AN : Maafkan atas keterlambatan updatenya *deep bow* minggu kemaren author libur dulu ngetiknya soalnya dipake liburan bareng temen-temen hehe#ditendang author cuman bisa update fic seminggu paling banyak dua fic jadi harap dimaklum yah kalau lama
Evil Town
Chapter fourteen
2Min Side
Suasana disebuah tempat yang begitu dingin dan lembab yang layak disebut sebagai sebuah tempat tahanan atau penjara begitu hening. Seorang namja berjubah tengah memberikan sesuap nasi sedikit demi sedikit pada namja lain dihadapannya yang kondisinya begitu mengkhawatirkan. Sang namja yang tengah disuapi itu tidak melepas pandangannya yang terlihat kosong dari namja berjubah tersebut. Sedangkan sang namja berjubah yang kita ketahui bernama Taemin tidak menghiraukan tatapan tersebut dan hanya fokus memberikan makan pada sang namja dihadapannya bernama Minho itu.
Sedikit demi sedikit, nasi yang tadinya begitu penuh didalam mangkuk tersebut perlahan mulai menyusut alias mulai habis dimakan oleh Minho. Taemin yang tahu bahwa makanannya sudah habis, tidak lupa memberikan Minho air minum. Begitu Taemin rasa sudah selesai memberikan Minho makan, Taemin mulai berdiri dan membalikkan badan bermaksud pergi dari sana. Namun sebelum Taemin pergi, Taemin terdiam begitu Minho mulai berbicara.
"Kenapa? Kenapa kau membuatku masih terus hidup? Kenapa kau tidak membiarkan aku mati?," Ucap Minho sambil menunduk. Taemin terdiam, tanpa mau membalikkan badan untuk menatap Minho.
"Kau tahu aku benci hidup seperti ini dan kau tahu sudah lama aku ingin mati kan? Tapi kenapa? Kenapa kau membiarkan aku hidup sampai saat ini Taemin?,"
Taemin masih diam tidak bergeming, tidak berniat sedikitpun untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan atau kata-kata yang diucapkan oleh Minho.
"Aku hanya ingin... aku hanya ingin hidup seperti dahulu... saat kita berjuang bersama-sama. Saat kita saling menyayangi dan melindungi satu sama lain... jika itu tidak akan pernah terjadi lagi maka... aku lebih baik mati saja. Bunuhlah aku... bunuh aku sekarang. Tidak ada alasan lagi aku hidup,"
Minho mulai terisak dan menangis dengan suara pilu. Emosi yang dia tahan meluap begitu saja saat dia mengenang masa lalunya bersama Taemin. Dia merindukan sosok Taemin yang dahulu, yang selalu berada disampingnya dan selalu tersenyum padanya. Minho sangat merindukan saat-saat ketika dia memeluk Taemin yang begitu hangat disaat mereka tengah bersedih atau berduka, Minho benar-benar merindukan saat-saat itu.
"Tidak bisakah kita seperti dahulu lagi... Taemin?."
Hening, Taemin terus diam tidak menjawab pertanyaan Minho. Suara langkah kaki mulai terdengar diruangan yang bersuhu dingin tersebut. Taemin pergi meninggalkan Minho tanpa mengatakan sepatah katapun padanya, membuat Minho kembali menangis dan terisak. Namun... tanpa Minho sadari, air mata Taemin mulai turun dan membasahi pipinya begitu Taemin berjalan cukup jauh dari tempat Minho dikurung.
"Jika itu mungkin... aku juga ingin kembali hidup bersama denganmu Minho hyung." Ucap Taemin pelan hampir berbisik.
-oOo-
Taemin menyeka air matanya dengan jubah di lengan kanannya dan kembali berjalan dengan tenang, seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Dia kembali keruangan dimana Yunho dan Jaejoong yang kini tidak beradu argumen kembali, namun kini mereka tengah memasang mimik wajah yang serius. Taemin menaikkan alisnya melihat sosok yeojya yang dia bawa tidak ada, dan kemudian menatap dua seniornya.
Merasa ditatap, Jaejoong mengalihkan perhatiannya pada Taemin. Mengerti apa arti tatapan yang dilayangkan oleh Taemin Jaejoong menghela napas.
"Dia dibawa master sebagai percobaan dan kita mendapat perintah baru dari master." Ucap Jaejoong dengan nada yang sangat serius. Taemin merasakan bahwa perintah yang diterima kali ini sepertinya sangat berbeda dari yang dia dapat sebelumnya dari masternya.
"Apa itu?." Tanya Taemin ketika Jaejoong tidak melanjutkan kata-katanya.
"Membunuh semua manusia yang hidup dipulau ini tanpa sisa sedikitpun." Taemin terkejut namun bisa dia simpan rasa terkejutnya dibalik wajahnya yang dingin.
