Evil Town

Chapter Eight

TaoRis Side

Seorang insan manusia tengah tertidur lelap dengan mendengkur halus karena lelah setelah melakukan kegiatan panas semalam atau mungkin pagi-pagi? Tidak ada yang tahu karena disana suasana selalu gelap dan tak pernah terang selama hampir dua tahun lamanya. Matahari selalu dihalangi oleh awan gelap nan hitam kelam, membuat sinarnya tidak bisa menembus sang awan tersebut.

Sang insan tersebut, yang merupakan seorang namja mulai menggeliat dalam tidurnya. Selimut atau kain tebal yang cukup berlapis-lapis dan menutupi hampir seluruh tubuhnya, kini mulai tersibak karena sang namja tersebut bergerak-gerak. Menampilkan kulit putih tubuhnya dan dada sang namja yang tidak tertutupi apa pun. Kemungkinan adalah sang namja tersebut tengah naked didalam selimut tersebut, terbukti dengan pakaiannya yang berserakan dilantai.

Angin yang berhembus kedalam rumah dimana sang namja tengah tertidur itu, membuat tubuh sang namja yang kita ketahui bernama Huang Zi Tao sedikit menggigil kedinginan. Tao menarik kembali selimutnya hingga menutupi kembali dadanya yang terkena semilir angin itu. Namun suara berisik yang sebenarnya cukup pelan, membuat Tao membuka matanya dan menampilkan iris mata hitam bak langit malam dengan bintang-bintangnya.

Tao beringsut duduk sambil mengucek kedua matanya dengan sedikit menguap, namun sebuah gerakan membuat dia sedikit merintih. Bagian bawah rubuhnya terasa sangat sakit dan perih, dan Tao juga baru sadar bahwa dia kini tidak memakai sehelai benang pun. Dia memperhatikan sekujur tubuhnya, tepatnya dibagian dadanya yang terdapat noda bercak berwarna merah keunguan.

Wajah Tao yang putih mulai memerah mengingat apa yang telah terjadi. Jika Tao tidak salah, kemarin malam atau entah siang Kris menyatakan perasaannya padanya dan mereka berakhir dengan melakukan 'itu'. Masih teringat dengan jelas dibenaknya, bagaimana lembutnya Kris menyentuh dirinya dan bagaimana kerasnya desahannya ketika Kris menyentuh dan meneriakan namanya. Memikirkan hal itu, membuat wajah Tao kian memerah dan jantungnya berdebar-debar tak terkontrol.

Suara langkah kaki yang menuju kearahnya membuat Tao mengalihkan pandangan pada asal suara tersebut. Dia melihat Kris yang tengah membawa sesuatu menujunya dan tentunya Kris tengah berpakaian tidak naked.

"Kau sudah bangun Tao?." Kris berhenti sejenak sambil memandang Tao yang tengah memandangnya juga. Mata tajam Kris kemudian mengarah pada dada Tao yang tidak tertutupi sehelai benang pun, memperhatikan tanda cinta yang telah dia buat disana.

"Huwaaa." Tao berteriak panik ketika mengetahui arah pandangan mata Kris. Dengan cepat dia menutupi tubuhnya kembali dengan selimut tebal, wajahnya kembali memerah bahkan hingga ketelinganya. Kris tertawa pelan melihat reaksi Tao.

"Kenapa ditutupi? Aku kan sudah melihat tubuhmu naked sebelumnya." Goda Kris yang membuat Tao menutupi wajahnya dengan selimut karena malu. Kris kembali berjalan menuju Tao dan menyimpan sebuah nampan berisi makanan dan minuman hangat yang dia buat sebelumnya untuk Tao. Kris menyimpannya disamping kasur tempat mereka habis melakukan kau-tahu-apa?.

"Makanlan dahulu dan pakai bajumu. Jika kau mau mandi, didekat dapur ada sebuah kamar mandi. Aku akan menunggu dan berjaga diluar." Kata Kris. Kris menarik selimut yang menutupi wajah Tao dan mengecup bibir Tao sekilas. Membuat namja bermata panda itu diam membeku dengan wajah merah semerah tomat. Kris kemudian berjalan keluar untuk berjaga.

