Evil Town

Chapter Eleven

XiuChen Side

Chen terlihat tengah tertidur dengan nyaman, tubuh bagian atasnya bersandar pada badan Baek-Gu yang berbulu tebal dan hangat. Chen pingsan setelah dia sadar bahwa dia tengah menunggangi seekor anjing atau mungkin serigala besar sehabis terjatuh dari udara ketika seekor monster menculik dan membawanya pergi dari teman-temannya.

Xiumin tengah menghangatkan diri dihadapan api unggun yang baru dia buat dengan posisi saling berhadapan dengan Chen dan Baek-Ge. Baek-Gu juga tengah tertidur dengan lelap setelah seharian mereka berkelana tak tentu arah. Mereka kini sedang beristirahat ditengah hutan yang cukup sunyi dan gelap.

Xiumin mengalihkan pandangannya dari api unggun menuju Chen yang tengah tertidur itu. Xiumin tidak menyangka akan ada manusia lain lagi yang datang kepulau ini selain dirinya dan teman-temannya. Jika Xiumin tidak salah, orang dihadapannya ini adalah anggota sebuah grup band papan atas dari Korea Selatan bernama EXO. Namun, Xiumin tidak tahu nama orang tersebut karena dia hanya pernah melihat mereka sekilas ditelevisi.

Chen mulai terlihat gelisah dalam tidurnya, terbukti dengan gerakannya yang bergerak ke kanan dan ke kiri. Xiumin yang melihatnya berspekulasi sepertinya Chen tengah dilanda mimpi buruk, terlihat juga karena Chen berkeringat. Perlahan Chen mulai kembali tenang dan matanya mulai terbuka perlahan-lahan.

Pandangannya yang semula buram kini terlihat cukup jelas, dan Chen sedikit terkejut melihat seorang namja yang tengah memperhatikan dirinya.

"Kau sudah bangun?." Sang namja itu bertanya pada Chen dan melepas pandangannya menuju api unggun. Chen tidak menjawab karena merasa takut dengan orang asing yang ada didepannya ini.

Namja itu memakai pakaian selayaknya tentara namun cukup berantakan. Sama berantakannya seperti pakaian dirinya, berwajah asia sedikit bulat dan manis dengan pipi chubbynya. Chen langsung menggelengkan kepalanya setelah mengomentari wajah namja asing itu dipikirannya.

Xiumin yang tidak sengaja melihat Chen menggeleng-gelengkan kepalanya membuat alisnya mengerinyit heran dengan tingkah Chen.

"Kau tidak apa-apa?." Tanya Xiumin lagi dan berhasil membuat pandangan mereka bertemu satu sama lain. Chen sedikit gugup melihat Xiumin entah karena apa. Chen mengangguk pelan membalas pertanyaan Xiumin padanya.

Sebelum Chen berbicara, Chen merasa aneh dengan dirinya. Belakang tubuhnya terasa sangat hangat dan entah kenapa begitu nyaman, terasa seperti menyentuh sebuah karper lembut. Chen menengok kesebelah kanan, membuat mata dan mulutnya langsung terbuka lebar melihat seekor anjing atau mungkin serigala besar tengah tertidur dan dirinya kini tengah bersandar pada perut mahluk tersebut.

Chen tergagap-gagap, entah kenapa dia sulit untuk berbicara. Jantung Chen mulai berdetak cepat karena rasa takut dan tubuhnya mulai berkeringat dingin. Xiumin hanya terkikik geli melihat ekspresi lucu Chen yang melihat Baek-Gu.

"A-a-a-a huaaaaaahhhh." Chen berteriak dan bangkit segera menuju kearah Xiumin. Dia bersembunyi dibelakang Xiumin tanpa mau menatap Baek-Gu.

Suara teriakkan Chen membuat Baek-Gu terbangun dari tidurnya dan sedikit menggeram kecil. Mendengar suara geraman tersebut malah membuat Chen makin ketakutan dan tanpa sadar dia memeluk Xiumin dari belakang cukup erat. Xiumin membeku merasakan pelukan Chen yang begitu erat padanya dan bahkan Xiumin bisa mendengar melodi detak jantung Chen.

Wajah Xiumin sedikit merona karena hal itu. Xiumin menatap kebelakang dimana Chen yang masih ketakutan memeluk dirinya dan menyembunyikan wajahnya dibelakang punggung Xiumin. Baek-Gu menatap dua orang dihadapannya dengan wajah bingung, instingnya mengatakan majikannya Xiumin terlihat sangat gugup dan manusia dibelakangnya terlihat ketakutan.

"He-hei... jangan takut seperti itu. Baek-Gu tidak akan melukaimu." Ucap Xiumin.

