Thanks to review for :

sherry dark jewel, Hyegun EXOtics, tiikaa, XiImyoun, bekiyun, blabla, Melodyatlantick, Alice Cho, LeeYongJoon, EXO Fujoshi, Brigitta Bukan Brigittiw, Guest, miparkland, christina, Miss Kui Jeong sshi, woo jihye, GyuniKai7, taobbuinggtao, Baek Lalla Chan EXOtics, Lee Nichie, lovelySoo-ie, Jung jisun, G-KRIS, anonstalker, istri nya bacon, HungryBirds, Kim Eun Eri, sunnyduck, Lee Kim, KiKyuWook, WhiteCat Shii, JK0603, Rai males login, jger jger, Kim RayAh, Fang Min, deathglare, needtexotic, golden13, Vanesha, chiagitta, novira ayesti fadilla, krystal, scandanava, BabySuDo, rha0108, Yooooona, Qhia503, taryshineexo, Ghiina663, Guest, Park Ri Yeon, Kim Jae So Zhang Jae So, sari2min, exogoogle, SaranghaeKrisTao, apin, Kan Rin Min.

MIANHAMNIDA tidak bisa membalas review kalian saat ini *deep bow*

AN :

Author juga minta maaf buat PM yang minta ff ini cepet diupdate dan lainnya banyak yang belum dibalas. Mohon dimaklum karena kemarin-kemarin adalah akhir bulan dan kerjaan author jelas menumpuk. Terlebih author kena musibah dapat fitnah, duh ni kepala rasanya pusing banget plus bikin stress pisan(?). Memang banyak yang lebih percaya sama author waktu fitnah itu nyebar, walau gitu author masih sakit hati. Tapi alhamdulillah hari sabtu kemaren kerjaan author beres dan orang yang fitnah author udah minta maaf walau author gak nyangka sama orang itu. Duh malah jadi curcol gini -_- sudah dulu curcolnya.

Enjoy please!

Evil Town

Chapter Eighteen

(Happy Ending Part)

Baek-Gu yang mulai merasakan adanya kehadiran orang lain mulai mengendus-ngendus dan menajamkan penglihatannya, tidak jauh berbeda dengan Lupin yang melakukan hal yang serupa dengan Baek-Gu. Insting mereka mengatakan bahwa ada beberapa orang yang tengah mengawasi mereka dari suatu tempat. Baek-Gu tersentak begitu merasakan aroma manusia lainnya berjumlah empat orang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Lupin juga merasakan bahwa ada empat orang yang tengah mengawasi mereka berdua dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

"Guk Guk Guk! Grrhhhh..."

Baek-Gu menggonggong dengan suara cukup keras, bermaksud memberi sinyal pada yang lain bahwa musuh sudah datang. Semua penghuni terkejut mendengar gonggongan BaekGu, tidak percaya bahwa sekarang adalah waktunya. Semua orang yang ada didalam mansion itu kecuali Minho yang masih tidak sadarkan diri dan Sunny yang merawat Minho, bergegas keluar dari dalam mansion setelah mendengar gonggongan Baek-Gu. Tidak lupa mereka membawa senjata yang sudah mereka siapkan masing-masing.

"Kurasa mereka tahu kita sudah datang khekhekhe," ucap GD sambil terkekeh dan kemudian menyeringai melihat Suho dan yang lainnya mulai keluar dari mansion. GD memperhatikan mereka satu persatu secara detail dan kemudian berdecak sebal karena merasa kecewa.

"Minho sialan itu sepertinya tidak bersama mereka. Padahal jika dia ada akan langsung kubunuh~ oohh... sayang sekali yah, Taemin."

Taemin menatap GD dingin dengan apa yang baru saja dia katakan, raut wajahnya menyiratkan rasa marah yang luar biasa dengan kedua tangan mengepal erat. Ingin sekali Taemin menghajar GD, tetapi dia sadar bahwa memang itu adalah perintah yang diberikan master Soo Man pada GD. Taemin tidak bisa berbuat apa-apa jika itu adalah perintah dari master Soo Man, karena perintahnya adalah mutlak dan dia tidak berani melanggarnya.

