AN : Mian semuanya author telat update lagi janji hari minggu tapi ternyata tidak bisa *dilemparin batu*. Author juga mohon maaf tidak bisa membalas review kalian karena waktu yang terbatas *deep bow*. Untuk chap selanjutnya udah mulai ke tahap akhir fic dengan kata lain lebih banyak action. Dan untuk ending karena banyak yang bilang jangan angst yah kemungkinan happy end tapi gak tahu juga sih hehehe *ditabok*
Thanks to : Kim Eun Eri, LeeAnn, Kim Vanny, HungryBirds, anonstalker, BlackPearl08, Baek Lalla Chan EXOtics, LeeKim, wufan-gun, lovelySoo-ie, LeeYongJoon, Brigitta Bukan Brigittiw, Choi Sooyeon, BeBaek Cinta Chan Chan, miparkland, Septaaa, Julie Namikaze, JaeRyeoCloudnia, Minki 'LP' Kim, sari2min, kimhyunshi, kim hyun rin, nurvibrigityana, icyng, Kim Jae So Zhang Jae So, XiImyoun, hunhanmi, golden13, Hyegun Exotics, Yooooona, AlmaDel, role player, Jin Ki Tao, tiikaaa, Ppyakkekep, Chanyeollanda, Historia Rain, WhiteCat Shii, Akita Fisayu, chiagitta, Melodyatlantick, BumBumJin, nzaoldyeck, Raichi Lee Sangjin ELF, Kim RayAh, Jung Jisun, GyuniKai7, KiKyuWook, exogoogle, taryshineexo, Rachyella, dinodeer, Park Ri Yeon.
Hadiah buat para reviewer nih *ngasih video NCan ChenMin* XD
Evil Town
Chapter Sixteen
ChenMin Side
Chen dan Xiumin menatap dua mahluk monster laba-laba itu dengan pandangan jijik dan juga heran. Arah pandangan mereka kemudian beralih menatap area tempat dimana kini mereka berdiri. Tempat tersebut begitu berantakan dan ternoda oleh cairan kental yang mereka tahu itu adalah darah yang berasal dari dua monster laba-laba yang mati tersebut.
Baek-Gu menundukkan tubuhnya ketika Xiumin memberikan perintah padanya agar menunduk dan kemudian Xiumin juga Chen turun dari punggung Baek-Gu. Xiumin kemudian berjalan perlahan menuju salah satu dari dua monster laba-laba yang telah mati itu diikuti oleh Chen dibelakangnya. Xiumin menunduk sembari memperhatikan salah satu monster laba-laba itu.
Chen sedikit menahan napasnya begitu bau anyir dan busuknya mayat monster laba-laba itu tercium oleh hidungnya. Xiumin masih menatap monster itu dan juga sekelilingnya, ingin memastikan dan menganalisis apa yang telah terjadi ditempat tersebut.
"Apa kau tahu sesuatu Xiumin?." Tanya Chen sambil menatap sekelilingnya juga.
Xiumin berdiri dan pandangannya terfokus pada sebuah jalan setapak yang terlihat baru saja dilewati oleh seseorang atau mungkin beberapa orang manusia. Hal tersebut terlihat dari jejak kaki ditanah yang berjumlah cukup banyak dan tumbuhan ilalang yang beberapa terlihat rusak. Namun... yang membuat Xiumin begitu heran adalah jejak kaki yang begitu besar dan terlihat berat, dilihat dari kedalaman tanah mahluk itu berpijak.
"Entahlah Chen... yang dapat aku simpulkan adalah terjadi pertarungan disini. Seseorang atau mungkin sekelompok orang tengah berhadapan dengan monster laba-laba ini dan mereka berhasil menang,"
Xiumin menunjuk kearah jejak kaki tersebut agar Chen melihatnya.
"Dilihat dari jumlahnya ada lima orang manusia dengan satu mahluk besar yang entah seperti apa bentuknya. Dan mereka pergi ke arah sana sekarang." Jelas Xiumin yang membuat Chen mengangguk paham dan terlihat mulai berpikir sebentar.
