Evil Town

Chapter Five

TaoRis Side

Tiga insan manusia terlihat tengah berhadapan dengan sebuah gundukan tanah. Gundukan tanah tersebut, tidak lain adalah sebuah kuburan yang berisi mayat seorang yeojya disana. Dua orang namja tengah berdiri menatap gundukan tersebut seraya berdoa dalam hati. Sedangkan seorang yeojya lain tengah berjongkok mengusap gundukan tersebut.

Suasana masih gelap walau tidak segelap sebelumnya. Setidaknya indra penglihatan mereka masih bisa melihat dengan jarak penglihatan yang lebih baik. Awan hitam tak henti-hentinya pergi dari atas sana dan rintik hujan mulai membasahi tanah. Langit seolah mengerti kesedihan yang terjadi dibawah sana.

"Sica, beristirahatlah yang tenang disana. Maafkan aku Sica, aku harus pergi meninggalkanmu disini," Air mata mulai turun dari kelopak mata Yoona.

"Lindungilah aku dari sana Sica, semoga aku dan yang lain bisa pulang dengan selamat dan bisa memberikan kabar pada keluargamu... aku pergi sekarang."

Yoona berdiri dan menundukan kepalanya, berdoa untuk yang terakhir kalinya.

"Kita pergi sekarang." Ucap Kris seraya berbalik dan berjalan membuat jubahnya sedikit berkibar ketika dia berbalik. Tao dan Yoona mengikuti Kris dari belakang. Mereka berjalan dalam diam, tak ada satupun yang mau bicara. Yoona masih dalam keadaan berduka. Sedangkan Tao dan Kris terlihat canggung setelah kejadian beberapa saat yang lalu.

Namun suasana yang canggung itu sedikit membuat Tao tidak nyaman. Dengan sedikit berani Tao mulai berbicara.

"Emh... a-anu Kris kita mau pergi kemana?." Tao bertanya sambil menunduk tanpa menatap Kris yang didepannya. Suaranya terlihat jelas bahwa Tao sedang gugup.

"Entahlah... kita cari tempat yang aman. Juga makanan dan minuman untuk kalian." Jawab Kris masih sambil berjalan kedepan.

"O-oh ne." Dan suasana pun kembali sunyi senyap.

Ketiga insan tersebut kini tengah berjalan dalam sebuah tempat yang bisa dipastikan adalah jalan setapak. Terlihat sebuah batu-batu kecil ditengah menjadi arah mereka berjalan, menuju ketempat yang belum mereka ketahui. Rintik hujan kini mulai mereda, namun semilir angin masih menusuk kulit mereka. Membuat dua insan disana menggigil, yaitu Tao dan Yoona.

Kris berbalik dan melepas jubahnya, begitu tahu dua orang dibelakangnya menggigil kedinginan. Kris memberikan jubanhya pada Yoona.

"Pakailah, kau terlihat kedinginan."

"E-eh gomawo." Yoona membungkuk setelah menerima jubah Kris.

Tao menatap Kris dan Yoona dengan perasaan tidak suka. Entah kenapa dadanya sedikit sakit melihat Kris yang memberikan jubahnya pada Yoona dibanding dirinya. Padahal, Tao berharap Kris akan memberikannya pada dirinya. Tanpa sadar, Tao memasang wajah cemberut dan kembali berjalan meninggalkan Kris dan Yoona.

Kris menatap Tao yang berjalan lebih dulu. Kris tahu jika Tao tengah kesal padanya dan mungkin pada Yoona. Tapi apa mau dikata? Tidak baik membiarkan seorang yeojya kedinginan dihadapannya. Lagi pula Tao itu namja, lebih kuat dari pada yeojya. Sebenarnya Kris juga ingin sekali memberikan jubahnya pada Tao jika tidak ada Yoona disana. Tao juga terlihat kedinginan.

