An : Maaf readers sekalian, lagi-lagi author updatenya lama banget dan maaf juga kali ini pun author tidak bisa membalas review kalian. BTW author juga gak tahu sampai chap berapa ff ini selesai masih Mystery~ hehe ENJOY!
Evil Town
Chapter Nineteen
At Mansion
Suho, Luhan, Kyungsoo tengah duduk dalam diam sedangkan Chen dan Baekhyun tengah berjalan mondar-mandir dihadapan tiga namja yang tengah duduk tersebut. Mereka merasakan satu hal yang sama, yaitu khawatir dan gelisah dengan keadaan teman-teman mereka yang lainnya. Tidak ada yang bisa mereka lakukan selain duduk diam di Mansion menunggu teman-teman mereka yang tengah bertarung untuk kembali ke Mansion dan menemui mereka. satu harapan mereka, semoga mereka yang tengah bertarung bisa kembali dengan selamat dan tidak terluka parah.
Jauh didalam lubuk hati mereka sebenarnya mereka juga ingin sekali membantu, tetapi mereka tidak terlalu mahir dalam hal berkelahi atau bertarung. Hanya Tao yang memiliki keahlian wushu diantara anggota EXO yang bisa bertarung. Jika untuk Kai dan Sehun (yang notabene mereka anggap sebagai maknae manja dan cengeng) tidak pernah terpikirkan mereka akan ikut bertarung juga. Mungkin karena cara mereka bertahan ditempat ini membuat kemampuan dan keberanian Kai dan Sehun sedikit lebih meningkat.
Suho berdiri dari posisi duduknya, membuat semua mata menatap dirinya.
"Aku tidak bisa tinggal diam disini saja. Aku akan membantu mereka." Suho mulai berjalan pergi namun pergelangan tangannya ditahan oleh Chen hingga membuat langkah sang namja berstatus leader itu terhenti.
Suho menatap Chen dan memberi tatapan perintah pada Chen agar melepaskan genggaman tangannya. Chen menggelengkan kepalanya begitu dia mengerti arti tatapan Suho.
"Kita harus tetap disini Suho hyung."
"Aku tidak bisa Chen, aku tidak bisa hanya diam saja disini dan membiarkan mereka bertarung mati-matian. Aku akan pergi dan membantu mereka." Suho melepaskan genggaman Chen dengan sedikit kasar dan mulai kembali berjalan meninggalkan mereka.
"Suho hyung! Jangan bertindak ceroboh. Kita harus tetap disini dan menunggu mereka datang." Kali ini Baekhyun yang berbicara, bermaksud agar Suho bersikap tenang dalam situasi seperti ini.
"Kau harus percaya pada mereka hyung. Aku tahu perasaanmu yang khawatir dengan keadaan mereka, tetapi jika kita pergi kesana hanya akan memberi beban pada mereka." Baekhyun mendekat pada Suho, menggenggam satu tangan Suho dengan kedua tangannya.
"Jangan pergi hyung, jika kau pergi siapa yang akan menjaga kami dan membuat kami tenang selain dirimu?"
Suho terdiam untuk beberapa saat dan menghela napas panjang, dia tersenyum dan kemudian mengusap kepala Baekhyun dengan satu tangannya yang lain.
Suho tercekat dengan perkataan Baekhyun sebelumnya, dia adalah seorang leader dan tidak seharusnya dia bersikap seceroboh itu tadi. Suho harus percaya pada mereka yang tengah bertarung dan Suho seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi para dongsaengnya. Bukannya malah membuat situasi menjadi makin rumit dan semakin tegang.
"Maaf aku bertindak seperti tadi Baekki. Kau benar, kita harus percaya pada mereka dan menunggu mereka. Maaf sudah membuat kalian merasa tidak nyaman dengan sifatku sebelumnya." Baekhyun dan Chen tersenyum begitu melihat sang leader sudah kembali tenang. Baekhyun menarik tangan Suho agar kembali duduk ditempatnya barusan.
Luhan yang sejak tadi menatap mereka bertiga tersenyum, walau hanya sedikit yang dia pahami apa yang mereka katakan. Pandangan Luhan kini tertuju pada Kyungsoo yang masih terlihat diam tanpa kata.
