AN : Sekali lagi author ucapkan permintaan maaf karena lama updatenya readers sekalian *deep bow*
Padahal hari minggu tapi author malah disuruh eomma anter belanja ampe pegel nih kaki. Baru aja bisa ngetik
MOHON DIBACA
Karena sebentar lagi akan tamat yang sekiranya sampai 20 chapter. Author meminta pendapat ending fic ini pada reader tercinta sebelum-sebelumnya bahkan ketika sebelum pembuatan fic ini. Author sudah menerawang bagaimana fic ini endingnya. Yaitu Chanyeol tewas, Kris tewas, dan Kai juga tewas. Tapi karena author takut banyak yang marah dan dihajar reader semua *merinding*. Author minta pendapat apakah sesuai dengan ending author atau ending lain seperti semua anggota EXO selamat? Pilihan ada ditangan kalian.
Warning : Typho banyak
Evil Town
Chapter fiveteen
SuLay, BaekYeol & Lupin Side
Semua insan manusia disana menatap Lupin dengan pandangan waspada. Biarpun mereka merasa berterima kasih karena mahluk besar itu telah mengalahkan salah satu dari dua monster laba-laba tersebut. Namun... tetap saja mereka masih merasakan hawa bahaya dari mahluk besar itu. Dan hal itu membuat mereka makin kewalahan juga tidak tahu harus bagaimana keluar dari situasi tersebut.
Dihadapan Lay, tidak jauh darinya ada seekor monster laba-laba yang dia akui cukup kuat dan juga gesit. Jika mahluk itu tidak merayap ditanah dan tidak memiliki kaki yang bagaikan tombak itu, maka akan mempermudah Lay untuk mengalahkannya. Setiap kali dia melawan monster laba-laba itu, tebasan pedangnya selalu tertahan oleh kaki monster laba-laba tersebut, alhasil itu membuatnya kalah jumlah karena pedangnya hanya ada dua. Sedangkan sang monster laba-laba memiliki delapan kaki yang cukup keras dengan ujung yang tajam dan lancip diujungnya untuk menusuknya.
Lay sedikit terkagum dengan monster besar yang telah mengalahkan salah satu monster laba-laba tersebut. Sungguh dia tidak habis pikir, monster besar itu mengalahkan monter laba-laba hanya dengan menginjaknya. Kemungkinan besar, monster besar itu lebih kuat dan lebih berbahaya dari monster laba-laba tersebut. Maka dari itu, kini mereka berbagi tugas, Lay tetap mengawasi sang monster laba-laba dan Chanyeol mengawasi Lupin yang masih tetap terdiam ditempatnya. Takut-takut jika salah satu dari mereka tiba-tiba menerjang dan menyerang mereka begitu saja.
Lupin menggeram kecil yang sukses membuat semua mata menatap dirinya, Lay juga sedikit melirik Lupin dengan ujung matanya. Sang monster laba-laba membalas geraman Lupin dengan cukup keras, membuat semua yang ada disana jadi makin lebih waspada. Dalam pikiran mereka, kedua mahluk mengerikan itu seolah-olah tengah berebut mangsa yang dimana mereka lah mangsanya.
Lupin menggeram kembali dan mulai berjalan menuju arah mereka, begitupun dengan sang monster laba-laba. Lay kemudian kembali maju untuk menghadang sang monster laba-laba mendekati Suho dan Sunny. Sedangkan Chanyeol kini tengah melindungi Baekhyun.
"Channie!." Seru Lay yang kembali memasang kuda-kudanya menghadapi sang monster laba-laba yang makin mendekati dirinya.
"Aku tahu." Balas Chanyeol yang akan berhadapan dengan Lupin dengan kembali merubah tangannya menjadi mode monster.
Suho, Baekhyun, dan Sunny hanya bisa berdoa dalam hati agar mereka bisa selamat dari peristiwa ini. walau begitu mereka tidak hanya diam saja, mereka pun bersikap waspada dengan senjata yang ada dimasing-masing tangan mereka. Yah... walau mereka juga yakin itu tidak akan terlalu berguna jika dipakai untuk melawan dua monster mengerikan tersebut.