Yunho menatap Kai, Sehun, dan Lupin dengan sedikit emosi karena mengingat kekalahannya waktu itu oleh mereka. Yunho bersumpah kali ini, dia akan membunuh mereka tanpa ampun dan belas kasihan. Berbeda dengan Jaejoong yang berwajah santai namun pandangannya dia fokuskan pada namja tinggi berambut blonde dan sebuah senyum iblis tertampang jelas ketika Jaejoong menatap Kris. Tidak disangka, dia akan kembali bertemu seseorang yang pernah dia kendalikan diwaktu dahulu. Jaejoong merasa pertarungan ini akan sangat menarik untuknya, terlebih karena adanya namja tinggi itu yang akan menjadi salah satu lawannya. Benar-benar sangat menarik~ untuk Jaejoong.

"Ayo!" Bersamaan dengan seruan Jaejoong, keempat namja itu melompat dari pohon dan berlari menuju arah mansion.

"Mereka datang," ucap Taeyeon merasakan suara derap langkah kaki yang kian mendekat.

"Semua bersiap," titah Kris dan mereka pun membentuk formasi yang sudah mereka rencanakan sebelumnya. Yang akan bertarung dengan mereka berada dibarisan depan, sedangkan yang tidak bertarung akan berlindung kembali ke mansion atau berada dibelakang. Didalam mansion hanya ada Sunny yang tengah mengobati Minho sekarang.

Drap Drap Drap

Keempat namja dengan jubah berwarna merah bata itu berhenti didepan Kris dan yang lainnya. Jarak mereka terpaut hanya kira-kira 10-15 meter saja, membuat Kris dan yang lain bersikap waspada dengan apa yang akan empat namja itu lakukan nanti. Kelompok Kris mengubah formasi, dimana mereka berhadapan dengan musuh mereka masing-masing.

Kai, Sehun, dan Lupin berhadapan dengan Yunho

Aura ketegangan langsung mulai terasa begitu mereka saling menghadap karena mereka mempunyai dendam masing-masing dan lagi mereka pernah bertarung sebelumnya. Tatapan yang dilontarkan dari mereka begitu tajam dan menusuk, penuh dengan emosi dan kemarahan. Bahkan Lupin tidak henti-hentinya menggeram pada Yunho.

"Kalian masih hidup ternyata. Kali ini... kalian akan mati ditanganku," ucap Yunho dengan nada dingin.

"Coba saja kalau kau bisa mengalahkan kami," balas Kai yang mendapat balasan senyum sinis dari Yunho.

"Kau yang akan kalah," tambah Sehun pada Yunho dengan penuh percaya diri.

Luhan dan Kyungsoo yang berdiri dibelakang mereka hanya bisa menatap khawatir dan berdoa bahwa Kai dan Sehun bisa mengalahkan Yunho

Lay dan Chanyeol berhadapan dengan Taemin

Masing-masing dari mereka hanya saling beradu tatapan dingin pada lawan mereka.

"Kalian terlihat lemah dan kurasa bukan lawan yang cocok untukku," kata Taemin dengan nada angkuh dan percaya diri.

"Ho... benarkah? Kurasa kau takut pada kami, kaulah yang bukan lawan sepadan untuk kami," timpal Lay yang menyulut emosi Taemin. Namun Taemin masih bisa menahan emosinya dibalik wajah dingin dan angkuhnya.

"Tidak pantas untuk orang yang akan mati bicara seperti itu," ucap Taemin sinis.

"Aku pikir kau yang akan mati disini Tuan berwajah wanita," Chanyeol terkekeh melihat Taemin makin tersulut emosinya dengan apa yang dia ucapkan.

"Kau adalah oran pertama yang akan kubunuh." Taemin menatap tajam Chanyeol.

"Jika kau bisa," balas Chanyeol sambil menyeringai.

Baekhyun memeluk lengan Suho disampingnya, sedikit takut merasakan ketegangan yang dia rasakan. Baekhyun menatap khawatir Chanyeol begitu juga dengan Suho yang menatap khawatir Lay. mereka tidak tahu apa yang akan terjadi pada selanjutnya, mereka hanya bisa berharap jika merekalah yang akan menang.

Xiumin dan Tao juga Baekhyun berhadapan dengan G-Dragon

"Wah... tak kusangka akan melawan anjing besar ini," ucap GD antusias melihat Baek-Gu yang menatap tidak suka dan memberi tatapan tajam pada dirinya, seolah Baek-Gu ingin mencabik-cabik dirinya dan memakannya. GD mengalihkan pandangannya pada Xiumin dan Tao yang terlihat diam tanpa kata.

