Title: Love For One Month

Genre: Romance/ Drama

Author: Micky_Milky

Rate: T

Disclaimer: DBSK milik tuhan, orangtua, dan Cassiopeia

Pairing: YunJae, YooSu, …xMinx…

Length: Chaptered

Warning : Typo, eyd, Yaoi, Ooc, dll

.

.

Chap 4

DON'T LIKE DON'T READ

DON'T COPAS

Kim JaeJoong, pria cantik itu terlihat sedang menatap pantulannya di cermin, sudah lebih dari 1 jam, pria dengan mata besar nan polos itu sibuk dengan pakaiannya. Padahal dia hanya ingin pergi merayakan ulang tahunnya bersama Jung Yunho di sebuah café tempat janjian mereka.

Entah kenapa malam ini JaeJoong ingin terlihat sangat menawan, Entah untuk siapa dia melakukannya, apa untuk membuat Jung Yunho terkesan atau malah untuk memberitahu pada dunia kalau Kim JaeJoong bukanlah pria biasa seperti yang dikatakan teman-temannya di sekolah.

Kaus v-neck berwarna putih dengan luaran blazer berwana hitam dan celana Jins berwana hitam membuat pria cantik itu terlihat sempurna.

"Kau sangat tampan, Kim JaeJoong."

Ujarnya sambil menunjuk-nunjuk pantulannya di cermin.

"JaeJoong-ah, ada temanmu."

JaeJoong segera berhenti dari narsisme-nya, dengan tergesa dia membuka pintu kamar. Seingatnya Yunho tak mengatakan akan menjemputnya, tapi kenapa pria itu malah datang kemari.

"Tiffany? Kenapa kau ada disini?"

Ternyata dugaan JaeJoong salah, bukan Yunho yang menjemputnya, tapi Tiffany. Wanita itu terlihat cantik dengan balutan gaun malamnya.

"Aku ingin mengajak oppa makan malam, bukankah kau ulang tahun hari ini, ayo kita rayakan bersama."

Mrs Kim yang berdiri di samping Tiffany melirik JaeJoong, lalu tersenyum kearah putra satu-satunya itu.

"Pilihanmu tepat sekali, dia sangat cantik."

Mrs Kim berjalan riang kearah dapur setelah mengatakan hal yang membuat wajah Tiffany tersipu.

Sepeninggalan Mrs Kim, JaeJoong menyuruh Tiffany untuk duduk di sofa terlebih dahulu. Lagi-lagi dia harus memilih.

"Tiffany, mian ne, aku sudah berjanji dengan Yunho untuk merayakan ulang tahunku berdua dengannya."

Wajah Tiffany tertunduk dalam, dia merasa kesal sekaligus marah. Jung Yunho ternyata sudah membuat janji dengan JaeJoong, dan Janji itu hanya untuk mereka berdua saja.

Aizz… Awas kau, Kim JaeJoong. Iner Tiffany mulai muncul.

Dengan bakat acting terpendamnya, Tiffany mulai mengubah wajahnya menjadi wajah sesedih mungkin.

"Kau menolak ajakkanku, Oppa?"

Dan… JaeJoong terjebak dengan wajah itu.

"Ani…. Hanya saja aku sudah berjanji."

"Jadi kau memilih pergi bersama Yunho oppa dari pada denganku, padahal aku sudah berdandan untukmu oppa."

JaeJoong menarik napasnya dalam, ditatapnya wajah Tiffany. Aizz… dia tak bisa melihat gadis itu kecewa.

"Baiklah, aku akan pergi dengamu."

Seringai tak tampak terukir di wajah cantik berpoles make up itu. JaeJoong tak tahu kalau Tiffany sedang tertawa senang di dalam hatinya. Sebenarnya Tiffany tak menyangkah kalau JaeJoong akan menyia-nyiakan ajakan Yunho hanya untuk dirinya.

-Y^^J-

Sudah pukul 11.23 malam, Yunho sekali lagi menghembus napasnya berat. Dilihatnya sekeliling café tempatnya menunggu sedari tadi. Tak ada seorangpun disana bahkan pria yang ditunggunya sedari tadipun tak kunjung muncul.