Chen terdiam mendengar perkataan Xiumin. Chen kemudian menatap wajah Xiumin yang cukup dekat dengan wajahnya. Suasana tiba-tiba menjadi hening disana. Xiumin dan Chen masih saling menatap satu sama lain. Arah mata mereka terkunci dan saling melihat bola mata yang ada dihadapan mereka.

"Guk!." Baek-Gu menggonggong dan membuat Xiumin dan Chen tersadar. Dengan segera Chen melepas pelukannya dari Xiumin dan sedikit mundur kebelakang. Mereka berdua kini terlihat sangat canggung karena kejadian sebelumnya, Xiumin menatap kekanan dan Chen menatap kebawah.

"Ka-kau sudah tidak apa-apa sekarang?." Tanya Xiumin untuk kesekian kalinya. Arah padangan Xiumin masih mengarah pada sebuah pohon namun bola matanya sedikit melirik Chen.

"N-ne, aku baik-baik saja." Jawab Chen pelan masih menatap kearah bawah.

"O-oh baguslah."

"Ngomong-ngomong."

"Ne?."

"Namaku Kim Jongdae dan biasa dipanggil Chen." Kata Chen memperkenalkan diri dengan sedikit membungkukan badan.

"A-ah ne, Chen-ssi. Namaku Kim Minseok dan kau bisa memanggilku Xiumin," Xiumin juga membungkukan badannya dan kemudian menatap Baek-Gu. "Sedangkan anjing besar ini adalah Baek-Gu. Jangan khawatir, dia tidak akan melukai dirimu."

"Mianhae sebelumnya Xiumin-ssi karena aku ketakutan melihat anjingmu." Ucap Chen dengan nada menyesal.

"Tidak apa-apa Chen-ssi. Tapi kau bisa memanggilku Xiumin saja, tidak perlu memakai embel-embel ssi."

"Kalau begiru kau juga bisa memanggilku Chen saja, tidak perlu memakai embel-embel ssi."

Setelah Chen berkata seperti mereka berdua tertawa, membuat suasana yang tadinya canggung sedikit menjadi lebih santai.

-o0o-

Lay tengah memperhatikan seonggok tubuh monster yang tengah dia kejar sebelumnya. Monster yang telah menculik Chen itu sudah mati dihadapannya, dan Lay berspekulasi bahwa monter itu mati beberapa saat yang lalu. Kedua matanya menatap pada dua lubang ditubuh monster itu, dan dilihat dari ukuran dan bekasnya kemungkinan monster itu mati ditembak oleh seseorang.

Lay menatap sekelilingnya yang sangat sunyi dan tidak bisa merasakan ada hawa kehadiran lainnya terutama Chen. Dia juga tidak bisa menemukan sebuah jejak kaki Chen sama sekali.

"Sial! Aku kehilangan dia." Ucap Lay kesal dan kembali berlari menuju yang lainnya.

-o0o-

XiuChen Side

Xiumin dan Chen kini tengah santai bersandar pada perut Baek-Gu yang berbulu lembut dan hangat itu. Chen kini sudah tidak takut lagi dengan Baek-Gu berkat Xiumin. Baek-Gu ternyata sama saja dengan anjing biasa lainnya, namun fisiknya yang berbeda dari anjing normal.

Baek-Gu juga cukup manja pada Xiumin dan sekarang pada dirinya juga. Baek-Gu selalu ingin mendapat sebuah pelukan atau sentuhan lembut dari Xiumin dan hal itu membuat Chen terkikik geli melihat Xiumin yang susah payah melakukan hal tersebut pada Baek-Gu yang notabene anjing yang berukuran besar.

Namun juga Chen berani dan tidak keberatan melakukan hal yang sama dengan Xiumin lakukan pada Baek-Gu. Chen sangat menikmati hal tersebut, terlebih saat Baek-Gu menikmati sentuhannya dan wajahnya sangat terlihat manis dengan bola mata puppynya yang cantik dan besar. Namun, sebuah pemikiran melintas didalam benak Chen.

Chen menatap Xiumin yang tengah menutup matanya, menikmati posisinya tersebut. Chen tidak tahu apa dia harus mengatakan hal tersebut atau tidak pada Xiumin. Sadar sedang diperhatikan, Xiumin membuka matanya dan balas menatap wajah Chen.

"Waeyou?." Tanya Xiumin.

Chen terlihat menundukkan kepalanya, gugup dan mungkin sedikit takut untuk berkata.

"Bisa kau jelaskan Baek-Gu itu apa? Maksudku kenapa kalian bisa sangat akrab dan kenapa Baek-Gu berukuran besar? Tapi jika kau tidak mau bercerita, aku tidak memaksa." Chen kemudian menatap Xiumin dengan pandangan menyesal.

