Title: Love For One Month

Genre: Romance/ Drama

Author: Micky_Milky

Rate: T

Disclaimer: DBSK milik tuhan, orangtua, dan Cassiopeia

Pairing: YunJae, YooSu, …xMinx…

Length: Chaptered

Warning : Typo, eyd, Yaoi, Ooc, dll

.

.

Chap 3

DON'T LIKE DON'T READ

DON'T COPAS

Yunho menghempaskan tubuhnya dengan kasar keatas sofa, tanpa memperdulikan seseorang yang sedang menatapnya dengan pandangan menyelidik.

"Waeyo, Hyung? Cepat sekali pulangnnya? Aku kira Hyung pergi berkencan dengan JaeJoong sunbae?"

Yunho memutar bola matanya kearah makhluk disebelahnya yang sibuk dengan perkerjaannya sendiri. 'Mengunyah, mengunyah, dan mengunyah. Eits… jangan salah,. Yang dikunyah makanan loh'.

"Kapan kau disini?"

Si objek melirik sang 'Hyung' dengan pandangan ingin membunuh.

"Dari tadi, bahkan sebelum kau pulang aku sudah ada disini. Apa kau bertengkar dengan Jae Sunbae?"

Ketus pria itu.

"Berisik kau, Jung Changmin."

Yunho beranjak dari tempatnya, meninggalkan pemuda tinggi bernama 'Jung Changmin' itu, dengan pandangan malas.

"Hyung, kau tahu… kau seperti zombie."

Changmin mengolok Yunho sambil menjerit, tapi tak dihiraukan oleh Yunho.

Jung Changmin, pria dengan tinggi 186 ini adalah anak kedua dari keluarga 'Jung', bagi Yunho, Changmin bukan sekedar Adik, dia juga teman dan sahabat. Tak jarang Yunho menceritakan kepada Changmin tentang banyak hal yang terkadang tak bisa diceritakannya pada YooChun dan orang-orang terdekatnya.

"Ish… menyebalkan. Kerumah Kyuhyun ah."

Changmin bangun dari sofanya, mematikan TV lalu keluar dari rumahnya setelah mengenakan swaeter tudung berwarna Jingga miliknya.

-Y^^J-

Day 10

JaeJoong melirik Junsu dengan tak berminat, melihat pria imut itu sedang sibuk dengan telpon di telinganya, terkadang dia juga mendengar Junsu tertawa sambil mengerucut bibir.

Ini sudah hampir jam 7 dan pria imut a.k.a Kim Junsu itu belum juga selesai dengan acara telpon menelponnya.

"Kim Junsu, ayo cepat, nanti kita terlambat."

Akhirnya Junsu menyudahi pembicaraannya dengan si penelpon, setelah mengatakan "Nado, aku juga merindukanmu, dan jangan tahan umma dan appa lama-lama disana." Kim bungsu itu menutup panggilannya.

"Junho?"

Junsu mengangguk mendengar pertanyaan JaeJoong.

"Seperti menelpon pacarmu saja?"

"Yak~ hyung, dia 'kan saudara kembarku, wajar aku menelponnya, lagipula kami sudah 2 tahun tak bertemu."

Junsu menunduk dalam, dengan sayang JaeJoong mengelus rambut pria imut itu.

"Suruh dia pulang libur kenaikan kelas tahun ini."

"Dia tak mau hyung."
JaeJoong menghela napas berat. Sedih juga melihat sepupu manisnya ini bersedih seperti sekarang.

"Kalau begitu, kau saja yang ke Jepang liburan nanti."

Junsu berjalan kearah rak sepatu, mengambil sepatu sekolahnya, lalu duduk diatas sofa sambil memasang sepatunya, Ekor mata JaeJoong melirik Junsu,dia belum mendapatkan Jawaban dari pria itu.

"Aku juga berfikir begitu, tapi Umma tak boleh aku kesana sendiri."

"Pergi dengan ummamu?"

"Nanti akan aku coba membujuk umma."

"Sudahlah, ayo cepat pasang sepatumu, kita pergi sekarang."

-Y^^J-

"JaeJoong-ah, Junsu…"

JaeJoong mengela napas sedalam mungkin, lalu mengeluarkannya, diliriknya Junsu yang melambai kearah sosok pria tampan yang memanggil namanya tadi.

"Yunho sunbae, YooChun Sunbae…."

Junsu memanggil nama Yunho dan Yoochun sudah berada di depan rumah kediaman keluarga 'Kim' itu dengan semangat. Yunho membalas lambaian tangan Junsu dengan ceria, sedangkan YooChun cuma menyenderkan tubuhnya pada mobil Audi Yunho dengan kedua tangan yang terlipat didepan dada.

Junsu menyeret JaeJoong mendekat pada dua pria idola sekolah mereka itu. Setelah sampai, Junsu memberi senyum termanisnya pada 2U terlebih lagi YooChun, dan membuat YooChun harus membuang muka kearah lain untuk menyembunyikan rona merah dipipi Chubbynya itu.

