu? Apa yang terjadi?" Tanyaku takut.

"Teman kamu, Young Ah, dia sedang dalam bahaya!" Kata Donghae membuat aku membeku.


Young Ah POV

Aku mengemasi semua bukuku dan berjalan keluar kelas.

"Ahh, capai juga mengerjakan soal itu, dan sudah malam, sebaiknya aku pulang" Kataku pada diri sendiri dan segera berjalan dengan cepat.

Aku segera membelok turun tangga, dan saat aku sampai di bawah tangga, aku membeku, tubuhku kaku dan aku hampir berteriak ketakutan.

Enam ekor harimau sedang menghadangku disana!


Yeon Hyo POV

Aku berlari kencang menuju gedung sekolahku, saat tadi orang bernama Donghae itu bilang kalau Young Ah dalam bahaya aku langsung meminta mereka mengembalikan aku ke bumi.

Aku segera berputar ke kanan dan langsung terhenti, secara spontan aku melompat ke belakang tembok dan bersembunyi di sana saat aku melihat kalau Young Ah sedang dikelilingi harimau.

'Apa yang harus aku lakukan?' Pikirku dalam hati.

Aku terus berpikir bagaimana cara menyelamatkan Young Ah, tapi sebuah tepukan dibahuku berhasil membuat aku membeku.

"AAA!" Teriakku dan langsung membalikan badan.

"Ahh, ternyata kau Kyu, aku kira siapa" Kataku saat menyadari kalau yang tadi menepuk bahuku adalah Kyuhyun.

"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Kyuhyun padaku.

"Kau sendiri, apa yang sedang kau lakukan?" Tanyaku balik.

"Aku sedang mengerjakan tugas osis, lalu tadi tidak sengaja melihat kau belari kesini, jadi aku kesini untuk mengecek" Jawab Kyuhyun.

"Kalo aku.. aku" Aku bingung bagaimana menjelaskan keadaan ini pada Kyuhyun.

"Ada apa?" Tanya Kyuhyun penasaran.

"Hmmm, lihat itu" Kataku seraya menunjuk tempat Young Ah.

"APA ITU? APA YANG TERJADI?" Teriak Kyuhyun kaget dan juga takut.

"Jangan keras-keras, nanti mereka dengar!" Aku berusaha memperingatkan Kyuhyun, tapi percuma, harimau-harimau itu mendengarnya, dan sekarang dua harimau sedang menuju arah kami.

"Apa yang harus kita lakukan?" Tanyaku takut, Kyuhyun juga sepertinya sangat ketakutan.

"Dimana Young Ah?" Tanya seseorang dari belakangku yang ternyata adalah Lee Donghae.

"Disana!" Kataku seraya menunjuk tempat Young Ah berada.

"Gomawo!" Kata Donghae, lalu dia segera pergi menuju Young Ah.

"Hei! Bantu kami, kau mau membiarkan hewan ini memakan kami!" Teriakku pada Donghae, kulihat dia berhenti sebentar dan menengok ke arah kami.

"Ini!" Teriaknya sambil melempar sebuah pedang yang ditangkap Kyuhyun. Lalu dia segera pergi menuju Young Ah.

"Kau bisa memakai pedang?" Tanyaku pada Kyuhyun.

"Aku tidak bisa, aku tidak pernah memakai pedang" Jawab Kyuhyun membuat aku takut.

"Cobalah, siapa tahu kau bisa!" Kataku pada Kyuhyun, lalu dia segera memegang pedang itu seperti layaknya seorang pendekar pedang sejati.

Seekor harimau mendekati kami, lalu dia melompat menerjang kami tapi secara reflek Kyuhyun mengayunkan pedang yang dia pegang dan berhasil membunuh harimau itu, aku benar-benar terkejut!

"KAU BISA KYU!" Teriakku senang, "Sekarang bunuh juga harimau yang itu!" Perintahku seraya menunjuk harimau yang satu lagi.

"Tidak bisa Hyo, tadi itu reflek!" Kata Kyuhyun.

"Kalau begitu ulangi refleknya!" Kataku lagi.

"Bodoh! Mana bisa reflek diulang!" Kata Kyuhyun keras.

"Bisa aja, ayo cepat sebelum hewan itu menyerang kita lagi!" Kataku.

"Aku takut!" Kata Kyuhyun.

PRANK! Aku dan Kyuhyun hanya berpandangan takut, sedangkan harimau itu menyeringai senang. Kyuhyun terlalu takut, tangannya gemetar memegang pedang itu dan menjatuhkannya.

"Apa yang kau lakukan?" Kataku ketakutan seraya mundur perlahan saat harimau itu mulai mendekati kami.

"Aku takut Hyo!" Jawab Kyuhyun. Harimau itu semakin mendekat dan bersiap untuk menerjang!

"LARI!" Teriakku dan Kyuhyun bersamaan, lalu kami berdua segera berlari, sementara harimau itu terus mengikuti kami!
"TOLONG KAMI!" Teriak Kyuhyun!
"SIAPAPUN TOLONG KAMI!" Teriakku.

Kami terus beralari menghindari harimau itu, kami tidak bisa berpikir bagaimana cara mengalahkan harimau itu, jadi kami hanya berlari, menunggu seseorang menyelamatkan kami!


Young Ah POV

Apa yang terjadi? Kenapa hewan-hewan ini ada disini! Aku bergerak mundur perlahan saat ke enam harimau itu bergerak ke arahku. Apa yang harus aku lakukan? Pikirku bingung.

