CHANGE

.

.

Cast :

- Kyuhyun SJ as Cho Kyuhyun

- Sungmin SJ as Lee Sungmin

- Jungmo Trax as Kim Jungmo

- all member SJ

.

Pairing : KyuMin

.

Disclaimer : semua cast milik Tuhan dan dirinya masing-masing

.

Rate : T

.

Warning : GS, typo dimana-mana, EYD yang tidak sesuai

.

Summarry : akhir dari cerita cinta manis Lee Sungmin dan Cho Kyuhun

.

.

.

CHAPTER 3

~HAPPY READING~

.

Sungmin terbangun dari tidurnya, perkataan jungmo tadi siang membuatnya terus memikirkannya. Kalau begini terus bagaimana dia bisa menikmati tidur malamnya?

"hyung? Kau tidak bisa tidur lagi? apa perlu aku melakukan seperti kemarin?"

"ani ... ani kyu. Tidak perlu. Aku hanya terbangun, aku pasti akan kembali tidur. Kau tidurlah! Besok kita ada jadwal kan?"

Kyuhyun yang memang sudah lelah dan mengantuk segera mengambil posisi berbaring di ranjangnya. Anak itu memang baru memulai ritual tidurnya setelah selesai menamatkan gamesnya.

"kau juga harus tidur hyung"

"ne"

Dengan usaha yang keras, sungmin mencoba untuk kembali tidur dan melupakan ucapan jungmo tadi siang untuk malam ini karena besok dia diharuskan bangun pagi.

.

.

Matahari memang belum begitu menampakkan sinarnya, namun sosok manis ini sudah terbangun dari tidurnya. Setidaknya lumayan dia bisa tidur selama 4 jam dan akibatnya sekarang dia benar-benar mengantuk tapi waktu tidak memungkinkannya untuk kembali tidur.

Jam menunjukkan pukul 9 tepat, semua member super junior sudah berkumpul di salah satu ruangan kantor manajemennya. Hari ini mereka akan memulai pembagian materi lagu untuk album ke-6 mereka.

Setelah 2 jam mempelajari materi tersebut, merekapun diijinkan untuk beristirahat. Semua member pun langsung menghambur keluar, tapi tidak dengan kyuhyun dan sungmin. Mereka berdua memutuskan untuk tetap diruangan itu.

Kyuhyun terlihat serius dengan PSP hitamnya sambil sesekali berteriak frustasi karena kalah, sedangkan sungmin yang duduk tidak jauh dari kyuhyun mencoba untuk tetap terjaga sambil memusatkan perhatiannya pada kertas materi yang berada di tangannya walaupun sebenarnya rasa kantuk sedang menyerang dirinya kini.

"aish!" erangan frustasi meluncur dari bibir tebal kyuhyun

"kenapa dari tadi aku tidak bisa naik level? Menyebalkan" jerit kyuhyun

Karena kesal, kyuhyun melempar PSP kesayangannya ke meja didepannya tentu saja tidak secara kasar. Diliriknya sungmin yang sepertinya sangat mengantuk terlihat dari kepalanya yang mulai terantuk-antuk tapi untungnya sebelum kepala sungmin mencium kursi disebelahnya, sungmin masih sadar untuk menegakkan kepalanya walaupun kemudian dia akan terantuk-antuk kembali.

.

Kyuhyun POV

.

'pasti sungmin hyung sangat mengantuk sampai-sampai dia tidak dengar saat aku berteriak tadi' batinku

Kulangkahkan kakiku mendekat ke kursinya, dengan perlahan kududukan diriku di sampingnya dan—

.

Tuk~

.

Kepalanya membentur pundakku. Dia pun mulai membuka matanya dan langsung mengangkat kepalanya menjauh dari pundakku. Aku pun hanya tersenyum melihatnya terkejut seperti itu.

"memangnya semalam kau tidur jam berapa hyung?" tanyaku lembut

"nggh, entahlah kyu.. aku tidak ingat" jawabnya dengan nada yang terdengar canggung dan sedetik kemudian dia mengalihkan pandangannya dariku.