Xiumin tersenyum, mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Pandangan Xiumin kini mengarah keatas dan kemudian makin menyamankan tubuhnya pada Baek-Gu.

"Pertama kali aku bertemu Baek-Gu adalah ketika aku terjatuh kedalam jurang karena sesuatu. Dibawah jurang itu terdapat sungai yang berarus deras dan aku terjatuh kesana dan hanyut terbawa arus sungai." Xiumin menatap Chen yang menatapnya dengan tatapan sedih.

"Kau mengalami hal yang sulit Xiumin." Ucap Chen.

"Kurasa kau juga." Balas Xiumin dan Chen mengangguk pelan.

"Selanjutnya, aku pikir aku sudah mati setelah tercebur dan terbawa arus sungai tersebut karena setelahnya hanya gelap yang kau lihat. Namun, aku merasa ada sesuatu yang sedang menyentuh pipiku dan hal itu membuatku terbangun dan sadar bahwa aku masih hidup. Ketika aku membuka mata, yang pertama kali kulihat adalah seekor anjing putih yang menjilati wajahku.

Flash Back

Xiumin yang tersadar kemudian terbatuk-batuk karena mulut dan hidungnya kemasukan air. Xiumin kembali berbaring setelah keadaannya cukup baik dan menatap seekor anjing putih ukuran dewasa atau mungkin remaja duduk diam disisi kanannya. Tubuhnya terasa sangat sakit dan juga sangat lapar. Dia juga melihat kain bajunya yang terlihat seperti ditarik oleh sesuatu. Mungkin karena anjing putih itu yang menyelematkannya dengan menyeretnya dari sungai menuju daratan.

"Gomawo..." Terima kasih Xiumin pada anjing putih itu dengan raut wajah kelelahan. Sang anjing yang mengerti ucapan Xiumin kembali mendekat pada Xiumin dan menjilat wajahnya untuk sebentar. Xiumin tersenyum menerima perlakuan tersebut dan matanya kini mengarah pada keadaan disekitarnya.

Sungai berada disebelah kirinya dan dia berada disebuah padang rumput yang cukup luas disana. Sang anjing kemudian pergi dari sana, membuat Xiumin heran dan berteriak agar anjing itu kembali. Sejujurnya Xiumin merasa nyaman dengan adanya anjing itu karena ada yang menemaninya namun ketika anjing itu pergi membuatnya terasa kesepian.

Xiumin bangkit dengan susah payah dan akhirnya dia bisa duduk dengan cukup nyaman. Xiumin kembali menatap sekelilingnya dan mengingat kejadian sebelumnya dimana dia terjatuh kedalam jurang akibat didorong oleh Kris ah... bukan, itu bukan ulah Kris. Xiumin terlonjak kaget mendengar sebuah suara dan arah matanya mengarah pada asal suara tersebut.

Xiumin tersenyum senang melihat anjing putih itu kembali dan terlihat membawa sesuatu tepatnya menarik sebuah kain yang berisi beberapa buah-buahan. Anjing itu kemudian menaruh kain yang diatasnya berisi buah-buahan itu pada didepan Xiumin. Sang anjing kemudian mengigit sebuah apel dan memberikannya pada tangan Xiumin. Xiumin menatap anjing itu dengan mata berkaca-kaca.

"Untukku?." Tanya Xiumin dengan nada sedikit serak. Xiumin bersyukur saat ini, dia tidak kesepian lagi karena ada anjing putih itu disampingnya. Xiumin sekuat tenaga menahan air matanya meningat Donghae dan Siwon juga Kris yang kini tidak berada disampingnya lagi.

Mengerti apa yang diucapkan oleh Xiumin, anjing itu kemudian menangguk dan menjulurkan lidahnya. Xiumin kemudian memakan apel itu dengan air mata yang mulai turun dari kelopak matanya dan mulai membasahi pipinya. Anjing itu masih setia duduk disamping Xiumin dan menatap Xiumin yang makan dengan lahap karena memang dia sangat kelaparan.

Setelah menghabiskan buah-buah tersebut yang juga dia berikan pada anjing putih tersebut. Dia benar-benar sangat berterima kasih pada anjing ini, karena tanpa dia mungkin Xiumin sudah mati ditempat ini. Xiumin terlihat berpikir sebentar dan kemudian memeluk anjing tersebut.

