AN: Yay~ akhirnya bisa diupdate juga fic Evil Town setelah kerja lembur dan mendapat gaji pertama *ngibas-ngibas duit*#plak jadi semangat ngetik lanjutannya deh hehehe tapi besok kerja lagi (-_-"") pokoknya silahkan dinikamti aja deh dan maaf kalo banyak typho coz author ngebut dan ngetiknya jam 10 malam.

Untuk sekarang hanya KaiHun dan TaoRis side (terutama masa lalu Kris yang datang kepulau tersebut) dan untuk chap depan BaekYeol, SuLay, dan XiuChen.

Evil Town

Chapter Ten

KaiHun and TaoRis Side

Sehun menatap tidak percaya Tao yang ada didepannya, yang tak jauh dari jarak mereka berdiri. Matanya mulai berkaca-kaca melihat hyung tersayangnya masih hidup dan kini berdiri tidak jauh didepannya, menatap dirinya dengan ekspresi yang sama. Sehun berjalan perlahan menuju Tao, begitupun dengan Tao yang berjalan menuju Sehun dengan raut wajah yang perlahan memancarkan rasa lega dan bahagia.

Sehun memeluk Tao dan menangis didadanya, meluapkan perasaannya yang bahagia bisa bertemu dengan Tao lagi. Tao membalas dengan memeluk Sehun erat dan mengelus punggungnya dengan lembut. Hatinya senang melihat Sehun dalam keadaan baik-baik saja walau dia melihat ada luka disekitar tubuh Sehun, namun Tao lega saeng tersayangnya ini masih hidup.

Tao maupun Sehun sempat berpikir, apakah mereka bisa bertahan ditempat terkutuk ini? Apakah sahabat mereka yang lain masih selamat atau tidak? Pikiran itu terus berkecamuk didalam benak mereka dan terkadang membuat mereka tidak bisa menahan perasaan sedih mereka. Namun, dengan bertemunya salah satu dari mereka tersirat harapan bahwa teman mereka yang lain juga pasti selamat.

Luhan menatap Sehun dengan wajah bahagia, akhirnya Sehun menemukan teman-temannya yang lain. Namun entah kenapa, dihatinya sedikit tersirat rasa iri dengan Tao yang tengah memeluk Sehun. Terselip dihati Luhan, bahwa seandainya dialah yang berada diposisi Tao sekarang menggantikannya menenangkan Sehun. Kaget dengan pemikirannya barusan, Luhan menggelengkan kepalanya dengan apa yang dia pikirkan dan menepuk kedua pipinya.

'Sadarlah Luhan! kau ini bukan siapa-siapanya Sehun.' Batin Luhan dan dadanya sedikit terasa sakit dikala dia berkata seperti itu dalam hatinya. Luhan tidak tahu kenapa, tapi diawal dia bertemu dengan Sehun hingga saat sekarang ini. Sebuah perasaan asing, muncul dihatinya yang entah apa makna dan nama perasaan itu.

Sejujurnya, ketika Sehun pertama kali bertemu dengannya dirumahnya dan berteriak padanya dengan raut wajah khawatir. Hal itu, membuat hati Luhan bahagia dan senang karena Sehun memperhatikan dirinya. Bukan hanya itu, terkadang jika dia dekat dengan Sehun hatinya berdetak dengan cepat dan terkadang pipinya bersemu walau tidak terlalu terlihat dengan jelas, karena dia merasakan pipinya terasa hangat dikala itu.

Luhan menghela napasnya, bingung dan pusing dengan apa yang tengah dia rasakan ini. Pandangannya kembali pada Sehun dan Tao yang masih saling berpelukan dan saling menenangkan satu sama lain. Luhan kemudian mendekat pada Lupin dan memeluk tangan kanan Lupin, menyamankan dirinya pada sang kakak.

Kris yang menatap Tao memeluk Sehun juga sedikit atau mungkin banyak merasa sangat cemburu. Hei! Tao itu miliknya dan hanya miliknya seorang sekarang, dan bocah cengeng itu malah seenaknya memeluk kekasihnya itu. Ingin sekali Kris menembakkan timah panas pada namja yang memeluk Tao itu tanpa ampun. Tapi Kris sadar, mungkin namja yang sedang menangis itu adalah teman atau mungkin adik kekasihnya.