Suara pintu yang ditutup membuat Tao yang tengah terdiam kembali sadar. Dengan segera dia mengambil sebuah bantal dan menyembunyikan wajahnya dibantal tersebut juga meredam suaranya yang tengah berteriak-teriak bahagia. Percis seperti seorang gadis yang tengah dilamar oleh sang pujaan hati.

Setelah melampiaskan rasa bahagianya pada sebuah bantal, Tao turun dari kasur dan berjalan mengambil bajunya dengan sedikit tertatih. Kemudian Tao berjalan dengan tertatih-tatih juga menuju kearah kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah membersihkan dirinya selama kurang lebih 10 menit dan berpakaian kembali, Tao kemudian menuju kembali kekamar dan memakan sebuah sup yang dibuat oleh Kris.

"Hmm... Enak." Kata Tao setelah dia mencicipi sup yang dibuat oleh Kris. Dengan lahap karena memang perutnya tengah keroncongan, Tao menghabiskan semua sup tersebut tak tersisa.

BRAK

Kris membuka pintu dengan cukup keras, membuat Tao terlonjak kaget. Tanpa meminta penjelasan dari Kris, Kris dengan cepat menarik tangan Tao keluar dari rumah tersebut. Mereka berdua berlari menuju arah utara.

"Kris ada apa?." Tanya Tao disela-sela larinya.

"Monster Bilia dan anjing Cerberus tengah menuju kemari dalam jumlah banyak. Kita harus pergi secepatnya." Jelas Kris.

"Bilia? Anjing Cerberus?." Ucap Tao tidak mengerti dengan kata-kata Kris.

"Bilia adalah monster yang kau hadapi sebelumnya dan anjing Cerberus adalah anjing berkepala tiga pemakan manusia."

"Ma-mahluk seperti itu ada?." Tao membelakakan matanya begitu mendengar ada anjing berkepala tiga. Kris mengangguk dan mempercepat larinya bersama Tao.

Tanpa mereka sadari, seseorang memperhatikan mereka berdua dari atas bukit.

"Kris kah? Sudah lama aku tidak bertemu dengannya." Ucap orang itu sambil tersenyum dengan mahluk besar seperti seekor serigala dibelakangnya. Orang itu mengelus kepala serigala berbulu putih besar yang besarnya kira-kira sebesar mammoth itu dengan kasih sayang. Sang serigala menggeram kecil pada orang itu. Mengerti akan apa yang dikatakan serigala putih itu , orang misterius itu menggelangkan kepalanya.

"Mereka bukan orang jahat Baek-Gu." Orang itu kembali mengelus kepala sang serigala tersebut. Satu hal yang kita ketahui, mahluk itu memakai sebuah pakaian yang sama dengan Kris dengan tag name 'Kim Minseok' didada kanannya.

.

.

.

.

KaiHun Side

Ketiga namja disana kaget begitu orang misterius yang bernama Yunho itu memperkenalkan dirinya. Illuminos? Apa sebenarnya kelompok Illuminos itu? Pikir ketiga namja tersebut. Kai makin mendekati Kyungsoo begitu Yunho mengatakan akan kembali mengendalikan Kyungsoo seperti sedia kala. Demi apa pun, Kai tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi lagi pada orang yang dia cintai.

Sehun dan Lupin juga Luhan mendekat pada Kyungsoo dan Kai, bermaksud meindungi Kyungsoo. Yunho menatap sekumpulan orang itu dengan senyum meremehkan.

"Kalian pikir kalian bisa mengalahkan aku?." Tanya Yunho sambil melipat tangannya didada. Mata musangnya menatap tajam semua insan yang ada disana, terutama Kai.

"Huh, dengan jebakan yang kami buat. Kau yang bahkan tidak terlihat pun akan segera diketahui keberadaanmu." Balas Sehun dengan nada marah. Sehun bersumpah, dia akan membalas pukulan namja itu yang telah membuat perutnya begitu sakit.

