Title : Wedding
Cast : - Do Kyung soo
- Kim JongIn
Genre : Angst, Hurt/Comfort
Rate : T (ngga tau ah)
Cuapcuap : Annyeong… jongie bikin kegini aja yah Fanfic nya.. ngga tau mau bikin kegimana lagi, abis tadi waktu jongie nerusin bikin sequelnya malah ketiduran diperpus. Ilang deh idenya. hehe jongie kalo bikin FF selalu di perpus coz di situ tenang tempatnya. .. okeh lansung baca aja…
Bmg : K Will – Please, Dont
.
.
.
.
.
.
Sekarang Dio sudah duduk di salah satu bangku didalam gereja tempat pernikahan Kai. Dan sekarang kai sudah berdiri dengan gagahnya diatas altar menunggu sang mempelai datang.
Dari luar gereja terlihat dua orang namja masuk yang satu muda mengenakan dress pengantin putih sambil membawa sebuket bunga yang di yakini Dio adalah calon istri Kai, Xi Luhan. Dan yang satu lagi sudah paruh baya namun tak mengurangi pancaran wibawa-nya mengenakan setelan jas hitam.
Entah firasat buruk tiba-tiba menghampiri Dio. Tapi ia abaikan toh segala kenyataan yang terjadi disini, dihadapannya adalah hal buruk.
.
.
.
Tibalah sesi yang paling tidak diinginkan Dio. Sesi dimana kedua mempelai saling mengucap janji sehidup semati. 'harusnya aku yang mengucap janji itu bersama Kai' batin Dio dengan mirisnya.
"Kim JongIn, apakah kau bersedia menjadi suami untuk Xi Luhan suka maupun duka, sakit maupun sehat, kaya maupun miskin sampai maut memisahkan kalian?"
"ya, saya bersedia"
"Xi Luhan , apakah kau bersedia menjadi istri untuk Kim JongIn suka maupun duka, sakit maupun sehat, kaya maupun miskin sampai maut memisahkan kalian?"
"saya be—"
"ANDWAEEE!"
Sontak seluruh orang termasuk kedua mepelai menoleh karah pintu gereja –tempat suara berasal-
"s-sehunnie…." Kini seluruh pandangan bealih kearah Luhan.
"YAA! SIAPA KAU? BERANINYA MERUSAK PERNIKAHAN ORANG!" teraik appa Luhan geram.
"KRIS! CHANYEOL! BAWA ORANG TAK DIKENAL ITU KELUAR!" perintah appa Luhan pada dua orang namja dengan perawakan tinggi itu.
Namun saat dua namja tadi mendekat kearah namja yang deiketahui bernama sehun itu tiba-tiba…
DOR DOR
Suara tembakan terdengar. Dua namja tadi jatuh dengan dada yang terus mengeluarkan darah. Seluruh orang yang ada di dalam situ panik, berteriak.
"ck.. berisik" decak sehun seraya bergumam. Dan…
DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR…
Sehun menembak dengan membabibuta. Seluruh akal sehatnya hilang tertelam emosi dan kepedihan mendalam.
"akh! sehunnie" sehun yang tadinya teru menembak tak kenal arah berhenti setelah mendengar seseorang memanggilnya.
"L-luhannie.." sehun terperangah melihat luhan berlumuran darah. Dilempar sehun pistolnya tadi sembarang lalu berlari secepat mungkin menuju luhan. Deiletakkannya kepala Luhan dipangkuannya. Dibelainnya pipi mulus Luhan untuk ter akhir kalinya.
"s-sarang-ghae" ucap luhan dengan susah payah lalu menghembuskan nafas terakhirnya.
"nado… nado saranghae .. hiks hiks" ucap sehun disertai bulir kristal yang meluncur dari mata sayunya. Segera dihapusnya air matanya menyadari Kai yang sedari tadi mematung menyaksikan semua.
"INI SEMUA SALAHMU!" teriak sehun sambil mengeluarkan sebuah belati lalu menusukkannya ke Kai, tepat di jantung Kai.
"Akh!" pekik Kai lalu ambruk.
DOR
Tubuh sehun ikut ambruk. Ia tertembak
"aa..nnd..wae" lirih Dio. Ya, Dio. Dan Di pula yang menembak sehun. Karna tadi saat sehun melempar pistol sembarang pistol itu terlempar kedekat Dio.
"k-kai" lirih Dio berjalan mendekati tubuh tak bernyawa Kai.
"andwae Kai. Andwae. Aku masih terima jika kau meninggalkanku dengan menikah namja lain. Tapi kenapa kau meninggalkan ku dengan cara seperti ini" suara Dio terdengar bergetar. Dio duduk bersimpuh tepat di depan mayat Kai. Air matanya sudah tak bisa di bendung lagi. Diarahkannya pistol tadi kekepalanya. Perlahan ditariknya pelatuk.. dan…
"ANDWAEEEEEEE!" teriak Dio nafasnya ngos ngosan, keringat banyak mengucur.
"eumm~~ chagya~~ wae? Kau mimpi buruk?" tanya namja yang sedang tidur di samping Dio, lalu kembali tidur.
"heeuuhh(menghela nafas)… syukur hanya mimpi" nafas lega ter dengar dari naja bemata bulat itu, lalu diliriknya namja berkulit tan yang sedang tidur nyenyak disampingnya.
Dio tersenyum lalu didekatkannya wajahnya kearah telinga namja tadi.
"saranghae Kai, jeongmal saranghae Kim Jongin" bisik Dio.
"chagy~ kau sudah membangunkan macan yang sedang tertidur" kata kai dengan mata masih tertutup sambil tersenyum mesum. "bersiaplah untuk menerima serangan~~" lanjut kai lalu merjang tubuh Dio.
Ternyata semua hanya mimpi buruk Dio.
.
.
.
FIN
ohoho.. mangap eh maap tadi di chap 2 ada sedikit kesalahan... hoho mianhae *Bow
Okeh! Mian kalu jadinya kegini.. muacih yang udah Riview *tebarFlykiss*
Okeh! Yang udah baca harus riview! HARUS!
Riview lagi yah ^^
