Title: Love For One Month

Genre: Romance/ Drama

Author: Micky_Milky

Rate: T

Disclaimer: DBSK milik tuhan, orangtua, dan Cassiopeia

Pairing: YunJae, YooSu, …xMinx…

Length: Chaptered

Warning : Typo(s), eyd, Yaoi, Ooc, Oc, dll

.

.

Chap 1

DON'T LIKE DON'T READ

Day 1…..^^

Yunho membuntuti JaeJoong dari jarak yang cukup jauh, membuat pria yang dibuntuti mendesah pasrah. Dan memberhentikan langkahnya. JaeJoong tak habis pikir, kenapa seorang Jung Yunho yang selalu pulang pergi dengan mobil Audi keluaran terbarunya itu rela meminta YooChun, teman akrabnya untuk membawa mobil itu pulang, sedangkan Yunho sendiri jalan kaki, dan mengikutinya sampai sekarang.

"Sampai kapan kau akan membuntutiku, Jung Yunho."

Ujar pria cantik itu frustasi. Tanpa sedikitpun membalik tubuhnya

"Nanti, setelah kau sampai dirumah."

Jawab Yunho sambil mengembangkan senyumnya. Walau tak terlihat oleh JaeJoong, melihat punggung pria cantik itupun sudah cukup bagi Yunho.

"Tapi aku malu kau buntuti terus."

"Abis, kalau aku bilang mau pulang bareng, kau pasti akan menolaknya."

Lagi, pria cantik itu membuang napasnya berat. Tubuhnya berputar 180 drajat menghadap pria tampan dibelakangnya yang berjarak kurang lebih 10 langkah dari tempat pria cantik itu berpijak.

"Ok~ kali ini kau boleh pulang bersamaku, tapi jangan pernah menyentuhku."

Pria tampan itu tersenyum senang, dengan langkah besar didekatnya pria cantik itu, tepat satu langkah jarak mereka Yunho berhenti lalu kembali mengembangkan senyumnya.

"Ayo pulang, aku akan mengantar dan menjagamu sampai rumah."

"Ayo!"

-Y^^J-

"Apa kau pacaran dengan Yunho Sunbae, Jae Hyung?"

"Tidak."

"Jadi?"
"Sudahlah, aku sedang pusing, Kim Junsu."

JaeJoong menyeret tasnya pasrah kedalam kamar, kesal sekali dia, saat sampai rumah malah diberi pertanyaan yang membuat hatinya menjerit-jerit ingin membunuh sepupunya 'Kim Junsu'.

Wajarkan kalau Junsu menanyakan prihal tentang hubungan JaeJoong dan Yunho, mengingat pria imut dengan suara serak-serak basah itu tadi melihat dengan jelas kalau seniornya disekolah 'Jung Yunho' menyatakan cintanya kepada sepupu sekaligus sahabat karibnya 'Kim JaeJoong', salahkan Yunho yang terang-terangan mengatakan cintanya di koridor sekolahnya dan sekolah pasangan YunJae itu.

"Sial…"

Maki JaeJoong entah untuk siapa, ia tak tahu harus kesal dan marah pada siapa. Sekarang seluruh sekolahnya sudah tahu kalau dia dan Yunho sudah pacaran, dan yang membuat JaeJoong kesal adalah, tak ada kesempatan untuk mendekati gadis yang di taksirnya di kelas dua sekaligus juniornya disekolah bernama 'Tiffany', sebabnya ia pasti dijauhkan oleh Tiffany, karena gadis itu pasti menganggapnya 'Gay'. Walau ada rasa sakit hati di diri JaeJoong pada pria tampan bernama Yunho itu, soalnya JaeJoong pernah mendengar kabar kalau Tiffany naksir dengan ketua tim basket sekaligus ketua osis dalam 2 priode berturut-turut. Siapa lagi kalau bukan Jung Yunho.

"Hyung, makan siang sudah siap, hyung di panggil ajhumma untuk makan."

JaeJoong berjalan mendekati pintu kamarnya, dilihatnya Junsu yang tersenyum (sok) manis, membuat JaeJoong ingin melempar Junsu dengan Gajah sekarang juga.

"Aku sudah kenyang, katakan pada Umma."

BLAM…
Junsu mengurut dadanya saat melihat daun pintu itu tertutup tepat di depan hidungnnya, untung tidak kena muka, kalau kena dipastikan Junsu akan mengalami kejelekan yang serius.

