Tittle : dimidium-daemonium

Main cast :sasunaru and other

Genre : supernatural/romance/angst

Rated : T

Warning : Typo's disana sini .ooc tingkat langit ketujuh (o.0)pokonyamah udah gak ketulungan lagi,Bahasa kasar and yang pasti gak boleh ditiru ama anak baek-baek,ho..ho..Gak sesuai EYD

Disclaimers : sasunaru adalah milik kishimoto sensei,aku jelas tidak berhak atas keduanya tapi ...kyuubi dan gaara sah milik author#plak

Summary :Pertemuan,perpisahan,kelahiran dan kematian adalah hal yang selalu mengelilingi manusia dan tidak terkecuali untukmu naru/sang master yang kembali/"Sang master ,wadah kekuatan Lucifer telah kembali"

Don't like don't read

Chapter 3

Ruangan yang di dominasi warna merah dengan dua puluh cermin di dinding menghiasi ruangan sudut ruangan terdapat sebuah sofa panjang dengan warna merah ranum serta sebuah meja berukuran sedang berbentuk lingkaran terbuat dari kaca dan kaki meja yang berasal dari kayu mahoni.

Di ruangan itu hanya terdapat cermin,sofa dan sebuah ada jendela,fentilasi,lemari dan perabotan ruangan yang khusus di buat hanya untuk seorang yang memiliki selera tidak bisa dipungkiri ruangan yang minim akan perabotan itu justru terlihat indah dan mistis di saat yang bersamaan.

Dia,seorang yang bernama Namikaze Kyuubi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kitsune yang mendisain dan membuat ruangan itu sendiri untuk di mana ia sering merenung dan memikirkan segala hal yang sering kali membuat kepala dan hatinya serasa ingin hancur,tempat di mana dia dapat melakukan segala hal tampa takut ada orang yang akan mengganggu maupun melihatnya,dan tempat dimana ia menghabiskan waktunya ,membuat sebuah rencana-rencana yang akan berdampak bagi masa depan semua orang di bumi ini.

Dan sekarang di ruangan itu,Kyuubi kita terlihat sedang tertidur di sofa merah yang terpejam perlahan mulai terbuka,menandakan si empunya telah tersadar dari dunia mimpi,Sepasang iris mata berwarna merah ruby yang menghiasi matanya kini tersadar penuh-masih dalam posisi berbaring,dirinya menarik napas panjang dan menghembuskannya kembali.

"Naru chan apa yang akan kau lakukan saat mengetahui kebenaran".ucapnya entah pada siapa,karna diruangan itu hanya ada dia seorang –tak ada yang di beri tahu kalu yang mengetahui adanya ruangan aneh ini hanya Kyuubi seorang di dunia tuanya saja bahkan tidak tau anaknya membangun ruangan tersebut di rumah mereka.

"Tidak lama lagi kita akan bertemu dan kuharap ini akan lebih mudah dari yang sudah terlihat".

"Kau yang bagai pedang bermata dua,di satu sisi dirimu akan membawa cahaya di dunia ini namun di sisi lain kau juga berpotensi untuk menjadi kegelapan bagi dunia".Kyuubi masih berbicara sendiri dengan posisi yang tetap sama namun kini lengan kanannya ia senderakan di keningnya dan yang kiri ia biarkan terjuntai di sisi sofa.

"Pertemuan,perpisahan,kelahiran dan kematian adalah hal yang selalu mengelilingi manusia dan tidak terkecuali untukmu naru.

Suara yang lirih dan menyedihkanlah yang keluar dari bibir Kyuubi.

Sesekali dirinya menghela napas panjang dan menutup mata lalu membukanya,seolah apa yang dikatakannya adalah suatu yang berat dan menyakitkan.

"lima orang yang akan menemanimu dan setia pada dirimu melebihi siapapun,akan menjadi jembatan untuk tujuan besarmu..mereka akan menderita dan bahagia bersama dan kehidupan mereka akan diserahkan padamu -Naruto selaku sang master.

dan mereka adalah para kesatriamu yang terpilih".

"Hahh,semuanya ada di tangan manusia yang menjadi wadah kekuatan Lucifer ".

~o~o~o~

"KYAA…KYAA Sasuke…Shikamaru …..KYAA..Neji …..KYAAA Deidara Senpai…Sai..Kyaa Teriakan –teriakan histeris dari para siswa siswi Konoha high school meramaikan suasana pagi di sekolah hanya para yeoja saja sebenarnya yang berteriak histeris seperti orang gila#plak#tapi juga para siswa saja suara mereka teredam ama teriakan atau lebih tepatnya jeritan histeris dari para fans ,secara suara cewekan lebih nyentrik(?)di bandingkan yang cowonya.