"Hahaha... Kalian pikir hanya itu kemampuan yang ku punya?." Bersaman dengan ucapan itu, Yunho mulai membuat dirinya kembali tidak terlihat. Kontan hal itu membuat ketiga namja dan Lupin disana makin bersikap lebih waspada.

Tap

'Disana.' Pikir Sehun begitu melihat sebuah jejak kaki yang kentara menuju kearah mereka. Dengan sigap Sehun berada didepan Yunho yang tidak terlihat dan dengan segera memukul apa pun didepannya.

DUAK

Sehun berhasil memukul Yunho tepat diwajahnya. Yunho terjatuh kebelakang dan tubuhnya yang semula transparan kini mulai terlihat kembali. Yunho tengah terbaring dengan mata tertutup, membuat Sehun tersenyum puas.

"Hebat Sehunnie!." Seru Luhan. Kai terseyum melihat Sehun yang telah berhasil mengalahkan namja bernama Yunho itu.

"Itu bukan ap-."

DUAK

Seseorang yang ternyata Yunho menendang perut Sehun yang entah berasal dari mana datangnya. Kontan hal itu membuat semua yang ada disana terkejut dengan kehadiran Yunho yang tiba-tiba.

"Uakkhh." Sehun berteriak kesakitan untuk yang kedua kalinya perutnya mendapat serangan. Sehun memegang perutnya, dan mulai berjongkok sambil merintih kesakitan.

"SEHUNNIE!." Seru Luhan melihat Sehun yang mulai terbaring lemah. Kedua tangannya menutup mulutnya yang tengah tidak percaya dengan apa yang terjadi. Matanya kemudian beralih pada seorang Yunho lain yang tengah terbaring tak jauh dari Sehun. Kai juga melihat Yunho lain yang tengah terbaring tak berdaya.

Namun, tiba-tiba tubuh Yunho yang tengah terbaring itu perlahan memudar dan menghilang. Membuat semua mata membeku melihat hal aneh yang terjadi didepan mata mereka. Mata mereka kemudian menatap Yunho yang berdiri dengan angkuh disamping Sehun yang mulai tidak sadarkan diri.

"A-apa yang se-sebenarnya terjadi?." Ucap Kai tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Sudah jelas Sehun berhasil memukul Yunho dan membuatnya terbaring disana namun kenapa Yunho tiba-tiba berada didekat Sehun dan Yunho lainnya yang terbaring itu perlahan menghilang begitu saja. Hal itu benar-benar membuat kepalanya pusing dengan apa yang terjadi.

"Sudah aku bilang kan? Kekuatanku bukan hanya menghilangkan hawa kehadiranku," Jelas Yunho begitu melihat semuanya menatap dia dengan raut wajah terkejut. Yunho kemudian membersihkan sepatunya yang sebelumnya telah dia gunakan untuk menendang perut Sehun.

"Apa yang kalian lihat hanyalah sebuah fatamorgana dan ilusi yang aku buat." Lanjut Yunho sambil merapihkan dirinya agar terlihat kembali sempurna, namun dimata yang lain dia terlihat seperti seorang yang berlagak sombong dan angkuh.

"Fata...morgana dan ilusi?." Kata Kai tidak yakin dengan apa yang Yunho ucapkan.

"Ya, membuat kalian seolah-olah berhasil menyerangku namun sebenarnya itu bukanlah diriku melainkan sebuah ilusi yang aku buat." Yunho bersmirk ria mendapat semua yang ada disana diam membeku.

"Jadi... apa kalian mau menyerahkan D.O padaku atau mati ditanganku?." Tanya Yunho dengan nada dingin. Kai mengepalkan kedua tangannya erat hingga jari-jarinya memutih, giginya bergemertak menahan amarahnya yang akan meledak. Kedua matanya menatap tajam kearah Yunho yang masih berdiri dengan angkuh disana.

"Langkahi dulu mayatku brengsek! Tidak akan kubiarkan kau menyentuh Kyungsoo hyung sedikit pun.. tidak akan pernah kubiarkan." Seru Kai dengan nada marah yang kentara. Kai berlari kearah Yunho dengan tangan terkepal erat yang siap untuk menghajar Yunho didepannya.