Tao sedikit terlonjak begitu dia mengingat saeng lainnya yaitu Kai. Mata Tao mulai mencari Kai yang dia yakin kini bersama dengan Sehun. Mata Tao melebar melihat Kai yang tengah digendong oleh seekor monster, melihat arah tatapan Tao yang terlihat terkejut. Kris pun mengalihkan pandangannya dan melihat seekor monster yang sedang menggendong seorang namja dibahunya. Kris benar-benar tidak tahu bahwa sedari tadi ada monster disana.

Dengan sigap Kris mengarahkan dua pistol revolver miliknya pada Lupin. Melihat Kris yang mengarahkan pistol pada kakaknya, Luhan dengan segera berdiri didepan Lupin dan membentangkan kedua tangannya, bermaksud melindungi Lupin dan agar Kris menurunkan pistolnya. Kris terkejut dengan apa yang dilakukan namja berwajah manis dihadapannya.

"He's my brother, don't shot him!." Seru Luhan sambil menatap tajam Kris.

Kris mengerinyitkan dahinya mendengar perkataan namja itu. 'brother?' monster mengerikan itu adalah kakak dari namja ini? Huh itu mustahil sekali. Mungkin saja monster itu mengendalikan pikiran atau menghipnotis namja berwajah manis itu agar melindungi dirinya. Kris masih mengacungkan kedua pistolnya pada Lupin.

"Don't be kidding me." Balas Kris yang juga menatap tajam Luhan.

"Grrhhhh." Lupin menggeram tidak suka pada Kris yang dia anggap bisa membahayakan adiknya Luhan.

Mendengar seruan Luhan, Sehun melepas pelukannya pada Tao dan melihat Luhan yang melindungi Lupin yang tengah dibidik oleh dua pistol revolver milik Kris. Sehun dengan segera berlari dan berdiri dihadapan Luhan.

"Jangan tembak Lupin, dia monster baik," Ucap Sehun dan menatap Tao. Tao mengangguk mengerti dan berjalan menuju memegang kedua pistol Kris dan menurunkannya. Kris menatap Tao yang menggelengkan kepalanya.

"Percayalah pada mereka Kris." Kata Tao lembut.

Kris menghela napasnya dan kembali menyimpan kedua pistol miliknya. Tao tersenyum lega dan mengecup bibir Kris kilat, lalu menuju kearah Sehun dan yang lain. Kris tersenyum menerima kecupan bibir dari Tao dan kembali menyamankan dirinya dikursi.

Sehun membulatkan mata dan mulutnya melihat Tao yang mengecup bibir Kris. Demi boneka panda yang sering Sehun curi dari Tao, hyungnya yang terlihat gahar itu mencium seorang namja dan berkata dengan sangat lembut. Oh oh apakah Tao terbentur seseuatu?

Sehun berbalik kebelakang dan menatap Luhan yang menatapnya.

"Are you allright?." Tanya Sehun sambil tersenyum pada Luhan. Membuat Luhan sedikit membeku karena debaran jantungnya yang berdetak dengan cepat saat Sehun tersenyum padanya. Dengan gugup Luhan mengangguk pelan. Tao berjalan mendekat pada Sehun setelah menenangkan Kris.

"Bagaimana keadaanmu Sehunnie? Dan kenapa Kai bisa tidak sadarkan diri seperti itu?." Ucap Tao dengan nada khawatir melihat Kai yang kini tengah dibaringkan oleh Lupin. Dengan sigap Kyungsoo yang dari tadi diam segera duduk disamping Kai dan mulai mengobatinya seadanya. Raut wajah Kyungsoo terlihat khawatir melihat keadaan Kai yang masih belum sadarkan diri.

Sehun sedikit terlonjak kaget dengan ucapan Tao. Entah Tao akan percaya dengan kata-katanya atau tidak, tapi... mengingat semua hal aneh dipulau ini. Kemungkinan cerita yang dibuat-buat juga pasti langsung dipercaya.

"O-oh itu kami baru saja diserang oleh seseorang yang sangat kuat hyung. Dan Kai hyung yang paling parah mendapat luka diantara kami."