Yunho merogot saku jas-nya, melihat sebuah kotak berukuran sedang. Dibukanya kotak itu, lalu melihat isi didalamnya. Sebuah gelang berwarna hitam pekah, dengan ukiran berwana perak disekitarnya. Lalu pria tampan itu melihat pergelangan tangannya, menemukan gelang yang sama namun berbeda warna.

"Kau dimana, Boo?"

Pria tanpan itu benar-benar merasa kecewa, dia sudah susah-susah berdandan dan memboking café ini, tapi Kim JaeJoong, pria cantik sekaligus tamu istimewa malam ini yang sangat dicintainya itu tak kunjung datang.

Pip…pip…(anggap aja bunyi hp yunpa)

Sebuah pesan masuk terlihat di ponsel Yunho.

FROM :

BooJaeJoongie

0xxxxxxxx

04-02-20xx

23:26

Yun, mian ne, aku tak bisa datang, hari ini ummaku sakit, maaf baru memberitahumu.

Satu pesan singkat itu sukses membuat Yunho lemas seketika. Dengan gontai pria tampan itu beranjak pergi dari café yang sudah di bokingnya tadi.

.

.

JaeJoong baru saja keluar dari sedan berwarna pink milik Tiffany, setelah melambai dan mengucapkan selamat malam pada JaeJoong, gadis itu berlalu begitu saja.

Dari jarak yang cukup jauh, Jung Yunho sedang mengepal tangannya pada stir mobilnya. Kesal. Ya… dia kesal pada kedua manusia yang sedang diamatinya itu.

"Kau bilang kalau ibumu sakit, tapi ternyata kau pergi dengan gadis itu eoh?"

Mata musang Yunho terlihat tajam memandang gadis berbalut gaun malam di depan JaeJoong saat ini. Setelah gadis itu dan sedan pinknya menghilang dari pandangan Yunho. Mata itu mulai meredup, tak tampak sedikitpun kemarahan seperti saat dia memandang gadis itu.

Mata musang dengan pandangan lembut itu mengarah ke pria cantik yang melambai riang kearah sedan pink yang baru saja melesat pergi.

"Boo, kenapa kau membohongiku demi Tiffany."

Lirihnya. Dengan cepat Yunho memutar arah Audinya, lalu melaju kencang meninggalkan pria cantik itu.

JaeJoong memandang audi putih yang tadi terlihat parkir tak jauh dari rumahnya, audi itu berbalik arah, lalu melesat begitu saja. Saat dilihat plat nomor di audi itu mata bulatnya melotot terkejut.

"Yunho…!"

Seruhnya, dia tahu itu mobil siapa, dan satu hal yang baru disadarinya, dia ketahuan berbohong dengan pria tampan itu.

.

.

.

Day 15

"Oppa…"

"Yunho Oppa… pagi…"

"Jiahhh… Yunho Sunbae."

Dan begitulah jeritan-jeritan yang didengar Yunho pagi ini. Sebenarnya itu sudah sering dialaminya, hanya saja semenjak JaeJoong berada disampingnya, Yunho mulai jarang menerima jeritan histeris dari para FG nya.

Tapi pagi ini lain cerita, Yunho pergi sendiri tanpa ditemanin si pria cantik itu disebelahnya. Alasannya sangat masuk akal kenapa pria tampan itu tak menjemput JaeJoong, dia masih marah dan kecewa dengan sikap JaeJoong padanya malam tadi.

Yunho melempar tas ranselnya ke samping bangku YooChun, pria dengan pipi chubby itu melongos tak suka dengan tindakan teman akrabnya itu.

"Sudah sembuh, Bro?"

Yunho tak memperdulikan perkataan YooChun, pria di samping Yunho itu menaikkan satu alisnya, baru kali ini dia melihat pria seramah dan sehangat Yunho bersikap acuh dan dingin kepadanya dan kepada FG-nya yang sedari tadi memandang mereka berdua.

"Kau kenapa?"

Lagi-lagi Yunho tak menyahut. Pria dengan mata musang itu sibuk dengan ponselnya, YooChun menghembus napas berat, lalu beranjak dari bangkunya.

"Mau kenama kau?"