.

.

Day 2….^^

Junsu dan JaeJoong sudah siap untuk pergi sekolah bersama. Sudah seminggu Junsu menginap dirumah JaeJoong. JaeJoong masih ingat bagaimana Ajhumma 'Kim' ibu Junsu meminta agar ibunya mau menjaga anak kedua keluarga itu, karena ibu dan ayah Junsu akan pergi sebulan lebih ke Jepang dengan alasan ada urusan keluarga sekaligus melihat keadaan sikembar "Kim Junho" yang bersekolah di Jepang. Karena ibu JaeJoong yang tahu kalau JaeJoong sangat akur dengan Junsu itulah membuat ajhumma 'Kim' a.k.a ibu JaeJoong mengiyakan permintaan ibu Junsu, hitung-hitung JaeJoong punya teman dirumahkan, soalnya JaeJoong sendiri anak semata Wayang.

"JaeJoong-ya."

JaeJoong terkejut saat dilihatnya Jung Yunho berdiri tepat di depan pintu rumahnya, Junsu yang berada disamping JaeJoong pun ikut terkejut dan mengerjap matanya imut.

"Kenapa kau bisa ada disini?"

"Ayo pergi bersama, aku sengaja menjemputmu."

Ajak Yunho antusias. JaeJoong melirik Junsu yang tepat disebelahnya dengan pandangan mengisyaratkan sesuatu.

"Kanapa kau tahu rumahku?"

Yunho tersenyum penuh pesona kearah kedua 'Kim' itu, tapi sayang tak ada yang takluk dengan senyuman itu.

"Aku 'kan sekarang kekasihmu, jadi wajar kalau aku tahu semua tentangmu. Ayo… pergi bersama."

"Ah~ maaf Yunho, aku akan pergi bersama Junsu."

JaeJoong merangkul Junsu dan langsung berjalan menjauhi Yunho yang kelihatan sangat kecewa dengan jawaban pria cantik itu.

"Tunggu! Ayo kita pergi bersama, Junsu juga bisa ikut bersama kita."

Junsu dan JaeJoong berhenti saat mendengar perkataan Yunho, dengan sangat antusias, Junsu berbalik lalu mengangguk setuju.

"Ayo, Hyung, ngumpung ada tumpangan gratis."

JaeJoong mengeram kesal kepada si lumba-lumba itu, tak tahukan kau Kim Junsu, JaeJoong memakai alasan pergi bersamamu itu sebenarnya untuk menjauhi Yunho. Tapi dengan muka polosnya Junsu mengiyakan ajakan Yunho. Iisshhh babbo Junsu.

"Tapi…"

"Ayolah, Hyung…"

Junsu sudah berlalu dari samping JaeJoong, Pria imut itu sudah masuk bahkan duduk dengan tenangnya di dalam mobil Yunho.

"JaeJoong-ya, ayo!"

Panggil Yunho pada pria cantik itu. Kesal juga melihat JaeJoong mengacuhkannya. Dengan sangat terpaksa JaeJoong mengikuti ajakan Yunho. Saat JaeJoong membuka pintu belakang Audi itu, tangannya dicegat oleh Yunho.

"Naiklah didepan, temanni aku menyetir"

Lagi-lagi dengan sangat terpaksa JaeJoong menuruti printah Yunho, sebelum pria cantik itu naik, dia masih sempat melototi pria imut bernama Kim Junsu itu dari luar mobil, dan dibalas cengiran tak bersalah dari Junsu.

.

.

"Kita jemput Yoochun dulu ya? Aku sudah berjanji untuk menjemputnya tadi."

Tubuh Junsu langsung menegang saat mendengar nama seniornya itu. Park Yoochun, playboy tampan incaran Junsu itu akan satu mobil dengannya. Ah… kenapa Junsu lupa kalau Yoochun itu teman baiknya Yunho.

Audi putih itu berhenti tepat didepan sebuah rumah yang lumayan besar, terlihat sesosok pria tampan berdiri didepan rumah itu.

"YooChun-ya, maaf aku terlambat."YooChun tak menggubris perkataan Yunho, walau begitu Yunho sudah biasa dibegitukan YooChun, Hei… berteman dengan YooChun selama 6 tahun lebih, membuat Yunho mengerti tentang teman playboynya ini.

"Kau menjemputnya?"

