Title: Love For One Month
Genre: Romance/ Drama
Author: Micky_Milky
Rate: T
Disclaimer: DBSK milik tuhan, orangtua, dan Cassiopeia
Pairing: YunJae, YooSu, …xMinx…
Length: Chaptered
Warning : Typo, eyd, Yaoi, Ooc, Oc, dll
.
.
Chap 2
DON'T LIKE DON'T READ
Day 5…..^^
Ini hari pertama pasangan YunJae terlihat disekolah setelah perjanjian yang terjadi dikoridor sekolah mereka kemarin. Tampak JaeJoong yang baru turun dari Audi Yunho dan Junsu yang membuntuti pasangan YunJae dari belakang serta YooChun yang terlihat acuh tak acuh.
Dengan senang hati Yunho memeluk pinggang ramping JaeJoong, walau terasa risih dan tak suka dengan perlakuan Yunho, JaeJoong tetap tak bertindak, mengingat perjanjian mereka kemarin.
"Itu Kim JaeJoong kan? Ah~ itu Yunho Oppa."
"Ish, kok Yunho oppa mau ya sama tuh orang."
"Iya, dia kan bodoh, miskin, Cuma wajahnya saja yang seperti wanita."
"Yunho oppa pasti di guna-guna, makanya dia suka sama cowok itu."
"Oh… masuk akal juga."
Begitulah bisik-bisik yang didengar JaeJoong saat baru saja masuk kedalam perkarang sekolahnya. Walau dia mendengar jelas apa yang dibicarakan wanita-wanita di sekolahnya itu, dia tetap saja berusaha menulikan pendengarannya.
"Jangan dengarkan mereka, Ne."
Yunho tetap merangkul pinggang ramping itu dengan mesra. Dia tahu JaeJoong pasti tersinggung dengan perkataan para FG-nya.
"Yun, bisa lepaskan tanganmu?"
Yunho tak menggubris permintaan JaeJoong, malah pria tampan itu membenamkan indra penciumannya di tengkuk JaeJoong, dan mendapat respon dari JaeJoong dangan sebuah tendangan melayang di perutnya serta makian dari FG Yunho untuk JaeJoong.
"Uh~ mian, itu gerak reflek."
Ujar JaeJoong tanpa bersalah sedikitpun, dengan manis pria cantik itu melenggang menuju kelasnya dengan tatapan cemburu dari FG Yunho yang memandangnya tak suka.
JaeJoong merapikan tatanan rambutnya saat melihat kurang dari 3 meter gadis yang ditaksirnya 'Tiffany' berjalan dengan semangat kearahnya.
"Pagi, Tiffa-ny~"
"Yunho oppa."
Tiffany sedikitpun tak menggubris keberadaan JaeJoong didepannya, dia malah berlari kearah Yunho melewati JaeJoong dan mengamit lengan Yunho serta menggandengnya mesra. Yunho berusaha melepaskan gandengan Tiffany dilengannya, dilirknya JaeJoong yang menghentakkan kakinya dengan kasar, sampai-sampai bibir merah yang sangat disukai Yunho itu juga terlihat menyumpahi Yunho dengan sumpah serapah yang tak Yunho dengar.
"Mian, lepaskan aku Tiffany."
"Tidak mau!"
Perempuan itu tetap kekeh tak mau melepaskan lengan Yunho dari rangkulannya.
"JaeJoong-ah…!"
Yunho berusaha berteriak memanggil nama JaeJoong saat dilihatnya pria cantik itu melenggang kesal menjauhinya dan Tiffany.
"Wae oppa?"
Yunho menyentak lengan gadis itu paksa, sehingga gengaman Tiffany lepas juga. Dengan senyum mengembang, Yunho menghampiri JaeJoong dengan bibir cemberut dan muka yang ditekuk.
"Ayo!"
Yunho menggenggam lembut pergelangan JaeJoong, tapi segera ditepis kasar oleh pria cantik itu
"Duluan saja."
"Lupa dengan perjanjian kita?"
"Hei~ Jung Yunho, aku hanya berjanji untuk menjadi kekasihmu, bukan budakmu."
JaeJoong mengedarkan pandangan pada Junsu yang masih berada di sebelah Audi Yunho memandang YunJae dengan muka polosnya, serta YooChun yang menatapnya dengan tidak berniat sama sekali. Dengan cepat JaeJoong menghampiri Junsu, lalu mengenggam pergelangan tangan pria itu kuat.