Lima Orang
Suho
Sunny
Baekhyun
Lay
Dan monster yang memburu Baekhyun.
Chen terkejut begitu menyadari jumlah pasang kaki itu pas dengan jumlah teman-temannya. Xiumin menatap heran Chen yang tengah terlihat serius dengan pemikirannya dan tidak mengalihkan pandangannya menatap jejak kaki tersebut.
"Ku-kurasa aku tahu jejak siapa ini Xiumin." Kata Chen sambil menatap Xiumin.
"Kau tahu? Siapa mereka?."
"Teman-temanku... namun jejak yang ukurannya besar itu aku tidak tahu siapa."
Chen menatap sedikit khawatir sebuah jejak yang berukuran cukup besar.
"Jangan khawatir... dilihat dari jejak itu temanmu mengikuti jejak yang besar. Kemungkinan mereka tidak dilukai oleh mahluk yang berjejak kaki besar itu Chen." Kata Xiumin begitu melihat raut wajah kekhawatiran Chen pada jejak kaki yang besar.
Chen bernapas lega mendengar ucapan Xiumin dan tersenyum cerah padanya. Membuat Xiumin untuk sedetik lupa berpijak pada tanah dan semburat pink muncul dikedua pipi chubbynya.
"Ku-kurasa mereka tidak jauh dari sini Chen. Ki-kita bisa menyusul mereka bersama dengan Baek-Gu." Kata Xiumin yang entah kenapa terdengar gugup. Chen mengangguk antusias karena dia akan kembali bertemu dengan Suho dan yang lain, tidak memperdulikan Xiumin yang terlihat tengah gugup akibat dirinya itu.
Xiumin mendekati Baek-Gu agar dan memberi isyarat agar menurunkan sedikit badannya. Kemudian Chen dan Xiumin kembali menaiki Baek-Gu dan segera pergi dari sana secepatnya. Sekali lagi... Xiumin merasakan wajahnya memanas dan jantungnya berdetak keras ketika Chen memeluk pinggangnya dari belakang dan kepalanya dia nyamankan pada bahu Xiumin.
'Aku harap Chen tidak mendengar suara detak jantungku yang berdetak diatas normal ini.' Batin Xiumin.
-o0o-
SuLay, BaekYeol, and Lupin Side
Kelima manusia yang terlihat kelelahan itu masih setia mengikuti Lupin dari belakang. Suho dan Lay berjalan berdampingan dengan Sunny dibelakang mereka, dan BaekYeol berjalan paling belakang dengan tangan saling bertautan seperti biasa.
Tidak ada dari mereka yang membuka pembicaraan karena memang suasana disana terlihat tegang. Siapa yang tidak merasa tegang jika kalian berjalan dibelakang seekor monster yang tidak kalian kenali sama sekali. Dan kalian tidak tahu dengan jelas apa yang diinginkan monster besar itu pada kalian yang ada kemungkinan akan menyerang atau mungkin membunuh kalian nanti.
Sudah hampir 15 menit mereka berjalan mengikuti Lupin dan kelima pasang mata itu pun terkejut begitu melihat sebuah siluet rumah yang cukup besar dan megah tidak jauh dari pun menghentikan langkah kaki mereka, berbeda dengan Lupin yang masih tetap berjalan menuju rumah besar tersebut tanpa mempedulikan Suho dan yang lainnya yang tengah menghentikan langkahnya.
"Suho-ssi apa kau yakin dengan ini?." Tanya Sunny sedikit takut melihat rumah besar dihadapan mereka.
Suho terdiam mendengar pertanyaan Sunny. Sejujurnya Suho juga sedikit takut melihat betapa besar dan menakutkannya rumah itu, membuat pemikiran negatif bermunculan dalam benaknya. Namun... dengan cepat Suho menggelengkan kepalanya dan kembali berjalan mengikuti Lupin.