"Mulai sekarang, kau akan ku panggil Baek-Gu dan aku dalah majikanmu." Xiumin melepas pelukannya dan menatap Baek-Gu sambil tersenyum. "Namaku Kim Minseok dan kau bisa memanggil majikanmu Xiumin Baek-Gu." Xiumin kemudian mengelus kembali kepala Baek-Gu. Baek-Gu menggonggong setelah mendengar ucapan Xiumin dan memejakan matanya ketika Xiumin mengelus kepalanya.

"Anjing pintar."

-o0o-

Setelahnya, Xiumin dan Baek-Gu mulai berkelana dari satu tempat ketempat lainnya. Mereka makan bersama dan bahkan bertarung dengan monster bersama-sama setelah sebelumnya Xiumin menemukan senjata api disalah satu pedesaan yang mereka singgahi. Hubungan manusia dan peliharaan mereka semakin erat dan bahkan seperti hubungan sebuah keluarga, dimana mereka saling melindungi satu sama lain.

Xiumin kini tengah memandikan Baek-Gu dan Xiumin sendiri pun tengan membersihkan diri di sungai setelah dua hari mereka tidak membersihkan diri. Bulu putih Baek-Gu yang kotor karena noda darah dan tanah kini kembali bersih dan berwarna putih kembali. Xiumin pun yang terlihat kotor terlihat segar sehabis mandi.

Setelah Xiumin kembali berpakaian dan membereskan peralatannya, dia dan Baek-Gu kembali melanjutkan perjalanan mereka. Baek-Gu dengan setia berjalan disamping Xiumin dan tak pernah meninggalkan dirinya sejak mereka bertemu. Baru beberapa menit Xiumin dan Baek-Gu berjalan. Mereka dikejutkan dengan seorang manusia yang berteriak kesakitan dihadapan mereka. Xiumin dan Baek-Gu dengan segera berlari kearah asal suara tersebut.

-o0o-

Seorang namja tengah merintih kesakitan sambil memegang kakinya yang patah dan bengkok. Dihadapannya kini berdiri dengan angkuh seorang yeoja yang memakai sebuah jubah berwarna merah tua. Yeojya itu menatap jijik sang namja dengan memegang sebuah figura boneka jerami berbentuk manusia ditangannya.

"Hentikan... kumohon... ampun..." Sang namja berkata disela rasa sakit pada kakinya.

"Aku tidak pernah mengampuni seseorang jika kau ingin tahu." Ucap sang yeojya sinis membuat sang namja makin ketakutan. Yeojya itu terlihat bermain-main dengan salah satu tangan boneka figura manusia tersebut dan membuat sang namja terlihat panik.

"Ku-kumohon ja-jangan lakukan. Apapun akan aku lakukan asal kau tidak membunuhku." Mohon sang namja tersebut namun diabaikan oleh sang yeojya. Sang yeojya kemudian melipat tangan boneka tersebut..

KRETEK

"ARRGGGHHHTTT." Jerit sang namja begitu salah satu tangannya terasa sakit dan ngilu akibat tulangnya patah dan membuat tangan tersebut kini terihat mengerikan. Bagian siku sampai jari tangannya menjuntai akibat tulang sikunya patah.

"Hiks kumohon nona... hiks jangan bunuh aku." Sang namja mulai terlihat pasrah dengan air mata kesakitan yang terus mengalir.

"Berisik! Jika kau tampan maka akan kuampuni... tatapi kau sangat jelek hahaha." Yeojya itu tertawa puas, merasa sangat senang menyiksa namja dihadapannya.

"Hentikan perbuatanmu itu!." Seru Xiumin yang tiba disana bersama Baek-Gu.

Seruan Xiumin kontan membuat dua pasang mata menatapnya. Sang namja menatap Xiumin dengan pandangan memohon dan sang yeojya menatap Xiumin dengan menyeringai. Sang namja berjalan dengan susah payah kearah Xiumin.

"Tu-tuan... siapapun kau, kumohon... tolong selamatkan aku tuan." Pinta namja tersebut dengan berjalan terseok-seok ditanah.

Sang yeojya mengeluarkan sebuah peniti yang menempel dicelananya. Dengan tiba-tiba dia menusukkan jarum itu kearah dada figura boneka ditangannya.

JLEB

Sang namja mulai mengeluarkan darah dari mulutnya dan matanya juga menatap kebawah kearah dadanya yang entah kenapa terasa sangat sakit dan mengeluarkan darah cukup banyak. Tak lama dia ambruk dan tewas seketika begitu jantungnya berhenti berdetak.

Xiumin menatap tidak percaya dengan apa yang dia lihat, namun entah kenapa keadaan sang namja yang seperti itu terlihat familiar dibenaknya. Xiumin membeku mengingat semuanya dan kemudian dia menatap sang yeojya yang masih angkuh berdiri tak jauh dari hadapannya.

