Evil Town

Chapter Twenty Four

Warning : Typho(s) and Chara Death

-oOo-

Los Plagas

TWITCH

Soo Man terlonjak kaget saat merasakan beberapa sensasi aneh barusan. Raut wajahnya langsung terlihat emosi dan murka, kedua tangannya terkepal dengan erat dan rahangnya mengatup keras. Suara gemertak giginya begitu kentara saat makin lama emosinya makin naik. Dan ada sebersit perasaan takut dan khawatir pada diri Soo Man dengan apa yang terjadi saat ini.

"Anak-anak bodoh... Tak kusangka mereka semua gagal. Cih... Apa yang harus aku lakukan sekarang?" ucapnya yang tengah berada di laboratorium besar miliknya. Didepannya ada tabung besar yang didalamnya terdapat seorang yeojya yang tidak lain adalah Yoona.

"Bahkan jika aku gunakan dia sebagai pengganti Sulli, masih belum tentu aku berhasil."

BRAK

Soo Man memukul kaca tabung tersebut dengan keras. Napasnya mulai tersengal karena emosi yang meluap.

"Brengsek! Ternyata mereka semua benar-benar tidak berguna," Soo Man mendesis kesal dan berbalik untuk menuju ke ruangannya. Dia akan kabur dari tempat ini secepatnya, semua rencananya yang sudah dia rancang gagal total. Dan tidak ada cara lain selain kabur lalu memikirkan cara selanjutnya.

Namun, baru beberapa langkah Soo Man berjalan sebuah simbol dengan bentuk segitiga terbalik berwarna hitam keunguan tergambar ditanah. Soo Man membeku melihatnya, terlebih saat sebuah asap hitam pekat keluar dari simbol aneh tersebut. Soo Man mulai berkeringat dingin melihat kepulan asap hitam tersebut.

Asap hitam itu berubah bentuk menjadi sebuah gumpalan. Lambat laun gumpalan itu berubah menjadi sebuah sosok yang dapat terlihat dengan jelas.

Sesuatu yang berasal dari asap tersebut tengah berdiri dihadapan Soo Man dengan tinggi 2 meter, memiliki sayap kelelawar, berkepala kambing dengan satu tanduk dan matanya yang merah menyala. Tubuh dan tangannya mirip dengan manusia, hanya saja berbulu hitam lebat dan kaki mahluk itu berbentuk kaki kambing juga. (Lihat Lamia dari film"Drag Me To Hell")

Soo Man meneguk ludahnya melihat mahluk yang ada dihadapannya tersebut.

"M-My Lord," ucap Soo Man dengan nada ketakutan. Seluruh saraf tubuhnya terasa mati rasa dan tubuhnya mulai menggigil tanpa komando. Kini rasa takut tengah membayang-bayangi Soo Man.

"Kau gagal Soo Man," ucap mahluk itu dengan nada dingin. Dan dengan secepat kilat langsung mencekik leher Soo Man dan mengangkatnya.

"Uhuukkk, ampuni aku m-my lord," kata Soo Man yang kini tengah dicekik oleh mahluk yang dia panggil my lord tersebut.

"Aku bukan pengampun dasar manusia! Manusia yang kau janjikan akan jadi tumbalku, mereka semua sudah sadar dan aku tidak mendapatkan apapun." Sang Lord makin memperkuat cekikan pada leher Soo Man, membuat mulut Soo Man terbuka karena berusaha mendapatkan oksigen.

"Sebagai ganti, kau yang akan menjadi makananku... Alias tumbal," ucap sang Lord dengan menatap tajam Soo Man dan mulai berkomat-kamit.

"Ja-jangan my Lord... Aku minta maaf..." pinta Soo Man yang mulai kalut.

'Aku tidak mau berakhir hanya sampai disini,' batin Soo Man.

Flash Back

Soo Man menyeringai lebar melihat botol kecil hasil ciptaannya. Sebuah virus yang sudah dia buat selama dua tahun kini selesai sudah. Virus yang dia namakan virus ZT itu adalah virus yang sangat berbahaya, Soo Man sengaja membuatnya diam-diam untuk digunakan demi kepentingannya suatu hari nanti.

Virus ZT merupakan virus dengan mikroba kecil yang dia buat dalam jumlah terbatas. Virus itu akan melayang di udara dan masuk kedalam tubuh manusia dari celah luka kecil maupun besar. Setelah virus itu masuk dan mengkontaminasi tubuh korbannya, maka sang korban akan berubah menjadi kanibal dan lebih agresif layaknya zombie. Bukan hanya itu, setiap gigitan dari korban yang sudah terkena virus pada seseorang maka orang yang digigitnya pun akan menjadi sama dengannya.