"Ayo kita kekelas."
"Umm, Hyung, kelas kita 'kan bedah."
YooChun yang berada disamping Junsu tersenyum mengejek pada JaeJoong, apa JaeJoong begitu bernapsu untuk lepas dari Yunho, sampai dia lupa kalau Junsu dan dia berbeda kelas.
"Maksudku, akan aku antar kau sampai kelas."
"Tak perlu, Hyung. Ah~ Kyuhyun-ah, tunggu…!"
Junsu yang melihat Kyuhyun berjalan santai melintas didepannya segera berlari mengejar pria tinggi itu. Dan sekarang meninggalkan YunJaeChun di parkiran.
"Yunho… aku duluan. Ah~ Yoona…!"
YooChun menghampiri Yoona, teman sekelasnya yang lumayan terkenal dikalangan sekolah, Yoona merona saat mengetahui kalau YooChun memanggilnya tadi.
"Ne, Oppa?"
"Ayo kekelas bersama?"
YooChun menggandeng Yoona dengan mesra, JaeJoong sudah memberikan tatapan membunuh terbaiknya pada playboy satu itu.
"Cih~ dasar, kenapa Junsu bisa menyukai playboy seperti itu?" Desis JaeJoong.
"Waeyo, Boo?"
JaeJoong kembali menghentakan kakinya kasar saat mendengar Yunho memanggilnya dengan nama yang tak dia mengerti.
"Boo? Namaku KIM JAEJOONG, Kim-Jaejoong, bukan Boo. Jung Yunho."
Yunho tersenyum lembut saat menerima teriakan JaeJoong, dan itu membuat Darah JaeJoong semakin mendidih.
"Apa senyam-senyum, ada yang lucu, Eoh?"
Yunho menghentikan senyumannya, lalu membelai puncak kepala JaeJoong lembut.
"BooJaeJoongie, bukankah nama itu terdengar manis untukmu, sama seperti pemilik namanya?"
"Cih~"
JaeJoong menepis kasar tangan Yunho yang berada di pucuk kepalanya, dengan langkah besar pria cantik itu berbalik dan meninggalkan Yunho.
"Oppa? Kenapa kau begitu baik kepada JaeJoong Oppa?"
Sosok Tiffany kembali hadir disamping Yunho, pria tampan itu berbalik lalu tersenyum ke kearah gadis itu.
"Mian, Tiffany-shi, itu bukan urusanmu."
Tiffany melotot memandang Yunho yang mengubah senyumnya menjadi sebuah seringai mematikan.
"Oppa…"
.
.
Day 6
Lagi-lagi Yunho kembali membuat JaeJoong kesal. Pria bermata musang itu tak henti-henti mengikutinya kemanapun JaeJoong pergi hari ini, baik di dalam kelas, kantin maupun diperpustakaan.
Seperti saat ini, mereka sedang berada di sebuah swalayan kecil di dekat rumah JaeJoong.
"Kau mau beli apa Boo?"
"Bukan urusanmu."
Ketus JaeJoong. Pria cantik itu berjalan menuju kasir, lalu membayar semua belanjaannya. Sebenarnya Yunho sudah mengeluarkan uang untuk membayar belanjaan JaeJoong, tapi JaeJoong dengan cepat membayarnya dulu.
"Boo, aku bantu bawa."
Yunho hendak mengambil barang bawaan JaeJoong, tapi dengan cepat JaeJoong kembali mengambil barang belajaanya dari tangan Yunho.
"Tak usah, aku bisa sendiri."
.
.
Day 7
"Jessica, minggu depan ayo kita kepantai."
"Boleh saja, ajak Sunny dan Taeyeon juga ya."
"Oke."
Yoona, Jessica, dan Tiffany. 3 sahabat karib ini sedang berada di ruang tari, maklum mereka bertiga masuk ekskul tari. Seperti kebiasaan perempuan pada umumnya, mereka sedang bergosip dan menceritakan berbagai cerita yang menurut mereka menarik.
"Kudengar Yunho Oppa dan JaeJoong Oppa pacaran ya?"
Yoona mulai membuka pembicaraan sambil berbisik, gadis cantik itu mencondongkan tubuhnya ke arah Jessica dan Tiffany.
"Tahu dari mana kau, Yoona?"
Jessica mulai ikut tertarik dengan pembicaaran ini, tampak Tiffany yang memasang raut wajah tak suka dengan cerita itu.