"Apa D.O termasuk?." Ucap Taemin.
"Ya." Jawab Jaejoong.
Taemin kembali terkejut mendengar ucapan Jaejoong. Bukankah D.O adalah aset berharga masternya? Kenapa master juga memerintahkan membunuh D.O? Jika mereka membunuh D.O maka tidak ada yang bisa diandalkan dalam melakukan intelijensi dan percobaan atau eksperimen kan? Taemin benar-benar tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh masternya itu.
"Master mengatakan menemukan pengganti untuk D.O Taemin." Ucap Yunho yang mengerti apa yang dipikirkan oleh Taemin.
"Siapa orang itu?." Tanya Taemin to the point.
"Akulah orang tersebut Taemin."
Taemin terkejut mendengar suara orang yang sangat dia kenal ini. Suara orang yang sangat dia benci, karena orang inilah yang membuat Soo Man mengurung Minho didalam penjara. Taemin mengangkat wajahnya, dimana seorang namja tengah duduk disisi tangga dengan tenang sambil membawa sebuah buku tebal ditangan kanannya. Mata namja tersebut menatap tepat pada kedua mata Taemin.
"Ternyata kau sialan..." Desis Taemin tanpa bisa menghilangkan nada marahnya.
"Oh... jangan marah begitu sayangku. Kau jadi terlihat sangat tidak manis~." Ucap sang namja yang entah kenapa dan bagaimana sekarang berada disamping Taemin dan berbisik ditelinganya.
XiuChen Side
Dua orang insan manusia dan seekor serigala atau mungkin anjing berukuran raksasa tengah beristirahat dengan damai di tengah-tengah hutan. Api unggun yang mereka buat kini mulai padam, membuat kehangatannya mungkin semakin terasa berkurang pada dua insan manusia tersebut. Namun, melihat raut wajah dan posisi mereka yang sangat nyaman itu sepertinya tidaklah bermasalah.
Chen dan juga Xiumin masih terlelap dalam tidur mereka dengan posisi bersandar pada tubuh Baek-Gu yang berbulu dan terasa hangat. Membuat udara dingin dihutan tersebut tidaklah terasa oleh mereka karena hangatnya bulu Baek-Gu yang membuat mereka begitu terlelap dan terasa nyaman. Berbeda dengan Xiumin yang sudah terbiasa tidur dengan nyaman karena Baek-Gu, ini kali pertama bagi Chen tidur bersandar pada seekor binatang raksasa.
Chen tertidur dengan sedikit mengigau dan bergerak kesana kemari, hingga akhirnya Chen berada disamping Xiumin dan memeluknya seolah-olah sebagai guling. Satu tangan Chen mulai melingkari perut atas Xiumin dan satu kaki Chen dia tumpukkan diatas kedua kaki Xiumin dengan saling berhadapan muka. Pose yang begitu dekat dan bisa menimbulkan kecurigaan bagi siapapun yang melihat posisi mereka itu.
Chen kembali bergerak-gerak dalam tidurnya entah karena apa, namun kini dia mulai menarik tubuh Xiumin hingga makin mendekat padanya. Bahkan kini jarak wajah mereka berdua sangat begitu dekat, kira-kira dua sentimeter. Jarak yang sangat begitu dekat dan bahkan mereka bisa merasakan deru napas masing-masing walau tengah tertidur.
Baek-Gu yang kurang nyaman dengan posisinya mulai menyamankan posisinya agar tidurnya makin nyaman. Namun... tanpa Baek-Gu sadari, gerakan darinya yang bergerak seperti itu membuat dua namja yang tengah tidur bersandar padanya kini berubah posisi. Dimana kini Chen tengah menindih sebagian tubuh Xiumin dan dengan kedua bibir mereka saling bersentuhan.
Merasakan beban berat yang dia rasa, Xiumin mulai membuka matanya perlahan-lahan. Xiumin merasakan seperti sebuah deru napas hangat yang menyentuh wajahnya dan kontan matanya melebar begitu mengetahui apa yang terjadi padanya. Xiumin membeku menatap wajah Chen yang begitu dekat dengan dirinya dan bahkan dia bisa merasakan bibir lembut Chen yang menyentuh bibirnya.
Dengan segera Xiumin mendorong tubuh Chen hingga membuat Chen tersadar karena tubuhnya membentur sesuatu yang sangat keras dan membuat bagian tubuhnya ada yang terasa sakit. Xiumin segera bediri dan menyentuh bibirnya, wajahnya memerah semerah tomat. Xiumin kemudian menatap Chen yang tengah berusaha duduk dengan merintih kesakitan karena didorong oleh Xiumin.
"Apa yang terjadi Xiumin?." Tanya Chen heran karena Xiumin memandang dirinya dengan pandangan yang sangat sulit diartikan.