Chanyeol kemudian mulai berlari maju menerjang Lupin. Dengan gesit dia melompat untuk menghajar wajah Lupin dengan kedua tangannya, namun Lupin dengan lebih cepat menahan pukulan Chanyeol dengan satu tangannya. Mata Chanyeol melebar melihat kedua tangannya digenggam oleh tangan Lupin dengan sangat mudah. Kemudian Lupin langsung melepar Chanyeol yang masih terkejut hingga terpental kesamping kanannya.
BUGH
"Akkhh." Rintih Chanyeol begitu tubuhnya membentur tanah.
"Yeollie..." Pekik Baekhyun melihat Chanyeol yang tengah merintih kesakitan tidak jauh dari dirinya.
Sesungguhnya jika Chanyeol tidak dalam keadaan sekarang karena belum makan sesuatu, maka dipastikan dia akan bisa mengalahkan Lupin. Namun... sekarang karena tubuhnya sangat lemah, maka dia bukan apa-apa bagi Lupin.
Sedetik kemudian setelah Baekhyun kaget dengan Chanyeol yang terlempar oleh Lupin, Baekhyun menatap Lupin yang kini tengah berjalan mendekati dirinya. Wajahnya mulai menyiratkan rasa takut dan keringat dingin mulai membanjiri tubuhnya. Jarak Lupin dan Baekhyun kian dekat, namun Baekhyun hanya bisa diam saking takutnya hingga berlari saja terasa sangat sulit.
Kakinya terasa berat bahkan untuk digerakkan sedikitpun dan lidahnya kelu untuk berucap. Chanyeol yang memang sedang dalam kondisi tidak bagus ditambah dia tengah terluka karena Lupin, hanya bisa menatap Baekhyun yang kini tengah ketakutan karena Lupin yang mulai mendekati dirinya.
"Baekkie apa yang kau lakukan... cepat lari!." Teriak Chanyeol sambil berusaha untuk berdiri.
Suho dan Sunny yang fokus pada pertarungan Lay langsung mengalihkan pandangan mereka pada Baekhyun. Dan mereka berdua terkejut dengan situasi sekarang ini. Mereka tidak tahu jika Chanyeol tengah terkapar dan monster itu kini mendekati Baekhyun.
"BAEKKIE!." Teriak Suho kalut melihat jarak sang monster dan Baekhyun makin dekat. Suho kemudian berlari kearah Baekhyun diikui Sunny yang juga pergi menuju Baekhyun dengan senjata di masing-masing tangan mereka.
Lay yang mendengar teriakkan Suho dan langsung melihat dimana Chanyeol terkapar dan Baekhyun yang tengah ketakutan karena monster besar itu, dia tidak bisa berbuat banyak. Dia sudah cukup kesulitan dan kelelahan melawan satu monster laba-laba yang tengah dia hadapi. Yang sampai sekarang baru hanya bisa memotong salah satu kakinya saja.
"Sial." Desis Lay.
Tubuh Baekhyun bergetar begitu Lupin sudah ada dihadapannya dan Baekhyun langsung menutup matanya, pasrah dengan apa yang akan terjadi. Dia sudah siap jika monster besar itu akan membunuh atau melukai dirinya sebentar lagi.
'Chanyeol... tolong aku.' Ucap Baekhyun dalam hati. Chanyeol kini bersusah payah berjalan menuju mereka berdua.
TAP TAP TAP
Chanyeol dan Suho juga Sunny menghentikan langkahnya dan terkejut begitu melihat mahluk besar itu melewati Baekhyun begitu saja. Bukan hanya Chanyeol dan juga Suho tapi Lay juga. Bahkan Baekhyun kini membuka kembali matanya perlahan dan dia juga terkejut tidak terjadi apa-apa padanya. Baekhyun membalikkan badannya pada Lupin yang tengah menuju Suho dan yang lainnya. Chanyeol kembali berjalan dan kemudian memeluk Baekhyun dengan erat.