Keempat orang lainnya hanya bisa menatap kepergian Suho dengan pandangan ragu, namun pada akhirnya mereka mengikuti Suho. Lay kembali berjalan disamping Suho dan memegang satu tangannya erat, memberikan kekuatan padanya dan memberitahukan pada Suho bahwa dia percaya dengan apa yang Suho lakukan. Suho tersenyum pada Lay dan membalas pegangan tangan Lay pada tangannya.
Kini mereka sudah berada didepan pintu rumah tersebut dan Lupin dengan sedikit menunduk memasuki rumah itu, diikuti oleh Suho dan yang lainnya. Sebuah ruangan yang cukup terang karena lampu yang menyala ditengah-tengah rumah tersebut kini yang menjadi pemandangan mereka. Namun tidak satu orang pun atau monster lain yang berada diruangan tersebut dan hal itu membuat hal negatif dipikiran Suho dan yang lain kini lenyap.
"GGRRRHHHH." Lupin menggeram cukup keras, bermaksud untuk memanggil Luhan atau siapa pun yang ada disana.
Tap Tap Tap Tap
"Yes, I'm coming brother." Ucap sebuah suara merdu dari arah atas tangga yang membuat Suho dan yang lain terkejut. Terkejut karena itu sebuah suara manusia dan lagi terkejut orang itu memanggil monster besar dihadapan mereka dengan sebutan 'Brother'.
Keenam pasang mata itu pun melihat seorang namja manis tengah menuruni tangga dengan hati-hati. Luhan pun sedikit terkejut ketika dia turun dan mendapati bahwa didekat kakaknya ada beberapa orang yang tidak dia kenal tengah menatap dirinya. Namun... sedetik kemudian dia tersenyum pada orang-orang tersebut.
"A-ah hello, my name is Joseph Luhan." Kata Luhan memperkenalkan diri. Membuat Suho dan yang lain membalasnya dengan sedikit membungkukan badan dan agak kaku, karena bagaiamana pun mereka masih diliputi rasa penasaran dengan tempat ini. dan lagi, namja bernama Luhan ini walau wajahnya terlihat oriental namun entah kenapa dia bicara berbahasa inggris.
"Kakak... apa mereka orang yang tersesat ditempat ini juga?." Tanya Luhan pada Lupin dan Lupin menangguk mendengar ucapan Luhan.
"Ah... kalau begitu kalian tamuku. Beristirahatlah disini, kalian tidak perlu khawatir atau takut pada kakak. Dia tidak akan melukai kalian." Kata Luhan sambil tersenyum ramah. Dan dia juga tahu betul bahwa beberapa diantara tamunya masih menatap kakaknya Lupin sedikit takut.
"Terima kasih Luhan. Maaf kami hanya sedikit... yah kau tahu lah." Ucap Suho sambil menggaruk belakang kepalanya canggung.
"Tidak apa emhh."
"Suho, namaku Suho." Suho memperkenalkan diri dan kemudian menunjuk yang lain satu persatu.
"Ini Lay, Sunny, Baekhyun, dan Chanyeol." Kata Suho.
Luhan mengangguk mengerti dan mempersilahkan mereka untuk duduk disalah satu kursi yang ada disana. Suho dan yang lain pun duduk dan menyamankan diri mereka dikursi tersebut, karena mereka hampir beberapa jam berjalan tanpa istirahat dan juga mereka memang terlihat begitu kelelahan.
"HUNNIE~ we have a guest. Come and help me please." Seru Luhan.
"Guest? Yes Lulu, coming..."
'Suara ini.' Batin Suho dan Baekhyun. Dan mereka berdua pun saling menatap satu sama lain dengan raut wajah terkejut. Karena mereka begitu kenal dengan suara orang yang Luhan panggil dengan nama Hunnie tersebut.
Tap Tap Tap Tap
Sehun mulai menuruni tangga dan langkahnya terhenti ditengah-tengah karena terkejut begitu menatap dua namja yang manatapnya dengan raut wajah terkejut juga.
"SEHUN." Teriak Suho dan Baekhyun berbarengan sambil berdiri dari duduknya dan merubah raut wajah mereka menjadi bahagia melihat dongsaeng kesayangan mereka masih hidup.