"Kau tidak tahu apa yang terjadi? Maksudku... apa yang kau lakukan sebelumnya?." Tanya Xiumin masih dengan wajahnya yang merona.
"Eh? Memang apa yang terjadi dan apa yang aku lakukan?." Chen terlihat bingung dengan perkataan Xiumin karena sejujurnya dia tidak tahu apa yang terjadi atau apa yang dia lakukan padanya.
Wajah Xiumin yang merona karena malu dan gugup kini berubah menjadi murung mendengar apa yang Chen katakan. Entah kenapa hatinya sedikit terasa sakit saat Chen mengatakan kata-kata itu dan tentu saja hal itu membuat suasana diantara mereka menjadi canggung. Chen tidak tahu harus bagaimana menghadapi keadaan mereka yang entah kenapa terasa canggung ini, karena dia benar-benar tidak tahu apa yang terjadi.
Hanya saja yang Chen tahu, dia bermimpi tengah mencium Xiumin. Namun... itu kan hanya mimpi dan bukan kenyataan. Chen sedikit tidak enak melihat Xiumin yang tengah terduduk lesu, jadi Chen mulai mendekat pada Xiumin dan duduk disebelahnya. Xiumin sedikit melirik Chen yang duduk disebelahnya dan kembali menatap lurus kedepan. Berbeda dengan Chen yang menatap keterdiaman Xiumin dengan raut wajah tidak mengerti.
"Xiumin... ada apa? Apa kah aku melakukan hal yang salah padamu? Jika iya, maka katakanlah," Ucap Chen.
Xiumin terdiam, dia sedikit merutuki dirinya yang dia anggap memalukan. Hey! Dia ini seorang lelaki dan seorang prajurit kan? Kenapa bisa dia bertindak seperti seorang perempuan hanya karena dia dicium oleh seorang lelaki? Marah karena Chen tidak tahu atau mungkin tidak ingat dengan apa yang dia lakukan pada dirinya. Ah... benar-benar memalukan kau Xiumin.
Apakah itu semua karena Xiumin merasa tertarik dengan Chen? Ah... tidak, tidak mungkin dia bisa begitu cepat tertarik pada namja yang dia tolong ini. Tetapi jika memang tidak, kenapa wajahnya bisa memerah dan jantungnya berdetak ketika dia tahu Chen tengah menciumnya. Terlebih lagi dia merasa sakit saat Chen tidak sadar saat dia mencium dirinya. Bukankah itu sudah jelas bahwa dirinya tertarik atau memiliki perasaan pada Chen?
Tidak... tidak... ini tidak boleh terjadi. Lagi pula apa yang bisa membuat Xiumin begitu tertarik pada Chen? Wajahnya yang tampan kah? Senyumnya yang bisa membuat hatinya hangat kah? Suaranya yang merdu kah? Atau dia menyukai semua yang ada pada Chen? Mungkinkah ini adalah perasaan semacam jatuh cinta seperti yang pernah dikatakan oleh teman-temannya? Karena sejujurnya Xiumin tidak pernah merasakan jatuh cinta pada siapa pun selama ini.
"Xiumin... kenapa? Maafkan aku jika memang aku salah." Ucap Chen dengan nada memohon begitu melihat keterdiaman Xiumin.
Xiumin menghela napasnya dan mulai menatap Chen yang memasang wajah maaf pada dirinya.
"Kau benar-benar tidak tahu apa yang sudah kau lakukan padaku Chen?,"
Chen menggelengkan kepalanya karena memang dia tidak tahu apa yang telah dia lakukan pada Xiumin. Mungkinkah dirinya melakukan hal yang buruk pada Xiumin disaat dia tidur? Atau yang paling buruk mimpi bahwa dia mencium Xiumin adalah benar? Atau lebih buruk lagi jika dia melakukan hal yang tidak-tidak pada Xiumin disaat dia tengah tertidur itu? Chen menelan ludahnya gugup begitu melihat Xiumin yang menatap serius pada dirinya.
"Kau ingin tahu apa yang sudah kau lakukan padaku?."
Dengan sedikit ragu Chen mengangguk dan dia sangat terkejut begitu Xiumin mendekatkan wajahnya dan mencium dirinya tepat dibibirnya.
'Jadi... mimpi itu benar.' Batin Chen
BaekYeol dan SuLay side
Suho terlihat sedang sibuk mengepak beberapa peralatan dan benda lainnya yang sekiranya akan dia butuhkan nanti diperjalanan. Dibantu oleh Lay dan Sunny, mereka tengah memeriksa apa masih ada yang kurang atau tidak untuk nanti. Semalam mereka telah berunding dan menyetujui untuk menemukan Chen dan juga teman-teman mereka yang lainnya yang mungkin masih selamat. Maka dari itu Suho dan yang lainnya tengah sibuk mempersiapkan barang-barang yang mungkin mereka butuhkan dalam perjalanan.