"Kyungsoo," panggil Luhan pada Kyungsoo.
"Yes Luhan," jawab Kyungsoo yang kemudian mengarahkan pandangannya pada Luhan.
"Waktu itu... ketika kita bertarung dengan Yunho bukankah kau bisa menggunakan kekuatanmu? Kenapa kau tidak ikut bertarung?" tanya Luhan penasaran.
"Oh... itu aku juga tidak tahu. Aku pernah mencoba kembali kekuatanku tapi tidak bisa. Mungkin yang waktu itu adalah refleks saja karena aku melihat Kai akan dilukai dan emosiku naik waktu itu. Dan yah... tiba-tiba kekuatanku muncul begitu saja," jelas Kyungsoo yang diangguki paham oleh Luhan.
CKLEK
Suara pintu yang terbuka mengalihkan padangan semua namja yang ada disana. Mereka menatap Sunny yang baru saja keluar dari kamar tempat dimana Minho tengah dirawat dan diobati olehnya.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Suho.
"Sudah lebih baik dan mungkin dia akan sadar secepatnya."
"Syukurlah kalau begitu."
GUK GUK GUK
Suara gonggongan Baek-Gu yang cukup keras membuat semua penghuni (kecuali Minho) Mansion terkejut, dengan segera mereka keluar untuk melihat apa yang terjadi. Mereka membeku dan mulai berkeringat dingin begitu keluar dari Mansion, mata mereka menatap ngeri beberapa monster mengerikan yang tengah berjalan dan ada juga yang terbang menuju arah Mansion. Baek-Gu berada dihadapan Suho dan yang lainnya dan menggeram pada monster-monster yang ada dihadapannya.
"Ini gawat, mereka begitu banyak," gumam Suho. Dia kemudian menatap Chen.
"Bawa senjata yang diberikan Xiumin." Chen mengangguk dan berlari masuk kedalam Mansion.
"Mulai saat ini, terpaksa kita juga harus melawan monster-monster itu."
Ucapan Suho diangguki oleh Baekhyun, Sunny, dan Luhan yang mengerti apa yang Suho katakan.
Lay and Chanyeol vs Taemin
"Kau kalah tuan berwajah cantik," kata Chanyeol dengan tersenyum senang begitu dia kini tengah berdiri dihadapan Taemin.
"Sialan kalian," maki Taemin.
Mata Taemin menatap tangan Chanyeol yang berkuku tajam, tangan itu kini bersiap untuk menusuk perutnya.
JLEB
Tangan Chanyeol yang tajam kini berhasil menembus perut Taemin. Chanyeol tersentak begitu merasakan sensasi aneh ditangannya yang sudah melukai perut Taemin. Chanyeol menatap Taemin dan terkejut begitu mendapati bahwa yang barusan dia lukai bukan Taemin, melainkan bayangannya.
Kini Taemin sudah berada ditempat bayangannya yang sebelumnya tengah mengejar Lay. Taemin menatap Chanyeol yang kini berhadapan dengan bayangannya. Sebuah senyum tertampang dibibir merahnya mendapati bahwa kini salah satu musuhnya akan segera menuju ke akhirat.
Lay menghentikan langkahnya dan kemudian menatap Chanyeol yang kini tengah berusaha melepaskan tangannya yang berada didalam perut sang bayangan.
'Yang dikatakan Taeyeon benar,' batin Lay.
'Jadi benar, dia bisa menukar tempat dengan bayangannya secepat mungkin,' Chanyeol mendesis kesal karena gagal mengalahkan atau mungkin melukai Taemin, terlebih satu tangannya kini tidak bisa dia lepaskan dari perut bayangan tersebut. Kedua mata Chanyeol melebar begitu melihat sang bayangan kini mengubah satu tangannya menjadi pedang dan mengayunkannya padanya tepatnya pada tangan kanannya yang masih menempel diperut sang bayangan.
"CHANNIE!" seru Lay melihat keadaan yang berbahaya bagi Chanyeol.
