Pairing : NaruSaku slight SasuHina
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Enjoy It
"Kaa-san, aku berangkat" Seru Naruto sembari berlari menuju motornya.
"Ayo, Sakura" Kata Naruto
Sakura pun melompat di belakang Naruto
"It is too late" Kata Sakura
"Yes, but I will never give up" Kata Naruto. Dia langsung tancap gas tak peduli gimana Sakura berteriak.
"You ride too fast" Kata Sakura
"It is allright" Kata Naruto enteng
Sudah sebulan sejak Sakura tinggal di rumah Naruto tapi dia masih enggan menggunakan bahasa Indonesia.
Ketika sampai disekolah Naruto langsung berlari kekelasnya, begitu pula Sakura.
"Untung belum datang" gumam Naruto ketika masuk kekelas. Jam kosong. Anak-anak berhamburan kesana kemari.
Naruto meletakkan tasnya di mejanya. Dia pergi ke toilet. Sakura pun hanya duduk terdiam sambil membaca. Belakangan ini Sakura rajin sekali membaca. Dia ingin sekali mengetahui seluk beluk manusia.
Seseorang berambut mangkuk dengan bulu mata lentik mendekatinya. Dia menyerahkan kotak berwarna pink pada Sakura. Naruto yang telah kembali dari toilet pun terbelalak ketika melihat hal itu.
"Sakura, I love you" Kata Lee ketika menyerahkan kotak kecil itu. Naruto yang mendengar hal itu. Nafasnya terasa sesak, bernafas saja terasa sakit. Naruto pun berlari menuju kantin sebelum sempat mendengar jawaban Sakura. Naruto telah menyadari perasaannya selama sebulan, dia mencintai Sakura.
-0-
Naruto duduk termenung di kantin. Ramen kesukaannya pun sekarang tidak lagi menggugah seleranya. Tanpa Naruto sadari seseorang berambut biru telah menghampirinya.
"Naruto-kun..." Katanya
Naruto mendongak. Mata safir dan lavender anak itu bertatapan.
"Hinata" Kata Naruto sambil tersenyum. Senyum terpaksa.
"Ada masalah, Naruto ?" Katanya sembari duduk didepan Naruto
"Tidak ada apa-apa kok" Kata Naruto
"Umm...Naruto-kun" Kata Hinata
"Apa ?" Kata Naruto
"A...aku sss...suka kamu. Mau gak kamu jj...jadi pacarku ?" Kata Hinata. Semburat merah tampak dikedua pipi putihnya.
Sontak Naruto terkejut. 'Nih anak diem-diem liar juga ya' Pikir Naruto
"Ano...Hinata-chan. Bukannya aku tidak mau, tapi aku masih belum siap" Kata Naruto. Naruto melihat pintu, dia melihat sosok yang sangat dikenalnya. Sasuke. Dia meloncat kaget.
"Teme..!" Teriaknya sambil berlari kearah Sasuke. Naruto tahu jika Sasuke itu suka sama Hinata. Makanya dia ingin bicara agar tidak salah faham. Tapi Sasuke malah berjalan cepat menjauhi Naruto.
"Ini salah faham" Kata Naruto ketika dia berhasil menangkap Sasuke.
"Iya aku tahu Dobe" Kata Sasuke sambil mengibaskan tangannya.
"Aku tahu kau pengkhianat" Kata Sasuke sambil menjauhi Naruto
Naruto hanya berdiri mematung disana. Terdengar bunyi bel tiga kali, waktunya masuk. Naruto berjalan gontai menuju kelas. Dia melihat Sakura masih membaca bukunya. Dia mengambil tasnya dan beralih ke bangku paling depan, bersama Kiba.
"Kau kenapa, Naruto ?" Tanya Kiba
"Gak papa" Kata Naruto dengan malas. Dia pun menenggelamkan kepalanya di tangannya. Dia
merasakan sesak nafas yang amat sangat, pandangannya lama-lama kabur. Dan...
Brukkk...!
Naruto pun terjatuh. Semuanya menoleh pada Naruto yang tergolek lemas.
"Cepat bawa ke UKS" Teriak Lee sambil berlari menuju Naruto. Dia menggendongnya menuju UKS, diikuti oleh Sakura yang sejak tadi khawatir pada Naruto.
"Kau gak kesana juga ?" Kata Sasuke pada Hinata
"Naruto-kun sudah menolakku" Kata Hinata. Raut wajahnya tampak sedih.
Sedangkan Sasuke, raut wajahnya terlihat menyesal. Dia menyesal telah menuduh sahabatnya sebagai
pengkhianat. Padahal dia tahu bahwa Naruto sangat mencintai Sakura.
Haaaah...! Author lagi kehabisan ide nih. Next chapter adalah yang terakhir
Reviewww...!
