Evil Town

Chapter Twelve

SuLay & BaekYeol Side

Keempat insan manusia tengah duduk terdiam dengan menghadap pada sebuah api unggun, yang membuat tubuh mereka terasa sangat hangat. Sunny terlihat tertidur kelelahan karena menangis, menyalahkan dirinya yang membuat Chen tertangkap oleh seekor monster. Suho tengah berdiri gelisah sambil mondar-mandir di mulut gua, menanti kedatangan Lay dan Chen yang belum kembali. Suho berharap Lay maupun Chen dalam keadaan baik-baik saja ketika mereka datang.

Sedangkan Baekhyun kini juga tengah terduduk bersandar pada dinding gua dengan Chanyeol disampingnya yang menyandarkan kepalanya di bahu Baekhyun sambil menutup mata. Baekhyun juga menyandarkan kepalanya pada kepala Chanyeol. Baekhyun maupun Chanyeol menikmati posisi mereka saat ini, rasanya begitu nyaman apalagi dengan salah satu tangan mereka yang bertautan.

Didepan mereka terdapat sebuah ikan yang belum termutasi oleh virus yang didapatkan Lay di sungai terdekat. Dimana ikan tersebut tengah dibakar oleh Baekhyun untuk selanjutnya dia makan bersama Chanyeol... mungkin saja Chanyeol mau memakannya walau Baekhyun tidak yakin.

Merasa ikan yang dia bakar sudah cukup matang, Baekhyun mengambil ikan tersebut dengan susah payah karena Chanyeol yang tidak mau melepaskan dirinya. Begitu dia mendapatkan ikan tersebut ditangannya, dengan pelan dia mencicipi ikan bakar itu dan ternyata rasanya lumayan. Chanyeol membuka matanya begitu merasakan sebuah aroma daging yang terbakar, matanya menatap Baekhyun yang tengah memakan seekor ikan bakar.

Chanyeol tersenyum melihat Baekhyun yang cukup lahap memakan ikan. Pandangannya mengarah pada bibir Baekhyun yang terdapat remah hitam bekas ikan bakar tersebut. Chanyeol menyeka remah tersebut dengan jari jempolnya dan membuat Baekhyun terkejut dan menatap Chanyeol yang tersenyum padanya.

"Pelan-pelan saja makannya Baekkie." Baekhyun merona malu karena Chanyeol melihat dia makan dengan lahap. Sedetik kemudian Baekhyun memberikan ikan itu pada Chanyeol, berharap Chanyeol mau memakannya.

Chanyeol terdiam menatap ikan itu, sudah lama sekali dia tidak memakan apa yang dimakan oleh manusia. Matanya menatap wajah Baekhyun yang memelas agar dia mau memakan ikan tersebut dan tanpa mau membuat Baekkienya kecewa, Chanyeol pun terpaksa memakan ikan itu. Awalnya memang terasa sangat aneh dan janggal di dalam mulutnya namun lambat laun mulai terasa terbiasa dengan rasanya.

"Bagaimana? Enak tidak?." Tanya Baekhyun antusias. Chanyeol kembali menggigit ikan tersebut yang membuat Baekhyun tersenyum cerah.

Setelah ikan itu mereka habiskan, mereka kini kembali pada posisi semula. Menyamankan diri mereka yang kelelahan. Baekhyun menatap hyungnya Suho yang terlihat gelisah didepan pintu gua, menanti kedatangan Lay ataupun Chen.

Baekhyun juga merasa khawatir dengan Chen dan Lay yang belum kembali. Merasakan bahwa Baekhyun tengah gelisah, Chanyeol menarik kepalanya dari bahu Baekhyun dan menatap sang namja manis yang telah membuat dia kini benar-benar berubah menjadi seorang manusia. Dalam artian, Chanyeol melakukan hal yang sama layaknya seorang manusia walau kemungkinan dia masih bisa bertransformasi menjadi monster kembali. Bukan hanya merubahnya untuk bisa menjadi layaknya manusia, tetapi juga membuatnya jatuh cinta pada namja manis yang sebelumnya membuat dia tertarik dan mengincarnya.

Merasa bahunya yang terasa ringan, Baekhyun menatap kesamping dimana Chanyeol tengah memperhatikan dirinya.

"Kau tidak apa-apa... Baekkie?." Tanya Chanyeol sambil mengangkat tangan mereka yang bertautan dan mencium tangan Baekhyun yang tengah digenggam tangan Chanyeol. Wajah Baekhyun merona mendapat perlakuan Chanyeol yang begitu manis, membuat hatinya berdebar-debar.