Soo Man bahkan pernah mencobanya, dibantu oleh orang-orangnya. Seseorang dia siapkan dalam ruangan berdinding kaca sebagai makanan alias korban sang zombie, dan seorang lainnya dia ubah menjadi zombie. Hasilnya, sang zombie langsung memakan sang korban dengan beringas dan Soo Man mencoba cara lain dengan korban lainnya. Dia sengaja membuat sang makanan zombie hanya mendapat gigitan saja, namun hasilnya sesuai dengan yang Soo Man kira. Sang makanan alias korban pun mulai menjadi zombie dan Soo Man puas dengan hal itu.

Namun Soo Man punya kendala, bagaimana pun virusnya berjumlah terbatas dan para zombie, walau mereka kuat tapi mereka masih belum cukup kuat menurut Soo Man. Soo Man kembali melakukan uji coba dan bereksprimen untuk meningkatkan kemampuan dari zombie-zombie yang dia buat. Tetapi Soo Man hanya bisa mendapati jalan buntu dengan banyak kegagalan.

Soo man bahkan pernah meminta bantuan sang anak Lee Kyungsan, ayah dari Lee Kyungsoo. Namun anak semata wayangnya menolak permintaan keji ayahnya, membuat Soo Man langsung membenci anaknya tersebut. Dan Soo Man bersumpah akan membuat anaknya itu menyesal suatu hari nanti.

Keberuntungan berpihak pada Soo Man begitu menemukan sebuah buku kuno terlarang yang dia temukan di yunani. Soo Man berusaha keras mencoba memahami tulisan dan bahasa dari buku tersebut. Dalam satu tahun, Soo Man berhasil mempelajari buku yang memuat kekuatan dan cara memanggil sang iblis. Soo Man tanpa berpikir panjang langsung melakukan ritual pemanggilan dan meminta bantuan dari sang iblis.

Sang iblis yang dipanggil Lord oleh Soo Man, memberikan sebuah parasit dari neraka yang disebut Helcesta. Helcesta akan membuat orang yang menjadi rumahnya atau tempat dia berdiam akan bermutasi menjadi monster dalam bentuk berbeda-beda dan Soo Man dengan senang hati mengambilnya.

Soo Man melakukan percobaan Helcesta yang pertama pada istri sahabat baiknya sesama dokter. Korbannya tidak lain dan tidak bukan adalah ibu dari Zhang Chanyeol yang tengah mengandung selama hampir sembilan bulan. Dengan berpura-pura mengobati, Soo Man menyuntikan cairan obat dengan parasit Helcesta pada tubuh nyonya Zhang. Parasit itu masuk dan berdiam dalam janin sang bayi, sebelum parasit kemudian masuk kedalam tubuh sang bayi.

Dan benar apa prediksi Soo Man, begitu sang bayi berhasil keluar dan nyonya Zhang meninggal dunia ditempat setelah sekuat tenaga melahirkan anaknya. Soo Man menunggu hari demi hari dan bulan demi bulan, hingga dia mendengar kabar bahwa anak dari tuan Zhang yang baru berusia satu tahun pernah berubah menjadi monster secara tiba-tiba. Soo Man tertawa puas di laboratoriumnya mendengar hal tersebut.

Dan disanalah awal mula Soo Man mulai berencana menjadi penguasa dengan meneror menggunakan virus dan parasitnya. Namun semua itu butuh proses yang panjang dan Soo Man kembali meminta bantuan pada sang Lord. Sang Lord memerintahkan Soo Man memiliki anak buah yang mempunyai kebencian yang besar sebagai tangan kanannya. Anak buah yang dia pilih juga akan menjadi makanannya kelak dan Soo Man menganggukinya.

Yunho, Jaejoong, Ji Yong, Sulli, Taemin dan Minho serta Kyungsoo adalah yang dia pilih. Berbeda dengan Kyungsoo yang menggunakan obat pengendali pikiran, Soo Man menggunakan cucunya karena sang cucu memiliki kepintaran ayahnya Lee Kyungsan yang sudah mati dibunuh atas perintah darinya.

Langkah pertama Soo Man adalah mencari sebuah tempat sebagai tempat percobaan sebelum rencana aslinya. Dan Pulau Sandez lah pulau yang dia pilih, pulau yang hanya diketahui oleh segelintir orang itulah yang Soo Man kira akan sangat cocok sebagai tempat percobaannya.

