Evil Town
Chapter Seventeen
ChenMin Side
Suara derap langkah kaki Baek-Gu terus terdengar disaat anjing putih besar itu mengikuti jejak langkah kaki Suho dan yang lain. Chen dan Xiumin yang berada diatas Baek-Gu mengawasi keadaan sekitar mereka dan juga melihat apakah orang yang mereka ikuti jejak kakinya itu terlihat dari atas Baek-Gu. Bukan manusia yang mereka lihat dari kejauhan, melainkan sebuah rumah mansion besar yang jaraknya terpaut tidak jauh dari mereka. Xiumin memerintahkan Baek-Gu untuk pergi kesana dan Baek-Gu pun menggonggong mengikuti perintah Xiumin.
Langkah anjing besar itu berhenti mendadak disaat Lupin tiba-tiba muncul dihadapan mereka, bermaksud menghalangi mereka pergi menuju rumah besar itu. Lupin beranggapan mereka, terutama Baek-Gu adalah musuh karena ukurannya yang besar dan terlihat menakutkan. Baek-Gu menggeram dan hampir akan menyerang Lupin jika saja tidak diperintahkan oleh Xiumin untuk tidak menyerang Lupin.
Xiumin dan Chen turun dari punggung Baek-Gu dengan cara melompat dan langsung berhadapan dengan Lupin yang masih tetap diam ditempatnya. Mereka sedikit terkejut melihat Lupin yang notabene adalah monster dan jejak kaki yang terasa sama ukurannya dengan kaki besar milik Lupin. Mungkinkah monster besar ini adalah yang mereka ikuti?
Suara derap langkah kaki lain terdengar dari arah belakang Lupin, membuat dua orang membeku menatap satu sama lain. Xiumin menatap Kris yang kini ada dihadapannya dengan raut wajah tidak percaya dan Kris menatap wajah Xiumin dengan wajah takut juga lega. Chen menatap bingung dengan dua namja yang raut wajahnya tiba-tiba berubah itu, apakah mereka saling kenal satu sama lain?
Xiumin merubah kembali wajahnya, memberikan sebuah senyum simpul pada Kris.
"Syukurlah... kau masih hidup Kris."
"Xiumin... gege."
Kris menunduk menatap tanah tempat dia berpijak, tidak berani menatap dan berbicara pada namja yang lebih tua darinya itu. Memorinya dahulu yang tengah bertarung dengan Xiumin dan membuat namja berpipi chubby itu terjatuh kedalam jurang membuat perasaan bersalah dan menyesal merasuk kembali dalam hatinya lagi.
Xiumin menghela napasnya, mengerti jika Kris tengah gundah dan merasa resah mengingat kejadian dia dan Kris dimasa lampau dulu. Xiumin berjalan pelan menuju Kris, setelah dekat dia istirahatkan kedua tangannya pada bahu Kris dan menepuknya pelan. Sesuatu yang sering Xiumin lakukan pada namja tinggi dihadapannya ini ketika dia tengah bersedih. Kris tersentak oleh perlakuan Xiumin dan menatap Xiumin dengan raut wajah bersalah.
"Jangan memasang wajah seperti itu Kris." Xiumin melepas kedua tangannya dari bahu Kris.
"Aku tidak menyalahkanmu... aku tahu saat itu bukanlah dirimu yang membuatku terjatuh dan juga membunuh teman kita yang lain." Kris kembali menunduk mendengar ucapan Xiumin, walau Xiumin tidak menyalahkan dirinya tapi jauh didalam hatinya dia menyalahkan dirinya yang tidak bisa berbuat apa-apa pada saat itu.
"Aku tahu kau dan bagaimana sifatmu Kris. Jangan salahkan dirimu lagi mulai sekarang. Jangan menanggung beban atas apa yang tidak kau lakukan Kris."
Kris mulai terisak pelan, sungguh memori saat dia membunuh kedua gege yang dia hormati dan sayangi itu tidak pernah menghilang. Membuatnya menjadi sebuah memori yang kelam dan gelap, bahkan juga aib bagi dirinya yang seorang anggota polisi. Xiumin menatap Kris pilu, dia tahu selama ini Kris menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada dia, Donghae, dan juga Siwon.
Xiumin memeluk namja tinggi itu, memberikan kenyamanan padanya dan memberi tahukan bahwa dia tidak menyalahkan Kris sama sekali atas apa yang terjadi dahulu. Baek-Gu, Chen, dan Lupin hanya menatap kedua namja itu dalam diam.
Setelah beberapa saat setelah Xiumin menenangkan Kris, Kris kemudian memperkenalkan Lupin pada mereka berdua dan juga orang-orang yang selamat yang ada dirumah besar itu. Membuat raut wajah Chen cerah mendengar nama semua temannya disebut yang ternyata selamat dan kini ada dirumah besar dihadapan mereka.