Kris dan Yoona kembali berjalan. Kris sedikit menambah kecepatannya menyusul Tao. Kris kini berada disamping kiri Tao dan bisa melihat dengan jelas wajah cemberut Tao. Bibirnya bergerak-gerak yang sepertinya tengah sedang memaki-maki entah siapa. Kris tersenyum melihat tingkah kekanak-kanakkan Tao.

Tanpa komando tangan kanan Kris memegang tangan kiri Tao erat. Tao terkejut mendapat sentuhan pada tangan kirinya. Dia menatap kearah kiri dan terkejut melihat Kris tengah menatapnya. Tao tidak mengetahui jika Kris berada disebelahnya, pikirannya tadi terbang entah kemana karena kesal.

"Apa ini bisa membuatmu hangat?." Tanya Kris sambil melirik tangan kanannya yang memegang tangan kiri Tao makin erat. Tao juga melirik tangannya yang tengah digenggam oleh tangan Kris. Rona merah menjalari pipinya yang putih. Sesuai dengan kata Kris, tubuhnya tiba-tiba menghangat.

"U-uh i-iya sedikit." Tao membuang mukanya kearah kanan, tidak mau menatap wajah Kris karena malu. Kris tersenyum mendengar jawaban polos Tao. Yoona tersenyum melihat kedekatan mereka dibelakang. 'Sungguh manis' Pikir Yoona.

Mereka berhenti, dan melihat sebuah tangga yang menjulang keatas. Sepertinya cukup tinggi dan tangga tersebut terdapat banyak noda berwarna kecoklatan yang kemungkinan adalah darah yang telah mengering. Kris mengamati tangga tersebut yang sepertinya cukup tinggi. Dia mempersiapkan kedua pistol revolver miliknya.

Tapi sebelumnya, dia membuka tas ransel yang berisi senjata-senjata miliknya. Dia memberikan sebuah pistol lain pada Yoona. Yoona mengambil pistol tersebut, dia sudah cukup mahir menggunakan pistol mengingat dia sering berlatih menggunakan sebuah pistol. Sedangkan Tao mendapat pedang Kris, Tao merupakan seorang ahli martial art dan ahli menggunakan pedang.

"Mulai sekarang bersikaplah waspada." Perintah Kris yang diangguki Tao dan Yoona. Tanpa perintah dari Kris pun mereka sudah tahu bahwa didepan sana ada bahaya yang akan datang. Mereka merubah posisi, dimana Yoona ditengah, Kris dikiri dan Tao dikanan. Mereka mulai menaiki anak tangga tersebut satu persatu.

Mereka diam tanpa mau bicara, bersikap sangat waspada pada suara sekecil apa pun. Hanya langkah kaki mereka yang terdengar oleh indra pendengaran mereka. Mereka sedikit terkejut di anak tangga ke 50 begitu melihat seonggok mayat yang hanya tersisa tengkoraknya saja. Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka menaiki tangga tersebut. Tanpa mengiraukan mayat yang baru mereka temui.

Mereka kini berjalan perlahan-lahan. Tak jauh dari mereka, kini jalan tersebut tengah disinari obor-obor menyala di kanan kiri tangga tersebut. Membuat pandangan mereka makin bisa melihat dengan cukup jelas. Mereka terus berjalan tanpa mengurangi sikap waspada mereka.

Akhirnya mereka telah berada diujung tangga tersebut. Mereka melihat sekelilingnya dengan napas terengah-engah karena lelah, dimana didepan sana tak jauh dari mereka terdapat sebuah arsitektur eropa kuno. Tidak berbeda dengan rumah-rumah lain yang terdapat disana. Suasana pun cukup sepi dan sunyi walaupun beberapa rumah terlihat terang dari dalam.

Mereka mulai memasuki perkampungan tersebut, bola mata mereka tak henti-hentinya bergerak kekanan dan kekiri. Kris mulai mengacungkan kedua pistol revolver miliknya, begitu juga dengan Yoona dan Tao. Senjata sudah berada ditangan mereka masing-masing.

"Hati-hati, mereka juga salah satu dari para zombie." Bisik Kris yang diangguki oleh Tao dan Yoona.

