Evil Town
Chapter Seven
TaoRis Side
Disalah satu rumah para mahluk yang telah menyerang mereka, Tao dan Kris tengah berisirahat sejenak. Kris tengah tertidur atau mungkin hanya memejamkan matanya saja disebuah matras karena kelelahan, sedangkan Tao tengah duduk termenung disalah satu kursi disana. Matanya terlihat kosong, entah apa yang sedang Tao pikirkan. Mereka baru saja mengisi perut mereka dengan apa yang tersedia disalah satu rumah itu, dan untungnya makanan dan minuman itu layak untuk dimakan oleh mereka berdua.
Tao menghela napasnya, dia memperhatikan suasana diluar sana dari jendela. Suasana yang gelap dan tengah dilanda hujan yang cukup deras berada dalam indra penglihatannya. Mata hitam bak langit malamnya memperhatikan rintik air hujan dan sedikit suara gemuruh petir terdengar oleh telinganya. Mayat-mayat yang baru mereka kalahkan masih banyak yang terbaring kaku disana tanpa ada yang mau mengangkut mereka. Semilir angin menerpa wajahnya, memberikan sensasi dingin yang sedikit membuatnya menggigil. Bukan hanya wajahnya saja, namun juga tubuhnya menggigil karena rasa dingin yang menyiksa.
Tao terlonjak kaget begitu tubuhnya terselimuti sebuah kain hangat. Tao menoleh kebelakang dan melihat Kris yang melingkarkan sebuah kain itu padanya. Tao tersenyum menatap perlakuan tersebut dari Kris.
"Istirahtalah Tao."
Tao menggelengkan kepalanya, dia menatap kembali keluar jendela. Matanya kembali terbuai oleh suasana diluar sana.
"Kau tidak tidur Kris?."
"Dalam cuaca seperti ini? Aku tidak bisa tidur dengan tenang."
Suasana kembali hening, hanya suara rintik air hujan yang jatuh dari langit dan semilir angin yang menemani kesunyian mereka disana. Namun terkadang juga suara gemuruh petir menemani mereka.
Kris menghela napas dengan keterdiaman Tao, dia tahu apa yang sedang Tao pikirkan. Kris tahu Tao masih memikirkan keselamatan Yoona, Yoona telah menyelamatkannya dari mahluk yang sebelumnya hampir menelannya. Hal itulah yang membuat Tao murung, mungkin ada rasa bersalah dalam hati Tao pada Yoona. Tapi, apa mau dikata? Nasi sudah menjadi bubur dan mereka tidak bisa mengulang kembali apa yang telah terjadi.
Jauh didalam hatinya, Kris juga merasa bersalah pada Tao. Dia merasa sangat lemah begitu dihadapkan pada namja bernama Taemin itu. Kemampuannya ternyata belum apa-apa, dia masih belum cukup untuk bisa bertahan ditempat terkutuk ini. Dia telah gagal melindungi seseorang, padahal dia adalah seorang agen kepolisian yang bertugas untuk melindungi orang yang butuh pertolongan.
Apalagi Kris merasa sangat tidak berguna untuk Tao, tidak bisa melindunginya sama sekali ketika dia melawan namja bernama Taemin tersebut. Dia kalah oleh seorang yeojya yang merelakan dirinya demi menolong Tao. Seharusnya, dialah yang yang berada diposisi Yoona untuk menolong Tao. Karena jauh didalam lubuk hatinya, dia Wu Yi Fan atau Kris telah memendam rasa pada Huang Zi Tao.
Kris memeluk Tao dari belakang, wajahnya dia nyamankan diatas kepala Tao. Wangi rambut Tao tercium olehnya, wangi yang sangat dia sukai dan sedikit membuatnya lupa berpijak pada tempatnya sekarang. Tangannya dia lingkarkan diantara leher jenjang Tao. Tao menikmati pelukan Kris dengan menutup kedua matanya, kepalanya dia sandarkan kebelakang didada bidang Kris.
"Kita akan menyelamatkannya... Jangan khawatir Tao."