"Kalau begitu kita masuk kedalam." Kris mempersilahkan kedua namja itu masuk kerumah besar tersebut. Setelah sebelumnya Xiumin memerintahkan Baek-Gu untuk diam diluar dan berjaga bersama Lupin, karena tidak mungkin Xiumin mengajak Baek-Gu yang besar itu masuk. Mereka kemudian berjalan pelan sambil bertukar cerita sebelum memasuki mansion itu.
Kris sedikit terkejut mendengar Xiumin yang menceritakan tentang Baek-Gu dan bagaimana dia hidup sesudah kejadian itu. Yah... hidup mereka sama, berjalan dari satu tempat ketempat lain untuk menemukan sesuatu. Kris membawa mereka berdua masuk lewat pintu depan, membuat Sehun dan Luhan yang tengah menyiapkan makanan untuk mereka nanti berhenti sejenak melihat kedatangan Kris dan dua namja lain.
PRANG
Sehun menjatuhkan piring kelantai begitu melihat Chen yang tersenyum padanya.
"HYUNG!." Sehun berteriak keras dan berlari menerjang Chen, memeluk erat hyungnya itu dengan senyum lebar.
"Maknae manja! Berhenti memeluk hyungmu seerat ini," ucap Chen sedikit terkekeh dan mulai merasa sesak dipeluk seerat itu oleh Sehun.
"Ya! Hyung kau kejam sekali~ aku kan senang melihatmu selamat dan ada disini karena Suho hyung bilang tidak tahu keadaanmu." Sehun mempoutkan bibirnya kesal setelah melepaskan pelukannya.
"Aku baik-baik saja seperti yang kau lihat Sehunnie." Sehun tersenyum dan kembali memeluk hyungnya itu untuk yang kedua kali. Chen hanya bisa tersenyum dan menepuk punggung Sehun dan sejujurnya dia juga merindukan maknaenya yang manja ini.
Setelah Sehun melepas pelukannya pada Chen, Sehun merintih begitu kepalanya tiba-tiba dipukul oleh Luhan dibelakangnya.
"Look what you've done Hunnie!" Luhan menunjuk sebuah piring yang pecah berkeping-keping dan juga sebuah ikan bakar yang berada dilantai, wajahnya menyiratkan rasa kesal karena ikan yang dia buat kini menjadi sia-sia. Sehun menggaruk belakang kepalanya dan memasang wajah bersalah pada Luhan. Luhan menghela napasnya pasrah, kemudian menatap dua tamu yang ada dihadapannya.
"Hello... my name is Joseph Luhan. Nice to meet you."
Luhan memperkenalkan diri pada Chen dan juga Xiumin, Chen dan Xiumin pun memperkenalkan diri mereka dan juga Baek-Gu yang ada diluar pada Luhan. Luhan langsung bergembira mendengar bahwa Baek-Gu adalah seekor anjing besar, karena Luhan sangat suka dengan hewan peliharaan anjing atau kucing.
"Hunnie~ aku ingin melihat Baek-Gu." Luhan berkata dengan riang membuat Sehun yang melihat wajah Luhan yang ceria itu sedikit merona.
"Ba-baiklah..."
Luhan kemudian menarik tangan Sehun dan membawanya keluar, bermaksud menemui Baek-Gu. Chen dan Xiumin menggelengkan kepalanya melihat tingkah dua namja itu. Terutama Chen yang melihat wajah Sehun yang merona tadi, membuatnya berpikir bahwa sang maknae sedang jatuh cinta pada namja manis itu.
"Apa yang kau pikirkan Chen?" Xiumin bertanya pada Chen yang masih menatap kedua namja yang telah menghilang dibalik pintu itu.
"Kurasa Sehun menyukai namja manis itu." Xiumin sedikit mendengus mendengar Chen menyebut Luhan dengan sebutan namja manis. Chen tertawa dalam hati melihat Xiumin yang sekarang berwajah sangat sebal pada dirinya. Chen mendekatkan wajahnya disamping kanan wajah Xiumin.
"Jangan khawatir Xiuminnie~ kau lebih manis dari Luhan itu bagiku hehe." bisik Chen ditelinga Xiumin bermaksud menggoda namja berpipi chubby itu, membuat sebuah rona merah muda menghiasi pipi Xiumin.
Xiumin mendorong dada Chen dan menatapnya sebal.
"Ehem... jadi... apa kau ingin melihat temanmu atau istirahat terlebih dahulu?" Kris bertanya pada Chen dan Xiumin yang sejak tadi seperti tidak dianggap oleh mereka berdua. Kris kemudian berjalan kemudian duduk disofa ruang tengah diikuti oleh Chen dan Xiumin. Kris duduk berhadapan dengan Xiumin dan Chen yang duduk bersebelahan.
"Aku akan menunggu mereka disini, karena kami tidak terlalu kelelahan." Chen menatap Xiumin yang mengangguk padanya, tidak keberatan dengan ucapan Chen. Xiumin menatap Kris.
