Title: Love For One Month

Genre: Romance/ Drama

Author: Micky_Milky

Rate: T

Disclaimer: DBSK milik tuhan, orangtua, dan Cassiopeia

Pairing: YunJae, YooSu, …xMinx…

Length: Chaptered

Warning : Typo, eyd, Yaoi, Ooc, dll

.

.

Chap 5

DON'T LIKE DON'T READ

DON'T COPAS

Changmin melempar kunci mobilnya kearah meja nakas, lalu mempercepat laju kakinya kearah dapur.

Tubuh tingginya terlonjak kaget saat melihat Yunho sedang asik memainkan cangkir yang berisi air mineral dingin sambil duduk di meja makan. Masih lengkap dengan seragam sekolahnya.

"Kau membolos Hyung? Seumur hidupku, aku baru kali ini melihamu sering membolos."

Yunho tak merespon. Changmin melangkah menuju kulkas, mengambil cangkir lalu mengisihnya dengan air mineral dingin, setelah memasukkannya kembali air meneral yang tadi dikeluarkannya dari dalam botol, Changmin mendudukan dirinya tepat didepan Yunho dan menaruh gelasnya di atas meja makan.

"Tadi heboh sekali ya?"

Yunho mengerutkan kedua alisnya, ditatapnya Changmin yang tertawa samar.

"Maksudmu?"

"Kau tak tahu? Jae sunbae tadi juga ikut membolos, setelah menangis seperti orang gila?"

"Orang gila?"

Yunho memiringkan kepalanya bingung dengan perkataan Changmin. Changmin memandang Yunho dalam, sebuah seringai terukir di bibirnya.

"Dia menangis setelah kau tinggal di atap sekolah tadi. Sepertinya dia menangisimu?"

"Aku?"

Yunho menunjuk dirinya sendiri, seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan Changmin padanya

barusan.

"Ya, kau…! Menurutmu siapa lagi? Tiffany? Bukankah dia tadi habis bicara padamu?"

Yunho menggigit bibir bawahnya pelan, lalu memutar bola matanya kearah Changmin.

"Jangan bercanda. Tadi Tiffany juga ada di sana, mungkin saja dia menangis karena gadis itu."

Changmin meminum air mineral yang tadi diambilnya dari kulkas, lalu kembali meletakan cangkirnya di atas meja.

"Dia memanggil nama, 'Yunho' bukan 'Tiffany', menurutmu, siapa yang bernama Yunho di sekolah kita? Hanya kau Yunho yang dia kenal."

Yunho mencengkram erat gelas ditangannya. 'benarkah JaeJoong menangis karenanya? Oh~ dia benar-benar merasa buruk sekarang.' dia benar-benar mengutuk dirinya.

Changmin tersenyum penuh arti melihat Yunho terdiam mendengar perkataannya.

"Untuk sementara cobalah untuk mendiamkannya? Aku rasa dia sudah mulai bisa menerimamu."
"Kenapa aku harus mendiamkannya?"

Changmin menarik napas dalam, lalu membuangnya setelah itu dia memandang Yunho yang memasang wajah bingung atas saran Changmin.

"Itu cara untuk mengetahui apa dia benar-benar menyukaimu. Kalau dia merasa kehilangan saat kau tak bersamanya, itu bertanda kalau dia benar-benar menyukaimu."

"Kalau tidak?"

"Menyerahlah, karena kau sama saja membuang waktumu untuk mengejar-ngejarnya terus. "

Hening… Yunho terlihat memikirkan sesuatu sedangkan Changmin hanya diam memandang kakak laki-lakinya itu.

"Perjanjian kalian masih lama, pergunakan semua kesempatan, walau Cuma 1 persen kemungkinan berhasil, kalau tak di coba kita tak tahu hasilnya. Ah~ sudahlah, lebih baik Hyung pikirkan dulu, aku mau ganti baju."

Changmin menyeret tas sandangnya ke arah kamar, meninggalkan Yunho yang masih sibuk mencerna perkataan adiknya itu.

.

.

Day 17

JaeJoong menunduk dalam-dalam saat melewati koridor sekolah, dia merasa sangat tidak bersemangat hari ini, apa lagi saat dia melihat Mobil Yunho tak terpakir tadi. Kali ini dia pergi dengan Bus karena tak mau mengganggu pasangan YooSu.

Dugaannya salah, dari jarak yang lumayan Jauh, JaeJoong dapat melihat Jung Yunho dan sosok pemuda yang JaeJoong ketahui bernama Jung Changmin sedang melewati koridor sekolah. Sesekali duo' Jung' itu terlihat bercanda sambil saling menepuk pundak.

"Hyung…"

Saat Jarak duo 'Jung' dan JaeJoong semakin menipis, Changmin menyikut Yunho, mengarahkan dagunya kearah JaeJoong yang berdiri mematung sambil terlihat meremas ujung seragam-nya.

"Biarkan saja."

Ujar Yunho datar. Changmin mengedikkan bahu, tanda mengerti tak mengerti maksud Yunho dia tetap harus menuruti perintah Hyungnya itu.

"Annyeong Yun…"
JaeJoong memberanikan diri menyapa Yunho yang baru saja melewatinya, tapi pria itu sama sekali tak menggubrisnya, malah JaeJoong merasa Yunho sama sekali tak perduli padanya. Bisik-bisik dari siswi yang melihat kejadian itu mulai terdengar. Ada yang mengatain JaeJoong sinis, ada juga yang iba pada pria cantik itu karena di acuhkan oleh Yunho.

"Yun…!"