BRAK

Sebuah pintu didobrak oleh seseorang, terlihat seorang yeojya manusia namun berpupil putih kini tengah membawa sebuah pisau dapur. Dia berlari kearah mereka diikuti oleh seorang namja yang membawa parang ditangannya.

DOR DOR

BRUGH BRUGH

Kris menembak dua orang tersebut tepat dikepala mereka dan mereka pun ambruk seketika. Dua orang tersebut terbaring kaku ditanah tak bergerak, kemungkinan telah mati.

BRAK BRAK BRAK BRAK

Pintu lainnya terbuka lebar, para manusia aneh didalamnya keluar sambil membawa senjata mereka ditangan masing-masing. Mereka terlihat tengah bercakap-cakap dengan mahluk sejenisnya. Ketiga insan yang tengah menatap sekumpulan manusia aneh tersebut hanya bisa diam tak mengerti apa yang mereka katakan.

"GRRUUAAHHHH." Bersamaan dengan seruan salah satu dari mereka, para manusia aneh itu menyerbu ketiga insan tersebut. Mereka bertiga kini tengah terkepung oleh kira-kira 20 orang disana.

"Tembak jantung atau kepala mereka, dan kau Tao." Kris melihat Tao yang meliriknya.

"Tebas kepala mereka." Tao mengangguk dan bersiap untuk melakukan penyerangan.

"SEKARANG!." Seru Kris.

Kris menembak beberapa manusia disana, ada yang sebagian ambruk namun ada juga yang hidup kembali dan menyerangnya. Tao tengah berkelahi dengan seorang namja yang membawa sebuah kampak, namja itu mengayunkan kapaknya pada Tao namun Tao dengan gesit menghindar dan langsung menebas kepala namja tersebut hingga terlepas dari lehernya. Yoona menembak beberapa yeojya yang menyerangnya tepat kearah jantung manusia tersebut.

Para manusia aneh itu pun makin banyak yang keluar dari rumah mereka dan menyerang ketiga insan tersebut.

Tao tengah menebas kepala seorang yeojya yang hampir melukainya dengan pisau dapur. Namun tepat setelah dia menebas kepala yeojya tersebut, seorang namja menyerang Tao dengan sebuah gergaji. Tao tidak bisa menghindar dari serangan tersebut.

DOR

Sang namja yang menyerangnya langsung tergeletak begitu peluru panas menembus kepalanya. Tao melihat Yoona yang tengah mengangguk padanya, Tao membalasnya dengan memberikan senyum pada Yoona. Mereka kemudian kembali melawan para manusia tersebut.

DOR DOR DOR DOR

CLASH SRAT

"GRRAAHHH"

"GUAHHHHH"

"UAAGHHHH"

Perkampungan itu kini menjadi medan pertempuran, darah hitam tercecer dimana-mana mengotori tanah. Mayat-mayat manusia aneh tergeletak tak berdaya disana kini makin banyak yang berjatuhan. Makin lama makin banyak, hingga akhirnya suara pistol dan besi yang beradu pun tak terdengar lagi.

Ketiga manusia kini tengah terengah-engah setelah tenaga mereka terkuras melawan mahluk-mahluk itu. Yoona tengah berjongkok menstabilkan deru napasnya, Tao dan Kris duduk bersebelahan juga menstabilkan deru napasnya.

Prok Prok Prok

Suara tepuk tangan membahana ditengah kesunyian pemukiman tersebut. Kontan hal itu membuat ketiga manusia yang ada disana mengalihkan perhatiannya pada sebuah sosok yang tengah berdiri diatas atap salah satu rumah. Orang itu memakai jubah yang menutup seluruh bagian tubuhnya dan juga wajahnya, hanya bagian hidung dan bibirnya yang terlihat. Kulitnya putih dan terlihat beberapa helai rambut kecoklatan terbang tertiup angin.

'Yeojya kah?.' Batin Kris, Tao, dan Yoona.