"Kau... kau orang yang sama yang telah membunuh Amber benar? Kau orang yang bernama Sulli benar kan?." Tanya Xiumin dengan nada marah pada yeojya tersebut.

"Ckckck... namja tampan dan manis sepertimu seharusnya jangan kasar pada seorang yeojya. Dan aku tidak pernah peduli pada siapapun orang yang sudah aku bunuh. Entah itu namanya atau wajahnya"

"Kau lebih mirip seperi iblis."

"Terima kasih tuan tampan dan oh... anjingmu sangat lucu sekali." Yeojya bernama Sulli itu menatap Baek-Gu yang menggeram padanya.

"Jangan pernah kau berani menyentuh anjingku." Kata Xiumin tajam.

"Oh... kau ternyata sangat perhatian pada anjingmu tuan tampan."

"Berhenti memanggilku tuan tampan dasar wanita iblis."

"Baiklah tuan yang berwajah manis."

"Fuck." Maki Xiumin karena kesal dengan yeojya dihadapannya yang malah tersenyum remeh.

"Aku sudah tahu kemampuanmu, kau hanya bisa melakukan penyiksaan melalui boneka jerami ditanganmu jika kau mendapatkan rambut atau darah dari korbanmu. Benar begitu?."

Tiba-tiba Sulli berlari menuju kearah mereka setelah mendengar ucapan Xiumin dan bertarung satu sama lain. Xiumin dengan hati-hati dan waspada bertahan dan kadang melawan agar Sulli tidak mendapatkan rambut atau darah darinya. Namun, Sulli berhasil mendapatkan bulu Baek-Gu setelah Sulli mendapat cakaran dari Baek-Gu diwajahnya dan mendapat pukulan dari Xiumin. Dengan segera, Sulli menjauh dari hadapan mereka.

"Kalian akan membayar karena telah memaki dan menghajarku... dan kau." Sulli menunjuk Baek-Gu yang masih menggeram marah padanya. "Kau akan mati anjing sialan." Sulli menaruh bulu Bek-Gu diatas boneka figura tersebut dan dengan ajaib bulu itu masuk kedalam boneka itu dan merubah bentuknya menjadi seekor anjing.

"Sial!." Ucap Xiumin begitu dia tahu Sulli telah berhasil melakukan hal aneh pada Baek-Gu. Xiumin dengan segera berlari kearah Sulli untuk mengentikannya sebelum terlambat. Mengetahui dirinya terancam, Baek-Gu juga berlari menuju Sulli

Sulli menatap marah pada mereka yang mengarah padanya dan kemudian dia keluarkan jarumnya untuk menusuk boneka figura tersebut.

"HENTIKAN!." Xiumin berteriak pada Sulli untuk menghentikan tindakannya yang akan membunuh Baek-Gu.

JLEB

Mata Xiumin melebar melihat Sulli menusukkan jarumnya pada perut Baek-Gu. Xiumin bisa mendengar suara rintihan lemah Baek-Gu yang merasa kesakitan. Xiumin berhenti berlari menatap kebelakang dan air mata mulai meluncur dari matanya melihat Baek-Gu yang terbaring tak berdaya dengan darah merah keluar dari perutnya. Napas Baek-Gu juga terlihat tidak beraturan karena rasa sakit.

Xiumin kembali menatap Sulli dengan raut wajah murka dan kembali berlari kearahnya.

"KURANG AJAR KAU." Teriak Xiumin penuh amarah dan emosi. Tangannya terkepal erat dan siap untuk memukul wajah yeojya tersebut. Dia tidak peduli dengan tata krama pada seorang wanita karena dimatanya yeojya dihadapannya ini bukanlah seorang wanita melainkan iblis.

BUAKH

Xiumin terkejut begitu pipi kirinya terasa sangat panas dan juga sakit. Xiumin terdorong kekanan dan terjatuh. Seseorang telah memukulnya sebelum dia berhasil memukul Sulli.

"Thank you Taemin." Kata Sulli begitu melihat Taemin yang ternyata memukul Xiumin.

"No problem." Balas Taemin sambil berjalan menuju Xiumin dan kembali mengahajar dirinya hingga babak belur.

"Kurasa sudah saatnya kita pergi." Ucap Sulli setelah dia puas menonton beberapa menit Taemin menyiksa Xiumin. Taemin berhenti sejenak dan kemudian mengangguk. Xiumin terlihat berantakan dengan beberapa luka memar dan darah disekujur tubuhnya. Sekuat tenaga dia menggerakkan tubuhnya menuju arah Baek-Gu.

"Terserahlah..." Balas Taemin malas dan berjalan mengikuti Sulli yang lebih dulu pergi dari sana.