"Seseorang? Bukan manusia aneh atau monster?." Tanya Tao. Sehun mengangguk.

"Manusia yang memiliki kemampuan melebihi manusia biasa dan orang itu," Sehun menunjuk kearah Kyungsoo dan Tao pun mengalihkan pandangannya pada Kyungsoo. "Salah satunya, dia yang berhasil mengalahkan orang yang menyerang kami. Dia sangat kuat dan untungnya dia dipihak kita." Jelas Sehun.

Tao sedikit terkejut dan mengingat seseorang yang sama dengan apa yang Sehun ciri-cirikan. Jika dia tidak salah, dia juga bertemu dengan seorang namja bernama Taemin yang memiliki kemampuan aneh. Jadi, dipulau ini bukan hanya namja bernama Taemin saja yang memiliki kemampuan aneh itu.

Kris tiba-tiba berdiri dari duduknya dan berlari menuju kearah Kyungsoo. Dengan sigap, Kris mengangkat kerah Kyungsoo hingga mereka bertatapan. Kris menatap tajam pada Kyungsoo, matanya penuh dengan amarah dan emosi. Berbeda dengan Kyungsoo yang menatapnya dengan pandangan tidak mengerti. Kontan hal itu membuat Sehun, Luhan, dan Tao kaget dengan apa yang dilakukan oleh Kris.

"Kau... apa kau anggota Illuminos juga? Apa kau yang bernama Jaejoong? Cepat jawab aku." Teriak Kris dengan nada marah dihadapan wajah Kyungsoo. Tao dengan segera memisahkan mereka terutama menenangkan Kris yang dilanda emosi entah karena apa.

"Kris tenangkan dirimu. Jangan emosi seperti ini Kris." Tao menenangkan Kris yang lambat laun mulai melepas cengkramannya pada kerah Kyungsoo.

BUKH

Kris menjatuhkan dirinya pada lantai dibawahnya dan duduk dengan satu tangan menutup wajahnya. Tao mendekat pada Kris dan memeluknya, Tao tahu sekarang Kris tengah menangis entah karena apa. yang bisa dia lakukan hanya memeluk Kris dan menenangkannya. Sehun dan Luhan menatap Kris dan Tao dengan pandangan tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Sama halnya dengan Kyungsoo, dia tidak mengerti dengan apa yang Kris lakukan padanya. Illuminos dan seorang bernama Jaejoong? dia tidak tahu apa-apa soal itu.

Tao menuntun Kris agar duduk kembali dengan nyaman dikursinya diikuti oleh Sehun dan Luhan. Sedangkan Kyungsoo kembali duduk disamping Kai, memegang erat kedua tangan Kai namun dengan arah pandangan mata menuju pada Kris dan Tao.

"Mian Tao, aku tidak bisa mengendalikan emosiku." Ucap Kris dengan wajah menunduk. Tao memegang kedua bahu Kris. "Tidak apa-apa aku mengerti. Kau pasti punya alasan bertindak seperti itu." Balas Tao.

"A-anu Kris-ssi tentang Illuminos dan orang bernama Jaejoong. Jika kau tidak keberatan... bisa kau beritahu kami siapa mereka." Sehun bertanya sedikit tidak yakin.

Untuk sesaat suasana sunyi. Mereka menunggu apa yang akan Kris ucapkan.

"Mereka adalah dalang dibalik semua ini."

Semua orang terlonjak kaget dengan apa yang dikatakan oleh Kris.

"Ma-maksudmu semua i-ini ulah manusia?." Tanya Sehun tidak percaya. Kris mengangguk dan membuat Sehun mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.

"Biadab, apa sebenarnya yang mereka lakukan? Ini benar-benar keterlaluan." Sehun menggeram marah. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa apa yang terjadi dipulau ini akibat ulah tangan manusia. Kris menghela napasnya dan mengangkat kepalanya menatap mereka semua yang ada disana.

"Akan kuceritakan apa yang aku tahu selama aku berada disini." Mulai Kris. Semua yang ada disana mulai diam untuk mendengarkan apa yang akan Kris ceritakan pada mereka. Karena sejujurnya, mereka tidak tahu apa-apa yang terjadi dengan pulau ini. Sehun menerjemahkan apa yang dikatakan Kris pada Luhan agar bisa dimengerti oleh Luhan apa yang diucapkan Kris.