YooChun menunjuk JaeJoong yang sedang berada didalam mobil, Pria cantik itu tersenyum canggung. JaeJoong tahu siapa YooChun, pria dingin dengan sejuta misteri dan sejuta pesona di sekolahnya, walau dia menduduki peringkat ke-2 sebagai pria terpopuler di sekolah mereka setelah Yunho, tapi tetap saja karismanya menyilaukan mata, apa lagi untuk mata sepupunya, Kim Junsu.
"Ne, makanya aku terlambat menjemputmu."

"Lain kali aku akan pergi sendiri saja kalau kau tak sempat menjemputku."

YooChun berjalan kearah pintu belakang mobil Yunho dan membukanya, saat tubuhnya sudah duduk santai di sana, dia sangat terkejut ketika tahu kalau dia tak hanya sendiri berada di jok belakang Audi Yunho.

"Kau?"

"Hai… Sunbae."

Junsu tersenyum malu-malu ketika melihat YooChun tercengah melihat keberadaannya.

"Kim Junsu?"

Kali ini Junsu yang tercengah mendengar YooChun memanggil namanya, dia sama sekali tak percaya kalau YooChun tahu namanya.

"N-ne, Sunbae…"

YooChun berusaha menetralisir keadaan, dengan segera dia berbalik menghadap kedepan mengacuhkan pria imut disampingnya.

"Aku juga mengajak Junsu, YooChun-ya."

Ujar Yunho yang baru saja masuk dan menutup pintu mobilnya. YooChun membuang muka kearah jalan mendengar perkataan Yunho. Yunho tahu benar bagaimana YooChun sangat

Menginginkan pria imut itu sama sepertinya yang sangat menyukai JaeJoong.

"Cepat jalan, atau kita akan terlambat!"

Printah YooChun. Yunho tersenyum mendengar printah temannya itu. Sudah dipastikan kalau saat ini YooChun pasti sangat gugup duduk disebelah Junsu. Sudah lama sekali YooChun mengatakan kalau dia ingin berdekatan dengan Junsu, hanya saja, Junsu terlihat mengelak, dan juga beberapa fansgirlnya yang selalu mengajaknya berkencan, membuat perhatian YooChun akhirnya teralih dari sepupunya JaeJoong itu.

.

.

"Aku duluan, Jae Hyung, Yunho Sunbae, hmmm Yo-YooChun sunbae."

Junsu berbalik dari hadapan YunJaeChun, dia berlari mengejar Kyuhyun teman sekelasnya. JaeJoong tersenyum manis melihat kelakuan sepupunya itu, saat wajahnya teralih dan tak sengajah melihat wajah Yunho yang memperhatikannya, raut muka JaeJoong berubah keruh.

"Aku duluan."

Yoochun menarik tas dukungnya dari dalam mobil Yunho, menyandangnya di bahu lalu beranjak meninggalkan pasangan YunJae didepannya.

"Aku juga."

Buru-buru JaeJoong beranjak dari hadapan Yunho, sampai pria tampan itu menarik pergelangan tangannya.

"Tak ingin menggandengku, eoh?"

"Lepas!"

JaeJoong menyentak tangan Yunho yang mengenggam lengannya kuat, lagi, Yunho merasa sangat kecewa dengan perlakuan JaeJoong padanya, tanpa rasa peduli sedikitpun terhadap perasaan Yunho, JaeJoong berjalan menuju kelasnya.

.

.

Day 3…..^^

"JaeJoong-ya, ayo pergi makan siang."

Mata musang Yunho terlihat berbinar saat mengajak JaeJoong untuk makan siang bersama di kantin sekolah mereka, dia berharap pria cantik itu kali ini tak menolak ajakannya.

"Aku sudah kenyang."

Lagi-lagi Yunho harus menelan rasa kecewa terhadap JaeJoong. Kenapa pria yang dicintainya ini sangat membencinya? Dia tak suka JaeJoong bersikap dingin terhadapnya.

"Kalau begitu, kita ke taman belakang saja."

"Pergi saja sendiri."

Yunho menunduk lesu. Yunho merasakan tepukan di pundaknya, saat dia menoleh kebelakang, YooChun memandangnya data.

"Mau kekantin 'kan? Ayo denganku, aku lapar sekarang, JaeJoong-shi benar kau tak mau ikut?"

JaeJoong Cuma merespon lewat gelengan kepalanya. Mengetahui jawaban JaeJoong, YooChun langsung menyeret Yunho kekantin sekolah mereka.