Setelah kejadian sebelumnya yang terjadi diantara mereka berdua, Chanyeol kini selalu menempel padanya. Chanyeol terkadang memegang tangannya, memeluknya, atau perlakuan skin ship lainnya pada dirinya. Hal-hal tersebut membuat Baekhyun bisa merasakan jantungnya memompa darahnya lebih cepat dan mukanya kadang memerah sempurna. Namun, Baekhyun akui bila hal itu membuatnya nyaman dan membuat tubuhnya terasa hangat.

Baekhyun tidak menyangka, setelah sebelumnya hubungan dia dan Chanyeol bagaikan predator dan mangsanya. Kini... hubungan mereka telah berubah menjadi semacam... entah, apa nama hubungan mereka. Mungkinkah sahabat? Mungkinkah hubungan semacam kekeluargaan atau mungkin hubungan dekat lainnya?

Baekhyun teringat dengan ciuman mereka waktu itu dan tanpa sadar dia memegang bibirnya. Masih terasa bagaimana manisnya ketika bibirnya bersentuhan dengan bibir Chanyeol. Apakah kini hubungan mereka bisa dikatakan seperti seorang ke-ka-sih? Baekhyun menggelengkan kepalanya, malu sekali atas apa yang dia bayangkan. Tidak peduli apa hubungan mereka sekarang, Baekhyun akan selalu berada disamping Chanyeol mulai saat ini.

"Baekkie, kau kenapa? Kau baik-baik saja?." Tanya Chanyeol lagi dengan raut wajah khawatir karena Baekhyun bersikap aneh. Baekhyun tersadar dari lamunannya dan menatap Chanyeol sedikit gugup.

"Ne aku baik-baik saja, hanya saja... aku mengkhawatirkan kakakmu Lay dan Chen. Mereka masih belum kembali." Jawab Baekhyun setelah terdiam beberapa saat karena pikirannya melayang entah kemana.

"Aku mengerti... jangan terlalu khawatir. Mereka pasti selamat, percayalah." Baekhyun mengangguk dengan tidak yakin.

Chanyeol melepas tangannya yang bertautan dengan Baekhyun, membuat Baekhyun sedikit merasa kecewa. Namun sedetik kemudian Baekhyun membeku begitu Chanyeol memeluk dirinya, mengistirahatkan kepalanya didada Chanyeol. Wajah Baekhyun terasa panas dan dia bisa merasakan debaran jantungnya yang lebih cepat dari biasanya.

"Jangan besedih Baekkie, kau juga membuatku sedih." Chanyeol mengelus rambut Baekhyun dan mengistirahatkan dagunya pada kepala Baekyun. Hatinya merasa hangat ketika Baekhyun berada dalam dekapannya dan entah kenapa dia sangat menikmati saat-saat dia berada dekat dengan Baekhyun.

Baekhyun adalah orang yang pertama yang mengakui dirinya sebagai manusia. Baekhyun adalah orang pertama yang menangis untuk dirinya. Baekhyun adalah orang pertama yang mengerti apa yang dia rasakan selama ini. Baekhyun adalah orang pertama yang kini memberikan apa itu kasih sayang padanya. Baekhyun adalah orang pertama yang bisa membuatnya selalu ingin berada didekatnya. Dan Baekhyun adalah orang pertama yang membuatnya ingin selalu melindungi namja manis itu.

"Akkhh." Baekhyun merintih begitu Chanyeol tidak sengaja menyentuh bahunya yang masih terasa sakit akibat gigitan Chanyeol sebelumnya.

Chanyeol melepas pelukan mereka dan menatap Baekhyun yang berwajah menahan sakit dan memegang bahunya. Perasaan bersalah hinggap dihati Chanyeol, dialah yang membuat luka itu pada Baekhyun. Chanyeol menatap Baekhyun dengan pandangan menyesal, dan menyentuh bahu Baekhyun lembut tanpa mau membuatnya terasa sakit.

"Sakitkah?." Tanya Chanyeol pelan.

Baekhyun menatap Chanyeol yang berwajah seperti bahwa dia tahu itu adalah perbuatannya, meskipun itu memang adalah perbuatan Chanyeol namun Baekhyun tidak menyalahkan Chanyeol sama sekali. Baekhyun tersenyum dan menangkup kedua pipi Chanyeol dengan kedua tangannya, membuat pandangan mereka bertemu.

"Jangan berwajah seperti itu, ini bukan salahmu. Jangan khawatir... lukanya akan segera menghilang." Jawab Baekhyun yang sukses membuat Chanyeol makin merasa bersalah.