"Lalu... apa yang akan kita lakukan sesudah ini?" tanya Xiumin pada Kris.
"Kami bermaksud keluar dari pulau ini." jawab Kris. Xiumin dan Chen mengangguk.
"Apakah itu artinya kalian tahu jalan keluar dari sini?" Kali ini Chen yang bertanya pada Kris. Kris menghela napasnya mendengar perkataan Chen.
"Kami masih belum tahu."
Chen dan Xiumin mendesah kecewa, ternyata untuk bisa lari atau pergi dari pulau menyeramkan ini tidaklah mudah. Tanpa mereka sadari, dua ekor laba-laba tengah mengintai mereka dari atas. Namun... kehadiran dua laba-laba segera diketahui oleh Kris dan Xiumin, mereka bisa merasakan tengah diperhatikan oleh sesuatu di atas sana.
Dengan gerakan cepat, kedua namja itu mengeluarkan dua pistol mereka dan menembak dua ekor laba-laba itu bersamaan.
DOR DOR
PLUK PLUK
Suara tembakan tersebut kontan membuat semua penghuni yang ada disana terkejut. Sehun dan terutama Luhan yang tengah bermain-main dengan Baek-Gu yang dimana Luhan tidak takut sama sekali padanya, berbeda dengan Sehun yang agak takut pada Baek-Gu begitu mmendengar suara letupan senjat api itu langsung masuk kedalam. Begitu juga dengan para penghuni kamar lainnya.
"Ada apa?" Mereka bertanya serempak.
Kyungsoo tengah membopong Kai yang terlihat makin membaik dan bisa berjalan kembali, Tao berjalan keluar segera dari kamarnya, Suho dan Lay yang langsung berlari kearah Kris begitu juga dengan Baekhyun dan Chanyeol. Ketika semua mulai berkumpul di ruang tengah, dimana Xiumin dan Kris yang telah menembak dua monster laba-laba itu. Semua mata saling memandang satu sama lain dan raut wajah mereka terlihat terkejut.
"Suho hyung, Baek hyung dan Chen hyung," kata Tao dan Kai bersamaan melihat hyung mereka ada dihadapan mereka. Kai (dibantu kyungsoo) dan Tao langsung berjalan kepada mereka bertiga dan memeluk ketiga hyungnya itu dengan erat, bahagia mereka semua selamat.
"Tao... aku merindukanmu~." Baekhyun memeluk Tao yang merupakan dongsaeng favoritnya itu erat. Membuat Chanyeol dan Kris sedikit tidak suka melihat pelukan mereka.
Kai memeluk Suho yang tersenyum lega padanya melihat Kai baik-baik saja dan juga pada Chen yang benar dia masih selamat seperti apa yang dikatakan Lay. Sehun menatap leher Tao dengan wajah bingung, bingung karena dia melihat beberapa bercak berwarna keunguan disana.
"Tao hyung kenapa dengan lehermu? Kau sakit hyung?." Sehun bertanya dan membuat wajah Tao dan juga Kris memerah mendengar ucapan Sehun, tidak tahu harus menjawab apa pada Sehun.
Baekhyun dan Chen juga Kai menyeringai melihat dua namja yang wajahnya memerah itu.
"Aku rasa aku tahu kenapa," kata Baekhyun yang tengah dalam pelukan Chanyeol setelah Chanyeol kembali menarik Baekhyun yang berpelukan dengan Tao tadi.
"Aku juga." Kai dan Chen berucap sambil terkekeh pelan. Sunny yang merupakan satu-satunya yeoja disana tertawa pelan mendengar percakapan mereka.
"Sudahlah... jangan menggoda Tao." Suho memberi teguran pada mereka bertiga.
"Ngomong-ngomong apa yang terjadi dengan bunyi pistol itu?" Tanya Lay pada siapapun yang ada disana.
Xiumin menunjuk dua laba-laba besar yang sudah mati itu.
"Dua laba-laba itu mencurigakan, maka kami menembaknya," jawab Xiumin yang diangguki oleh Lay. Lay berjalan maju melihat dua laba-laba itu dan sedikit terkejut melihat sebuah tanda yang sangat dia kenali. Tanda berwarna hitam dengan bentuk segitiga terbalik, tanda yang sama ketika dia melihat tanda itu dengan dua laba-laba monster yang sebelumnya dia lawan. Suho menatap heran dengan Lay yang tengah memasang wajah serius. Suho menepuk bahu Lay pelan, Lay menatap Suho yang menatapnya bingung,
"Ada apa Lay?"
Lay menunjuk tanda itu pada tubuh tarantula tersebut, Kris dan Xiumin juga yang lainnya mulai memperhatikan tanda yang Lay tunjuk.