"Aishh Menyebalkan…kenapa setiap pagi selalu seperti ini sih?apa mereka gak punya kerjaan lain apa?".gerutu Deidara sambil menutup telinganya sebelah.

"Deritamu Dei!".Ucap Sai asal.

"Kau tidak berhak bicara seperti itu,memangnya tidak merasa terganggu apa?".

"Ie…Suara teriakan mereka yang memuja muji ku itu terdengar bagai suara bidadari yang turun dari surge".ucap sai sambil tersenyum kearah para Deidara,Sasuke,Neji dan Shikamaru sweetdrop.-_-?

Deidara pov.

Ampun deh ni orang pada sableng semua apa?..bisa-bisanya mereka tahan ama teriakan-teriakan dari cewek-cewek gila.

tapi kayaknya gue juga harus nyebut diri gue ini sableng!so..kok bias-bisanya gue kumpul bareng-bareng ama orang-orang nista ini!WTH…!oke lah buat si Sasuke,Shikamaru and ini mah barengan ama si poker face alias si Sai?kayaknya dunia udah bener-bener mau kiamat deh.

Hahh…Kalau bukan master tercinta and termanis gue yang minta langsung,gue gak bakalan sudi jalan bareng ama ni manusia nista macam Sai#Duak#di tendang Sai #.

Cih,dari pada mikirin itu semua lebih baik gue mencoba berakrab-akrab ama mereka berempat ini.

Gue ngelirik ke tiga orang ,Si Sasuke,Shikamaru ama Neji and….SUMPAH,WHAT THE JOKE?.Pantes aja mereka bertiga bisa adem ayem aja di tengah tengah keributan udik ..,lihat saja si Sasuke yang terkenal dengan sebutam prince cool oleh sesaentaro Konoha High school.

Tuh anak kalau dilihat-lihat ternyata pake penyumbat telinga?,Si Shikamaru pake headset yang tersambung ama mp4-nya dan gue yakin tuh anak lagi ngedengerin lagu dengan volum suara full,Nah kalau si pangeran Violet aka Neji,dirinya pake permen karet buat nyumbat telinganya,huek .. jijay.

Sai?..Dia mah gak usah pake acara sumbat-sumbatan telinga!orangnya aja menikmati teriakan histeris Cewek-cewek maupun cowok,yang menurutnya bagai suara bidadari yang histeris memuja mujinya.

Besok-besok gue juga harus nyediain penyumbat telinga kayak si Sasuke nih.

Deidara pov end.

Di tengah lorong saat kelima pangeran aka Deidara,Sasuke,Neji,Shikamaru and Sai sedang berjalan santai menuju kelas masing arah berlawanan berjalan seorang cowok manis dengan lingkaran hitam di matanya yang seperti panda dan membuat namja itu terlihat lebih cute.

Si cowok panda terus melangkahkan kakinya dengan sedikit tergesa menuju kelima-lebih tepatnya seorang diantara kelima pangeran yang sedari tadi bersikap cool dan mengabaikan sekelilingnya sedikit terkejut dengan keberadaan namja manis yang sedang menuju mengucapkan pelan nama namja tersebut.

"Gaara?".

Dua orang yang berada di dekatnya tak mendengar ucapanNeji,tapi Cowok pirang dan si poker face bisa menangkap suara Neji dengan jelas.

keduanya menaikan alis-heran,namun hanya sesaat dan kembali bersikap biasa.

Neji masih memandang lekat namja manis yang kini jaraknya hanya tinggal tiga meter dari tempatnya berdetak keras dan cepat setiap memandang namja manis tak bisa mengalihkan pandangannnya dari Gaara.

Kelima orang tersebut menghentikan langkahnya setelah menyadari bahwa si pemuda yang manis itu sama sekali tak memperlambat langkah dan justru semakin mengernyitkan dahi melihat Gaara yang mempercepat jalannya.

Gaara terus berjalan mendekat dan semakin dekat lalu dirinya melewati Deidara,Sasuke dan shikamaru.

Langkah namja manis itu berhenti didepanSai,dan tepat di sebelahnya berdiri Neji yang memandang Gaara intens.

Gaara dan Sai saling beradu tatapan.

mata onyx Sai dan hijau Gaara bertemu,tapi itu bukan warna asli mata mereka,dan Gaara maupun Sai mengetahui satu sama lain warna asli mata lawannya.

dingin dan menusuk,bukan hijau maupun hitam tapi warna iris mata yang tidak akan dimiliki manusia manapun.

Keduanya masih saling beradu pandang,mendominasi satu sama lain.