"Ming!" panggilan seseorang membuat kami reflek menoleh ke asal suara itu. Terlihat jungmo hyung sedang berdiri di ambang pintu.

"bisakah aku bicara padamu ming? Sekalian kita makan siang diluar" tanyanya pada sungmin. Oh sepertinya dia tidak menyadari ada aku disini.

"ne" jawaban singkat sungmin hyung membuatku kesal

"aku pergi dulu ya kyu. Annyeong!" pamitnya. Aku pun hanya tersenyum tanpa berniat membalas salamnya.

'tatapan apa itu? Terasa janggal, kenapa jungmo hyung memandang sungmin hyung dengan tatapan seperti itu? Seperti – ah entahlah! kenapa kau sekarang jadi suka mencampuri urusan orang?' jeritku dalam hati.

.

Kyuhyun POV end

.

Jungmo tersenyum kecil melihat cara makan sungmin yang terkesan imut. Sebenarnya saat sungmin menjadi laki-laki pun kadar keimutannya tidak diragukan lagi tapi setelah dia tahu bahwa makhluk di hadapannya ini sudah menjadi wanita seutuhnya menambah daya tarik sendiri bagi jungmo.

"apa yang ingin kau bicarakan?" tanya sungmin dengan makanan yang masih penuh dimulutnya membuat kedua pipinya menggembung lucu

"habiskan dulu makananmu ming"

Dengan cepat sungmin menghabiskan makanannya.

"selesai" ucapnya sambil meletakkan sumpit di atas meja

"apa kau kurang tidur? Matamu sudah seperti mata panda"

"Jadi kau hanya ingin bicara soal itu? Menyebalkan" sungmin mengerucutkan bibirnya sebal

"tentu saja tidak. Soal pertanyaanku tempo hari, kau belum menjawabnya ming. Aku harap kau tidak melupakannya"

Tentu saja sungmin tidak lupa, pertanyaan itu yang membuat dirinya sulit tidur. Tapi bagaimana ini? sungmin belum menyiapkan jawabannya. Apa yang harus ia jawab? mengijinkannya dan memberikan harapan palsu? Tidak tidak, sungmin tidak setega itu. Menolaknya? Itu terkesan lebih jahat lagi.

"ba-bagaimana harus menjawabnya? Maksudku – hemm— aku bingung"

"kau wanita sekarang, jadi tidak aneh kan kalau ada laki-laki yang mencintaimu?"

Kenyataan itu yang membuat sungmin semakin sulit. Setidaknya dulu saat dia adalah laki-laki, dia punya alasan untuk menolak jungmo tapi sekarang dia adalah seorang wanita dan sangat wajar kalau dia berhubungan dengan seorang pria. Tapi tapi dia hanya menganggap jungmo adalah sahabatnya, tidak lebih.

"ta-tapi hyung, dari dulu sampai sekarang. saat aku menjadi laki-laki atau perempuan, aku hanya menganggapmu sebagai sahabatku. Kau punya tempat sendiri di hatiku. Mianhae" ucap sungmin lirih. Sungguh dia tidak tega mengatakan ini pada jungmo tapi ini adalah yang terbaik.

"arasso. Tapi aku mohon kau mengijinkanku untuk terus mencintaimu dan ijinkan aku juga untuk membuatmu mencintaiku" pinta jungmo

Sungmin benar-benar tidak tega melihat ekspresi jungmo yang seperti itu. Dengan ragu sungmin mengganggukan kepalanya.

"gomawo" ucap jungmo sambil tersenyum lembut

'apa ini akan menambah rumit masalahku? Ya! Pabboya Lee sungmin!' rutuk sungmin dalam hati.

.

ooOoo

.

"kau dari mana hyung? Kenapa baru pulang?". Sungmin yang baru memasuki ruangan itu langsung dikejutkan dengan suara kyuhyun.

"oh, kau kyu. Mengagetkan saja. Kau kan tahu tadi aku makan siang dengan jungmo hyung. Kau sudah makan siang?"