Kali ini JaeJoong menaikkan satu oktaf suaranya, berharap Yunho mendengar suaranya dan meresponnya. Tapi ternyata dugaannya salah, Yunho malah melangkah terus dan membuat JaeJoong benar-benar putus asa.

"JaeJoong sunbae."

JaeJoong mengangkat wajahnya melihat pria dengan tinggi melebihi rata-rata pria pada umumnya. Pria yang tadi terlihat bercanda dengan Yunho.

"Mian, Hyungku lagi sakit gigi."

Ujar pria itu sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Ah~ tak apa Changmin-shi."

JaeJoong kembali menunduk sedih. Dia tahu Changmin Cuma bercanda tentang 'sakit gigi' Yunho karena dia sangat Yakin kalau Yunho masih marah padanya.
"Sunbae, aku kembali kekelas, Ne. Bye."

JaeJoong menarik seulas senyum saat mendapat respon yang berbeda dari Changmin. Setidaknya Jung bungsu itu tak membencinya seperti kakak laki-lakinya.

.

.

"Mian, apa ini kelas 11-B?"

YooChun terlihat celingak-celinguk di depan sebuah kelas, sampai dia menemukan seorang siswi untuk dapat ditanyai tantang status kelas itu, dan siswi itu salah satu dari penghuni kelas itu.

"Kyaaa, YooChun oppa."

Teriak wanita itu histeris, sontak saja seluruh penghuni kelas itu menatap objek yang diteriaki.

"YOOCHUN OPPA…"

YooChun tersenyum canggung saat melihat hampir seluruh penghuni kelas itu khususnya kaum siswi menjeriti namanya. Sebuah keringat besar menggantung dipelipisnya. Tak menyangka kalau dia harus terjebak dalam situasi seperti sekarang, dimana dia harus dikelilingi wanita-wanita penghuni kelas itu dan menanyakan banyak hal tentang kehidupan pribadinya.

"Ehem~ Hyung, kenapa ada disini?"

Sosok Changmin muncul dari arah belakang YooChun. YooChun sangat bersyukur atas kehadiran adik teman baiknya itu. soalnya dia melihat seluruh siswi di sana mulai mundur teratur melihat wajah Changmin yang mengeras karena kesal.

"Benar ini kelas 11-B, Changminnie?"

"Mow? Kau tak tahu? Kau itu malah sudah berada disini sebelum aku hyung."

YooChun menggeleng pelan, membuat Changmin harus mendesah pasrah.

"Ne, ini kelas 11-B, dan juga kelas ku, wae?"

YooChun tersenyum penuh arti, di letakkannya kedua tangannya diatas bahu Changmin.

"Aku ingin bertemu Junsu-ah, apa dia ada?"

Changmin menyingkirkan kedua tangan itu dengan lembut. Lalu menatap YooChun dengan tak berminat.

"Ada, itu dia."

Changmin mengarahkan telunjuknya kearah Junsu dan Kyuhyun yang berjalan beriringan di koridor sambil terlihat bercanda.

"Mau kau jadikan dia korbanmu yang keberapa, Hyung?"

YooChun merengut tak suka dengan pertanyaan Changmin.

"Kali ini cukup dia saja, aku benar-benar tak tertarik pada siapapun kecuali dia."

"Yoona?"

"Sudah putus."

"Suzy."

"Sudah putus."

"Taeyeon?"

"Semua pacarku sudah aku putuskan, Changminnie. Kau ini berisik sekali."

"Amber?"

"Mow?"
YooChun melotot memandang Changmin yang cekikikan, bagaimana bisa dia pacaran dengan Amber. Walau di akte kelahiran Amber tertulis 'Perempuan', tapi tetap saja gender gadis tomboy itu masih dipertanyakan sama seperti seorang 'Kim JaeJoong', mengingat selain tomboy dan sedikit arogan, Amber juga ketua club Karate di sekolahnya.

Changmin berhenti tertawa, di tatapnya dua sahabat karibnya itu, pemuda tampan itu melipat kedua tangannya memandang kearah KyunSu yang berjalan semakin mendekat.

"Apa dia punya kekasih?"

Changmin memutar bola matanya kearah YooChun yang juga melipat kedua tangannya didepan dada.

"Coba kau tebak."

Changmin mengeluarkan evil smirk-nya, YooChun menyeringai.

"Belum, dan dia akan punya kekasih sebentar lagi."

"Kau?"
"Siapa lagi, pastinya aku."

YooChun berjalan meninggalkan Changmin yang mengkrucutkan bibirnya beberapa centi.

"Huh~ playboy." Desis Changmin

.

.

Day 18

YooChun menyender pada BMW kesayangannya. Dengan kesal diliriknya jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya, 16.08 masih lumayan siang. Bagaimana lelaki itu tidak kesal kalau perutnya dari tadi keroncongan minta di isi, apa lagi dia belum pulang sama sekali ke rumah setelah pelajaran sekolah usai tadi. Diamatinya rumah sederhana yang sekarang berada di depannya.

Sosok laki-laki imut terlihat baru saja keluar dari dalam rumah itu mengenakan kaus berlengan panjang berwarna kream, dan celana Jins biru tua.

"Junsu-ah…"

Junsu menghentikan langkahnya, melihat YooChun yang melambai padanya, jantungnya berdentum kencang saat mengetahui YooChun sedang berdiri didepan rumahnya ah… salah rumah JaeJoong tepatnya.

"Hyung."

Junsu berlari kecil kearah YooChun yang mengamatinya. Sebuah senyum terukir di masing-masing wajah pemuda itu.

"Kenapa ada disini?"

