AN : Gomawo bagi yang sudah mereview chap dua *deep bow* balasan review kalian setelah TBC dibawah. Btw kemarin malam abis terawih aq iseng-iseng buka mbah google cari picture TaoRis dan OMO *Q* aq dapat pic TaoRis yang mau NCan#plakplakplak *puasa woy* untung dah buka puasa. Sumpah, walau tahu itu hasil editan tapi berasa REAL banget Kyaaaaaaaaa~ sampai2 jadi pengen bikin ff rated M TaoRis*dijitak* langsung dijadiin avatar deh. Kalau udah lebaran mau dijadiin wallpaper khekhekhe. Sekian curcolnya

Evil Town

Chapter Three

TaoRis Side

"KYAAAAAA TOLOOONNNGGGG."

Suara jeritan histeris yang membelah angin malam terdengar oleh indra pendengaran kedua namja yang tengah beristirahat itu. Asal suara tersebut berasal dari belakang Kris atau depan Tao. Mereka berdua kaget dan segera melihat asal suara tersebut. Kris berdiri dari posisinya dan berbalik 180 derajat.

Kris mempersiapkan dua pistol revolver miliknya ditangan kanan dan kiri. Mempersiapkan hal buruk apa yang akan terjadi. Mungkinkah akan berhadapan dengan zombie, monster, atau dengan orang 'itu'. Siapapun itu, Kris sudah siap siaga sekarang.

Kris mulai berjalan menuju kearah asal suara, namun baru selangkah dia berjalan. Tao memegang erat pergelangan tangan kiri Kris. Kris menatap Tao yang memasang wajah khawatir. Kris melepas tangan Tao perlahan dan sedikit memberinya senyuman yang seakan mengatakan bahwa dia akan baik-baik saja.

"Hati-hati Kris." Ucap Tao pelan masih memandang wajah Kris.

Tao begitu khawatir, walaupun Tao tahu betul Kris sangat kuat dan hebat. Tetap saja, Tao tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya pada Kris. Dia baru diselamatkan oleh Kris dan baru saja bertemu seseorang ditempat mengerikan ini. Tao tidak ingin sendirian ditempat ini, dia butuh seseorang dan itu adalah Kris.

Aneh memang, dia baru bertemu beberapa saat dengan Kris dan hanya berbincang sedikit saja. Namun Tao merasa nyaman jika disekitar Kris, dia ingin Kris menemaninya lebih lama. Memberikan rasa nyaman dan hangat pada dirinya yang tengah dilanda rasa takut dan kesepian.

"Aku tahu, aku akan segera kembali secepatnya. Kau tunggulah disini Tao." Balas Kris yang kemudian mulai berlari keasal suara tersebut.

Tao menatap kepergian Kris dengan tatapan mata kosong.

Kris terus berlari dan berlari menuju asal suara tersebut. Dua buah pistol dia angkat sejajar dengan bahunya, bersiap untuk memuntahkan peluru panas dari dalamnya. Dalam penglihatan Kris, dia melihat siluet dua orang tengah berlari dikejar-kejar menuju kearahnya oleh siluet lain sebanyak empat orang. Empat orang tersebut tengah membawa senjata di masing-masing tangan mereka.

Jarak mereka makin dekat dan Kris bisa melihat bahwa dua orang tersebut adalah dua orang yeojya. Wajah mereka basah karena air mata dan terlihat kelelahan juga kacau karena kotor oleh tanah dan pakaian mereka terlihat lusuh. Kedua yeojya tersebut melihat Kris yang sedang menuju kearahnya.

Mereka berdua sedikit takut karena Kris memegang dua buah pistol dikedua tangannya. Dan arah pistol tersebut mengarah pada mereka berdua.

"Tolong kami hiks." Ucap salah satu yeojya yang ternyata adalah Yoona dengan raut wajah kelelahan.

Dia sudah tidak peduli siapapun dihadapannya, entah itu orang-orang yang seperti mengejar mereka atau bukan. Dia sudah lelah setelah hampir 20 menit berlari bersama Jessica yang terus menangis dan terisak disampingnya. Dia sudah tidak tahan dan tidak kuat untuk berlari lagi. Yoona benar-benar sudah pasrah apapun yang terjadi.