Tao mengangguk, mengerti apa yang dimaksud oleh Kris. Mereka kembali menikmati posisi mereka yang seperti itu, rasanya begitu nyaman dan hangat. Tidak ada satupun dari mereka yang berbicara, masing-masing menikmati kesunyiaan tersebut.
"Tao." Ucap Kris memecah keheningan yang tercipta diantara mereka berdua.
"Ya." Balas Tao.
"Wo ai ni."
Tao membeku mendengar kata-kata Kris, pipinya bersemu merah bahkan hingga menjalar pada telinganya. Tao melepas pelukan mereka dan langsung menatap Kris yang tengah tersenyum menatapnya dibelakangnya.
"Ma-maksudmu?." Tanya Tao sedikit tidak yakin. Tao merasa mungkin tadi dia salah dengar, dikarenakan karena memang pikirannya sedang pergi entah kemana. Dia masih memikirkan nasib Yoona yang telah menolong dirinya, entah apa yang akan dilakukan namja bernama Taemin itu pada Yoona.
Kris memegang kedua tangan Tao dan menciumnya satu persatu. Tao terlonjak kaget mendapat perlakuan yang tidak terduga oleh Kris itu. Wajahnya makin merona dan perutnya terasa seperti ada beberapa kupu-kupu yang terbang bebas disana. Jantungnya pun berdebar-debar tidak normal.
"Aku menyukaimu Tao, ah tidak aku rasa aku mencintaimu." Kris menatap Tao lembut.
"Mungkin ini saat yang tidak tepat aku mengatakannya padamu. Tapi ketika aku bertemu denganmu... aku sudah merasa bahwa kaulah orang yang selama ini aku cari. Kau membuatku ingin selalu melindungimu, selalu berada didekatmu dan selalu ingin melihatmu tersenyum." Tao tertegun mendengar kata-kata Kris. Dia tidak bisa berkata apa-apa selain menundukkan wajahnya karena gugup dan malu.
"Aku tidak tahu sampai kapan aku akan hidup, jadi sebelum aku menyesal. Aku ingin mengungkapkan isi hatiku padamu." Kris mengangkat wajah Tao yang memerah sempurna agar menatap wajahnya. Kedua mata mereka bertemu satu sama lain dan membuat debaran jantung keduanya berdebar makin keras.
"Huang Zi Tao... apakah kau merasakan hal yang sama denganku?."
Tao menggigit bibir bawahnya, membuat Kris sangat gemas karena posenya sangat menggemaskan. Tao menepis tangan Kris yang memegang dagunya, dan maju menuju Kris. Tao menempelkan bibirnya pada bibir milik Kris, entah kenapa dia berbuat seperti itu. Yang Tao tahu, dia hanya begitu bahagia sangat bahagia bahwa Kris mencintai dirinya.
Kris terlonjak kaget dengan apa yang dilakukan Tao, membuatnya hampir merasa seperti terbang dan lupa berpijak pada tanah. Kris kemudian memeluk Tao masih tanpa melepas tautan bibir mereka yang masih bersatu. Kris menggigit bibir bawah Tao, meminta akses agar lidahnya bisa masuk dalam mulut Tao dan tanpa ragu Tao membuka mulutnya.
Lidah Kris masuk dalam goa hangat Tao, mengeksploitasi apa yang ada disana. Lidah mereka mulai bertarung satu sama lain, dan pemenang mutlak adalah Kris. Kedua tangan Tao kini mencengkram leher dan rambut Kris. Suara desahan dan erangan Tao sedikit terdengar oleh telinga mereka, karena suasana hujan diluar sana sehingga membuat suara mereka teredam.
Karena kebutuhan oksigen, mereka melepas tautan bibir mereka tanpa melepas pelukan mereka. Meninggalkan benang saliva panjang yang terhubung oleh bibir mereka. Kris menatap wajah Tao yang tengah terengah-engah dan wajahnya yang merona merah. Sungguh sangat manis dan cantik dimata Kris.