'Sial!' maki Chanyeol dalam hati.
CRASH
Chanyeol berhasil mundur beberapa langkah menjauhi sang bayangan. Kedua matanya menatap marah bayangan tersebut, satu tangannya yang tadi menempel pada perut sang bayangan terpotong. Membuatnya bisa terlepas namun kini darah mengalir cukup deras pada tangan kanannya yang sudah terpotong. Chanyeol mulai merasakan sakit yang amat sangat pada tangan kanannya dan napas Chanyeol mulai terengah-engah.
PLUK
Potongan tangan Chanyeol terlepas dari perut sang bayangan, dan sang bayangan tersebut membuat sebuah senyum kemenangan pada wajahnya. Dengan sigap Lay berlari menuju arah Chanyeol, Lay melemparkan sebuah pisau sekuat tenaga pada arah Taemin.
JLEB
Pisau itu menancap pada dada sang bayangan yang sudah kembali bertukar tempat dengan Taemin, kini Taemin berada ditempat dia sebelumnya tidak jauh dari Chanyeol.
'Hoohh...dia sangat waspada dan ternyata takut jika kuro akan melukai kembali namja bernama Channie itu. Dia sengaja melukaiku agar kami kembali bertukar tempat dan menjauhkan kuro darinya. Hebat juga jalan pikirannya,' batin Taemin sambil berjalan menuju mereka berdua dimana sang bayangan juga mulai kembali pada Taemin.
"Chanyeol, kau tidak apa-apa?" tanya Lay begitu dia sudah berada dihadapan Chanyeol. Lay menatap miris pada tangan kanan Chanyeol yang sudah putus.
"Channie... tanganmu..."
"Aku tahu hyung, jangan khawatir." Chanyeol tersenyum dan tengah bersiap melakukan sesuatu. Tangan Kiri Chanyeol menggenggam erat bahu kanannya dan sedikit berteriak kesakitan. Lay dan Taemin terdiam dengan apa yang akan dilakukan oleh Chanyeol.
"HUUAAAHHHHH," teriakan Chanyeol makin keras disaat keanehan terjadi pada tangan kanannya, dimana kini tangan kanannya berregenerasi kembali. Hal itu membuat dua pasang mata yang melihatnya sangat terkejut.
'Mustahil,' batin Lay dan Taemin melihat tangan kanan Chanyeol kini tumbuh kembali.
Chanyeol mengepalkan tangan kanannya yang dalam mode monster. Tangannya kini sudah terbentuk kembali. Matanya menatap Taemin yang masih terpaku.
"Kau... tidak bisa mengalahkanku dengan mudah tuan berwajah cantik."
Taemin menggeram marah melihat senyum remeh dari Chanyeol.
"Kau... aku benar-benar akan membunuhmu kali ini."
Taemin mulai membaca mantra dan membuat suasana disana mulai terasa dingin.
"TREPADORA DE LA TERESA," ucap Taemin dengan nada cukup keras.
Sang bayangan mulai kembali membentuk gumpalan dan kini menggumpal dihadapan Taemin dan mengelilingi tubuh Taemin. Bayangan itu mulai melekat pada tubuh Taemin, mulai dari perut yang berbentuk armor dan kepala yang terlihat seperti helm pelindung, juga tentakel hitam panjang dengan ujung berduri berjumlah tujuh tentakel dipunggungnya (Lebih jelas bentuknya lihat Luppi Antenor dari Bleach).
"Dengan ini... akan kubuat lubang yang banyak ditubuh kalian dan kalian akan kukirim ke nereka secepatnya."
Kai, Sehun, and Lupin vs Yunho
Yunho masih menatap Kai dan Sehun dengan emosi yang meluap terlebih ketika Yunho merasa Kai telah meremehkan dirinya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Kai. Yunho begitu yakin seyakin-yakinnya bahwa dia bersumpah benar-benar akan membunuh dua namja beserta satu monster yang ada dihadapannya itu. Menghancurkan mereka tanpa rasa ampun sama sekali.