"Luar biasa sekali. Pertunjukan yang hebat." Orang itu akhirnya bersuara dan mematahkan spekulasi bahwa dia adalah seorang yeojya melainkan namja.

"Siapa kau?." Tanya Kris sambil mengacungkan kepalanya pada orang tersebut.

Orang itu tetap diam tak bergeming tanpa menjawab pertanyaan Kris. Dia tiba-tiba melompat kebawah.

TAP

Ketiga insan manusia kini bersikap waspada pada namja yang tidak jauh dari posisi mereka. Namja itu mulai berdiri, kerudung jubahnya terbuka karena aksi loncatnya. Menampilkan wajahnya bak seorang yeojya yang ternyata adalah namja. Apa yang membuat ketiga orang disana kaget dengan namja misterius itu adalah bola matanya yang berwarna ungu cerah.

"Namaku Taemin... dan aku ditugaskan untuk menculik salah satu dari kalian untuk dijadikan percobaan." Ucap namja bernama Taemin tersebut sambil tersenyum polos.

Kris berlari kearah namja itu setelah sebelumnya menyimpan kedua pistol revolvernya. Setelah dekat, Kris mengepalkan tangannya untuk meninju orang bernama Taemin tersebut dengan tangan kanannya.

"Naif sekali." Ucap Taemin masih tersenyum.

DUAGH

"AKHHHH." Rintih Kris begitu perutnya terhantam oleh sesuatu. Dia melihat sebuah benda berwarna hitam dibawah Taemin mendorong perutnya cukup keras.

Kris terhantan kebelakang dan terjatuh dihadapan Yoona dan Tao.

"KRIS." Seru Tao sambil mendekati Kris bersama Yoona. Kris masih memegang perutnya yang sakit akibat hantaman tersebut.

Yoona mengarahkan pistolnya pada Taemin dan menarik pelatuk tersebut.

DOR

Mata Yoona dan Tao terbuka lebar begitu melihat peluru tersebut tertahan oleh sebuah benda hitam didepan wajah Taemin yang berbentuk sebuah tangan. Benda hitam besar itu bergerak-gerak seperti air membentuk sesuatu, dan tak lama terbentuk seperti manusia dibelakangnya yaitu Taemin dan sama besarnya.

"Perkenalkan, diriku yang lain yang akan selalu melindungiku. Kuro Taem!."

.

.

.

.

Suho Side

"GGRRAAHHHH." Salah satu anjing monster tersebut mengaum, yaitu anjing dengan bentuk masih sempurna. Kepala kirinya ditebas oleh pedang tajam milik Lay, begitu Lay melompat langsung kearahnya. Anjing tersebut kini hanya memiliki dua kepala. Darah hitam tercecer dari arah kepala anjing tersebut.

TAP

Lay mendarat dengan gagah, kedua pedangnya terdapat noda darah hitam.

"Jangan menganggapku remeh, moster sialan." Ucap Lay sambil berbalik pada kedua anjing tersebut. Lay menatap kedua mahluk itu dengan tatapan tajam. Membuat kedua anjing itu sedikit mundur mendapat tatapan seperti itu dari Lay.

"Wooaahhh... Lay-ssi benar-benar hebat." Komentar Sunny takjub.

"Dia benar-benar mahir menggunakan pedang." Ucap Chen.

Suho menatap Lay dengan kagum dan takjub, entah kenapa dimatanya Lay begitu sangat anggun dan cantik ketika dia berhadapan dengan dua monster tersebut. Tanpa sadar, wajah Suho merona dan matanya masih tetap menatap Lay tanpa berkedip.

"Cih! Anjing tidak berguna." Desis Chanyeol begitu melihat Lay mulai menghabisi dua anjing tersebut tak lama setelahnya. Tangannya terkepal erat dan giginya bergemertak dengan keras.