"Tunggu dulu!," Sulli menatap Baek-Gu disamping kanannya. "Kurasa kita bisa membawa anjing putih itu untuk dijadikan oleh-oleh. Dia masih hidup kurasa." Kata Sulli pada Taemin.

"Huh... dasar wanita. Terserah kau saja." Balas Taemin.

"Kau yang bawa." Perintah Sulli.

"Cih..." Desis Taemin.

Xiumin membeku mendengar ucapan Sulli. Xiumin ingin sekali berteriak 'JANGAN' namun rasa sakit ditubuhnya membuatnya sulit untuk berbicara. Xiumin sekuat tenang merangkak kearah Baek-Gu, dimana Taemin mulai mendekati Baek-Gu. Napas Xiumin makin terengah-engah dikala Taemin menggendong Baek-Gu.

Hati Xiumin begitu sakit malihat Baek-Gu yang mulai makin mejauh darinya dibawa oleh Taemin dan air mata kembali mengalir membasahi pipinya. Xiumin merasa menyesal karena tidak bisa melindungi Baek-Gu, dia tidak berguna dan tidak tahu terima kasih. Disaat dahulu Baek-Gu menyelamatkan nyawanya, kini dia malah tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan Baek-Gu.

Ingin sekali Xiumin membunuh dirinya sendiri mengingat semua itu. Kenangannya bersama Baek-Gu mulai muncul dalam kepalanya, kenangan ketika mereka pertama kali bertemu, kenangan kerika mereka makan bersama, ketika mereka melawan monster bersama-sama dan juga ketika mereka mandi disungai dan bersenang-senang bersama. Hal itu makin membuatnya menangis dan terisak dengan keras karena kini dia akan kehilangan Baek-Gu untuk selama-lamanya dan dia akan kesepian ditempat ini.

Kenapa Tuhan begitu tidak adil padanya? Setelah dia kehilangan teman-temannya, kini dia kehilangan Baek-Gu. Xiumin membutuhkan Baek-Gu, dia membutuhkannya untuk membuatnya tidak merasa kesepian ditempat terkutuk ini. Dia kan merindukan sifat manja Baek-Gu, dia akan merindukan suara gonggongan Baek-Gu, dan dia akan merindukan kebiasaan Baek-Gu yang menjilati wajahnya. Xiumin akan sangat merindukan Baek-Gu.

'Jangan pergi... jangan tinggalkan aku... Baek-Gu... jangan tinggalkan aku. Kumohon... jadikanlah ini hanya mimpi burukku saja.' Batin Xiumin.

Dengan sekuat tenaga, Xiumin berusaha untuk bangkit namun gagal. Tidak berhenti sampai disitu Xiumin kembali merangkak dengan susah payah, satu tangannya dia julurkan kedepan dan menggapai-gapai kearah Baek-Gu. Seolah-olah Xiumin ingin agar Baek-Gu kembali padanya, kembali disisinya menemaninya. Mengetahui usahanya sia-sia Xiumin berhenti dan tangannya terkepal erat. Xiumin kembali menangis dan terisak karena hatinya terasa sakit dan sesak.

"Ba-Baek Baek-Gu... jangan tinggalkan aku. Ma-maafkan aku" Dan setelahnya dia kehilangan kesadarannya.

Baek-Gu yang tengah digendong oleh Taemin mulai membuka matanya perlahan. Dan dia bisa melihat sang majikannya Xiumin terbaring lemah tak berdaya. Dan untuk pertama kalinya, air mata keluar dari mata jernih milik Baek-Gu

Flash Back END

Xiumin menghentikan ceritanya begitu Chen terisak pelan dan mengeluarkan air mata mendengar apa yang dia ceritakan tentang dirinya dan Baek-Gu. Xiumin dengan segera menghapus air mata Chen dengan ibu jarinya, membuat Chen sedikit kaget dan wajahnya memerah karena Xiumin.

"Kenapa kau menangis Chen?." Tanya Xiumin masih sambil menghapus air mata dipipi Chen.

"Mi-mian... hanya saja... entah kenapa aku bisa memahami dan merasakan bagaimana kesedihanmu ketika kau berpisah dengan Baek-Gu." Ucap Chen sambil menunduk, menyembunyikan wajahnya yang merona.

"Gomawo Chen."

"Mmhh tapi bagaimana keadaanmu setelah itu?."