"Aku berada disini karena sebuah kecelakaan pesawat. Hanya delapan orang yang selamat dalam ledakan yang terjadi pada pesawat yang kami tumpangi karena kami berhasil keluar dengan perasut sebelum pesawat menabrak bukit dan hancur berkeping-keping," Kris terdiam, mengingat kejadian saat itu membuat dadanya sesak. Tao mengelus punggung Kris dan tersenyum padanya, membuat hati Kris sedikit tenang karena Tao.

"Selanjutnya temanku yang bernama Key mati dibunuh monster bernama Zebilda yang mirip dengan kelelawar begitu kami menginjakan kaki ditempat ini. Sedangkan satu lagi anggota wanita elit kami Amber tewas oleh anggota Illuminos bernama Sulli. Illuminos adalah organisasi yang merencanakan kejahatan untuk menghancurkan dunia dengan penemuan mereka. Mereka membuat semacam virus berbentuk parasit bernama Helcesta, yang membuat manusia yang tertular menjadi monster atau zombie dan pulau ini adalah tempat percobaan mereka," Tao, Sehun, Luhan dan Kyungsoo masih tetap terdiam mendengar cerita Kris. Banyak dari mereka yang terkejut dan marah dengan apa yang terjadi, terutama oleh organisasi yang Kris bilang.

"Setelah berhasil kabur dari anggota Illuminos yang membuat kami terpecah menjadi dua grup. Teman-teman satu timku Wooyoung dan Nickhun tewas dibunuh monster lain yang menyisakan hanya aku yang berhasil hidup sampai saat ini. Setelah beberapa bulan aku mencari informasi apa yang terjadi dengan pulau ini, akhirnya aku berhasil menemukan temanku yang lain. Mereka bertiga adalah Xiumin, Donghae dan Siwon. Dan mereka bertiga tewas karena..." Kris menggigit bibir bawahnya dengan kuat hingga membuatnya berdarah.

Dengan sigap Tao memeluk Kris erat dan terisak karena tidak tega melihat orang yang dia cintai rapuh ketika menceritakan apa yang dia alami di pulau sialan ini.

"Sudah... jangan diteruskan Kris. Jangan membuat dirimu makin terluka mengingat masa lalumu." Ucap Tao masih sambil memeluk Kris. Kris masih tetap tidak bergeming dengan apa yang diucapkan oleh Tao.

"Mereka bertiga tewas karena aku."

Flash Back

Kris tersenyum melihat rekan satu pasukannya kini berdiri dihadapannya. Setelah berbulan-bulan dia berjalan tidak tentu arah dan tidak tahu harus pergi kemana. Kini dia berhasil bertemu dengan teman-temannya yang ternyata masih ada yang hidup. Matanya berkaca-kaca mengingat teman-temannya mati dihadapannya dan sekarang dia berhasil menemukan teman-temannya yang masih dalam keadaan hidup. Dia bersyukur, sangat bersyukur karena bisa bertemu dengan mereka. setidaknya... dia tidak akan kesepian lagi sekarang.

Xiumin, Donghae, dan Siwon membalas senyum Kris dan merasakan hal yang sama dengan apa yang Kris rasakan. Mereka bertiga senang ternyata selain mereka masih ada yang hidup dan itu adalah Kris, dongsaeng mereka yang mereka sayangi. Kris mulai berjalan perlahan menuju mereka bertiga yang tengah menghangatkan diri dihadapan api unggun.

Tanpa menghapus senyum diwajahnya, Kris berjalan menuju kearah tiga namja yang berwajah bahagia melihatnya. Mereka berpelukan satu sama lain dan Kris menangis didepan mereka karena bahagia bisa bertemu dengan Xiumin dan Donghae yang menangis bahagia Kris masih hidup, Siwon juga merasakan hal yang sama.

Mereka berempat akhirnya bersama-sama mencari jalan keluar dari pulau ini dan mengumpulkan banyak informasi yang bisa mereka temukan. Mereka saling membantu satu sama lain, tidak ada satupun dari mereka yang akan membiarkan salah satu dari mereka kembali tewas dihadapan mata mereka.