Dilain pihak, Kai dan Sehun merasa sangat senang dan puas telah berhasil melukai Yunho yang sebelumnya tidak tersentuh oleh mereka. Mereka sangat berterima kasih pada Minho yang memberitahukan kelemahan-kelemahan mereka melalui Taeyeon. Sehingga kini mereka yakin bahwa mereka bisa mengalahkan Yunho dengan kemampuan mereka. Meski begitu mereka masih tetap waspada dengan apa yang akan dilakukan oleh Yunho nanti.
Yunho mulai terlihat berpikir sejenak. Bermaksud mencari tahu rencana apa yang akan dia lakukan untuk membunuh Kai dan Sehun juga Lupin. Beberapa ide mulai muncul didalam pikirannya, namun dalam ide tersebut Yunho mendapati berbagai resiko besar yang akan dia dapat. Sebisa mungkin Yunho mulai mencari sebuah rencana yang hanya memiliki resiko terkecil dengan keuntungan yang besar untuk dirinya.
Kai dan Sehun memperhatikan gerak-gerik Yunho yang terlihat tengah memikirkan sesuatu. Hal itu sedikit membuat Sehun cemas, namun tidak bagi Kai yang notabenenya sudah membuat rencana yang matang untuk melawan Yunho. Sebuah rencana yang mungkin akan membunuh dirinya sendiri, tetapi Kai sudah menemukan solusi terbaik agar resiko besar itu tidak berdampak buruk pada dirinya. Dan lagi rencana itu hanya bisa terlaksana jika Yunho melakukan apa yang sekiranya sama dengan apa yang Kai pikirkan. Dan Kai sudah memberitahukan rencana itu pada Sehun dan Lupin, walau Sehun sempat menolak rencana Kai tetapi Kai memaksa agar Sehun menuruti rencananya.
'Akan kubunuh mereka satu persatu sekarang,' batin Yunho dengan wajah dan senyum dinginnya. Satu tangannya dia sembunyikan kebelakang tubuhnya, entah apa yang dia ambil dan dia genggam itu. Perlahan tubuh Yunho mulai transparan dan mulai menghilang begitu saja.
Sehun menatap Kai dengan perasaan cemas, mereka sekarang harus melakukan apa yang Kai rencanakan.
"Jangan khawatir Sehun, tetap fokus pada rencana kita." Kai yang merasakan rasa cemas Sehun mulai memberikan sebuah senyum pada Sehun, mengisyaratkan semua akan berjalan sesuai rencana. Sehun mengangguk pelan dan kembali memfokuskan pandangannya pada keadaan sekitar mereka.
KRAK
Sebuah suara pertanda keberadaan Yunho mulai terdengar, Kai dengan sigap mulai berlari menuju arah suara tersebut. Kai mengayunkan kepalan tinju tangannya pada apapun yang kini berada dihadapannya.
BUGH
Kai berhasil memukul salah satu bagian tubuh Yunho dan membuat Yunho yang tidak terlihat kini perlahan mulai terlihat kembali. Mendapat pukulan dari Kai membuat Yunho mundur beberapa langkah kebelakang dan mulai akan terjatuh ketanah seperti sebelumnya. Sehun yang tengah memegang sebuah balok kayu dan Lupin mulai bediri disamping kanan dan kiri Kai, bersiaga akan kehadiran Yunho.
Disisi lain, Yunho yang baru saja dipukul oleh Kai dan terlihat mulai akan limbung ketanah tersenyum. Dengan gerakan yang lincah, dia menggerakkan satu kakinya kebelakang menahan berat tubuhnya yang akan terjatuh kebelakang. Dengan dengan sekali dorongan yang kuat, Yunho menerjang Kai didepannya dengan sebuah pisau tajam ditangan kanannya.
"MATI KAU BOCAH!" seru Yunho dengan senyum penuh kemenangan tercetak jelas diwajahnya. Tangan kanannya yang memegang sebuah pisau dia ayunkan kedepan menuju arah dada Kai, bermaksud mengarahkannya pada jantung Kai.
