Evil Town

Chapter Twenty

Mansion

Aura ketegangan begitu terasa, saat para monster yang tengah mengerubungi mansion kian lama kian mendekat. Pancaran mata para monster itu terlihat sangat menakutkan, bagai predator lapar yang tengah menatap mangsanya. Jelas saja, hal itu membuat semua insan manusia yang ada disana sedikit merinding dengan tatapan para monster tersebut. Tetapi mereka tidak sama sekali merasa gentar sedikitpun, mereka bertekad untuk bertahan hidup dengan melawan para monster itu.

Chen ,yang baru saja diperintahkan Suho untuk mengambil senjata yang diberikan Xiumin untuk jaga-jaga akhirnya keluar dari mansion. Chen membawa ransel milik Xiumin yang berisi beberapa senjata api dan juga beberapa senjata tajam lainnya. Chen mendekati Suho, dengan dibantu Baekhyun dan Kyungsoo mereka membuka tas ransel tersebut dan membagikan senjata-senjata tersebut.

"Cepat! kita harus cepat. Monster-monster itu semakin mendekat." Baekhyun berkata dengan nada panik begitu jarak para monster kian mendekati mereka.

Secara asal Baekhyun mengambil sebuah pistol Revolver kecil model G01 yang sama dengan yang diambil oleh Chen. Tidak lupa mereka berdua mengisinya dengan amunisi dan mengambil amunisi cadangan. Sunny dan Kyungsoo mengambil pistol Handgun sedangkan Suho mengambil pistol AK47.

Beruntung bagi para member EXO Suho, Baekhyun dan Chen yang pernah mengikuti latihan menembak. Membuat mereka tidak begitu canggung menggunakan senjata api. Berbeda dengan Kyungsoo dan Sunny yang baru pertama kali memakai senjata api. Suho melihat raut wajah Kyungsoo dan Sunny yang terlihat bingung dengan pistol mereka.

"Bidik pada kepala monster dan tarik pelatuknya. Cukup itu yang bisa aku katakan, kita tidak punya waktu sekedar untuk berlatih bagaimana menggunakan senjata api," ucap Suho yang diangguki ragu-ragu oleh Kyungsoo dan Sunny.

Suho kemudian berjalan kearah Baek-Gu yang sekarang tengah mengahajar satu monster yang sudah mendekati mereka. Monster Bilia yang sama dengan yang pernah melukai Tao itu kini tengah diinjak oleh Baek-Gu dan dengan kekuatan penuh monster itu hancur diinjak begitu kuat oleh Baek-Gu. Dan kini, Baek-Gu tengah menggigit monster kelelawar yang berada diatas kepalanya. Lalu kemudian melemparnya kesembarang arah hingga mati.

Suho sedikit bersyukur mereka memiliki Baek-Gu sebagai pelindung mereka, karena ternyata Baek-Gu cukup kuat menghadapi monster-monster tersebut. Suho berdiri disamping Baek-Gu dan mulai menembakan peluru panas yang keluar dari moncong AK47 yang tengah dia genggam.

DREDEDEDEDEDET

Beberapa monster mulai tumbang terkena peluru tersebut, tetapi ada juga yang bangkit dan kembali menuju kearah mereka. Chen dan Baekhyun mengambil posisi yang aman disekitar Baek-Gu, masing-masing dari mereka mulai menembak monster yang ada dalam pandangan mereka tepat pada kepala monster tersebut.

DOR DOR DOR DOR

Chen menembak monster kelelawar yang sama dengan monster yang pernah menculiknya, hanya saja kini jumlah mereka sangat banyak. Dan kini satu persatu, monster yang Chen tembak mulai tumbang dan terjatuh ketanah. Sedangkan Baekhyun menembak monster Bilia menjijikan yang berlari menuju ke arah mereka dengan kecepatan penuh. Walau beberapa kali meleset, tetapi sasaran tembak Baekhyun mengenai kepala sang monster Bilia hingga tewas.

Kyungsoo dan Sunny yang tidak ingin hanya diam dan melihat teman mereka berjuang begitu saja. Perlahan mereka mulai mencoba membidik salah satu monster dan mengintruksi apa yang Suho katakan.