"Syukurlah... kau tidak apa-apa Baekkie. Aku... aku sempat khawatir kau akan dilukai." Ucap Chanyeol dengan nada khawatir yang tidak bisa dia sembunyikan. Baekhyun membalas pelukan Chanyeol.
"Jangan khawatir... aku tidak apa Yeollie."
"Maaf... aku tidak bisa melindungimu disaat kau tadi merasa ketakutan karena monster itu." Chanyeol melepas pelukannya dan menatap Baekhyun dengan memasang wajah yang menyiratkan rasa menyesal.
"Jangan bicara seperti itu. Mahluk itu kuat dan kau sedang tidak dalam keadaan yang baik untuk bertarung. Aku tidak menyalahkanmu." Baekhyun mengelus kedua pipi Chanyeol dengan sayang dan memberi tahukan bahwa dia tidak apa-apa dengan memberikan senyumnya pada Chanyeol.
Chanyeol mengecup puncak kepala Baekhyun dan mereka berdua menatap Lupin yang kini makin dekat dengan Lay dan yang lainnya. Mereka hanya berharap bahwa mahluk itu ada dipihak mereka dan tidak akan melukai mereka. Sama seperti dia yang tidak melukai Baekhyun sama sekali.
Suho dan Sunny menatap Lupin sedikit takut dihadapan mereka. Sejenak Lupin memandang mereka berdua dan kemudian menatap Lay yang masih tengah melawan monster laba-laba tersebut dengan susah payah.
Lupin kembali menggeram kecil dan berjalan melewati Suho dan Sunny begitu saja dan dia kini menuju Lay. Lay yang tengah fokus untuk menghabisi monster dihadapannya tidak merasakan hawa kehadiran Lupin yang dekat dengannya. Lay terkejut begitu tiba-tiba Lupin berada didepannya dengan memunggungi dirinya. Dan lebih terkejut lagi ketika Lupin dengan sangat keras memukul monster laba-laba itu dengan kedua tangannya hingga tanah sang laba-laba berpijak hancur dan retak.
Monster laba-laba itu kemudian mati tak bergerak kembali. Begitupun dengan kakinya yang bagai tombak itu yang melukai tubuh Lupin kini terlepas kembali.
Lupin kemudian mengangkat kedua tangannya dari tubuh monster laba-laba yang telah mati itu. Setelahnya Lupin menatap kawanan Suho dan yang lainnya yang masih menatap bingung dirinya. Lupin kembali menggeram kecil dan melakukan gerak tubuh, seolah-olah agar mereka mengikuti dirinya. Lalu Lupin kembali berjalan menuju tempat dirinya dan yang lain berisirahat, tidak peduli orang-orang itu ikut atau tidak.
Dilain pihak, Lay dan yang lain masih bingung dengan Lupin karena ternyata dia tidak melukai mereka. Malah Lupin membantu mereka mengalahkan dan membunuh monster laba-laba tersebut. Mereka juga sedikit terkejut melihat isyarat Lupin yang seolah mengajak mereka mengikuti dirinya entah kemana.
Chanyeol dan Baekhyun kemudian mendekati Lay, Suho, dan Sunny.
"Siapa sebenarnya mahluk besar itu?," Tanya Chanyeol.
"Kupikir dia akan berbuat jahat pada kita tetapi... malah sebaliknya." Lanjut Chanyeol pusing dengan apa yang terjadi.
Lay menghela napasnya dan kembali memasukkan kedua pedangnya pada tempatnya.
"Entahlah... aku juga tidak tahu." Timpal Lay.
"Setidaknya kita harus berterima kasih pada mahluk itu," Suho menatap mereka satu persatu.
"Mahluk itu sepertinya ingin kita ikut dengannya kesuatu tempat. Dan kurasa tidak ada salahnya kita mengikuti dia." Ucap Suho sedikit tidak yakin.