"Sudah lama menunggu? Maaf tadi aku keasikkan menelpon saudara kembarku di Jepang."
"Tak apa, kami juga baru sampai kok."

Yunho menjawab dengan santai, mata musangnnya memandang JaeJoong dengan intens.

"Sudahlah, jangan banyak omong, ayo pergi."

YooChun segerah masuk kedalam Audi Yunho, gerah juga melihat Junsu dan Yunho bicara sedekat itu, seolah-olah dia dan JaeJoong tak dianggap sama sekali. Walaupun YooChun tahu kalau Yunho tak mungkin menyukai pria imut-nya itu, karena Yunho sudah terlalu buta dengan cintanya terhadap pria cantik di samping Junsu.

"Ah… ya, ayo berangkat sekarang."

.

.

.

Changmin dan Kyuhyun sedang berjalan beriringan menuju kelas mereka. Kedua evil itu terlihat tertawa dan kadang-kadang bercerita dengan cerita-cerita yang menurut mereka lucu.

"Hei, Min, kau lihat tadi bagaimana Hyoyeon dikerjain oleh rombongan Yoona?"

"Ya, aku lihat… hah… dasar beraninya main kroyok, coba lihat kemarin saat Boa Soensaengnim menyuruh mereka lompat katak, gak ada yang berani melawan."

"Kau benar min, lihat muka Jessica saat itu, hahaha… lucu sekali."

"Benar… hahaha…"

Begitulah isi pembicaraan kedua evil itu berlangsung. Kyuhyun memberhentikan langkahnya saat bola matanya menangkap sesuatu yang dilihatnya diarea parkiran.

"Bukankah itu Hyungmu?akhir-akhir ini aku sering melihat 'Kim' bersaudara itu sering sekali pulang dan pergi bersama Yunho Hyung dan Yoochun Hyung."

Changmin memutar bola matanya kearah objek yang ditunjukkan oleh Kyuhyun tadi. Ya… dia melihat sang kakak sedang bersama sahabat terbaiknya dan kedua 'Kim' bersaudara.

"Ku dengar, Yunho Hyung pacaran dengan Jae sunbae? Benarkah itu."

Changmin menggaruk dagunya, dia berpose seolah-olah sedang memikirkan sesuatu.

"Menurutmu?"

"Yak…! Menyebalkan, aku serius, Jung Changmin."

Changmin tersenyum lalu tak lama senyuman itu menjadi sebuah seringai.

"Ne, mereka memang pacaran. Bukankah Yunho hyung dan JaeJoong sunbae sangat cocok."

Kyuhyun kembali mengededarkan pandangannya pada pasangan YunJae itu.

"Ne, kurasa mereka cocok, cantik dan tampan. Eh… tunggu dulu."

"Wae?"

Kyuhyun memajukan tubuhnya kearah Changmin, mempertemukan kedua bola mata coklatnya dengan kedua manik hitam Changmin.

"Yunho Hyung Gay?"

Dengan sangat matap Changmin mengangguk. Lalu memundurkan sedikit tubuhnya dari Kyuhyun.

"Kau jijik dengan Hyung ku?"
"Ani, hanya terkejut saja. Kau sendiri… apa kau Gay?"

Changmin terkejut dengan pertanyaan Kyuhyun, ditatapnya pria itu dalam, tapi bola mata Kyuhyun masih setia melihat momen-momen YunJae dan pasangan YooSu yang dikacangi oleh kedua pria itu.

"Jika aku seorang Gay, kau lah yang harus jadi uke ku Kyunnie~" Kyuhyun terlonjak kaget saat merasakan hembusan napas Changmin yang mengenai tengkuknya.

"Yak kau ini…"
"Hahahaha…."

"Kalau kau seevil itu, jangan harap aku mau jadi uke mu, kau yang harus jadi ukeku."

"Hei… hei… jangan marah, aku bercanda. Mana mau aku jadi uke mu."

"Kyuhyun-ah, Changminnie…"

Kyuhyun dan Changmin memandang Junsu yang berlari kearahnya dengan mata berbinar. Pria lumba-lumba itu langsung memeluk Changmin dan Kyuhyun secara bersamaan, membuat kedua pria yang lebih tinggi darinya itu langsung protes minta dilepaskan.

"Su… se-sak."

Kyuhyun mendorong Junsu dengan paksa, sehingga pelukan maut dari pria imut itu akhirnya lepas juga.

"Pagi…"

Junsu memberikan salam plus senyum imutnya pada dua pria itu, dan langsung dibalas sebuah jitakan dari Changmin.

"Jangan sok imut."

Junsu mengerucutkan bibirnya. Membuat pria imut itu tambah imut.

"Aku tak sok imut, kau nya saja yang terlalu tempramental Changminnie."

"Huh…"
Changmin membuang mukanya kesamping mendengar perkataan Junsu. Changmin, Kyuhyun, dan Junsu adalah teman sekelas sekaligus teman baik. Walau begitu, masih saja terjadi keributa kecil antara Junsu dan Changmin, dan ujung-ujungnya Kyuhyun yang menengahi.

"Hei, masih pagi sudah bertengkar. Apa kalian tidak bisa sedikit dewasa. Seperti anak kecil saja."