"Aku sudah tidak kuat lagi, aku benar-benar lapar." Chanyeol mulai berubah kembali dalam bentuk monster. Sayapnya mulai bergerak dan dalam sekali hentakan, Chanyeol kini terbang menuju arah Baekhyun dengan kecepatan tinggi.

Lay kini tengah menatap dua anjing yang telah mati tersebut. Lay terpengarah begitu merasakan kehadiran Chanyeol, dia berbalik dan melihat Chanyeol tengah terbang menuju arah Baekhyun dan lainnya. Lay mulai berlari kearah mereka dengan cepat.

"LARI DARI SANA, CHANYEOL MENUJU KALIAN!." Teriak Lay dengan keras.

TAP

Lay menghentikan langkahnya begitu melihat anjing lainnya yang datang tepat dihadapannya. Bentuknya masih sempurna dan lebih besar.

"Cih! Pengganggu sialan!." Dan Lay pun mulai bertarung kembali.

Mendengar teriakan Lay yang jelas ditelinga mereka, membuat keempat orang tengah bersembunyi tersebut berbalik dan bersiap untuk kabur kembali. Namun... baru beberapa langkah

TAP

Chanyeol mendarat dihadapan mereka dengan seringainya.

"Kali ini, kau akan mati ditanganku manis..." Kata Chanyeol sambil menjilat bibirnya.

Suho, Chen, dan Sunny kontan melindungi Baekhyun dengan berdiri dihadapan Baekhyun. Baekhyun menatap takut pada Chanyeol yang menatapnya penuh intimidasi dan nafsu.

"Takkan aku biarkan kau menyentuh Baekkie sedikitpun." Seru Suho menatap tajam Chanyeol.

"Baekkie? Woh... nama yang manis sekali, mungkin daging dan darahmu juga manis Baekkie~ khekhekhe." Chanyeol terkekeh melihat Baekhyun yang mulai menangis karena takut.

"Berhenti tertawa kau monster jelek." Seru Sunny sambil melempar sebuah batu pada Chanyeol namun Chanyeol menghindarinya.

"Cih! Diamlah yeojya sialan, atau kau aku bunuh sekarang juga." Ucap Chanyeol dingin dan menusuk membuat Sunny terdiam membeku. Chanyeol tersenyum mengerikan mendapat sebuah ide terlintas dikepalanya.

"Nah... Baekkie, kau mau datang padaku atau kau mau melihat salah satu dari temanmu mati ditanganku?." Tanya Chanyeol sambil mengangkat kedua tangannya yang berkuku tajam dihadapan Baekhyun.

Baekhyun membeku mendengar kata-kata Chanyeol yang terdengar begitu sangat serius. Baekhyun menelan ludahnya dan mulai berkeringat dingin.

"Kau... Benar-benar licik." Geram Chen marah begitu juga dengan Suho.

"Baekkie jangan dengarkan dia ." Kata Suho sambil menatap Baekhyun yang menunduk dalam diam. Baekhyun tidak menghiraukan kata-kata Suho dan mulai berjalan menuju Chanyeol.

Chanyeol tersenyum puas melihat Baekhyun mendekat kearahnya.

"BAEKKIE!." Teriak Suho sambil menggenggam erat tangan Baekhyun. Baekhyun melepas tangan Suho.

"A-aku tidak mau me-melihat hyung atau siapa pun hiks mati didepan mataku hiks karena aku." Baekkie mulai terisak dan terus berjalan menuju kearah Chanyeol. Ketiga insan lain menatap kosong pada Baekhyun yang masih terus berjalan pada Chanyeol.

Chanyeol membuka tangannya lebar-lebar menyambut datangnya Baekhyun.

"Kemarilah Baekkie."

SYUT

Chanyeol tiba-tiba mundur kebelakang begitu sebuah panah menuju kearahnya. Membuat Baekhyun kaget, begitu juga dengan Suho dan yang lainnya.

DRAK

Panah itu menancap pada sebuah batang pohon dan menembusnya hingga menancap pada tanah. Chanyeol menatap pelaku yang tengah kembali bersiap menembakkan panahnya menuju Chanyeol. Arahnya dari kanan Chanyeol dan jaraknya kira-kira 100 meter.