Kris kembali meraih dagu Tao, dan mereka pun kembali berciuman. Kris menyusupkan tangannya dibalik punggung Tao, mengelus punggung Tao dengan lembut. Hal itu membuat suara desahan dan erangan Tao makin terdengar keras dan jelas. Kris membawa Tao menuju sebuah kasur disana, tanpa melepaskan tautan bibir mereka.
Kris menidurkan Tao disana dengan posisi menindih tubuh Tao. Dia berbisik ditelinga Tao yang membuat wajah Tao sedikit kaget dan merah. Tao terlihat mengangguk perlahan agak sedikit ragu, Kris tersenyum melihat jawaban Tao dan kembali menciumi Tao sambil melepas pakaian mereka satu persatu.
Dan setelahnya suara desahan dan erangan kenikmatan duniawi menggema didalam rumah tersebut.
.
.
.
.
KaiHun Side
Kai dan Kyungsoo melepas tautan bibir mereka. Mereka menatap satu sama lain dengan senyuman, rasa rindu yang membuncah dihati mereka kini terlepas bagai sepasang merpati yang terbang bebas. Kai memeluk kembali Kyungsoo, merasakan harum dan hangatnya tubuh Kyungsoo yang sudah lama tidak dia rasakan. Kyungsoo membalas pelukan Kai sambil menyamankan kepalanya dibahu Kai.
Sehun dan Luhan menatap mereka berdua dengan pandangan lega, syukurlah bukan hal buruk yang akan terjadi lagi pada mereka. Luhan yang tadi menyimpan rasa dendam pada Kyungsoo pun telah lenyap entah kemana. Mungkin Luhan tahu jika Kyungsoo yang sebelumnya bukanlah Kyungsoo yang sebenarnya, dan lambat laun dia akan menemukan kebenaran.
"Grrrrhhhh." Lupin menggeram sambil menengok kekanan kekiri. Instingnya menyatakan bahwa ada orang lain disana yang datang dengan tiba-tiba. Luhan menatap kakaknya yang bertingkah sedikit aneh. Melihat sang kakak masih bertindak janggal, Luhan mendekat pada Lupin dan memeluknya.
"Kak... ada apa?." Ucap Luhan sambil melihat Lupin yang masih menengok kekanan dan kekiri mencari sesuatu. Sehun mendekat pada Luhan dan Lupin, dia juga sedikit heran dengan tingkah Lupin.
Lupin akhirnya menatap pada sebuah dinding yang tidak tampak apa-apa pun disana. Namun, sikapnya terlihat sangat waspada dan geramanannya pun makin keras. Lupin segera maju dan melindungi Luhan dibelakangnya, matanya masih tetap fokus pada dinding yang tidak ada apa pun disana. Sehun dan Luhan menatap arah pandangan Lupin, mereka heran karena tidak ada apa pun disana. Namun, Lupin masih memandang fokus kearah sana seperti ada ancaman atau mungkin seseorang disana.
Lupin terlihat berkonsentrasi pada indra-indranya, dia bukan lagi manusia biasa sehingga ketajaman indranya meningkat cukup drastis. Lupin bisa mencium bau dari jarak dua kilo meter jauhnya, matanya bisa melihat jelas dalam gelap, dan telinganya bisa mendengar suara kecil bahkan sekecil apapun.
Kai membawa Kyungsoo bergabung dengan yang lainnya ditengah-tengah rumah. Kyungsoo masih terlihat lemah dan belum sembuh benar, Kai memposisikan Kyungsoo untuk duduk disalah satu kursi. Kai juga tahu ada yang aneh dengan Lupin, sejak tadi Lupin terlihat gelisah dan kemungkinan besar ada sesuatu berada disekitar mereka namun mereka tidak melihatnya sama sekali. Kai mendekat pada Lupin dan Sehun yang tengah waspada.
"Uagghh." Kai terjatuh secara tiba-tiba, membuat semua yang ada disana terkejut. Sehun menghampiri Kai yang tengah terduduk sambil mengelap darah dari sudut bibirnya. Kontan hal itu makin membuat mereka bertanya-tanya apa yang terjadi dan apa sebenarnya mahluk yang ada disekitar mereka.