Nah kah benar, pahlawan penengah akhirnya muncul.

"Dia nya saja yang seperti anak kecil."

Protes Changmin tak terima dikatain anak kecil oleh Kyuhyun.

"Changminnie menyebalkan."

Junsu menghentakkan kakinya dengan keras, membuat MinKyu menggeleng sambil berdecak melihat kelakuan pria itu. Hei, umur junsu itu 17 tahun (di fic ini tentunya) tapi kelakuannya seperti anak laki-laki berumur 3 tahun.

"Boleh aku ikut bargabung?"

YooChun tiba-tiba muncul dari belakang Junsu, membuat Kyuhyun dan Changmin tersenyum atas kehadiran YooChun. YooChun sudah sangat mengenal Changmin sejak lama, mengingat pria itu sering sekali bermain kerumah kediaman keluarga Jung.

"Hyung…" Teriak Minkyu

"Su… sunbae." Kalau yang ini Junsu.

"Panggil aku Hyung saja, terlihat lebih akrab 'kan, Junsu-ah?"

BLUS…

Dipanggil dengan embel-embel '-ah' dibelakang namanya membuat Junsu merona. Jantungnya berdetak tak karuan. MinKyu yang melihat pasangan YooSu itu Cuma saling menatap dan kemudian mengeluarkan evil smirk mereka.

"Wah… Su, kau merona… huahahaha…"

Changmin mulai menggoda Junsu. Kyuhyun mengangguk menyetujui perkataan patner evilnya itu. MinKyu memang sudah tahu sejak lama kalau Junsu sangat mengagumi YooChun.

"YooChun hyung, sana… sana antar Junsu kekelas."
Kyuhyun mendorong Junsu kearah YooChun, Junsu yang memang tak siap atas dorongan itu langsung limbung, dan yang paling membuat MinKyu berteriak heboh adalah Junsu malah limbung kepelukan YooChun.

"Romantisnya… hei Min, kau tak pernah memelukku seperti itu?"

Kontan saja wajah Junsu dan YooChun langsung merah bersamaan saat mendengar perkataan Kyuhyun.

"Kau ingin aku peluk? Kau harus lari 300 kali lapangan basket itu, terjun dari atap sekolah, dan mati ditabrak kereta, baru aku akan memelukmu. Hahaha…"

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya, sebal sekali kalau dia harus kalah dari Changmin.

"Kau kejam sekali, Min. Awas ya."

Kyuhyun sudah mulai mengejar Changmin dan hendak memukul kepala Pria itu, tapi Changmin malah sudah berlari meninggalkan Kyuhyun.

Junsu baru menyadari kalau YooChun masih memeluknya erat, pria itu mencoba melihat wajah YooChun yang mengamati MinKyu yang asik kejar-kejaran itu sambil tertawa.

BLUS…

BLUS…

BLUS…

Diliriknya lengan YooChun yang masih melingkar di perutnya. Oh God, dia ingin pingsan sekarang. Dengan takut dilihatnya isi koridor sekolah yang menatapnya dan YooChun.

"Sun… ah~ hyung, bisa lepaskan?"
Yoochun akhirnya sadar kalau dia masih memeluk Junsu dan membuat jarak diantara mereka sedekat ini. Dapat dirasakannya jantungnya yang berdebar kencang dan jantung Junsu yang juga berdebar.

"Ah~ Maaf."

Dengan cepat YooChun melepaskan pelukannya lalu berlalu dengan wajah yang dibuat se-cool mungkin, sedangkan Junsu, pria imut itu terlihat menunduk malu sambil menekuk mukanya sedalam mungkin.

.

.

.

Day 11

Yunho menghela napas berat, hari-harinya semakin hari semakin terasa berat. Sudah hari kesebelas, tapi pria cantiknya 'Kim JaeJoong' belum juga menunjukkan kalau pria itu menyukainya.

"Boo~"

Yunho memutar tubuhnya kekanan dan kekiri, lelah sekali dia hari ini, setelah latihan basket tadi, dia juga harus mengantar JaeJoong pulang. Tangan kirinya menggapai ponsel yang terletak dimeja nakas, dilihatnya ponsel itu sebentar. Wajah JaeJoong menjadi wallpaper di ponsel itu, senyum lembut mengukir di wajah tampannya, Yunho masih ingat bagaimana dia meminta kepada Junsu foto-foto JaeJoong itu, untung saja sepupu JaeJoong yang baik hati itu mau memberikannya.

Mata musang itu membulat saat dilihatnya tanggal yang tertera di ponselnya, tanggal 1 februari, dan tiga hari lagi JaeJoong ulangtahun. Ah… dia harus menyiapkan sesuatu yang indah untuk BooJaenya itu tepat dihari ulangtahunya.

.

.

Day 12

Dengan heboh Junsu menarik JaeJoong keluar dari rumah pagi ini, sebenarnya dia tak sabar ingin pergi bersama dengan Yunho dan YooChun yang selalu menjemputnya setiap hari. Semenjak Yunho sering menjemputnya dan JaeJoong, Junsu jadi bisa duduk berdekatan dengan YooChun berdua saja di belakang, walau selama ini mereka berdua jarang terlihat berbicara, paling hanya Yunho yang selalu menanyakan ini dan itu pada YooSuJae.