SYUT

Chanyeol menghindar dengan terbang keatas menghindari serangan panah selanjutnya dari orang yang dia kenal betul siapa. Dia menatap seorang yeojya yang tengah kembali mengarahkan anak panahnya pada dirinya.

"Kurang ajar kau Kim Taeyeon. Beraninya kau menggangguku." Seru Chanyeol pada yeojya bernama Taeyeon tersebut.

"Akan kubalaskan dendam adikku Seohyun yang sudah kau bunuh. Aku berjanji akan membunuhnu Chanyeol!." Dan Taeyeon pun kembali melepas anak panahnya pada Chanyeol.

"AKKKHHHH." Sayap Chanyeol terkena anak panah Taeyeon hingga berlubang namun dengan cepat beregenerasi kembali. Chanyeol kabur dari sana dengan terbang dengan cepat.

"Cih! Jadi sayapnya bisa berregenerasi." Desis Taeyeon.

.

.

.

.

KaiHun Side

Kai dan Sehun menatap sedih Luhan yang menunduk dan tengah memeluk dirinya sendiri, bahunya bergetar pertanda bahwa Luhan tengah menangis. Mereka tidak tahu bahwa ternyata kisah Luhan semiris itu. Sehun beranjak dari tempatnya menuju Luhan tanpa menghiraukan tatapan Kai dan sang monster Lupin. Sehun duduk disamping Luhan dan memeluk Luhan.

Luhan membalas pelukan Sehun dan menangis dalam pelukannya. Mencurahkan rasa sedihnya, hidup menderita ditempat mengerikan ini hanya berdua dengan kakaknya yang telah berubah menjadi seekor monster. Hatinya sakit dan sesak memikirkan itu semua.

DUAK

Sebuah ledakan terjadi dari arah pintu depan. Suara keras itu, membuat semua yang ada dalam ruangan tersebut terlonjak kaget. Sehun dan Luhan melepaskan pelukan mereka dan menatap kearah pintu. Monster Lupin berdiri paling depan melindungi yang lainnya. Matanya menatap garang kearah pintu, dimana sesosok manusia berjubah tertutup berjalan kearah mereka. Langkahnya terhenti tidak jauh dari Kai dan yang lainnya.

Tiga namja yang berada dibelakang Lupin berdiri dan bersikap waspada pada orang misterius yang ada dihadapan mereka.

"Lama tidak berjumpa... mahluk percobaanku." Ucap orang misterius itu yang bersuara khas seorang namja.

Dia membuka tudung jubahnya, memperlihatkan wajahnya pada yang ada disana. Rambutnya hitam bergelombang, kulitnya putih pucat, dan memiliki kedua bola mata yang besar. Warna bola matanya berbeda dengan manusia biasa, bola matanya berwarna hijau cerah. Kai terlonjak kaget melihat wajah orang itu.

"GRRHHHHHHH."

Monster Lupin menggeram marah pada orang dihadapannya. Otot-otot tangannya menyembul keluar, menyiratkan rasa emosi yang luar biasa. Luhan menatap kakaknya dengan perasaa khawatir. Satu yang ada dipikiran tiga namja disana adalah 'Siapa orang yang ada dihadapan mereka' itu.

"Ohh... kau masih mengenalku rupanya? Sudah lama sekali 'peristiwa' itu terjadi bukan?." Namja itu maju selangkah makin dekat. Kai dan yang lain diam, memperhatikan namja itu sambil mencari tahu ada apa sebenarnya antara Lupin dan orang itu.

"Aku kecewa denganmu, kau mahluk yang kubuat dengan susah payah namun hasilnya gagal." Namja itu melipat tangannya didadanya.

"Rasa kasih sayang dan cintamu pada adikmu, membuatmu sulit aku kendalikan. Dan kau berhasil kabur dari Los Plagos. Kau membuatku sedikit marah." Lanjut namja itu tanpa tahu ketiga namja yang mendengar ceritanya membulatkan matanya.