Berbeda dengan Suho, Lay dan Sunny yang tengah membereskan barang-barang. Baekhyun dan Chanyeol tengah pergi kesuatu tempat untuk mengambil atau mencari beberapa bahan makanan yang masih bisa mereka makan dan temukan. Baekhyun terlihat senang ketika melihat kondisi Chanyeol yang semakin baik dan sekarang bisa membawanya terbang untuk mencari bahan makanan yang bisa mereka temukan.
Mereka tidak mempedulikan udara yang begitu dingin saat ini, karena tujuan mereka sekarang adalah yang terpenting. Jikapun nanti mereka diperjalanan bertemu dengan monster-monster atau mahluk lainnya, Lay dan Chanyeol mungkin bisa melawan mereka. Yap... sebuah keuntungan kini Chanyeol ada dipihak mereka, walaupun dia bilang hanya ingin melindungi dan hanya mematuhi apa yang Baekhyun katakan.
"Obat luka, lampu senter, pisau, telepon genggam yang tidak ada sinyal dan peralatan lainnya. Semuanya sudah beres." Ucap Sunny ketika selesai mengecek peralatan yang ada.
"Bagus, kurasa semua itu sudah cukup karena mungkin diperjalanan nanti kita bisa menemukan sesuatu." Timpal Suho yang diangguki oleh Sunny.
"Berarti kita hanya tinggal menunggu Channie dan Baekhyun." Kata Lay yang tidak lama kemudian datanglah Baekhyun dan Chanyeol dengan membawa beberapa makanan dalam sebuah keranjang lusuh.
"Kami selesai." Ucap Baekhyun sambil tersenyum dan memperlihatkan apa yang dia dan Chanyeol dapatkan.
Suho melihat dan mengecek makanan-makanan itu. Ada beberapa buah apel dan jeruk yang masih terlihat segar, tanaman obat dan beberapa ikan hidup. Suho tersenyum melihat hasil yang didapat Baekhyun dan Chanyeol, mereka sudah membawa bekal lebih dari cukup untuk diperjalanan. Namun... ada sesuatu yang mengganjal dalam pikiran Suho. Kenapa makanan-makanan ini tidak terkontaminasi sama sekali?
"Lay... kenapa makanan-makanan ini tidak terkontaminasi sama sekali?." Tanya Suho pada Lay. Baekhyun dan Sunny terkejut medengar ucapan Suho, memang benar mereka juga memikirkan hal yang sama.
Lay menggelengkan kepalanya.
"Entahlah... aku juga tidak tahu. Tanaman-tanaman dan bahkan ternak yang tidak terkena gigitan tidak terkontaminasi sama sekali disini. Bahkan mereka tumbuh dan tidak mati sama sekali." Ucap Lay.
"Apa ada kemungkinan virus itu hanya menyerang manusia saja?." Tanya Suho.
"Mungkin seperti itu." Balas Lay.
Tiga insan manusia disana menghela napas mereka bersamaan. Sungguh virus yang ada disini begitu menakutkan karena hanya menyerang manusia saja. Mereka tidak melanjutkan permbicaraan mereka setelah itu karena mereka akan bersiap untuk berangkat dalam pencarian menemukan teman-teman mereka. mereka mulai berdoa dalam hati agar mereka dipertemukan dengan sahabat-sahabat mereka yang lain dan berdoa semoga mereka semua selamat.
Suho mulai mengambil langkah pertama keluar dari tempat peristirahatan mereka, diikuti oleh Lay, Sunny dan juga Baekhyun dan Chanyeol dibelakang. Posisi mereka yaitu Suho dan Lay berada didepan dengan Sunny dibelakang mereka, lalu setelahnya dibelakang Sunny ada Chanyeol dan Baekhyun. Chanyeol dan Baekhyun berjalan beriringan dengan tangan mereka yang saling bertautan satu sama lain.
Lambat laun mereka kemudian telah keluar dari area hutan dengan tidak terlihat kembali adanya pepohonan-pepohonan yang ada disekitar mereka. Melainkan sekarang mereka tengah berada dalam sebuah padang rumput dengan ilalang-ilalang yang tumbuh lebat dan tinggi. Tidak ada jalan lain bagi mereka selain melewati padang rumput dengan ilalang yang tinggi tersebut.
Lay berjalan selangkah lebih depan dari Suho dan mengeluarkan kedua pedangnya dari sarung pedang miliknya. Instingnya mengatakan akan ada sesuatu yang akan mereka hadapi nanti diperjalanan melewati padang rumput ini. Suho dan Sunny yang melihat reaksi Lay mulai meningkatkan kewaspadaan mereka pada sekitar mereka.
"Channie, gunakan indra penciumanmu untuk mendeteksi jika ada sesuatu disekitar kita." Perintah Lay pada Chanyeol.