DOR DOR

BRUK

Kyungsoo tersenyum begitu dia berhasil menumbangkan monster kelelawar dan membuatnya terjatuh ketanah. Begitu juga dengan Sunny yang mencoba menembak monster Bilia dari jarak cukup jauh dari mereka. Walau banyak yang tidak terkena kepala monster-monster tersebut tetapi sasaran tembak dari Sunny membuat kecepatan lari monster Bilia menjadi pelan. Hal itu disebabkan tangan dan kaki mereka yang terkena tembakan dari Sunny.

Para monster mulai menggeram dan mengaum marah, melihat banyak dari sesama mereka mulai mati karena Suho dan yang lain. Para monster itu pun mulai makin agresif dan makin liar menuju kearah mereka.

Suara letusan senjata api dan geraman monster begitu keras terdengar dari jauh. Suara itu membuat seorang pemuda yang tengah berbaring mulai membuka matanya perlahan. Minho, namja yang tengah berbaring itu perlahan mulai bangkit dari tidurnya.

"Ukhh." Minho merintih kesakitan merasakan nyeri dikepalanya.

Sekelebat bayangan seseorang muncul didalam pikiran Minho.

"Taemin..." gumam Minho.

Dengan sedikit tertatih-tatih, Minho mulai keluar dari kamarnya. Alis Minho bertaut mendengar suara tembakan dan geraman monster dari arah depan mansion. Sejenak Minho terdiam memikirkan sesuatu, kemudian dia mulai berjalan perlahan menuju arah belakang mansion. Minho pergi dari mansion sendirian, berjalan sesuai dengan insting yang membawanya.

Kris and Taeyeon vs Jaejoong

Taeyeon dan Jaejoong terlihat bernapas dengan terengah-engah dengan Taeyeon yang memegang sebilah pedang yang menusuk punggung Jaejoong dan Jaejoong yang menahan rasa sakit ditubuhnya. Darah makin keluar deras dari luka tusukkan pedang tersebut, membuat Jaejoong mau tidak mau harus melepaskan pedang itu segera.

Jaejoong memegang ujung pedang dengan kedua tangannya dan menariknya sekuat tenaga. Bermaksud mengeluarkan pedang itu secepat mungkin. Dilain pihak, Taeyeon tidak membiarkan hal itu begitu saja. Taeyeon mendorong pedang itu juga dengan sisa tenaganya, sehingga membuat mereka adu tarik dan dorong.

"Khukhukhu... kau sangat hebat untuk seorang wanita. Tetapi dengan sisa tenagamu, kau tidak akan bisa mendorong pedang sialan ini lebih lama." Jaejoong melirik pada Taeyeon yang terlihat begitu kelelahan. Keringat membanjiri wajah cantik Taeyeon saat Jaejoong melihatnya. Jaejoong tersenyum sinis melihat ekspresi kelelahan diwajah Taeyeon.

"Saat tenagamu habis, aku akan langsung melemparmu ke akhirat sana hahaha." Jaejoong tertawa keras begitu merasakan tenaga Taeyeon yang mulai melemah mendorong pedang yang masih menancap diperutnya.

Jaejoong mulai tidak peduli dengan rasa sakit diperutnya dan darah yang terus mengalir keluar dari dalam perutnya. Jaejoong terlalu bersemangat melihat sang yeojya kelalahan dan setelah tenaga sang yeojya habis maka Jaejoong akan langsung menghabisinya. Sungguh, Jaejoong sangat menunggu saat itu tiba dan betapa senangnya dia memikirkan yeojya sialan yang melukai dirinya akan mati ditangannya.

Jaejoong merasa sangat kasihan karena yeojya itu hanya melukai area sekitar perutnya. Jika saja dia mengarahkan pedang itu pada jantungnya mungkin Jaejoong sudah kalah dan mati. Tapi... bukankah itu bagus untuk Jaejoong? Karena dia punya kesempatan untuk membunuh dua orang lawannya sebentar lagi.

"Boleh aku bertanya?" tanya Jaejoong yang membuat alis Taeyeon naik.

"Bagaimana bisa kau lepas dari kendaliku? Apa kalian sudah mengetahui kemampuanku?"

"Hosh tidak dijawab pun hosh kurasa kau sudah tahu," ucap Taeyeon disela deru napasnya yang menandakan dia amat sangat kelelahan.

"Begitu yah? Hmm... kalian hebat juga."