"Baek-Gu tidak akan bertarung dengamu... kami berdua yang akan melawanmu," kata Xiumin begitu mendapat perintah dari Taeyeon bahwa Baek-Gu lebih baik tidak ikut dalam pertarungan demi menjaga yang lain yang ada di mansion.

"Sayang sekali~ tapi... kalian terlihat sangat kuat, dan kurasa sia-sia jika melawanku. Sebaiknya kalian siapkan kuburan kalian sekarang hahaha..." GD tertawa keras dengan ucapannya sendiri.

"Orang ini terlalu berisik." Xiumin menyiapkan pistolnya tanpa memperdulikan GD, begitu juga dengan Tao yang mulai melakukan kuda-kuda dengan pedang yang sudah dia genggam di tangan kanannya.

"Aku setuju denganmu, dia terlalu berisik dibanding temannya yang lain," kata Tao.

Chen yang berdiri disamping Baek-Gu hanya bisa menatap pilu Xiumin. Merasa dirinya lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk Xiumin. Chen ingin menjadi orang yang melindungi Xiumin bukan sebaliknya. Tetapi... seperti yang dikatakan Xiumin sebelumnya pada Chen , Chen tidak harus menjadi orang yang melindungi Xiumin. Hanya dengan selalu ada disamping Xiumin, memeluknya dan menggenggam tangannya itu sudah cukup bagi Xiumin dan Chen bahagia mendengar kata-kata itu.

'Jangan kalah... Xiumin,' ucap Chen dalam hati.

Taeyeon dan Kris berhadapan dengan Jaejoong

Jaejoong tersenyum dalam hati melihat Kris yang menatap dirinya penuh dengan emosi, kebencian dan juga dendam. Dia sangat suka melihat ekspresi kemarahan namja bertubuh tinggi itu, Jaejoong sangat menyukai ekspresi manusia yang dipenuhi oleh kemarahan dan kebencian juga dendam yang dilayangkan Kris pada dirinya. Semakin lama Jaejoong merasa pertarungan ini benar-benar akan menjadi pertarungan yang sangat menarik nanti.

"Lama tidak jumpa bocah." Jaejoong tersenyum, bukan senyum tulus atau apa melainkan senyum yang ditunjukkan untuk merendahkan Kris.

"Bagaimana rasanya membunuh teman-temanmu sendiri hm?"

"DIAM KAU!" Kris mulai tersulut emosinya dengan ucapan Jaejoong.

Kris sejak pertama berhadapan dengan Jaejoong tidak henti-hentinya menatap namja itu dengan penuh kebencian dan emosi. Rahangnya mengatup keras melihat sebuah senyum meremehkan Jaejoong yang tidak henti-hentinya menghilang diwajahnyapa, ingin sekali dia membunuh namja dihadapannya itu sekarang juga. Dan dengan sekali hentak, Kris mengacungkan kedua pistolnya pada Jaejoong. membuat senyum Jaejoong makin lebar melihat Kris jatuh dalam perangkapnya.

"Kris... jangan terlalu terbawa emosi dengan dia. Jangan dengarkan kata-katanya," kata Taeyeon yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua dan dia bisa merasakan kebencian dan kemarahan yang besar dari Kris yang ditunjukkan pada Jaejoong.

Kris tersentak mendengar ucapan Taeyeon yang agak familiar dengan ucapan Tao sebelumnya. Iya benar, dia tidak boleh terlalu terbawa emosi melawan Jaejoong jika ingin menang melawan Jaejoong. Kris harus menahan dan mengontrol emosinya, dia tidak boleh membuat Tao kecewa pada dirinya karena tidak bisa menahan atau mengontrol emosinya, dia berjanji akan memperlihatkan pada Tao bahwa dirinya akan menang melawan Jaejoong.

Jaejoong menaikkan alisnya melihat ekspresi Kris yang lama kian berubah dan dia bisa melihat Kris menghela napasnya beberapa kali lalu kemudian tersenyum. Kris juga kembali memasukkan kedua pistolnya pada sarung pistol dikanan dan kiri pinggangnya. Tetapi bukan berarti bahwa Kris tidak waspada, Kris sangat waspada bahkan pada gerakkan sekecil apapun.

"Aku tahu... aku tidak akan terbawa emosi lagi jika berhadapan dengannya. Aku sudah berjanji pada Tao." Taeyeon tersenyum dan mengangguk mendengar ucapan Kris.