"HYUNG." Teriak Sehun bahagia juga dan mulai menuruni tangga dengan cepat karena ingin segera memeluk kedua hyung tersayangnya itu. Sehun bersyukur ternyata dua hyungnya yang lain masih hidup dan tidak apa-apa ditempat ini. karena terlalu senang dan tidak hati-hati dalam melangkah hal itu membuatnya terpeleset dan terjatuh hingga berkahir diujung tangga.
"HUNNIE!." Histeris Luhan melihat Sehun terjatuh dan berlari menujunya diikuti oleh Suho dan yang lain.
"Aw aw appo~." Rintih Sehun sambil mengelus bokongnya yang terasa sakit.
"Kenapa kau tidak berhati-hati Hunnie?." Kata Luhan sambil membantu Sehun berdiri, begitu Sehun berdiri, dirinya langsung diterjang oleh Baekhyun. Hingga membuatnya terjatuh lagi dengan Baekhyun menindih dirinya.
"Huweee Sehunnie~ hyung bersyukur kau masih hidup huweee." Tangis Baekhyun sambil memeluk Sehun kelewat erat saking senangnya.
"A-aku juga senang h-hyung tapi bisakah hyung tidak menindihku. Se-sesak hyung..."
"Eh... oh mian Sehunnie."
Baekhyun pun berdiri dan tangannya langsung ditarik oleh Chanyeol lalu dengan aura posesif dia memeluk Baekhyun dengan raut wajah tidak suka atau berwajah murung. Mungkin Chanyeol kurang suka melihat Baekhyunnya memeluk orang lain seerat itu. Sehun kembali berdiri dibantu oleh Luhan dan menatap Suho yang terlihat tersenyum bahagia yang jelas terpanjar dari bola matanya.
PUK
Suho menempelkan telapak tangannya diatas kepala Sehun dan mengelusnya rambutnya dengan lembut.
"Syukurlah... kau masih hidup." Ucap Suho dengan sedikit serak.
"Suho hyung..."
Sehun pun memeluk Suho. Suho mengelus punggung Sehun begitu dia tahu maknaenya ini tengah terisak dalam pelukannya. Semua pasang mata tertuju pada mereka dengan perasaan haru dan bahagia.
Sehun melepaskan pelukannya pada Suho dan menghapus beberapa tetes air mata disekitar wajahnya. Suho sedikit tertawa dengan tingkah lucu Sehun seperti itu. Begitu juga dengan Baekhyun dan Luhan yang melihatnya.
"Ya... jangan cengeng seperti itu Sehunnie. Kau ini laki-laki." Nasihat Suho ketika Sehun masih tetap menangis sesegukkan.
"Hiks ta-tapi hyung hiks a-aku hiks."
"Such a crybaby." Kata Luhan yang kemudian mendekati Sehun dan memeluknya. Dan hal itu cukup berhasil membuat Sehun mulai berhenti menangis karena kehangatan pelukan Luhan yang dia rasakan.
-o0o-
"Ini... makanlah yang banyak." Luhan mempersilahkan pada Suho dan yang lain agar memakan makanan yang dia berikan dimeja. Setelah sebelumnya Suho menjelaskan pada Lay dan Chanyeol siapa Sehun sebenarnya.
Kini mereka tengah duduk dilantai dengan makanan yang Luhan ambil dari gudang yang kini disajikan didepan mereka, mengingat jumlah kursi yang tidak cukup jumlahnya untuk mereka duduki membuat mereka makan beralaskan lantai kayu. Baekhyun mulai mengambil sebuah apel dan memakannya, tidak lupa membagikannya atau meyuapi Chanyeol yang sebelumnya menolak karena tidak biasa makan buah. Namun... setelah dicoba Chanyeol mulai menyukai buah tersebut yang terasa manis. Bersyukurlah pada jiwa manusianya yang masih ada, membuat dia bisa memakan apa yang dimakan oleh manusia biasanya.
Sunny tengah mencicipi sebuah jeruk yang diberikan oleh Luhan padanya, dan jeruk itu cukup manis membuatnya kembali memakan buah tersebut. Sedangkan Suho dan Lay sama-sama memakan buah pear segar yang Lupin bawa ketika tadi dia pergi untuk membantu mereka melawan dua monster laba-laba.