"Tanda itu sama dengan tanda yang ada pada monster laba-laba yang kita lawan sebelumnya Suho."
"Benar... aku melihatnya dipunggung monster laba-laba yang kita lawan sebelumnya," Timpal Sunny.
Suho mengangguk, karena sejujurnya dia memang melihat sekilas tanda itu pada salah satu dari dua monster laba-laba yang mereka lawan sebelumnya.
"Kakak juga punya dipunggungnya." Luhan ikut berbicara dan ucapan Luhan membuat semua terkejut mendengarnya.
"Sebelum dia menjadi monster dia tidak punya tanda itu tetapi... setelah dia menjadi monster dia memilikinya."
"Baek-Gu juga mempunyai tanda itu di lidahnya. Dia adalah anjing besar peliharaanku yang diculik dan berhasil kembali padaku. Jadi apa maksud semua ini? apa maksud tanda ini?"
Semua terdiam dengan apa yang Xiumin katakan, sungguh... mereka juga tidak tahu apa-apa dengan maksud dari tanda itu.
"Tanda itu adalah simbol Illuminos dan mereka akan mulai bergerak saat ini."
Sebuah suara muncul dari arah depan, membuat semua mata mengalihkan padangan mereka pada asal suara tersebut. Mereka sedikit terkejut melihat seorang yeojya tengah membopong seorang namja tidak sadarkan diri disampingnya dan memegang seekor tarantula mati yang sama dengan tarantula yang telah dibunuh Kris dan Xiumin.
"Kita akan bertarung dengan mereka cepat atau lambat dan orang ini." Taeyeon nama yeojya itu menatap Minho.
"Adalah kunci kita untuk bisa mengalahkan mereka. Dalang dibalik semua yang terjadi dipulau ini."
Los Plagos
Tap Tap Tap Tap
Suara derap langkah kaki menggema didalam lorong gelap tersebut, empat orang namja melangkahkan kaki mereka yang jenjang menuju satu tempat yang sama. Dalam perjalanan Jaejoong tersentak dua kali melihat dua tarantula yang dia tugaskan mengintai Suho dan yang lain mati.
Melihat reaksi Jaejoong, Yunho menatap Jaejoong yang kembali memasang wajah kesalnya.
"Bagaimana Boojae?"
"Aku tahu dimana mereka semua, mereka berkumpul dalam satu bangunan besar." Jaejoong kemudian menatap Taemin, merasa ditatap Taemin mengalihkan pandangnnya pada Jaejoong.
"Minho... berhasil kabur bukan?"
Taemin tersentak mendengar ucapan Jaejoong, dia menghentikan langkahnya begitu juga dengan tiga namja lain. Taemin menunduk dan mengepalkan kedua tangannya hingga kuku jarinya memutih. GD tersenyum remeh sambil menatap Taemin yang tengah emosi.
"Aku tidak tahu kalau... pangeranmu itu kabur Taeminnie~. Kau se-"
"Behenti bicara GD." Yunho memotong ucapan GD dan menatapnya tajam.
"Aku mengerti sunbae~." GD kemudian kembali berjalan, meninggalkan tiga namja lain dibelakangnya. Sebuah seringai muncul dibibirnya, dia sungguh senang karena Minho berhasil kabur dan itu artinya Minho boleh untuk dibunuh. Dia sungguh sangat senang dengan itu, karena itu berarti dia akan bisa melihat wajah Taemin yang akan melihat Minho mati didepan matanya dan GD tidak sabar untuk melihatnya nanti.
"Kenapa kau membiarkan dia kabur Taemin?" Jaejoong bertanya cukup tajam pada Taemin. Taemin mengangkat kepalanya, menatap langsung wajah Jaejoong.
"Aku tidak membuatnya kabur atau bahkan pergi dari sini. Dia tiba-tiba menghilang."
"Dia tanggung jawabmu bodoh. Dia diselamatkan oleh seorang yeojya dan itu berarti dia keluar dari Los Plagos. Master Soo Man kemungkinan akan memerintahkan kita membunuh Minho dan aku yakin dia akan memerintahkan GD untuk membunuh Minho." Jelas Jaejoong yang membuat Taemin menggeram frustasi mendengarnya.
"Sudahlah... kita pergi ketempat master sekarang. Dia bisa marah jika menunggu kita terlalu lama," ucap Yunho.
Mereka pun kembali berjalan menuju ruangan Soo Man.
Soo Man Room
Soo Man terlihat tengah memperhatikan sebuah tabung besar berisi Yoona yang dimasukkan kedalamnya. Sebuah simbol segitiga terbalik tercetak didahi Yoona yang masih belum tersadar. Soo Man berbalik begitu mendengar suara pintu ruangannya yang terbuka dan Soo Man tersenyum melihat anak buah setianya menuju kearahnya.
Mereka memberi hormat pada Soo Man, Soo Man berjalan menuju tempat duduk yang tepat berada dihadapan keempat namja itu.