Baekhyun begitu baik dan bahkan terlalu baik padanya. Dia tahu luka itu terasa sangat sakit namun Baekhyun tidak marah padanya sama sekali. Chanyeol melakukan hal yang sama dengan Baekhyun, menangkup pipi Baekhyun dengan kedua tangannya. Baekhyun sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Chanyeol dan makin terkejut lagi ketika wajah Chanyeol mendekat padanya dan kembali mencium bibirnya.

Kedua jantung mereka berdetak tidak normal dan mereka bisa merasakan hal yang sama, yaitu dada mereka menghangat dan perut mereka yang terasa berisikan kupu-kupu terbang didalam sana. Mereka berdua menutup kedua mata mereka dan menikmati ciuman mereka. Kini mereka mengerti apa yang mereka rasakan satu sama lain, dan itu tidak lain adalah 'Cinta'.

-o0o-

Suho yang masih diam berdiri dengan mata yang masih terfokus lurus pada pepohonan, menanti kedatangan Lay ataupun Chen mulai memicingkan matanya. Dia melihat siluet seorang namja yang berjalan menuju kearahnya, begitu sang namja yang ternyata adalah Lay itu terlihat jelas. Wajah Suho bercampur aduk antara kecewa dan bahagia, kecewa karena Chen tidak bersama Lay dan bahagia karena Lay kembali dengan keadaan baik-baik saja.

Lay terdiam didepan Suho yang berwajah murung. Lay tahu alasan Suho memasang wajah seperti itu, tidak lain karena dia tidak berhasil membawa Chen kembali pada mereka. Lay menghela napasnya dan menatap Suho dengan raut wajah menyesal.

"Maafkan aku Suho, aku tidak berhasil membawa Chen kembali." Ucap Lay tanpa berani menatap wajah Suho yang dia yakin justru jika dia melihat wajah Suho akan membuat hatinya sakit. Entah kenapa, dia tidak mau melihat raut wajah kekecewaan Suho yang ditunjukkan padanya.

Suho menarik napas pelan dan membuangnya. Hatinya kecewa karena Lay tidak membawa Chen kembali padanya, namun hatinya sesak dan sakit melihat wajah Lay yang terlihat terluka entah karena apa. Mungkinkah dia merasa bersalah karena dia tidak berhasil menyelamatkan Chen? Sekarang Suho merasa bersalah karena telah memperlihatkan raut wajah kekecewaan pada Lay yang dia yakin hal itu membuat Lay terluka. Suho merutuki dirinya karena dialah yang menyebabkan Lay seperti itu.

Suho berinisiatif maju kedepan dan memeluk Lay. Kepala Lay bersandar pada bahu Suho.

"Maaf Lay, tidak seharusnya aku menyalahkanmu karena kau tidak membawa Chen kembali. Maaf karena sebelumnya aku merasa kecewa padamu, tapi seharusnya akulah yang harus disalahkan," Lay terdiam mendengar kata-kata Suho.

"Maafkan karena kebodohan dan kelemahanku ini. Aku selalu mengandalkanmu dan hanya bisa merepotkan dirimu. Namun... aku sama sekali tidak pernah berguna, benarkan Lay?."

Lay menarik dirinya dari pelukan Suho dan menatap Suho yang memasang wajah sedih entah kenapa.

"Jangan berkata seperti itu Suho. Itu tidak benar." Suho menggelengkan kepalanya.

"Tidak, itu adalah kenyataannya. Aku tidak bisa melakukan apa-apa selain lari dan lari. Aku hanya bisa membuat saengku terluka karena aku dan sekarang Chen menghilang entah kemana juga karena diriku." Suho menggigit bibir bawahnya, menahan isakkannya.

"Aku hanya seorang leader yang tidak patut dicontoh Lay. Aku hanya seorang leader yang tidak berguna yang hanya bisa... merepotkan saengku dan melukai mereka."

"Suho... kau tidak harus berkata seperti itu." Lay merasa tidak enak dan hatinya juga ikut sedih mendengar kata-kata Suho yang dia yakin menyayat hati Suho sendiri.

"Aku terlalu penakut... bahkan aku tidak bisa melindungi diriku, apalagi saengku yang membutuhkan perlindunganku. Aku terlalu pengecut," Suho terus menyalahkan dirinya tanpa mau berhenti, matanya mulai berkaca-kaca karena rasa sakit dihatinya mengingat saengnya yang lain. Kai, Sehun, Tao dan juga Chen yang sekarang entah berada dimana.