"belum" jawab kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya.

"mwo? Kenapa kau belum makan? Ini sudah jam 2 siang kyu" omel sungmin. Sungmin sangat tahu kalau kyuhyun mudah sakit jadi sebisa mungkin si magnae tidak telat makan.

"aku tidak mau kalau makan sendirian. Aku ingin menyusul hyungdeul yang lain tapi mereka semua berada jauh dari sini, jadi aku menunggumu saja ternyata kau lama sakali" kesalnya

.

.

"tidak biasanya kau manja seperti ini. Baikalah, aku akan menemanimu makan di restoran dekat sini. kkaja!" sungmin menarik lengan kyuhyun. Sungmin sangat tahu kalau kyuhyun sedang dalam keadaan bad mood.

Sungmin terkikik geli melihat kyuhyun makan dengan lahap seperti itu. Merasa ditertawakan, kyuhyun pun langsung memberikan death glare andalannya pada sungmin.

"kenapa kau tertawa? Memangnya ada yang lucu?"

"kalau kau lapar, kenapa harus ditahan kyuhyuni~?"

Kyuhyun hanya mendengus sebal. Dia juga sebenanya tidak sanggup menahan rasa laparnya, tapi entah kenapa hari ini dia tidak mau makan sendirian.

"kan sudah aku bilang, aku tidak mau makan sendirian. Tapi kau malah meninggalkanku begitu la—"

"ara ara. Mianhae... sudah habiskan makananmu" potong sungmin

Kyuhyun pun kembali menikmati makanan di hadapannya.

"kenapa tadi kau tidak ikut denganku saja?"

"aku tidak mau menganggu kalian berdua, lagi pula kau juga tidak mengajakku" sungmin terlihat berpikir. Benar juga, dia kan tadi tidak mengajak kyuhyun dan langsung pergi begitu saja. Batin sungmin.

"mianhae. Apa kau marah?" tanya sungmin lirih

"tentu saja" Jawab kyuhyun singkat

Sungmin mengerucutkan bibirnya. Dia jadi merasa bersalah telah meninggalkan kyuhyun. Oke, ini terdengar sedikit berlebihan, tapi itulah sungmin yang berhati lembut.

"berhenti bersikap agyeo seperti itu hyung, kau ini kan bukan wanita" ejek kyuhyun. Sungmin yang mendengar ucapan kyuhyun langsung diam.

"kau menyebalkan!" gumam sungmin sambil meninggalkan kyuhyun. Kyuhyun yang sadar sungmin mulai melangkah pergi menjadi bingung.

'apa aku salah bicara? Aku hanya menggodanya sedikit saja, kenapa dia sampai marah begitu?' batin kyuhyun

"tunggu aku hyung!" kyuhyun pun segera mengambil beberapa lembar won dari dompetnya serta menaruhnya di atas meja kemudian lari mengejar sungmin.

.

.

Sepulangnya dari kantor SM, sungmin langsung masuk ke dalam kamarnya dan berbaring di ranjangnya sambil menggulung diri dalam selimut. Bahkan sejak tadi siang sampai di perjalanan pulang, sungmin sama sekali tidak mau bicara dengan kyuhyun. Sikap aneh sungmin menimbulkan tanda tanya di benak member yang lain. Tapi mereka tidak mau terlalu mencampuri masalah KyuMin.

"hyung, tentang ucapanku tadi siang – aku hanya menggodamu saja. Mianhae" ucap kyuhyun yang kini sedang duduk di pinggir ranjang sungmin. "kau mau memaafkanku kan hyung? Jangan diamkan aku seperti ini?" lanjutnya

Tidak ada jawaban dari orang yang diajak bicara. Kyuhyun pun menjambak rambutnya frustasi. Tidak disangka candaannya akan berakhir seperti ini. kalau tau begini, kyuhyun tidak akan mengatakan hal seperti itu. Tapi hei, kyuhyun sering meledek hyungnya lebih dari itu tapi tidak pernah sampai semarah ini. Ada apa dengan sungmin sebenarnya? - Batinnya.

