CHANGE
.
.
Cast :
- Kyuhyun SJ as Cho Kyuhyun
- Sungmin SJ as Lee Sungmin
- Jungmo Trax as Kim Jungmo
- all member SJ
.
Pairing : KyuMin
.
Disclaimer : semua cast milik Tuhan dan dirinya masing-masing
.
Rate : T
.
Warning : GS, typo dimana-mana, EYD yang tidak sesuai
.
Summarry : akhir dari cerita cinta manis Lee Sungmin dan Cho Kyuhun
.
.
.
CHAPTER 2
~HAPPY READING~
.
.
Dua orang pria sedang duduk di ruang tunggu sebuah rumah sakit. Mereka berdua sama-sama terdiam. Tidak berniat untuk memulai suatu pembicaraan. Sungmin, salah satu pria itu duduk dengan tatapan kosong sedangkan disebelahnya, jungmo, terus memandang pria manis itu. entah apa yang sebenarnya terjadi, jungmo benar-benar tidak tahu dan untuk sekarang ini dia belum bisa bertanya pada sungmin.
"lee sungmin ssi~, silahkan masuk!" panggil seorang perawat.
Sungmin dan Jungmo pun akhirnya masuk ke salah satu ruangan. Mereka langsung disambut oleh seorang dokter yang sudah tidak asing lagi bagi sungmin mengingat dokter ini adalah dokter pribadi keluarganya.
"sungmin ssi~" panggil dokter itu
"ne"
Dokter itu tersenyum. "kau tidak perlu cemas. Kau baik-baik saja, kesehatanmu bagus dan tidak ada penyakit yang mengkhawatirkan. Hanya saja—" dokter itu menggantung ucapannya. Dilihatnya sebuah kertas, ya setelah ditelaah sepertinya itu adalah hasil pemeriksaan sungmin tadi.
"kejadian ini mungkin tidak masuk akal, tapi sebenarnya di beberapa negara sudah banyak orang yang mengalami kejadian seperti ini. ini kuasa Tuhan, dan kita hanya bisa menerimanya" lanjut dokter itu.
Sungmin semakin menundukkan kepalanya. Dia tahu betul apa yang terjadi dengannya, tapi tidak untuk jungmo yang kini sedang menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi pada sungmin.
"sungmin ssi~" sontak sungmin mengangkat wajahnya dan langsung menatap dokter yang kini sedang tersenyum padanya.
"ini bukan sesuatu yang buruk. Tenanglah. kau pasti akan baik-baik saja" ucap dokter itu menenangkan sedikit rasa gelisah sungmin yang mendominasi hatinya kini.
"sebenarnya apa yang terjadi pada sungmin, dokter?" tanya jungmo. Sepertinya pria satu ini sudah sangat penasaran, terlihat sekali dengan caranya memandang dokter itu saat bertanya tadi.
"dia baik-baik saja. Hanya kini sungmin, bukanlah sungmin yang dulu" jawaban sang dokter malah membuat jungmo bertambah bingung
"apa maksudnya?"
"semua organ yang dimiliki sungmin kini berubah secara total. Kini temanmu mempunyai organ yang sama dengan organ wanita" jelas sang dokter
"wa-wanita?" jungmo membulatkan matanya tidak percaya
Dokter itu mengangguk. "organ itu berubah secara keseluruhan dan sangat sempurna. Kini sungmin mempunyai yang namanya rahim dan sel telur seperti yang dimiliki wanita pada umumnya, sungmin juga bisa hamil dan melahirkan"
Jungmo kini membelalakan matanya tidak percaya. Diliriknya sungmin yang terus menundukan kepalanya sambil memainkan ujung kaosnya dengan jari-jarinya. Pandangan jungmo kini beralih pada bagian dada sungmin.
'omo! Ba-bagian dadanya juga terlihat menyumbul keluar' batin jungmo. Seketika itu jungmo membekap sendiri mulutnya dengan tangan kanannya.
"sungmin ssi~ tidak ada perlu yang kau takutkan. Dan mengenai darah itu, itu bukan penyakit. Itu adalah siklus bulananmu, kelak setiap bulan kau akan mengalaminya. Kini kau benar-benar seorang wanita sungmin ssi~"
"dokter, bisakah kau rahasiakan soal ini. Aku belum bisa memberitahukan pada semua orang" pinta sungmin
"tentu. Kau tidak perlu khawatir bahkan mengenai hasil lab mu ini hanya aku yang tahu"
"khamsahamnida dokter. Kalau begitu kami permisi dulu" pamit sungmin sopan disusul dengan jungmo yang sebenarnya masih shock mendengar penjelasan dokter tadi.