Yunho yang melihat YooChun berdiri dari bangkunya itu akhirnya membuka suara.

"Ke kamar mandi, ingin ikut?"

"Tidak, duluan saja."

YooChun mengedikkan kedua bahunya, lalu pergi beranjak dari kelas.

.

.

Dua bangku didepan Yunho tepatnya di bangku yang diduduki pria cantik bernama Kim JaeJoong, si pemilik bangku terlihat gelisah, terkadang dia berusaha untuk menghadap kedepan mendengarkan Kang In teman sekelasnya berbicara padanya, terkadang dia juga terlihat ingin memutar bangkunya ke belakang. Jujur saja saat ini JaeJoong sedang dalam perasaan resah, karena sikap Yunho yang terlihat acuh padanya, apa lagi tadi malam dia ketahuan berbohong dengan pemuda murah senyum itu.

"JaeJoong-ah, kau mendengarkanku tidak?"

Kang in di depan JaeJoong terlihat murka, bagai mana dia tak marah kalau orang yang diajaknya berbicara mengacuhkannya.

"Hmmm, Kang in-ah, mian ne."

"Kau sedang sakit? Kau terlihat gelisah."
"Ani.."

"Ah, akan aku katakan pada kekasihmu kalau kau sakit, tunggu disini biar aku beritahu padanya."

"Kang in-ah… aku tak apa-apa."

Ujar JaeJoong, tanganya berusaha mengapai lengan kekar pria berbadan besar itu, tapi Kang In terlebih dahulu berlalu dari hadapannya dan berjalan kearah bangku Yunho. JaeJoong tak mendengar jelas apa yang kedua pria itu bicarakan, sampai dia melihat Yunho beranjak dari bangkunya dan berjalan mendekatinya.

"Kau sakit? Aku antar ke ruang kesehatan."

Yunho menggenggam lengan JaeJoong erat, membuat pria cantik itu meringis kesakitan. Mata elangnya terlihat tajam melihat JaeJoong.

"Appo Yun…"

"Ayo berdiri."

Yunho tak menggubris rasa sakit di lengan JaeJoong, dia malah menarik JaeJoong dari kursinya lalu membawa JaeJoong ke ruang kesehatan.

.

.

UKS…

"Istirahatlah sampai kau sembuh, aku akan keluar."

JaeJoong hanya melihat Yunho pergi meninggalkanya begitu saja. Tak pernah sekalipun Yunho bersikap begitu acuh padanya, baru kali ini dia merasa Yunho bersikap begitu.

"Apa dia masih marah."

.

Setelah beristirahat cukup diruang UKS, walaupun dia sama sekali tak sakit JaeJoong langsung menuju kelasnya untuk mengikuti mata pelajaran di jam berikutnya. Di tengah jalan dia melihat Yunho yang sedang berjalan kearahnya. Pria itu memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana sekolahnya, dengan seragam yang sedikit berantakan dan dasi yang menjuntai ke bawah, Yunho begitu saja melewati JaeJoong yang hendak menyapanya.

"Yun...! kau mau kemana? Sebentar lagi pelajaran dimulai 'kan?"
Yunho tak menggubris sama sekali, malah pria tampan itu melenggang begitu saja, berjalan menuju anak tangga yang akan membawanya keatap sekolah.

JaeJoong menunduk dalam, meremas ujung kemeja seragamnya, ada perasaan sakit saat Yunho mengacuhkannya seperti itu, inikah yang dirasakan Yunho saat dia mengacuhkan Pria bermata musang itu habis-habisan.

"Mian, Yun." Lirihnya.

Day 16

Lagi-lagi JaeJoong pergi bersama YooSu Couple hari ini, dia tak di jemput Yunho lagi. Dengan perasaan kacau JaeJoong menuju kelasnya, saat berada di parkiran tadi JaeJoong sempat melihat mobil Yunho terpakir di sana. Senang. Ya tentu saja dia senang Yunho hari ini masuk sekolah. Dia tak suka Yunho membolos seperti kemarin.