"Oh... setelah itu aku tidak sadarkan diri. Setelah aku sadar, aku berada disebuah gua dengan api unggun yang menyala dan seorang yeojya didepanku. Yeojya itu bernama Kim Taeyeon dan dialah yang telah menyelamatkan dan merawatku ketika aku tidak sadarkan diri selama tiga hari. Setelah kami bersama selama dua minggu karena dia merasa aku belum sembuh benar jika dia meninggalkan aku. Akhirnya aku berpisah dengan Taeyeon dan pergi berkelana mencri Baek-Gu kembali." Chen masih tetap diam mendengar cerita Xiumin yang akan menuju akhir.

"Selama dua bulan aku mencari Baek-Gu namun nihil. Aku tidak berhasil menemukannya diamanapun dan ketika aku mengingat dia, hanya rasa sakit dan sedih selalu hinggap dihatiku. Suatu waktu peralatan senjataku habis dan aku dikepung oleh dua monster Zebilda. Satu monster Zebilda berhasil mati kubunuh namun yang satunya berhasil menyerang dan membuatku terluka cukup parah." Xiumin menarik kerah tangan bajunya dan memperlihatkan sebuah luka akibat cakaran. Chen menatap ngeri luka tersebut dan menatap Xiumin dengan pandangan tidak percaya.

"Aku pikir waktu itu aku akan mati... tetapi..."

Flash Back

Xiumin terduduk pasrah bersandar pada sebuah pohon oak dengan seekor monster menatapnya lapar dihadapannya. Xiumin sudah tidak bisa melawan lagi karena luka cakaran yang dia terima membuatnya tidak bisa bergerak karena rasa perih dan ngilu. Xiumin hanya bisa menutup mata, menanti ajal yang akan datang pada dirinya ketika monster tersebut menerjang dirinya. Xiumin menutup matanya, dan bayang-banyang dirinya dengan Baek-Gu melintas begitu saja dibenaknya.

DUAGH

Suara hantaman yang kerasa membuat Xiumin membuka matanya dan terkejut melihat seekor serigala atau mungkin anjing besar berbulu putih berada dihadapannya. Sang monster yang menyerangnya tengah terbaring tak jauh dari mereka. Monster itu berdiri dengan susah payah dan kembali berniat menyerang Xiumin namun naas, sang anjing besar itu membuka mulutnya dihadapan sang monster. Membuat sang monster masu kedalam mulut tersebut dan dengan segera anjing putih itu mengigit dan mengunyah monster tersebut.

Xiumin menatap ngeri dan takut anjing putih tersebut. Terselip rasa takut dihatinya melihat sang anjing dengan kasar meludahkan onggokkan daging monster tersebut kesembarang arah. Darah hitam yang semula menempel dibulunya tiba-tiba menghilang, membuatnya yang semula kotor menjadi kembali bersih.

Sang anjing besar itu kemudian menatap Xiumin dibelakangnya, membuat Xiumin membeku dengan tatapan sang anjing yang cukup mengerikan itu. Matanya berwarna hitam pekat tanpa pupil. Sang anjing tersebut kemudian berjalan menuju kearahnya, membuat suara langkah kaki yang cukup jelas terdengar. Dia berhenti dihadapan Xiumin dan membuka mulutnya, Xiumin menutup matanya pasrah karena mahluk besar itu akan memakannya.

Namun, yang Xiumin rasakan adalah sebuah benda lunak yang menyentuh pipi chubbynya. Xiumin membuka matanya perlahan dan melihat sang anjing besar itu menjilati pipinya dan Xiumin merasa familiar dengan apa yang dilakukan anjing besar itu. Sang anjing besar itu kemudian pergi dari sana dan kembali dengan menyeret beberapa buah segar dan bahan makanan lain dihadapan Xiumin.

Xiumin menatap tidak percaya dengan anjing besar dihadapannya. Sang anjing tersebut menggunakan ujung hidungnya untuk mendorong sebuah apel pada Xiumin dan duduk manis dihadapan Xiumin. Xiumin menatap buah apel itu dan air mata jatuh dari kelopak matanya. Dia menatap sang anjing tersebut, dia tahu betul siapa anjing besar dihadapannya

"Ba-Baek-Gu." Ucap Xiumin serak. Sang anjing menganggukkan kepalanya dan membuat Xiumin menangis keras setelahnya. Anjing besar yang ternyata adalah Baek-Gu itu makin mendekat pada Xiumin dan mengelus-elus wajah Xiumin dengan ujung hidungnya bermaksud menenangkan dan menghapus air matanya.

Xiumin, dengan sekuat tenaga dan tanpa mengindahan rasa sakitnya bangkit dan memeluk kepala Baek-Gu masih sambil menangis. Dia tidak tahu apa yang terjadi dengan Baek-Gu namun Xiumin bahagia ternyata Baek-Gu masih hidup dan kini dia tengah memeluk sang anjing kesayangannya yang telah kembali.