Kedua pria itu kini terlihat sedang duduk di cafe rumah sakit. Keduanya lagi-lagi terdiam. Hening.
"jungmo hyung. Bisakah kau merahasiakan hal ini? aku belum bisa memberitahukan semua orang" pinta sungmin lirih
"tenang saja ming, aku akan merahasiakannya. Aku akan membantumu. Mengenai hal ini, hemm, kapan kau mengetahui kalau kau berubah?" tanya jungmo
"aku mengetahuinya tadi pagi"
.
FLASHBACK
Sungmin POV
.
Dengan sekuat tenaga, aku bejalan menuju kamar mandi. Aku melepas semua pakaianku, betapa kagetnya aku saat melihat sebercak darah di celana dalamku. Pikiranku kalut seketika. Kulirik bagian bawahku, tapi tapi tapi ini berbeda.
"MWO?" teriakku. Segera kubekap mulutku dengan tanganku. Aku memeriksa diriku di depan sebuah cermin. Mataku terbelelak saat melihat bagian dadaku yang kini terlihat menonjol dan bagian 'bawah' tubuhku yang kini mirip seperti milik wanita.
'tidak tidak. Ini pasti mimpi' batinku
.
Puk.. puk..puk
.
Aku menepuk kedua pipiku untuk memastikan dan ini ternyata – NYATA!
"KEMANA PERGINYA'MILIKKU'?" jeritku
.
ooOoo
.
setelah mandi, aku merasa kedua lututku lemas dan tidak sanggup berjalan. Kejadian ini benar-benar membuatku shock setengah mati. Bagaimana bisa?
Aku terduduk dipinggir tempat tidur sambil mengingat-ingat kejadian yang menimpaku akhir-akhir ini, dimulai dari mimpi-mimpi aneh dan sakit yang aku rasakan 2 bulan terakhir. Apa ini penyebab dari semua kejadian itu?
Drtt... drttt
Aku meraih ponselku yang tergeletak di atas kasur. Kulihat ID si penelepon.
.
Jungmo hyung
Calling
.
Klik~
.
"hyung bisa antar aku ke rumah sakit?"
"apa sakitmu bertambah parah?"
"ani. Aku hanya ingin memeriksanya saja"
"baiklah. Tunggu aku"
"ne"
.
Klik~
.
Sungmin POV end
FLASHBACK end
.
"kau tidak usah khawatir ming. Ada aku. Kau jangan sungkan untuk meminta bantuanku" ucap jungmo
"gomawo" balas sungmin lembut
.
.
Namja imut itu sedang berusaha untuk memejamkan matanya, namun akhirnya tetap saja tidak bisa. Bukan, kali ini alasannya tidak bisa tidur bukan karena mimpi aneh itu tapi karena ketakutannya sendiri. 'bagaimana kalau identitasku ketahuan?' batinnya.
Kyuhyun yang menyadari suara berisik dari tempat tidur di dekatnya segera bangun dan mengucek kedua matanya, memastikan asal suara berisik itu.
"sungmin hyung? Kau belum tidur?" tanya kyuhyun dengan suara yang masih terdengar parau. Jujur saja, kyuhyun sangatlah mengantuk. Tapi melihat hyungnya yang tidur dengan gelisah seperti itu, membuat kyuhyun tidak tega.
Mata yang diusahakan untuk terpejam kini membuka sempurna. Mendengar namanya dipanggil, membuat jantung sungmin berdetak hebat. Dengan gerakan perlahan, sungmin menoleh ke arah kyuhyun, dilihatnya pria itu yang kini sedang duduk di kasurnya sambil memandangnya.
"k-kau be-be lum tidur?". Sungmin merutuki dirinya yang terlihat sangat gugup sekarang. kalau sungmin bersikap seperti ini, maka kyuhyun akan menyadari keanehannya.
"kau kenapa hyung? Apa kau bermimpi buruk?" tanya kyuhyun tanpa menjawab pertanyaan sungmin sebelumnya.
"aniya kyu. Aku hanya tidak bisa tidur" jawab sungmin. Suasana pun hening. Tiba-tiba ...
