Tittle : Neverland
Part : 3 : The Secret!
Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Friendship, and Action.
Cast :
Park Young Ah (Oc)
Lee Donghae
Yoon Yeon Hyo & Yeon The Knight (oc)
Cho Kyuhyun & Cho The Swordsman
Lee Via & Livia (Oc)
Park Young Jin / Park The Light
Disclaimer : Chara-chara itu bukan milik author, author hanya punya ceritanya :(
Author's Note : Semoga chingudeul terhibur membaca ff aneh ini :(
Let's go to the story!
"Siapa kau?" Tanya Donghae entah pada siapa.
"Aku Lee Donghae!" Kata sebuah suara, membuat Young Ah, Yeon Hyo dan Kyuhyun kaget.
"Tapi aku Lee Donghae, siapa kau sebenarnya?" Tanya Donghae lagi.
"Aku Lee Donghae, anak pemilik sekolahan ini!" Kata suara itu lagi, membuat mereka membeku.
"SETAAAANNNNN!" Teriak Young Ah, Yeon Hyo dan Kyuhyun bersamaan!
Neverland!
Part 3 : The Reality Between Two World!
Park Young Ah POV
"SETAANNN!" Teriakku, Yeon Hyo dan Kyuhyun bersamaan, kami juga langsung berlari pergi dari tempat itu.
"Hah hah hah! Sepertinya sudah jauh!" Kata Yeon Hyo saat kami berhenti didepan gedung sekolah.
"Kau dengar suara tadi? Dari mana datangnya?" Tanya Kyuhyun ketakutan.
"Kenapa kalian lari? Kasian orang tadi ditinggal!" Kata Donghae membuat kami tersadar kalau tadi dia ikut berlari bersama kami bertiga.
"Kenapa kau ikut lari?" Tanyaku pada Donghae.
"Kalian berlari, jadi aku ikut, takut ada sesuatu. Oh ya, ngomong-ngomong, setan itu apa?" Tanya Donghae membuat aku, Yeon Hyo dan Kyuhyun bengong.
"Kau tidak tahu apa itu setan?" Tanya Yeon Hyo.
"Di Neverland tidak ada setan!" Jawab Donghae.
"Ahh, aku lupa kau berasal dari Neverland!" Kata Yeon Hyo, lalu dia melanjutkan "Setan itu arwah orang yang sudah meninggal!"
"Lalu kenapa ada arwah aku disini?" Tanya Donghae pada kami.
"Itu bukan urusan kami, sebaiknya kau kembali, kami juga akan pulang!" Kataku pada Donghae lalu mengajak Yeon Hyo dan Kyuhyun pulang.
Aku langsung berlari memasuki kelas saat mendengar bel tanda pelajaran dimulai berbunyi!
"Apa yang kau lakukan? Kenapa baru berangkat sekarang?" Tanya Yeon Hyo saat aku duduk dikursi disampingnya, berusaha mengatur nafasku yang tersengal karena berlari dari gerbang utama sekolah.
"Ada masalah tadi dijalan, nanti aku ceritakan saat istirahat" Jawabku, Yeon Hyo hanya mengangguk karena sonsaengnim yang akan mengajar pagi itu sudah masuk kedalam kelas.
"Pagi semua, sebelum memulai pelajaran, ada sesuatu yang harus saya sampaikan" Kata sonsaengnim membuat semua siswa memperhatikan dia, termasuk aku.
"Hari ini ada siswa baru pindahan dari Amerika, mulai sekarang dia akan belajar bersama kalian dan menjadi bagian dari kelas ini" Kata sonsaengnim, lalu dia melanjutkan "Silahkan masuk!"
Lalu seorang yeoja muncul dari balik pintu yang terbuka. Semua mata memandang yeoja itu, yeoja itu berjalan dengan anggun menuju meja sonsaengnim sebelum membalik badan menghadap kami semua. Yeoja itu sangat cantik. Wajahnya bundar sedikit oval, dengan hidung mancung khas orang barat. Dia memiliki mata berwarna coklat, tapi matanya berbeda dari orang pada umumnya, warna matanya lebih gelap dari pada yang lain dan itu membuat dia terkesan pendiam dan dingin, juga pintar. Rambutnya yang panjang berwarna pirang dan di kuncir kuda, menambah keanggunan gadis itu.