"Apa kau tak tahu? Ish, di sekolah sudah banyak yang cerita kok, aku saja tau dari Sunny tadi di kantin, desas desusnya, Yunho Oppa yang menembak JaeJoong oppa dikoridor. Aku memang tak melihat, tapi banyak saksi mata yang melihat mereka."
"Tidak mungkin, Yunho oppa itu tampan, kaya, dan pintar. Mana mungkin dia mau dengan pria lemah, bodoh dan miskin seperti JaeJoong oppa."
Tandas Jessica cepat, dan mendapat anggukan setuju dari Tiffany disebelanya.
"Aku juga tidak tahu, lagipula aku juga sempat terkejut saat tau kalau Yunho Oppa itu 'Gay'. Pantas saja dia tak pernah mau menerima perempuan sebagai pacarnya. Padahal kan aku salah satu penggemar Yunho oppa."
Dengan emosi yang menggebuh-gebuh, Tiffany berdiri lalu berkecak pinggang sambil memandang kedua teman baiknya itu tajam.
"Dengar ya! Yunho oppa itu bukan 'Gay', yang 'Gay' itu JaeJoong oppa, dia yang menyatakan cinta pada Yunho oppa, bukan Yunho oppa. Yunho oppa itu punyaku. Dengar itu!"
"Apa kau tak mendengarnya Tiffany-ah, bukankah kau juga tahu kalau Yunho oppa dan JaeJoong oppa berpacaran."
"Yak, apa kau tuli, kau dengar tidak kata-kataku tadi."
Tifanny berbalik, lalu berjalan keluar ruang tadi menghempaskan pintu ruangan itu dengan kesal.
"Kenapa dia?"
Jessica memandang takjub pada temanya itu, tak pernah dia melihat Tiffany semarah tadi.
"Jangan Tanya padaku."
Tandas Yoona.
.
.
Day 8
"JaeJoong Oppa…!"
JaeJoong melirik malas pada sosok Yuri yang mengejarnya, dia menarik napas dalam lalu membuangnya dengan kesal.
"Ada apa?"
"Oppa, aku ingin bicara. Aku ingin membicarakan tentang hubungan kita."
JaeJoong menepuk kedua bahu Yuri dengan lembut, melihat wajah gadis itu tertunduk dalam membuat JaeJoong tak sampai hati saja.
"Hubungan kita sudah berakhir, dan itu sudah lebih seminggu yang lalu."
Yuri menatap mata hitam JaeJoong dengan pandangan kesedihan, tak tahukah JaeJoong kalau Yuri sangat mencintainya.
"Apa karena Tiffany? Atau karena Yunho oppa?"
JaeJoong memandang tak percaya pada Yuri dengan pertanyaan yang dilontarkan gadis itu, bukan masalah Yunho, tapi masalah Tiffany.
"Maksudmu?"
"Kudengar kalau kau memutuskanku karena Tiffany, kau pacaran denganku karena dia teman dekatku, aku cukup terkejut saat mendengarnya dari beberapa siswi. Tapi kalau memang karena Tiffany, kenapa kau malah pacaran dengan Yunho oppa?"
"Itu bukan urusanmu, Yuri. Maafkan aku karena aku menyakiti hatimu dan…"
"Apa kau Gay?"
Belum sempat JaeJoong menyelesaikan kata-katanya, Yuri sudah terlebih dahulu berucap.
"Apa kau Gay, JaeJoong oppa? Apa benar kau seorang Gay seperti yang dikatakan semua siswa dan siswi di sekolah ini."
JaeJoong mengepal genggamanya kuat, dia tak tahu mau bicara apa sekarang.
"Jadi benar kau Gay?"
Yuri terisak, digoncangnya tubuh JaeJoong dengan kuat.
"Itu alasanmu memutuskanku, apa kau tahu, aku sangan mencintaimu."
"Aku bukan Gay, dan kau benar, aku memacarimu untuk mendekati Tiffany, puas!"
JaeJoong berbalik dan meninggalkan Yuri yang terisak di koridor sekolah yang sekarang sedang sangat sepi karena jam pulang sekolah sudah selesai dari 2 jam yang lalu.
"Jadi… Yunho oppa benar-benar Gay, dan kau menyukaiku, JaeJoong oppa?"