"Jadi Sehunnie... apa kau tinggal disini hanya dengan Luhan dan kakaknya?." Tanya Baekhyun membuka pembicaraan.
Kontan kata-kata Baekhyun membuat Sehun memukul dahinya pelan, karena Sehun lupa memberitahukan bahwa Kai dan Tao ada disini juga. Karena dia terlalu senang bertemu dengan dua hyungnya yang lain jadi membuatnya lupa dengan dua hyungnya yang ada disini.
"Kai hyung dan Tao hyung juga ada disini." Ucap Sehun dengan senyum merekah dari bibirnya.
"Be-benarkah?." Tanya Suho tidak yakin begitu juga dengan Baekhyun.
Sehun mengangguk antusias.
"Mereka sedang beristirahat dikamar mereka bersama dengan teman mereka masing-masing." Sehun membuka mulutnya begitu Luhan memberikan sepotong apel kecil padanya.
'Mesra sekali? Apa sebenarnya hubungan mereka?' Batin Suho, Lay, Sunny, dan Baekhyun.
"Dan tentang Tao hyung yang biasanya bersikap begitu menyeramkan. Aku melihatnya dia bersikapa begitu manis pada seorang namja bernama Kris, benar-benar membuatku terkejut hingga aku berpikir apa itu benar Tao hyung atau bukan."
"Dan lagi... Kai hyung menemukan sahabat kecilnya yang dulu hilang ditempat mengerikan ini." Jelas Sehun.
Semua mengangguk paham dengan apa yang Sehun katakan. Sama seperti mereka, dimana Suho bertemu dengan Lay dan Baekhyun bertemu dengan Chanyeol. Tuhan... apa ini semacam takdir?
"Tapi hyung... dimana Chen hyung?." Tanya Sehun sedikit pelan.
Pertanyaan Sehun tersebut membuat suasana diruangan tersebut menjadi suram.
"Entah... kami sudah mencarinya tapi tidak ketemu. Tapi yang pasti dia sudah diselamatkan oleh seseorang." Kata Lay, bermaksud membantu Suho yang ingin berbicara namun terlihat ragu-ragu. Suho menatap terima kasih pada Lay dan menautkan tangan mereka satu sama lain.
"Begitu... aku harap juga begitu."
CKLEK
Suara pintu terbuka membuat semua mata mengalihkan pandangan mereka pada asal suara tersebut. Terlihat dihadapan mereka Kris yang berdiri dengan raut wajah terkejut melihat beberapa orang yang tidak dia kenal. Melihat raut wajah Kris yang kebingungan, Sehun kemudian memberitahukan dan memperkenalkan mereka satu persatu pada Kris.
"Jadi... beberapa dari kalian adalah teman Tao dan penduduk asli pulau ini." Kata Kris sambil mengangguk perlahan.
"Ngomong-ngomong dimana Tao?." Tanya Baekhyun yang antusias ingin melihat namja bermata panda itu.
"O-oh Tao sedang tidur karena kelelahan dikamar." Balas Kris dengan wajah merona.
"Boleh aku melihatnya? Aku benar-benar ingin bertemu dengan Tao." Baekhyun mulai akan berjalan menuju kamar Tao dan Kris.
"JANGAN!." Teriak Kris yang membuat mereka memandang dirinya heran. Kris sendiri terkejut berteriak keras seperti itu.
"U-uhh Tao sebaiknya tidak diganggu lebih dahulu. Dia sangat kelelahan." Kris mengutuk dirinya yang bersikap dan berbicara tidak seperti biasanya.
Kris hanya tidak ingin mereka tahu bahwa dia dan Tao sudah melakukan 'itu' disini sebelumnya, terlebih Tao sekarang masih tidur dengan kondisi naked. Bahaya jika namja yang Kris tahu bernama Baekcun emh Baeklun atau apalah itu namanya masuk kekamar mereka.