Kini Jaejoonglah yang mulai merasa emosi dan marah, karena merasa diremehkan oleh namja tinggi dihadapannya. Nafsu untuk membunuh mulai perlahan keluar dari tubuh Jaejoong dan matanya mulai berkilat bagaikan seekor hewan buas yang akan menangkap mangsanya.

"Boojae! Tahan emosimu." Jaejoong tersentak mendengar seruan Yunho.

"Jika kau tidak menahannya, kau bisa saja membunuh kami juga." Yunho menatap Jaejoong yang dimana Jaejoong juga menatap dirinya. Jaejoong menutup kedua matanya dengan perlahan dan mulai menstabilkan emosinya. Benar apa yang dikatakan oleh Yunho, jika dia tidak bisa mengendalikan diri dan kalah oleh emosi dan kemarahannya dia bisa membunuh Yunho juga.

"Bocah tengik, kau bisa membuatku semarah ini," ucap Jaejoong bersamaan dengan kedua matanya yang mulai terbuka lebar. Taeyeon dan Kris sedikit bergidik ngeri melihat sekilas bola mata Jaejoong yang berwarna merah darah dan kembali menjadi coklat keemasan.

"Aku jamin, kau akan menyusul temanmu yang sudah kau bunuh dahulu secepatnya." Jaejoong mulai berlari kesamping kiri. Taeyeon dan Kris pun langsung mengejarnya.

Yunho, Taemin, dan GD pergi juga dari sana dengan diikuti oleh lawan mereka masing-masing. Mereka bermaksud bertarung ditempat yang terpisah dengan masing-masing anggotanya atau mungkin mereka bermasud menjauhkan lawan mereka dari teman satu grupnya? Tidak ada yang tahu dan tidak ada waktu untuk memikirkan itu disaat nyawa mereka kini berada dalam ancaman.

Kris, Taeyeon vs Jaejoong

Merasa sudah cukup jauh Jaejoong berlari, Jaejoong langsung berbalik dan menyerang kearah Kris dengan kecepatan penuh.

Kris menahan kepalan tangan kanan Jaejoong dengan satu tangannya, dimana Jaejoong bermaksud akan memukul wajah Kris langsung. Mata Kris terarah pada kaki kanan Jaejoong yang terangkat, Jaejoong bermaksud menyerang perut Kris dengan menendang perutnya. Tapi serangan tersebut juga ditahan oleh tangan Kris yang lain, hal itu membuat Jaejoong mendesis kesal.

Sedetik kemudian, Jaejoong tersenyum begitu menyadari kedua tangan Kris sibuk menahan satu tangan dan satu kakinya. Jaejoong menarik tangan kirinya yang bebas dan mendorongnya menuju arah yang sama dengan pukulan dia sebelumnya, yaitu tepat mengenai wajah Kris.

GREP

Kedua mata Jaejoong melebar begitu tangannya ditahan oleh Taeyeon dengan satu tangan. Jaejoong tidak menyangka ternyata yeoja itu ahli dalam martial arts juga, kedua matanya kembali terkejut begitu melihat Taeyeon tengah melayangkan pukulan padanya. Dengan gesit, Jaejoong menarik tangan kanannya dari genggaman tangan Kris dan membuka tangannya didepan wajahnya. Membuat pukulan tinju yang dilayangkan Taeyeon mengenai telapak tangan Jaejoong.

Mata jaejoong kini beralih pada Kris yang juga siap melakukan pukulan pada Jaejoong dengan tangan yang tadi Kris pakai untuk menahan pukulan Jaejoong.

'Sial!' maki Jaejoong dalam hati.

Jaejoong langsung menarik kepalanya kebelakang begitu kepalan tinju Kris makin mendekati wajahnya. Membuat Kris hanya meninju udara kosong, tetapi Kris tidak hanya diam sampai disitu saja. Tanpa Jaejoong sadari Kris menyikut perut Jaejoong cukup keras, membuat namja berambut hitam panjang itu mengeluarkan suara rintihan pelan. Taeyeon tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dengan lihai dia melepaskan genggaman tangannya dan tangan Jaejoong dengan mendorongnya dengan kuat. Setelah genggamannya lepas, Taeyeon kemudian menendang perut Jaejoong tepat ditempat Kris menyikut perut Jaejoong hingga membuat Jaejoong mundur beberapa langkah dan terjatuh kebelakang.