Tiffany yang sejak tadi mendengar percakapan Yuri dan JaeJoong dari balik belokan yang tak jauh dari tempat JaeJoong dan Yuri berada terduduk lesu, tak menyangka kalau gossip yang beredar ternyata benar adanya, tentang Yunho-lah yang menembak JaeJoong. Gadis itu menangis, menangisi Jung Yunho, pria idamanya dari dia masuk kesekolah ini ternyata menyukai pria yang menyukainya. Rasa sakit hati dan cemburu terhadap JaeJoong membuat gadis itu terhunyuk. Tapi tak lama, tiba-tiba gadis itu menyeringai.
"Kim JaeJoong, akan kubuat kau mendapat hukuman karena telah menyukaiku, dan merebut Yunho oppa dariku. Dan akan aku buat kau dicampakan oleh Yunho oppa setelah itu aku yakin, Yunho oppa akan memilihku."
Masih ingat dengan FG Jung Yunho yang pisycopat, Tiffany lah salah satunya.
.
.
"JaeJoong-ah, minggu besok ayo kita pergi?"
Yunho melirik JaeJoong yang menyandarkan kepalanya kejendela mobil Audi Yunho. Kali ini mereka Cuma berdua saja, karena Junsu yang sudah pulang duluan, dan YooChun yang sedang berkencan dengan Yoona.
Setelah bertengkar dengan Yuri, JaeJoong langsung pulang, tapi belum juga dia sempat keluar dari gerbang sekolah, Yunho sudah mencegatnya dan mengajaknya pulang bersama, dibekali dengan kata-kata tentang perjanjian mereka, mau tak mau JaeJoong ikut juga.
Sambil bersenandung dan mengetuk jarinya pada stir dengan mata yang terus focus pada jalan, Yunho masih menunggu Jawaban JaeJoong tentang ajakannya.
"Mau pergi kemana?"
akhirnya JaeJoong bersuara setelah bungkam beberapa menit.
"Ayo kita berkencan, kau menentukan tempatnya."
Jawab Yunho antusias. JaeJoong melirik Yunho dengan malas, dilihatnya mata musang itu menyipit karena sebuah senyum terulas di wajah tampanYunho.
"Untuk kali ini baiklah, kelihatannya aku juga butuh refleksing. Bagaimana kalau besok kau temani aku berbelanja."
Yunho mengangguk setujuh dengan usulah JaeJoong, tak sedikitpun dia membuang kesempatan langkah ini, kan jarang sekali JaeJoong mau diajak berpergian dengannya.
"Ne, besok akan aku jemput kau pagi-pagi sekali."
"Jangan pagi-pagi sekali, aku masih ingin tidur. Ah… jam 10 saja kau jemput aku, ne."
"Ne, BooJae."
"Huh~"
.
.
Day 9
Seperti janjinya kemarin bersama Yunho. Hari libur ini JaeJoong akan pergi berkencan (menurut yunho) bersama pria bermarga Jung itu.
Diliriknya jam dinding yang membingkai indah di kamar bercat Abu-abu itu jam 9 pagi, masih ada 1 jam dari perjanjiannya dan Yunho.
"Umma, aku… eh? Kau sudah datang?"
JaeJoong yang baru saja keluar dari kamarnya sangat terkejut saat melihat Yunho yang sedang berbicara dengan Ummanya.
"Nah, ini anaknya, ah… kau ini lama sekali, sudah setengan jam lebih Yunho menunggumu, JaeJoong-ya."
Mrs Kim sudah memberi death glarenya pada JaeJoong, tapi diacuhkan JaeJoong begitu saja.
"Janjinya 'kan jemput jam 10, ini masih jam 9 'kan?"
"Kim JaeJoong, tak sopan sekali kau ini dengan Yunho."
"Ah~ tak apa, Ajhumma, aku yang salah."
"Ajhumma kebelakang dulu, akan ajhumma buatkan minuman dulu, Ne?"
"Jangan repot-repot ajhumma."
"Ah, tak apa."
Mrs Kim berjalan meninggalkan Yunho dan JaeJoong yang berada diruang tengan rumah kediaman keluarga 'Kim', JaeJoong melipat kedua tangannya didepan dada, lalu menarik satu alisnya keatas.
"Akrab sekali kau dengan ummaku?"