.
na eui gi eog eo din ga e dong geu ma ni sum eo itt da
ul keog sso da jyeo nae ryeo o neun neo
gi na gin ha ru han beon jjeum
neo do na eui mo seub ddeo o reu neun ji
.
sungmin menajamkan pendengarannya, suara kyuhyun yang kini mengalun menjadi sebuah nyanyian menenangkan sedikit hatinya.
.
sa rang i ra bu reu gi en u rin neo mu meo reo jyeott go
cha ma it gi en a jig eun neo mu il leo
o neul do nan sa rang gwa i byeol sa i reul
nun mul lo maem dol myeo sum cha ge neo reul chat go i sseo
.
sungmin semakin menikmati nyanyian dari bibir kyuhyun. Biasanya dia akan mengantuk saat kyuhyuh menyanyikan sebuah lagu. Tapi kali ini tidak. Matanya seakan tidak bisa diajak untuk kompromi.
.
ba bo ya eo ditt ni an ga myeon an dwe ni
neo reul bo naen geu go se a jig do nan seo itt neun de
meo ri e ga seum e geu mo seub i geu ri weo seo
ddo han beon sum ju gyeo un da neol sa rang han hu e
.
"hyung?" panggil kyuhyun tiba-tiba
"hemm?" gumam sungmin
"hah, kau belum juga tidur hyung? Padahal aku sudah bernyanyi untukmu supaya kau tidur". Ucapan kyuhyun membuat sungmin merona. Jadi kyuhyun menanyi untuk me-lullaby-kannya. Batin sungmin.
"mianhae kyu. Tapi kali ini nyanyianmu tidak berhasil membuatku tertidur" lirih sungmin
.
Tap ... tap ... tap ...
.
Suara langkah kaki terdengar mendekati tempat tidur sungmin. Dengan ragu sungmin membalikan tubuhnya dan mendapati kyuhyun yang berdiri di sisi ranjangnya.
"a-ada apa kyu?" tanya sungmin
"bergeserlah sedikit hyung!" pinta kyuhyun. Walaupun sedikit ragu tapi akhirnya sungmin menggerser sedikit tubuhnya. Dengan cepat kyuhyun langsung duduk di pinggir ranjang sungmin.
Dengan lembut kyuhyun membelai surai hitam milik sungmin. Sedikit menggumamkan nyanyian lullaby.
"a-apa yang kau lakukan?". Sungmin sedikit terkejut dengan perlakuan kyuhyun padanya walaupun tidak dipungkiri rasa nyaman kini mulai menjalar di seluruh tubuhnya. Tangan kyuhyun yang sedang membelai rambutnya dengan lembut tidak pernah sungmin rasakan sebelumnya.
"ommaku dulu sering melakukan hal ini kalau aku sedang tidak bisa tidur hyung. Ya walaupun, saat itu aku masih sangat kecil tapi aku harap kau juga bisa tertidur saat aku melakukan ini" jawab kyuhyun.
Sungmin mencoba memejamkan matanya kembali. Perkataan kyuhyun benar, gerakan lembut dikepalanya seakan menarik sungmin untuk menyelami alam tidurnya. Mata itu pun akhirnya tertutup.
Kyuhyun menyadari bahwa sungmin sudah tertidur pulas. Dengan hati-hati kyuhyun membenarkan selimut sungmin. Tidak lupa mengecup kedua kelopak mata sungmin sebagai ucapan selamat tidur. Ritual yang sering kyuhyun lakukan saat hyung kesayangannya itu sudah tidur.
"tidurlah hyung" ucap kyuhyun. Dia pun kembali ke tempat tidurnya untuk melanjutkan acara tidurnya yang tertunda.
.
.
Suasana pagi ini terlihat ramai di ruang makan dorm super junior lantai 11 pasalnya penghuni dorm lantai 12 juga terlihat sedang menikmati sarapan pagi disana, mengingat semua ' koki' tinggal di lantai 11.
Setelah selesai sarapan mereka pun bersantai sambil berbincang satu sama lain. Terdengar gelak tawa dari semua member.
"hari ini kita semua terbebas dari jadwal. Jadi hari ini, aku, eunhyuk, donghae dan kyuhyun akan ke kona beans. Apa kau mau ikut sungmin ah~?" tanya sang leader pada pria imut di depannya –sungmin-. Oh sungguh sungmin ingin ikut tapi dia belum siap untuk bertemu keluarganya lagipula tadi pagi jungmo mengirimkannya pesan bahwa hari ini dia akan datang ke dorm.