Setelah bertemu di koridor sekolah Yunho langsung naik keatap dan tak turun sampai pelajaran selesai. Para guru juga menanyakan keberadaan Yunho, wajarkan kalau guru-guru merasa kehilangan, Jung Yunho adalah anak kesayang di sekolah ini. Nilai yang selalu bagus, tak pernah membolos, dan prestasi yang di raih diluar mata pelajarannya itu membuat dia sangat di kagumi, dan kemarin kali pertama Yunho membolos.

Ekor mata JaeJoong bergerak mencari keberadaan Yunho, bahkan saat Tiffany yang berada disampinya dan sedang mengoceh pun tak di dengarkannya dengan focus. Entah apa yang membuat JaeJoong merasa sangat ingin melihat Yunho hari ini.

"Oppa… kenapa mengacuhkanku?"

JaeJoong akhirnya memandang Tiffany yang merengut, lengan kekar JaeJoong yang sedari tadi digandeng mesra pun ikut di cengram Tiffany karena merasa kesal dengan JaeJoong.

"Tiffany, kembalilah kekelasmu."

Tiffany menghentakkan kakinya kesal. Dengan malas JaeJoong mendudukkan bokongnya diatas kursi, kecewa sekali dia saat tak menemukan Yunho di dalam kelas tadi, hanya beberapa siswa dan siswi yang terlihat bergosip saja.

"Peesss, hari ini Yunho oppa ulang tahun loh."

"Eh… benar, kau bawa hadiah?"

"Ya, aku bawah hadiah. Kau?"

"Ah… bagaimana ini, aku tak bawa apa-apa."

"Sudah, dasar nasib mu saja yang sial."

Wanita-wanita itu tertawa pelan, JaeJoong mengkerutkan dahinya, sampai seorang wanita dari gerombolan wanita yang sedang bergosip itu melihatnya.

"Hei… hei, katanya Yunho oppa memutuskan JaeJoong oppa."

JaeJoong menggigit bibir bawahnya keras, ada perasan marah menyeruak dari hatinya saat mendengar gadis itu mengatai hubungannya dan Yunho.

"Ya, aku juga dengar gossip itu, itu karena JaeJoong oppa terlalu jual mahal."

JaeJoong menunduk dalam, gadis dengan potongan rambut pendek berkaca mata itu mulai menunjuk-nunjuk kearah JaeJoong.

"JaeJoong oppa keterlaluan, katanya Yunho oppa diperlakukan tidak baik selama mereka berpacaran. JaeJoong oppa selingkuh dengan Tiffany, padahal Yunho oppa selalu bersikap baik padanya."

"Set, jangan keras-keras, orangnnya melihat."

Seorang gadis berambut panjang dikuncir kuda mulai menunjuk-nunjuk JaeJoong dengan dagunya.

"Biarkan saja dia mendengar, seharusnya dia berterima kasih, Pria sempurnah seperti Yunho oppa mau dengannya yang bukan siapa-siapa itu. bayangkan saja, aku sering melihat Yunho oppa rela mengantar dan menjemputnya setiap hari, andai itu aku… ah, bahagia sekali hidupku."

Gadis berambut kriting memegang pipinya sambil berpose menerawang.

"Aku heran bagaimana Tiffany menyukainya."
"Eh kau tak tahu, Tiffany-kan sebenarnya menyukai Yunho oppa, mungkin JaeJoong oppa hanya di permainkan saja olehnya."

Si kriting mulai menyikut lengan temannya, sambil tersenyum mengejek pada JaeJoong, JaeJoong yang mendengar itu semua bangkit dari kursi, lalu berjalan keluar kelas.

.

.

"Yunho oppa, selamat ulangtahun."

"Oppa… selamat, terima kado dariku ya."

"Oppa…Yunho oppa~ YooChun oppa~"

YooChun menyumpal kedua telinganya dengan telapak tangannya, menyebalkan sekali mendengar teriakan siswi yang memekakan telinga itu.

Sesekali dia melirik Yunho yang berjalan disebelahnya, terlihat sangat angkuh dan… menyebalkan, biasanya Yunho akan tersenyum sambil mengucapkan terima kasih pada wanita-wanita itu, tapi sekarang mereka Cuma mendapatkan tatapan menyeramkan dari YooChun yang tak suka atas keberutalan mereka.