Yunho kembali mendudukan dirinya disofa panjang yang langsung berhadapan dengan JaeJoong yang berdiri sekarang. Ditatapnya pria cantik itu. Kulit putih dengan seluruh keindahan yang ada diwajah pria itu, serta rambut hitam sebahu dan baju kemeja kotak-kota coklat dipadu dengan celana jeans biru tua, membuat Yunho semakin jatuh cinta pada pria itu.
"Ajhumma, aku pul… ah Jae hyung, sudah bangun. Mow? Yunho sunbae? Kapan datang?"
Pasangan YunJae itu menoleh kearah Junsu yang baru saja masuk, melihat JaeJoong danYunho bergantian.
"Pagi Junsu…"
Sapa Yunho ramah, dan dibalas sebuah senyuman imut dari Junsu.
"Mau pergi ya?"
"Ne, kami mau pergi berken…"
"Berbelanjan."
Potong JaeJoong cepat. Yunho tak sama sekali membantah, dia hanya diam memandang kedua 'Kim' itu.
"Ini minumannya. Aigoo, kemana saja kau, Kim Junsu, pagi-pagi sudah menghilang."
setelah menaruh minuman Yunho, Mrs Kim berlari kearah Junsu, dan menjintak kepala anak dari adik suaminya itu.
"Appo, Ajhumma, aku Cuma pergi untuk membeli buku sebentar."
Bela Junsu, Mrs Kim mengangguk paham. JaeJoong langsung menghampiri ibunya dan memberikan kecupan pagi dipipi kiri Mrs Kim
"Umma, aku pergi sekarang, Ne. Yunho, Kajja."
Yunho langsung berdiri dan meminta izin pada Ibu JaeJoong untuk membawa anak semata wayangnya itu pergi, dengan sebuah senyum lembut, Mrs Kim mengizinkannya. Dan selang beberapa waktu pasangan itu sudah menjauh dari rumah sederhana keluarga Kim.
"Junsu-ya, hanya perasaan Ajhumma saja, atau Yunho seperti meminta izin kepada ibu kekasih perempuan untuk membawanya berkencan."
Celoteh Mrs Kim bingung. Junsu menarik sebuah senyum penuh makna kearah wanita paruh baya itu.
"Hanya perasaan Ajhumma saja."
~Y^^J~
sudah lebih 2 jam Yunho dan JaeJoong mengelilingi sebuah mall yang lumayan terkenal. Dan entah sudah berapa uang yang dikeluarkan Yunho untuk JaeJoong, membelikan berbagai macam keinginan JaeJoong, dari mulai baju, sepatu, Jeans, bahkan boneka dan pernak-pernih pun tak luput dibeli oleh pasangan YunJae itu, walau mungkin isi ATM nya sudah habis terkuras, tapi bagi Yunho dia sangat menikmati semua ini, dia sangat menyukai semua momen yang dianggapnya indah ini, melihat JaeJoong yang tersenyum, tertawa, bahkan merengut lucu membuat hatinya benar-benar damai.
"Aduh… Jauhnya."
JaeJoong berjinjit dengan hati-hati, saat ini dia dan Yunho sedang berada di sebuah toko buku, JaeJoong bilang dia ingin membeli sebuah Komik 'Naruto (?)' yang baru saja diterbitkan minggu ini. Dan sekarang pria cantik ini berusaha mengambil komik itu dibagian rak buku paling tinggi yang tak dapat dijangkaunya.
"Ah~ sedikit lagi."
Tangannya kembali menggapai-gapai komik yang dari tadi sudah diliriknya, dan kakinya semakin berjinjit. Capek dengan usahanya JaeJoong hendak berhenti, sampai sebuah tangan kekar melingkar di perutnya, dan tangan kekar satunya lagi menggapai komik incaran JaeJoong, dan
HAP~
Tangan itu dengan mudah mendapatkan komik itu dan memberikannya kepada JaeJoong.
"Ini, Boo, kalau butuh sesuatu panggil aku saja."
Ujar pemilik tangan itu tak lain dan tak bukan 'Jung Yunho'.
"Gomawo."
JaeJoong hendak berbalik arah dan melihat Yunho dibelakangnya, sampai dirasakannya tangan Yunho satunya yang berada di perutnya, memeluknya dari belakang dengan lembut. Tangan itu langsung dilepaskan JaeJoong dengan kasar.
"Yak… tak punya malu eoh. Kau mau cari mati? Berani sekali menyentuhku."