"KAU!" Teriak Yeon Hyo memecahkan keheningan. Dia berdiri dengan jari menunjuk yeoja itu dan juga tatapan mata yang tajam, membuat semua orang kaget.
"Yeon Hyo, ada apa?" Tanya sonsaengnim pada Yeon Hyo.
"Dia.. dia.." Yeon Hyo terlihat gugup, sebelum akhirnya dia mengatakan tidak ada apa-apa, dan meminta maaf lalu duduk.
"Sebenarnya ada apa?" Tanyaku berbisik pada Yeon Hyo, dia hanya menoleh kearahku dan mengedipkan mata sebelum kembali memandang lurus ke yeoja itu, pertanda kalau dia akan membicarakannya lain waktu.
"Silahkan memperkenalkan diri" Kata sonsaengnim pada yeoja itu membuat aku kembali mengalihkan pandangan lurus kedepan.
"Annyeong! Joneun Livia imnida, bangapseumnida!" Kata yeoja bernama Livia itu sambil membungkuk sopan kepada kami.
Semua orang terpesona mendengar suaranya yang indah sampai-sampai tidak ada yang menyahut. Livia terlihat bingung dan menyunggingkan senyum malu-malu yang membuat semua siswa lelaki di kelasku terpesona -lagi.
Sonsaengnim yang melihat kejadian itu hanya menggeleng dan menyuruh Livia duduk di kursi kosong yang ada di bagian belakang kelas, tapi sebelum dia sempat berjalan ke kursinya, seorang siswa mengangkat tangan.
"Ada apa Siwon?" Tanya sonsaengnim pada Siwon, siswa yang mengangkat tangan.
"Kenapa perkenalannya hanya seperti itu, kamikan ingin tahu lebih banyak tentang kau, gadis cantik" Kata Siwon pada Livia yang langsung di teriaki anak-anak sekelas.
"Kau ingin tanya apa?" Tanya Livia pada Siwon.
"Apa kau sudah punya pacar?" Siwon langsung mengaduh saat sebuah buku mendarat dengan keras dikepalanya.
"Maaf, dia memang orang yang tidak tahu sopan santun" Kata Sungmin pada Livia sambil menunjuk Siwon.
"Tidak apa-apa" Kata Livia sopan, lalu dia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan oleh kami semua.
"Kau kenapa? Dari tadi kau sangat aneh!" Tanyaku pada Yeon Hyo, sekarang waktu istirahat dan kami berdua sedang duduk di taman belakang yang sepi.
"Gadis itu!" Jawab Yeon Hyo tidak jelas.
"Gadis yang mana?" Tanyaku bingung.
"Anak baru itu, yang bernama Livia itu!" Jawab Yeon Hyo.
"Ada apa dengan dia?" Tanyaku penasaran.
"Kau tahu, saat aku tidak sengaja dibawa ke Neverland, di sana ada dia, orang seperti dia, sama persis, bedanya kalau Lee via yang ada di Neverland memiliki tubuh yang sangat kecil dan juga sayap. Tapi mereka sama! Dia kakaknya orang yang mengaku bernama Donghae itu" Jawab Yeon Hyo.
"Benarkah?" Tanyaku, Yeon Hyo hanya mengangguk.
"Jadi orang-Neverland-menyebalkan itu mengirim mata-mata? Menyebalkan sekali dia!" Kataku sedikit ketus.
"Hmm, Young Ah, bukankah dia yang menyelamatkan kita? Jadi kita tidak boleh berperilaku buruh kepada dia" Kata Yeon Hyo, aku hanya menatap tajam mendengar kata-katanya, "Lagipula menyenangkan bisa mengetahui hal-hal yang menakjubkan seperti itu!"
"Yeon Hyo, apa kamu bercanda? Menyenangkan? Kita bisa saja terbunuh, kau tidak tahu seberapa menakutkannya monster-monster disana. Kita harus berhenti sekarang juga! Kita tidak boleh menemui orang-Neverland-menyebalkan itu lagi! Ini untuk kebaikan kita!" Kataku.