"Apa tidak apa jika kita mengikuti monster itu hyung?." Tanya Baekhyun yang masih setia memeluk lengan Chanyeol. Semua mata pun menatap Suho setelah apa yang Baekhyun katakan.
"Kurasa tidak apa-apa, mungkin monster itu tidak seperti monster kebanyakan yang sudah kita temui sebelumnya. kurasa dia ingin menunjukkan pada kita sesuatu. Mungkin bermaksud membawa kita ketempat yang aman."
"Bagaimana jika ini jebakkan Suho-ssi?." Tanya Sunny.
Suho menggelengkan kepalanya pelan.
"Percayalah padaku." Ucap Suho yakin dan kemudian menatap Lay.
"Baiklah... aku mengerti. Kita percaya pada apa kata Suho. Kita ikuti mahluk itu." Kata Lay.
Mereka kemudian berjalan sedikit cepat mengikuti Lupin yang sudah lebih dahulu berjalan meninggalkan mereka.
-oOo-
Los Plagos
Kedua namja yang dimana salah satunya adalah Taemin tengah beradu tatapan dengan namja lain dihadapannya. Aura kemarahan tertampang jelas dalam manik mata Taemin pada namja tersebut. Sedangkan namja yang satunya menatap Taemin dengan aura main-main dan meremehkan.
"Berhenti beradu death glare Taemin... dan kau juga G-Dragon." Ucap Yunho malas pada mereka berdua.
"Dia yang memulai hyung." Balas Taemin tidak terima.
"Ckck... tidak baik melawan apa kata sunbaemu Taeminie~." Kata GD dengan nada bercanda dan sedikit menggoda Taemin.
"Tutup mulutmu. Aku tidak memerlukan nasihat dari orang sepertimu." Taemin kembali menatap tajam GD.
"Hmph... kau masih marah padaku gara-gara Minho tersayangmu yang lemah itu dikurung?."
Taemin dengan penuh emosi setelah mendengar ucapan GD langsung menyerang GD dengan bayangannya yang membentuk sebuah tombak. Namun... GD berhasil menghindar dengan sangat cepat dan kini tengah duduk di salah satu sofa dengan tenang. GD melihat tobak hita milik Taemin yang berhasil melubangi dinding itu.
'Dia benar-benar bermaksud ingin membunuhku kah?.' Batin GD
Taemin kembali menyerang GD dengan membuat sebuah kurungan dari bayangannya. Namun... sekali lagi GD berhasil melarikan diri dari serangan Taemin dengan kemampuannya, dan kini tengah berdiri santai dibelakang Yunho dan Jaejoong yang tengah duduk.
"Ow... kau sungguh namja yang sangat tempramental. Benar begitukan Yunho sunbae dan Jae sunbae?." Yunho dan Jaejoong hanya memutar bola matanya bosan.
"Jika ingin bertengkar jangan disini. Kalian menggangu waktu istirahatku yang berharga. Kalian tidak ingin kubunuhkan?." Kata Jaejoong sedikit marah karena kegaduhan yang disebabkan oleh Taemin dan GD.
"Baiklah sunbae~." Balas GD dengan nada manis.
Taemin mendesis kesal dan pergi dari ruangan tersebut. Bersamaan dengan perginya Taemin, Jaejoong tiba-tiba tersentak dan hal itu membuat dua namja lainnya menatap Jaejoong yang kemudian sekarang tengah berkonsentrasi.
Tak berapa lama, Jaejoong membuka matanya dengan bola mata yang menyiratkan rasa marah.
"Apa yang terjadi Boojae?." Tanya Yunho.
"Dua laba-laba cantikku mati oleh manusia percobaan D.O. Grrhh sialan monster jelek itu." Geram Jaejoong.
"Wah... kabar yang buruk. Tapi bukankah besok kita akan membunuh mereka semua? Kau bisa membalaskan dendammu pada monster itu." Kata GD bermaksud menyemangati Jaejoong.
"Kau benar juga. Akan kubalaskan dendam dua laba-laba cantikku secepatnya."