"hiks ... hiks" terdengar suara isakan dari balik selimut. Apa sungmin hyung menangis? Batin kyuhyun.

"hyung? Kau menangis? Mianhae hyung. Aku mohon maafkan aku"

Mendengar kyuhyun terus meminta maaf membuat sungmin tidak tega. Dengan ragu dibukanya selimut itu sedikit demi sedikit. Dilihatnya kyuhyun yang kini sedang menundukkan kepalanya. Merasa sangat bersalah, eoh?

"aku sudah memaafkanmu kyu. Aku— aku juga tidak tahu kenapa jadi se-sensitif ini. mendengar candaanmu tadi membuatku marah. Mianhae kyu, kalau aku berlebihan"

"ani hyung! Aku yang salah, aku janji tidak akan mengatakan hal seperti itu lagi" ucapnya sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya ke udara.

Sungmin hanya tersenyum melihat tingkah kyuhyun, dia sudah tahu kalau kyuhyun akan meminta maaf seperti ini mengingat si magnae tidak bisa lama-lama didiamkan olehnya walaupun sungmin juga sangat tahu kalau kyuhyun mungkin akan lupa dengan janjinya dan menjahilinya lagi. Tapi untuk saat ini, dia sangat senang melihat kyuhyun seperti itu.

.

ooOoo

.

Sudah satu minggu ini, member super Junior disibukkkan dengan materi lagu dan latihan untuk mempersiapkan album ke – 6 mereka. Dan hari ini, adalah waktunya untuk istirahat. Pihak manajemen memberikan mereka waktu sehari untuk beristirahat, kesempatan itu tidak disia-siakan oleh semua member. Mereka mempunyai rencana masing-masing untuk me-refresh otak mereka.

"hei kyu~, kau tidak pergi untuk jalan-jalan?" tanya eunhyuk pada kyuhyun yang sedang santai di sofa sambil memainkan PSP kesayangannya.

"ani hyung. Hari ini aku ingin istirahat di dorm saja sambil menyelesaikan games ini" jawab kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari kotak berwarna hitam tersebut.

"benarkah? Kalau begitu bagus. Aku juga mau di dorm saja" ucap eunhyuk sambil membaringkan tubuhnya di sofa dan meletakkan kedua kakinya di pangkuan kyuhyun.

Kyuhyun yang merasa terganggu langsung menyingkirkan kaki itu dengan kasar.

"ya maknae! Kalau begitu kau bermain saja di kamarmu. Aku mau menonton tv"

"tidak mau. Aku yang lebih dulu disini"

"aish! Anak ini" kesal eunhyuk. "sungmin hyung, kau mau kemana?" tanya eunhyuk saat melihat sungmin berjalan menuju pintu dengan pakaian rapi. Kyuhyun yang tadinya fokus dengan benda ditangannya, kini mulai mengalihkan pandangannya ke arah sungmin.

"aku ada janji dengan jungmo hyung. Aku pergi dulu ya. Annyeong!" pamit sungmin dan langsung melesat keluar.

Kyuhyun pun kembali pada PSP-nya.

'jungmo hyung? Lagi?' batin kyuhyun

"kenapa akhir-akhir ini sungmin hyung sering terlihat bersama jungmo hyung ya?" gumam eunhyuk dengan pose berpikir.

Tiba-tiba kyuhyun pun berdiri dan meninggalkan eunhyuk yang masih bertanya-tanya.

"kau mau kemana kyu?"

"ke kamar" jawab kyuhyun singkat

.

.

Seorang pria sedang duduk dengan gelisah di ranjangnya sambil menekan tombol PSP nya dengan kasar. Terlihat sekali kalau pria itu sekarang sedang dalam keadaan kesal tingkat tinggi.

"AISH CHO KYUHYUN! Kenapa kau jadi seperti ini?" jeritnya. Kyuhyun pun memilih untuk meningalkan game sialan itu dan mulai membaringkan dirinya.