"Benar juga, aku tidak mau mati muda, aku masih mau hidup lama dengan Kyuhyun!" Kata Yeon Hyo membuat aku mendengus, kapan sih temanku yang satu ini berhenti berpikir tentang Kyuhyun?
"Kalian disini rupanya?" Kata sebuah suara mengagetkan kami, kami segera menoleh dan mendapati orang-Neverland-menyebalkan-bernama-Donghae sedang berjalan ke arah kami.
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanyaku ketus.
"Aku mencari kalian, atau lebih tepatnya aku mencari kau!" Jawab orang itu.
"Untuk apa? Tidak cukupkah mata-mata yang kau kirim? Kau membuat hidupku berantakan, kau tahu? Berhenti menemui kami!" Teriakku keras.
"Mata-mata? Apa maksudmu?" Tanya Donghae terlihat bingung.
"Kakak wanitamu, kau mengirimnya untuk memata-matai kami kan? Dia baru saja mendaftar di sekolah ini!" Kali ini Yeon Hyo yang berteriak.
"Tidak, kakakku tidak pergi kemana-mana, dia ada di Neverland!" Jawab Donghae.
"Lalu dia siapa?" Tanyaku sambil menunjuk orang yang sedang kami bicarakan, yang kebetulan sedang berdiri di dekat jendela sehingga terlihat dari luar. Donghae ikut melihat kesana dan tampak sangat terkejut.
"Si.. siapa dia?" Tanya Donghae.
"Seharusnya aku yang tanya! Untuk apa kau mengirim dia ketempat ini?" Tanyaku.
"Aku harus pergi, aku pergi! Sampai ketemu lagi!" Kata Donghae seraya berjalan menjauh tanpa berusaha menjawab pertanyaanku.
"JANGAN KEMBALI!" Teriakku keras, tapi percuma karena orang itu sudah tidak terlihat.
"Huh, sebaiknya kita kembali ke kelas!" Ajak Yeon Hyo, aku hanya mengangguk dan mengikuti dia berjalan ke dalam gedung sekolah.
Sudah sebulan sejak terakhir kali orang-menyebalkan-Donghae itu mendatangi dunia ini dan berbicara dengan kami. Aku senang, setidaknya kehidupanku berjalan normal seperti biasa, seperti sebelum aku bertemu orang itu.
Satu hal yang masih membuatku sedikit marah adalah kenapa dia tidak meminta kakaknya untuk pergi dari sekolahku? Seharusnya dia juga kembali ke tempatnya! Tapi, ya sudahlah, tidak apa-apa, yang penting sekarang tidak ada orang yang memaksaku untuk pergi ke tempat aneh bernama Neverland itu! Walaupun mimpi-mimpiku sedikit banyak berhubungan dengan Neverland, setidaknya itu hanya mimpi! Lebih baik mimpi tentang tempat aneh dari pada pergi ke tempat aneh kan? Lagipula siapa yang mau pergi ke tempat mengerikan itu, Hell TIDAK! Aku masih sayang sama hidupku, aku tidak akan menyia-nyiakan hidupku dengan pergi ke tempat itu! Pergi ke tempat itu sama saja menyerahkan nyawa pada monster-monster yang sering datang ke mimpiku!
Sekarang aku sedang berjalan menuju rumahku bersama Yeon Hyo dan juga Kyuhyun -sejak kejadian itu Kyuhyun jadi sangat dekat dengan Yeon Hyo- yang sedang bertengkar, kami baru pulang sekolah dan berencana untuk mengerjakan tugas bersama di rumahku. Hahaha, seperti biasa, mereka selalu seperti itu, bertengkar dan bertengkar, tapi itulah yang membuat mereka serasi. Uggh! Memikirkannya saja membuatku mual! Hahaha
Aku sedikit kaget saat sampai di depan rumahku dan melihat seekor burung elang yang sedang bertengger di balkon kamarku.
"Aku tidak tahu kalau kau memelihara elang!" Kata Yeon Hyo.