"Suho, hentikan! Sudah cukup kau melukai hatimu." Ucap Lay dengan nada tinggi pada Suho, namun Suho tidak peduli. Air mata mulai mengalir dari mata Suho, membuat Lay tidak tahan lagi mendengar kata-kata Suho.

"Salahkan diriku, salahkan aku. Akulah yang harus disalahkan jika saengku terluka atau... jika mereka mati. Aku ini seorang leader lemah dan bodoh yang tidak bisa berbuat apa-apa." Air mata makin deras meluncur dari mata Suho. Dia tidak bisa menahan emosi yang meluap didada dan hatinya.

"Habisi aku Lay. Hanya itu yang bisa-emph-." Ucapan Suho terputus ketika Lay mengunci mulutnya dengan bibirnya. Mata Suho terbuka lebar dan tubuhnya membeku merasakan bibir Lay yang menempel pada bibirnya. Jantungnya berebar-debar, apalagi dengan wajah Lay yang sedang menutup matanya itu dan begitu dekat dengan wajahnya.

Lay menarik dirinya dan melepas tautan bibir mereka. Suho masih terdiam membeku, dia sedikit terkejut melihat rona merah diwajah Lay ketika Lay menarik dirinya dari ciuman mereka.

"Akhirnya kau berhenti juga," Ucap Lay sambil memalingkan mukanya dengan wajah yang memerah. Pandangan Suho melembut melihat Lay yang bertingkah seperti itu.

"Berhentilah menyalahkan dirimu Suho, kau bukan seorang leader yang lemah dan bodoh seperti yang kau katakan. Tapi kau adalah leader buta, kau tahu?." Suho kaget dengan ucapan Lay, tidak mengerti apa maksudnya.

"Kau bilang kau pengecut dan lemah, tetapi kau rela mengorbankan dirimu melindungi Baekhyun sebelumnya dari Chanyeol. Untukku dan untuk yang lain, apa yang kau lakukan itu adalah keberanian dan kau tidak pengecut dan lemah. Kau harus melihat saengmu, mereka menghormatimu apa kau tidak tahu? Mereka menghormatimu karena kau pantas menjadi seorang leader. Aku yakin saengmu yang lain baik-baik saja, Chen tidak mati dia pasti selamat. Aku yakin seseorang telah menyelamatkannya. Kau harus melihat dirimu dan sekitarmu maka kau akan tahu kau adalah seorang leader yang terbaik bagi saengmu." Suho terperangah mendengar ucapan Lay.

"Berhentilah menyalahkan dirimu hanya karena Chen tidak bersama kita. Jadilah kuat dan kita bisa mencari Chen dan saengmu yang lain. Kau seorang leader yang kuat Suho, percayalah itu." Suho tersenyum mendengar kata-kata Lay. Suho kembali memeluk Lay namun cukup erat.

"Terima kasih... Lay, atas semua yang kau lakukan." Ucap Suho ditelinga Lay. Lay tersenyum dan mengelus punggung Suho. "Sama-sama, kita pasti bisa keluar dari pulau ini dengan selamat. Aku yakin itu." Suho mengangguk dan menarik diri dari Lay.

Suho menatap Lay sedikit gugup, membuat Lay mengerinyitkan alisnya heran dengan tingkah Suho.

"Kenapa?." Tanya Lay.

"Bo-bolehkan a-aku... menciummu?." Pinta Suho dengan wajah merona merah. Lay terkikik geli melihat tingkah Suho yang malu-malu itu. Dan secepat kilat, Lay kembali mencium Suho.

Suho kembali terkejut, namun tersenyum dalam ciuman mereka setelahnya. Mata mereka tertutup namun bibir mereka saling bertaut satu sama lain. Lay melingkarkan tangannya pada leher Suho, dan Suho memeluk pinggang Lay.

-o0o-

Markas Las Plagos

BRUGH

Seorang yeojya, yang tidak lain adalah Yoona keluar dari perut seekor mahluk hitam dan terjatuh kelantai. Mahluk itu yang tidak lain adalah mahluk hitam milik Taemin. Keadaan Yoona terlihat baik-baik saja, namun dia tidak sadarkan diri. Mahluk hitam itu berubah wujud kembali menjadi sebuah gumpalan, dan meluncur menuju bawah kaki seorang namja yang tidak lain adalah Taemin. Mahluk yang ternyata adalah bayangan milik Taemin itu kini kembali ketempatnya semula.

Taemin menatap sekelilingnya, dimana disana terdapat Jaejoong yang tengah mengobati luka Yunho disebuah sofa. Jaejoong menatap Yoona dengan raut wajah tidak tertarik, sedangkan Yunho terlihat merintih karena Jaejoong mengobatinya cukup kasar.