Junsu dan JaeJoong mematung ditempat, saat mereka melihat dua mobil Audi putih dan BMW hitam terparkir di halaman rumah keluarga 'Kim' yang sederhana itu. Mereka dapat melihat Yunho yang berdiri disamping Audi-nya sambil melambai, dan YooChun yang berdiri di samping BMW itu dengan tangan terlipat. YooChun berjalan kearah Junsu saat dilihatnya pria imut itu keluar dari rumah JaeJoong.

"Junsu-ah, kau semobil denganku ya? Kebetulah aku bawa mobil hari ini, ah… bagaimana kalau besok-besok kau juga aku antar jemput."

JaeJoong menarik satu alisnya keatas, dilihatnya sepupunya itu sambil melipat kedua tangannya didepan dada. Pipi pria lumba-lumba itu memerah ada perasaan senang bercampur malu sekarang.

"Pergilah, aku akan berangkat dengan Yunho."

JaeJoong berjalan melewati YooSu, lalu masuk kedalam mobil Yunho. Tak lama kemudian Audi itu sudah hilang dari pandangan YooSu.

"Kajja, nanti kita terlambat."

Ragu-ragu, akhirnya Junsu mau juga masuk kedalam BMW, itu, YooChun bersorak dalam hati, akhirnya rencana untuk bisa lebih dekat dengan Junsu berjalan dengan baik.

.

"Boo, nanti apa kau pulang sore lagi?"

JaeJoong yang hendak melepas sabuk pengamannya itu Langsung memandang Yunho yang juga memandangnya, mereka sudah berada di area sekolah, walau masih didalam mobil.

"Ya, aku hari ini ada piket? Apa kau ada latihan hari ini?"

"Tidak."

"Oh… kalau kau mau pulang dulu, pulanglah, aku bisa naik bus…"

JaeJoong baru saja hendak keluar sampai tangan Yunho mencegat pergerakannya.

"Akan aku tunggu di depan gerbang, ne… aku tak akan membiarkanmu pulang sendiri."
JaeJoong mengangguk, setelah melihat respon JaeJoong, Yunho langsung melepaskan gengaman tanganya, dan membiarkan JaeJoong pergi.

.

Tiffany berlari kecil mengejar JaeJoong yang bersiul ria sambil memainkan ponselnya. Dia berencana untuk mengajak Pria cantik itu pulang bersama. Ah… itu bukan karena Tiffany menyukai JaeJoong, itu hanya salah satu dari bagian rencananya.

"JaeJoong Oppa….!"

JaeJoong membalik tubuhnya, wajah pria cantik itu langsung memerah saat dilihanya wanita taksiranya berlari kearanya.

"Tiffany?"

Tiffany berhenti saat tubuhnya sudah hampir sampai didekat JaeJoong, jarak mereka yang cukup dekat dapat membuat JaeJoong merasa hawa panas disekitar pipinya.

"Oppa, pulang bersama dengaku, Ne?"

"Eh?"

Wanita itu tersenyum (sok) manis dihadapan JaeJoong. Lalu di lihatnya jam tangannya yang sudah menujukan pukul setengan 6 sore.

"Ini sudah sangat sore, oppa. Aku takut pulang sendiri." Rajuk Tiffany.

"Tapi, aku…"

"Kau bisa bawa mobilkan? Bawa mobilku ne."

JaeJoong sedikit menimang ajakan Tiffany. Saat menimang-nimang ajakan itu, JaeJoong teringat pada Yunho yang pasti sekarang sedang menunggungnya.

"Oppa, ayolah…"

JaeJoong kembail harus berfikir, jarang sekali dia bisa sedekat ini dengan Tiffany.

"Baiklah."

Akhirnya JaeJoong mengambil kunci mobil Tiffany dan berjalan kearah parkiran bersama gadis itu. Saat melewati gerbang sekolah, JaeJoong dapat melihat Yunho dari kaca mobil Tiffany yang satu arah itu, dilihatnya Yunho sedang bersender didepan mobilnya, sambil berkali-kali melihat jam tangan mewah milik pria tanpan itu, ingin rasanya JaeJoong berhenti dan memberitahukah Yunho kalau dia akan pulang bersama Tiffany, tapi diurungkanya, karena dia takut nanti Yunho malah menyeretnya keluar dari mobil Tiffany, dan hilang sudah kesempatannya untuk bisa dekat dengan gadis itu. Tanpa JaeJoong sadari, Tiffany sudah mengukir sebuah senyum mematikan diwajahnya melihat JaeJoong yang dengan tega membiarkan Yunho menunggunya.

.

Sudah jam 7 malam, Yunho masih berada di sekolah. Beruntung sekolah itu belum ditutup oleh penjaga. Dengan wajah yang gelisah dan raut muka yang menampkan ke khawatiran. Yunho mengitari seluruh kelas bahkan ruangan sekolah yang sudah sangat sepi itu pun tak luput dari mata musangnnya.