"Oppa, makan dengaku, ne?"

Ujar perempuan cantik yang mencegat perjalan 2U untuk sampai kekantin.

"Aku makan dengan Yunho kali ini, maaf ya."

Wanita itu merengut sebal. Diliriknya Yunho sebentar, lalu tersenyum canggung kearah Yunho.

"Ah~ Yunho oppa, siang."

"Ne, siang."

Balas Yunho ramah, tapi belum sempat wanita itu berbicara lagi, YooChun kembali menyeret Yunho menjauh dari kelasnya.

"Ingin belajar jadi Playboy, hmmm… urusi saja JaeJoong-mu itu, Jung Yunho."

"Uh~ aku bukan play boy sepertimu."

.

.

Day 4…..^^

"JaeJoong-ya, ayo pulang bersamaku?"

JaeJoong mendelik kesal, pasalnya ini sudah kepuluhan kali Yunho mengajaknya untuk pulang saat ini, padahal dia sudah bilang akan pulang dengan Junsu, tapi. Dasar Yunho-nya saja yang keras kepala, dan tetap kekeh mengajak JaeJoong pulang bersamanya.

"Aku sudah berapa kali bilang, kalau aku akan pulang bersama Junsu, Jung Yunho."

"Ayolah, JaeJoong-ya."

"Tidak…"

"Oppa… Yunho Oppa…!"

Yunho membalik tubuhnya saat dia mendengar namanya dipanggil, terlihat sosok perempuan cantik berlari mengejarnya, saat berhenti didepan Yunho dan JaeJoong, perempuan itu mengatur napasnya.

"Oppa, pulang bersamaku, eoh?"

JaeJoong mengeram kesal, tangannya terkepal kuat saat mendengar perempuan cantik itu mengajak Yunho pulang bersama.

"Ah~ mian ne, Tiffany-shi, aku akan pulang bersama JaeJoong."

JaeJoong membuang mukanya kearah lain saat mata Yunho tertuju padanya dan memberi isyarat yang tak dapat JaeJoong baca.

"Tapi…? Ah baiklah, Bye Yunho Oppa."

Ujar wanita itu ceria. JaeJoong mendengus sebal lalu kembali berjalan meninggalkan Yunho yang tersenyum kearah Tiffany.

TAP… TAP…

JaeJoong berjalan kesal, terbukti dengan terdengarnya sol sepatu sekolahnya yang bertemu dengan lantai koridor sekolah. Jam sudah menunjukan pukul 5 sore darahnya semakin mendidih saat mendengar Yunho memanggil namanya sedari tadi.

"JaeJoong-ya? Tunggu…!'

JaeJoong tak menggubris perkataan Yunho. Pria cantik itu malah semakin memperlebar langkahnya.

"Salahku apa, JaeJoong-ya?"

Akhirnya usaha Yunho tak terbuang sia-sia, pria cantik itu akhirnya mau berhenti juga. JaeJoong membalik tubuhnya sehingga dia dapat melihat Yunho yang berhenti tepat didepannya.

"Aku membencimu Jung Yunho?"

Sakit sekali rasanya dada Yunho saat ini, dia merasa seperti orang bodoh.

"Wa-waeyo?"

"Kau merebut Tiffany dariku, apa kau tak tahu kalau Tiffany itu incaranku sudah sejak lama, karena pernyataan cinta bodohmu itu, aku tak punya kesempatan untuk mendekatinya."

NYUT~

Yunho mengepal tangannya kuat, dadanya terasa sesak, wajahnya memanas. Sekarang dia tahu kenapa JaeJoong membencinya. Jadi itu penyebab pria cantik itu tak menggubrinya. Dan lagi apa harus dia membenci Tiffany, salah satu FGnya itu. Jujur saja, Yunho membenci Yuri, mantan JaeJoong saat JaeJoong dan gadis itu jadian, saat mendengar JaeJoong memutuskan Yuri secara sepihak, Yunho sangat bersyukur. Tapi sekarang Yunho tahu alasan kenapa JaeJoong mendekati Yuri yang sama sekali tak disukai pria cantik itu. Alasannya karena Yuri teman dekat Tiffany, dan Yuri hanya diperalat JaeJoong, tapi sayang semua tak berjalan sesuai rencana dan berakhir dengan JaeJoong yang memutuskan Yuri, Yunho mengetahui itu semua dari YooChun, walau terkesan sedikit acuh tak acuh, YooChun lumayan cepat mendapat info tentang itu semua.