"KAI HYUNG!." Seru Sehun yang sudah sadar dan memegang perutnya yang berdenyut karena sakit.

Sehun menatap tidak percaya pada Kai, begitu melihat Kai berlari menuju Yunho. Sehun mendesis melihat Kai yang tidak bisa mengontrol emosinya. Sehun juga yakin bahwa mereka tidak akan mungkin bisa melawan namja bernama Yunho itu, karena levelnya lebih jauh dari pada mereka bahkan Lupin. Yunho bahkan lebih berbahaya dibanding monster atau zombie yang mereka temui. Sehun tahu, Yunho lebih hebat dari kedua mahluk yang dia pikirkan itu.

Kai yang sudah dekat dengan Yunho meninju wajah Yunho dengan sangat keras, namun yang dia rasa hanya kehampaan begitu tangannya mengenai wajah Yunho. Tangannya yang meninju wajah Yunho menembus hingga kebelakang wajah Yunho, membuat Kai menatap tidak percaya pada orang didepannya ini.

DUAGH

Yunho tiba-tiba berada dibelakang Kai dan mensikut punggung Kai cukup keras. Kai ambruk begitu merasakan rasa sakit yang amat sangat dipunggungnya. Yunho tidak tinggal diam, dia mengjinjak-injak punggung Kai yang terbaring lemah. Bahkan kini Yunho tengah memukuli wajah Kai hingga meninggalkan memar diwajahnya.

"HENTIKAN!." Teriak Sehun berlari menerjang Yunho, namun seperti sebelumnya. Yunho entah dari mana kini berada dibelakang Sehun dan langsung menendang punggung Sehun hingga Sehun terjatuh.

"Dasar manusia keras kepala." Desis Yunho menatap Sehun dan Kai yang masing-masing terbaring sambil menahan rasa sakit disekujur tubuh mereka.

Kyungsoo yang sudah sepenuhnya sadar terlonjak kaget begitu melihat orang yang dia cintai terbaring dilantai yang sudah dihajar habis-habisan oleh Yunho.

"K-Kai!" Panggil Kyungsoo sedikit berteriak. Kyungsoo mulai bangun posisinya dan berlari menuju kearah Kai dengan sedikit terhuyung. Kyungsoo terdiam begitu merasakan ada seseorang dibelakangnya, dan itu adalah Yunho yang siap untuk memukul dirinya. Namun sebelum Yunho berhasil memukul Kyungsoo, Lupin dengan sigap berdiri didepan Kyungsoo.

Pukulan Yunho tertahan oleh tubuh Lupin yang besar, merasa itu adalah sebuah kesempatan Kyungsoo kembali berlari kearah Kai. Lupin tidak menyia-nyiakannya kesempatan juga dan dengan segera menghajar Yunho sekuat tenaga dengan kedua tangannya. Namun, tangannya menembus begitu saja ketika menyentuh tubuh Yunho. Yunho yang tiba-tiba berada disamping kanan Lupin melompat dan menendang wajah Lupin yang belum menyadari kehadirannya.

DUAGH

Lupin terlempar cukup jauh, mengingat tendangan yang Yunho berikan cukup keras dan kuat. Luhan yang tengah menggandeng Sehun dengan segera berlari menuju kearah Lupin, memastikan Lupin baik-baik saja. Yunho kini menatap Kyungsoo yang tengah membantu Kai yang masih merintih kesakitan untuk berdiri. Kai dengan sekuat tenaga berusaha berdiri, mengabaikan rasa sakit dipunggung dan sekitar wajahnya.

Kyungsoo kemudian memeluk Kai dan terisak melihat keadaan Kai yang membuat hatinya sesak. Wajah Kai penuh dengan luka memar dan hidung juga ujung bibirnya sedikit mengeluarkan darah namun Kai tersenyum menatap Kyungsoo, mengabaikan rasa sakit ditubuhnya. Senyuman yang akan selalu Kai berikan padanya, apapun keadaan Kai. Sungguh itu membuat Kyungsoo tidak bisa menahan tangisnya, dia memeluk erat Kai yang tak lama setelahnya pingsan tak sadarkan diri.