"Yeojya lagi?," Jaejoong menaikkan alisnya melihat Yoona dan menatap Taemin yang memasang raut wajah malas.

"Setelah kebodohan Sulli yang membuatnya mati, kenapa kau membawa lagi seorang yeojya?." Tanya Jaejoong yang kemudian dengan sedikit emosi menekan kapas yang basah karena alkohol sedikit kencang pada luka Yunho.

"Akkhhh... appo Boojae." Teriak Yunho kesakitan, namun Jaejoong malah kembali melakukan hal yang sama pada Yunho. Taemin memutar bola matanya melihat tingkah kekanakkan dua seniornya itu.

Taemin terdiam mengingat Sulli yang tewas karena kecerobohannya. Anjing putih yang mereka bawalah penyebab kematian Sulli dan kehancuran laboratorium milik D.O. Saat itu, setelah dia membawa anjing putih yang ternyata masih hidup itu ketempat mereka. dengan segera Sulli meminta D.O agar melakukan percobaan pada anjing putih tersebut.

Awalnya D.O menolak permintaan Sulli karena mendengar cerita darinya, bahwa anjing ini dekat dengan seorang manusia. Taemin tahu, setiap apa yang dihasilkan akan mempunyai kelemahan. Dan kelemahan uji coba mahluk hidup yang D.O lakukan adalah perasaan mereka. Bila mereka masih memiliki perasaan yang sangat kuat, maka sekeras apapun mereka mengendalikan pikiran mereka hasilnya adalah nihil.

Seperti percobaan D.O pada seorang namja bernama Lupin yang dibawa oleh Yunho kemarkas mereka. Sang namja yang dulunya manusia dan berhasil dirubah menjadi monster pembunuh itu, ketika dia sadar segera kabur dari laboratorium D.O dan pergi entah kemana. Sehingga hal itu membuat D.O menolak keras permintaan Sulli.

Namun Sulli yang notabene sangat keras kepala dan tidak pernah mau mendengarkan kata orang lain bahkan sang master itu. Dengan cerobohnya, dia menyusup kedalam laboratorium D.O dikala D.O sedang bertugas dan melakukan hal konyol dengan menyuntikan cairan yang bahkan hanya D.O saja yang tahu. Alhasil, anjing itu berubah menjadi lebih besar dan lebih mengerikan dari bentuknya yang sebelumnya.

Sulli yang mengira bahwa apa yang telah dia lakukan berhasil dan sukses, dengan bodohnya mencoba untuk membuat anjing putih yang telah berubah itu agar menjadi peliharaannya. Namun dia salah besar, begitu sang anjing putih itu menatap Sulli dan mengingat semua kejadian yang menimpanya apalagi majikannya. Sang anjing putih itu membunuh Sulli dan kabur dari laboratorium, sama seperti yang terjadi pada manusia percobaan D.O dahulu.

Taemin menghela napasnya mengingat semua itu.

"Dia cukup berbakat... mungkin." Ucap Taemin akhirnya setelah terdiam cukup lama dengan nada tidak yakin.

"Lagipula... tanpa adanya D.O, yeojya ini tidaklah berguna. Karena D.O lah yang bisa merubah yeojya ini agar menjadi anggota kita," Taemin menatap Yunho dan Yunho hanya bisa tertawa garing melihat tatapan Taemin.

"Gagal kah?." Tanya Taemin dan Yunho hanya bisa mengangguk pelan. Taemin kini menatap Jaejoong dan memasang wajah kenapa-kalian-gagal pada Jaejoong.

"Jangan salahkan aku. Namja bodoh ini yang memaksa agar aku tidak menganggunya, dan hasilnya dia ternyata gagal. Padahal dia mengatakan padaku bahwa akan berhasil dengan nada yang sangaatttt yakin dan percaya dirinya itu." Ucap Jaejoong sambil menatap Yunho sinis. Yunho mempoutkan bibirnya kesal dengan ucapan sinis Jaejoong.

"Ya! Bukan berarti kau diam saja melihat dan tidak membantuku disaat aku butuh bantuan kan?." Protes Yunho yang malah mendapat jitakan dari Jaejoong. "Kau sendiri yang bilang jangan membantuku. Kau ini masih muda tapi kenapa kau pelupa seperti seorang kakek-kakek?."

Taemin kembali memutar bola matanya dan pergi begitu saja dari sana. Meninggalkan dua namja yang tengah beradu mulut itu. Taemin berjalan lurus menuju sebuah lorong yang cukup gelap, yang hanya diterangi oleh sebuah obor. Jalannya begitu tegap dan tegas, membuat rambut panjang kecoklatannya sedikit berkibar-kibar. Dimana dia kan pergi kesuatu tempat yang selalu rutin dia datangi.