"Berlindung dibelakangku!." Seru Kris setelah jarak mereka makin dekat. Kris berbicara bahasa Korea begitu melihat gambar bendera Korea Selatan dia salah satu sudut baju mereka. Jarak mereka sudah begitu dekat.

Mengerti apa yang dikatakan Kris, Yoona menarik tangan Jessica dan berlari sekuat mungkin namun...

JLEB

"AKHHHH." Rintih Jessica begitu sebuah tombak menembus perutnya. Salah satu dari empat mahluk yang mengejar mereka melemparkan tombak yang dibawanya pada Jessica. Jessica sempat menatap kebawah, dimana tombak keluar dari perutnya dengan dipenuhi oleh darahnya. Tak lama matanya tertutup.

BRUGH

Jessica terjatuh dengan tombak bersarang diperutnya. Mengeluarkan banyak darah dengan matanya yang tertutup. Tidak ada tanda-tanda kehidupan setelahnya. Darah juga mengalir dari sudut bibirnya.

"SICAAAAAA!." Jerit Yoona begitu melihat sahabat terbaiknya ambruk dengan tombak yang bersarang diperutnya.

"Cih Sial!." Desis Kris sambil melewati Yoona dan Jessica yang tengah tergeletak.

DOR DOR DOR DOR

Empat timah panas keluar dari senjata api Kris. Masing-masing peluru tepat mengenai jantung para zombie yang tengah berada didepannya. Tiga zombie ambruk seketika, namun salah satu zombie dengan membawa sebuah gergaji mesin masih berlari menuju mereka.

Kris menyimpan kembali dua pistol pada sakunya di pinggang kanan dan kirinya. Masih terus berlari, Kris mengambil sebuah pedang pendek dari punggungnya dengan tangan kanan. Jaraknya dengan sang zombie makin dekat, sang zombie mulai mengayunkan gergaji mesin yang dia bawa dari kanan ke kiri mengarah pada kepala Kris.

Dengan gesit Kris menghindari gerigi tajam yang hanya berjarak 2cm dari lehernya itu kesebelah kiri. Dan dengan ayunan yang cepat dan kuat Kris menebas leher sang zombie hingga terlepas dan tergeletak ketanah. Sang tubuh zombie perlahan mulai layu dan akhirnya ambruk.

Kris mengibaskan pedangnya dari darah hitam yang menempel, agar cairan hitam pekat tersebut tidak mengotori pedang berharganya. Dengan sigap Kris menyimpan kembali pedangnya pada sarung pedang dipunggungnya. Kemudian Kris pergi kearah dua yeojya tersebut.

Yoona kini tengah menangisi kepergian Jessica. Dia berlutut disamping kiri tubuh Jessica yang tengah terbaring kaku. Tombak yang bersarang ditubuhnya telah Yoona lepaskan. Kedua tangan Yoona yang terdapat darah dari Jessica memegang erat tangan kiri Jessica. Air mata tak berhenti mengalir dari kedua kelopak matanya.

"Hiks hiks Sica mianhae hiks mianhae Sica hiks." Tangis Yoona sambil menempelkan tangan Jessica dipipinya.

Kris mendekat pada Yoona dan menepuk bahunya pelan.

"Sudahlah jangan menangis. Maaf aku tidak bisa menyelamatkan kalian berdua." Ucap Kris.

Yoona menggelengkan kepalanya pelan.

"Ini bukan salahmu. Tidak apa-apa, Sica sudah terlalu putus asa dan ketakutan sejak dia berada disini. Mungkin ini yang terbaik, dia tidak akan menangis dan ketakutan lagi. Dia mungkin sudah tenang di alam sana tanpa rasa takut dihatinya." Kata Yoona disela isak tangisnya.

"Aku mengerti. Kita pergi dari sini ketempat yang aman. Biar aku bawa temanmu dan kita kuburkan disuatu tempat."

Yoona mengangguk dalam diam. Kris mulai mendekat pada Jessica dan menggendongnya bridal style. Kemudian mereka pergi menuju tempat Kris dan Tao.