Setelah berteriak didepan pria itu JaeJoong berjalan menjauh, dia tak perduli dengan banyak orang yang melihat mereka akibat teriakan JaeJoong sendiri. Yunho menunduk dan meminta maaf pada para pengunjung toko buku itu yang menatap mereka dengan risi.
.
.
"Apa kau senang hari ini, Boo?"
JaeJoong tak menjawab pertanyaan Yunho, pria cantik bermata indah itu lebih sibuk dengan spageti yang dipesannya baru saja.
Yunho menghela napas berat, dilihatnya JaeJoong dengan sorot mata yang lembut, saat JaeJoong mendelik kearanya, Yunho hanya tersenyum.
"Apa sih lihat-lihat? Kau tak makan?"
Yunho menggeleng. Tangannya terulur untuk membetulkan poni JaeJoong yang menutupi mata pria cantik itu.
"Dengan melihatmu saja, aku sudah kenyang, JaeJoong-ya."
"Huh~ kalau kenyang kenapa pesan makanan."
JaeJoong segera menghabiskan spagetinya. Diliriknya keadaan restoran Italia itu. Ya… JaeJoong dan Yunho sekarang sedang berada didalam restoran Italia langganan Yunho. Setelah pulang dari belanja tadi, Yunho mengajak JaeJoong makan, karena JaeJoong merengek dan bilang kalau dia kelaparan. Mana sampai hati Yunho melihat 'JaeJoong-nya' kelaparan.
.
Ditempat lain, masih direstoran yang sama, terlihat dua gadis remaja yang sedang asik dengan makanan mereka dan terlihat berbagi cerita.
"Tiffany-ah, bukan kah itu, Yunho oppa dan JaeJoong oppa?"
Wanita cantik berambut sedikit pirang mengarahkan telunjuknya kearah dua pria yang terlihat asik dengan dunia mereka, hanya berjarak 5 meja dari tempat mereka, membuat wanita bernama Tiffany itu dengan mudah menemukan objek yang diberitahu temannya tadi.
"Ne, kita kesana, Jessica-ah."
"Eh?"
gadis bernama Jessica itu melirik temannya itu tak percaya. Dia tahu kalau kemarin Tiffany marah-marah saat mendengar Jung Yunho, pria taksirannya ternyata sudah memiliki kekasih, dan kekasih pria itu juga seorang pria. Jessica tak habis pikir, dia itu salah satu FG Yunho, bagaimana pun, Jessica tak akan pernah merestui Hubungan YunJae.
"Ayo ikut saja, apa kau mau melihat Yunho oppa bermesraan dengan pria itu."
Jaessica akhirnya mengikuti perintah Tiffany. Dilangkahkannya kaki itu kearah kedua pasangan itu.
"Ehmm, boleh kami ikut gabung. Yunho Oppa?"
Yunho dan JaeJoong sontak menoleh bersamaan saat mendengar sebuah suara yang berada tepat di samping Yunho, Tiffany dan Jessica tersenyum aneh melihat Yunho dan JaeJoong bergantian.
"Tiffany?"
JaeJoong merona saat dilihatnya Tiffany menoleh dan memberikan sebuah senyuman kecil padanya.
"Ne, JaeJoong Oppa, ah~ boleh kami gabung."
Jujur saja, sebenarnya Yunho ingin sekali mengatakan pada gadis itu 'Enak saja, tak lihat apa aku dan BooJae sedang berkencan.'
Tapi diurungkan oleh pria tampan itu. Mana mungkin dia melakukannya selain menjaga wibawah dan memandang kalau yang didepannya ini seorang wanita, apa lagi setelah dia tahu kalau JaeJoong sangat menyukai Tiffany, bisa-bisa dia didiamkan oleh BooJaenya itu.
"Bo-boleh, silahkan Tiffany, Jessica."
JaeJoong menunjuk dua buah kursi yang kosong pada kedua gadis itu. Jessica sudah memandang Yunho dengan mata berbinar, sedangkan Yunho terlihat tak acuh pada kedua wanita itu.
"Aku ingin duduk di sampingmu, JaeJoong oppa. Apa boleh?"
"Mow?"
Jessica dan Yunho sungguh terkejut dengan apa yang dikatakan Tiffany. Jessica mengira kalau Tiffany pasti terbentur sesuatu dan, dan untuk Jung Yunho, pria itu menatap Tiffany tajam, dia sangat kesal dengan gadis itu. JaeJoong, ah~ jangan ditanya, pipinya benar-benar merona.