YooChun mengetuk jari telunjuknya ke dagu. Mencari alasan untuk pertanyaan Junsu.

"Aku ingin bertemu dengamu."

"Aku?"

YooChun mengangguk, Junsu ikut menyenderkan tubuhnya di samping BMW YooChun.

"Ada apa?"

Junsu menunduk dalam, matanya menatap aspal tempatnya berpijak, dia sungguh-sungguh gugup berdekatan dengan pria ini.

"Cuma ingin melihatmu."

Jawab YooChun jujur. Dia memang datang hanya untuk melihat wajah pria imut itu. Jangan Tanya kenapa, entahlah dia juga tidak tahu alasanya.

"Apa Hyung tidak mau masuk? Di luar sangat panas."

Junsu menoleh kearah YooChun yang menatapnya dalam. YooChun tak menjawab tapi dia Cuma merespon lewat gelengan.

"Begitu." Respon Junsu.

"Apa Ibu-nya JaeJoong ada?" Junsu mengangguk

"Ada, Jae Hyung juga ada, tapi Ajhunssi yang tak ada, dia sedang kekantor sekarang. lebih baik masuklah dulu, pasti hyung capek. Hyung kan baru pulang."

"Tak apa, lebih baik aku pulang saja sekarang, umma-ku sudah menelpon tadi."

"Mow? Hyung tak pulang kerumah, ne? memangnya sepulang sekolah tadi hyung kemana?"

YooChun mengelus rambut Junsu dengan lembut, membuat Pria imut itu kembali menundukkan wajahnya untuk mengembunyikan rona merah di pipinya.

"Kerumah Yunho, kami baru saja selesai mengerjakan tugas tadi."

Junsu manggut-manggut mengerti, tapi wajahnya tetap saja menunduk.

"Aku pulang ya, besok akan aku jumput."

YooChun masuk ke dalam mobilnya. Setelah melambai kearah Junsu, BMW hitam milik YooChun itu melesat begitu saja.

"Jiaahhh, YooChun Hyung."

Jerit Junsu heboh sambil memegangi pipinya, seperti seorang gadis yang sedang kasmaran saja.

.

.

.

Day 19

JaeJoong kembali harus semobil dengan YooChun dan Junsu. Penyebabnya karena Junsu merengek ingin sepupunya itu ikut dengannya. Dia tak mau JaeJoong pergi sendiri setelah kejadian di atap sekolah.

"Apa kau sudah mulai bisa bicara dengan Yunho?" YooChun mulai memecah kesunyian yang terjadi di dalam BMW mewah itu

"Ani, dia mengacuhkanku."

JaeJoong menggeleng lemah, dia menautkan kedua jari telunjuknya tak mampu menatap YooChun dan Junsu yang duduk di depannya.

"Coba untuk bicara baik-baik dengannya."

"Sudah, tapi dia tetap mengacuhkanku. Aku tahu aku salah, jadi pantas dia mengacuhkanku setelah apa yang aku lakukan padanya selama ini."

"Apa kau menyukainya?"
JaeJoong terlonjak kaget, ditatapnya YooChun yang masih asik menyetir, dan Junsu yang duduk di samping YooChun. Pria imut itu membalikkan tubunya menghadap JaeJoong sekarang.

"Entahlah."

"Kau masih tak bisa melepaskan Tiffany, eoh?"

JaeJoong terdiam, Junsu menghela napas pasrah, dia menoel sikut YooChun berharap YooChun tidak memperpanjang pembicaraan ini.

.

.

Tiffany terlihat bergelantungan manja di lengan kekar Yunho, membuat siswi-siswi yang melihatnya mencibir atas perbuatannya itu.

"Lepas…!"
Yunho menyentak kekangan Tiffany, tapi tetap saja Tiffany kembali memeluk lengan kekar itu.

"Aku dengar kau putus dengan JaeJoong oppa?"
Yunho berhenti berjalan, dengan kesal kembali pelukan dilengannya itu dilepas dengan paksa olehnya.

"Terus?"
"Jadilah pacarku, Oppa."
Tiffany memandang harap kearah Yunho, Yunho tersenyum sinis menanggapi perkataan Tiffany.

"Kau tidak punya malu eoh? Karena kau hubunganku dan JaeJoong begini."
Tiffany semakin mendekatkan tubuhnya kearah Yunho, mencondongkan wajahnya untuk lebih dekat dengan wajah tampan itu.

"Itu semua aku lakukan karena aku menyukaimu, oppa."
"Tapi aku tidak."

"Yun-ho."

Tiffany dan Yunho sontak melihat secara bersama pada suara yang memanggil Yunho tadi. Sosok YooChun dan kedua 'Kim' bersaudara yang memandangnya terkejut.

"YooChun. Waeyo?"

JaeJoong menunduk kaku saat pria yang sekarang sudah mulai memenuhi hatinya itu berjalan menghampirinya, tepatnya menghampiri YooChun.

"Sedang apa kau dengan wanita itu?"
YooChun menunjuk Tiffany tak berminat, lalu kepalanya menoleh kearah JaeJoong yang menunduk dalam, sedangkan Junsu hanya memandang Yunho datar.

"Oppa, aku menyukaimu."

Tiba-tiba Tiffany memeluk tubuh Yunho dari belakang, menggesek kedua pipinya kepunggung kekar Yunho. YooChun, Junsu dan JaeJoong terlihat terkejut, terlebih lagi JaeJoong, bibirnya ingin mengatakan sesuatu tapi tak bisa tersampaikan olehnya sangking Shock nya dia melihat kejadian itu.

"Mian, aku ingin kekelas sekarang."