"Jangan terlalu emosi melawan mereka nanti Boo. Kau bisa kehilangan kontrol dan malah bisa membunuh rekanmu nanti." Nasihat Yunho.
"Berisik! Aku tahu itu." Balas Jaejoong.
"Akan aku kendalikan monster itu untuk membunuh para manusia dan aku akan membunuhnya di akhir nanti." Lanjut Jaejoong dengan seringai yang mengerikan.
Jaejoong kemudian membuka mulutnya lebar-lebar dan beberapa detik kemudian keluarlah tiga ekor laba-laba berukuran cukup besar dari dalam mulutnya. Ketiga ekor laba-laba berbulu lebat yang hampir mirip dengan Tarantula itu kemudian jatuh kelantai dan pergi dari sana dengan sangat cepat.
"Laba-laba itu untuk memata-matai kah?." Tanya Yunho pada Jaejoong yang sudah kembali menutup mulutnya.
"Menurutmu?." Balas Jaejoong sambil tersenyum.
Suasana pun kemudian menjadi sunyi tanpa ada yang mau bicara.
"Jadi... besok adalah hari dimana kita akan bersenang-senang benar?." Buka GD memecah atmosfir sunyi diantara mereka bertiga.
"Dan kita bahkan ditugaskan untuk membunuh D.O haha~ sungguh mengasyikan." Lanjut GD bersemangat.
"Jangan terlalu senang. Bagaimanapun D.O adalah yang terkuat diantara kita dan sebuah bencana jika dia bisa menggunakan kemampuannya disaat dia tidak dikendalikan oleh obat." Ucap Jaejoong serius yang membuat GD mendengus sebal.
"Cih... lagi pula kenapa harus dia yang diberi kemampuan yang lebih hebat dari kita?." Dengus GD.
"Kau tidak tahu yah? Itu sudah jelaskan karena D.O adalah cucu dari master Soo Man itu sendiri." Ucap Jaejoong.
-oOo-
ChenMin Side
Chen masih diam membeku ketika Xiumin mencium bibirnya. Chen sesungguhnya tidak tahu harus berbuat apa, namun... melihat Xiumin yang tengah menutup matanya menikmati ciuman mereka. Membuat Chen seakan sadar, bahwa seharusnya dia juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Xiumin.
Chen mulai menutup matanya dan membalas ciuman dari Xiumin. Satu tangannya dia lingkarkan di pinggang Xiumin dan satunya lagi dia simpan diceruk leher Xiumin, agar memperdalam ciuman mereka. Dan kini, bukan hanya bibir mereka saja yang bermain tetapi juga lidah Chen yang mulai masuk kedalam mulut Xiumin dan mengeksploitasi yang ada didalam sana.
Xiumin mengeluarkan erangannya begitu lidah Chen bermain-main didalam mulutnya. Wajah mereka berdua kini sama-sama memerah dan tubuh mereka juga mulai berkeringat. Chen mulai menurunkan tangannya menuju ujung seragam Xiumin, dan tangannya mulai menarik ujung seragam itu. Chen bermaksud untuk melepaskan baju seragam itu dari tubuh Xiumin karena dia tahu kini udara disekitar mereka mulai panas.
"GUK GUK!." Gonggongan Baek-Gu yang cukup keras, berhasil membuat kedua namja itu tersadar dan saling menjauhkan diri masing-masing.
Baek-Gu menatap heran masternya dan Chen yang wajahnya begitu merah dan berkeringat cukup banyak. Baek-Gu memiringkan kepalanya bingung menatap apa yang sudah mereka berdua lakukan.
Kedua namja itu masing-masing merasakan debaran jantungnya yang tidak bisa dikontrol. Chen dengan sedikit keberanian menatap Xiumin yang masih menunduk malu. Jauh didalam lubuk hatinya dia merasa senang namun juga takut.
"M-maafkan aku Xiumin. A-aku a-aku." Kata Chen terbata-bata tanpa tahu harus mulai dari mana.