"Boo… BooJae…"

Suara Yunho menggemah memanggil-manggil nama JaeJoong, sudah berkali-kali dia mencoba menghubungi JaeJoong, tapi tak sekalipun diangkat oleh pria cantik itu. Dia sangat takut kalau JaeJoong kenapa-napa.

Ponsel disakunya bergetar, dirogotnya saku celana seragam itu, layar ponselnya menampilkan nama 'BooJae Calling'

Senyumnya mengembang, dengan segerah di tekanya tombol hijau.

'-Boo, kau dimana? Apa kau tak apa-apa?-'

Suara Yunho terdengar mendesak, dia ingin tahu keadaan JaeJoong sekarang.

'-Kau di mana Yun?-'

Terdengar suara merdu JaeJoong dari seberang sana.

'-Aku masih di sekolah? Apa kau tak apa-apa? Aku akan kesana menjemputmu? Katakan kau dimana?-'

'-Aku sudah berada di rumah, tadi aku pulang bersama Tiffany, sekarang kau tak usah khawatir, pulanglah.-'

Yunho mengepal tanganya kuat. Sakit sekali rasanya, sampai semalam ini dia menunggu pria cantik itu, ternyata orang yang ditunggu pulang bersama wanita yang ditaksir pria cantik itu. Sungguh, darahnya mendidih sampai diubun-ubun, tapi tetap ditahannya, dia tak mau dan tak akan pernah memarahi JaeJoong.

'-Baiklah, besok akan ku jemput kau di rumah ne?-'

'-Ne-'

PIK…

Sambungan itu terputus. Dengan lemas Yunho berjalan kearah Audinya yang diparkirnya di depan gerbang sekolah

.

.

Yunho membuka pintu utama kediaman 'Jung' dengan kasar. Dengan langkah gontai, pria tampan itu masuk lalu melempar kunci mobilnya asal kearah meja TV. Changmin yang melihat keadaan hyung nya itu menarik satu alisnya ke atas.

"Kenapa baru pulang Hyung?"

Yunho menghempas tubuhnya disamping Changmin yang sedang menyaksikan acara TV faforitnya. Dengan ekor mata sipitnya, Changmin melirik Yunho yang mengusap wajahnya kasar.

"Min…"

Akhirnya Changmin bergeser menghadap saudara satu-satunya itu. Ada raut kecewa, benci dan sedih diwajah sang hyung.

"Kau ada masalah? Ayo ceritakan padaku?"

"Aku…, ah sudahlah Min, aku mau istirahat."
Yunho merentangkan kedua tangannya di sandaran sofa, matanya tertutup rapat. Changmin tahu kalau masalah yang dihadapi Hyungnya itu pasti berkaitan dengan pria yang sangat dicintai hyung kesayangannya itu.

"Apa karena JaeJoong sunbae?"

Yunho membuka matanya, sebuah senyum bertengger di wajah Yunho. Yeah.. Changmin memang selalu bisa menebak apa yang jadi beban pikirannya. Ditinggal oleh kedua orang tua mereka yang terlalu sibuk dengan pekerjaan, membuat mereka berdua mau tak mau memang harus saling mengerti dan berbagi.

"Dia mengacuhkanku hari ini-"

"-Bukankah dia selalu mengacuhkanmu?"

Potong Changmin cepat, diliriknya stoples yang ada diatas meja didepannya. Dijangkaunya stoples berisi kripik kentang itu, lalu dibukanya berlahan, sambil menunggu Yunho berbicara.

"Kali ini dia mengacuhkanku demi Tiffany…"
satu keripik kentang masuk kedalam mulut Changmin, pria tampan yang ada dihadapan Yunho itu masih setia mendengarkan isi hati kakak laki-lakinya itu.

"Menurutmu, apa dia mencintaiku?"
Changmin berhenti mengunyah, kali ini dia malah mengambil gelas berisi Jus Jeruk yang tadi dibuatnya. Setelah meminum isinya seperempat, Changmin kembali menaruh gelas itu dimeja.

"Dari awal bukankah kau tahu kalau dia tak menyukaimu? Lalu kenapa masih bertanya?"

Yunho tersenyum kecut, matanya sama sekali tak memandang kearah Changmin, malah laki-laki itu sibuk dengan pikirannya sendiri.

"Kau betul…"

Tatapan mata Yunho terlihat kosong memandang kearah TV. Changmin menghela napas berat, lalu kembali meraup keripik kentangnya.

"Kau bukan seperti hyungku saja. Masa dengan nenek sihir seperti Tiffany kalah, bukankah kau pernah bilang akan membuat JaeJoong sunbae menyukaimu. Kau bahkan belum bertempur hyung."

Yunho kembali tersenyum mendengar perkataan Changmin, senyum lembut disertai sebuah tarikan napas legah.

"Apa dia bisa menyukaiku suatu saat nanti."

"Mungkin. Lagipula kalau aku jadi kau, aku tak akan menyerah. Perjanjian kalian masih sangat lama. Satu bulan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan seorang Kim JaeJoong."