"Kai hyung! Gwaenchana?." Sehun mengangkat Kai agar kembali berdiri.
"Aku merasa ada seseorang yang memukul wajahku Sehun." Kai makin waspada dengan apa yang terjadi padanya. Sehun membeku mendengar ucapan Kai. Tidak ada orang ada disana dan Kai bilang ada yang memukulnya? Hantu kah? Yah itu mungkin saja, lagi pula tempat ini sangat mengerikan.
Mendengar dan mengerti apa yang dikatakan oleh Kai. Kai, Sehun, dan Lupin melindungi Luhan dan Kyungsoo dengan berjaga disekitar mereka. Ketiga pasang mata bergerak kekanan dan kekiri memastikan tidak ada sesuatu yang aneh dan mencurigakan disekitar mereka.
"Gahhh." Sehun tiba-tiba memegang perutnya yang terasa sakit seperti habis terkena pukulan. Dia merintih dan sedikit berjongkok menahan rasa sakit diperutnya. Semua pasang mata mengarah pada Sehun, dan mereka yakin bahwa ada sesuatu ditempat mereka sekarang yang tidak terlihat.
"Sehunnie kau tidak apa-apa?." Luhan mendekat pada Sehun namun Sehun memberinya sinyal bahwa dia tidak apa-apa dengan tangannya. Masih dengan memegang perutnya yang sakit, Sehun kembali berdiri tegak.
"Kau tidak apa? Apa yang terjadi?." Tanya Kai tanpa mengurangi sikap waspadanya.
"Seseorang memukul perutku cukup keras." Jawab Sehun.
"Sepertinya mahluk ini tidak terlihat oleh mata telanjang." Lanjut Sehun.
"Dan juga tidak bisa dirasakan. Jika bisa, Lupin pasti bisa langsung menyerang mahluk itu kan? Kita harus melakukan sesuatu sebelum mahluk itu bertindak lebih jauh." Sehun mengangguk mendengar kata-kata Kai. Mereka pun kini berpikir cara untuk menangkap mahluk yang tidak terlihat dan tidak terasa itu.
Tidak terlihat dan tidak terasa, namun kemungkinan adalah sebuah mahluk hidup. Entah itu manusia atau mahluk lain seperti monster misalnya? Apa pun itu, pasti mahluk itu punya kelemahan agar terdeteksi hawa kehadirannya. Jika itu adalah mahluk hidup, kemungkinan besar dia berjalan selayaknya manusia dan hewan. Tapi jika mahluk itu adalah sesuatu yang terbang adalah hal yang sulit. Namun, melihat cara dia menyerang Kai dan Sehun, dipastikan mahluk itu berjalan bukan terbang.
Kai tersentak begitu sebuah ide terlintas dipikirannya. Dia mendekat pada Sehun dan berbisik ditelinganya, dan Sehun mengangguk mendengar ide Kai. Sehun kemudian mundur perlahan menuju Luhan dan berbisik ditelinga Luhan, Luhan menangguk dan pergi dari sana dengan kawalan Lupin.
'Apa yang mereka rencanakan? Humph, tidak penting. Mereka tidak akan bisa merasakan kehadiran atau bahkan melihatku. Akan kubunuh pertama orang yang merubah D.O menjadi mengingat masa lalunya'
Tak berapa lama, Luhan dan Lupin kembali pada mereka dan memberikan dua buah kantung pada Kai dan Sehun.
'Apa yang dibawa orang itu dan monster ciptaan D.O? Sebaiknya aku mulai dengan membunuh orang bernama Kai itu sekarang'
Kai dan Sehun mengangguk satu sama lain, dan dengan segera mereka melempar apa yang ada dikantung tersebut disekitar mereka kesegala arah mengelilingi mereka. Benda itu ternyata tidak lain adalah sebuah tepung terigu yang cukup banyak, tepung itu kini mengotori lantai disekitar mereka.
'Tepung?! Gawat.'
Tap
"DISANA!" Seru Kai.