Tanpa terasa, mereka mulai terbiasa dan makin bertambah kuat untuk bisa bertahan dipulau menyeramkan ini. Mereka sudah hapal betul monster-monster macam apa yang ada disana dan penyebabnya. Seperti monster yang membunuh Key adalah dulunya seekor kelelawar yang terkontaminasi virus. Monster besar yang membunuh Wooyoung dan Nickhun yang merupakan sebuah eksperimen sebuah organisasi yang Kris ketahui bernama Illuminos dan mosnter lainnya yang sudah mereka kenali.

Mereka berempat kini tengah beristirahat disebuah hutan dengan api unggun didepan mereka. mereka baru saja menemukan bahan makanan yang mereka dapat dari sebuah pedesaan yang kosong tak berpenghuni. Kris dan Donghae terlihat sangat lahap memakan ikan bakar mereka, membuat Xiumin dan Siwon tertawa pelan.

Yah... Walaupun mereka hidup sulit dipulau ini karena ancaman dari monster dan kekurangan makanan. Namun... mereka masih tetap menerima semua ini karena mereka bersama-sama menghadapinya, sehingga tidak terlarut dalam kesedihan yang berlarut-larut.

Tanpa mereka sadari, seseorang tengah mengawasi mereka dari atas pohon dengan senyum menyeringai.

Disaat mereka tengah berbincang-bincang, tiba-tiba tubuh Kris membeku dan entah kenapa tidak bisa digerakan. Bukan hanya tidak bisa bergerak, tetapi juga tidak bisa berbicara sama sekali. Tanpa komando dari dirinya sendiri, salah satu tangannya mengambil sebuah pistol dari balik sakunya dan mengacungkannya pada tiga orang dihadapannya tepatnya pada Donghae.

Kontan hal itu membuat ketiga namja lainnya terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Kris.

"Kris apa yang-."

DOR

Ucapan Donghae terputus karena dirinya ditembak oleh pistol Kris. Peluru itu tepat mengenai jantungnya dan membuat dirinya ambruk dan tewas seketika. Siwon dan Xiumin membulatkan matanya dengan apa yang dilakukan oleh Kris. Mereka kemudian menatap Kris dengan raut wajah shock dan tidak percaya.

'Apa yang terjadi denganku? Kenapa tubuhku bergerak sendiri? Oh Tuhan apa yang sudah kulakukan? Aku telah membunuh Hae hyung dengan tanganku sendiri. Seseorang tolong hentikan aku.' Batin Kris shock setelah apa yang dia lakukan namun wajahnya terlihat tanpa emosi.

Kris mengacungkan pistolnya pada Siwon dan menembaknya, namun dengan cepat Siwon menerjang kearah samping menghindari peluru Kris yang hampir mengenai kepalanya.

"Kris apa yang kau lakukan?." Seru Xiumin panik melihat kedaan Kris yang sangat aneh. Hatinya terluka dan marah melihat Kris membunuh Donghae begitu saja. Apa yang sebenarnya terjadi pada Kris? Xiumin benar-benar tidak mengerti.

Karena terlalu sibuk dengan pemikirannya, Xiumin tidak tahu jika Kris tengah menuju kearahnya dengan membawa sebuah pisau, bermaksud menusuk Xiumin. Namun Siwon menghalangi Kris sehingga dialah yang tertusuk oleh pisau Kris. Siwon menahan rintihan rasa sakitnya, dengan sekuat tenaga menahan kedua tangan Kris agar tidak bisa bergerak. Xiumin terjatuh kebelakang akibat dorongan Siwon dan dia terkejut melihat Siwon melindunginya dari Kris yang akan menusukkan sebuah pisau belati padanya.

'Kumohon... hentikan aku. Apa yang terjadi denganku? Siwon hyung, maafkan aku. Aku tidak mengerti apa yang terjadi dengan tubuhku. Tubuhku bergerak dengan sendirinya' Kris menangis dalam hati. Dia tidak tahu apa yang terjadi padanya, terlebih hatinya terluka sangat ketika dia membunuh Donghae dan melukai Siwon saat ini. Air mata mulai mengalir dibalik wajah Kris yang yang tanpa emosi itu.