TBC

Next SuLay & BaekYeol Side

Entah kenapa dari kemaren chapnya bikin aq mau nangis melulu *peluk Xiumin dan Kris*#ditendang Chen dan Tao

Yang jadi seme itu Xiumin atau Chen yah? Aq masih bingung :/

Kamsahamnida buat para reviewers semua mmuuaacchhhh :*

Balasan Review:

Evilwin : Ini sudah diupdate lagi, review lagi yah chingu :D

Raichi Lee Sangjin ELF : My saeng~ eonie kangen mian eonie baru update yah dan belum baca lanjutan ff kamu yang TaoRis. Abis bikin ff ini bakal eonie baca dan review *hug* XD

GyuniKai7 : Eh... masa kependekan? Padahal chap kemaren terpanjang kedua setelah chap ini haha. Ini chap 11 sudah di update and review lagi yah

BlackPearl08 : Aq juga berkaca-kaca *natap cermin*#ditampol XP SuLay chap depan chingu sabar yah

tikaaa : Wow itu masih rahasia dan masih tersegel loh hehe lihat aja nanti mereka juga bakal berkumpul :D

BeBaek Cinta Chan Chan :BaekYeol chap depan dan mian kalau updatenya agak lama *bow*

Melodyatlantick : Pertanyaan chingu dah terjawab deh di chap ini :D

mayuka57 : Kan Luhan orang inggris jadi lom ngerti bahasa Korea ceritanya. Makanya kalau ada yang ngomong bakal Sehun terjemahin. Anggap aja gitu yah ehehe XD

Brigitta Bukan Brigittiw : Yah aq jga gak tega bikin Chen oppa jadi obat nyamuk baygon*eh* chap sekarang memang XiuChen

Lintang Cavalera : Gomawo udah dibilang keren, duh malu deh *ffnya woy* ini update kilat nih review again yah

dinodeer : Pertanyaan tentang Xiumin sudah terjawab dan ayooo aq juga ikut pawainya *kibar spanduk HunHan NCan*#plak XD

Kim Eun Eri : Sama-sama dan mian udah nunggu lama *bow*

Jung Jisun : Mian kelmaan updatenya soalnya eonie kerja *bow* boleh panggil aq eonie kok XD umur eonie setara sama anak kuliah(?) wkwkwk

golden13 : Ni udah dilanjut tapi kalo tentang Illuminatos mamamia lezatos(?) diakhir kayaknya :D

dyakuro34-7 : Mianhamnida lama updatenya *deep bow* wah... ampe kebawa mimpi :O KaiSoo NCan nanti diakhir cerita ahahaha XP

Septaaa : Gomawo chingu gimana XiuChen momentnya? Moga suka yah :D

Jin Ki Tao : Gomawo sudah mereview umma Joongie emang aq buat agak sadis#plak oh dan ff Brother Love masih belom ada ide lanjutannya jadi mohon tunggu yah *bow*

Ryu JiHyun : Gomawo reviewnya dan ini lanjutannya, review lagi yah

Natasha Kim : Gomawo chingu pokoknya kurang dari 20 chapter kayanya *masih bingung*

sunnyduck : Aduh dibilang kece~ jadi maluuu ah *pukul-pukul dada Tao*#dimakan naga Kris. Ini udah di update jangan lupa review lagi yah

chiagitta : Gomawo sudah memfavo ff ini dan udah dibilang keren :D chap kemarin padahal yang terpanjang loh. Ni udah di lanjuuuttt review lagi yah

sari2min : Iya Xiumin masih hidup kok tuh diatas ada kan hehe. Ini udah dilanjut update kilat review lagi yah chingu

BaekYeol TaoRis : Mianhamnida lama updatenya, mohon dimaklumi authornya stress ma kerjaan XP Ini sudah diupdate kilat mohon review lagi yah chingu

gembul : Yah... kok nangis sih chingu *puk-puk* :D

: Kamsahamnida dan mian updatenya agak lama *bow* ni chap lanjutannya mohon review lagi

Minki 'Light Pearl' Kim : Ahaha YunJae emang aq buat agak jahat XP#dibuang kelaut. Ini lanjutannya mohon review lagi yah

kimhyunshi : Ini chap selanjutnya, gimana apa ada yang kurang? kaiDo moment nanti setelah SuLay dan BaekYeol moment

KDS : Iya chingu udah dilanjuta langsung update lagi review lagi yah :D

Shin Ah Chan : Kamsahamnida jangan nangis Jae umma gak sejahat itu kok mungkin ehehe#buagh

Sekali lagi aq ucapkan KAMSAHAMNIDA atas review berharga kalian*deep bow*

Review again please *ngasih Baek-Gu*