"kalian berisik sekali, bisa diam tidak."

YooChun berkecak pinggang di tengah-tengah kerumunan wanita muda itu. dia menggeretakan giginya tanda betapa geramnya dia dengan wanita-wanita itu. seluruh siswi yang tadi berteriak sontak diam.

Saat YooChun menarik kepalanya kesamping untuk melihat Yunho, pria itu tak menemukan si mata rubah itu di sampingnya.

"Yunho… Jung Yunho…"

YooChun dan siswi yang tadi mengerumuninya melihat JaeJoong yang terlihat mengejar Yunho menaiki tangga yang membawanya keatap sekolah. Yunho tak menggubris tapi JaeJoong tetap mengikutinya dari belakang.

"Ini pasti akan menyenangkan."

Lirih YooChun disertai senyuman penuh arti darinya.

.

.

"Yun, ayo kita bicara."

Yunho membuka pintu terali dan pintu besi atap sekolah, lalu dia berjalan kearah tangki air menarik sedikit celananya lalu duduk menyender ke tangki air itu.

JaeJoong berjalan pelan kesamping Yunho berada, dia Cuma memandang pria tampan itu yang asik memejamkan matanya, wajah tampan terhembus angin sepoi-sepoi. JaeJoong sama sekali tak ingin duduk, dia lebih memilih mengamati Yunho sambil berdiri di sampingnya.

"Yun, kau ingin bolos lagi?"

Yunho membuka matanya, lalu mendongak menatap JaeJoong tajam, denyut di jantung JaeJoong seolah berhenti saat melihat mata itu seolah menyimpan kemarahan besar.

"Yu… Yun…"

"Waeyo?"

Yunho membuka suaranya. JaeJoong mengalihkan pandangannya dari wajah kecil Yunho.

"Soal malam itu. aku ingin membicarakannya."

Yunho berdiri dari duduknya, mengibas-ngibaskan kotoran di bokongnya. Sekarang dia sudah berdiri di depan JaeJoong.

"Katakan…!"

Rahang tegas milik Yunho terlihat jelas dimata JaeJoong, membuat Pria cantik itu mundur selangkah.

"A…apa kau menungguku malam itu?"

"Ne."

"Ka…kau melihatku dan Tiffany?"

"Ne."
"Maaf."

Yunho memandang rambut hitam JaeJoong saat wajah cantik itu menunduk dalam.

"Apa kau marah?"

Yunho merogot saku celananya, lalu mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah, mengamit tangan kiri JaeJoong lalu menaruh kotak itu di telapak tangan pria cantik itu.

"Aku sengaja memesannya Khusus untukmu, menunggumu sampai tengah malam, dan berharap bisa menghabiskan waktu ulangtahunmu bersamaku. Tapi kau membohongiku dan pergi bersama gadis itu…"

JaeJoong mengangkat kepalanya, melihat wajah kecil dengan mata musang itu memancar kesedihan disana.

"… hari ini ulangtahunku, sebenarnya aku berharap kau mengejarku sampai sini untuk mengucapkan 'selamat ulangtahun' tapi ternyata kau Cuma ingin membahas tentang kebohonganmu."

"Yun…"
"Kau minta aku menjauhimu 'kan? Akan aku kabulkan, tapi aku minta hadiahku dulu darimu."

"Ta…"

"Seettt, sekali ini saja, dan aku akan menjauhimu, Jae."

Yunho mendekatkan wajahnya ke wajah JaeJoong, memandang seluruh keindahan wajah cantik sekaligus tampan itu.

"Yun…!"

Seru JaeJoong sebelum dia merasakan bibir tebal Yunho menekan bibirnya dalam. Mata besar itu tertutup entah kenapa JaeJoong sama sekali tak menolak, dia bahkan merasa sangat menyukai sentuhan itu dibibirnya.

Kotak yang tadi diberikan Yunho terlepas begitu saja, membuatnya terjatuh di bawah kaki YunJae.

Yunho mendorong Tubuh JaeJoong kearah tangki, menyudutkan tubuh yang lebih kecil darinya itu agar tidak bergerak.