Kai terlihat terkejut begitu mendapati Yunho yang mereka kira adalah sebuah ilusi ternyata adalah Yunho yang asli. Sekuat tenaga dengan waktu yang tersisa sebelum pisau tajam itu menembus dada dan menusuk perutnya, Kai menahan tusukkan pisau itu dengan telapak tangan kanannya. Membuat pisau itu menembus telapak tangan Kai, dan dengan kekuatan penuh Kai menggerakkan tangan kanannya kebawah agar ujung pisau itu tidak mengenai area jantungnya.
JLEB
Ujung pisau itu menancap pada perut sebelah kiri Kai, Kai berhasil membuat pisau tajam itu tidak mengenai jantungnya. Secepat kilat Kai menahan pergelangan tangan kanan Yunho dengan tangan kirinya erat. Mata Yunho melebar sempurna melihat rencananya sedikit gagal, Yunho berusaha melepaskan diri namun genggaman tangan kiri Kai pada pergelangan tangan kanannya yang masih memegang pisaunya yang menusuk perut Kai begitu sulit dia lepaskan.
"BRENGSEK!" maki Yunho yang masih berusaha menarik tangan kanannya.
Kai dengan keadaan telapak tangan kanan yang tertusuk pisau didepan perutnya juga dengan perutnya yang tertusuk pisau membuat darah mulai mengalir dari kedua luka tersebut. Kai hanya bisa menahan tangan Yunho yang berusaha lepas dari genggamannya. Dengan wajah sedikit pucat dan terlihat menahan rasa sakit, dia menatap Yunho yang juga menatapnya penuh emosi. Yunho mulai mengangkat tangan kirinya untuk menghajar Kai namun berhasil ditahan oleh Sehun. Kemudian Yunho kembali menatap Kai.
"Kau... kalah." Bersamaan dengan ucapan Kai, Lupin mengangkat kedua tangannya keatas dan mengepalkannya menjadi satu. Yunho menatap Lupin dengan sedikit marah dan terlihat pasrah akan mendapat pukulan yang pasti begitu kuat dan keras dari Lupin.
"HENTIKAN MOSNTER SIALAN!"
"GUAARRRHHHH." Bersamaan dengan auman Lupin, Lupin mengayunkan kepalan kedua tangannya pada Yunho sekuat tenaga. Dan Yunho yang tanpa bisa menahan apalagi melawan pun secara langsung mendapat pukulan telak dari Lupin.
BUUAAGGGHHH
Pukulan yang dilayangkan Lupin pada Yunho membuat genggaman tangan Kai dan Sehun pada Yunho terlepas. Dan mereka bisa melihat Yunho yang tengah dalam posisi tengkurap ditanah yang sedikit retak karena kerasnya Yunho membentur tanah. Yunho diam tidak bergerak sama sekali. Kai langsung mencabut pisau yang masih menancab ditelapak tangan dan perutnya, dan setelah pisau itu terlepas Kai langsung merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya.
'Pisau itu... sudah dilumuri racun. Ughh sial...' dan Kai pun ambruk tidak sadarkan diri disamping Yunho.
Xiumin and Tao vs G-Dragon
"Kau," Xiumin menunjuk GD.
"Terlalu mudah untuk dibodohi."
GD menaikkan alisnya dan sudut bibirnya naik sedikit juga bisa kita lihat dahinya yang berkedut. Menandakan bahwa dia tidak terima akan kata-kata Xiumin yang telah menghina dirinya. GD menatap Xiumin dengan pandangan marah dan kesal.
"Brengsek kau! Berani-beraninya menghinaku dengan sebutan bodoh," kesal GD sembari menggeram kecil.
Xiumin maupun Tao hanya diam tidak menanggapi ucapan GD. Hal itu kontan membuat emosi GD makin tersulut. Dia tidak terima dipermalukan oleh kedua orang itu, GD benar-benar tidak bisa terima sama sekali.
"Kau..." Kali ini Tao yang mulai berbicara.
"Apa kau tidak sadar akan kebodohanmu ketika melawan kami?" tanya Tao.
"DIAM KAU! BOCAH DENGAN MATA ANEH. BERANINYA KAU MENGHINAKU," maki GD pada Tao yang membuat Tao juga mulai sedikit emosi.