"Aku mengerti." Balas Chanyeol.
Chanyeol mulai berkonsentrasi dengan indra penciumannya disaat mereka mulai berjalan kedepan melewati padang ilalang tersebut. Lay membantu jalan mereka semua didepan dengan memotong ilalang yang ada dihadapan mereka. Mereka terus berjalan tanpa ada halangan sama sekali, namun mereka cukup terkejut dengan luasnya padang ilalang ini karena sudah beberapa lama mereka belum sampai ditempat tujuan juga.
"Berhenti!." Seru Chanyeol.
Sontak seruan Chanyeol membuat yang lain diam. Mereka melihat Chanyeol yang terlihat berkonsentrasi dan mereka tahu bahwa ada sesuatu disekitar mereka.
"200 meter didepan ada dua mahluk dengan bau yang aneh dan 300 meter arah jam dua ada satu mahluk yang cukup besar karena baunya yang sangat terasa." Jelas Chanyeol.
"Kau tidak bisa melihat bagaimana rupa mahluk itu?." Tanya Lay.
"Aku belum seluruhnya pulih... jadi hanya ini yang bisa aku lakukan." Balas Chanyeol.
"Jadi kita tidak tahu mahluk macam apa yang akan kita temui nanti?." Tanya Baekhyun yang menggenggam erat tangan Chanyeol.
"Bisa dibilang begitu Baekkie."
"Jangan khawatir kita pasti bisa melawan mahluk itu." Kata Lay yang menyemangati mereka yang ada disana. Mereka semua mengangguk berbarengan. Benar apa yang dikatakan oleh Lay, mereka tidak boleh lagi merasakan takut pada apapun ditempat ini. Mereka harus berani dengan apa yang akan mereka hadapi, karena itulah bagaiamana cara mereka bisa hidup ditempat mengerikan ini.
"Mereka yang berjarak 200 meter mulai berjalan kemari! Mereka sangat cepat!." Seru Chanyeol yang mulai merasakan kedua mahluk itu mulai datang pada mereka.
"Mundur beberapa langkah." Perintah Lay dan kemudian mereka semua mundur sedikit menjauh dari tempat mereka.
Lay mulai memasang kuda-kudanya dan mempersiapkan kedua pedangnya untuk menyerang apapun mahluk yang akan dia lawan. Suho dan Sunny berlindung dibelakang Lay tanpa menghilangkan rasa kewaspadaan mereka, bahkan Suho kini tengah menggenggam erat sebuah pisau ditangan kanannya.
"Aku akan melindungi Baekkie, jangan khawatir." Kata Chanyeol yang melepas tautan tangannya dengan Baekhyun dan merubah kedua tangannya kedalam mode monster dengan kuku tajam ditangannya. Sebenarnya Chanyeol sedikit enggan merubah tangannya karena takut jika Baekhyun takut padanya. Namun... semua perasaan itu sirna ketika tangan Baekhyun kembali menggengam erat tangannya dan tersenyum padanya.
"Terima kasih Chanyeol." Kata Baekhyun yang dibalas anggukan dan senyum Chanyeol.
"Channie bagaimana sekarang? Dimana mereka?." Ucap Lay.
Chanyeol kembali fokus pada indra penciumannya dan mulai merasakan hawa keberadaan dua monster tersebut.
"50 meter arah kanan kiri kita. Sepertinya mereka bermaksud menyerang dari samping kita." Ucap Chanyeol yang kemudian memutar tubuhnya kesamping kiri dimana ada satu monster yang berada tidak jauh dari hadapan mereka.
"Aku mengerti." Ucap Lay yang memutar tubuhnya kekanan.
Ilalang yang tumbuh tinggi dan lebat dan juga suasana yang sudah dipastikan begitu gelap membuat indra penglihatan mereka terbatas. Hanya dari suara saja mereka bisa merasakan hawa keberadaan mereka.
Tap Tap Tap
Mereka bisa merasakan suara derap langkah mahluk yang sedang medekat menuju kearah mereka dengan perlahan. Lay mulai memegang erat kedua pedangnya dan Chanyeol bersiap dengan kedua tangannya. Suho dan Sunny makin bersikap waspada, sedangkan Baekhyun memegang baju Chanyeol dengan erat karena sedikit takut.
Perlahan suara derap langkah kaki itu makin terdengar jelas, menandakan bila mereka sudah sangat dekat. Bahkan mereka bisa melihat bayangan mahluk itu yang tidak terlalu tinggi karena berjalan dengan cara merayap ditanah. Kedua mahluk itu mulai menampakkan diri dan membuat bulu kuduk berdiri bagi siapapun yang melihat mahluk atau mungkin monster itu.