JaeJoong berjalan menjauhi yang lain, Yunho dapat melihat pancaran sedih dimata itu. sungguh… dia ingin sekali memeluk pria yang masih sangat dicintainya itu, tapi egonya menang, selain itu dia berusaha mengikuti saran Changmin untuk mendiamkan JaeJoong terlebih dahulu.

"Aku juga ingin kekelas."

Junsu menyusul JaeJoong dari belakang, YooChun dan Yunho dapat melihat Junsu yang terlihat bercakap-cakap dengan JaeJoong yang masih menunduk itu.

"Oppa…!"

Ah… ternyata Yunho dan YooChun melupakan seseorang yang masih berada disana. Tiffany, gadis yang masih memeluk Yunho.

"Lepas…!"

Yunho kembali melepaskan pelukan Tiffany kasar. Tubuhnya berbalik, lalu menghadap gadis itu. mata musangnnya memancarkan kebencian terhadap wanita didepannya itu. Dia benar-benar tak menyangka akan membenci seorang wanita sampai seperti ini.

"Kau wanita menjijikkan, Tiffany."
Ujar Yunho dingin. Dia masih ingat jelas bagaimana gadis itu merusak hubungannya dan JaeJoong, bagaimana gadis itu merebut JaeJoong darinya, dan bagaimana gadis itu mendekati JaeJoong-nya sehingga JaeJoong benar-benar berpaling darinya. Dan sekarang, dengan tidak tahu malunya Tiffany berkata padanya kalau gadis itu menyukainya.

"Opp~"
"Jangan pernah memanggilku, menyebut namaku, mendekatiku, dan berada di depanku atau di sekitarku. Sungguh, aku sudah muak denganmu."

"Apa karena JaeJoong oppa?"
Tiffany mulai terisak, tak menyangka kalau Jung Yunho yang dikenal sebagai pria berkepribadian hangat itu dapat melontarkan kata-kata sekejam itu padanya yang seorang perempuan.

"Ne, karena dia, karena kau membuat orang yang aku cintai menjauhiku, karena kau sudah membuatnya berpaling dariku, dan karena kau sudah mempermainkan dia."
Tiffany meremas ujung kemejahnya, dia terdiam menunduk dengan masih terisak.

"Itu-itu karena aku menyukaimu, aku hanya ingin kau melepaskannya, aku ingin kalian putus. Bukankah dia tak menyukaimu, untuk apa kau masih menyukainya dan mempertahankanya."

Tiffany mengangkat wajahnya memperlihatkan wajah sembapnya dan air mata yang mengalir deras dari matanya.

" Itu urusanku dan JaeJoong, kenapa kau ikut campur. Lagi pula kau kira aku dapat menyukaimu dengan apa yang sekarang kau lakukan padaku dan JaeJoong? Huh~ aku benar-benar membencimu."

Yunho berlalu begitu saja dari hadapan Tiffany, sedangkan YooChun yang dari tadi melihat mini K-drama didepannya itu mulai mengekor di belakang Yunho.

"JaeJoong oppa brengsek, awas saja kau, aku akan membuatmu merasakan apa yang aku rasakan."

Ujar Tiffany dengan suara serak, membuatnya jadi tontonan siswa maupun siswi yang berada disekitarnya.

.

.

Day 20

"JaeJoong oppa."
JaeJoong menoleh kearah Tiffany yang sedang berdiri di samping pintu kelasnya. Gadis itu terlihat memandang isi kelas itu dengan detail. Hanya tinggal JaeJoong, seorang siswi gendut, Yunho, YooChun, Kang In, seorang siswa berkacama tebal dan seorang siswi berambut ikal yang berdiri di samping siswi berbadan gendut tadi. Pelajaran baru saja selesai, dan mereka tadi adalah sekelompok siswa maupun siswi yang masih membereskan peralatan sekolahnya dan sebagian sudah mulai menyandang tasnya untuk pulang.

"Aku ingin pulang denganmu."
JaeJoong menatap Tiffany yang tersenyum genit kearahnya, sesekali wanita itu mencuri pandang kearah Yunho yang terlihat berhenti memasukkan bukunya kedalam tas saat mendengar ajakan Tiffany untuk JaeJoong tadi, Yunho mengangkat wajahnya dan memperlihatkan mata musang itu berkila penuh amarah.

"Bagaimana oppa?"

"JaeJoong, Yunho, YooChun aku duluan."

Kang In memecah kesunyian di dalam kelas itu, dia terlihat menyeret pria berkacamata tebal itu untuk pulang bersamanya. YooChun masih setia mendengarkan percakapan Tiffany dan JaeJoong sambil mencuri perhatian kearah Yunho yang menatap kedua manusia itu dengan wajah seram. Sedangkan kedua siswi yang tinggal tadi langsung kabur saat melihat suasana tegang dikelas mereka, pasti besok akan ada gossip yang disebarkan oleh kedua siswi itu, pikir YooChun.

"Mian, aku akan pulang bersama Junsu."

"Sekalian aku ingin bicara penting padamu."

Akhirnya JaeJoong mengangguk pasrah, diikutinya langkah wanita itu dari belakang. Saat Tiffany dan JaeJoong sudah mulai keluar, YooChun menepuk bahu Yunho.

"Cepatlah, Changmin pasti menunggumu sekarang."

Yunho mengangguk. Beberapa hari ini Yunho memang pergi bersama Changmin, makanya mobil audi putih yang menjadi kebanggaannya itu tak pernah terlihat terpakir di area sekolah.

"Ayo…!"

.

.