"Kau tidak sadar bahwa kami tengah mengetes dirimu bukan?"
Ucapan Xiumin membuat GD terdiam dan mencerna apa yang dimaksud oleh Xiumin dengan mengetes. Mata GD kemudian melirik Xiumin dan meminta penjelasan, dia benar-benar tidak tahu maksud kata-kata Xiumin.
"Alasan kenapa aku berhasil mengetahui keberadaanmu adalah sangat mudah. Sejak awal kau berpindah-pindah ketika kami menyerang dirimu, posisimu selalu berada dibelakang kami. Tadinya kupikir kau akan merubah posisi selain dibelakang, tapi ternyata tidak."
"Dan itulah saat aku tahu kau akan muncul dibelakang Tao, lalu aku menembakmu. Dan Bingo~ kau memang muncul disana. Aku tidak tahu kau ini terlalu polos atau bodoh hingga tidak menyadari itu? Kau terlihat bermain-main dengan kami, tetapi kami tidak akan memberi ampun padamu," jelas Xiumin panjang lebar yang membuat GD terdiam untuk sesaat.
"Oh ya~ apa yang kau katakan memang benar-benar tepat sekali." GD menjentikkan jarinya, seolah-olah dia tengah mendapat sebuah ide.
"Kenapa aku tidak sadar yah? Ahahaha~" GD tertawa dengan keras, membuat Tao dan Xiumin memandangnya aneh.
"Tapi..." GD mulai memasang wajah dingin.
Xiumin terlonjak kaget begitu menyadari hawa kehadiran GD dibelakangnya, GD sudah berada tepat dibelakangnya. Xiumin sedikit merinding merasakan hawa dingin yang berasal dari GD, dengan cekatan Xiumin berbalik untuk menghajar GD.
TEP
GD langsung menyentuh bahu kanan Xiumin dengan tangan kirinya begitu Xiumin berbalik dan entah kenapa gerakan Xiumin berhenti begitu saja. Xiumin terlihat diam bagai patung dan GD mulai mengeluarkan sebuah pisau bedah yang entah dari mana datangnya dan terlihat tengah bersiap untuk menusuk Xiumin. Tao yang mulai mendeteksi keadaan bahaya Xiumin mulai berlari menuju kearahnya secepat mungkin.
"Aku paling tidak suka dipanggil dengan sebutan bodoh oleh orang sepertimu. Terlebih... oleh orang yang akan mati ditanganku," kata GD dengan nada yang sangat dingin.
Bersamaan dengan ucapan GD tersebut, GD langsung mengayunkan pisau bedah itu kearah Xiumin. Namun gagal karena dengan sigap Tao melompat dan mendorong tubuh Xiumin hingga namja berpipi chubby itu terlepas dari tusukkan pisau bedah yang hampir melukai dirinya. GD berdecak sebal karena gagal membunuh Xiumin.
Xiumin yang sudah sadar langsung berdiri disamping Tao. Tao melirik Xiumin yang napasnya mulai terengah-engah.
"Kau tidak apa?" tanya Tao memastika keadaan Xiumin.
"Yah tidak apa, kurasa. Jangan sampai kita tersentuh oleh tangannya, itu akan membuat kita tidak bisa bergerak dan secara diam-diam dia menyerap energi kita dengan sentuhan tangannya." Tao mengangguk mendengar penjelasan Xiumin.
"Nah... sekarang kita akan lihat. Siapa yang akan mati lebih dulu oleh pisau bedahku ini?" GD menjilati pisau bedahnya.
"Kau..." GD menunjuk Tao.
"Atau kau." GD menunjuk Xiumin dan menyeringai.
"Tidak keduanya tetapi kau," balas Tao dan Xiumin berbarengan.
Kris and Taeyeon vs Jaejoong
Wajah tanpa ekspresi dan gerakan yang agak sedikit kaku itu, itu tidak salah lagi bukanlah Taeyeon. Kris berspekulasi Taeyeon sudah dikendalikan oleh Jaejoong, dan hal itu membuat Kris berdecak sebal mengingat kini dia harus melawan Taeyeon juga. Kris kemudian mengarahkan pandangannya pada Jaejoong yang masih terkekeh pelan, merasa senang karena telah berhasil mengendalikan Taeyeon.