"Kalian sudah tahukan tugas kalian?" Soo Man bertanya sembari meneguk sebuah wine dari gelas disampingnya.
Keempat namja dihadapannya mengangguk mendengar pertanyaan Soo Man. Soo Man menatap Jaejoong yang berdiri diantara Yunho dan Taemin.
"Bagaimana?" tanya Soo Man pada Jaejoong.
"Aku sudah menemukan mereka semua master."
"Kau menemukan sesuatu yang lain?"
Jaejoong terdiam cukup lama.
"Ya... Minho telah melarikan diri dengan seorang yeojya, master."
"Sekalian bunuh saja namja tidak berguna itu."
Taemin kembali mengepalkan kedua tangannya mendengar ucapan Soo Man.
"GD... aku memberimu perintah untuk membunuh Minho."
"Dengan senang hati... master." GD tersenyum lebar mendengar ucapan Soo Man. Taemin menatap tajam GDyang terpaut jarak oleh Jaejoong dan Yunho.
"Kalian tidak boleh gagal dalam misi ini. Setelah kita membunuh mereka semua dan mendapatkan D.O kembali maka rencana kita untuk menyebarkan parasit keseluruh dunia akan segera dilaksanakan. Dalam dua jam dari sekarang, kalian pergi temukan mereka dan bunuh mereka. setelah itu akan menjadi awal dari kehancuran dunia hahahaha..."
"Baik... Master Soo Man," jawab mereka serempak dan setelahnya mereka menghilang dari sana. Menyisakan seorang namja paruh baya yang tertawa terbahak-bahak didalam ruangannya itu.
-o0o-
Minho tengah terbaring tidak sadarkan diri diruang tengah, dikelilingi oleh yang lain. Sunny dan Luhan tengah mengompres kain untuk Minho, kemudian membersihkan wajahnya dari noda kotoran yang ada dengan lap tersebut. Taeyeon yang sudah diperkenalkan pada yang lain oleh Suho dan Lay sedang berbicara serius dengan yang lainnya, setelah apa yang dia dengar dari mulut namja yang tidak sadarkan diri itu ketika mereka dalam perjalanan menuju ketempat Suho dan yang lain sekarang.
Ketika Taeyeon mulai bercerita, semua yang mendengar ceritanya menunjukkan ekspresi yang sama yaitu terkejut dan juga marah. Dan ketika nama seseorang yang keluar dari mulut Taeyeon adalah Jaejoong, Kris terlihat emosi mendengar nama namja itu. Dengan segera Tao menenangkan Kris yang tengah emosi itu.
"APA? Jadi... semua ini rencana seorang lelaki bernama Soo Man? Dia bermaksud menjadikan pulau ini percobaan dan akan menguji coba langsung parasit itu keseluruh dunia?" Chen berkata cukup keras ketika mendengar cerita Taeyeon, raut wajahnya benar-benar terlihat terkejut.
"Orang itu benar-benar bukan manusia, menjadikan nyawa orang lain sebagai percobaannya. Tidak bisa dimaafkan." Kai menggeram marah, dia bersumpah akan mengahajar siapapun dalang dibalik semua yang ada disini. Kyungsoo yang duduk disebelahnya menenangkan Kai yang mulai emosi.
"Mereka bukan manusia lagi Kai, seperti yang Taeyeon noona bilang mereka melakukan perjanjian dengan iblis. Mereka memang bukan manusia lagi, benar-benar kejam." Sehun ikut berkomentar, tangannya terkepal erat mendengar semua yang Taeyeon katakan.
"Apa benar kita akan bertarung dengan anak buah kakek tua mengerikan itu?" tanya Baekhyun takut sambil menggengam tangan Chanyeol erat, takut akan kehilangan Chanyeol nanti.
Taeyeon menghela napasnya.
"Memang itu akan terjadi... dan aku sudah memberitahukan kemapuan mereka semua secara detail seperti yang namja itu katakan pada kalian. Ada empat orang dari mereka, dan kita kan melawan mereka secara bersama-sama seperti yang sudah kita putuskan tadi.." Semua yang ada disana mengangguk dan bertekad untuk mengalahkan orang-orang tersebut.
"Kai, Sehun, dan Lupin akan melawan Yunho yang dimana kalian pernah bertarung dengan Yunho."
"Lay dan Chanyeol melawan Taemin, kemampuan kalian berdua bisa menjadi keuntungan jika melawan Taemin."
"Xiumin, Tao dan Baek-Gu melawan G Dragon, kecepatan dan refleks kalian adalah kunci melawan G Dragon."
"Aku dan Kris yang akan melawan Jaejoong. yang lainnya berlindung didalam sini dan jika kalian mau membantu, sebisa mungkin jangan menjadi beban bagi kami ketika bertarung dengan mereka dan tetaplah waspada." ucap Taeyeon yang diangguki semua yang ada disana.