"Hei… satu bulan itu bukan waktu yang lama."

Changmin menaruh stoples di pangkuannya kelantai, diraihnya bahu Yunho, sehingga sekarang mereka saling berhadapan. Kedua mata Jung brother itu saling berhadapan.

"Tsk, Kau benar-benar bukan hyungku. Kau bahkan bisa menaklukkan satu sekolah dalam waktu 3 bulan, kau ingat saat hari pertama kau masuk sekolah, kau bercerita padaku kalau perempuan-perempuan disekolah kita selalu mengejarmu. Well kalau dalam satu bulan kau tak bisa mendapatkan Kim JaeJoong, lebih baik kau hanyut di sungai Han"

Lagi-lagi Yunho tersenyum mendengar perkatan Changmin. Kali ini Changmin membalas senyuman itu juga.

"Anggap saja Tiffany sebagai batu sandungan untukmu saat ini. Semua tak ada yang berjalan mulus sesuai keinginan, Ingat itu Hyung."

Changmin kembali mengambil stoples di lantai lalu mengambil isi nya dan mengunyahnya santai.

"Kau memang adik terbaikku."

Puji Yunho, Changmin menarik satu seringai kecil, matanya kembali focus pada acara TV.

"Kau meremehkanku, hmmm… jika kau ingin, aku bisa mengerjai Tiffany."

"Tidak, biarkan aku yang menyelesaikannya sendiri."

Yunho mengangkat tubuhnya dari sofa, dilirknya Changmin yang menengadah menatapnya, setelah tersenyum kearah sang adik, Yunho melangkah menuju kamar tercintanya di lantai dua.

"Aku akan mempertaruhkan semua makanan kesayanganku padamu, ku pastikan kalau JaeJoong sunbae pasti bisa bertekuk lutut dihadapannmu Hyung."

Bisik Changmin liri

.

.

Day 13
Yunho baru saja sampai dikediaman rumah JaeJoong, kali ini dia tak ditemani YooChun. Sohib akrabnya itu tadi pagi-pagi sekali menelponya dan mengatakan akan menjemput Junsu untuk pergi bersama duluan. Makanya pagi ini dia sendirian menjemput JaeJoong.

Pria cantik itu terlihat berjalan menuju tempatnya berpijak, setelah merasa cukup dekat, pria cantik itu menghentikan langkahnya dan menatap Yunho dalam.

"Park YooChun, tadi pagi-pagi sekali menjemput sepupuku…"

Adu JaeJoong padanya. Yunho terlihat mengerutkan dahinya sebentar, lalu memasang wajah mempesonanya.

"Aku tahu, dia sudah memberi tahu ku duluan, kau merasa tak suka, hmmm?"

JaeJoong menyenderkan tubuhnya di samping Yunho yang menyenderkan tubuhnya di badan Audi putihnya.

"Aku tak suka YooChun dekat-dekat dengan Junsu, temanmu itu playboy."

Yunho tertawa renyah. "Temanku? Bukankah dia juga temanmu?"

"Hanya teman sekelas, kau ingat. Bukankah dia teman baikmu."

Yunho beranjak dari tempatnya, membukakan pintu penumpang di bagian depan lalu menatap JaeJoong intens.

"YooChun tak akan mempermaikan Junsu seperti yang lain, percaya kata-kataku. Dia terlalu menyukai Junsu."

JaeJoong mengaitkan kedua lenganya di dada. "Kau pikir aku percaya dengan temanmu itu?, Junsu terlalu polos untuk disakiti."

Sebuah sedan dengan warnah Pink mencolok berhenti tepat di depan audi putih Yunho, pasangan YunJae itu melirik kearah sedan itu. Seorang wanita berperawakan cantik dengan rambut panjang tergerai keluar dari dalam sedan pink itu.

"Oppa, JaeJoong oppa…!"
"Tiffany."

JaeJoong memasang ekpresi terkejut, tak menyangkah kalau gadis itu datang ke kediamannya saat ini. Yunho mengepal jari-jarinya kuat. Beruntung manusia didepannya ini bergender perempuan, kalau laki-laki pasti sudah habis dia ditangan Yunho.

"Eh~ Yunho oppa juga ada. JaeJoong oppa, aku kemari untuk menjemputmu, ayo pergi bersamaku."

Tiffany berlari kecil kearah JaeJoong, lalu memeluk lengan kekar JaeJoong erat.

Mata besar nan polos milik JaeJoong itu sontak membulat sempurna, ada perasaan tak enak pada dirinya saat tanpa sengaja mata dengan manic hitam itu menemukan Yunho mengepal erat, sampai buku-buku Jarinya memutih.

"Ayo oppa, kita sudah hampir terlambat."

"Tiffany, aku sudah dijemput Yunho."

JaeJoong menatap Tiffany dan Yunho bergantian.

"Yunho oppa, izinkan JaeJoong oppa pergi bersamaku ne?"