"A-aku tahu i-itu bukanlah kau Kris hahh hahh sadarlah Kris." Ucap Siwon disela rasa sakit diperutnya yang tertancap pisau Kris. Xiumin mulai menangis dengan apa yang terjadi saat ini, terlebih dia merasa bersalah pada Siwon yang mengorbankan dirinya.

'Siwon hyung maafkan aku. Aku juga ingin menghentikan ini, tapi aku tidak bisa mengendalikan tubuhku. Tolong aku... kumohon... siapapun hentikan aku...' Air mata mulai mengalir dengan deras dari mata Kris.

Siwon mulai kehilangan banyak darah yang keluar dari perutnya yang masih tertancap oleh pisau Kris. Percuma dia menahan tangan Kris, karena tangan Kris masih tetap tidak mau terlepas bahkan makin memperdalam tusukkan pisau tersebut. Dia melihat kebelakang, dimana Xiumin tengah terduduk dengan air mata yang masih mengalir deras.

"La-larilah... orang ini bukanlah Kris... ingat itu Xiumin... Cepathhh la-la." Mata Siwon tertutup dan tidak sadarkan diri setelahnya. Dia telah tiada, pergi untuk selama-lamanya.

Kris menarik pisau tersebut dari perut Siwon dan membuat Siwon limbung jatuh ketanah. Darah merah makin deras keluar dari luka bekas tusukkan pisau Kris. Darah merah Siwon kini mengotori tanah, Xiumin menatap Kris yang tengah menangis tanpa emosi dengan perasaan takut. Kris mulai mendekati dirinya dan berhenti tepat didepannya.

"A-apa yang terjadi denganmu Kris? Sadarlah... I-ini aku Xiumin."

Xiumin hanya bisa menatap pilu Kris yang ada didepannya. Kris menangis namun wajahnya begitu terlihat dingin dan tanpa emosi apapun. Secara diam-diam Xiumin mengambil sebuah tongkat dibelakangnya tanpa diketahui oleh Kris dan secepat kilat Xiumin berdiri dan memukul Kris tepat dipinggangnya hingga Kris terjatuh.

Xiumin berdiri dihadapan Kris dengan napas yang mulai terengah-engah. Dia menatap Kris yang mulai kembali berdiri, wajah Kris terlihat tidak merasakan sakit walau Xiumin tahu pukulan itu cukup keras. Xiumin merasa bersalah telah bertindak kasar pada Kris, namun dia terpaksa melakukan ini untuk melindungi dirinya. Kris berdiri berhadapan dengan Xiumin dan mengacungkan kembali pistol miliknya pada Xiumin.

"Wu Yi Fan sadarlah... Aku tahu ini bukan kau." Kata Xiumin pasrah.

"Benar sekali~."

Xiumin terkejut mendengar seseorang membalas perkataannya dan matanya langsung tertuju pada seorang namja yang tengah duduk disebuah pohon. Namja itu balas menatap dirinya sambil tersenyum manis.

"Siapa kau? Dan apa kau yang membuat Kris seperti itu?," Teriak Xiumin pada namja tersebut. Sang namja masih tersenyum tanpa menghiraukan pertanyaan Xiumin padanya. Kontan saja hal itu makin membuat Xiumin murka.

"Jawab aku brengsek!."

"Aigoo~ kau sangat kasar sekali. Hmm... kita lihat saja perbuatan siapa ini."

Namja itu kemudian mengarahkan satu tangannya pada Kris. Jari-jarinya dia gerakkan sesuai dengan irama dan seketika tubuh Kris bergerak maju pada Xiumin dengan pistol masih berada digenggaman tangannya. Xiumin terkejut dengan apa yang namja itu lakukan. Ternyata memang benar. Semua ini ulah namja brengsek itu.

"Seperti yang kau tahu. Aku mengendalikan tubuh temanmu itu untuk membunuh kalian. Ah... tidak maksudku membunuh satu sama lain hahaha,"

Xiumin menggeram marah dan mengepalkan kedua tangannya hingga memutih.