"Kenapa Young Ah harus bilang sama kamu, kalian kan hanya teman, jadi tidak perlu kau tahu segela sesuatu tentang Young Ah!" Kyuhyun yang membalas.
"Tapi kan seharusnya dia memberitahu aku! Aku teman baiknya!" Balas Yeon Hyo tidak mau mengalah.
"Kalian hanya teman! Lagipula kenapa kau tidak mau tahu kalau aku memelihara kucing?" Tanya Kyuhyun.
"Kau memelihara kucing? Aku tebak pasti kucing hitam, dasar pembawa sial!" Kata Yeon Hyo.
"Yha! Kau bilang apa?" Balas Kyuhyun keras.
"Sudah-sudah, kalian mau terus bertengkar atau masuk dan mengerjakan tugas?" Tanyaku berusaha melerai.
"Bukan aku yang mulai!" Kata mereka bersamaan, aku hanya menggeleng kepala dan berjalan masuk ke dalam rumah, Yeon Hyo dan Kyuhyun mengikuti dibelakangku.
Kami sangat serius mengerjakan tugas ini, yah, siapa sih yang tidak serius kalau sedang mengerjakan soal matematika yang sulitnya minta ampun itu! Untungnya ada Kyuhyun karena dia sangat pintar matematika, dan untungnya juga Yeon Hyo cukup sadar kalau saat ini kami membutuhkan Kyuhyun –hanya saat-saat seperti ini- sehingga dia tidak mengajak Kyuhyun bertengkar.
TOK TOK TOK
"UWAAAAA!" Teriak aku dan Yeon Hyo kaget, sedangkan Kyuhyun hanya berjengit aneh.
"Siapa itu?" Tanya Yeon Hyo masih kaget.
"Aish, siapa sih yang kurang kerjaan naik ke balkon rumah, kenapa tidak masuk dari pintu depan saja!" Gerutuku seraya membuka pintu menuju balkon.
"UWAAAAAA!" Teriak aku, Yeon Hyo dan juga Kyuhyun –kali ini dia ikut teriak- karena kaget –lagi. Yah, siapa yang tidak kaget, kalau saat kau membuka pintu kau melihat seekor burung elang sedang berubah menjadi manusia.
"Kalian kenapa teriak?" Tanya orang yang menyebabkan teriakan tadi dengan tampang tidak berdosa, Donghae!.
"Sedang apa kau disini?" Tanyaku ketus, aku masih belum bisa menormalkan degup jantungku yang berdetak dengan cepat karena kaget tadi.
"Ada yang harus aku bicarakan, penting!" Kata Donghae.
"Boleh aku masuk?" Tanyanya setelah kami lama terdiam, aku segera menoleh ke belakang, meminta persetujuan Yeon Hyo dan Kyuhyun, mereka mengangguk mengiyakan. Kamipun berjalan masuk ke kamar dan duduk dilantai, dimana Yeon Hyo dan Kyuhyun duduk.
"Jadi apa yang akan kau katakan?" Tanyaku to the point.
"Hmm, apa yang aku katakan adalah sesuatu yang sangat rahasia, jadi pertama-tama aku minta kalian untuk tidak memberitahukan hal ini kepada orang lain!" Pinta Donghae. Aku, Yeon Hyo dan Kyuhyun hanya mengangguk.
"Ok, kalian ingat waktu aku menyelamatkan kalian? Saat itu kita tidak sengaja bertemu Lee Donghae yang sudah meninggal itu. Sebenarnya aku sudah curiga, kenapa ada orang yang sangat mirip dengan aku di bumi? Tapi waktu itu aku mengira mungkin saja memang ada orang yang mirip dan itu tidak ada hubungan apa-apa denganku. Tapi itu salah!" Kata Donghae, kami bertiga mendengarkan dengan seksama.
"Kaliang ingat saat terakhir kali aku ke bumi, saat kalian berdua (disini Donghae menunjuk aku dan Yeon Hyo) menunjukan orang yang mirip kakakku, pertama aku kira dia memang kakakku, tapi saat aku kembali ke Neverland ternyata kakakku ada di sana, setelah aku menceritakan apa yang terjadi pada kakakku, dia begitu penasaran, dan kami mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan yang kami temukan sungguh sesuatu yang sangat mengejutkan, bahkan bagi kami, itu sangat sangat mengejutkan!"