Soo Man mulai menyebarkan ZT virus berjumlah dua puluh virus dan kemudian Helcesta sesudah kekacauan terjadi. Bukan hanya itu, Soo Man meminta bantuan kembali sang Lord untuk menutupi pulau Sandez dengan kekuatannya. Pulau Sandez langsung dikelilingi awan hitam pekat oleh kekuatan sang Lord, membuat rencana Soo Man makin licin.

Flash Back End

Namun ternyata semua rencananya gagal total, gagal karena kedatangan beberapa pendatang dari luar pulau yang tidak beruntung masuk kedalam pulau Sandez. Semua rencananya yang sudah dia buat hancur sudah oleh mereka dan dia tidak tahu harus berbuat apa setelahnya. Terlebih kini nyawanya sudah dalam genggaman sang Lord yang murka padanya.

Tubuh Soo Man mulai terasa panas dan jiwanya terasa dipaksa keluar dari tubuhnya. Pupil mata Soo Man memutih dan tubuhnya terasa makin terbakar. Mulut Soo Man terbuka lebar, mengeluarkan rohnya yang lama kelamaan keluar dari mulutnya.

Sang Lord pun membuka mulutnya yang menjijikan, begitu banyak taring dan liur berwarna ungu kehitaman disana. Bahkan lidah sang Lord yang panjang mulai mulai keluar dan mengikat roh Soo Man. Lidah itu mulai menarik Soo Man yang kemudian lambat laun masuk kedalam mulut sang Lord. Sang Lord, kemudian tanpa belas kasihan membuang seonggok mayat Soo Man tanpa roh tersebut kesembarang arah. Dia kini sibuk mengunyah roh Soo Man didalam mulutnya hingga masuk kedalam kerongkongan dan berakhir didalam perutnya. Sang Lord tersenyum puas dan mulai perlahan menghilang dari sana.

"Pulau ini, harus dihancurkan," ucapnya sebelum dia benar-benar menghilang.

-oOo-

Di Mansion

BRUGH

Suho menjatuhkan tubuhnya pada tanah dan terduduk disana. Napasnya tersengal dan terengah-engah setelah bertarung dengan monster yang jumlahnya begitu banyak. Keadaannya pun tidak jauh berbeda dengan Chen, Luhan, Baekhyun, Kyungsoo dan Sunny. Entah dengan Baek-Gu yang nampaknya masih belum puas bertarung.

Benar...

Mereka sudah mengalahkan semua monster yang menyerbu mereka beberapa menit yang lalu. Dan jujur itu semua sungguh banyak menguras tenaga mereka masing-masing. Beberapa mayat monster dengan bau busuk yang cukup menyengat menjadi sebuah pemandangan disana.

"Aku lelah sekali..." ucap Sunny yang terlihat lesu, tubuhnya bersandar pada tubuh Baek-Gu.

"Aku juga sudah tidak kuat lagi," timpal Chen yang sedang tiduran ditanah.

"Tubuhku terasa sakit sekali..." komentar Baekhyun yang tiduran didekat Baek-Gu.

Suho hanya tersenyum melihat mereka, namun senyumnya berubah menjadi rasa terkejut saat melihat dua sosok yang berjalan kearah mereka. Satu sosok bertubuh kecil dengan satu sosok lainnya yang besar, dan Suho hanya bisa melihat samar-samar. Semua yang ada disana pun menatap dua sosok tersebut dan kembali mereka mulai bersikap waspada, takut-takut jika itu adalah musuh.

Lama kelamaan sosok itu makin jelas dan mereka kaget melihat dua sosok yang mereka kenal. Sehun yang berjalan dengan tampang lelah dan lesu dengan Lupin yang tanpa ekspressi membawa Kai dalam gendongannya.

"Kakak! Sehunnie!" teriak Luhan dengan rasa lega mereka kembali dengan selamat.

"KAI!," teriak Kyungsoo khawatir melihat Kai yang tidak sadarkan diri dalam gendongan Lupin.

Mereka semua langsung berlari kearah mereka bertiga. Luhan langsung memeluk Sehun dan menangis didadanya. Sehun hanya bisa tersenyum lemah melihat Luhan dan membalas pelukan namja manis yang tengah menangis tersebut.

"Kai hyung... Dia mendapat luka cukup parah, kurasa terkena racun," ucap Sehun saat semua memandang tubuh Kai yang tengah dalam gendongan Lupin tidak sadarkan diri.