Tao tengah duduk diam menunggu kedatangan Kris. Dia mendengar bunyi empat buah peluru yang keluar dari pistol yang dia yakin milik Kris. Namun, sampai saat ini Kris belum datang kembali kesini. Perasaannya mulai sedikit khawatir, mungkinkah Kris melawan empat ekor monster yang dia lawan sebelumya. Mungkinkah Kris kalah?

Tao menggelengkan kepalanya dari pikiran negatif dan bayang-bayang Kris yang tengah diserang monster itu. Perhatian Tao teralihkan begitu mendengar suara langkah kaki tidak dua langkah mendekat padanya. Dia mendongkak melihat dua orang, yaitu Kris yang tengah menggendong seorang yeoja dan seorang yeojya lainnya disamping Kris.

Tao membulatkan matanya melihat dua orang yeojya yang dia kenal. Pandangannya dia fokuskan pada yeojya yang tengah digendong oleh Kris. Tao bisa melihat darah merah dibaju yeojya tersebut. Mungkinkah yeojya itu telah meninggal dunia?

"K-Kris apa yang terjadi dengan noona itu?." Tanya Tao dalam bahasa Korea begitu Kris mendekat padanya bersama yeojya disampingnya.

"Dia tewas dibunuh. Aku tak sempat menyelamatkannya." Kris membaringkan yeojya tersebut tak jauh dari Tao. Tao bisa melihat wajah sang yeojya tengah terbaring kaku. Hatinya ikut miris melihat yeojya didepannya.

"Kita akan menguburkannya nanti. Untuk sekarang kalian berdua beristirahatlah dahulu. Aku akan berjaga-jaga disini." Lanjut Kris.

Tao dan Yoona mengangguk. Yoona berjalan mendekat pada Tao.

"Bukankah kau yang sebelumnya bersamaku?." Tanya Yoona begitu melihat wajah Tao yang dia kenal betul.

Tao mengangguk.

"Maaf tentang temanmu noona." Ucap Tao ketika Yoona duduk disampingnya.

"Tidak apa-apa, mungkin... memang harus seperti ini hiks hiks." Yoona mulai terisak kembali mengingat Jessica. Dia merasa sedih dan menyesal tak bisa menyelamatkannya. Dia merasa sebagai sahabat yang tidak berguna. Dadanya sesak begitu dia tahu sahabatnya pergi meninggalkannya selama-lamanya.

Tao memeluk Yoona bermaksud menenangkannya. Sesaat kemudian hanya isak tangis yang terdengar miris terdengar dalam kesunyian malam setelah sebuah kejadian terjadi ditempat itu.

.

.

.

.

KaiHun Side

Kai dan Sehun kini tengah menjelajahi rumah tua yang baru mereka masuki. Tidak ada penerangan sama sekali, yang ada hanya kegelapan yang menemani mereka. Kai mulai mencari sesuatu, dia mencoba mencari alat penerangan apapun itu. Sehun masih tetap disampingnya memegang tangan kirinya.

Kai meraba-raba dinding didekatnya. Dan bingo! Dia menemukan sesuatu seperti sebuah saklar lampu. Kai pun menekan saklar lampu tersebut. Ruangan yang semula gelap kini terang benderang. Kai menatap sekeliling, mereka berada disebuah ruang tengah dengan beberapa kursi ditengah-tengah ruangan.

"Tunggulah disini, aku akan mengunci pintu depan terlebih dahulu." Ucap Kai yang diangguki oleh Sehun.

Kai mengunci pintu depan dan memberikan tambahan berupa papan balok disamping kanannya agar makin kuat. Dia takut ada sesuatu yang akan masuk jika dia tidak menguncinya. Kai pun kembali keruang tengah rumah tersebut. Dia melihat Sehun yang tengah duduk disalah satu kursi.

Pandangannya teralihkan pada sebuah foto figura cukup besar diruangan tersebut. Sebuah foto keluarga yang terlihat sangat harmonis. Sepasang suami istri dengan dua orang anak laki-laki. Wajah sang suami terlihat seperti wajah orang barat atau mungkin Eropa. Namun sang istri berwajah Asia oriental.

Tapi tunggu! Wajah wanita dari foto tersebut mirip dengan wajah mahluk tadi. Itu berarti, didalam rumah ini masih ada mahluk seperi itu. Mengingat jumlah keluarga yang ada dalam foto tersebut. Berarti ada tiga mahluk lainnya yang ada didalam rumah ini?