Yah... Kris dan Taeyeon mengetahui semua kemampuan Jaejoong. Mulai dari membaca pikiran dan mengendalikan tubuh seseorang. Seperti saat mereka bertarung dengan tangan kosong melawan Jaejoong, saat tubuh mereka bersentuhan dengan Jaejoong. Dalam artian Jaejoong bisa membaca pikiran mereka karena sentuhan, Kris dan Taeyeon langsung mengkosongkan pikiran mereka dengan satu pikiran. Yaitu mengalahkan Jaejoong dan menghilangkan pikiran mereka tentang rencana dan pengetahuan mereka tentang kemampuan Jaejoong. Sehingga Jaejoong tidak mendapat informasi apapun saat itu kecuali semangat dan keinginan Kris juga Taeyeon mengalahkan dirinya.

Mereka tahu bahwa Jaejoong dalam mengendalikan tubuh seseorang diperlukan sebuah perantara, dan mereka tahu bahwa laba-laba kecil miliknya adalah perantara tersebut. Laba-laba kecil nan lincah yang dengan mata telanjang saja tidak akan cukup untuk mendeteksi kehadirannya. Meski mereka tahu, mereka sengaja agar salah satu dari mereka dikendalikan oleh Jaejoong. Karena itulah satu-satunya cara mengalahkan Jaejoong.

Begitu tahu yang dipilih Jaejoong adalah Taeyeon, Kris berusaha sekuat tenaga bertahan dari serangan Taeyeon dan menunggu waktu yang sangat tepat untuk melakukan tahap rencana berikutnya. Mereka juga tahu dimana letak laba-laba kecil itu berada.

Tengkuk leher adalah tempat dimana sang laba-laba kecil diam dengan kedua taringnya yang menggigit tengkuk leher Taeyeon. Secara tidak langsung saat kedua taring itu menancap maka tubuh tersebut sudah berada dalam kendali Jaejoong.

Dan saat itu Jaejoong mengatakan

'Bunuh namja itu' dalam artian memberi perintah untuk membunuh Kris.

Perintah itu adalah mutlak dan juga bisa dipatahkan oleh Jaejoong sendiri. Tetapi dalam penggunaannya, Jaejoong tidak tahu apa targetnya masih dalam kendali atau tidak? Maka dari itu saat dimana, dalam kejadian berguling-guling ditanah Kris berhasil melepaskan laba-laba kecil itu yang membuat Taeyeon sadar. Dan hal itu tanpa disadari oleh Jaejoong. Taeyeon langsung menghajar Kris dan tetap memasang wajah tanpa ekspresinya agar terlihat meyakinkan.

Saat itulah, ketika Jaejoong mendekati Kris. Taeyeon mengambil pedang yang tergeletak tidak jauh dari sana. Pedang yang sengaja Kris jatuhkan disaat Taeyeon sudah sadar. Dan rencana itu berjalan sempurna tetapi gagal karena ujung pedang yang Taeyeon genggam tidak mengenai titik vital Jaejoong. Taeyeon tahu, saat Jaejoong mengangkat pisau kecil itu tinggi-tinggi Jaejoong melihat siluet dirinya dari pisau kecil itu dengan kemampuan luar biasa dari mata merah milik Jaejoong.

Dan kini yang bisa Taeyeon lakukan adalah tetap membuat pedang itu menusuk tubuh Jaejoong hingga Jaejoong kehabisan darah dan tewas. Tetapi Taeyeon sudah sangat kelelahan dan tenaganya mulai habis perlahan-lahan. Dan kini pedang dalam genggaman tangannya mulai perlahan tertarik dari tubuh Jaejoong karena dorongan dari Jaejoong pada ujung pedang tersebut.

Taeyeon pasrah, mungkin dia kalah dan Jaejoong menang. Tenaganya benar-benar habis dan pedang itu perlahan terlepas dari perut Jaejoong. Taeyeon mundur perlahan dan melepas genggaman tangannya pada pedang yang dia pegang erat sebelumnya, membuat pedang itu kini terbaring ditanah. Taeyeon menatap Jaejoong yang berbalik dan berjalan kearahnya.

Taeyeon kembali mundur disaat Jaejoog makin mendekat dan mata Taeyeon melebar melihat Jaejoong mengambil pedang yang dia jatuhkan.

DUK

Taeyeon tersentak saat punggungnya menabrak batang pohon. Dan kini Jaejoong tepat tengah berada dihadapan dirinya.