"aku tidak bisa hyung. Hari ini aku ingin bertemu dengan jungmo hyung" tolak sungmin. Tanpa sungmin sadari, ucapannya itu membuat sepasang mata memandangnya tidak suka.
"oh begitu. Baiklah. aku hanya tidak mau kau sendirian. Karena mereka semua sudah punya acara masing-masing hari ini" ucap eeteuk sambil mengarahkan pandangannya kepada semua member yang sedang duduk santai di depan tv.
.
ooOoo
.
kini dorm terlihat sepi, beberapa dari member sudah pergi ke tempat tujuannya masing-masing. Tinggal tersisa sungmin, ryeowook dan yesung saja. Hari ini yesung berencana akan pergi ke Y style sedangkan ryeowook akan hang out bersama temannya.
.
Teett ... teeettt...
.
Suara bel pintu terdengar, ryeowook pun dengan cepat membuka pintu itu mengingat jaraknya yang paling dekat dengan pintu.
"oh kau jungmo hyung, annyeonghaseyo!" sapa ryeowook
"annyeonghaseyo" balas jungmo. "apa sungmin ada?" lanjutnya
"ne. Masuklah hyung!" ryeowook mempersilahkan jungmo masuk. Semua orang yang tersisa langsung menyambut kedatangan jungmo.
"apa yang kau bawa? Kenapa kau bawa koper sebesar itu? Kau tidak berencana pindah ke dorm kami kan?" tanya yesung. Semua mata langsung mengarah ke koper yang di geret jungmo. Aneh memang melihat jungmo membawa koper besar seperti itu. Untuk apa?
"oh ini. aku mau latihan, jadi aku bawa banyak perlengkapan" jawaban yang aneh meluncur dari bibir jungmo. Dia merutukki dirinya yang tidak menyiapkan jawaban kalau ada yang bertanya hal ini.
"oh begitu" Yesung pun menerima jawaban itu tanpa merasa aneh sedikitpun. "hari ini aku dan ryeowook akan pergi keluar. Jadi kami tinggal dulu. Annyeong!" pamit yesung.
"oh ne. Annyeong!" balas jungmo
Yesung dan Ryeowook pun melangkahkan kakinya keluar dari dorm menyisakan sungmin dan jungmo.
"apa yang kau bawa? Aku tahu itu bukan perlengkapan latihan kan?" jungmo hanya tersenyum. tentu saja ini bukan perlengkapan latihan, sebanyak-banyaknya barang yang harus dibawa tidak mungkin menggunakan koper juga. Batin jungmo.
"buka saja kalau kau ingin tahu". Karena penasaran, sungmin pun langsung membuka seleting koper itu dengan cepat. Matanya terbelalak saat koper itu sudah terbuka sempurna.
"a-apa ini?" tanyanya horor. Dia mengangkat satu-persatu benda yang ada di dalam koper tersebut. ada celana dalam wanita, bra dan benda yang sungmin tidak tahu namanya. Yang membuat sungmin terkejut adalah jumlah benda-benda ini yang tidak sedikit.
"dari mana kau mendapatkan ini semua?" tanya sungmin. Beberapa kemungkinan muncul di otak sungmin. Satu, jungmo membeli sendiri benda-benda ini, tapi kemugkinan itu langsung ditepis sungmin. Kedua, jungmo menyamar menjadi wanita dan membeli benda-benda ini, tapi itu lebih tidak mungkin lagi.
"tenang saja. Aku tidak sampai menyamar menjadi wanita untuk mendapatkan ini semua" ucapan jungmo sontak membuat sungmin terkejut. Apa jungmo bisa membaca pikirannya.
"lalu kau dapat dari mana hyung?"
"aneh mendengarmu memanggil aku dengan sebutan hyung padahal kau itu kan wanita. Aku mendapatkan ini semua dari teman wanitaku yang bekerja sebagai cordy. Tapi kau tidak usah khawatir dia tidak tahu kalau ini untukmu"
"lalu alasan apa yang kau pakai?"
"aku bilang sepupuku butuh ini semua untuk pertunjukan drama di sekolahnya. Dan diapun membantuku dengan senang hati. Temanku bilang ini bisa digunakan untuk menutupi payudaramu agar tidak begitu kentara" jelas jungmo sambil mengambil sebuah kain yang panjangnya kira-kira 2m.