"JaeJoong-ya… mian ne."

Yunho berjalan dengan langkah lebar kearah JaeJoong, dan memeluk pria cantik itu erat.

"Aku mohon, JaeJoong-ya, kalau kau memang menyukai Gadis itu, tolong lupakan dia, lihat aku disini, aku sangat mencintaimu."

JaeJoong tak merespon pelukan Yunho. Dada Yunho kembali berdenyut sakit. Sakit ketika kau tahu orang yang kau cintai tak mencintaimu balik, sakit saat tahu kalau dia menerimamu menjadi kekasinya hanya karena terpaksa, dan sakit saat kau merasa tak pernah dianggap olehnya walaupun kau tahu semua itu, tapi tetap saja rasanya sangat sakit.

Yunho tak tahu harus berbuat apa lagi, dia tak mau membenci ataupun memarahi JaeJoong, melukai JaeJoong, sama saja dengan melukainya sendiri.

Pelukannya melemah, lalu melepas berlahan, dia menunduk lesu, dilihatnya wajah cantik JaeJoong, tak ada perubahan disana.

Junsu yang baru saja selesai piket kelas dan hendak mencari JaeJoong bersembunyi di dalam kelas kosong saat melihat Hyung kesayangannya itu sedang bersama Yunho, melihat aurah YunJae yang terlihat menyeramkan, pria berparas imut itu tak mau mengganggu momen menegangkan itu.

"Ah~ di sini kau rupanya, Yun…hmmmppp…"

Junsu menarik lengan YooChun dan menutup mulut YooChun dengan telapak tangannya saat pria sejuta pesona itu hendak menyapa sohip akrabnya itu, sambil mendesis memberi aba-aba agar YooChun tak berisik, Pria imut itu kembali bersembunyi di kelas kosong ditemani YooChun yang memandang horror kearah pergelangan tangannya yang digenggam cukup erat oleh pria lumba-lumba itu.

"Mian ne, Yunho.. aku benar-benar tak bisa menyukaimu. Maaf kalau perkataanku membuatmu marah, kesal dan kecewa."

"JaeJoong-ya, bukannya ini belum seminggu genap perjanjian kita, masih ada 3 minggu lebih, aku sudah berjanjikan padamu kalau aku akan membuatmu menyukaiku."

"Percuma, aku tak bisa menyukaimu, Yunho." JaeJoong menunduk dalam, dia tak berani melihat wajah lesu Yunho didepannya.

"Biarkan aku selesaikan perjanjian kita, kalau memang dalam waktu sebulan aku tak bisa membuat kau menyukaiku, aku berjanji akan membiarkanmu dan tak akan mengikutimu lagi."
Jujur saja, Yunho sedikit ragu dengan perkataannya, apa dia bisa membuat pria cantik yang dicintainya ini menyukainya dalam waktu sesingkat itu. Satu bulan bukan waktu yang lama, tapi akan Yunho pastikan kalau JaeJoong akan mencintainya walaupun tidak, dia akan berusaha membuat waktu sebulan bersama dengan si cantik itu berkesan dalam benaknya untuk seumur hidup.

"Tapi…"
"Sekali ini saja, tolong… dan, bisahkah kau benar-benar menjadi sosok kekasih pada umumnya untukku selama sebulan penuh, bukankah aku sudah berjanji padamu akan melepaskanmu kalau memang dalam satu bulan kau tak mencintaiku."

Ragu. Itu yang sekarang ada dikepala JaeJoong, dian ragu untuk menjawab, 'ya ataupun tidak'. Dia tak mau salah pilih, andai satu bulan pria tampan itu dapat membuatnya mencintai Yunho maka JaeJoong benar-benar harus melupakan Tiffany dalam hidupnya, dan kalau dalam sebulan Yunho tak dapat membuat hatinya melunak maka pria itu benar-benar akan pergi selamanya dari hidupnya walau kemungkinan mereka tetap akan bertemu disekolah.

"Baiklah, dengan syarat, jika aku tetap tak menyukaimu dalam satu bulan ini, jangan pernah sedikitpun kau mendekati Tiffany."

Yunho mengangguk setuju, tak apa jika nanti JaeJoong akan direlakannya untuk wanita itu, dia mau, tapi tetap dia tak akan semudah itu menyerah mendapatkan hati JaeJoong.