Setelah mereka makan bersama-sama mengumpulkan energi untuk melawan para bawahan Soo Man, mereka kemudian berpencar untuk sekedar memberikan semangat satu sama lain atau sesuatu yang lain yang ingin mereka katakan diantara mereka.
KaiSoo
"Kai... apa kau tidak apa?" Kyungsoo berucap khawatir pada Kai karena luka yang ada pada tubuh Kai. Kai tersenyum dan memeluk hyung tercintanya itu.
"Jangan khawatir hyung aku sudah agak baikkan, jika aku terluka kau pasti akan menolongku lagi." Kai melepas pelukannya dan tersenyum pada Kyungsoo, membuat namja bermata bulat besar itu membalas senyum Kai dan mengangguk padanya. Kemudian Kai mengecup bibir Kyungsoo sekilas.
"Aku mencintaimu hyung."
"Ne, Kai. Aku juga." Kyungsoo menempelkan kembali bibirnya pada bibir Kai dan mereka larut dalam ciuman tersebut.
HunHan
"Sehunnie jangan sampai kau terluka dan kakak juga jangan sampai dia... dia..." Luhan langsung memeluk Sehun, Sehun membalas pelukan Luhan yang mulai terisak pelan.
"Jangan khawatir kita sudah tahu kemampuan Yunho dan kakakmu sangat kuat. Kita pasti menang Luhan dan tidak ada seorang pun dari kita yang akan mati... tidak akan." Luhan mengangguk dan makin erat memeluk Sehun, tidak ingin kehilangan namja yang tengah dia peluk ini juga kakaknya.
"Aku tidak mau kehilangan kakak juga Sehunnie. Aku menyayangi kakak dan aku mencintai Sehunnie."
"Aku tahu itu... Luhan."
Sehun mengangkat wajah Luhan dengan kedua tangannya dan mengecup bibir Luhan dengan lembut.
TaoRis
"Kris... jangan terlalu terbawa emosi melawannya." Tao mendekati Kris yang tengah mempersiapkan senjata yang akan dia perlukan. Kris menatap Tao yang memasang wajah khawatir disampingnya.
"Tentu... jangan khawatir Tao. Kau juga, berhati-hatilah melawan namja bernama G Dragon itu." Tao mengangguk pelan dan langsung mencium bibir Kris, membuat namja tinggi itu kaget.
Tao melepaskan ciumannya dan menatap dalam pada Kris.
"Aku tidak mau kehilanganmu Kris..."
"Aku juga tidak ingin kehilanganmu Tao..." dan kembali bibir mereka bersatu dalam kesatuan yang utuh, meluapkan emosi yang ada didada mereka.
SuLay
Lay berjalan menuju Suho yang duduk diam di balkon, Lay berdiri disamping Suho. Suho menatap Lay yang mulai dengan tenang merasakan angin sepai sepoi dari atas sana, menutup kedua matanya merasakan terpaan angin pada wajahnya. Suho tersenyum melihat Lay, dia kemudian menautkan tangannya dengan tangan Lay dan menggenggamnya erat. Lay yang tidak keberatan dengan apa yang dilakukan oleh Suho membalas genggaman tangannya.
"Jangan kalah... Lay."
"Aku tahu Suho."
Suho kemudian menarik Lay dalam pelukannya, dan Lay membalas pelukan Suho dan menyandarkan kepalanya pada dada Suho.
"Boleh aku... menciummu lagi Lay?" pinta Suho dengan sedikit rona merah dipipinya.
Lay menarik kepalanya dari dada Suho dan tertawa pelan melihat wajah Suho, tak dipungkiri dia juga sedikit merona mendengar permintaan Suho. Lay mengangguk, mengiyakan permintaan Suho dan saat itu juga kedua bibir mereka saling bertemu dan bertaut satu sama lain.
BaekYeol
Di balkon yang lain, Baekhyun yang tengah dipeluk dari belakang oleh Chanyeol dengan mengistirahatkan dagunya pada kepala Baekhyun tengah menikmati saat-saat mereka hanya berdua seperti ini. Tangan Chanyeol melingkar pada leher putih Baekhyun membuas sang namja yang lebih tua dari Chanyeol itu merasa hangat karena Chanyeol.
Namun... setetes air mata turun dari kelopak mata Baekhyun dan terjatuh pada kulit tangan Chanyeol, membuat namja tinggi dibelakangnya sedikit terkejut merasakan setitik air pada kulit tangannya. Chanyeol langsung membalikkan badan Baekhyun agar menghadap padanya, dimana Baekhyun kini tengah menangis dalam diam.
"Baekkie... kenapa menangis?" Chanyeol menyapu pipi Baekhyun dengan ibu jarinya yang mulai dibanjiri dengan air mata yang mulai turun dari kedua mata indah milik Baekhyun.