"JADI KAU YANG MEMBUAT KAKAK MENJADI MONSTER." Teriak Luhan marah setelah mengerti apa yang dibicarakan oleh orang tersebut. Sehun menahan Luhan yang tengah emosi dan tengah menangis kembali.

"Ah... tebakanmu sungguh pintar. Sama pintarnya dengan kakakmu."

"Apa maumu dan siapa kau?." Tanya Sehun yang masih tengah menenangkan Luhan.

"Aku kesini untuk mengambil kembali manusia yang akan kujadikan percobaan. Dan targetku adalah dia." Namja itu menunjuk Luhan dengan jarinya. Sehun dan Kai menatap tak percaya orang dihadapannya. Dia sungguh kejam, setelah kakaknya kini Luhan yang dia incar.

"GRAAHHHHH." Lupin menggeram marah ketika namja itu menunjuk Luhan. Sadar adiknya sedang dalam bahaya, Lupin maju kedepan kearah namja tersebut. Kedua tangannya yang penuh dengan cakar tajam dia angkat untuk menyerang namja berjubah tersebut.

"Kau tidak pernah belajar." Namja itu mengangkat satu tangannya kedepan kearah Lupin yang menuju kearahnya.

SYUT

DUAGH

Ketiga pasang mata menatap tidak percaya dengan apa yang terjadi. Lupin terpental tiba-tiba dan menabrak dinding rumah disamping Luhan dan Sehun.

"KAKAK!." Luhan berlari menuju arah kakaknya Lupin yang tengah terbaring tidak sadarkan diri akibat benturan yang cukup keras. Sehun menatap marah namja dihadapan mereka.

"Kurang ajar kau!." Sehun maju sambil membawa sebuah papan kayu akibat benturan dari Lupin dan dinding rumah. Dia mengangkat tinggi-tinggi papan tersebut begitu dekat dengan namja tersebut.

SYUT

DUAGH

Kini giliran Sehun yang terpental dan terjatuh menimpa meja. Sehun meringis kesakitan menahan sakit disekujur tubuhnya. Kai berlari kearah Sehun dan menolongnya memposisikan Sehun untuk duduk.

"Ukhhh punggungku sakit sekali." Rintih Sehun.

"Dasar bodoh, berani sekali melawanku." Ucap namja itu. Dia menatap Kai yang masih diam tidak bergeming. Mata Kai masih menatap namja misterius tersebut. Bola matanya tersirat akan rasa kerinduan.

"Apa kau Kyungsoo hyung?." Tanya Kai tidak yakin.

Namja misterius itu membulatkan matanya medengar nama yang Kai sebutkan. Dia menatap tajam Kai dengan mata hijaunya.

"Darimana kau tahu namaku? Jawab atau kubunuh kau." Kyungsoo mengarahkan telapak tangannya pada Kai.

TBC

Author : Aish... makin gaje aja yah? Karena banyak chara baru muncul maka author akan poling siapa yang akan meninggal selanjutnya. Pilih salah satu

1. Kris

2. Sunny

3. Yoona

4. Chen

5. Lupim

Kris : Woy... napa aku masuk daftar? *ngamuk*

Chen : Aku juga? Aku kan belum ketemu Xiu Min T_T

Lupin : GRRRRHHHHH!

Sunny and Yoona : Siapa yah dari kita yang bakal nyusul Sica?