"Baiklah, dan kau harus berjanji suka tidak suka kau akan memperlakukanku layaknya kekasihmu dalam waktu satu bulan ini. Karena kalau kau ingkari akupun akan melakukan hal yang sama padamu"

"Maksudmu?"

"Aku bisa saja merebut Tiffany darimu. JaeJoong-ya."

JaeJoong mengangguk setuju dengan syarat yang diberikan Yunho padanya. Selesai sudah kesepakatan keduanya. Walau untung dan ruginya belum diperkirakan, tapi tetap mereka sudah menyepakati semua itu.

"Sekarang pulanglah bersamaku, hari sudah sore."

"Tapi aku menunggu Junsu."

"Kita tunggu diparkiran, OK."

JaeJoong menuruti perintah Yunho. Junsu yang masih bersembunyi didalam kelas kosong yang berjarak sangat dekat dari tempat YunJae tadi tidak sadar kalau dia masih mengenggam erat pegelangan tangan YooChun terlihat tersenyum puas melihat pasangan YunJae itu sudah menyelesaikan pertengkarannya, walau dengan di iming-imingi perjanjian, Junsu berharap apapun keputusan sepupu tercintanya itu kelak dapat membawa kebahagiaan bagi JaeJoong.

"Ha~"

"Hei, kalau sudah selesai, tolong lepaskan tanganmu?"
wajah Junsu pucat pasi saat mendengar suara yang sangat di kenal dan disukainya itu terdengar sangat dekat dari indra pendengarannya. Matanya tertuju kearah genggaman tangannya, menyadari kalau dia menggenggam lengan seseorang, Junsu berusaha mereda jantungnya yang berdetak sangat kencang sedikit-demi sedikit wajahnya mendongak dan melihat YooChun yang memasang wajah datar (red; memerah) memandanginya. Junsu segera melepas genggaman tangannya dari lengan YooChun, kedua pria itu terlihat kikuk.

"Mi-mian, Sunbae, aku tak sengaja."
Junsu langsung buru-buru pergi meninggalkan YooChun yang tersenyum lembut kearahnya.

"Tak apa, aku suka."

Ujar YooChun dengan nada berbisik dan hanya dapat didengar olehnya.

.

.

.

TBC

A/N+balas repyu.

Ok, Milky balas repyu dulu.

-Sora Hwang

Sudah lanjut, repyu lgi…

-Chaeyeon44.

Percaya diri sekali kau nak…*ditabok Yundad.

Hehehe, ini sudah lanjut. Repyu lagi.

-Julie YunJae

Ini sudah lanjut, walau gak kilat sih… repyu lg ya.

-Haiiro-Sora

Entar Milky kasih tau ama bang min ya, maklum, bang min na malu-malu kucing buat kasih Kiss ama orang.*plak.

Ini sudah lanjut, repyu lagi…

-Evil Thieves

Kekeke… ini sudah lanjut, repyu lagi..

-LEETEUKSEMOX

Ini sudah lanjut, repyu lg…

-Ryani

Maaf, Jung JaeJoong sudah ad yg punya… ini sudah lanjut, repyu lg…

-JaeChaa

Iya, di sini JaeMam itu normal. YooSu sudah ad di chp ini, tapi bang Minnie blum, entar juga, Min muncul kok. Repyu lg…

-namikaze

Sudah lanjut, repyu lagi..

-Nara-Chan

Tidak bisa, mereka gak boleh diganggu gugat. Iya, kan Cuma Jung Yunho seorang yang dapat melihat kecantikan Jaema.#plak. Gak kepanjangan kok. Repyu lagi ya.

-Luckyfer

Chapte maren itu msih prolog makanya pendek, semoga chp ini gak pendek ya. Sy gk publis fic di FB, entar kapan" deh. Fb sy 'Jung Kim MaxThy (Micky-Milky)'. Repyu lg ya…

-desi2121

Lihat aja perkembangan fic na. ok~ sudah lanjut nih. Repyu lagi…

-Guest

Sudah lanjut, repyu lagi…

-anjulia

Appa uno gitu loh, buat Jaema apa sih yg gak. Hehehe… lihat aj perkembangan fic ini. Uda updet tp gak asap. Repyu lg.

-rara

Gomawo, repyu lagi…

-Kim laila

Udah di lanjut. Repyu lg…

Gomawo yg sudah repyu.^^