Markas yang mereka tempati ini, tidak lain adalah seperti sebuah kastil tua yang memang merupakan milik masternya Soo Man. Soo Man yang merupakan orang yang telah memungutnya dari jalanan dimasa lalu dengan sahabat baiknya. Taemin pernah merasakan bagaimana hidup penuh penderitaan dijalanan, dimana dia mengalami kelaparan dan kehausan. Tidur hanya beralas koran atau tikar lusuh, dan kadang jika hujan maka dia akan menggigil kedinginan karena terkena rintikan air hujan. Namun... ada seseorang yang selalu membuatnya merasa hangat dan nyaman dikala dia merasa tubuhnya menggigil kedinginan, yaitu sahabatnya yang bernasib sama dengan dirinya.

Suatu waktu dia kedatangan seorang namja paruh baya dan menawarkan diri untuk ikut dengannya. Dia berjanji akan membuat hidupnya lebih baik dan jauh dari penderitaan. Taemin dan sahabatnya menerima tawaran orang itu, yang tidak lain namja paruh baya itu adalah Soo Man. Mereka memang hidup layaknya manusia setelah Soo Man membawa mereka. Memberinya pakaian, makanan, dan tempat tinggal yang selama ini mereka impikan.

Tetapi, pada suatu waktu mereka dipaksa oleh Soo Man untuk melakukan sebuah ritual yang sangat aneh. Berbeda dengan dirinya yang menerima begitu saja, sahabat baiknya yang selama ini selalu bersama dengannya menolak dengan sangat keras dan akhirnya dia dihukum oleh Soo Man. Hati Taemin waktu itu sudah tertutupi oleh kebaikkan Soo Man, sehingga membuat dirinya menghiraukan sahabatnya itu.

Pada akhirnya, Taemin melakukan ritual itu dan setelahnya yang dia tahu bahwa dia kini memiliki sisi yang lain. Iblis, itulah sisi dari dirinya yang lain. Ritual yang memanggil iblis dan meminta kekuatan padanya telah dia lakukan, dan memang dia berhasil memiliki kemampuan yang tidak dimiliki manusia biasa. Namun... sebagai gantinya, di akhir riwayatnya jika dia mati maka rohnya akan menjadi makanan bagi iblis tersebut.

Taemin berhenti tepat disebuah ruangan yang seperti sebuah penjara. Memikirkan masa lalunya membuat dia terasa cepat menuju ketempat tujuannya. Taemin membuka pintu jeruji tersebut dan masuk kedalam sel yang dimana terdapat seseorang disana. Seorang namja yang memakai pakaian yang lusuh dan terlihat compang camping. Kedua tangan namja itu diikat oleh sebuah rantai besi, membuat dirinya tidak bisa bergerak bebas apalagi kabur.

Merasakan ada seseorang didepannya, namja itu yang semula menunduk kini mengangkat wajahnya. Bola matanya yang hitam bertemu dengan bola mata ungu milik Taemin. Taemin menatap arah pada sebuah mangkuk berisi makanan yang masih penuh dan kembali matanya mengarah pada namja itu. Taemin menghela napasnya lalu mengambil mangkuk itu dan duduk berhadapan dengan namja itu.

"Makanlah." Ucap Taemin sambil memberikan sesendok nasi dihadapan mulut namja itu. Namun sang namja masih tetap bungkam dan menutup mulutnya. Pandangannya mengarah pada Taemin namun matanya terlihat kosong.

Taemin kembali menarik sendok itu dan menatap namja itu dengan pandangan memelas. Selalu saja seperti ini, namja yang merupakan sahabatnya dulu itu begitu keras kepala. Namun, Taemin mengerti apa yang dirasakan oleh sahabat baiknya itu yang sudah dia anggap sebagai seorang hyung.

Dia selau berkata untuk membiarkannya mati membusuk di penjara tersebut dan melarangnya untuk selalu datang berkunjung atau memberi dia makan. Namun Taemin tidak menghiraukan hal itu, dia terus mengunjunginya dan memberinya makan agar tetap hidup. Taemin tahu, bahwa hanya dialah yang bisa membuat sahabatnya itu mau menerima sesuap nasi darinya.

Itu karena Taemin tahu bahwa sahabatnya itu memiliki sebuah perasaan pada dirinya, walaupun Taemin tidak pernah mendengar kata itu dari mulutnya namun Taemin tahu. Taemin tahu bahwa sahabatnya itu mencintainya dan terbukti dia selalu menuruti apa yang dia katakan. Seperti saat ini, setelah dia memelas padanya untuk makan akhirnya namja itu mau makan juga. Arah pandangannya masih tidak lepas dari wajah Taemin.