"Hmmmpt…"

JaeJoong mengalungkan kedua lengannya di leher Yunho, meremas rambut belakang pemuda tampan itu lembut, sedangkan Yunho sibuk dengan lumatan-lumatan kecil di bibir merah itu, merasakan bibir JaeJoong begitu pas untuk dia hisap dan jilat.

"Engh… Yuhhn~"

Lumatan-lumatan kecil itu berubah menjadi hisapan bergairah, telapak tangan Yunho menyentu pipi JaeJoong, membelai lalu mencubit kecil pipi itu, tangan-tangan itu kemudian turun dan menyusup masuk kemeja Seragam JaeJoong, membelai perut JaeJoong dengan gerakan lembut.

Tak mendapat perlawanan Yunho mencoba menggigit bibir bawah JaeJoong, saat bibir itu terbuka dengan gerakan cepat Yunho memasukkan Lidahnya kedalam rongga mulut JaeJoong mencari lidah JaeJoong dan mengajaknya bertarung penuh di dalam ronggah mulut JaeJoong. Saliva meleleh di selah-selah bibir mereka.

Ada perasaan takut oleh JaeJoong saat merasa Yunho mulai menaikkan rabaannya dari perut rata miliknya kedaerah dada, dirasakannya Yunho mengusap lembut pertengahan dadanya dan merasakan ciuman Yunho sudah berpindah ke daerah leher.

"Yun-hoooo~"

Wajah JaeJoong memerah sempurna, napasnya memburu dan sekarang dia tak tahu bagaimana rupanya lagi, tapi sunggun, dia tahu ini salah, apa yang dilakukannya dan Yunho sudah terlalu Jauh, apa lagi saat dia merasa Yunho sudah menggigit menghisap bahkan mencium perpotongan lehernya dan pundak, tapi walau begitu JaeJoong merasa ingin lebih. Begitu dia merasa sentuhan tangan kekar Yunho di putting sebelah kirinya, mencubit lembut lalu meremas pun, entah kenapa seperti akal sehatnya menguap.

Dia menyukai sentuhan Yunho, begitu lembut dan benar-benar terasa berbeda di tubuhnya, tubuhnya begitu sensitive dan sangat bergetar saat hisapan dan gigitan di lehernya semakin terasa nyata.

"Yunh…"
"Kau menyukainya Hmm?"

Yunho memandang wajah JaeJoong dalam, melingkarkan kedua lengan kekar itu di pinggang ramping JaeJoong. Mata musangnya begitu menikmati apa yang dia lihat sekarang, wajah JaeJoong yang memerah dan napas yang tersengal, serta keadaanya yang bisa dibilang acak-acakan.

JaeJoong membuka matanya, mendapatkan Yunho yang menatapnya tajam, berbeda dari pikirannya tadi yang berharap Yunho menatapnya dengan pandangan lembut.

"Yun.. aku, engh…"

Dengan gerakan Sensual, Yunho menjilat pinggiran bibir JaeJoong, lalu mengendus perpotongan leher JaeJoong menghirup aroma manis dari pria cantik itu. JaeJoong berani mempertaruhkan apapun saat ini, demi tuhan, dia sangat menyukai setiap inchi tubuhnya yang di sentuh Yunho, dan Jantungnya yang berdetak abnormal disertai suhu tubuhnya yang mungkin naik beberapa derajat.

"Love You, JaeJoong-ah."

Setelah berkata seperti itu, Yunho sudah kembali mendekatkan wajahnya ke wajah JaeJoong, saat JaeJoong ingin menutup mata untuk kedua kalinya dan ingin merasakan apa yang tadi dirasakannya bersama Yunho. Tiba-tiba pintu besi itu terbuka lebar. Memperlihatkan Tiffany dan Jessica yang menatap mereka terkejut.

Bagaimana tak terkejut, kalau kalian melihat JaeJoong sedang berada dipelukan Yunho dengan jarak wajah mereka yang dapat dikatakan 'Danger' itu.

"Yak kalian berdua…!"

Seruh Tiffany lantang. JaeJoong segerah mendorong Yunho menjauh dari tubuhnya, sedangkan Yunho hanya menatap kedua gadis itu dengan pandangan sinis.

"Cih~ mengganggu."