"Kau akan mendapat balasan karena sudah melukaiku wanita sialan. Pergilah ke akhirat dengan tenang." Jaejoong mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan Taeyeon mulai menutup matanya pasrah.

JLEB

Untuk yang kedua kali, Jaejoong terkena tusukan dan kali ini pelakunya adalah Kris. Kris yang menggunakan pisau belati milik Jaejoong yang dia gunakan untuk membunuh Jaejoong kini tengah berada dibelakangnya. Belati itu dengan tepat mengenai jantung Jaejoong.

"Kau... hosh membiarkan hosh pertahananmu longgar hosh. Sungguh sangat disayangkan," kata Kris dengan senyum penuh kemenangan.

Kai, Sehun and Lupin vs Yunho

Sehun terkejut melihat hyungnya tiba-tiba ambruk.

"Kai hyung!" seru Sehun sambil mendekati Kai yang tengah terbaring.

Sehun merasa ketakutan saat melihat keadaan kritis dari hyungnya itu. Wajah Kai terlihat pucat dengan keringat yang mulai membanjiri hampir seluruh tubuhnya. Bibir Kai pun mulai membiru dan tubuhnya terlihat menggigil kedinginan.

Dengan perasaan panik, Sehun pertama-tama menutup luka tusuk diperut Kai dengan potongan kain baju miliknya. Sebisa mungkin memperlambat atau mengurangi banyaknya darah yang keluar dari bekas luka tusukkan tersebut.

"Kai hyung sabarlah, aku akan membawamu ke mansion dan kau akan mendapat pertolongan." Sehun mengikat erat kain yang melilit disekitar perut Kai.

"Ya Tuhan, aku tidak tahu kenapa keadaan Kai hyung seperti ini?" ucap Sehun melihat Kai yang makin menggigil dan wajahnya makin pucat.

Setelah Sehun mengikat kain tersebut cukup erat, Lupin pun membopong tubuh Kai yang tengah menahan sakit diseluruh sarafnya karena racun yang Yunho berikan. Kai tahu tubuhnya telah diracuni, namun Sehun tidak tahu menahu soal apa yang terjadi pada Kai. Kai mulai merasakan tubuhnya terasa mati rasa dan kesadarannya mulai menghilang begitu saja. Dan benar saja, tak lama Kai tidak sadarkan diri dalam gendongan Lupin yang sedang berlari dengan Sehun menuju arah Mansion.

-oOo-

Begitu ketiga namja itu pergi dari tempat tersebut. Yunho yang mengalami luka remuk disekitar tubuhnya mulai memperlihatkan kesadarannya. Tangannya terlihat bergerak-gerak kecil dan sebuah suara rintihan terdengar dari mulutnya.

Dengan sisa tenaga yang ada, Yunho berusaha mencoba bangkit dari posisi terlungkupnya. Yunho tidak mempedulikan rasa sakit ditubuhnya saat sedang mencoba bangkit. Dengan perlahan-lahan Yunho berhasil berdiri.

"Akkhhh." Yunho merintih kesakitan begitu merasakan tulangnya patah karena gerakkannya yang memaksakan diri untuk bangkit itu. Napas Yunho mulai terengah-engah dan dia berdiam diri sebentar disana.

Yunho menatap sekelilingnya yang sudah sepi. Ingatan akan pertarungannya dengan Kai dan teman-temannya terngiang dikepalanya. Yunho mengaku kalah oleh mereka bertiga tetapi dia merasa sedikit puas telah meracuni Kai dengan racun buatan Jaejoong. Racun yang akan langsung membuat musuh lumpuh dan dalam waktu 34 jam racun itu akan langsung membunuh Kai jika tidak diobati. Dan Yunho yakin, namja bernama Kai itu akan mati karena racun tersebut.

Dengan langkah tertatih-tatih, Yunho mulai pergi kearah berlawanan dengan arah Kai pergi. Yunho sudah merasa hidupnya tidak akan lama lagi dan dia ingin menemui seseorang yang sekiranya ingin Yunho lihat disaat terakhirnya.

Yunho ingin melihat Jaejoong sekarang, benar-benar ingin melihat namja cantik yang sudah bersamanya selama 10 tahun itu.