JaeJoong dan Tiffany berdiri diatas sebuah jembatan yang membentang diatas sungai Han. Sesekali JaeJoong menutu matanya menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya. Terlihat langit yang mendung dan hembusan angin yang semakin dingin. Kelihatannya akan turun hujan

"JaeJoong oppa, aku membencimu."

Tubuh JaeJoong tersentak kaget saat mendengar Tiffany mulai berucap, di tolehkannya wajah cantik itu kearah Tiffany yang memandang sinis kearahnya.

"Aku benci kau, JaeJoong oppa."
"Kenapa?"
Bibir JaeJoong bergetar hebat saat mendengar Tiffany mengulang kata-kata itu.

"Karena Yunho oppa memilihmu dibandingkan aku."
JaeJoong mengepal erat. Tubuhnya bergetar hebat.

"Selama ini aku hanya memperalatmu agar kau dan Yunho oppa bertengkar dan putus. Dan aku berhasil, sama seperti yang kau lakukan pada Yuri bukan?"

Mata hitam polos itu mulai berkaca, mengingat betapa jahatnya dia pada Yuri saat itu.

"Kenapa? Tak bisa bicara eoh? Sakit tidak?"

Dengan tangan yang masih mengepal JaeJoong maju selangkah tapi kemudian mundur lagi.

"Yunho oppa menolakku, itu semua karenamu, rasanya sakit, kau merasakah sakit yang sama bukan, sama sepertiku, ditolak oleh orang yang dicintai."

JaeJoong menelan ludah pasrah, wajah Tiffany mulai melembut, air mata mulai mengenang dan tumpah, rambut panjangnya tertiup angin membuat beberapa helai menutupi wajahnya yang basah.

"Hahaha… kau tahu, aku benar-benar tak habis pikir, bagaimana bisa kau menolak Yunho oppa hanya karena aku, oh~ apa pesonaku begitu besar sampai kau tak menganggap Yunho oppa yang selalu baik padamu? Hei… Kim JaeJoong, kau menyesal bukan, menyesal karena sudah melepaskannya untukku. Cih~ pria menyebalkan sepertimu itu kenapa harus ada didunia. Kau merampas Yunho oppa dariku. Aku membencimu. Kim JaeJoong."

Tiffany berlalu dari hadapan JaeJoong, wanita itu masuk kedalam sedan pink-nya, meninggakan JaeJoong yang masih bingung.

.

.

Buku-buku jarinya memutih dan wajah cantik itu mulai mengeras saat mencoba menahan genangan air yang akan tumpah dari matanya. Pria cantik itu berjalan dengan gontai menelusuri trotoar memandang langit yang mulai menggelap.

"Hahaha… kau tahu, aku benar-benar tak habis pikir, bagaimana bisa kau menolak Yunho oppa hanya karena aku, oh~ apa pesonaku begitu besar sampai kau tak menganggap Yunho oppa yang selalu baik padamu? Hei… Kim JaeJoong, kau menyesal bukan, menyesal karena sudah melepaskannya untukku."

Kata-kata Tiffany tadi kembali terngiang di telinganya. Titik-titik air terlihat berjatuhan membasahi jalan dan tubuh JaeJoong, semakin lama titik-titik itu berubah menjadi banyak. Seluruh pejalan kaki terlihat berlari-lari kecil mencari tempat bertedu.

Berbeda dengan JaeJoong, pria cantik itu malah berjalan menerobos hujan, tak perduli dengan seragam sekolah bahkan tas atau mungkin buku-bukunya yang basah.

"Selama ini aku hanya memperalatmu agar kau dan Yunho oppa bertengkar dan putus. Dan aku berhasil, sama seperti yang kau lakukan pada Yuri bukan?"

JaeJoong memukul dadanya keras. Ada rasa sakit saat ini didadanya, membuanya jantungnya berdenyut nyerih.

"Yunho…"

Lirihnya. Kalau dia boleh jujur, entah kenapa dia sama sekali tak merasa sakit hati saat Tiffany mengatakan hal-hal yang kejam saat mereka berbicara berdua tadi, dibandingkan saat dia memikirkan Yunho. Apa dia sudah mulai mencintai pemuda itu? JaeJoong sungguh menyesali keterlambatanya menyadari perasaanya kepada pria itu.

JaeJoong merasa kepalanya berputar-putar, tubuhnya juga terasa sangat berat di bawa berjalan. Dengan terseok-seok pemuda cantik itu tetap menerobos hujan walau pening yang melandanya semakin terasa.

.

.

Di tempat yang sama, terlihat dua sosok pemuda yang menatap JaeJoong dengan padangan berbeda. Dua sosok yang sedang duduk manis didalam mobil audi berwarna hitam metalik itu sama-sama terdiam tak ada satupun yang membuka pembicaraan.

"Tak ingin menghampirinya?"

Pria tinggi yang sedang memegang stir mobil itu memandang pria tampan disebelahnya dengan kening mengkerut.

"Belum saatnya."

"Menunggu dia pingsan eoh. Kau lihat, wajahnya sudah pucat."
"Bukankah kau yang menyuruhku mendiamkannya dulu.,"
Pria tinggi itu terdiam mendengar si tampan berbica.

"Benar, tapi tidak dalam kondisi seperti ini. Lihat, wajahnya sudah pucat, dia akan pingsan kalau terus berjalan. Yunho Hyung."

Jung Yunho, pria tampan itu menggigit bibir bawahnya.

"Dia laki-laki, dia tak akan pingsan."

Setelah mengatakan itu, kedua pemuda yang hampir sama tampan itu melotot saat sang objek yang di mata-matain dari tadi dan di ikuti secara diam-diam itu tersungkur menghantam aspal.