"O-oke... aku akan menunggu Tao keluar." Ucap Baekhyun akhirnya, tidak dia pungkiri sedikit kesal pada Kris karena tidak diperbolehkan untuk melihat Tao saat ini. Hal itu membuat Baekhyun sangat penasaran, sebenarnya apa yang sedang terjadi atau sedang Tao lakukan didalam sana?
"Lalu... Jongin dimana?." Tanya Baekhyun pada Sehun.
Sehun menunjuk sebuah kamar yang tidak terlalu jauh dari mereka.
"Kai hyung sedang terluka dan temannya yang bernama Kyungsoo sedang mengobatinya didalam sana. Kita juga sebaiknya tidak mengganggu mereka." Jelas Sehun yang diangguki oleh Baekhyun.
"Kalian juga jika lelah beristirahatlah... ada banyak kamar disini." Lanjut Sehun sambil menunjuk beberapa kamar yang kosong.
"Kurasa itu ide bagus." Kata Lay yang memang sekarang merasa lelah dan ingin beristirahat.
"Baiklah... kita beristirahat saja untuk sekarang. Setelahnya kita akan merundingkan cara menyelamatkan Chen dan pergi dari pulau ini bersama-sama."
Ucapan Suho mendapat anggukan dari semua yang ada disana. Setelah itu, Suho dan Lay pergi menuju kamar yang berada disamping kamar Kai dan Kyungsoo sedangkan Chanyeol dan Baekhyun menuju kamar yang berada disamping kamar Tao dan Kris. Dan untuk Sunny berada dilantai atas dekat dengan kamar Luhan dan Sehun yang juga berada dilantai atas.
Lupin dan Kris kembali melakukan penjagaan diluar rumah, takut-takut ada yang menyerang mereka tiba-tiba. Sehun dan Luhan tengah memasak seadanya untuk nanti ketika semua orang yang ada disana sudah bangun dari tidur mereka. karena mereka tahu, mereka butuh asupan energi yang banyak untuk esok hari.
-o0o-
Los Plagos
Sesosok yeojya dengan baju khas pasukan seragam perang wanita tengah menyelinap kedalam Los Plagos. Sosok yang sebelumnya kita lihat sebagai sosok yang berhasil menggagalkan Chanyeol melukai Baekhyun dengan panahnya itu, kini mulai masuk kedalam bangunan besar tersebut dari arah belakang bangunan.
Taeyeon, nama yeojya itu. Mulai berjalan perlahan dalam gelap yang dia tahu bahwa dia kini berada dilorong-lorong yang cukup panjang. Senjata panahnya dia acungkan lurus kedepan, waspada jika ada sesuatu yang akan membahayakan dirinya nanti. Bola matanya bergerak kesegala arah, menganalisa tempat tersebut dengan seksama.
Lama kelamaan lorong yang dulunya gelap kini sedikit terang karena nyala obor api yang terpajang didinding lorong. Alisnya naik keatas begitu menyadari bahwa dia tengah berada ditempat yang seperti sebuah penjara bawah tanah. Bola matanya melihat beberapa sosok manusia yang telah menjadi tengkorak didalam sel ruangan tersebut. Taeyeon terus kembali berjalan dalam lorong remang-remang itu, tetapi langkahnya terhenti begitu melihat sesosok manusia yang terlihat masih hidup disalah satu sel tersebut.
Sosok yang ternyata adalah Minho menatap Taeyeon dengan pandangan kosong, membuat Taeyeon miris melihat keadaan namja itu. Taeyeon kembali mengawasi keadaan sekitar mereka dengan tingkat kewaspadaan cukup tinggi. Ketika dirasa aman, Taeyeon masuk kedalam sel dimana Minho dikurung itu.
"Jangan khawatir... aku akan mengeluarkanmu dari sini." Ucap Taeyeon sambil melepaskan ikatan yang ada pada Minho.