Xiumin and Tao vs G-Dragon

GD memandang Xiumin dan Tao tanpa ekspresi. Penampilannya kini sungguh berbeda dengan GD sebelumnya, membuat Xiumin dan Tao merasa harus lebih waspada pada GD. Xiumin masih berusaha menstabilkan deru napasnya karena energinya diserap oleh GD ketika dia tiba-tiba tidak bisa bergerak tadi.

Menurut yang Taeyeon katakan, kemampuan GD adalah mengubah waktu 1 detik menjadi 10 detik bagi dirinya. Dan GD memerlukan waktu 3 detik untuk kembali melakukan kemampuannya mengubah waktu. Selain dengan kemapuan itu, mereka harus waspada dengan tangan kiri GD.

Jika salah satu dari mereka berdua tersentuh atau terkena sentuhan tangan kiri GD, maka mereka tidak akan bisa bergerak selama tangan itu menyentuh mereka. Dan yang lebih menakutkan dari itu, saat tangan kiri GD menyentuh tubuhnya secara otomatis GD menyerap energi lawannya setiap 1 detik sama dengan 1%.

Jika energinya adalah 100% dan GD berhasil menyentuh dirinya selama 100 detik berturut-turut, maka dirinya atau Tao akan tewas kelelahan karena energi mereka diserap habis oleh GD. Dan lagi, menghindari sentuhan bukanlah hal yang mudah ketika mereka bertarung dengan GD. Meski begitu, Xiumin maupun Tao bertekad akan mengalahkan GD apapun yang terjadi.

"Apa kalian sudah selesai berpikir?" tanya GD masih dengan wajah dinginnya yang tanpa ekspresi.

"Aku sudah mulai bosan. Aku ingin menyelesaikan pertarungan ini dan melenyapkan nyawa kalian secepatnya." GD mulai mengambil kuda-kuda untuk menyerang Xiumin dan Tao.

Xiumin dan Tao pun langsung melakukan siaga penuh, tetapi disaat itu juga GD sudah berada dibelakang mereka berdua.

DUAGH

GD menendang pinggang Tao cukup keras, membuat Tao terpental kesamping dan terjatuh.

"Akhh." rintih Tao saat tubuhnya membentur tanah.

Kali ini GD bersiap untuk menendang tubuh Xiumin, tetapi dengan cepat Xiumin menahan tendangan GD dengan kedua tangannya. Mata Xiumin melebar melihat tangan kiri GD tiba-tiba sudah hampir menyentuh dirinya, dengan sekuat tenaga Xiumin mundur kebelakang menjauh dari jangkauan tangan GD.

Namun, GD ternyata sudah tidak ada dihadapannya melainkan ada dibelakang dirinya. Xiumin melirik kebelakang, dimana GD sudah sangat dekat dengannya.

"Kau yang akan mati lebih dulu," kata GD bersamaan dengan tangan kirinya yang sudah menyentuh punggung Xiumin.

'Sial!' maki Xiumin dalam hati sebelum dia benar-benar tidak bergerak seperti patung.

GD mulai menyerap energi Xiumin. Namun, baru beberapa detik GD tiba-tiba menjauh dari Xiumin saat sebuah batu dengan kecepatan tinggi menuju kearah dirinya. GD menatap kesamping, dimana Taolah orang yang melemparkan batu sekuat tenaga itu pada dirinya. GD berdesis kesal saat Xiumin kembali sadar dan berlari menjauh dari dirinya mendekati Tao.

Napas Xiumin makin terengah-engah, membuat Tao memandang Xiumin khawatir.

"Kau tidak apa-apa?"

"Tidak apa. jangan khawatir. Jika dipersenkan tenagaku masih tersisa 60%, kurasa sebanyak itu."

Tao mengangguk dan kembali bersikap waspada bersama dengan Xiumin. GD bersiul cukup keras entah karena apa, dan tidak lama seekor monster datang dari arah belakang GD.

"Grrrhhhh," monster itu menggeram disamping GD. Dengan penuh perhatian GD mengelus-elus kepala monster itu.

Tao dan Xiumin menatap monster tersebut. Sepertinya monster itu adalah perliharaan dan berada di pihak GD. Monster yang sama dengan yang pernah Tao lawan ketika dia datang ke pulau ini pertama kali. Tetapi monster itu terlihat lebih besar dan juga kuat. Tao berdecak sebal melihat keadaan disini yang semakin memburuk.

"Dua melawan dua, bukankah itu adil." GD tersenyum mengerikan pada mereka berdua.