BRUGH

Jaejoong terjatuh menimpa tanah cukup keras terutama punggungnya hingga membuatnya terlentang. Kris dan Taeyeon memperhatikan Jaejoong yang kini mulai kembali bangkit dari posisinya semula. Jaejoong memegang perutnya yang sudah dihajar tepat dua kali ditempat yang sama oleh Kris dan Taeyeon barusan. Jaejoong menatap marah dua orang yang ada dihadapannya.

"Kalian akan membalasnya... dasar sialan!" maki Jaejoong pada Kris dan Taeyeon.

"Huh, itu jika kau bisa melawan kami." Taeyeon mengambil kuda-kuda untuk kembali menyerang Jaejoong namun tanpa Taeyeon dan Kris sadari Jaejoong tersenyum dalam hati melihat 'sesuatu' di leher Taeyeon.

'Dapat kau,' ucap Jaejoong dalam hati.

"Taeyeon... kau serang dia pertama la-ugghh-" ucapan Kris terpotong begitu Taeyeon tiba-tiba berbalik dan menendang Kris, tetapi dengan gesit Kris berhasil menahan tendangan Taeyeon dengan tangannya.

Taeyeon langsung mundur dan kemudian berdiri dihadapan Jaejoong dengan membelakangi Jaejoong, Kris menatap tidak percaya dengan apa yang terjadi pada Taeyeon. Mata Kris memincing melihat wajah Taeyeon yang tanpa ekspresi itu dan dia mendegar suara tawa Jaejoong walau pelan. Mungkinkah Taeyeon?

Kai, Sehun, Lupin vs Yunho

Tidak jauh berbeda dengan Kris dan Taeyeon yang bertarung melawan Jaejoong. Kai, Sehun dan Lupin juga tengah bertarung melawan Yunho yang pernah mereka lawan sebelumnya. mereka kini berada di dalam hutan yang cukup gelap dan sepi karena Yunho membawa mereka kesana. Sudah jelas, tempat itu menguntungkan kemampuan yang dimiliki oleh Yunho.

Sejak tadi mereka kesana, Yunho sudah menggunakan kemampuannya untuk menghilangkan hawa kehadiran dirinya sendiri. Membuat Kai dan Sehun harus berpikir cepat agar bisa mendeteksi keberadaan Yunho. Dan untungnya Kai kembali menemukan ide, dia menyuruh Lupin menghancurkan beberapa batang pohon hingga berkeping-keping. Setelah itu Kai dan Sehun menaburkan semua kepingan batang pohon secara merata disekitar area mereka berdiri.

"Aku hargai ide pintar kalian untuk mendeteksiku dengan kepingan batang pohon itu, tapi... kurasa kalian tahu itu percuma saja kan?"

Kai maupun Sehun tidak mempedulikan ucapan Yunho, mereka tetap fokus pada kepingan batang pohon yang berserakan disekitar mereka. begitu juga dengan Lupin yang tidak sedikitpun mengurangi rasa kewaspadaan dan indera pendengaran miliknya pada suara sekecil apapun.

"Hari ini... aku jamin kalian akan mati ditanganku bocah," kata Yunho dengan sedikit keras.

KRAK

Sebuah suara kepingan batang pohon yang terinjak langsung membuat semua perhatian Kai, Sehun dan Lupin terarah pada asal suara tersebut. Secepat mungkin Sehun berdiri tepat didepan Yunho yang sudah diketahui keberadaannya. Sehun mengepalkan tinju tangan kanannya dan memukul apapun yang ada dihadapannya.

BUGH

Sehun berhasil memukul wajah Yunho dengan cukup keras, membuat Yunho terpental dan terjatuh kebelakang. Tetapi seperti sebelum-sebelumnya ketika mereka melawan Yunho, itu hanyalah ilusi saja.

"Sudah kubilang percu-"

Yunho menghentikan ucapannya begitu merasakan hawa kehadiran seseorang disampingnya, dan sekilas Yunho bisa melihat wajah penuh marah Kai yang bersiap untuk menghajar dirinya.