Mahluk itu tidak sengaja menginjak lantai yang terkena tepung terigu, membuat tadinya lantai itu kotor karena tepung kini bersih terinjak oleh kakinya. Sang mahluk kaget begitu Lupin berada dihadapannya siap untuk memukul apa pun didepannya, dia terlalu sibuk melihat kearah bawah kakinya yang menginjak tepung.
DUAGH
Lupin meninju sesuatu yang ada didepannya yang terlihat kosong, namun dia merasa telah memukul seseorang dengan tangannya. Mahluk itu terpental dan terjatuh oleh pukulan keras Lupin, namun masih belum bisa terlihat oleh yang lainnya.
"Bagus... sepertinya Lupin telah memukul mahluk aneh itu." Ucap Sehun girang.
"Ide Kai luar biasa." Timpal Luhan dan Kai hanya tersenyum canggung. Kai melihat Kyungsoo yang tersenyum bangga padanya.
"Luar biasa, kau sangat pintar bocah." Ucap mahluk misterius itu. Kontan membuat semua yang ada disana kembali bersiaga dan waspada.
SRET
Semua mata menatap kearah depan Lupin, dimana terlihat sebuah siliuet yang sepertinya manusia mulai menampakkan dirinya. Tubuhnya yang transparan mulai terlihat dan memperlihatkan sosoknya yang ternyata adalah seorang manusia yang memakai jubah sama dengan Kyungsoo berwarna merah tua.
"Menggunakan tepung terigu untuk mendeteksi kehadiranku, sungguh ide cemerlang." Ucap orang tersebut yang ternyata adalah namja. Wajahnya kecil namun sangat tampan dengan kaca mata berbingkai hitamnya. Rambutnya hitam lurus sedikit berantakan dengan kulit yang berwarna tan atau coklat karamel.
"Siapa kau dan apa maumu?." Ucap Kai sambil mendekat pada Kyungsoo dan melindunginya posesif dari namja didepannya. Kai yakin orang didepannya sedang mengincar Kyungsoo. Namja itu tersenyum mendengar kata-kata Kai.
"Namaku Yunho, anggota Illuminos sama seperti orang yang sedang kau lindungi itu. Tugasku adalah mengambil kembali D.O dan mengendalikan jiwanya seperti semula."
.
.
.
.
Suho Side
Suasana begitu hening ketika Lay menyelesaikan ceritanya, Suho tengah memeluk Lay yang terisak begitu menceritakan masa lalunya dan masa lalu Chanyeol. Chen dan Sunny pun terlihat merasakan apa yang dirasakan oleh Lay, mereka tidak berani bertanya lebih lanjut pada Lay.
Baekhyun tengah menahan tangisnya mendengar Lay menceritakan masa lalu Chanyeol. Entah kenapa dia merasa bersalah pada Chanyeol, dia merasa Chanyeol adalah sebuah sosok monster yang mengerikan dan tidak punya hati. Namun, setelah dia mendengar apa yang Lay ceritakan tentangnya, Baekhyun mengerti bahwa jauh dalam lubuk hati seorang Zhang Chanyeol dia sangat kesepian dan memendam rasa sakit hati yang sangat kuat.
Ketika matanya bertemu dengan mata Chanyeol, Baekhyun mengerti bahwa jauh dalam bola mata Chanyeol yang mengerikan itu tersimpan kesedihan dan kerinduan akan seseorang yang sangat dalam. Chanyeol merindukan seseorang yang ingin memberinya rasa hangat dan kasih sayang dari orang lain yang tidak pernah dia rasakan. Membutuhkan perhatian dari orang-orang dan menganggapnya sebagai manusia biasa bukan sebagai seorang mahluk yang mengerikan atau monster.
-OoO-
Lima insan manusia tengah tertidur dengan nyenyak didalam gua yang merupakan tempat mereka berlindung. Suara dengkuran halus terdengar, mengalahkan suara angin malam diluar sana. Salah satu dari mereka terbangun, yang tidak lain adalah Byun Baekhyun. Dia mengucek kedua matanya dan juga mengumpulkan kembali kesadaran setelah tidur dengan cukup lama.