Dengan cepat Yunho membuka pintu mobil audi itu, menerobos hujan dan berlari kencang kearah pemuda cantik yang terlihat lemah itu.

"JaeJoong-ah…"

JaeJoong membuka matanya samar, walau tadi tubuhnya terasa dingin, tapi sekarang dia merasa kehangatan pelukan seseorang.

"Yun.."

Rancau pemuda cantik itu, sebelum kesadarannya benar-benar hilang.

.

.

"Mian Ajhumma, saya mengantar JaeJoong."

Mrs Kim melihat sosok Yunho dengan baju seragam yang basah kuyup memamerkan senyum lembutnya pada wanita setengah baya itu berdiri di depan pintu kediaman keluarga 'Kim'. perhatian Mrs Kim teralih pada sosok pemuda yang sangat dikenal dan di sayanginya sedang di gendong di belakang pemuda itu dengan kondisi yang dapat dibilang mencemaskan.

"Jaejoong-ah."

Mrs Kim langsung menghambur kearah sosok sang putra yang tak sadarkan diri didalam gendongan Yunho.

"Yunho-ah, bawa dia masuk."

Yunho dengan tergesa-gesah masuk kedalam rumah sederhana itu. Mrs Kim menunjukkan arah kekamar JaeJoong, sedangkah Yunho hanya mengikuti wanita itu dari belakang, sampai wanita setengah baya itu membukakan pintu untuk Yunho supaya masuk kedalam sebuah ruangan yang di terka Yunho sebagai kamar JaeJoong dan membaringkan pria cantik itu di atas tempat tidur.

"Yunho-ah, tunggu, Ajhumma ambilkan handuk untukmu."

Yunho mengangguk patuh. Di tatapnya JaeJoong. Wajah cantik itu terlihat memucat membuat Yunho merasa perasaan bersalah di dalam hatinya.

"Apa Jae sunbae tak apa-apa, Hyung?"

Sosok Changmin muncul dari balik pintu, membuat Yunho terkejut, dia tadi sempat melupakan adik semata wayangnnya itu, karena terlalu mencemaskan keadaan JaeJoong.

"Entah lah, tapi tubuhnya panas sekali."

Yunho duduk di tepi ranjang, menyentuh kening JaeJoong lembut.

"Yunho-ah, ini handuknya."

Mrs Kim masuk dengan membawa handuk putih kecil ditangannya, menyerahkan handuk itu pada Yunho. Perhatian Mrs Kim teralih pada Changmin yang tersenyum memandang wanita setengah baya itu.

"Kau teman JaeJoongie juga?"

"Iya ajhumma, dan aku adik laki-lakinya Yunho Hyung."

Jawab Changmin ramah.

"Ommo~ tubuhmu juga basah, akan Ajhumma ambilkan handuk ne."

Changmin menggeleng, lalu menyambar handuk dari tangan Yunho.

"Tak usah Ajhumma, kami bisa bergantian."
Mrs. Kim tersenyum maklum. Didudukkannya tubuhnya di samping Yunho, sambil memandang anak semata wayangnnya itu.

"Yunho-ah, gomawo sudah mengantarkan JaeJoong."

Yunho mengangguk, wajahnya kembali menatap JaeJoong dengan pandangan lembut, tangannya kembali terjulur untuk menyentuh dahi JaeJoong. Mrs Kim mengerut dahi aneh saat memperhatikan tingkah Yunho yang begitu perhatian pada anaknya.

"Dia demam, Ajhumma. Apa boleh aku minta air bersih dan handuk untuk mengkompresnya."
Mrs Kim beranjak dari duduknya mengambilkan permintaan Yunho tadi. Selang beberapa waktu, wanita tua yang masih terlihat muda itu memberika handuk dan sebaskom air bersih. Diamatinya gerakan Yunho yang telaten merendam lalu memeras handuk itu, meletakkannya keatas kening JaeJoong.

"Dimana kau menemukannya? Seingat Ajhumma dia pergi bersama Junsu tadi pagi. Tapi Junsu malah pulang sendiri bersama YooChun."

"Aku tak sengaja menemukannya pingsan di dekat sekolah Ajhumma."

Changmin mengerut dahinya, dia tahu Yunho berbohong pada wanita itu.

"Ajhumma, Jae Hyung?"

Junsu yang baru saja masuk kedalam kamar JaeJoong meloto kaget melihat JaeJoong yang terbaring lemah di atas ranjang.

"Junsu-ah, temanin Yunho-ah, dan Changmin di sini ne, Ajhumma akan buatkan teh hangat untuk mereka."

Mrs Kim bangkit dari tempatnya dan keluar dari kamar itu, Junsu sekarang menggantikan posisi Mrs Kim dan duduk di depan Yunho.

"Dia kenapa?"
Junsu membelai lengan JaeJoong lembut, berusaha untuk tidak menganggu istirahat sepupu cantiknya itu.

"Kurasa dia demam."

Jawab Yunho singkat. Junsu dan Changmin saling melirik. Pria imut itu belum puas dengan jawaban Yunho.

"Oh~"
respon Junsu.

.

.

.

Day 21

Kemarin seharian penuh Yunho menjaga JaeJoong, bahkan pria tampan itu juga menginap di kediaman keluarga Kim. Untungnnya Mrs dan Mr Kim tak mempermasalahkannya, malah ayah dan ibu JaeJoong berterima kasih banyak karena Yunho mau merawat JaeJoong, semua disebabkan Mrs dan Mr Kim harus pergi ke Jepang hari ini, paman JaeJoong mengalami kecelakan. padahal kondisi JaeJoong masih belum sadar.