Xiumin mengangkat kepalanya dan menatap wajah Chen yang terlihat kebingungan. Mata mereka saling bertemu dan memberikan rangsangan tersendiri pada diri mereka. Xiumin yang sebelumnya gugup dan malu setengah mati karena sadar akan apa yang dia lakukan, mulai membuka mulutnya untuk berbicara.
"Tidak Chen. I-itu aku yang salah ma-maafkan aku." Xiumin membungkuk meminta maaf. Bagaimana pun dialah yang pertama kali mencium Chen, walaupun sebenarnya Chenlah yang mencium dirinya pertama kali ketika dia tidak sadar. Berbeda dengan dirinya yang mencium Chen secara sadar. Sungguh... Xiumin terasa amat sangat malu sekali.
Hening
Suasana kemudian menjadi hening dan sunyi diantara mereka. Hanya suara dari semilir angin dan geraman lembut Baek-Gu yang terdengar oleh indra pendengaran mereka. Baek-Gu mendekatkan wajahnya pada Xiumin dan mengelus-eluskan wajahnya pada Xiumin, meminta penjelasan dengan apa yang terjadi karena mereka terdiam satu sama lain.
Xiumin yang tahu betul jika Baek-Gu tengah mengkhawatirkan dirinya memeluk wajah Baek-Gu dan tidak lupa mengelus-elus juga bulu lebat milik Baek-Gu dengan penuh kasih sayang.
"Tidak apa Baek-Gu. Aku baik-baik saja, jangan khawatir." Ucap Xiumin sambil menciumi Baek-Gu. Baek-Gu membalasnya dengan menjilat wajah Xiumin dengan ujung lidahnya, membuat Xiumin tertawa kecil karena geli.
Chen melihat Xiumin dan Baek-Gu sambil tersenyum senang. Syukurlah, karena Baek-Gu aura canggung diantara mereka kini berubah menjadi lebih hangat. Chen melihat Xiumin yang tengah tersenyum dan juga tertawa dengan pandangan lembut. Sungguh wajah Xiumin itu sangat begitu manis dan lucu, membuat wajahnya memanas dan debaran jantungnya makin berdebar keras.
'Oh Tuhan... jangan katakan kalau aku sudah jatuh cinta pada Xiumin.' Batin Chen sambil menyembunyikan rona merah diwajahnya dengan kedua tangannya.
Xiumin yang tidak sengaja menatap Chen yang terlihat menyembunyikan wajahnya itu hanya bisa terkekeh pelan.
'Lucu.' Batin Xiumin.
"Grrhhhh."
Baek-Gu tiba-tiba menggeram dengan penuh kewaspadaan dan memutar arah kepalanya ke arah barat lalu terlihat mengendus-endus sesuatu dengan serius. Setelah itu dia kembali menggeram, membuat Chen dan Xiumin menaikkan alisnya dengan perilaku aneh Baek-Gu.
Xiumin mendekati Baek-Gu dan mengusap-usapnya, mengisyaratkan bahwa Xiumin ingin agar Baek-Gu tenang. Baek-Gu mengalihkan perhatiannya pada Xiumin dan mensejajarkan wajahnya dengan tubuh Xiumin. Xiumin kemudian mengelus-elus kepala Baek-Gu dengan lembut dan memeluknya.
"Ada apa Baek-Gu? Kenapa kau menggeram seperti itu." Tanya Xiumin masih sambil memeluk kepala besar Baek-Gu. Baek-Gu mengangkat kepalanya perlahan, membuat Xiumin melepaskan pelukannya pada kepala Baek-Gu.
Baek-Gu membuat gerakan atau isyarat tubuh pada Xiumin dengan menatap lurus pada arah jam tiga. Lalu Baek-Gu menggonggong dan kemudian menggeram. Xiumin yang mengerti maksud Baek-Gu langsung menatap Chen. Dan untuk sejenak wajahnya memerah ketika melihat menatap dirinya intens, begitu juga Chen yang ketahuan melihat Xiumin sejak tadi.