Lay and Chanyeol vs Taemin

Lay maupun Chanyeol terkejut melihat transformasi dari Taemin. Mereka tidak mendapat informasi bahwa Taemin bisa bertransformasi dengan bayangannya itu. Dan dengan begini malah akan membuat repot mereka berdua karena mereka tidak tahu bagaimana dan apa yang harus dilakukan saat melawan Taemin dengan wujud seperti itu.

"Hyung,"

"Aku tahu Channie. Tidak ada informasi tentang transformasi, mungkin itu adalah kemampuan barunya." Lay mulai bersiap-siap saat Taemin terlihat akan menyerang mereka.

"Khukhukhu kalian takut heh? Benar... kalian harus takut, karena kalian akan mati dengan segera." Taemin mengangkat semua tentakelnya keatas dan langsung menyerang Lay dan Chanyeol dengan menggunakan dua tentakel berduri miliknya.

SYUT

Dengan kecepatan penuh, tentakel itu hampir mengenai Lay maupun Chanyeol jika saja mereka berdua tidak langsung menghindar.

BRUAGH

Ujung tentakel yang penuh duri itu dengan mulus menabrak tanah dan membuat tanah tersebut berlubang. Tidak terima bahwa Lay dan Chanyeol berhasil menghindari dua tentakelnya. Taemin menyerang mereka berdua dengan empat tentakelnya dan serangan itu sukses membuat sebuah luka sobek di bahu kiri Lay dan luka sobek di kaki kanan Chanyeol. Hal itu karena mereka berdua kurang cepat menghindari serangan yang kedua tersebut.

"Hyahahaha... sakit bukan heh? Kalian akan merasakan rasa sakit lebih dari itu. Kalian tidak akan pernah bisa mengalahkan aku dalam mode ini. Tidak akan pernah." Taemin kembali mengangkat semua tentakel yang baru saja dia gunakan untuk menyerang Lay dan Chanyeol.

Lay dan Chanyeol tidak bisa berbuat banyak melawan tentakel-tentakel tersebut.

"Channie," panggil Lay.

"Kita potong saja tentakel-tentakel itu," lanjut Lay yang diangguki oleh Chanyeol.

Mereka berdua langsung maju kearah Taemin. Taemin menggeram marah karena kedua orang itu tidak merasa takut olehnya dan malah berani maju melawan dirinya.

"Kurang ajar, dasar tidak tahu diri kalian." Taemin mengarahkan semua tentakelnya pada Lay dan juga Chanyeol. Empat tentakel pada Chanyeol dan tiga tentakel pada Lay.

SYUT

Lay dan Chanyeol sehati-hati mungkin menghindari satu persatu tentakel yang akan menyerang mereka. Begitu satu tentakel berhasil mereka hindari

ZRAT

Lay dan Chanyeol langsung menebas tentakel itu hingga terpotong, begitu juga dengan tentakel-tentakel lainnya yang datang menyerang mereka. Namun, tentakel yang terpotong itu kini kembali menggumpal dan menyatu kembali dan menyerang mereka berdua.

Jarak Lay dan Chanyeol dengan Taemin makin dekat.

"Cih! Kalian tidak akan bisa melukaiku," seru Taemin saat Lay dan Chanyeol makin mendekat.

"Tubuhku dilapisi oleh bayanganku dengan kepadatan tertinggi. Serangan kalian tidak ak-"

ZRASH

"Ukkhh." Taemin merintih saat pedang Lay dan kuku tajam Chanyeol menebas pinggang kanan dan kiri Taemin. Pelindungnya sobek hingga memperlihatkan kulitnya yang berdarah karena kuatnya ayunan pedang dan tangan Chanyeol hingga membuat pelindung itu gagal melindungi tubuhnya.

Taemin langsung menjauh dari sana dengan menggunakan tentakelnya. Matanya menatap marah pada darah yang mengalir dari kedua pinggangnya. Kemudian mata Taemin berkilat marah menatap Lay dan Chanyeol yang tersenyum penuh kemenangan.

"Ini sungguh sangat sakit dasar sialan..." Taemin menutup matanya dan kembali membaca mantra dalam diam.

Lay dan Chanyeol terkejut melihat jumlah tentakel yang bertambah. Tentakel milik Taemin kini berjumlah 15 dan Lay merasa mereka sudah tamat, sejujurnya tujuh tentakel saja sudah membuat mereka kesulitan dan lagi sekarang 15.