"Apa?" Tanya Yeon Hyo semangat.
"Bumi dan Neverland adalah satu kehidupan!" Kata Donghae membuat kami bertiga tercengang.
"Apa maksudmu?" Tanya Kyuhyun.
"Maksudnya, kehidupan yang ada di Bumi dan Neverland sama. Aku dan Lee Donghae yang sudah meninggal itu satu, begitu pula kakakku dengan orang yang kalian tunjukan waktu itu, kami adalah orang yang sama!" Kata Donghae.
"Lalu apa hubungannya dengan kami?" Tanya Kyuhyun.
"Ya benar, apa hubungannya dengan kami!" Aku setuju dengan Kyuhyun.
"Hubungan antara kehidupan yang ada di Bumi dengan Neverland sangat kuat, kehidupan yang ada di Neverland tidak bisa dibunuh selama diri mereka yang ada di Bumi belum meninggal!" Kata Donghae yang lagi-lagi membuat kami tercengang.
"Jadi maksudmu kalau ..." Yeon Hyo tidak sanggup menyelesaikan kalimatnya, dia sudah memahami maksud perkataan Donghae dan sangat terkejut, dia hanya bisa menutup mulutnya.
"Ya, kenapa kalian, terutama Young Ah selalu di bawa ke Neverland melalui mimpi dan ingin di bunuh? Kami mengira kalau itu terjadi karena Evilbeast ingin membunuh diri kalian yang ada di Neverland, pada awalnya aku dan kakakku mengira seperti itu!" Kata Donghae.
"Apa maksudmu 'pada awalnya'?" Tanyaku.
"Karena informasi yang kami dapatkan minggu lalu mengubah perkiraan itu!" Jawab Donghae.
"Apa? Apa?" Paksa Yeon Hyo.
"Neverland, tempat kami tinggal di bagi menjadi dua, Neverland barat dan Neverland selatan!" Kata Donghae membuat aku dan Yeon Hyo melongo, sedangkan Kyuhyun bergumam lirih yang terdengar seperti 'orang bodoh! Lawan barat itu timur, bukan selatan!'
"Neverland barat adalah tempat dimana aku tinggal, tempat itu damai dan tenang, kau –Donghae menunjuk Yeon Hyo- pernah melihatnya. Tempat itu terdiri dari satu kerajaan besar, aku yang memimpin. Sedangkan Neverland selatan adalah tempat yang keras. Tempat dimana kau –Donghae menunjuk aku- sering datang. Di tempat itu terdapat monster-monster yang di ciptakan oleh Evilbeast, di tempat itu kehidupan sangat keras, orang-orang meninggal setiap hari".
"Setiap tempat yang penuh peperangan pasti ada pahlawan, begitupun di sana. Di Neverland selatan terdapat tiga pahlawan yang selalu menolong orang-orang, menyelamatkan nyawa sebanyak yang mereka bisa. Mereka terkenal dengan panggilan Park The Light, Yoon The Knight, dan Cho The Swordsman!"
"KAMI?" Tanya aku, Yeon Hyo dan Kyuhyun terkejut.
"Kami kira seperti itu. Tapi Park The Light bukanlah Park Young Ah, melainkan Park Young Jin!" Kata Donghae.
"Siapa dia?" Tanyaku.
"Dia adalah kakak kembarmu!" Jawab Donghae.
"APAA?" Teriakku kaget.
"Iya, dia adalah kakakmu, kau adalah orang Neverland. Pertama kami mengira kalau mungkin dia adalah diri kamu yang ada di Neverland tapi dengan nama yang berbeda. Tapi sebuah cerita sejarah mengubah perkiraan kami. Dulu, Neverland selatan juga merupakan daerah yang aman, sampai delapan belas tahun yang lalu ratu mereka melahirkan dua anak kembar, kau dan Young Jin. Menurut mitos, jika ada keturunan kerajaan yang kembar, itu akan membawa dampak buruk, berakhirnya kerajaan itu!"