"Tanyakan saja pada JaeJoong sendiri, aku tak punya hak untuk menentukannya."
Tiffany memasang muka memelas kearah JaeJoong, dengn satu tarikan napas JaeJoong menepuk pelan bahu Yunho.

"Yun, aku pergi bersamanya ne. kau pergi sendiri saja."

Mata musang itu membulat saat dia mendengar kalau JaeJoong lebih memilih wanita itu dibandingkan dengannya.

JaeJoong berlalu dengan Tiffany yang masih mengandeng lengannya mesra meninggalkan Yunho yang menatap punggungnya dengan perasaan kecewa. Hari ini dia bertekat untuk membolos, sakit sekali hatinya saat ini.

.

.

JaeJoong memandang nanar kearah bangku kosong di samping YooChun, padahal sudah jam istirahat, tapi Yunho belum juga muncul. Padahal tadi pagi Yunho datang dan menjemputnya, tapi semenjak JaeJoong mengatakan akan pergi bersama Tiffany, Yunho malah menghilang sampai sekarang.

Junjur saja, JaeJoong merasa Khawatir saat ini. Dia takut Yunho kenapa-napa. Dia tahu kalau perlakuannya pada Yunho bisa dikatakan jahat, tapi apa mau dikata, dia hanya tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mendakiti Tiffany.

"Kau dimana Yun?"

Bisiknya untuk diri sendiri.

.

.

Dari pagi sampai malam hari, JaeJoong belum juga mendapatkan kabar dari Yunho, ingin sekali rasangan menanyakan keberadaan pria itu pada YooChun atau Changmin orang-orang terdekat Yunho. Tapi gensinya terlalu besar. Ingin menghubunginya dia takut nanti Yunho malah besar kepala.

Tubuh putih JaeJoong yang berbaut kaos singlet berwana kream itu berputa-puta tak tentu arah. Malam ini dia benar-benar merasah gelisah, ada kalanya pria cantik itu malah berbaring telentang dan menghadap kearah langit-langit kamarnya sambil mengggumamkan nama 'Yunho'.

"Yunho…"

Tit… tit…

Sebuah pesan masuk terlihat di ponselnya, saat melihat siapa pengirim pesan itu wajahnya berseri.

FROM :

Yunho

0xxxxxxxx

03-02-20xx

20:42

Besok tepat tanggal 4 Februari, kau ingat, itu hari ulang tahunmu, aku bermaksud untuk merayakannya berdua saja denganmu. Jika kau mau, aku akan menunggumu di café Mirotic besok malam.

Mungkin besok aku tak akan pergi kesekolah lagi, tubuh ku benar-benar lelah saat ini. Aku ingin istirahat sehari lagi. Katakan pada YooChun kalau dia menanyakanku. Aku sudah meminta Changmin mengantarkan surat izin pada Soensaengnim.

Selamat malam, tidurlah yang nyenyak dan mimpi indah, BooJaeJoongie.^^

Setelah membaca pesan yang dikatagorikan cukup panjang itu, JaeJoong menaruh ponselnya di meja nakas. Matanya kembali menerawang, tapi tak lama, mata besar itu akhirnya menutup karena rasa kantuk yang cukup mengganggunya. Membawa pemilik wajah cantik itu mengarungi mimpi indahnya seperti harapan Yunho dipesannya tadi.

.

.

Day 14

Hari ini mau tak mau JaeJoong harus berangkat bersama YooChun dan Junsu, karena Yunho tak menjemputnya. Selain itu juga karena Junsu merengek agar dia mau pergi bersama dengan YooSu couple itu.

"Yunho sakit, apa kau tahu?"
JaeJoong membuka pembicaraan saat mobil BMW YooChun membelah Jalan raya yang sangat ramai pagi ini.

"Aku tahu, Changmin yang memberitahuku tadi. Saat aku mencoba menghubunginya, Changmin yang mengangkat ponselnya."

Jelas YooChun, sesekali pria berpipi Chubby itu melirik JaeJoong yang duduk di bangku belakang dengan kaca sepionnya.

"Dia sakit apa?"

JaeJoong bertanya dengan nada datar, walau masih tertangkap jelas oleh YooSu ada nada Khawatir. Junsu menarik bibirnya untuk tersenyum kecil, apa JaeJoong akhirnya bisa menyukai laki-laki itu? Itulah yang dipikirkan Junsu.

"Aku tak tahu, dia bukan orang yang gampang sakit. Changmin tak mengatakan dia sakit apa? Kau kekasihnyakan, kenapa tak menanyakan langsung padanya."

YooChun melirik Junsu yang menutup mulutnya dengan tangan kirinya, kelihatannya pria imut itu sedang menyembunyikan rasa lucunya dari JaeJoong. Bisa mati dia kalau JaeJoong tahu dia menertawakan pria cantik itu.

"Kau teman baiknya. Aku rasa kau lebih tahu dariku tentangnya."

"Aku tahu, tapi selama beberapa hari ini, bukannya dia selalu bersamamu? Bahkan dia terlihat acuh padaku."