"Kalian takut bukan sekarang hm? Kali ini kalian akan benar-benar mati," kata Taemin penuh emosi.

"Jika jumlah ini masih belum cukup, maka akan aku keluarkan jumlah maksimal dari mode ini. Akan aku lawan kalian dengan 20 tentakel khahahahah."

Bersamaan dengan ucapan Taemin, semua tentakel mulai menyerang maju pada Lay dan Chanyeol.

DUAGH DUAGH DUAGH DUAGH

Lay dan Chanyeol berhasil menghindari beberapa tentakel tetapi ada juga tetntakel yang melukai bagian tubuh mereka. Sial bagi Chanyeol karena dia sudah meregenerasi tangannya membuat dirinya kini tidak bisa melakukan penyembuhan luka ditubuhnya dengan sendirinya.

'Aku akan membunuh orang itu terlebih dahulu,' ucap Taemin dalam hati sambil menatap tajam Lay. Taemin memfokuskan serangan tentakelnya pada Lay yang tengah bertahan menggunakan kedua pedangnya menahan tentakel-tentakel yang menuju kearahnya.

Lay mulai kewalahan dan juga terlihat kelelahan menebas satu persatu tentakel yang kembali menyatu dan tiada habisnya. Lay terperangah melihat sebuah tentakel menuju lurus kearahnya, dengan cepat Lay menebas tentakel tersebut. Namun sayang, begitu dia berhasil menebas satu tentakel, dua tentakel lain menubruk kearah kedua pedang Lay.

TRANG

Dua pedang Lay lepas dari genggamannya, membuat Lay terkejut dan berkeringat dingin saat satu tentakel lain datang menuju kearahnya dan dia tidak bisa menghindar.

'sial!' batin Lay.

"HYUNG!" teriak Chanyeol melihat Lay yang akan terkena tusukkan dari duri-duri tentakel tersebut.

TAP TAP TAP

JLEB

Mata Chanyeol melebar dan kakinya terasa lemas. Tak lama tubuhnya ambruk ketanah dengan posisi terduduk menatap lurus kearah Lay. Begitu juga dengan Taemin yang menatap tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Dirinya, tentakelnya yang menyerang Lay tidak mengenai tubuh Lay. Tetapi seseorang melindungi tubuh Lay, hingga orang itulah yang terkena tusukkan duri dari tentakel Taemin dipunggungnya.

"MINHO HYUNG!" teriak Taemin kalap melihat orang yang membelakangi dirinya yang melindungi Lay ternyata adalah Minho. Tanpa sadar, air mata mulai turun perlahan dari pelupuk mata Taemin.

TBC

Jiaahhhhh updatenya lama lagi kali ini -_- dan semoga chap ini gak bikin kecewa yah

Dan kali ini pun author tidak bisa membalas satu persatu review kalian *dijitak* mau gimana lagi? Udah mepet nih besok udah kerja lagi huft. Author juga sekarang abis update ini mau jalan-jalan refreshing ke Puncak with family hehe~. Pokoknya author ucapin Terima Kasih yang sebesar-besarnya buat para readers yang sudah membaca dan mereview ff ini :D Kamsahamnida *hug*

Thanks To :

HunHan's wife, Kim Eun Eri, Hyegun EXOtics, christina, Brigitta Bukan Brigittiw, Ppyakkekep, AKON, krystal, LeeYongJoon, woo jihye, CrayonThat XX, Qhia503, EXO Fujoshi, lovelySoo-ie, JaeRyeoCloudnia, KiKyuWook, hunhanmi, peacocktao, tiikaaa, Kan Min, Kim Ray Ah, miparkland, Phindi little Panda, Byun Lalla Chan EXOtics, The Paradise, sunnyduck, Jung Jisun, HungryBirds, JennyChan, Shin Min Hwa, TwinsAkaTHE X, ThePreciouSuho, Kim Jae So Zhang Jae So, Park Ri Yeon, clorophylpanda, Vanesha Hunhan, bekiyun, apin, Miss Kui Jeong sshi, Guest, shinminkyuu, mrs park fujoshi, taryshinee, exooman.

Review Again Please *wink*

Note : Benar gak EXO comeback akhir tahun ini? auhtor gak sabar nunggu mereka kembek kalau benar itu berita kyaaaaaa~#plak