Baekhyun memeluk Chanyeol, menyembunyikan wajahnya pada dada sang namja yang tengah dia peluk itu. Suara isakan yang berasal dari mulut Baekhyun mulai terdengar.
"Ssshhh kumohon Baekkie jangan menangis..." Chanyeol mempererat pelukannya pada Baekhyun, tidak tahu kenapa dengan Baekhyun yang tiba-tiba menangis.
"Chanyeol hiks kumohon jangan bertarung dengan mereka hiks. Aku tidak mau melihatmu terluka Yeolli." Chanyeol mengelus punggung Baekhyun, bermaksud menenangkan namja yang dia peluk tersebut. Chanyeol mendorong Baekhyun pelan, membuat dia bisa melihat wajah Baekhyun yang menunduk.
"Aku juga tidak ingin melihatmu terluka karena mereka Baekkie. Aku ingin melindungimu dan tidak akan pernah membiarkan seorang pun melukaimu. Karena aku... sekarang... sudah mencintai seorang Byun Baekhyun."
Baekhyun tersentak dan langsung menatap Chanyeol.
"Aku tidak pernah merasakan mencintai seseorang karena masa laluku yang kelam. Tapi... ketika kau datang dikehidupanku dan selalu disampingku saat itu hingga kini, membuatku sadar perlahan aku mulai menyukaimu. Aku ingin selalu melihatmu tersenyum, aku tidak ingin melihatmu menangis atau bersedih dan aku tidak bisa melihatmu dekat dengan orang lain, aku hanya ingin kau selalu didekatku dan memberi senyummu hanya untukku Baekkie." Chanyeol menangkup wajah Baekhyun dengan kedua tangannya, memberi tahu bahwa apa yang dia katakan adalah kenyataan. Baekhyun kemudian memegang kedua tangan Chanyeol yang berada di pipinya dengan kedua tangannya.
"Jangan tinggalkan aku Yeollie... aku tidak ingin kau pergi karena... aku juga mencintaimu... kumohon..." Baekhyun kembali menangis dan Chanyeol kembali menghapus air mata Baekhyun.
Chanyeol menurunkan wajahnya agar sejajar dengan wajah Baekhyun dan mempersatukan bibir mereka kedalam ciuman yang lembut.
ChenMin
Chen menatap Xiumin yang sedang membersihkan pistol miliknya, Chen lalu duduk disebelah Xiumin.
"Baru saja kita bertemu... sudah jadi seperti ini." Xiumin melirik Chen yang tengah memandang langit-langit, bisa Xiumin lihat raut wajah sedih dalam mimik wajah Chen.
"Apa kau... menyesal bertemu denganku?" tanya Xiumin sembari menghentikan kegiatan membersihkan pistolnya.
"Tentu aku menyesal."
Ucapan Chen sukses membuat Xiumin merasa seperti hatinya ditusuk ratusan jarum. Sakit sekali mendengar ucapan Chen. Xiumin menunduk, menyembunyikan wajahnya yang tengah terluka.
"Aku menyesal ketika aku tahu kau lebih hebat dariku, kau lebih kuat dariku dan kau yang melindungiku saat itu."
Xiumin mengangkat kepalanya dan menatap Chen tidak mengerti dengan maksud ucapannya.
"Aku ingin aku yang lebih hebat darimu, aku ingin lebih kuat darimu dan aku ingin menjadi orang yang melindungimu. Tetapi kenyataannya malah sebaliknya... Xiumin." Chen menatap Xiumin yang masih memasang wajah tidak mengerti.
"Maksudmu Chen? Aku tidak mengerti."
"Maksudku adalah... aku menyukaimu Xiumin dan aku ingin menjadi orang yang selalu melindungimu bukan sebaliknya. Aku benar-benar memalukan dan lemah." Chen mengalihkan pandangannya setelah mengucapkan kata-kata itu.
Wajah Xiumin memerah mendengar pengakuan dari Chen dan Xiumin sedikit menyerap apa yang Chen katakan padanya. Xiumin menatap Chen yang masih mengalihkan pandangannya darinya, namun Xiumin bisa melihat kesedihan pada raut wajah Chen. Dengan ragu-ragu tangan kanan Xiumin mulai bergerak perlahan dan menggenggam tangan kiri Chen. Chen tersentak mendapat sebuah sentuhan lembut ditangannya, Chen kembali menatap Xiumin dan juga tangannya yang digenggam oleh Xiumin.
"Walau kau tidak lebih hebat dariku, lebih kuat dariku, atau tidak bisa melindungiku. Tetaplah selalu disampingku, pe-peluklah aku dan ge-genggamlah tanganku selalu, itu sudah cukup membuatku merasa terlindungi olehmu Chen." Xiumin kembali merona mengucapkan apa yang dia katakan. Chen tersenyum mendengar ucapan Xiumin barusan, cukup membuat hatinya lega.