Monster mirip laba-laba namun juga mirip dengan manusia. Dimana kepala yang mirip dengan manusia namun hanya menyisakan tengkorak dan daging saja, memiliki taring besar dan air liur menijikan berwarna ungu yang terus menetes dari mulut mahluk itu. Tubuhnya pun mirip manusia, namun dengan ujung yang berbentuk bulat berwarna hitam dan berbulu mirip dengan laba-laba. Juga dengan empat pasang kaki laba-laba dengan ujungnya yang lancip bagai ujung dari sebuah tombak.
Sunny dan Baekhyun hampir berteriak melihat mahluk mengerikan yang ada dihadapan mereka. Apalagi ketika mahluk itu mulai menggeram kecil. Lay tanpa pikir panjang mulai maju untuk menebas mahluk tersebut. Satu pedangnya dia ayunkan pada monster laba-laba itu, namun alangkah terkejutnya Lay begitu pedangnya tertahan oleh sepasang kaki monster itu.
"Lay awas!." Teriak Suho ketika melihat satu kaki laba-laba yang lain bersiap untuk menusuk Lay dan dengan sigap Lay kembali mundur menghindari serangan tersebut.
"Mahluk ini membuatku repot karena merangkak ditanah." Desis Lay.
Disisi lain Chanyeol mulai berhadapan dengan laba-laba lainnya. Chanyeol juga sedikit kerepotan untuk menusuk laba-laba itu karena banyaknya kaki laba-laba itu yang melindungi dirinya sendiri. Apalagi dengan cara mahluk itu yang merangkak ditanah membuat Chanyeol harus sedikit menurunkan tubuhnya yang tinggi untuk menyerang monster tersebut.
"Cih, ini sangat merepotkan." Ucap Chanyeol kesal.
Lay dan juga Chanyeol mulai kembali melawan monster laba-laba itu, namun tidak satu pun dari mereka yang berhasil melukai mahluk tersebut. Yang ada, Lay maupun Chanyeol mulai kelelahan karena menyerang dan bertahan terus menerus. Hal itu membuat Suho, Baekhyun, dan Sunny menjadi sangat cemas. Mereka ingin membantu tapi jika mereka lakukan, mereka hanya akan menjadi beban bagi Chanyeol dan Lay karena harus melindungi mereka disaat bersamaan.
Lay maupun Chanyeol kembali menuju Suho dan yang lain. Napas mereka terlihat tidak beraturan dan keringat mereka mulai mengucur deras, bukti bahwa mereka tengah kelelahan dan kewalahan melawan monster laba-laba itu. Yang membuat mereka kewalahan adalah jumlah kaki monster tersebut yang selalu berhasil menahan serangan mereka dan juga menyerang mereka. Jika satu lawan dua maka mungkin mereka menang menang melawan salah satu dari monster tersebut, tetapi itu mustahil karena hanya mereka berdua yang bisa melawan kedua monster tersebut.
Sangat beresiko jika mereka mengumpankan salah satu dari mereka dimana salah satu monster laba-laba lain kemungkinan besar akan menyerang Suho dan yang lain disaat mereka melawan yang satunya bersamaan. Juga beresiko jika salah satu dari Suho, Sunny, dan Baekhun ikut melawan karena mungkin bisa membuat mereka terluka dimana mereka belum mahir atau bisa berkelahi dengan monster tersebut.
Chanyeol terlonjak kaget begitu indra penciumannya merasakan satu mahluk yang lain datang menuju mereka. Mahluk besar yang berasal dari arah jam dua dengan jarak 300 meter mulai mendekat.
"Sial! Satu mahluk lain yang berukuran besar dari arah jam dua mulai mendekat." Teriak Chanyeol.
Semua yang ada disana mulai membeku mendengar teriakan Chanyeol. Dua monster yang mereka lawan saja masih belum berhasil mereka kalahkan, namun sudah datang mahluk lain yang lebih besar datang menuju kearah mereka. sungguh ini bukanlah hari keberuntunga mereka.
"Apa yang harus kita lakukan?." Tanya Suho tanpa bisa menyembunyikan nada khawatirnya.
"Kita kabur dari sini." Balas Lay.
Namun... sebelum mereka berlari dua monster laba-laba tersebut mengepung mereka dari arah depan dan belakang. Membuat mereka tidak bisa lari sama sekali karena dikepung.
"Sial!." Ucap Lay yang melihat dua monster itu yang tidak mau beranjak dari tempat mereka untuk membiarkan mereka lewat.
Suho dan Sunny masih berlindung dibelakang Lay yang berhadapan dengan satu monster laba-laba sedangkan Baekhyun memeluk Chanyeol ketakutan dengan satu monster laba-laba lain yang ada dihadapan mereka.
"Mahluk itu makin dekat. Sial!." Ucap Chanyeol.
Tidak lama kemudian.
DUAGH
"Grooaakkhhh."