"Kai maafkan aku, maafkan aku. Karena aku... kau jadi seperti ini hiks." Ucap Kyungsoo disela-sela tangisnya. Kai yang mulai akan pingsan menyandarkan kepalanya dibahu Kyungsoo.

"Ya ampun... aku seperti melihat sebuah telenovela disini," Yunho berkata sinis sambil mendekati Kai dan Kyungsoo dengan berjalan perlahan. "Sudah aku bilang untuk menyerahkan dirimu padaku tapi... bocah itu malah sok jagoan." Lanjut Yunho yang kini tengah berdiri dihadapan Kai dan Kyungsoo.

Kyungsoo berhenti menangis dan melepas pelukannya. Dengan hati-hati dia menidurkan Kai yang tengah tak sadarkan diri itu. Kyungsoo mengecup bibir Kai sebelum akhirnya menatap tajam Yunho yang berdiri didepan wajahnya. Yunho membalas tatapan Kyungsoo dengan mata musangnya yang penuh intimidasi dan dingin.

"Ikut aku atau kubunuh kekasihmu." Tanya Yunho sambil makin mendekati mereka berdua. Sehun dan Luhan menatap Kyungsoo dan Kai dengan raut wajah khawatir, mereka tidak bisa melakukan apa-apa.

Kyungsoo dengan cepat mengangkat kedua tangannya pada Yunho. Yunho tersentak dan kaget dengan apa yang dilakukan oleh Kyungsoo.

'Tidak mung-.'

DUAR

Yunho yang mendapat serangan tiba-tiba dari Kyungsoo dan tidak sempat mengaktifkan kemampuan ilusinya terpental jauh sampai keluar dari rumah tersebut. Dinding rumah Luhan bahkan berlubang dan hancur berkeping-keping oleh kekuatan Kyungsoo. Membuat semua yang ada disana bisa melihat keadaan diluar sana yang gelap dan bisa melihat rintikan air hujan.

.

.

.

.

BaekYeol Side

Baekhyun tengah meronta-ronta dengan apa yang tengah dilakukan oleh Chanyeol padanya. Air matanya terus mengalir tidak terkontrol, karena rasa sakit di bahu dan lehernya yang digigit cukup kuat oleh Chanyeol hingga membiru dan mengeluarkan darah yang terus dijilati oleh Chanyeol. Tubuhnya sudah tidak kuat dan kian melemah, namun Baekhyun tidak menyerah untuk bisa melepas cengkraman Chanyeol dan kabur secepatnya dari sana.

Chanyeol begitu menikmati kegiatan menyiksanya sebelum dia akan memakan Baekhyun nanti. Dan jujur, Chanyeol juga sangat menikmati suara teriakan kesakitan Baekhyun yang membuatnya ingin cepat-cepat merasakan rasa dari namja manis didepannya ini. Chanyeol kini tengah bersiap menggigit bahu kiri Baekhyun namun kegiatannya berhenti ketika dia merasa tubuh Baekhyun melemas.

Chanyeol menatap Baekhyun yang tengah pingsan karena dirinya. Chanyeol berdecak pelan melihat Baekhyun, jika dia menyiksanya ketika dia tidak sadar maka hal itu tidaklah menyenangkan. Chanyeol kemudian melepas cengkraman tangannya pada kedua tangan Baekhyun, namun itu merupakan sebuah kesalahan untuk Chanyeol.

Baekhyun yang ternyata hanya berpura-pura pingsan dengan segera mengangkat satu kakinya hingga mengenai dagu Chanyeol dan satu kaki pada perut Chanyeol yang membuat Chanyeol meringis kesakitan akibat perbuatan Baekhyun. Tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, Baekhyun beringsut berdiri dan dengan cepat meninggalkan Chanyeol disana yang masih merintih kesakitan sambil memegang dagu dan perutnya.

"KURANG AJAR KAU BAEKKIE." Teriak Chanyeol murka melihat Baekhyun yang tengah kabur darinya. Chanyeol dengan segera berdiri dan bertransformasi menjadi bentuk monster dan terbang mengejar Baekhyun. Matanya menyiratkan rasa marah yang amat sangat, dan Chanyeol bersumpah ketika dia mendapatkan Baekhyun dia kan langsung memakannya karena memang dia sudah sangat lapar.