'bagaimana bisa dia-'

BUGH

Yunho yang tiba-tiba muncul disamping kanan Sehun tidak menyadari kehadiran Kai, dan Kai tanpa mengulur waktu langsung memukul pipi kiri Yunho dengan tinjunya. Membuat Yunho terdorong kesamping kanan namun dengan kekuatannya Yunho menahan tubuhnya agar tidak terjatuh. Dengan sigap Yunho menjauh dari sana setelah menghindari pukulan tiba-tiba dari Lupin yang dilayangkan padanya.

"Cuh!" Yunho meludah, mengeluarkan darah dari dalam mulutnya mengingat betapa kerasnya pukulan Kai. Yunho menatap Kai tajam dan juga bingung. Kenapa Kai bisa tahu dia akan muncul disamping Sehun dan kenapa bisa begitu tepat dia ada disana saat dia muncul? Apakah mungkin mereka sudah tahu kemampuannya? Tidak... itu sangat mustahil, tidak ada yang tahu kelemahannya selain master Soo Man itu sendiri.

"Kau pasti berpikir -kenapa aku berhasil menghajar dirimu- kan?" tanya Kai.

"..." Yunho terdiam, tidak menjawab atau mengatakan apapun yang Kai tanyakan padanya.

"Karena saat ini, kau... bukanlah lawan bagi kami," lanjut Sehun yang berdiri disamping Kai.

"Bocah kecil sialan..." desis Yunho sambil menatap tajam mereka berdua.

Lay dan Chanyeol vs Taemin

Suasana begitu sunyi senyap, hanya bunyi semilir angin yang terdengar. Taemin membawa Lay dan juga Chanyeol masuk kedalam hutan yang gelap dan begitu sepi. Langkah kaki Taemin berhenti begitu dia sudah merasa cukup jauh masuk kedalam hutan. Taemin berbalik dan menatap dua namja yang mengejarnya hingga masuk kedalam hutan itu. Tersenyum sinis menatap dua namja yang akan menjadi lawan bertarungnya cepat atau lambat.

"Tempat ini akan menjadi kuburan kalian," ucap Taemin sambil menatap Lay dan Chanyeol bergantian. Chanyeol berdecak sebal dengan ucapan Taemin barusan sedangkan Lay tengah mengawasi keadaan sekitar.

"Kau membawa kami kesini pasti ada alasannya," kata Lay.

"..." Taemin tidak menjawab perkataan Lay, namun terlihat tengah berkonsentrasi dengan apa yang akan dia lakukan.

SYUT

"CHANNIE!" Seru Lay sembari melompat kebelakang.

"AKU TAHU." Chanyeol pun langsung melompat kesamping ketika merasa ada sesuatu yang turun dari atas.

BRAGH

Taemin berdesis begitu melihat rencananya gagal, Chanyeol dan Lay berhasil menghidari kurungan yang terbuat dari bayangannya. Lay dan Chanyeol langsung mengalihkan pandangannya pada sesuatu yang baru saja hampir menimpa tubuh mereka. Mereka berdua malihat benda hitam yang terlihat seperti sebuah kurungan dan kedua mata mereka melebar begitu melihat benda itu berubah bentuk. Benda hitam itu menyatu dan menggumpal bagaikan air, lalu melesat menuju Taemin dan berubah bentuk menjadi manusia yang mirip dengan Taemin dengan warna hitam pekat.

"Luar biasa, kalian berhasil menghindari perangkapku. Sepertinya kalian memiliki penglihatan yang bagus walau dalam gelap." Taemin melangkah maju, berdiri disamping bayangan dirinya sendiri.

'Jadi... tempat yang gelap adalah teritorinya karena bayangan itu akan sulit terlihat dengan warnanya yang hitam gelap. Untunglah aku dan Chanyeol sudah terbiasa dengan tempat minim cahaya,' batin Lay.

"Yang kalian lawan bukanlah aku... tetapi bayanganku dan dialah yang akan membawa kalian ke NERAKA," Bersamaan dengan selesainya ucapan Taemin, bayangannya pun langsung meluncur menuju Chanyeol dan Lay. Lay dan Chanyeol langsung bersiaga penuh begitu bayangan itu mendekat, terlebih tangan kanan bayangan itu tiba-tiba berubah bentuk menjadi sebuah kapak dan tangan kirinya menjadi palu besar.

Sang bayangan mulai makin mendekat, Lay mengambil kedua pedangnya secepat mungkin dan Chanyeol mengubah kedua tangan juga kakinya menjadi dalam mode monster. Sang bayangan mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi bersiap menebas tubuh Lay.