Semua mata terkejut begitu salah satu monster laba-laba itu tiba-tiba ditindih oleh mahluk besar yang baru tiba tersebut. Dimana setelahnya monster laba-laba itu tidak bergerak lagi alias mati dengan tubuhnya yang hancur karena tertindih mahluk diatasnya. Dan mereka menatap mahluk besar tersebut yang telah membunuh salah satu monster laba-laba itu. Dimana yang tidak lain mahluk besar itu adalah Lupin.
TBC
Kamsahamnida, Gomawo, Terima Kasih, Hatur Nuhun atas review kalian
Balasan review :
evilwin : Benar nih momentnya sweett? Terima kasih chingu ini sudah dilanjut review lagi yah ^_^
Huang Sung-hyun : Kalau yang ini kayaknya gak bakal naik rated chingu hehehe XP Nanti aq buatin fic TaoRis rated M terbaru kok hohoho *tos bareng Kris* Mian gak bisa update kilat yah *bow*
Natasha Kim : Sama-sama chingu Aigoo sampai ada yang jatuh cinta sama aq#plak Natasha: "FF loe bukan loe author" wkwk kamsahamnida sudah mau menjadi pembaca setia ff aq *hug & kissu* XD
AngelGie HantaoRis : Kamsahamnida ini sudah dilanjut mohon review lagi yah :D
Jin Ki Tao : Boleh itu loh ehem sentuh ehem#buagh Wah... chingu benar semua nebak bagian partnya ^_^P kalo little boyfriend masih lama updatenya chingu
Kim Eun Eri : Next Chap mungkin lebih ke action karena udah mau tahap puncak ffnya chingu Jiaahh jangan sujud2 donk chingu nanti kejedot lantai*eh* XD
ceekuchiki : Ini udah mau final loh chingu hehe mian gak bisa update kilat
Dhila001204 : Eonnie apalagi kalau ngeliat TaoRis moment di chap ini saeng pengen eonie peluk ni laptop ampe ruksak(?) Okey hwaiting juga saengku :D ff yang itu mungkin minggu depan di update
Brigitta Bukan Brigittiw : Wahahaha banya yang minta ff NCan TaoRis XP Tuh udah ada ChenMin momentnya walau gak banyak sih hehe
Kerin S.E : Salam kenal Kerin *jabat tangan* Kamsahamnida mau mereview ff aq *hug*
chiagitta : Wah... sampai ada yang terharu *ngasih tisu* Nih ada lagi XiuChennya walau sedikit. Terima kasih chingu mau terus mereview ff aq *peyuk hangat* :D
BlackPearl08 : Emang sad yah? Padahal aq bikinnya romantis moment loh :D Chap sekarang ada SuLaynya tapi gak ada romanceny sudah mulai serius lagi nih. Terima kasih juga buat sukanya ehehehe
Septaaa : Sama-sama Aq lagi cari ide bikin ff rated M KaiSoo loh *muka mesum*#plak TaoRis kan udah ada tuh aq bikin yang rated M *lirik ff Touch The Panda* hahaha eh mian gak bisa update kilat
kimhyunshi : Sama-sama emang aq buat khusus romance kemaren hehe tapi disini udah ada baekYeol kok :D aq juga kurang tahu ampe chap berapa tapi yang pasti kurang dari 20 chap kayaknya
Taryshineexo : Ahaha saking manisnya kali jadi senyum gitu *masa sih?* ini sudah dilanjut review lagi yah chingu
icyng : Kris emang doyan kali yeh gituan#disemburNagaKris Oke semangat juga saengku
SmiLeEND : Kalau selanjutnya kayaknya bakal lebih banyak actionnya deh chingu hehehe
Lee Kim : Gimana nih yang SuLay BaekYeol side kan ada petualangannya seru gak tuh? Mian kalau agak pendek huehihihuehihi(?) XD
Yooooona : TaoRis kan udah jadi sekarang yang ada ChanBaeknya chingu
mayuka57 : Emang chingu lagi bad mood? Kai gak pervert kok cuman nakal aja haha#ditendangKai Jiaahhh aq juga mau banget dicium Tao#buagh XD
wufan-gun : Kerja sayangku bagian accounting bikin puyeng Ini udah ada BaekYeol dan ChenMin kok ^_^
BeBaek Cinta Chan Chan : TaoRis memang beda *kaya slogan TV* hahaha Tenang nanti ada kok YunJae momentnya
Sabrina EXO : Kamsahamnida Sabrina-ssi mian kemarin reviewnya pada gak bisa dibalas soalnya gak ada waktu banyak lagi buat ngetik. Harap dimaklum author udah kerja soalnya *bow* Aq senang banget baca reviewnya jadi maluuuu hihihi *peyuk Tao*#dicekik Kris dan untuk para chast cuman tersisa satu atau dua orang lagi dan saran Sabrina sudah masuk ke meja(?) author kok. Author udah milih beberapa chast buat yang itu *nunjuk orang misterius yang bikin Taemin marah* adalah anggota Boyband BigBang *tebak hayoo pasti tahu* gak banyak yang bakal muncul lagi karena udah mau end. Terima kasih juga buat doa dari Sabrina buat aq *peyuk hangat* tetap review ff aq yah Sabrina-ssi