Xiumin menunduk dan berdehem kecil.
"Baek-Gu mengatakan ada sesuatu pada arah jam tiga dan kita harus pergi kesana." Ucap Xiumin.
Dan tanpa babibu Xiumin menarik tangan Chen dan langsung menaiki Baek-Gu. Chen dengan sedikit takut memeluk pinggang Xiumin kelewat erat, membuat sang namja berwajah chubby itu wajahnya kembali memerah.
"Let's Go Baek-Gu."
"Guk."
Dan mereka pun pergi dari sana dengan kecepatan penuh.
Sepuluh Menit Kemudian
Xiumin, Chen, dan Baek-Gu akhirnya sampai pada tempat yang Baek-Gu maksud. Dan mereka sangat terkejut begitu melihat dua ekor monster laba-laba yang telah mati entah karena apa. dan juga tepat disekitar mereka yang rusak berat.
"A-apa yang sudah terjadi disini?." Tanya Chen.
TBC
Pasti banyak yang komplain kurang panjang *EMANG* XD
Balasan Review :
Guezzztttt : Ini sudah dilanjut sayang sekali tebakannya salah semua hehe#plak
Kim Eun Eri : Itu GD bukan Jonghyun hehe :D nih udah ada ChenMin tapi maaf pendek
BlackPearl08 : Gak sabar nih pengen lihat mereka bersatu. Nih ada XiuChen lagi
miparkland : Kalo monster itu aq nemunya di trailer Silent Hill Revelation. Cuman beda jauh saa yang di Silent Hill. Wah... sama2 TaoRis shipper *tos*
LeeYongjoon : Annyeong gak apa2 chingu baru review juga, justru aq senang ada pereview yang baru :D iyalah eonie cewek tapi agak tomboy dikit hehe *nyengir gaje* awal emang dibuat horor tapi nyampai sini romance. Jika ada waktu eonie bikinin deh ff ChenMin, ada yang biasa atau yang rated M huehehe#plakplak
Guest : Wah... itu rahasia#ditendang XP Ni chap selanjutnya mohon review lagi
kimhyunshi : Waassuupp juga :D Chen emang agak nafsuan kali yeh#buagh XP
creepyJIRA : Ramean mana sama di pasar#plak oke ni dah lanjut :D
Taryshineexo : Hohoho~ sama-sama, ni dah update review lagi.
tiikaaa : Mian HunHan, TaoRis, KaiSoo chap depan nanti bakal dikasih tahu napa Minho dikurung.
Numpangbaca : Boleh aja kok met baca yah chingu
Jung Jisun : Pasti pada mikirnya Baek-Gu hehehe XD eonie banyak kerjaan eung
Baek Lalla Chan : hahaha sabar yah saeng~ nanti juga pasti tahu. Kalo soal tamat eonie belum pasti ampe chap berapa :-/ ditunggu aja terus yah ceritanya *hug*
Melodyatlantick : Haha kalo punya Baek-Gu mau disimpan dimana tuh? Kok tahu kalo si Baek-Gu suka creambath? XD
Raichi chan : Kirain siapa namanya guest sih cemas kenapa saeng? Ni dah lanjut review again yah :D
chiagitta : Adegan action di akhir kayaknya. Sunny dan Yoona salah satunya mati dan juga meninggal. Mian updatenya lama, ni dah lanjut mohon review lagi
Dhila001204 : Aduh mian yah saeng~ nunggu lama *peyuk* ini udah dilanjut kok, review lagi yah
Adinda : Semoga saja *berdoa* XD
Brigitta Bukan Brigittiw : Banyak yang mikirnya gitu hehe XD pertanyaan anda sudah ada yang terjawab *nunjuk abang GD*
BeBaek Cinta Chan Chan : Iya tuh kakek Soo Man kejam banget *ikut ngomporin* KaiSoo, TaoRis, HunHan chap depan hehe
JK0603 : Penggennya bersambung disiti hehe#plak mian gak update kilat