Keringat mulai membanjiri tubuh Kai. Jantungnya berdebar diatas batas normal. Dia mulai waspada pada gerakan sekecil apapun. Sehun yang melihat Kai yang tengah memasang wajah tegang mulai mendekati Kai.

"Kau kenapa hyung? Wajahmu terlihat tegang."

"A-ah aniyo, aku hanya sedang memikirkan sesuatu."

Kai memaksakan senyumnya pada Sehun. Sehun tahu Kai sedang menyembunyikan sesuatu. Tatapan mata Sehun pun teralihkan pada foto keluarga tersebut. Dan matanya terbuka lebar begitu melihat salah seorang dari mereka terutama sang yeojya. Dia tahu betul, bahwa yeojya itu mirip dengan mahluk yang menyerangnya.

"H-hyung jangan-jangan rumah ini." Ucap Sehun pelan dengan nada tegang.

Kai mengangguk perlahan. Mengerti atas apa yang Sehun katakan.

"Kurasa masih ada mahluk yang sama seperti yang tadi dirumah ini. Bersikaplah waspada Sehunnie." Ucap Kai sambil menatap Sehun dengan wajah serius.

"W-who are you?."

Ucap seseorang yang membuat Kai dan Sehun mengalihkan perhatian mereka pada asal sumber suara tersebut. Wajah mereka mulai diliputi rasa tegang dan mulai berkeringat dingin. Mereka kini mulai waspada.

Mereka melihat seseorang tengah berdiri dihadapan mereka dengan wajah ketakutan. Jarak mereka terpaut kira-kira 10 meter.

"Ka-kau?." Kai melihat kembali foto tersebut dan matanya melotot melihat bahwa salah satu dari foto tersebut adalah mirip dengan orang yang ada dihadapannya. Orang itu adalah salah satu anak dari suami istri tersebut.

Wajah namja itu mirip dengan sang yeojya beroriental. Rambutnya coklat kekuningan sedikit kotor, wajahnya putih pucat dan sedikit kurus. Namun Kai akui wajahnya cukup manis, kira-kira lebih tua dua tahun dari foto tersebut. Kai menebak usianya adalah 20 tahun sekarang.

"Who are you?." Tanya namja itu lagi dengan bahasa inggris.

"I'm Oh Sehun and this is Kim Jongin." Balas Sehun yang dari tadi diam. Matanya masih tak lepas dari namja misterius tersebut.

"What are you doing here?." Tanya namja itu lagi masih diam berdiri disana.

"Kami tersesat di tempat ini dan kami ingin berlindung dirumah ini. Apa kau pemilik rumah ini?." Balas Sehun dengan bahasa inggris yang fasih.

"Iya, aku pemilik rumah ini. Apa kalian ingin melakukan hal yang berbahaya padaku?." Namja itu sedikit mundur kebelakang, wajahnya sedikit menyiratkan rasa takut.

"Tidak, kami bukan orang jahat. Kami hanya ingin berlindung saja. Siapa namamu?"

Untuk sesaat suasana hening.

"My name is Joseph Luhan." Jawab namja itu yang ternyata bernama Luhan.

Disaat Luhan menyelesaikan ucapannya. Terdengar sebuah suara yang sangat keras. Membuat Kai dan Sehun terlonjak kaget.

TAP TAP TAP

Suara itu, yang tak lain adalah suara derap langkah kaki yang terdengar begitu kentara di telinga mereka. Langkahnya berasal dari belakang namja bernama Luhan tersebut. Mereka masih belum bisa melihat dengan jelas karena itu adalah sebuah jalan yang mirip seperti lorong dan cukup gelap disana.

"Suara apa itu? Si-siapa yang datang?." Tanya Kai ketakutan. Baru saja dia menghadapi dua mahluk mengerikan yang hampir merengut nyawanya dan Sehun. Seekor monster mengerikan dan manusia aneh yang bukan seperti manusia. Sekarang sesuatu yang lain datang ketempat mereka.

"HEY Luhan! Menjauh dari sana, ada sesuatu dibelakangmu." Seru Sehun panik. Namun Luhan tetap tak bergeming.