Lupin terlihat tengah membaringkan Kai dan langsung diiringi oleh isak tangis Kyungsoo dan Baekhyun. Kyungsoo dan Baekhyun langsung duduk disisi Kai. Kyungsoo langsung merobek kain pakaiannya dan menjadikannya kain untuk menutupi luka ditangan Kai. Kyungsoo mengecup bibir Kai dan menggengam satu tangan Kai lainnya dengan lembut. Sedangkan Baekhyun terisak pelan melihat saengnya kini tengah dalam keadaan terluka.

"Jongin... Kumohon sadarlah. Jangan begini, kau membuatku terluka dan khawatir hiks." Kyungsoo kembali menangis melihat keadaan Kai. Suho hanya bisa menatap pilu tanpa tahu harus berbuat apa-apa. Chen kemudian mendekati Kyungsoo dan menenangkannya.

Disisi lain Luhan kini tengah memeluk Lupin dan Sehun berada disampingnya. Sunny yang tengah sedih melihat keadaan mereka yang kurang baik pun mengalihkan pandangannya kesembarang arah. Namun, Sunny terkejut melihat ada dua sosok lain yang datang.

"Suho-ssi disana," tunjuk Sunny pada dua sosok tersebut.

"Lay..." gumam Suho saat dia melihat cukup jelas dua sosok yang ditunjuk Sunny. Dan salah satunya adalah Lay.

"Baekhyun... Chanyeol sudah tiba," ucap Sunny yang membuat Baekhyun terlonjak kaget dan berdiri dari samping Kai. Baekhyun bisa melihat namja yang dia rindukan kini tengah berjalan menuju mereka.

Suho tersenyum dan langsung menuju kearah mereka berdua bersama dengan Baekhyun.

"Yeollie... hiks hiks," Baekhyun menerjang tubuh Chanyeol dan memeluknya erat. Chanyeol membalas pelukan Baekhyun dan berbisik ditelinga Baekhyun menenangkannya. Karena Baekhyun kini tengah menangis dengan keras dalam pelukan Chanyeol.

"Ssshh... Sudah jangan menangis lagi Baekkie. Aku tidak apa-apa," Chanyeol mengusap pelan punggung Baekhyun dan mengistirahatkan kepalanya diatas kepala namja yang memeluknya. Menghirup aroma rambut namja yang sangat Chanyeol cintai ini.

Suho dan Lay berpelukan dengan erat, karena mereka merasakan kekhawatiran masing-masing dan mereka kini lega bahwa kekhawatiran mereka tidak terjadi. Suho melepas pelukannya dan menangkup wajah Lay yang masih terlihat lelah juga sedih.

"Kenapa kau murung Lay?" tanya Suho tidak mengerti.

"Minho, apa kau tidak tahu Minho melarikan diri dari mansion?" tanya Lay balik dan Suho hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak percaya.

"Aku rasa dia kabur saat kami tengah bertarung dengan para monster," jawab Suho, Lay melirik sekelilingnya yang memang banyak monster-monter yang sudah mati.

"Minho menyelamatkanku dari musuh dan mengorbankan nyawanya, dia sudah tewas dan aku benar-benar merasa bersalah padanya." Lay menundukkan wajahnya. Suho hanya bisa terdiam menatap Lay. Suho tahu percis perasaan Lay yang sekarang.

Suho mengangkat dagu Lay hingga pandangan mereka berdua bertemu.

"Maafkan aku, harusnya aku yang menyelamatkanmu. Tapi aku yakin, Minho melakukannya bukan tanpa alasan. Dia pasti sudah memikirkan semua konsekuensinya dengan matang-matang." Lay hanya bisa terdiam mendengar ucapan Suho, tidak tahu bagaimana harus menjawab ucapan Suho.

"Kau tahu alasannya Lay, kau melihat Minho disaat terakhirnya kan?" Lay terdiam dan mengingat saat terakhir Minho meninggal. Minho tersenyum , tersenyum begitu tulus dan bahagia entah karena apa. Mungkinkah karena Taemin? Lay tidak tahu akan hal itu.

"Dia... Dalam kematiannya tersenyum tulus dan dia mati dalam pelukan musuh yang terlihat kacau karenanya. Tapi aku tidak tahu mengapa?" Lay kembali menundukkan kepalanya namun dengan cepat Suho kembali membuat pandangan mereka bertemu.