LeeKim : Emang gak dibikin romantis kan lagi dalam keadaan yang bahaya. Kecuali *nunjuk BaekYeol* mian lama updatenya yah *bow*
wufan-gun : Sabar sabar chingu nanti juga keungkap semua kok hehe ini sudah update mian lama *bow*
Septaaa : Iya nih ChenMin masih bingung :-/ ChenMin NCan *mata yadong*#plak eonie dah tahu kok yang fact itu. Tapi itu buat bikin ff KaiSoo yang lain nanti hehe makasih reviewnya *hug*
Jin Ki Tao : Mian eonie kerjaannya banyak ah masa sih kagak tahu TaoRis ngapain *toel-toel* hahaa sabar chingu nanti juga semua misteri akan terkuak kok
golden13 : *ikutan goyangin Lupin* #dihajar Lupin hahaha XD
BabySuDo : Abang GD itu tapi aku kan juga suka ama abang GD *peyuk GD* #dihajar VIP aq juga aq juga restuin haha XP wah... lebih tua aw donk bunda 93 line hehe belum bikin bunda masih diawasi ama orang-orang HRD kalau bikin FB
Kim Jae So Zhang Jae So : Sabar chingu nanti juga tahu kok, itu masih rahasia#plak XD
Yuri Choi : Wah... ampe bikin tegang tapi emang awal2 dibikin tegang dulu hehe kalau YunJae ma 2min kurang tahu apa ada sweet moment atau enggak tuh :-/
Happy Bubble : Ya begitulah chingu yang benar abang GD :D action kayaknya di akhir kan mau selesai ini fic. Hwaiting! Juga XD
kyumin-baekyeol : Sibuk napa chingu? Ini dah lanjut review lagi yah
HunryBirds : Ini udah dilanjut kok mian lama, review lagi yah :D
Hyegun Exotics : Mian gak bisa update kilat yah Kalau untuk sekarang couple moment akan berkurang karena akan tamat. Mungkin akan masuk tahap action
Ppyakkekep : Haha iya aq penggemar Resident Evil dan film bergenre horor kalau yang kanibal aq malah gak suka takut soalnya *lah?* XD
icyng : Bukan mesum tapi nafsuan *ditelen naga Kris:
Kim Jong Hye : Hahaha iya ini udah dilanjut~ mohon review lagi
WhiteCat Shii : Aku udah peluk Baek-Gu ini jangan iri yah *peyuk Baek-Gu* #digigit ahaha... jujur author juga jijik kalau ketemu yang gituan :D
Natasha Kim : Haha iya makasih chingu ini udah d update mian lama yah :D
Miss Kui Jeong sshi : Terima kasih atas review chingu *deep bow* Ini udah dilanjut mohon review lagi :D
Lia Sabrina Aisyah : Wah~ hebat chingu bisa tahu *prok prok* Kalo pertanyaan yang itu masih rahasia lihat aja nanti oke :D
mayuka57 : Haha iya~ Kris overprotect banget ma Tao ini videonya *ngasih video* XD
liaonduts : Aduh chingu~ reviewnya banyak banget hehe napa gak di chap 14 aja reviewnya kan gak apa-apa aku malu dibilang pintar padahal gak pintar2 amat hehe :D
Buffalokiyy : Iya ini sudah dilanjut mian lama sekali updatenya terima kasih juga sudah mereview
nurvibrigityana : Haha makasih chingu *peyuk* XD TaoRis mah chap depan tunggu aja oke mian gak bisa update kilat
sari2min : Itu Lupin~ kan dikasih tahu kalau itu Lupin hehe. Kalau pengganti D.O dah tahukan? XD
XiImyoun : Ini udah update tapi mian gak bisa kilat HunHan chap depan.
dinodeer : Justru itu aq juga kalau bikin ff wat mereka terutama NC suka gak tega tapi kalau Fluff atau Romance sih hayoooo aja ahahaha~ wajah mereka tidak berdosa sih jadi gak tega hehe begitulah Taemin cool banget disini XD