Siapa yang lebih kuat bertahan dari intimidasi tatapan mata satu sama lainya,dialah yangterkuat dan sang pemenang.

terdengar konyol mungkin,tapi begitulah keduanya saling berinteraksi dan membuktikan siapa yang paling kuat.

Neji yang melihat keduanya merasa tidak suka dan sedikit memicingkan mata pada Sai dan Gaara.

Sedangkan semua orang di lorong itu memandang Gaara-Sai heran.

Gaara yang kondisi fisiknya memang sedang dalam keadaan tidak fit atau bisa dikatakan drop,walaupun orang-orang tidak akan menyadarinya kecuali Deidara dan Sai yang tau betul akan keadaan adik kelasnya ini.

Bagai manapun dirinya dan Gaara adalah sejenis dan mahluk sejenis seperti mereka bisa merasakan aura kehidupan saudara-saudaranya bahkan walaupun tempatnya berada ratusan km dari tempatnya berdiri.

Gaara,sadar dan tau betul harus mengakui kekalahan dalam pertarungan mata kali ini,namun dia berjanji setelah kondisinya kembali seperti semula,dirinya tidak akan kalah lagi,sungguh Gaara benar-benar benci dengan yang namanya kekalahan.

"hhah".Gaara menghela napas panjang sembari menutupkan matanya pertanda dia mengalah pada Sai.

Sai mengerti dengan isarat dari gaara,dan dia pun mengerjap-ngerjapkan(?)matanya,lalu memasang smile eyes andalannya.

Gaara yang sudah kembali membuka matanya dan memasang cool facenya,menatap dingin pada Sai sambil berkata dengan nada tegas.

"Senpai aku ingin bicara denganmu!".Sai memandangi lekat sosok Gaara .Dirinya tau betul apa yang ingin di bicarakan oleh Si panda ini.

tapi masalahnya dia harus segera menemui Kepala sekolah untuk membicarakan perihal kepindahan Naruto nantinya kesekolah ini.

"Bagai mana kalau Deidara saja yang menjelaskannya padamu?Dia tahu tentang apa yang terjadi semalam".Sai berkata dalam pikiran Gaara.

"Ya".Ucap gaara pelan.

"Dei kau bisa jelaskan pada Gaara kun kan?".

"Kenapa aku sialan?".

"Karena diriku ini harus segera ke kantor kepala sekolah untuk membereskan dokumen-dokumen kepindahannya Naruto Sama,Atau kau yang mau menggantikan ku ke kantor kepsek heo?".

Mendengar nama kepala sekolah di sebutkan,Deidara mengurungkan niatnya untuk membantah Sai.

Dia lebih memilih menjelaskan panjang lebar pada si mata panda,perihal kedatangan sang master.

Itu lebih baik dari pada pada harus berurusan dengan kepala sekolahnya yang abnormal-Orochimaru!

"Ikut aku!".Perintah Deidara pada Gaara yang di iringi anggukan kepala oleh namja panda tersebut.

Mereka berdua berjalan melewati orang-orang yang sedari tadi memandang heran dan penasaran menuju atap,seakan tidak sadar dengan tatapan penuh selidik dari tiga lelaki yang dijuluki prince terutama tatapan membunuh dari seorang namja tampan bernama Neji.

"Apa-apaan mereka berdua itu".Neji menggeram sambil mengepal kuat tangannya.#Aishh Neji cemburu nie ye ^,^#

Ketiganya langsung mengalihkan pandangan yang sedari tadi tertuju kepada arah kepergian Deidara-Gaara ke asal suara Neji.

Terlihat aura-aura hitam yang menyelimuti dia marah atau lebih tepatnya cemburu buta.

Sasuke,Shikamaru dan Sai menegak ludah gugup melihat sang violet prince akan mengamuk.

Sungguh,meski Neji itu terbilang orang yang kalem,tapi kalau sudah berhubungan dengan pemuda bermata panda aka Gaara,dia akan benar-benar masuk dalam mode ooc!

~O~O~O~

Di atap sekolah terlihat tiga orang pria yang sedang berdiri saling berhadapan,Gaara,Deidara dan seorang pria yang ternyata adalah sensei mereka bernama Iruka.

"Jadi ada apa lo manggil gue kemari bocah?".Tanya deidara kepada Gaara.

"Huuh".Gaara mendengus mendengar nama panggilannya yang menurut dirinya sangat menyebalkan.

Perlu di ketahui,dia ini sudah berumur 16 tahun dan dua bulan lagi genap 17 tahun masa masih di panggil bocah!tapi dirinya tak menanggapi Lebih jauh ucapan Deidara,tentusaja dia tidak mau harus melawan senpainya di sekolah yang nantinya akan menimbulkan keributan,di tambah lagi dengan keberadaan beberapa orang hunter di sekolahnya yang sekarang tidak mungkin kuat melawan hunter-hunter itu dan di pastikan akan langsung mati kalau masih nekat.