TRANG

Lay menahan serangan kapak dari sang bayangan dengan kedua pedangnya. Lay sedikit merasa sakit merasakan betapa kuatnya hantaman kapak itu ketika beradu dengan pedangnya. Sungguh... bayangan yang dia hadapi ini memiliki tenaga yang kuat sekuat monster. Kedua bola matanya kemudian melirik palu hitam besar yang diayunkan oleh sang bayangan pada dirinya.

Chanyeol langsung menendang sekuat tenaga lengan sang bayangan dari bawah menuju keatas. Hal itu membuat palu besar itu meleset menghantam tubuh Lay dan dengan segera Lay mundur kebelakang, begitu juga dengan Chanyeol.

"Mahluk itu kuat... tenaganya cukup besar," kata Lay yang diangguki oleh Chanyeol. Taemin hanya tersenyum senang melihat pertarungan tersebut.

"Kau ada ide hyung?"

"Kau memanggilku hyung?" Lay menatap tidak percaya Chanyeol.

"Ahh... sudahlah cepat katakan saja jika kau ada ide," Chanyeol sedikit salah tingkah begitu dia memanggil Lay dengan sebutan hyung. Lay terkekeh dan kemudian memberi kode agar Chanyeol mendekatkan wajahnya. Begitu Chanyeol mendekat, Lay berbisik ditelinga Chanyeol dan Chanyeol terlihat mengangguk beberapa kali.

Taemin sedikit penasaran dengan apa yang mereka rencanakan dan menebak-nebak apa yang mereka rencanakan itu.

"Kau mengerti?" tanya Lay pada Chanyeol. Chanyeol mengangguk dan segera bersiap untuk melaksanakan rencana Lay menghadapi mahluk berwarna hitam pekat itu. Taemin menaikkan alisnya melihat Lay dan Chanyeol yang langsung berlari kearah bayangan miliknya.

'Mereka bermaksud melakukan serangan langsung pada Kuro Taem,' batin Taemin.

'Tapi... itu tidak semudah yang mereka pikirkan,' Taemin tersenyum dalam hati begitu dia bisa merasakan kemenangan akan ada dipihaknya.

Lay dan Chanyeol makin mendekati bayangan tersebut dan bersiap untuk melancarkan serangan pada mahluk bayangan itu sekuat tenaga. Begitu Lay dan Chanyeol mengayunkan masing-masing tangan mereka untuk menebas sang bayangan, sebuah perisai yang terbuat dari kedua tangan sang bayangan langsung terbentuk didepan sang bayangan tersebut.

DRANG

Alhasil... serangan mereka tertahan oleh perisai tersebut, membuat keduanya berdecak sebal. Taemin tersenyum puas melihat rencana Lay dan Chanyeol gagal total, Kuro Taem sangat kuat bahkan terkena serangan sekuat itu pun bukan apa-apa baginya. Lay kemudian berlari kearah kanan dan Chanyeol berlari kearah kiri sang bayangan, menjauh dari sang bayangan. Hal itu membuat sang bayangan bingung karena Lay dan Chanyeol terpisah, alhasil sang bayangan memutuskan untuk mengejar Lay

'Kalian sudah menyerah dan bermaksud kabur rupanya,' batin Taemin.

Chanyeol dan Lay tersenyum dalam hati, Lay yang merasa sedang dikejar mulai berlari menjauh dari sana. Sedangkan Chanyeol yang Taemin lihat sama saja dengan Lay berlari menjauh mulai memutar arah menuju kearahnya. Dengan kaki yang sudah dalam mode monster, membuat langkah kaki Chanyeol yang dia buat sepelan mungkin agar Taemin tidak curiga kini menjadi sangat cepat.

Taemin membeku, dia menyadari rencana mereka berdua. Mereka sejak awal mengincar dirinya dan berpura-pura melakukan perlawan penuh pada Kuro Taem dan juga maksud dari lari berlawanan yang dia anggap melarikan diri itu adalah pengalihan perhatian agar dia memilih siapa yang akan dikejar oleh Kuro, sehingga yang tidak dikejar bisa melakukan serangan padanya.

Taemin menggeram marah karena duah tertipu mentah-mentah. Matanya melebar melihat Chanyeol yang sudah ada dihadapannya.