Dengus Yunho. Pria tampan itu membuang ludahnya ke ubin, lalu berjalan meninggalkan Tiffany, Jessica dan JaeJoong di sana.

"Gomawo hadiahnya, kau tahu. Itu hadiha paling berharga dan teridah yang aku dapat seumur hidupku…"
JaeJoong memandang datar kearah punggung Yunho yang sekarang berdiri membelakanginya.

"Seperti perjanjian tadi, Aku tak akan mengganggumu lagi."

JaeJoong menyentuh dadanya, ada rasa sakit saat Yunho mengatakan hal itu tadi. Pria cantik itu menunduk dalam, menggigit bibir bawahnya yang sudah membengkak akibat ulah Yunho tadi dengan keras, untuk meredam isak tangis yang entah kenapa ingin keluar.

Yunho kembali berjalan melewati Jessica dan Tiffany yang memandang Yunho dengan tampang shock.

"Pengganggu."

Decit Yunho kearah Kedua wanita itu, lalu dengan cepat meninggalkan JaeJoong, Tiffany dan Jessica begitu saja.

"Aku ingin bicara denganmu, oppa. Tapi bukan sekarang."

Tiffany memutar tubuhnya, lalu menyeret Jessica meninggalkan JaeJoong sendiri diatas atap, saat JaeJoong mendengar debaman pintu besi itu, dia terduduk memegangi dadanya yang berdenyut-denyut sakit.

"Aku benci diriku sendiri."

Ujarnya terisak. Dia coba bangkit untuk berdiri tapi tubuhnya terasa tak bertulang saat ini.

"Ada apa denganku? Hiks… seharusnya aku senang dia menjauhiku, tapi kenapa disini sakit."

JaeJoong memukul-mukul dadanya, dia ingin menghilangkan rasa sakit itu dengan cara apapun.

"Yun…"

Pria cantik itu menengadah, mendapatkan Junsu yang memandangnya Khawatir.

"Hyung, berdiri Hyung."

Junsu mencoba membantu JaeJoong berdiri. Sebenarnya Junsu tahu semua yang dialami JaeJoong tadi, dia mengendap-ngendap mengikuti JaeJoong dari belakang bersama Kyuhyun dan Changmin. Mereka juga sempat berpapasan dengan Yunho, Jessica dan Tiffany saat ketiga manusia itu turun.

"Kau tak apa?"

Junsu mengusap rambut JaeJoong dengan sayang, sakit sekali melihat sepupu tercintanya ini sepeti itu.

"Junsu, aku…Yunho~"

"Seettt…Aku mengerti."

Junsu merasa prihatin melihat keadaan JaeJoong, sungguh ini diluar nalar. Kim JaeJoong yang dia kenal sangat membenci Jung Yunho, pria yang beberapa minggu lalu menembak Hyungnya itu sekarang seperti orang gila saat pria tampan itu mengatakan akan menjauhi JaeJoong. Padahal dia tahu betapa JaeJoong ingin sekali Yunho menyingkir dari kehidupannya.

"Ayo kita bawa dia pulang? YooChun Hyung mengirim pesan padaku, katanya Yunho Hyung sepertinya membolos hari ini, dan sepertinya Yunho Hyung juga sudah pulang."

Kyuhyun berjongkok dihadapan JaeSu, lalu memapa JaeJoong untuk berjalan.

"Aku menang Hyung, taruhanku menang. Kau sekarang mendapatkannya. Bukan hanya membuat dia menyukaimu, tapi bahkan kau membuatnya mencintaimu dan membutuhkanmu kurang dari satu bulan."

Bisik sosok tinggi yang dari tadi mengamati JaeSuKyuh dari kejauhan. Tubuhnya menyender pada kunsen kayu, dan sebuah senyum kemenangan terukir di bibirnya.

"Jung Changmin, bisa bantu kami…"

"Oh ya, baiklah…"

Sosok tinggi itu berlari kecil mendekati JaeSuKyuh dengan seringai yang sudah diganti senyuman lembut di bibirnya. Membopong JaeJoong dan tak lupa mengambil sebuah kotak yang tadi sempat terlupakan oleh JaeJoong.

.

.

TBC

A/N+Balas Review

Suka gak dengan Chap ini?