"Kurasa kau sudah tahu eh?" tanya Jaejoong sembari tersenyum iblis pada Kris.
"Kali ini kau akan merasakan apa yang tiga temanmu ah... kurasa dua karena aku melihat satu temanmu yang masuk kedalam jurang masih hidup. Kau akan merasakan bagaimana perasaan dua temanmu yang sudah mati itu berhadapan dengan teman sendiri khekhekhe." Kris mengepalkan kedua tangannya erat dan rahangnya mengatup keras mendengar ucapan Jaejoong.
Jaejoong tertawa puas melihat ekspresi marah Kris dan mulai memberi perintah pada Taeyeon.
"Bunuh namja itu," ucap Jaejoong sambil menunjuk Kris.
Taeyeon yang sudah dikendalikan oleh Jaejoong mengangguk pelan dan mulai berlari menerjang Kris. Kris langsung melakukan defense dengan serangan yang akan dia dapatkan dari Taeyeon.
BUGH
Taeyeon melakukan pukulan langsung yang mengarah pada perut Kris, tetapi Kris menahannya dengan menangkis pukulan Taeyeon menggunakan telapak tangannya. Tak menyia-nyiakan kesempatan itu, Kris menarik satu tangan Taeyeon dengan maksud untuk mengunci gerakannya. Tetapi Taeyeon dengan gesit melepaskan genggaman tangan Kris dan langsung menendang perut Kris, membuat Kris mundur menjauh dari Taeyeon beberapa langkah.
Tidak ada waktu bagi Kris untuk sekedar merintih atau pun mengistirahatkan tubuhnya sejenak setelah mendapat tendangan dari Taeyeon, karena Taeyeon kembali melakukan serangkaian serangan pada Kris. Kris cukup kewalahan melawan Taeyeon yang notabenenya Kris akui lebih hebat dari dirinya dan lebih mahir dalam melakukan martial arts.
Pukulan demi pukulan dan tendangan demi tendangan terus bergulir tanpa henti, membuat kedua manusia yang tengah bertarung satu sama lain itu mulai berkeringat karena kelelahan. Berbeda dengan seorang namja yang sejak tadi memperhatikan pertandingan mereka dengan senyum yang tidak pernah lepas dari bibirnya itu.
BUAKH
"Ugghh," Kris merintih begitu Taeyeon berhasil memukul dadanya cukup keras dan langsung menendang perut Kris, membuatnya terjatuh menimpa tanah. Jaejoong yang melihat kejadian itu tersenyum makin lebar dan mulai mendekat pada mereka.
Kris terengah-engah, tidak kuat lagi untuk bertarung karena tenaganya sudah terkuras cukup banyak. Berbeda dengan Taeyeon yang masih menunjukkan wajah tanpa ekspresinya, dia berkeringat tetapi tidak terlihat kelelahan. Padahal sudah hampir satu jam mereka bertarung satu sama lain dengan tangan kosong. Dan kini mereka tengah berada entah dimana? Suasana dan tempatnya sudah berbeda dengan tempat Kris dan Jaejoong bertarung.
TAP TAP
Kris mengalihkan pandangannya pada sesosok namja yang mulai mendekati mereka, tidak lain dan tidak bukan adalah Jaejoong. Sebuah senyum sinis terukir pada wajah Jaejoong melihat keadaan Kris yang sudah terlihat kelelahan, namun Kris masih memberikan death glarenya pada dirinya.
"Tidak tahu malu kau. Sudah mau mati masih berani menatapku seperti itu." Jaejoong berjalan perlahan menuju belakang Taeyeon.
Tanpa diduga, Kris bangun dari posisinya dan menerjang Jaejoong untuk melayangkan tinjunya pada namja berjubah merah bata tersebut. Kontan hal itu membuat Jaejoong terkejut karena Kris bermaksud menghajar kembali dirinya, tetapi sebelum Kris bisa menyentuh Jaejoong Taeyeon segera mendorong Kris dari samping. Hal itu membuat Taeyeon dan Kris terjatuh ketanah dan untuk beberapa saat mereka berguling-guling ditanah, mengingat struktur tanah yang agak landai tersebut.