"Kau kalah Tuan berwajah cantik,"

"Sialan kalian,"

Xiumin dan Tao vs GD

Berbeda dengan aura ketegangan yang terjadi dengan yang lain. Aura pertarungan antara G-Dragon melawan Xiumin tidak terlalu kentara, diantara mereka tidak atau belum terlihat adanya baku hantam. Mereka masih berdiri dengan menghadap lawan mereka masing-masing. Tidak ada sepatah kata yang terucap sebelum GD mulai berbicara.

"Ini merepotkan... aku mulai merasa bosan." GD menjatuhkan dirinya ketanah, menyamankan dirinya duduk beralaskan tanah. Kontan hal itu membuat Xiumin dan Tao menautkan alisnya dengan apa yang tengah dilakukan GD.

"Hei~ bagaimana kalau kita berunding saja?" tanya GD sambil menatap Xiumin dan Tao satu persatu.

"Berunding?" ucap Tao tidak mengerti.

"Iyap, kalian serahkan dua orang yang bernama Do Kyungsoo dan Minho padaku dan aku akan melepaskan kalian," Xiumin dan Tao menatap tajam mendengar ucapan GD barusan.

"Hmm... bukan hanya melepaskan tetapi juga aku akan membantu kalian kabur dari sini. Bagaimana?" lanjut GD.

"Kau pikir kami bodoh dan akan percaya begitu saja?" Xiumin mengarahkan pistolnya pada GD.

"Yapz, kurasa kalian memang bisa dengan mudah kubodohi."

DOR

Peluru panas keluar dari moncong pistol milik Xiumin dan menghantam tanah tempat tadi GD duduk. Dengan kemampuan miliknya, GD berhasil menghindari peluru panas milik Xiumin dan kini sudah berada dibelakang Xiumin dan Tao. Tao dan Xiumin pun berbalik.

"Ahh~ kalian tidak percaya padaku rupanya. Kalian ternyata tidak dibodohi segampan itu." GD memasang wajah sedih yang dibuat-buat.

"Sayang sekali... padahal aku sedang berbaik hati."

DRAP DRAP

Tao yang tidak suka melihat sikap GD mulai maju menyerang GD, begitu Tao sudah mendekat dengan GD. Tao langsung mengayunkan tangan kanannya yang tengah memegang sebuah pedang katana yang diarahkan pada GD.

SYAT

Sekali lagi GD berhasil menghindar dan kini tiba-tiba sudah berada dibelakang Xiumin. xiumin yang merasakan bahwa GD sudah ada dibelakangnya langsung berbalik dan mengacungkan pistolnya pada GD

DOR

Timah panas kembali Xiumin keluarkan dari pistolnya namun nihil, GD berhasil menghindar kembali. Dan kini GD tengah berada dibelakang Tao yang belum menyadari kehadirannya.

"Pertama adalah ka-"

DOR

Suara letupan pistol kembali terdengar, tidak lain dan tidak bukan adalah Xiumin. GD mundur beberapa langkah dari Tao dan menatap tajam Xiumin.

"Cih! Sialan kau," geram GD sambil menyeka darah didahinya. Peluru itu menyerempet dahinya ketika GD menghindar dari tembakan pistol Xiumin. Membuat sebuah luka goresan tercetak didahi GD.

'Bagaimana dia tahu aku akan muncul dibelakang bocah pengguna pedang itu?' batin GD.

"Kau." Xiumin menunjuk GD.

"Terlalu mudah untuk dibodohi."

TBC

Author : Huaahhhh akhirnya selesai juga chap 18 *hela napas panjang* Author ucapin juga Happy Birthday buat KRIS OPPA *niup terompet bareng Tao* Moga sehat selalu, makin ganteng, sukses dan makin cinta sama Tao.

Tao : -blushing-

Kris : Makasih thor *peluk author*

Author : *pingsan*

Kris : Mana hadiahnya? *nadahin tangan*

Author : *bangkit terus berbisik* Fic rated M NC hard with Seductive!Tao or Horny!Tao. Tapi masih dalam pembuatan~ masih di tahap foreplay. Jangan khawatir oppa tidak lama bakal diupdate hehe.

Kris : Siip *ngasih dua jempol*

Author & Kris : *ngelirik Tao sambil senyum mesum*

Tao : *merinding* LUHAN GE~ TOLONG... ADA OM-OM DAN TANTE-TANTE MESUM YANG MAU NGERAPE TAO -kabur ke Luhan-

Review Please ^_^