Ok, Milky balas repyu.

-Sora Hwang

Wah, ternyata perasaanmu benar tuh, Tiffany mengganggu acara ulta na JaeMa. Sudah updet walau gak asap. repyu lagi^^

-desi1212

Di chap ini sudah terlihat gak romantis YunJae nya? (garuk butt jiji). Ini chap selanjutnya. Repyu lagi^^

-Ryani

Sejunsu ama Ryani-shi…*hug. Sudah lanjut. Repyu lagi^^

-Diya

Masama^^ ni chap sudah kelihatan belum romtisnya YunJae?. Repyu lagi?

-namikaze

seChangmin, iya nih Tiffany kayak Jelangkung aja yak #kabur sebelum digampar sone. Sudah lanjut. Repyu lagi^^

-Yaoi daebak

Sebenarnya yg disukai Jaema itu Tiffany bukan Jessica. Entar, chap depan diusahain buat Jaema Cemburu. Repyu lagi…

-Nara-chan

Ok… kali ini saya serahin Tiffany ama Nara-chan… mau di buat sate juga gak apa #evil smile bareng bang Minnie. Chap ini banyak gak YunJae romancenya? Repyu lagi^^

-Momo Dwi98 Casshipper

Huaaahhh… ternyata sudah bisa ditebak ya. Repyu lagi^^

-Elsita

Muahahaha… iya tuh, Jaema kan memang genit…#ditabok Jaema. Repyu lagi^^

-riska0122

Ayo kita basmi Tiffany #plak. Kalau yunpa minta bantuan si duo evil sama aja yunpa gak berusaha kan. Sudah updet, walau gak asap. repyu lagi^^

-shim minkyu

Annyeong too (?), belum tahu, entara ada minkyu apa gak, cz lom dapat ide buat untuk Minkyu di fic ini. Sudah lanjut, repyu lagi^^

.9

Hehehe… gak janji buat Jaema cemburu di chap ini… tp gak tau kalau chap depan ya. Repyu lagi^^

-Aoi Ko Mamoru

Heh? Itu gejala apaan? Repyu lagi^^

-Julie YunJae

Semuanya sudah di jawab di chap ini. Sudah updet. Repyu lagi^^

-redKrystal

Belum bisa buat YunJae Jadian, kan perjanjiannya sebulan. Repyu lagi^^

-Haiiro-Sora

Kalau saya di taruhkan, saya bakal sepikiran ama Changminnie…repyu lagi^^

-Qhia503

Gak salah kok. Repyu lagi^^

-Nina317Elf

Baru tahu ya Tiffany genit…? Repyu lagi^^

-irengiovanny

Sudah lanjut, repyu lagi^^

-gery miku

Sudah updet, walau gak kilat. Repyu lagi^^

-min neul rin

Sudah lanjut, repyu lagi^^

-Dongdonghae

Mian chap 4 yg saya balas repyu na. Ok… pasti, repyu lagi^^

-KishiZhera

Hahaha… Sudah lanjut, repyu lagi^^

-KimShippo

Hahaha, gak apa", sebenarnya milky juga ngerasa kata" gay rada kasar, tp gk mungkin milky buat JaeSeksual, atau YunSeksual, entar yang baca malang binggung. Cuma di ff" aja kok milky nulis gitu, maklum ikuti EYD yang ada. Entar kata-kata Gay bakal di kurangi, walau gak janji bakal dihilangi atau di tukar. Tenang, itu kritik(?) yang membangun. Repyu lagi^^

-Rha Yunjaeshipper

Mian Cuma balas repyu 4, kalau di ff ini gak janji, tapi kalau di luar sana milky persilahkan deh untuk melenyapkan Tiffany. #dibanting Tiffany. Sudah lanjut. Repyu lagi.

-ryukey

Huaahhh… Jaema orang yang baik kok, Cuma di ff ini aja milky buat dia rada ngeselin.^^. Repyu lagi^^

Gomawo sudah repyu, jangan lupa buat repyu lagi ya, bagi teman-teman yg blum sempat milky bales repyunya n namanya yg rada typo, mian, cz milky lihat dari hp.

Micky_Milky