'sepertinya aku butuh tidur' batinnya. Dia pun mencoba untuk memejamkan matanya, tapi sepertinya tidak ada rasa kantuk sama sekali.

.

ooOoo

.

"kenapa kau mengajakku kesini?" tanya seorang pri— ani, gadis imut kepada pria jangkung disampingnya.

"turunlah ming! Hari ini kita akan menghabiskan waktu di taman hiburan ini"

Mereka pun akhirnya turun dari mobil dan mulai melangkah ke arena taman hiburan.

"kenapa sepi sekali?" tanya gadis itu – sungmin.

"tentu saja sepi karena ini kan bukan akhir pekan. Tapi itu malah bagus jadi kita bisa bermain dengan puas disini. Kkaja!" jungmo pun langsung menarik lengan sungmin agar mengikuti dirinya.

Matahari sudah menghilang dengan sempurna pertanda malam sudah datang. Tapi kedua orang ini sepertinya tidak mempedulikan hal itu. Mereka berdua terlihat sedang asik memandang bulan sambil berbaring di atas rumput.

"ming?"

"hemm?"

"aku ingin meminta sesuatu darimu. Bisa tidak kalau hanya ada kita berdua kau memanggilku dengan sebutan 'oppa'?" pinta jungmo. Sungmin yang mendengarnya pun langsung menoleh ke arah jungmo yang kini sedang memandang wajahnya sambil tersenyum lembut.

"n-ne?"

"panggil aku 'oppa'. itu bukan sesuatu yang sulit kan?"

"o-oppa" dengan ragu sungmin mengucapkan kata itu. Jungmo yang mendengarnya pun langsung tersenyum lebar.

"panggil sekai lagi ming"

"jungmo oppa". Dengan lembut, jungmo mengusap rambut sungmin sayang dan mencium kening sungmin. Sebagai wanita, diperlakukan seperti itu oleh seorang pria membuat pipinya merona hebat.

.

ooOoo

.

Pria bernama Kyuhyun itu kini sedang membolak-balikan badannya di kasur empuk miliknya. Sudah beberapa gaya dia lakukan untuk menemukan posisi tidur yang nyaman tapi tetap saja tidak berhasil. Mata yang susah payah dipejamkannya pasti akan terbuka kembali. Karena kesal, kyuhyun pun akhirnya memilih duduk.

Diliriknya jam yang menempel di dinding kamarnya.

"sudah jam 11 malam. Kenapa sungmin hyung belum pulang juga?"

.

Cklek~

.

Pintu kamar terbuka diiikuti dengan munculnya sosok manis.

"kau dari mana saja hyung? Kenapa baru pulang?" seperti dejavu, lagi-lagi sungmin dikejutkan oleh suara kyuhyun.

"aku tadi diajak oleh jungmo hyung ke taman hiburan. Karena keasyikan jadi lupa waktu" jawab sungmin. Kyuhyun pun hanya memandangnya sinis, tapi untunglah cahaya di ruangan ini begitu temaram jadi sungmin tidak dapat melihat tatapan kyuhyun itu.

"akhir-akhir ini kenapa kau sering sekali pergi bersama jungmo hyung bahkan kau tidak punya waktu untukku?"

Sungmin yang sedang mengambil bajunya di lemari, seketika itu langsung menghentikan aktivitasnya.

"itu karena—" sungmin menggantung ucapannya

'itu karena, aku takut kau mengetahui identitasku dan kemudian membenciku kyu' teriak sungmin dalam hati

"itu karena – aku ada urusan dengan jugmo hyung. Aku mau mandi dulu. Lebih baik kau tidur kyu" sungmin pun langsung berlari menuju ke kamar mandi sebelum kyuhyun mulai bertanya lagi.

Gemericik air shower mulai membasahi rambut sungmin membuatnya sedikit lebih tenang. Setiap hari, hidup dalam ketakutan sangat melelahkan untuknya. Pernah terpikir oleh sungmin untuk memberitahukan pada yang lain terutama kyuhyun tentang kondisinya sekarang, tapi hal itu diurungkannya karena dia belum siap menerima kemungkinan terburuknya.