"Nah sekarang waktunya pertunjukan."

Namja itu menggerakkan jari-jarinya cukup cepat dan alhasil Kris bertindak dengan lebih gesit. Kris memukul wajah Xiumin dengan pistolnya, membuat Xiumin limbung dan hampir terjatuh. Tanpa ampun Kris kembali mengahajar Xiumin, namun Xiumin juga melawan perlawanan dari Kris dengan manahan pukulan Kris.

"Ahahahah... ini tontonan yang sangat menarik." Seru namja misterius itu antusias melihat Kris dan Xiumin yang tengah bertarung.

Mereka terus berkelahi tanpa menunjukkan bahwa salah satunya akan berhenti. Kris hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi padanya. Hatinya begitu sakit melihat dirinya melukai orang-orang yang dia sayangi bahkan membunuh mereka, rasanya dia ingin mati saja bila sekarang dia harus melukai Xiumin atau membunuhnya.

Xiumin mulai terlihat kelelahan setelah hampir setengah jam mereka bertarung satu sama lain dan mereka kini entah berada dimana. Karena terlalu fokus pada pukulan Kris, Xiumin tidak sadar bahwa dibelakangnya terdapat sebuah jurang. Namja yang mengendalikan Kris itu tentu tidak melewatkan sebuah kesempatan itu. Dengan sebuah gerakan dari jarinya, Kris dengan sigap mendorong Xiumin cukup kuat hingga Xiumin terjatuh kedalam jurang tersebut.

'Xiumin hyuunngggg.' Teriak Kris dalam hati.

"Wah wah... akhirnya selesai juga~," Ucap sang namja misterius yang berada dibelakang Kris. Kris masih tidak bisa menggerakkan badannya sama sekali.

"Namaku Jaejoong anggota Illuminos, suatu saat kita pasti akan bertemu lagi. Selamat tinggal Kris." Sang namja bernama Jaejoong itu kemudian pergi dari sana dengan tersenyum senang. Tubuh Kris kini tengah kembali normal setelah Jaejoong pergi. Kris menggerakkan badannya yang sebelumnya tidak mematuhi apa yang dia perintahkan.

Kris menatap sekelilingnya, dia melihat tubuh tidak bernyawa Donghae dan Siwon dengan tatapan mata menyesal. Pandangannya kini terarah pada jurang dihadapannya, tempat dimana Xiumin jatuh kedalam sana. Hatinya terasa sesak mengingat dirinyalah yang mendorong Xiumin hingga terjatuh dari kedalam sana.

Air mata kembali membasahi pipi Kris, Kris menangis terisak karena merasa dirinya yang patut disalahkan atas apa yang terjadi. Lutut Kris terasa lemas ketika memikirkan hal itu, Kris mulai limbung dan terduduk ditanah. Matanya masih menatap kosong dan penuh dengan luka. Kris menatap kelangit, dimana masih sama seperti dia pertama kali dia datang ketempat terkutuk ini. Gelap dan kelam, itulah gambaran langit disana.

Setitik air turun dari langit dan menimpa wajah Kris, dan perlahan jumlah rintikan itu semakin banyak. Hujan tiba-tiba mengguyur tempat dimana Kris masih tengah berlutut dengan pandangan kosong menuju langit. Langit sepertinya tengah merasakan hal yang sama dengan apa yang Kris rasakan.

TBC

Thanks To : BeBaek Cinta Chan Chan, Jung Jisun, angel win, JIRA, Kim Eun Eri, Brigitta Bukan Brigittiw, TaoRis407, sari2min, Kim Woonkie, mayuka57, Kimhyunshi, Taryshineexo, Blackpearl08, Yooooona, anonstalker, Emily Hwang, Sunnyduck, Haerafishy, Htaey029, BlackDiamond17, kyumin-baekyeol, sherry dark jewel, Saranghae Taoris, aini, Guest, dinodeer, chan, Eternal Clouds, BaekYeol Shipper, tikaaa, septaaa, BubbleTea.

Kamsahamnida atas review kalian *hug & kissu*#plak mian gak bisa dibalas lagi tapi chap depan aq usahai review kalian aq balas

Review Again Please *Puppy Eyes bareng Sehun & Luhan*