"APA ITU? APA YANG TERJADI?" Teriak seseorang dari jauh yang ternyata Kyuhyun, aku juga melihat ada Yeon Hyo di sana.

Harimau-harimau itu juga mendengar teriakkan Kyuhyun dan dua harimau bergerak ke sana, menuju Yeon Hyo dan Kyuhyun!

"Ahh, apa lagi sekarang, bahkan sekarang aku membahayakan temanku!" Kataku frustasi.

Aku terduduk karena takut dan sedih, aku sudah tidak bisa bergerak! Harimau-harimau itu menyeringai senang dan bersiap menerkamku, tapi seorang pemuda berhasil membunuh mereka berempat menggunakan pedangnya dengan mudah!
"Kau tidak apa-apa?" Tanya pemuda itu.

"Aku baik-baik saja" Jawabku, lalu aku teringat Yeon Hyo dan Kyuhyun. Aku langsung berlari ke arah dimana tadi mereka berdua berada dan melihat kalau mereka sedang berlari di kejar seekor harimau!
"Tolong, selamatkan temanku" Pintaku pada pemuda yang tadi menolongku, pemuda itu langsung berlari menuju harimau itu dan berhasil membunuhnya dengan satu ayunan pedang!

Aku terduduk, syukurlah kami selamat!

"Young Ah!" Teriak Yeon Hyo, dia sedang berlari ke arahku, lalu dia memelukku.

"Kau baik-baik saja?" Tanyaku pada dia yang hanya mengangguk.

"Kau sendiri, apa kau baik-baik saja?" Tanya Yeon Hyo balik, aku juga menjawab dengan anggukan kepala.

"Siapa kau?" Tanyaku pada pemuda yang tadi menolongku.

"Namaku Lee Donghae" Kata pemuda itu.

"Terima kasih sudah menolong kami, sebaiknya sekarang kau pulang, kami juga akan pulang" Kataku pada pemuda bernama Lee Donghae itu.

"Tunggu, aku datang kesini untuk membawamu ke Neverland!" Kata Donghae membuat aku membeku.

"Ne... Ne... Neverland?" Tanyaku terbata-bata. Kulihat Donghae mengangguk.

"Jangan bercanda! Neverland hanya ada di mimpiku, itu tidak nyata!" Bentakku pada pemuda itu.

"Young Ah, Neverland itu nyata" Kata Yeon Hyo dari sampingku.

"Apa maksudmu!" Bentakku kaget.

"Neverland itu nyata Young Ah, tadi mereka salah membawaku ke sana" Kata Yeon Hyo membuatku kaget.

"Benar kata gadis itu, Neverland itu nyata, dan untuk melindungimu kami ingin membawamu kesana" Kata Donghae.

"Aku tidak mau!" Kataku membuat Donghae terkejut.

"Tapi itu untuk kebaikanmu, kami akan melindungimu!" Kata Donghae lagi.

"Aku bilang aku tidak mau! Aku mau tetap disini!" Aku tetap bersikeras.

"Kau akan terluka jika tetap ada disini, monster-monster yang menyerangmu itu sangat berbahaya!" Teriak Donghae.

"Aku tidak peduli, aku tidak mau pergi kesana!" Balasku tidak kalah keras.

"Kau bodoh, kami mau melindungimu tapi kau seperti ini!" Donghae kelihatan sangat marah.

"Aku tidak peduli, aku sudah tidak peduli dengan semua hal itu! Dan apa pedulimu? Kenapa kau begitu memaksa?" Teriakku keras membuat Donghae terdiam.

"A.. ak... aku..." Donghae terbata-bata, sepertinya dia tidak tahu harus bilang apa.

"Sebaiknya aku pergi!" Kata Donghae setelah beberapa saat lalu segera berjalan menjauh.

"Young Ah, gwenchana?" Tanya Yeon Hyo setelah Donghae pergi, aku hanya mengangguk.

"Sebenarnya apa yang kalian bicarakan?" Tanya Kyuhyun padaku, dari tadi dia hanya terdiam karena tidak tahu apa-apa.

"Sudahlah, tidak perlu dibahas, sebaiknya kita pulang" Kataku singkat dan berdiri, lalu aku mulai berjalan pergi.

"AAAAAA!" Sebuah teriakan yang aku tahu adalah suara Donghae menghentikanku. Aku, Yeon Hyo dan Kyuhyun berpandangan sesaat sebelum lari ke arah dimana tadi Donghae pergi.

"Ada apa?" Tanya Kyuhyun saat kami sampai di tempat Donghae berada.

"Orang itu dari tadi mendengarkan percakapan kita!" Kata Donghae seraya menunjuk seseorang, mungkin karena aku tidak melihat siapa-siapa di tempat yang di tunjuk Donghae. Dari raut muka Yeon Hyo dan Kyuhyun yang bingung sepertinya dia juga tidak melihat siapa-siapa.

"Siapa kau?" Tanya Donghae entah pada siapa.

"Aku Lee Donghae!" Kata sebuah suara, membuat kami (aku, Yeon Hyo dan Kyuhyun) kaget.

"Tapi aku Lee Donghae, siapa kau sebenarnya?" Tanya Donghae lagi.

"Aku Lee Donghae, anak pemilik sekolahan ini!" Kata suara itu lagi, membuat kami membeku.

"SETAAAANNNNN!" Teriak aku, Yeon Hyo dan Kyuhyun bersamaan!

To Be Continued.


Sebenarnya apa yang terjadi, siapa sebenarnya orang yang berbicara dengan Donghae?

Chapter 2 update, moga banyak yang suka, jangan lupa RnR Please :)