Dia belum siap jika kyuhyun membencinya. Sungmin sungguh tidak sanggup, kalau hal itu sampai terjadi.

Setelah memastikan dirinya bersih, sungmin pun segera menghentikan kegiatan mandinya. Dikenakannya satu-persatu pakaiannya dan kemudian keluar.

Sungmin masuk ke dalam kamar masih sambil mengeringkan rambutnya. Dilihatnya kyuhyun yang masih setia duduk di atas ranjangnya sendiri.

"kau belum tidur kyu?" tanya sungmin sambil mengambil duduk diranjagnya

"hyung? Apa kau akan tidur dengan pakaian setebal itu? Udara malam ini sangat panas" tanpa menjawab pertanyaan sungmin, kyuhyun malah balik bertanya.

Sungmin bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin dia mengaku alasannya memakai baju tebal atau berukuran besar akhir- akhir ini supaya kyuhyun tidak menyadari perubahan fisiknya.

"aku merasa dingin kyu" jawab sungmin cepat. Dia pun segera melempar handuk kecil yang tadi di pakainya ke lantai dan mulai menggulung dirinya dalam selimut. Kalau boleh jujur, sungmin merasa sangat panas, tapi mau bagaimana lagi.

"aneh sekali" gumam kyuhyun. Dia pun mulai membaringkan diri di ranjangnya.

.

ooOoo

.

Alunan musik yang sekitar 4 jam terus menggema di ruang latihan kini mulai berhenti. Semua member pun langsung beristirahat sambil meneguk sebotol air mineral untuk menghilangkan rasa haus yang terasa di tenggorokan.

"hah... Lelah sekali. Habis ini aku masih ada jadwal" ucap sang leader sambil meneguk minumannya.

"KRY juga masih ada rapat dengan manajemen" kali ini yesung yang bersuara

"jadi siapa yang sudah tidak ada jadwal?" tanya eeteuk pada member yang lain

"aku" jawab sungmin. Sepertinya hanya sungmin yang sudah tidak ada jadwal karena hanya dia yang menjawab.

"setelah istirahat, aku ingin langsung pulang dan mandi di dorm saja" ucap sungmin kepada yang lainnya. Mereka pun hanya mengangguk.

.

.

Sesampainya di dorm, sungmin langsung duduk di sofa untuk beristirahat sejenak. Hari ini benar-benar melelahkan.

"aku harus mandi. Badan ini benar-benar lengket karena keringat"

Dengan langkah cepat sungmin menuju kamar mandi dan menanggalkan seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya kemudian mulai menyiram dirinya dengan air shower.

Setelah membersihkan dirinya, dia pun mulai berpakaian. Tapi tunggu, sepertinya ada yang kurang? Sungmin mencari benda yang ia maksud tapi tidak juga ditemukan. 'apa aku tidak membawanya? Ya! Pabbo Lee sungmin, kenapa kau bisa lupa membawa korset itu?' gumamnya sambil memukul kepalanya pelan.

"aku pakai saja di kamar. Kebetulan di dorm sedang tidak ada orang" ucap sungmin bermonolog. Sungmin pun mulai melilitkan handuk sampai sebatas dadanya sehingga hanya belahan dadanya yang masih tampak samar.

.

Kriet~

.

Dengan sedikit mengendap, sungmin keluar dari kamar mandi. Dia tahu kalau dorm ini sepi, tapi sungmin tetap harus berhati-hati.

'sebentar lagi aku sampai' ucapnya dalam hati ketika melihat pintu kamarnya yang tinggal bebrapa meter lagi.

Dia pun meraih kenop pintu, namun belum sempat dia membukanya. Tiba-tiba –

.

Kling~

.

Tubuh sungmin seketika membatu di depan pintu kamarnya.

"hyung?"

Dengan gerakan lambat sungmin menoleh ke arah suara itu, dilihatnya kyuhyun yang sedang berdiri tidak jauh darinya.

'bagaimana ini?' batin sungmin panik

.

.

TBC~

.

.


klik