Baekhyun berlari sekuat tenaga dari kejaran Chanyeol, dengan kondisi tubuhnya yang tidak fit dan penuh dengan rasa sakit terutama dia leher dan bahunya. Namun, hal itu tak menghalanginya untuk terus berlari hingga ada seseorang yang akan menolong dirinya dari amukan Chanyeol yang mengerjar dirinya.

"TIDAK AKAN KUBIARKAN KAU KABUR BAEKKIE." Chanyeol berteriak keras dari atas sana, dia melihat Baekhyun yang berlari dengan kesusahan dan kelelahan. Matanya yang merah menatap tajam Baekhyun tak jauh dibawahnya dan dengan segera dia meluncur kebawah untuk menangkap Baekhyun.

Chanyeol kini meluncur didarat dengan cukup cepat, jaraknya dan Baekhyun pun makin menipis. Kedua tangannya dia julurkan kedepan untuk mencekik leher Baekhyun hingga mati sebagai balasan telah melukai dirinya.

DEG DEG

Chanyeol membeku merasakan tubuhnya mulai terasa aneh dan dia mulai kehilangan keseimbangan hingga terjatuh dan berguling-guling ditanah. Dia pun kini kembali menjadi wujud manusia dengan tiba-tiba. Chanyeol berusaha untuk berdiri kembali, namun tubuhnya terasa lumpuh terasa mati total. Chanyeol berusaha menggerakkan tubuhnya lagi namun hasilnya nihil.

Dia hanya bisa menatap langit diatasnya, karena menggerakan lehernya pun dia sulit. Dan sepertinya Baekhyun berhasil kabur darinya untuk yang kesekian kalinya. Chanyeol mengerti apa yang terjadi pada tubuhnya, selama ini dia tidak makan sehingga membuat sistem tubuhnya melemah dan bisa membuatnya sekarat. Chanyeol menutup kedua matanya dengan tenang.

'Sepertinya sudah saatnya aku pergi dari dunia ini... Syukurlah, setidaknya aku tidak akan membunuh manusia lagi.'

-OoO-

Chanyeol merasakan seseorang tengah mengangkat kepalanya oleh sebuah tangan, dan matanya pun terbuka. Menampilkan iris mata coklat teduhnya pada siapapun yang bertatapan dengan matanya. Chanyeol sedikit terkejut melihat Baekhyun dihadapannya tengah... menangis? Apa yang terjadi? Apa dia sudah mati? Tapi kenapa sentuhan Baekhyun begitu nyata?

Tangan kanan Baekhyun tengah memangku kepala Chanyeol sedangkan tangan kirinya memegang kedua tangan Chanyeol. Chanyeol tidak mengerti dengan apa yang terjadi disini, bukankah seharusnya Baekhyun sudah pergi meninggalkannya? Tapi kenapa dia masih ada disini?

"Maaf... maafkan kau Chanyeol hiks hiks maafkan aku." Isak Baekhyun, kedua matanya tertutup tanpa berani menatap wajah Chanyeol. Air mata terus mengalir dari sudut mata Baekhyun yang masih tertutup.

'Maaf? Kenapa dia minta maaf? Bukankan seharusnya aku yang meminta maaf? Aku adalah orang yang ingin membunuhnya, tapi kenapa dia meminta maaf padaku?' Batin Chanyeol tidak mengerti.

"Aku mengerti perasaanmu... aku mengerti kalau kau kesepian dan menahan rasa sakit dihatimu... hiks hiks aku mengerti itu aku mengerti. Kau sebenarnya tidak ingin melakukan semua ini, kau ingin seseorang mengerti dirimu. Kau ingin seseorang memperhatikanmu... kau tidak ingin hidup dalam kesendirian lebih lama. kau terpaksa melakukan semua ini."

Chanyeol tertegun mendengar kata-kata Baekhyun, hatinya sedikit sakit mengingat memori masa lalunya yang sangat menyakitkan. Air mata Baekhyun jatuh mengenai dahinya dan turun kebawah menuju sudut matanya lalu kembali turun. Seolah-olah dia tengah menangis menitikan air mata juga bersama Baekhyun.