Sehun mulai merinding. Kakinya bergetar karena takut, suara langkah kaki itu begitu keras. Dia yakin, apapun itu pasti besar dan menakutkan.

TAP

Langkah kaki itu berhenti, dan suaranya bergema dalam rumah tersebut. Suasana mulai hening tanpa ada yang mengatakan kata sepatah kata pun.

Kai dan Sehun masing-masing menelan ludah menebak apa yang akan mereka temui.

Sesosok mahluk mulai keluar dari kegelapan tempat dimana Luhan berdiri. Jantung Kai dan Sehun memompa lebih cepat melihat sosok tersebut.

Mahluk itu tinggi, sangat tinggi seperti monster yang mereka temui sebelumnya. namun, mahluk itu berdiri layaknya manusia dengan pakaian yang lusuh dan sobek disana-sini. Wajahnya tak terbentuk, hanya sepasang mata yang mereka kenali. Mulutnya sangat lebar hingga telinga dan menampakan giginya yang runcing ketika mahluk itu membuka lebar mulutnya. Hidungnya hancur tak tersisa.

Kulitnya berwarna merah darah layaknya monster yang mereka temui namun lebih manusiawi, tangan dan kakinya berkuku tajam. Siapapun yang melihatnya akan berlari ketakutan. Mahluk itu makin mendekati mereka terutama Luhan.

"LUHAN MENJAUH DARI SANA." Teriak Sehun melihat Luhan yang masih diam tidak bergeming.

"GRRAAAAHHHHHHH." Sang monster menggeram membalas teriakan Sehun. Dia makin dekat pada Luhan hingga posisinya tepat dibelakangnya.

"LUHAN." Teriak Sehun lagi panik.

"GRRAAHHHHHH." Sang monster kembali menggeram marah.

GRAP

Kai dan Sehun menatap tidak percaya dengan apa yang terjadi. Didepan sana, Luhan tengah memeluk sang monster tersebut. Luhan mendongkak menatap wajah sang monster.

"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja..."

"Brother."

.

.

.

.

Suho Side

Empat insan manusia kini tengah menatap tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Mahluk yang mereka kenali sebagai manusia yang memiliki sebuah sayap kini menggeram sangat keras dan memekakan telinga siapapun yang mendengarnya.

Sang namja yang menggeram tersebut menatap keempat insan manusia dibawahnya yang menatap takut padanya. Memperlihatkan matanya yang merah semerah darah.

"Sekarang saatnya... Haaaaahhhhhhh."

Sang namja bernama Chanyeol kini tengah melakukan sesuatu.

Wajah Chanyeol yang sedikit chubby itu kini mulai mengerucut hingga membuat wajahnya kurus kering. Giginya yang terlihat seperi manusia normal, mulai berubah menjadi lancip dan terlihat tajam. Telinganya pun menjadi lancip diujungnya. Pergelangan tangan dan kakinya pun kini lebih kurus dari sebelumnya. Jari-jari tangannya mulai memanjang beberapa centi dan sebuah kuku tajam tumbuh dengan cepat diujungnya. Sama halnya dengan kedua kakinya.

Perubahan yang terjadi pada Chanyeol yang berubah menjadi seperti seekor monster membuat Suho, Sunny, Chen, dan Baekhyun makin takut. Keringat dingin mulai keluar dari masing-masing anggota tubuh mereka, jantung mereka berdetak lebih keras karena rasa takut.

"GRRAAHHHH."

Setelah sang monster yang adalah namja bernama Chanyeol itu selesai berubah. Dia menatap kembali pada keempat lainnya yang masih menatapnya. Chanyeol memberikan smirk dan tatapan mata merahnya pada mereka berempat.

"A-apa yang kau malu lakukan pada kami?." Tanya Suho makin berinisiatif melindungi tiga lainnya. Mata Suho menatap tajam Chanyeol yang juga menatap tajam padanya. Dalam mata Chanyeol terdapat nafsu untuk berbuat hal yang buruk pada mereka.

"Apa yah kira-kira? Mungkin hanya..."

"Menjadikan salah satu dari kalian sebagai makananku malam ini heahahahaha..." Chanyeol tertawa terbahak-bahak begitu melihat empat manusia dibawahnya terlonjak kaget oleh kata-katanya barusan.