Hening, JaeJoong tak tahu harus menjawab apa. Benar kata YooChun, Dia adalah kekasih Yunho (walau itu menurut pandangan Yunho sendiri) dan beberapa hari ini Yunho memang selalu bersamanya, menemaninya dan selalu mengikutinya kemanapun dia pergi. Selama ini dia memang tak pernah mau tahu tentang Yunho sedikitpun, padahal Yunho selalu mencari tahu tentangnya bahkan hal-hal kecil yang disukainya dan tak disukainya pun Yunho tahu.

"Hyung, selamat ulang tahu ne, ini untukmu."

Junsu membuyarkan lamunan JaeJoong, sebuah kotak yang tak begitu besar sudah bertengger indah di atas pangkuannya.

"Apa ini?"

"Buka saja."

Junsu dan YooChun saling melirik. Dengan antusias JaeJoong membuka kota dengan bungkus kado berwarna merah menyala itu. Waw… sebuah Jam tangan didalamnya. JaeJoong memandang Junsu, lalu mengembangkan senyum manisnya.

"Gomawo ne, Junsu-ah."

"Bukan hanya aku yang membelikannya, YooChun juga ikut memilih."

JaeJoong melirik YooChun yang telihat acuh itu sedang focus pada stirnya. Tangannya menepuk bahu YooChun lembut.

"Gomawo, YooChun."

YooChun Cuma membalas dengan gumaman pelan.

.

.

TBC

A/N+Balas repyu

-Julie YunJae

Sudah milky usahain untuk updet, walau gak kilat, repyu lagi…^^

-desi1212

Yoona Cuma untuk pemain pendukung aja, maklum Chun ajhunsi itu kan playboy. Di chap ini YooSu momen sudah milky usahain dan bang Min juga sudah muncul di chap ini. Repyu lagi…^^

-Nina317Elf

Semoga…hehehe… repyu lagi…^^

-meirah.1111

Hahaha… benar tuh, Jung Yunho Cuma punya Jung JaeJoong seorang. Repyu lagi^^

-Haiiro-Sora

Tiffany kan memang menyebalkan#dibunuh sone. Benar, Jaema sok jual mahal tuh#tos…(digampar Jaema). Repyu lagi…^^

-CassieMelody

Sudah lanjut, repyu lagi…

-Evil Thieves

Hehehehe… repyu lagi^^

.9

Ini sudah ada kelanjutannya… repyu lagi^^

-irengiovanny

Pasti ada mesra-mesraan YunJae nya, tapi belum sekrang. Kan sebulan masih lama…

Sebenarnya YooSu sudah saling suka, walau di fic ini belum kelihatan jelas. Ini sudah lanjut. Repyu lagi…^^

-riska0122

Wew~ tiffany jangan dibasmi dulu, cz milky masih perlu tiffany buat ni …sudah lanjut.

Repyu lagi…^^

-saitou hitomi

Jangan tabok Jaema… entar yunpa marah…. Kalau mau nabok tiffany, milky ikut ya^^ #ditabok sone. Udah lanjut nih… repyu lagi…^^

-Diya

Semoga di chap ini sudah lumayan panjang. Maklum, otaknya mentok. Sudah updet…repyu lagi…^^

-Ryani

Sudah lanjut… repyu lagi…^^

-Nara-Chan

Jangan gorok tiffany dulu, dia masih diperlukan dalam fic ini ^^. Ide bagus tuh, tapi entar nih fic bakal naik rate… ok, repyu lagi…^^

-namikaze

Junsu ama YooChun memang saling menyukai kok (buka kartu) tp milky masih mau main-main dulu ama YooSu couple di fic ini muahaha evil smirk... repyu lagi…^^

-Guest

Sudah lanjut… repyu lagi^^

-KishiZhera

Gak apa". Ya begitulah, cinta segitiga antara YunJaeTiffany… di chap ini masih belum bisa kasih blusing" untuk YunJae couple, mungkin konflik nya bakal dimulai dari sini.#hug Changmin. Tapi tunggu aja, pasti ada blusing" nya. Gomawo, repyu lagi….^^

-geri miku

Milky juga gak tahu kenapa jaema suka ama tiffany #pose mikir. Lihat aja entar, apa Jaema bakal jatuh hati ama Yunpa apa gak… repyu lagi…^^

-KimShippo

Jangan cekik mereka dulu, entar kalau ff na sudah tamat baru boleh… hehehe… repyu lagi…^^

-Momo Dwi98 Casshipper

Tenang, konflikngnya gak berat, cz milky jg gak tega lihat Yunpa menderita…#popo Yundad…Repyu lagi…^^

-Aoi Ko Mamoru

Milky kan orangnya lumayan tegaan, walau gak tega-tega amat sih… hehehe… ok, repyu lagi…

Makasih yang sudah repyu, jangan lupa buat repyu lagi ya, bagi teman-teman yg blum sempat milky bales repyunya n namanya yg rada typo, mian, cz milky lihat dari hp sih.

Milky rada bingung, ini ff yg eror, atau apa, kenapa jumlah repyu yg masuk tak sesuai dengan jumlah repyu yang tertera. (aduh, bahasanya…)

Ok… repyu lagi ya^^

Micky_Milky