Author : *siul-siul gaje pura-pura gak denger*

Balasan review... Kamsahamnida atas review kalian *deep bow*

Kitsune Syhufellrs : Wah... ada BaekYeol shipper baru *tabur confetti* aq jga mau nangis pas ngetik scene itu

mrs. ChoKyu : Itu udah keluar chingu mana boxer Krisnya *nadahin tangan* lumayan buat pajangan dikamar#plak XD

SmiLeND : Aloha juga~ ora opo-opo(?) Chanyeol mah suka nakal ma Baekkie chingu tuh nakal lagi kan? *dijitak Chanyeol*

thehunhan : Hahaha kan ada Yoona, nanti dikasih tahu napa Chanyeol nyerang Baekkie. Kyungsoo dah muncul tinggal Xiumin aja. Lihat avatar aq aja atau ketik taoris tumblr d search mbah google *puasa woy* XP

angelwin : Sama-sama ^_^ Lay emang aq buat keren disini. Chanyeol gagal nyulik lagi tuh, belom pengalaman wkwkwk#pletak

Jisaid : Gak apa-apa chingu ^_^ tonton aja, rame loh. Chanyeol bisa berubah jadi monster dan manusia sesuka hati selama yang dia mau gitu lohh

Jung Jisun : Yah... namanya juga Chanyeol pasti kalau ketemu Baekhyun nafsuan*dilempar ojeg* Itu pegangan tangan tuh TaoRis, Xiumin kayanya masih lama

mayuka57 : Setuju deh sama kamu#plaj. Sabar chingu jangan marah tuh ada TaoRis moment lagi *ngilang bareng Tao* XD

Evil Thieves : Udah kebelet kayanya *ditendang Kris* Aq juga mau nangis pas ngetiknya kok

kyuanie fiee : Ni update kilat gomawo udah dibilang keren, duh jadi malu *pede* ini udah panjang kok chingu review lagi yah

BlackPearl08 :Hahaha kacian chingu udah ketipu#buagh tuh udah tahu kan napa sama kakak Luhan. Kyungsoo atau D.O dah muncul tuh *ngasih Kyungsoo* XD

chochoberry : Gimana tuh ChanBaek momentnya *momen apanya?* Cuman Xiumin yang belum muncul.

.5 : Iya kasihan yah Luhan gege *peluk Luhan*#dihajar massa

jung heerin : Tak apa-apa chingu ^_^ Chanyeol mang disini dibuat jahat, kenapa kakak Luhan bisa jadi monster udah diketahui dan aq juga suka ma moment TaoRis *cubit pipi Tao* #dimakan zombie

yumu Minnie Seongnim : Betul gak pennamenya? Aih~ chingu yadong ah*colek-colek* oh Yoona eonie wkwkwk kayanya rated gak bakal berubah haha :D

Brigitta Bukan Brigittiw : Hahaha banya yang marah ma Yoona eonie#dibakar Sone oke ini chap selanjutnya, review lagi yah ^_^

BabySuDo : Itu tuh dah muncul *nunjuk Kyungsoo yang lagi dicium Kai(?)* Iyah Suho ma Lay tapi aq gak tahu mana Seme Ukenya (-_-"") tenang aja cuman ada HunHan kok. Baekhyun akan mati cuman ditangan Chanyeol#plakplakplak

Raichi Lee SanjinELF : Gak apa2 uri saeng *hug* hohoho gimana nanti aja deh, seru kayaknya kalo Baekkie mati ditangan Yeollie#dihajar

sari2min : aq balas langsung 2 review yah ahahaha emang jelek banget#pletak Aq juga gak tega bikin Lupin jadi monster tapi apa dikata nasib nasib *halah* Baekkie belum terbunuh ma Yeollie tuh XD

: Channie emang mu ngapa2in Baekkie chingu wah... chingu benar emang aq pake Remus Lupin dari HarPot sebagai kakak Luhan kalau di HarPot kan jadi serigala tapi disini jadi monster.

Emily Hwang : Liat aja Ryuk dari death note kaya gitulah wajah Yeollie *ditendang Chanyeol* itu ada dikit HunHan momentnya ehehehe :D

Henry Park : Wahahah banyak yang kecewa TaoRis gak NCan eh Kissuan XD yah jangn dicekek Chanyeol ditampar aja *author ditendang kejurang* XP

liaonduts : Wow... itu masih rahasia dan masih tersegel(?) Iya nih gak bagi2 makanan ma minumannya malah asyik2 aja