-o0o-
Taemin Side
Taemin berjalan dengan penuh emosi keruangannya, wajahnya tidak berubah sedikitpun saat dia bertarung dengan GD. Marah dan kesal yang amat sangat masih menggerogoti hatinya karena ucapan GD tentang Minho. Taemin mengutuk dan bersumpah akan membunuh namja berambut panjang (GD di Fantastic Baby) itu suatu saat nanti. Taemin mulai memasuki kamarnya dan membanting pintu kamar cukup keras, membuat suara gema yang terdengar hingga pada Yunho, Jaejoong, dan GD. Taemin menjatuhkan dirinya pada kasur dan menatap atap kamarnya dengan raut wajah yang berubah menjadi sedih.
Flash Back
DUAGH
BRUGH
Taemin menatap garang GD yang telah menghajar Minho hingga tidak sadarkan diri. Mereka tengah berada diruangan Soo Man, dimana Soo Man tidak ada ditempat. Alasan kenapa Minho dihajar oleh GD adalah, Minho telah dengan lancang masuk kedalam ruangan Master Soo Man dan telah membaca buku yang hanya bisa dipahami oleh Master Soo Man dan mungkin Minho sendiri.
Minho sejujurnya selama satu tahun dia berada di Los Plagos belajar untuk membaca sebuah huruf kuno yang sering dia lihat pada buku Soo Man yang selalu dibawanya. Bersyukur pada perpustakaan besar di Los Plagos yang tidak pernah dimasuki dan tidak dilarang dimasuki oleh siapapun itu. Minho mencari dan terus mencari tentang huruf aneh itu, dan usahanya tidak sia-sia. Sebulan lebih dia mencari, akhirnya dia menemukan bahwa huruf aneh itu adalah huruf kuno yang dianut oleh aliran hitam suku Illumino.
Dalam waktu beberapa bulan, Minho akhirnya bisa mempelajari huruf tersebut dengan sempurna. Dan dia merencanakan untuk masuk diam-diam kedalam ruangan Soo Man dan mencari rahasia-rahasia yang ada didalam buku yang pernah Soo Man baca. Dan pada saat itulah, dimana Soo Man pergi Minho masuk diam-diam kedalam ruangannya dan berhasil menemukan buku tersebut.
Dengan segera dia membuka halaman demi halaman dan memahami makna yang ada dan terkandung dalam buku tersebut. Matanya melebar sempurna begitu membaca sebuah halaman yang berisi misteri yang terjadi pada saat ini dipulau ini, juga kemampuan Taemin dan yang lainnya. Dan pada saat membaca halaman itulah GD memukulnya dari belakang tanpa Minho sadari, dan disana juga ada Taemin dibelakangnya.
Setelah kejadian itu, Minho dikurung dalam penjara bawah tanah selamanya atas perintah Soo Man. Taemin tentu tidak bisa berbuat banyak untuk melawan perintah tersebut, yang bisa dia lakukan hanyalah memberi makan Minho agar tidak mati kelaparan.
Flash Back End
Taemin membuka matanya, setelah memori masa lalunya hadir dalam benaknya. Taemin berdiri dan mulai berjalan menuju tempat dimana Minho dikurung. Dengan berjalan dengan tergesa-gesa Taemin mulai memasuki lorong penjara yang remang-remang itu. Matanya melebar sempurna ketika dia tahu bahwa Minho tidak berada didalam sel tersebut. Arah matanya tertuju pada borgol yang terlihat dilepas secara paksa itu. Taemin berspekulasi bahwa Minho telah diselamatkan oleh seseorang.
"Cih, Sialan." Desis Taemin marah.
'Berkumpul diruanganku.'
Taemin tersentak begitu suara yang amat sangat dia kenal teriang dikepalanya. Telepati... tadi itu telepati yang dilakukan oleh Master Soo Man agar mereka berkumpul diruangannya. Taemin berdecak pelan dan kemudian meninggalkan ruangan tersebut dengan kesal karena ketika dia akan pergi menemukan Minho. Disaat seperti itu sang master malah memberi perintah, sungguh sialan.
"Besok adalah hari dimana... sebuah awal dari akhir kah?." Ucap Taemin pelan sambil tetap berjalan menuju ruangan yang sangat besar dan megah.
TBC
REVIEW PLEASE