"LARI CEPAT!." Titah Suho sambil berteriak membuat tiga lainnya menyelamatkan diri mereka. Sedangkan Suho, dia mengambil sebuah papan balok dan mengacungkannya pada Chanyeol.

"Lawan aku." Ucap Suho.

Tangannya sedikit bergetar memegang balok kayu tersebut. Dia takut, sangat takut dan dia juga tidak bodoh. Suho tahu kalau dia bukanlah lawan sepadan untuk mahluk didepannya. Namun, setidaknya dia ingin memberikan waktu untuk ketiga lainnya untuk kabur. Walaupun itu harus mengorbankan nyawanya, lagi pula itu adalah tugas seorang leader.

"Heh? Kau berani mengacungkan sebuah balok kayu padaku? Kau tidak sadarkah jika tanganmu bergetar karena takut?."

Suho masih tidak bergeming.

"Namun sayangnya yang aku incar bukanlah kau... tetapi." Mata Chanyeol mengarah pada Baekhyun yang tengah berlari. Suho melihat kemana tatapan mata Chanyeol, dan dia pastikan tatapan mata Chanyeol menatap pada Baekhyun.

"Namja manis itu."

Bersamaan dengan ucapan Chanyeol, Chanyeol mulai mengepakan sayapnya dan terbang menuju Baekhyun dengan kecepatan tinggi.

"Shit! BAEKHYUN." Teriak Suho kalap melihat Chanyeol terbang kearah Baekhyun.

Merasa namanya dipanggil. Baekhyun membalikkan badan melihat belakangnya, dan betapa terkejutnya dia melihat Chanyeol tengah terbang menuju kearahnya dengan cepat. Baekhyun otomatis makin mempercepat larinya.

Chanyeol bersmirk ria melihat reaksi Baekhyun yang ketakutan melihatnya. Tangan kanannya yang tajam dia julurkan kedepan untuk menangkap Baekhyun atau mungkin melukai namja yang dia kejar itu sedikit.

Jarak mereka makin dekat, Baekhyun menatap kembali kebelakang dimana Chanyeol berjarak tidak lebih dari lima meter darinya.

"Kudapatkan kau manis." Seru Chanyeol yang jarak mereka makin dekat.

'Kubunuh disini sepertinya lebih menarik.' Batin Chanyeol

Baekhyun kembali berbalik kebelakang setelah mendengar seruan Chanyeol dan betapa kagetnya dia melihat Chanyeol yang ada dihadapannya. Tangan Chanyeol tengah terjulur menuju dada Baekhyun, bersiap untuk menusuknya.

"BAEKHYUN." Teriak Suho begitu Chanyeol berhadapan dengan Baekhyun. Chen dan Sunny mulai menatap Baekhyun dan Chanyeol dengan perasaan was-was. Mereka berharap Baekhyun tidak akan dilukai.

"MATI KAU!." Seru Chanyeol bersiap menusuk dada Baekhyun sambil tersenyum mengerikan. Baekhyun menatap kuku tajam Chanyeol yang melesat menuju arah dadanya. Air mata mulai keluar dari kelopak mata Baekhyun.

TRANG

Sebuah pedang melesat diantara dada dan kuku Chanyeol. Membuat kuku tajam itu beradu dengan pedang melindungi Baekhyun. Chanyeol menatap sang pengguna pedang yang tengah mengayunkan tangan yang satunya yaitu tangan kanan padanya yang juga memegang sebilah pedang.

CRASH

Chanyeol menghindar dengan terbang ke atas, namun bahu kirinya terkena tebasan pedang tersebut. Mengeluarkan darah merah layaknya manusia. Dia terbang lebih tinggi untuk menghindari serangan dadakan lainnya. Matanya menatap tajam orang yang telah mengganggunya.

Seorang namja dengan memegang dua buah pedang katana tengah menatapnya tajam.

"Berhenti melakukan hal yang bodoh Channie." Ucap namja itu sedikit marah.

"Cih... Berhenti menggangguku dan memanggilku dengan sebutan menjijikan itu Lay." Balas Chanyeol sambil memegang bahunya yang terluka.

"Sopanlah sedikit pada kakakmu Zhang Chanyeol." Balas namja yang dipanggil Lay oleh Chanyeol.