Fang Min : Terima kasih sukanya *emangnya facebook* hehe TaoRis udah pasti banyak tapi gak banyak-banyak(?) harus adil buat couple lain
Ryu JiHyun : Jiahhh ternyata dirimu sama pervertnya seperti aq huahaha *tos* Kapan2 bikin NC kok tenang aja *wink* XP
Jung Jisun : Mereka emang pada so sweett bikin iri *peluk TaoRis* Ini udah dilanjut mohon review lagi yah
Happy Bubble : Ini udah update chap lanjutannya mian gak bisa update kilat *bow*
RJP : Ini udah diupdate mian gak update kilat yah chingu *bow*
sherry dark jewel : Gak apa chingu baru review juga terima kasih buat semangatnya *hug* ini udah di update review lagi yah
Melodyatlantick : Mereka emang so sweett kan? Bikin iri lagi hehe
Raichi Lee Sangjin ELF : Maafkan juga eonieeee huweee eonie jadi jarang baca ff apalagi ff kamu saeng *hug* Jangan khawatir eonie udah ngerekmnya kok *ngasih kaset NC TaoRis* Di chap End mereka bakal kembali kedunia normal kok
Miparkland : Gak apa-apa chingu Kali aja pas baca chingu lagi makan rujak *lha apa hubungannya?* Chingu penggemar Naruto juga? Kirain couplenya TaoRis *pundung* Pas banget chingu, itu juga aq ambil dari sebuah ff tapi entah kenapa aga aneh istilahnya. Tenang aja udah dak dipake lagi kok chingu :D Review lagi yah
KDS : Oke Siip ini sudah dilanjut loh
Baek Lalla Chan : Aduh saengku ini gak sabaran hihihi itu eonie bikin ff rated M BaekYeol buat kamu tuh hohoho#dilempar sendal. Pen name kamu sama bagusnya kaya pen name eonie *tos* XD
tiikaa : Cie cie yang lagi ospek *pengen* gak apa-apa chingu HunHannya sweett yah? Luhan kan emang pemalu hihihi#digigit Luhan
Ocha CloudSomnia : Kan kemaren khsusus romance chingu Eh foto yang itu udah aq jadiin avatar kok coba liat aja. Mian yah gak bisa update kilat tapi ini udah di update loh jadi review lagi yah
WhiteCat Shii : Emang kalau di hape suka error chingu *pengalaman* jangan nangis donk nanti gak aku kasih video TaoRis NCan loh wkwkwk Tao itu emang dilihat dari jauh kaya seme tapi kalau dekat kaya Uke menurut aq *Lha?* itu udah ada ChanBaek dan ChenMin momentnya chingu
Kim Jong Hye : Chingu KaiHun shipper hehehe itu KaiHun pada berantem wkwk. Makasih semangatnya chingu HWAITING! Juga
Hyegun Exotics : Terima kasih atas semangatnya chingu *hug* ini udah diupdate loh review lagi yah :D
golden13 : SuLay BaekYeol ma ChenMin kabarnya baik kok, tuh ada kan hehehe XD
dinodeer : Haha itu dia chingu... entah kenapa kalau aq mau bikin HunHan NCan kok gak tega yah? Rasanya mereka itu terlalu alim kalau sampai berbuat yang kayak gitu (-_-"") Gak apa yang penting saengku ini udah absen(?) di chap 13 hehe. Review lagi yah saeng *hug*
Guest : Maaf maksudnya apa yah? Kurang paham sama artinya *gak pintar English*
ppyakkekep : Gak apa chingu makasih udah mau review ff aq ini udah dilanjut review lagi yah
Akita Fisayu : Hahaha jangan khawatir nanti aq mau bikin ff NC KaiSoo kok *muka yadong*#plakplak 2Min dan ChenMin udah ada kok dichap ini kan? Review lagi yah
BabySuDo : Aih bunda aq kirain bunda udah lupa ma aq *peluk bunda* Janji yah dibaca terus jangan lupa reviewnya Dulu aq punya fb tapi dihapus karena ada masalah kalau sekarang gak bisa bunda soalnya dikantor aq gak boleh ada yang punya fb katanya sih biar karyawannya fokus ma kerjaan. Twitter apa lagi lom pernah bikin -_-. Nanti aq mau bikin fb tapi diam2 aja hehe tenang aja bun emang bunda umue berapa?
Kamsahamnida buat semua yang sudah review ff aq *Hug & Kissu*
Review again please *Ngasih video ChenMin kissu*