Pagi ini Yunho berangkat sekolah seperti biasa, sedangkan Junsu harus membolos dikarenakan dia harus merawat JaeJoong. Kalau dia ikut kesekolah, bisa-bisa JaeJoong sendiri di rumah masih dalam keadaan sakit, soalnya ayah dan ibu JaeJoong pagi-pagi sekali sudah harus pergi ke Jepang.

Tapi sebenarnya Junsu tak sendiri dalam merawat JaeJoong. Park YooChun yang karena angin apa ikut membolos dan menemani Junsu merawat JaeJoong. Sedangkan mobil BMW kesayangnnya harus rela dipinjam oleh Yunho, soalnya Changmin yang kemarin bersama Yunho sudah pulang terlebih dahulu dan Yunho sendiri tak membawa Audi putihnya kemarin.

"Hyung, mau sarapan? Aku sudah masak untukmu. Aku akan melihat keadaan JaeJoong Hyung dulu."

"Aku sudah kenyang Junsu-ah."

YooChun mengekor Junsu yang berjalan kekamar JaeJoong. Pria imut itu membuka pintu kamar itu hati-hati, saat melihat JaeJoong masih terlelab, pria itu kembali menutup pintunya.

"Bagaimana keadaanya?"

Junsu menyeret YooChun untuk duduk di ruang tengah. YooChun hanya menuruti perlakuan Junsu padanya.

"Masih belum sadar, tapi demamnya sudah lumayan turun."

"Baguslah. Ada yang ingin aku bicarakan padamu."

"Bicarakan saja."

YooChun menarik Junsu keruang tengah dan mendudukan pria imut itu di atas sofa, sedangkan dia berjongkok di depan Junsu sambil mengenggam telapak tangan Junsu dengan lembut.

"Junsu-ah, aku… ak.. aiz bagaimana cara mengatakannya."

Rancau YooChun yang terlihat gugup, Junsu sendiri merasa wajahnya memenas menatap YooChun di depannya dengan jarak yang sangat dekat.

"Wa…wae, Hyung?"

Gugup Junsu, YooChun menarik napas dalam lalu matanya menatap Junsu dengan intens.

"Aku menyukaimu, Kim Junsu. Jadilah kekasihku."
"MOW?"
Junsu melotot, sedangkan YooChun menatap Junsu penuh harap.

"Aku sudah memutuskan semua kekasihku, aku hanya menyukaimu, aku ingin kau menerimaku. Apapun akan aku lakukan, bahkan kalau kau ingin aku dapat membuatmu mencintaiku dalam waktu sebulan seperti yang dilakukan Yunho pada JaeJoong aku bersedia. Aku akan setia, sungguh."

Junsu tersenyum lembut. Ditariknya tengkuk YooChun dan menenggelamkan kepala pria tampan itu didadanya. Dipeluknya YooChun dengan erat. Reaksi YooChun… pria itu melotot kaget, tapi kemudian tangannya juga melingkat di punggung Junsu membalas pelukan pria imut itu.

"Kenapa baru sekarang, aku sudah lama menyukai Hyung, Hyung tak perlu melakukan hal bodoh seperti yang dilakukan Yunho sunbae, bahkan aku rela Hyung bersama gadis manapun, asal hati Hyung Cuma untukku, aku menyukaimu sudah sejak lama Hyung."

YooChun semakin membenamkan wajahnya didada pria imut itu, jantungnya sungguh berdetak kencang, dia tak mengira kalau akhirnya cintanya terbalas.

"Aku berjanji tak akan selingkuh. Aku berjanji Junsu-ah."

Junsu melepas pelukannya, ditatapnya lekat-lekat mata YooChun. Jarak antara mereka semakin lama semakin menipis, dan membuat bibir mereka bertemu dalam ciuman manis tanpa napsu, hanya kasih sayang dan cinta saja yang dapat mereka rasakan dalam ciuman lembut itu.

.

.

"Aku membawakannya obat. Lebih baik masakan dia bubur, Junsu-ah."

"Tapi dia belum sadar, Yunho Sunbae."

"Kalau begitu biar aku yang memberikannya obat, tolong masakan bubur untuknya, jika dia sadar nanti suruh dia memakannya."

Junsu mengangguk, Yunho berjalan menuju kamar JaeJoong, sedangkan Junsu dan YooChun berjalan ke arah dapur.

Yunho menaruh obat-obatan yang tadi sudah dibelinya di apotek di atas meja nakas. Pria tampan itu duduk di samping JaeJoong yang masih terlelab di atas tempat tidurnya.

"Minum obat dulu, ne."

Yunho membuka bungkusan obat itu, lalu memasukkanya kedalam mulutnya, menegak sedikit air. Dengan lembut Yunho menarik tengkuk JaeJoong dan menempelkan Bibirnya kearah bibir JaeJoong, mentrasper obat berserta air yang tadi dimasukkanya kedalam mulutnya.

Setelah Yunho merasa obat itu sudah di transper dari ehemm… mulut ke mulut, Yunho membersikan tepi bibirnya karena ada beberapa tetes air yang tertinggal. Lalu mengelus kening JaeJoong dengan sayang.

"Cepat sembuh ne. Aku merindukanmu."

.

.

Junsu yang mengintip dari balik cela pintu yang terbuka tersenyum senang. Walau adegan yang tadi dilihatnya tak pantas di tiru, setidaknya dia bisa bernapas legah karena tahu Yunho masih mempunya rasa dengan JaeJoong.