TBC

Author : Ceritanya makin aneh yah? Maaf yah kalo agak maksa ceritanya hehehe *deep bow* Gomawo sudah mau mereview yah chingudeul *hug* mian disini Sica eonie meninggal

Jessica : Tak apa yang penting gak ikutan lagi. Seremmmmmmm

Chanyeol : Eh busyet... kenapa aku jadi jelek gitu kaya monster T_T

Author : Lha? Terus pengen berubah jadi apa? Doraemon atau malah jadi power ranger sih?

Baekhyun : Yeollie~ kejamnya dirimu ingin membunuhku hiks

Chanyeol : Itu bukan aku tapi si author yang nyurug *peluk Baekkie*

BALASAN REVIEW

Eternal Clouds : Mian baru di chap ini review chingu aq balas *bow* Fic ini khusus dibulan puasa aja hehe XD Kayaknya chap depan lebih ke action dan romance mungkin. Aq kurang mahir bikin ff gore walau suka baca juga hihihihi~

mrs. ChoKyu : Gak pa-pa chingu and makasih jempolnya KaiSoo kemungkinan chap lima atau enam. Sabar yah oce?

Icyng : Yap, kalau ide masih ngalir tiap hari aq update. Chanyeol gak jadi kok makan Chanyeolnya. Aq juga gak kerja libur sama bosen, makanya ngetik ff aja sambil ngabuburit.

angelwin : Penjelasan Chanyeol itu apa dan siapa bakal dibuka rahasianya nanti. Gak jadi dimakan sekarang mungkin nanti hahaha XP *ditendang Baekkie*

GantiNama : Gak jadi diapa-apain kok hohoho

Henry Park : Aq gak suka HunKai#plak Bukan sama kamu chingu bisa nyampai sana kok kejam amat sih sama suami saya *dipalu Tao* tuh lihat siapa yang ganggu tapi aq malah kasian ma yang ganggu hiks hiks.

.5 : Ni dah update, penjelasan Chanyeol nanti ada kok. Ember chingu kayanya ganteng banget deh. Pantes aja Baekkie suka banget ma Chanyeol. Tapi kalo Chanyeol yang lagi berubah ih... makasih ah#plak XD

mayuka57 : Tao emang posesif, harap dimaklum. Ongkos terbang pake si Chanyeol berapa yah? Aq juga mau terbang ehehehe XP

BlackPearl08 : Kris emang keren *ngiler bareng Tao* Nah itu dia, pas Chanyeol berubah kira-kira mirip Ryuk lah *digiles becak* Sabar chingu sabar, penjelasannya nanti ada kok. Ini udah panjang menurut aq malahan (-_-"")

Evil Thieves : Sama, dulu aq ampe nangis malam2 abis nonton plus maen gamenya yang ps1 waktu umur 7 tahun. Tapi sekarang suka banget loh *gak nanya*. Ahaha kaya vampire berarti kaya si Edward Culun eh Cullen :D

Emily Hwang : annyeong juga ^_^ makasih udah dibilang keren jadi malu *Ceritanya Woy bukan Authornya* Eh eh anak kecil gak boleh megang pistol, bolehnya megang Bazooka(?) apakah Chanyeol yang berubah masih tampan?

Kim Woonkie : Emang ada Chara EXO yang meninggal nanti tapi masih rahasia. Itu pun di endingnya kayanya. Jadi stopnya pas akhir aja yah ehehe#plak

Brigitta Bukan Brigittiw : Gomawo udah review dua chap sekaligus *bow* 'jatah' apa tuh?#wink *masih puasa woy* KaiHun cuman Bromance aja jangan khawatir

liaonduts : Lebih jelasnya maen game Resident Evil BioHazard PS3 ajah. Aq ngambil tempatnya game itu. Lumayan serem loh chingu. THOTD itu game apa? Aq gak tahu XD

sari2min : Ih.. aq juga mau kalo bisa grepe-grepe Sehun *dihajar Luhan* XD Gak berhasil tuh ngebunuhnya gara-gara Lay.

: Woh... kita sama2 penggemar resident evil *tos* Kan punya sayap jadi kayak burung *apalah*

REVIEW PLEASE