"Jadi mereka membuangku ke Bumi?" Tanyaku sedih.
"Tidak! Mereka berusaha meyakinkan diri mereka bahwa itu hanya mitos, kesalahan mereka adalah karena mengira itu mitos. Itu bukan mitos melainkan sebuah kutukan. Jika ada keturunan kerajaan yang kembar, Evilbeast akan bangkit kembali dan menghancurkan kerajaan itu. Satu tahun setelah kalian lahir, Evilbeast terlahir kembali, monster itu mulai membuat kekacauan di Neverland selatan. Sampai pada puncaknya saat kalian berumur tiga tahun. Evilbeast dan para monster ciptaannya menyerang kerajaan kalian, orang tua kalian meninggal dan kalian terpisah. Kau sendiri dibawa oleh pamanmu yang beberapa hari setelah kejadian ditemukan tewas, tidak ada yang tahu keadaanmu, jadi dalam sejarah di tulis kalau kau sudah meninggal, tapi ternyata kau terkirim –tanpa sengaja- ke bumi oleh kekuatan pamanmu. Sedangkan kakak kembarmu, Park Young Jin saat kejadian di selamatkan oleh Cho Kyuhyun dan Yoon Yeon Hyo yang merupakan tangan kanan orang tuamu dan merupakan penjaga terkuat di Neverland selatan!" Jelas Donghae.
"Tunggu, kalau saat itu kami merupakan penjaga yang pastinya sudah tua, berapa umur aku dan Kyuhyun sekarang?" Tanya Yeon Hyo.
"Kehidupan kalian yang ada di Neverland merupakan vampire, umur kalian 17 tahun dan tetap akan seperti itu selamanya, sampai kalian meninggal!" Jawab Donghae.
"Wah, pasti menyenangkan bisa hidup selamanya!" Kata Yeon Hyo.
"Tidak, kau tidak akan menyukainya. Pertama kau mungkin akan senang, tapi lalu kau akan melihat orang-orang yang kau sayangi meninggal sampai akhirnya semua orang meninggal, kau akan merasa kesepian dan ingin ikut 'pergi' bersama mereka!" Kata Donghae yang membuat Yeon Hyo mengangguk setuju.
"Benar, aku tidak mungkin suka kalau harus melihat orang-orang yang kusayangi meninggal!" Kata Yeon Hyo sambil memandang Kyuhyun.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanyaku pada Donghae.
"Kau harus ikut aku pergi ke Neverland, kau harus membantu kakak kembarmu melawan Evilbeast!" Jawab Donghae.
"Tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa!" Kataku, aku bingung, tidak tahu harus melakukan apa.
"Kau tahu, kenapa Evilbeast terlahir saat ada keturunan kerajaan yang kembar?" Tanya Donghae padaku.
"Apa?"
"Karena hanya keturunan kerajaan yang kembar yang bisa mengalahkan Evilbeast, yang bisa menghancurkan kekuatan Evilbeast untuk selamanya!" Kata Donghae.
"Dan itu artinya kami?" Tanyaku.
"Tidak juga. Bisa saja bukan kalian, tapi kalian punya kesempatan untuk mengalahkan Evilbeast. Kalian bisa berusaha mengalahkan Evilbeast untuk selamanya. Tapi kalau tidak mau, kalian harus meninggal, karena itu artinya kekuatan Evilbeast akan membeku sampai saat dimana ada keturunan kerajaan yang kembar kembali terlahir, yang mungkin bisa mengalahkan Evilbeast. Jadi pilih takdirmu! Aku akan sangat senang dan akan membantu kamu kalau kamu memilih untuk berusaha mengalahkan Evilbeast, tapi aku juga tidak akan segan-segan membunuhmu kalau itu maumu!" Kata Donghae membuat aku membeku.
Apa yang harus aku lakukan! God, HELP ME!
To Be Continued in Chapter 4!
Pilihan yang sulit ada di hadapan Young Ah, apa yang akan dia pilih? Mati atau hidup? Menyerah atau berjuang?
review please :)