"Junsu-ah."

YooChun menepuk bahu Junsu pelan, membuat pria itu berjengit kaget.

"Yak, Hyung."

"Ada apa?"

YooChun ikut mengintip dari balik cela pintu kamar JaeJoong, mendapatkan Yunho yang sedang menunduk sambil menciumi bibir JaeJoong yang masih pingsan. 'dasar beruang mesum, JaeJoong pingsan saja masih juga di serang' batin YooChun.

"Junsu-ah, jangan dilihat."
"Wae?"

"Aku tak mau lepas control, dan menyerangmu seperti Yunho tadi."

"Yak…"

.

.

TBC

A/N+Balas Repyu

Mian ne Milky lama Updet …

Ok, milky balas repyu.

-Nina317Elf

Jangan sedih, ini bukan fic angst… repyu lagi^^

-Aoi Ko Mamoru

Hahaha… makasih semangatnya, ini udah updet, walau gak cepat… repyu lagi^^

-Ryani

Milky gak bakal misahin mereka… tenang aja, sudah di bilang, ini bukan fic angst… walau kesan fic ini sedikit gimana gitu. Sudah lanjut… repyu lagi^^

-aii

Makasih… tenang aja, YunJae sebenarnya sudah dapat restu dari ortu mereka masing" (nyebar gossip), walau di dalam fic ini mungkin ortu YunJae gak bnyak peran na, anggap aja mereka merestuin YunJae #buat keputusan sendiri… repyu lagi^^

-riska0122

Tenang milky sudah nyerahin Tiffany untuk di gantung Changkyu di pohon jengkol kok hehehe... Repyu lagi^^

-redKrystal

Tenang saja, Jaema sudah nyadar dengan perasaanya… sudah updet, walau gak asap… repyu lagi^^

-Rha Yunjaeshipper

Mian ne, milky blum bisa buat sih Tiffany pergi, cz Tiffany ternyata masih berguna di chap ini^^ repyu lagi…^^

-okoyunjae

Itu rahasia… entar kita lihat aja ya...repyu lagi^^

-diya1013

Makasih… wah kamu benar…mian ne kalau chap ini lama… Repyu lagi^^

-Guest

Makasih… repyu lagi^^

-kohaku

Hehehe… ini fic rate T, entar kalau ada eNCe jd rate M… jangan rebus dia, entar kalau fic ini sdh selesai, km bsa rebus dia deh… hehehe.. uda updet, walau gak asap… repyu lagi^^

-Youleeta

Makasih… repyu lagi^^

-Sora Hwang

Mian ne, gak janji dengan permintaanya #kabur… di chap ini sudah jelas apa yg mau di omongi Tiffany… repyu lagi^^

-umi. julianti. 9

Mian gak ada adegan itu… repyu lagi^^

-Guest

Makasih… repyu lagi^^

-irengiovanny

Iya, di situ umma JJ sdh ad fill ama papi YH… repyu lagi^^

-KimShippo

Masama… klw sampai pnya aegy entar nih fic gak tamat"^^…sudah updet, walau gak cepat…repyu lagi^^

-Dongdonghae

Mian klw gk suka ama karakter JJ umma di sini^^ sungguh ini Cuma untuk kepentingan Fic #Hug umma JJ. Tenang aja, JJ umma bakal berubah kok… udah lanjut… repyu lagi^^

-gery miku

Bakal happy ending gak ya? Tp kalau di lihat dari gender iya^^… #kasih bocoran deh dikit. mungkin fic ini bkl selesai 1-2 chap lagi, milky gk bisa buat fic chp nya panjang"… buat pertanyaanya, semoga bisa terjawab di chap ini… repyu lagi^^

-namikaze

Sudah lanjut… repyu lagi^^

-Sirius

Ano, ini bukan fic angst #pundung… walau nih fic memang rada gimana gitu^^… sudah updet, walau gak cepet… repyu lagi^^

-rara

Rara-shi, mian repyu chap 5 yg milky balas… jd main keja" dunk#dibakar…repyu lagi^^

-Qhia503

Belum…! Kan baru day 16, 1 bulan kan 30 hari, perjalanan fic ini masih panjang kok^^ di chap ini YooSu sudah ada perkembangan kok^^… repyu lagi^^

-kiki

Mian kiki-shi, repyu chap 5 yg milky balas… nah itu tahu #tos… repyu lagi^^

-desi2121

Yupz, belum satu bulan, tenang aja, bang Min pasti bakal bantu YunJae #tabok butt Minnie. Ini chap lanjutannya… repyu lagi^^

-kucing liar

Tenang, belum klimak kok… repyu lagi^^

-min neul rin

Jangan takut, milky gak bakal buat mereka lama" pisah…udah updet, walau gak kilat… repyu lagi^^

-meirah.1111

Hueekk… ini bukan fic angt .. tapi gak apa deh. Makasih… milky jd malu/ semoga chp ini bisa lebih dari chp maren… repyu lagi^^

-Aaliya Shim

Mian Aaliya-shi, repyu chap 5 yang milky balas, Makasih… ini sudah lanjut… walau gak cepat… repyu lagi^^

-Shim ChAlmi

Mian Shim-shi, repyu chap 3 yang milky balas. Changmin ada kok… mana mngkin milky melupakan moster food… Repyu lagi^^

-Chan Nuriza

Gomawo, milky jd malu/… repyu lagi^^

Gomawo sudah repyu, jangan lupa buat repyu lagi ya, bagi teman-teman yg blum sempat milky bales repyunya n namanya yg rada typo. Mian

Micky_Milky