"Kau hiks tidak ingin semua orang menatapmu sebagai seorang monster... kau ingin mereka menatapmu selayaknya manusia. Kau ingin hidup berdampingan dengan mereka dan merasakan rasa kasih sayang dan perhatian dari mereka. Aku tahu kau menginginkan itu Chanyeol." Baekhyun menangis makin keras mengingat cerita Lay tentang masa lalu Chanyeol yang menyayat hatinya.

"Maaf... maafkan aku sebelumnya. aku tidak bermaksud melukaimu Chanyeol, aku hanya takut."

Chanyeol menatap nanar Baekhyun yang masih menangis untuk dirinya.

'Dia... menangis untukku? Kenapa? Kenapa kau menangisi seekor monster sepertiku? Kenapa kau tidak tertawa bahagia melihat seekor monster yang akan mati? Kenapa kau malah menangis?' Chanyeol kemudian meringis menahan rasa sakit diperutnya yang amat sangat perih.

Baekhyun yang mendengar rintihan Chanyeol membuka matanya. Dia melihat Chanyeol tengah menahan rasa saki entah kenapa, mungkinkah seperti yang Lay katakan. Bahwa Chanyeol akan mati karena tidak memakan daging manusia?

Tangan kiri Baekhyun kini tengah berada didepan wajah Chanyeol.

"I-ini... makanlah tanganku. Aku tidak apa-apa bila hanya kehilangan tangan kiriku. Kumohon... hiduplah," Ucap Baekhyun dengan tubuhnya yang bergetar entah karena apa.

Mata Chanyeol terbuka dan menatap Baekhyun tidak percaya. Selama hidupnya, dia tidak pernah melihat ada seseorang yang mau mengorbankan dirinya untuknya. Hanya cacian, hinaan dan makian yang selalu dia terima. Tapi sekarang Baekhyun tengah...

"Kumohon... hiduplah Chanyeol." Baekhyun kini kembali menangis dengan air mata yang terus jatuh dari kedua pelupuk matanya.

Hati Chanyeol bergetar dengan apa yang dilakukan oleh Baekhyun. Sebuah senyum tulus tertampang diwajahnya untuk Baekhyun yang masih menangis sambil memejamkan matanya. Tangan kanan Chanyeol bergerak perlahan-lahan menuju arah belakang leher Baekhyun. Dengan sisa tenaga yang ada dia menarik leher Baekhyun mendekat menuju wajahnya, Baekhyun terlonjak kaget dengan apa yang dilakukan oleh Chanyeol. Mengerti apa yang akan dilakukan Chanyeol padanya, Baekhyun kembali menutup kedua matanya.

Bibir mereka kini bertemu satu sama lain. Menyampaikan makna perasaan yang terkandung dalam ciuman mereka, mereka masih tidak melepas tautan bibir mereka. Air mata mulai turun dari sudut mata Chanyeol perlahan-lahan. Air mata bahagia yang sudah hampir tidak pernah dia keluarkan selama hidupnya.

'Terima kasih... Baekkie'

TBC

Author minta maaf lagi gak bisa membalas review kalian lagi*jedugin kepala ketembok*. Aq ngetiknya dikantor sih jadi agak buru-buru juga minta maaf kalo ada banyak typho *deep bow* jujur aq nangis ngetik bagian BaekYeol (T_T)

Thanks to : Kitsune Syhufellrs, BabySuDo, Raichi Lee Sangjin ELF, Kie Eun Eri, TaoRis407, KDS, liaonduts, .5, Sungmin Lau, Emily Hwang, Brigitta Bukan Brigittiw, BlackDiamond17, BeBaek Cinta Chan Chan, gembul, dindut, BlackPearl08, Eternal Clouds, angelwin, mayuka57, Jung Jisun, Icyng, TarySHINeEXO, JK0603, Yooooona, Kim Woonkie, Reita, kimhyunshi.

KAMSAHAMNIDA CHINGUDEUL *hug*

Review Please