"Makanlah yang banyak... Minho hyung."

TBC

Next KaiSoo, HunHan, TaoRis

Mianhamnida BaekYeol dan SuLay momentnya kurang panjang

Kamsahamnida atas review kalian semua *peluk reader*

Balasan review :

Raichi Lee Sangjin ELF : Iya nih kan minggu libur kerja, jadinya update kilat yah... jangan gigit jari tapi gigit permen aja*ngasih permen*#plak Gimana SuLay dan BaekYeol momentnya?

Minki 'Light Pearl' Kim : Kan hari minggu jadi bisa update kilat gak kerja authornya ehehe Gimana BaekYeol momentnya nih?

blacknancho21: *balas peluk* hahaha iya oke Chen yang seme :D

kimhyunshi : *hug too* Wah... sabar ini ada BaekYeol kok tapi mian kayaknya kurang panjang huhuhu kebanyakan pilih Chen seme dan Xiu yang uke chingu

tiikaaa : Aq juga mau nangis pas bikin adegan Xiumin ma Baek-Gu kok :') ini chap selanjutnya dan memang chap depan ada HunHan hehehe

BlackPearl08 : Sama chingu hiks hiks srroottt(?) pertanyaan chingu udah kejawab di chap ini kan? Mian SuLaynya agak pendek *gigit kasur* XD

evilwin : Sejujurnya... author juga mau nangis sendiri bikinnya *cengen* ini lanjutannya review lagi yah

Melodyatlantick : Nih ambil *ngasih Baek-Gu*#ditendang Xiumin XD TaoRis chap 13 sayangku... sabar yah

creepyJIRA : Bersatu kita teguh bercerai kawin lagi#plakplak hmm oke deh Xiumin uke dan Chen seme ini chap lanjutannya... review lagi yah *kedip nakal* XD

anonstalker : Semenya Chen? Oke deh saran diterima hehe ini udah upadate lagi mian gak update kilat

Kim Eun Eri : Mian chingu kayaknya BaekYeolnya kurang panjang yah? Tapi sweet gak tuh? Moga suka yah aq juga mau nangis pas bikin adegan Xiumin kehilangan Baek-Gu *meluk Baek-Gu*

dyakuro34-7 : Haha oke... saran diterima justru itu aq juga bingun ni ff kira2 kapan tamatnya :/ kayaknya 20an kurang deh *gak yakin*

golden13 : Ini next chapnya :D gimana BaekYeolnya hehe XD

GyuniKai7 : Biar pendek TaoRis momentnya kan sweet dan hot banget tuh XP ni next chapnya review lagi oce

Jung Jisun : Kamsahamnida saeng jujur eonie bikinnya sambil dengerin musik slow jadi dapet inspirasinya cepet banget dan ngetiknya juga sambil nyanyi2 gitu hehe XD oke saran Chen seme diterima

: Iya, chap kemaren khusus XiuChen karena mereka baru muncul kasihan#ditendangXiuChen chap sekarang cuman SuLay dan BaekYeol aja.

Lala Anandita : Kamsahamnida saeng mian kalo sekarang2 gak bisa update kilat kayaknya kenapa gak bikin akun aja atuh, pake nama asli tapi pake couple juga kaya aq aja hehe gimana nih BaekYeol momentnya?

Akita Fisayu : Iyah chap kemaren emang khusus XiuChen/ChenMin aja. Chen seme yah? Oke siip

sari2min : Justru itu aq ngebayangin Baek-Gu itu pas liat teaser Baekhyun sama Chen dan Lay. Kan ada anjing putih disitu, lucu banget deh walaupun aq lebih suka kucing hehe. Review lagi yah chingu

KyuKi Yanagishita : Kamsahamnida sudah membaca dari chap awal *bow* aq juga hampir nangis pas bikinnya tapi kalo tegang entah kenapa malah enggak#gubrag XD

Ryu JiHyun : Sama aq juga berkaca-kaca nulisnya *meluk chingu* kira2 itu SuLay sudah bisa dianggap jadian belum tuh / hahaha kalo ChenMin kayanya nanti deh jadiannya

SmiLeND : Mian updatenya lama yah *bow* gimana tuh BaekYeolnya? Moga kamu suka walaupun agak pendek dan itu lebih banyak yang req Chen seme dan Xiumin uke tuh hehe. Siap deh FIGHTING juga