Chen kemudian mengangkat dagu Xiumin agar wajahnya menghadap dirinya dan mensejajarkan dengan wajahnya. Xiumin menutup matanya disaat Chen mulai mendekatkan wajahnya dan dia bisa merasakan sentuhan lembut pada bibirnya, Xiumin tahu Chen tengah menciumnya.
-o0o-
Empat orang namja tengah berdiri diatas sebuah pohon besar, memandang intens sebuah bangunan besar yang juga terlihat seekor anjing putih besar didekat rumah itu.
"Mereka disana," ucap Jaejoong.
"Ah... aku sudah tidak sabar untuk menghajar dan membunuh mereka semua hahahaha," kata G-Dragon.
"Tidak akan semudah itu GD, jangan anggap remeh mereka," timpal Yunho.
"..." Taemin hanya diam saja, tidak terlalu tertarik untuk berucap sepatah katapun.
'Minho hyung... jangan sampai kau mati hyung,' batin Taemin.
TBC
Fiuuhhhh selesai juga readerss *ngelap keringat* udah dua kali dirombak chap ini sungguh sulit biar ceritanya gak terkesan maksa tapi moga chap ini gak ngecewain readers setia ff ini *deep bow*
WARNING : ff ini bakal ada dua end yaitu happy ending dan sad ending. Karena ada yang minta happy end dan sad end, jika happy end semua anggota EXO selamat tapi jika sad End banyak anggota EXO yang tewas dan author tidak bisa memberi tahu siapa aja yang tewas.
Terima kasih buat yang sudah mereview chap sebelumnya ini balasan reviewer yang belum punya akun :
LeeAnn : Chen dan Xiumin dah kumpul di chap ini Haha iya TaoRis bukan cuman seru tapi juga so Hot disini wkwkwk#plak
ppyakkekep : Mian yah gak bisa update cepet *deep bow* review lagi yah chingu :D
sunnyduck : Ahaha mian kalau nunggu fic ini laaa banget updatenya sama-sama *kecup balik* XP
lovelySoo-ie : Mian yah kalau lama nunggu updatenya *bow* Chen sekarang udah kumpul bener Minho memang kunci buat ngelawan Iluminos seperti yang diceritakan diatas
woo jihye : Bentar lagi juga end kok chingu sabar aja nunggu fic ini selesai hehe XD
HungryBirds : Ada happy ending dan sad ending tenang aja chingu mian updatenya lama
Park Hye Won : Makasih atas pujiannya duh~~ jadi malu *peluk Tao*#dilempar Kris. Siip aku usahain sampai akhir bikin fic ini :D
usagisfr : Annyeong juga chingu makasih udah dibilang keren akunya *ffnya woy* XP Kalau yang part happy end gak tapi sad end pasti ada hehe :D
sherry darkjewel : Makasih dukungannya chingu *hug* Oke siip bakal dilanjut gak apa chingu gak review juga yang penting udah dibaca ^_^
JennyChan : Nyahaha~ begitulah TaoRis#ditendang. Iyap karena author merasa mereka berdua sangat cocok dapat antagonis disini hohoho#dibakar YunJae fans
Kim RayAh : Ini udah ada KaiSoo momentnya hehe makasih udah dibilang daebak buat aq *hug*
taobbuingtao : Sudah di –piip- sama Kris#plakplak XD Mian kalau YunJae jadi jahat kalau insyaf gak insyaf masih rahasia hoho#buagh. Haha kasian kakek Soo Man XD mian gak bisa update kilat
Jung Jisun : Ini panjang nih 4000 words *ngos-ngosan* ChenMin dah ketemuan disini hehe sabar aja nunggu endingnya yang bakal dua part ini
G-Kris : Gak pa chingu abang jidi kan antagonis sama kaya YunJae jadi kemungkinan mati#dihajar. Mian yah chingu Kalau part happy end gak ada member EXO yang mati tapi kalau part sad ending ada hihihi XD
shu : Chingu tahu aja deh nyahahaha~ XD eh masa? Nyambung bener? Gak nyangka bakal bisa nyambung padahal asal comot(?)
taryshineexo : Jangan keras2 teriaknya nanti kedengaran tetangga sebelah XD Ini udah dilanjut review lagi yah
Hyegun Exotics : Ini udah dilanjut tapi mian kalo NC scene di ff ini gak ada ehehe :D
Ocha CloudSomnia : Pertanyaan chingu udah dijawab semua di chap ini review lagi yah chingu
Choi Sooyeon : Kalau yang part happy end memang gak bakal da yang mati kecuali kalau yang sad ending chingu haha makasih udah dibilang keren :D
apin : Makasih chingu pujiannya hehe kalau happy end gak da yang mati tapi kalau yang sad end ada :D
Sekali lagi author ucapin TERIMA KASIH BANYAK ATAS REVIEW KALIAN *hug and kissu*
Review again please