"Ne."
Baru saja Tiffany hendak menarik kursinya. Yunho sudah buru-buru berdiri dan menggebrak meja dengan keras.
"Kita pulang sekarang, Kim JaeJoong!"
"Eh?"
Setelah membayar makanan mereka, Yunho berjalan menjauhi meja yang di huni JaeJoong, Tiffany, dan Jessica itu. JaeJoong merengut kesal saat melihat punggung Yunho yang lama-kelamaan menjauh.
"Ah~ maaf, Tiffany, Jessica. Aku pulang dulu. Yunho sudah ingin pulang rupanya."
JaeJoong tersenyum canggung kearah dua gadis itu. Setelah membungkuk tubuhnya sedikit, JaeJoong mengejar Yunho.
"Hei~ Tiffany, kau gila? Kenapa malah mendekati JaeJoong oppa. Kau lupa kalau dia itu bukan apa-apa dibandingkan Yunho oppa."
Jessica menoel lengan Tiffany, gadis itu melihat raut wajah Tiffany yang tadinya biasa ternyata sudah mengukir sebuah seringai menakutkan.
"Aku hanya ingin membuat Yunho oppa cemburu, dan memutuskan JaeJoong oppa."
"Mow?"
"Kau tak tahu, Kim JaeJoong, ternyata menyukaiku, dan ternyata cinta Yunho oppa bertepuk sebelah tangan?"
.
.
.
TBC
AN/Balas Repyu
Mian ne, milky lama updet…
Dan maaf juga kalau fic di chap ini rada gak nyambung ama chap 1-2, tapi tolong dinyambung-nyambunyi aja ya #maksa
-Evil Thieves:
Gomawo… repyu lagi ya^^
-KishiZhera
Sudah lanjut, repyu lagi^^
-Sora Hwang
Pasti banyak kok momen romantic di fic ini, kan ini buka fic angst… hehehe… sudah updet, walau gak asap, repyu lagi^^
-irengiovanny
Hohoho… milky suka lihat Yundad menderita#dibakar… kalau yoosu, hanya tuhan dan author lah yang tahu….plak, sudah lanjut, repyu lagi^^
-riska0122
Ne, kasihan Yundad#ikutan pukpuk yundad. YooSu? entar, kita lihat sama-sama, apa mereka bakal jadian? Uda updet, walau gak asap. Repyu lagi^^
-Julie YunJae
Jangan tonjok umma, entar muka cantiknya hilang…#karungi jaema. Sudah updet, tapi gak kilat. Repyu lagi^^
-Chaeyeon44
Iya…. JaeMa emang gak boleh suka ama tiffany(?)#nah loh. Ini sudah lanjut, walau gak cepat. Repyu lagi^^
-Lee Shurri
Ingin tahu jawabanya#pasang pose serius. Kita Tanya ama Jaema*buak. Benar… beda Cinta ama benci itu tipis. #Hug Lee-shi. Ok… repyu lagi^^
-Cho hyuka
Belum sebulan, entar kalau sebulan author pertimbangkan untuk buat Jaema suka ama Yundad… repyu lagi^^
-diya
Sudah lanjut, makasih repyunya… repyu lagi^^
-Guest
Sudah lanjut, repyu lagi^^
-Nara-chan
tenang nara-chan, milky juga gak rela tiffany diperebutkan YunJae. Lebih baik YunJae memperebukan Milky*digampar YJS. Eh~ gak apa, gk bkal bosan, malah asik bacanya…^^ oke repyu lagi^^
-KimShippo
Milky juga punya harapan yang sama dengamu di fic ini#taboke… sudah updet, walau gak cepat. Repyu lagi^^
-Ryani
sudah lanjut, repyu lagi^^
-gery miku
Sudah updet, walau gak kilat. repyu lagi^^
-desi2121
Ayo tebak sendiri^^, chap selanjutnya sudah updet… repyu lagi^^
-Haiiro-Sora
Huuaaa~ ditagih lagi… #seret Changmin buat kissu Haiiro-shi... uda updet, walau gak kilat. Repyu lagi^^
-Chan Nuriza
Di chap ini dan chap selanjutnya akan milky rubah walau di chap ini mungkin masih ada kata-kata JaeJoong-ya, n Yoochun-ya, harap dimaklumi ya.… gomawo Chan-shi^^ repyu mu membangun. Repyu lagi^^