Baekhyun melihat kesekelilingnya, dimana Suho dan Lay tidur dengan posisi berpelukan. Baekhyun sedikit tersenyum melihat kedekatan mereka. Chen tengah tertidur disampingnya, dan Sunny tidak jauh tertidur dengan nyenyak disudut gua. Mata Baekhyun tertuju kearah mulut gua, tepatnya keluar gua. Diluar sana cukup gelap, mungkin jika ada siang dan malam disana, maka waktu sedang malam ditempat mereka.
Baekhyun tersentak begitu melihat seekor kelinci berada dihadapan pintu masuk gua. Baekhyun begitu antusias melihat kelinci itu dan dia pun bangun dengan perlahan tanpa membangunkan yang lainnya. Baekhyun berjalan perlahan menuju sang kelinci yang sedang terdiam disana. Matanya masih tertuju pada seekor kelinxi tersebut.
"Pertama kali ini aku melihat ada kelinci ditempat seperti ini." Ucap Baekhyun begitu dia berhasil menangkap kelinci tersebut dan memeluknya. Kelinci itu berwarna coklat muda, bulunya sedikit berantakan tidak seperti seeokor hewan yang terurus namun masih tetap lucu dimata Baekhyun. Dia mengangkat kelinci itu tinggi-tinggi sejajar dengan kepalanya.
"Kau pasti kesepian dan hanya satu-satunya yang berhasil hidup disini kan?." Baekhyun mencium kelinci imut itu gemas. Tiba-tiba sang kelinci memberontak dan terlepas dalam pelukan Baekhyun.
Kelinci itu langsung pergi dari sana, membuat Baekhyun berlari menyusul kelinci itu. Untuk seekor kelinci, kelinci itu sangat gesit dan cepat membuat Baekhyun sedikit kewalahan mengejar dan menangkapnya. Baekhyun tidak sadar dia sudah cukup jauh berlari dari tempat persembunyian mereka.
Sang kelinci kini makin terkejar oleh Baekhyun, membuat Baekhyun makin antusias untuk mendapatkannya kembali namun...
CRAT
Mata Baekhyun terbuka lebar begitu kelinci tersebut mati diinjak oleh seekor monster yang datang entah dari mana. Mata Baekhyun menatap ngeri kearah kaki monster yang telah membunuh kelinci itu, matanya mulai naik dan bertatapn langsung dengan mahluk tersebut. Baekhyun mulai berkeringat dingin, kakinya bergetar karena takut dengan mahluk atau mungkin monster dihadapannya.
"Grrhhhhh." Monster itu menggeram kecil.
Monster yang lebih mengerikan dari Chanyeol, monster dengan daging disekujur tubuhnya tanpa kulit. Kepalanya hanya ada otak berwarna merah muda yang berdenyut-denyut dan mulut dengan lidah lancip dan gigi tajam nan runcing. Baekhyun menatap ngeri dengan monster dihadapannya.
Dan bodohnya dia karena dia tidak tahu kini sedang berada dimana. Baekhyun mulai berdoa dalam hati agar ada yang menyelamatkannya. Tubuhnya mulai perlahan mundur dari sana, namun baru satu langkah mundur sang monster melompat langsung kearahnya dengan membuka mulutnya lebar-lebar.
BRAK
Mahluk itu terlempar dan menabrak pohon ketika terkena sebuah tendangan oleh seseorang. Baekhyun terduduk karena kaget dan menatap orang yang menolongnya, tubuhnya membeku melihat sepasang sayap hitam yang membelakanginya. Baekhyun kenal betul siapa yang ada dihadapannya ini.
"Ch-Chan-Chanyeol." Ucap Baekhyun tergagap-gagap dan sedikit terkejut.
Monster itu kini kembali menyerang mereka terutama Chanyeol, dia kembali melompat. Chanyeol pun melompat dan dengan gesit menusuk dada monster itu dan membukanya lebar-lebar hingga terbelah dua.