Iruka yang melihat Gaara sedang menahan amarahnya,kini mengmbil alih posisi Gaara dan jadilah dia yang bertanya pada sosok muridnya yang kelewat evil ini.

Iruka pov

HHH aku menghela napas sejenak melihat kelakuan dua bocah di hadapanku.

Ck..anak muda memang lebih mudah tersulut emosinya?

"Deididara san, aku dan Gaara ingin menayakan hal yang sama padamu?".Deida ra yang sedari terus menyeringai kearah Gaara menglihkanpandangannya padaku dan menaikan sebelah alisnya.

"nani?''.Tanyanya padaku.

"Kau..apa kau merasakan sesuatu tadi malam?".Aku bertanya serius padanya dan oh lihatlah seringaian menyebalkan itu

"hee…tadi malam ya?Ne, gue ngerasain,emangnya napa?".

Oh,demi apapun di dunia ini tidak bisakah bocah evil ini bersikap sopan pada gurunya kalau saja ini bukan di sekolahan sudah ku bekukan bocah evil ini.

"Kau mengetahui apa yang tidak kami tahu!dan kami berdua ingin tahu hal itu Deidara".Iruka memandang serius Deidara sedangkean Gaara,dirinya entah kenapa berdegup kencang,rasa penasaran dan harapan entah kenapa bersatu dalam berharap bahwa apa yang dia rasakan dan perkirakan berharap kekuatan yang terpancar tadi malam di atmosfir adalah milik orang itu.

"Kenapa sensei berpikir seperti itu?".tanya Deidara sambil bersmirk ria

"Karena hanya kau yang kami lihat keadaannya baik-baiksaja seolah tidak merasakan apapun sedangkan demon yang lain,mereka sama stressnya dengan kami berdua".

"Sang master ,wadah kekuatan Lucifer telah kembali".Deidara berkata pelan sehingga dapat dipastikan kalau manusia biasa tidak akan bisa menangkap ucapannya,tapi tidak dengan Gaara dan Iruka.

Mereka berdua bukanlah manusia dan pendengaran mereka jauh lebih peka di bandingkan manusia.

"MWO…apa kau bilang ?kau tidak bercandakan?".Teriakan Gaara Ooc,dan membuat kedua orang itu reflex menutup telinganya.

"Aishh..baka,kau mau membuat kami berdua tuli apa!".

"Ie,itu spontanitas ".Gaara nyengir ,sepertinya Gaara benar-benar kelewat Ooc banget!

"Baka!".ucap kompak iruka dan Deidara.

"Yah!aku tidak Bodoh!".

"lo tuh emang Baka dan orang yang baka mana ada yang mengaku dirinya…"

"Aku tidak bODOH dasar evil kurang ajar!".Gaara memotong perkataan Deidara.

"Mwo,siapa yang elo bialang kuarang ajah hah?dasar bocah".

"Yah bocah-bocah Liar berhentilah berteriak kalian membuat telingaku berdengung!".

"Diam kau/elo Sensei udik!".*Gaara-Deidara kompakan niee -_-*

"KALIAN!aku ini masih sensei kalian di sekolah, jagalah ucapanmu itu dasar bocah-bocah udik kurang ajar".

Dan ketiganya terus berdebat konyol sampai tidak menyadari bel masuk telah berbunyi sepuluh menit yang lalu.=_=

Tbc...

Huaa Gomen ne baru update cerita ini sekarang!

Sekali lagi Hountoni sumimasen (Nunduk-nunduk).

dan maaf juga kalau ada kata-kata yang menurut kalian kurang sreg atau typo(s) m_ _m

Di chap ini pun sepertinya belum ada moment sasunarunya ya..-_-?

Tadinya pertemuan sasu ama naru mau di buat di chap ini,tapi karena menimbang-nimbang kalau tokoh yang nantinya akan berperan penting dalam ni cerita harus segera di keluarkan,maka untuk di chap ini blue persembahkan main cast yang nanti ikut andil dan berperan penting.

Dan mungkin Blue akan update agak lama lagi :(

ini di karenakan Blue harus mengerjakan tugas-tugas sekolah yang masih numpuk!apalagi sekarang lagi pekan ulangan..hhh -_-.

Lalu Blue ucapkan terimakasih pada yang sudah meriview dan untuk yang keberapa kalinya blue minta maaf karena belum bisa membalas riview kalian semua.

Terakhir,Blue harap kalian mau memberikan komentar atau saran-masukan untuk cerita berikutnya!

See you#Lambai-lambai#