ThePreciouSuho : Salam kenal chingu *hug* tapi kan ngeliat Taemin jahat gitu entah kenapa jadi keliatan cool kalo menurut aq hehehe XP

wufan-gun : annyeong juga *hug* ahaha maklu kemaren2 author lagi galau -_-V gimana nih BaekYeolnya? Unyu gak?

chiagitta : Gomawo dibilang keren lagi... jadi malu nih *peluk Baek-Gu* Ini lanjutannya, review lagi yah chingu

acidcid : Ahaha aku tahu kok namanya Akamaru kan? Agak mirip gitulah, tapi Baek-Gu aq ambil dari Teaser EXO yang ada Baekhyun, Chen, ma Lay itu loh. Kan ada anjing putih disitu makanya aq buat deh si Baek-Gu ini hehe :D

Brigitta Bukan Brigittiw : Tuh kan bener chap kemaren galau banget Tapi kebanyakn pilih Chen yang jadi Seme tuh :/ emang sih mereka berdua pada unyu. Pertanyaan chingu udah ada yang kejawab di chap ini tuh

BeBaek Cinta Chan Chan : Pur ayam? Itu apa yah *author gak tahu* Gimana BaekYeol momentnya? Suka nggak? Sweet gak :D

Septaaa : *peluk Baek-Gu juga* Ini update tapi mian gak kilat hehe. Oke Chen seme Xiumin yang uke *puk-puk Xiumin* BaekYeol dah keluar tuh, gimana moment mereka?

Dhila001204 : Kamsahamnida atas semangatnya eonie mau fokus dulu ma fic ini kayaknya, soalnya kalau update ini terus update yang lain kadang suka malas bikin lanjutannya entah kenapa bisa gitu :/

Kim Jae So Zhang Jae So : Pen namenya keren amat chingu *kagum* Ini ada BaekYeol kok tapi mian kalo pendek Oke Chen seme Xiumun uke siip review lagi yah *hug*

dinodeer : Saengku~ napa kau tahu kalau chap sebelumnya eoniemu ini lagi galau*hug* Ini udah ada BaekYeol dan SuLay kalau HunHan chap depan, sabar yang *puk-puk* hehe

Jin Ki Tao : Oke Xiumin uke Chen seme siip hihihi XP ini aq kasih Baek-Gu #dihajar Xiumin eh... pas diliat emang iya besar banget yah tapi seram wajahnya kalo Baek-Gu agak manis dikit :D tenang aja chingu semua couple bakal jadian kok dan NCan*Eh* wkwkwk

Gembul : Iya nih tinggal dibeliin rumah biar jdi pasangan sakinah mawadah dan warahmah amin...#plak :D

Natasha Kim : Tapi kebanyakan lebih pilih Xiumin yang jadi uke ahahah ini BakeYeol momentnya mian kalo pendek yah *bow*

SabrinaEXO : Sama-sama chingu dan mmuuaaacchhh juga hehe ini udah ada penjelasan dari Taemin sedikit dan masih rahasian kalau yang lainnya hihihi. Sama aq juga rembay(?) pas ngetiknya ini ada BaekYeol dan SuLay selanjutnya ada TaoRis, HunHan dan KaiSoo amin... makasih doanya *hug*

miparkland1 : Annyeong haseyo~ salam kenal Lha? Kenapa malah ketawa pas adegan romantisnya -_-" kalo soal kekuatan chara disini semua berasal atau terinspirasi dari anime karena author penggemar anime. Kalo soal Kris yang dikendalikan Jaejoong author dapat dari Sasori chara Naruto yang bisa mengendalikan boneka (tidak punya emosi), namun author ubah jadi mengendalikan manusia walau memang di anime dia juga bisa mengendalikan manusia namun hanya tubuh. Maka dari itu author bikin lebih fresh(?) dimana nambahin kemampuan Ino Yamanaka yang mengendalikan jiwa manusia, jadi kemampuan Jaejoong itu perpaduan kemampuan Sasori dan Ino. Begitulah... mian kalau gak ngerti yah *deep bow* tapi nama ff chingu itu apa? couplenya siapa? boleh aq baca

Htaey029 : Yapz gimana nih SuLaynya? Mian kalo pendek yah siip Chen seme Xiumin uke hehe

Taryshineexo : Kayaknya eonnie udah banyak dosa deh bikin reader pada nangis *jedugin kepala ke aspal* ini BaekYeol momentnya gimana suka gak?

Terima Kasih, Hatur Nuhun, Thank You dan Kamsahamnida atas reviewnya

Review again please *ngasih foto SuLay dan BaekYeol kissu*