Tap
Chanyeol kembali menapak pada tanah dan berbalik menatap Baekhyun yang tengah ketakutan. Dia tersenyum dingin dan begitu menakutkan pada Baekhyun, membuat Baekhyun sedikit mundur dari hadapan Chanyeol. Chanyeol menjilat bibir bawahnya dan mulai mendekati Baekhyun yang masih mundur perlahan-lahan. Tubuhnya yang semula dalam mode monster kini berubah dalam mode manusia normal.
Chanyeol memegang erat bahu Baekhyun yang terbalut kain bajunya ketika dia berhasil menangkap Baekhyun. Dengan sigap dia merobek kain itu, membuat bahu putih Baekhyun tertampang jelas dihadapan mata Chanyeol. Air mata Baekhyun mulai mengalir dari kedua matanya, dia takut... sangat takut dengan Chanyeol. Walaupun kini Chanyeol tidak dalam sedang dalam mode monsternya, namun tatapan mata dan tingkahnya membuat Baekhyun sangat takut.
"Sebelum aku memakanmu... aku ingin menyiksamu terlebih dahulu Baekkie~." Ucap Chanyeol dan dengan segera dia menggigit bahu kanan Baekhyun.
"AKKKKHHHHH." Baekhyun berteriak kesakitan merasakan gigi Chanyeol dengan kuat menggigit bahunya. Kedua tangan Baekhyun tidak bisa membantunya melepaskan Chanyeol karena dipegang erat oleh tangan Chanyeol.
Baekhyun bisa merasakan darah mulai mengalir dibahu kanannya dan Chanyeol dengan senang hati menjilat darah Baekhyun. Air mata makin deras mengalir dari kedua mata Baekhyun, ketakutan dan rasa sakit membuatnya ingin menangis namun dia tahan sekuat tenaga.
"Khekhekhe... ternyata benar kau sangat manis Baekkie." Bisik Chanyeol ditelinga Baekhyun yang tengah terisak.
"Hiks kumohon hiks henti-hentikan hiks." Chanyeol tidak menggubris ucapan Baekhyun dan kembali melakukan kegiatannya. Chanyeol menjilati perpotongan leher Baekhyun, membuat Baekhyun merasa sedikit geli dan tersengat listrik dengan apa yang Chanyeol lakukan padanya.
"AARGGGHHHH SAKITTTTT." Baekhyun kembali berteriak kesakitan dan memerontak begitu Chanyeol menggigit lehernya hingga terluka dan kembali mengeluarkan darah. Dan seperti sebelumnya, Chanyeol menjilati darah itu tanpa rasa jijik sedikitpun.
TBC
Kris : *tos bareng author* Badanku segar semua setelah nge-piip- my panda huehehehe
Tao : Tubuhku sakit semua *nangis*
Baekhyun : Ahh oohhh Yeollie terushhh haahhhh
Chanyeol : Kau sangat manis Baekkie chagi~
Kai, Kyungsoo, Luhan, Sehun : *ngiri tingkat dewa* kapan kita bisa NCan?
Chen : Xiumin gege lom ada hiks *pundung*
AN : Maaf sebelumnya author gak bisa membalas review kalian lagi hiks hiks author udah mulai kerja lagi deh dikantor dan seperti biasa waktu buat ngetik ff jadi berkurang. Biasanya sehari aja udah selesai sekarang tiga hari sekali baru selesai. Author cuman bisa mengucapkan banyak terima kasih pada para reviewer semua. Karena aq jadi tambah semangat buat lanjutin ff walau kadang pulang kerja suka malas ngapa-ngapain hehehe#plak Mohon dimaklumi yah chingudeul ^_^
Thanks To : KDS, mayuka57, angelwin, Eternal Clouds, Jung heerin, BlackPearl08, Evil Thieves, Yooooona, BlackDiamond17, Henry Park, Icyng, Kim Eun Eri, Jung Jisun, DeLu Elforever, BeBaek Cinta Chan Chan, Brigitta Bukan Brigittiw, Raichi Lee Sangjin ELF, sari2min, liaonduts, Sungmin Lau, SmiLeND, Htaey029, RizkyKey, TaoRis047.
KAMSAHAMNIDA
Review Please *ngibar foto BaekYeol NCan*