Taeyeon langsung melayangkan beberapa tinju pada perut dan wajah Kris begitu mereka berdua tengah terbaring ditanah. Taeyeon kemudian mulai bangkit dari posisinya dan menatap datar Kris yang merintih kesakitan dibagian perut dan wajahnya, dan bisa kita lihat beberapa luka memar lainnya disekitar tubuh Kris. Juga darah segar yang mulai mengalir dari mulut dan luka memar yang cukup parah tersebut.
Jaejoong mendekati mereka berdua dan dengan tiba-tiba dia menendang pinggang Kris yang masih terbaring ditanah itu. Membuat Kris kembali merintih kesakitan karena tendangan Jaejoong.
"SIAPA YANG MENANG HAH?" seru Jaejoong dan kembali dia menendang pinggang Kris beberapa kali.
"KAU LEMAH DAN BODOH! KAU AKAN SEGERA MATI SIALAN HAHAHA." Jaejoong kemudian menginjak-injak perut Kris, membuat Kris kembali merintih kesakitan dan terbatuk-batuk.
Jaejoong mengambil sebuah pisau belati berlumuran racun hasil ciptaannya. Kedua bola matanya yang berubah merah menatap dingin Kris yang masih tidak berdaya. Sebuah seringai tercetak dibibir Jaejoong, dan Jaejoong kemudian mengangkat pisau belati itu tinggi-tinggi dengan kedua tangannya dengan ujung belati yang mengarah kebawah.
Kembali Jaejoong menatap Kris.
"Kau akan mati sekarang khikhikhi," Jaejoong terkekeh sebelum akhirnya dia mengarahkan ujung belati itu pada dada Kris.
JLEB
Darah tercecer ketanah, dan bau amis darah mulai tercium setelahnya. Masih dengan senyuman diwajahnya, Jaejoong menatap kearah belakang dengan perlahan-lahan. Mata merah milik Jaejoong menatap Taeyeon disamping kanannya yang terlihat terengah-engah dan kelelahan. Kemudian manik mata Jaejoong mengarah kebawah, melihat sebuah benda mengkilat nan tajam berlumuran cairan merah darah menusuk perutnya dari arah belakang hingga kedepan. Sebuah pedang yang menusuknya dari belakang punggungnya hingga kedepan, dan pelakunya tidak lain adalah Taeyeon.
"Bagai... mana ka-kau... Uhukkk ," Jaejoong terbatuk dan cairan merah kental mulai merembes keluar dari mulutnya. Belati yang tengah dia genggam terlepas dan terjatuh begitu saja tanpa melukai Kris yang sudah tidak sadarkan diri.
TBC
Thanks To :
tiikaaa, woo jihye, Yooooona, XiImyoun, EXO Fujoshi, christina, The Paradise, golden13, LeeYongJoon, Qhia503, anonstalker, HungryBirds, Hyegun EXOtics, krystal, needtexotic, Brigitta Bukan Brigittiw, Minki 'Light Pearl' Kim, lovelySoo-ie, Julie Namikaze, Kim Eun Eri, CrayonThat XX, taopandacchii, Phindi little Panda, Byun Lalla Chan EXOtics, scandanava, SaranghaeKrisTao, chiagitta, clorophylpanda, peacocktao, Shin SeungGi huahuachi, miparkland, KiKyuWook, SaturnEmpress, HSAdelia28, sar2min, Febi Magdalena, Kim Ray Ah, JennyChan, taryshineexo, JaeRyeoCloudnia, bekiyun, sunnyduck, HunHanMi, Guest, kim jonghun, SaranghaeHunHan, HunHan's wife, apin, Park Ri Yeon, TwinsAkaTHe X
Buat reader setia dan reader baru aku ucapin banyak terima kasih atas review berharga kalian dan mohon maaf tidak bisa membalas review kalian *deep bow 100x* doakan semoga chap selanjutnya bisa update kilat yah
Review Again Please