"kau hanya tinggal melilitkannya saja. Mudah kan?"
Sungmin mengangguk mengerti, dia pernah melihat benda seperti itu di drama tv dan tidak disangka dia sekarang harus memakainya untuk penyamaran.
"kau tau ming? Aku sangat malu saat membeli benda ini di supermarket" kini jungmo terlihat sedang memegang bungkusan. sungmin tahu benda itu yang sering digunakan wanita, sungmin sering melihat iklannya di tv. Benda itu adalah pembalut wanita.
"mianhae, aku menyusahkanmu ya?"
Jungmo menggeleng "tidak ming, aku sudah bilang kalau aku akan membantumu. Aku yakin kalau kau belum menyiapkan semuanya, jadi aku bantu saja. Jadi sekarang kau pakai benda-benda ini, jangan lupa kau juga harus memakai pembalut ini. kau sedang mendapat tamu bulanan kan?"
"ne. Tapi bagaimana cara memakainya?" tanya sungmin polos. Wajah bingung sungmin yang menggemaskan membuat jungmo terdiam beberapa saat. 'Dia wanita sekarang, jadi kalau aku jatuh cinta padanya, aku adalah pria normal kan?' pikir jungmo
"hyung?" panggilan sungmin menyadarkan jungmo dari pikirannya.
"aku juga tidak tahu ming. Baca saja di balik kemasannya!" Sungmin membalik kemasannya, dia membacanya dengan seksama sambil melangkahkan kakinya ke kamar mandi, tidak lupa dia mengambil satu buah celana dalam dan satu buah kain panjang itu (korset).
Setelah beberapa menit, sungmin keluar dari kamar mandi.
"sudah kau pakai?" tanya jungmo. Sungmin pun mengangguk, walaupun risih memakai benda-benda itu tapi sungmin harus mulai membiasakannya.
"kau sedang tidak ada jadwal kan? Bagaimana kalau kita jalan-jalan saja?"
Dengan sedikit pertimbangan, sungmin pun menyetujui ajakan jungmo. Bosan juga kalau seharian harus di dorm.
.
ooOoo
.
seorang pria sedang duduk sambil melamun bahkan psp tercintanya terlihat tergeletak dengan santai di meja. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh pria itu sampai bisa mengabaikan 'pacar' tersayangnya.
"kyuhyun ah~, sedang apa kau?" tanya pria manis yang kini mengambil duduk di hadapan kyuhyun –donghae-
"ani" jawaban kyuhyun singkat. Donghae yang mendengarnya hanya mengernyitkan dahinya bingung. 'Setan apa yang bisa masuk ke dalam tubuh iblis? Tidak biasanya dia begitu' Batinnya.
'kenapa akhir-akhir ini sungmin hyung sering terlihat bersama dengan jungmo hyung? Ada apa dengan mereka? Ya! Kyuhyun pabbo! Untuk apa kau memikirkannya? Kenapa kau merasa tidak suka?' ucap Kyuhyun dalam hati sambil menepuk kedua pipinya mencoba untuk menghilangkan pikiran-pikiran aneh itu dari kepalanya.
"ada apa dengan si setan itu?" tanya eunhyuk setengah berbisik. Donghae pun hanya menaikan bahunya karena dia pun tidak mengerti.
.
ooOoo
.
Sungmin dan jungmo duduk disebuah kedai es krim, menikmati setiap es krim yang masuk ke dalam mulut mereka.
Setelah puas jalan-jalan di taman hiburan, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi membeli es krim. Jangan salahkan jungmo yang selalu tahu apa yang disukai sungmin, sehingga mudah saja bagi jungmo untuk menyenangkan sungmin. Contohnya ajakan jungmo untuk membeli es krim yang langsung disambut antusias oleh sungmin.
"ming?" panggil jungmo
"hemm?" gumam sungmin sambil terus memasukkan sendok demi sendok es krim ke dalam mulutnya.
"apa kau tidak mau berdandan seperti wanita pada umumnya?" tanya jungmo
"saat menjadi laki-laki pun aku sering berdandan seperti wanita" jawab sungmin
"ming?" panggil jungmo lagi namun kali ini terdengar lebih lirih
"hemm?"
"apa boleh aku mencintaimu?"
.
.
TBC~
.
.
klik