"Mungkin sejak awal... Memang itu tujuan Minho, dia ingin menyadarkan salah satu dari musuh kita Lay. Musuh yang amat sangat Minho sayangi dan mungkin dekat dengannya. Dan dia berhasil kan?" Lay mengangguk pelan.

"Jangan terlalu larut dalam kesedihan Lay, kita doakan semoga Minho tenang dialam sana." Lay perlahan mulai tersenyum dan mengangguk kembali. Suho yang melihat wajah Lay yang tidak kembali murung pun memberikan ciuman di bibir Lay dengan lembut.

"Terima kasih," ucap Lay dengan wajah memerah saat Suho melepaskan tautan bibir mereka.

"Suho-ssi sebaiknya kita bawa Kai ke Mansion, tidak baik dia berada diluar," kata Sunny yang melihat wajah Kai makin pucat. Dan Sunny juga tidak tega melihat Kyungsoo yang terlihat sangat sedih melihat keadaan Kai. Suho meangangguk dan meminta Lupin membawa Kai ke Manson bersama dengan Kyungsoo.

Bersamaan dengan Lupin yang sudah kembali, mereka dikejutkan oleh sebuah suara

SREK SREK

Suara barusan membuat semua yang ada disana mengalihkan pandangan mereka pada sumber suara tersebut. Dan kembali dua orang dari mereka yaitu Taeyeon dan Kris tiba disana. Taeyeon tengah membawa Kris dengan susah payah, Chen langsung berlari kearah mereka dan membantu Taeyeon mendudukkan Kris yang masih merasakan sakit ditubuhnya.

"Sepertinya semua baik-baik saja, hanya dua orang lagi," ucap Taeyeon sembari melirik semua orang yang ada disana. Raut wajahnya terlihat khawatir karena dua orang lain belum datang.

"Tao hyung..." gumam Sehun dengan nada khawatir.

"Xiumin..." ucap Chen sembari menggigit bibir bawahnya karena mengkhawatirkan keadaan Xiumin.

Kris yang masih belum sepenuhnya pulih dari luka ditubuhnya mulai mencari Tao. Namun nihil, Tao masih belum tiba dan hal itu membuat Kris tidak tenang.

"Aku akan menyusul Tao," Kris mulai perlahan berdiri namun kembali terduduk karena tidak memiliki tenaga.

"Shit!" maki Kris yang tidak berdaya. Tapi dia tetap memaksakan diri untuk bangkit, membuat Taeyeon berdecak sebal melihatnya.

"Jangan memaksakan dirimu, kau sedang terluka. Kau bahkan masih belum bisa berjalan," titah Taeyeon.

"Tapi Tao belum kembali. Aku harus menolongnya," tolak Kris yang kembali berdiri namun kembali dia terjatuh.

"Arrghhh... kaki sialan!" Kris hanya bisa mengepalkan kedua tangannya melihat dirinya yang tidak berdaya.

"Dasar keras kepala," gumam Taeyeon.

"GUK GUK GUK," Baek-Gu menggonggong keras karena melihat dua orang yang dia kenal betul siapa mereka. Xiumin dan Tao tengah berjalan pelan menuju mereka berdua dengan keadaan yang sangat lelah.

"KRIS!" Tao langsung berlari menerjang Kris yang tengah terduduk dan memeluknya erat.

"Aku merindukanmu Tao dan sangat mengkhawatirkan dirimu. Syukurlah... kau tidak apa-apa," ucap Kris yang langsung melingkaran kedua tangannya pada pinggang Tao. Tao hanya bisa terisak dan makin memeluk erat Kris.

"Aku juga merindukanmu dan mengkhawatirkanmu... Kupikir... Aku tidak akan bisa bertemu dengamu lagi hiks hiks," dan Tao kembali menangis dalam pelukan Kris.

"Xiumin!" Chen tersenyum dan berlari kearah Xiumin lalu memeluk namja berpipi chubby tersebut.

"Aku mengkhawatirkanmu, aku senang kau tidak apa-apa," lanjut Chen sembari tersenyum lega. Wajah Xiumin merona dan menggumamkan kata 'Terima kasih' dengan nada pelan.

Baek-Gu pun berjalan menuju Xiumin dan menjilat pipi Xiumin juga Chen, untuk beberapa saat mereka tertawa karena tingkah lucu Baek-Gu. Xiumin kemudian memeluk kepala Baek-Gu dengan sayang.

"Aku juga merindukanmu Baek-Gu, sangat merindukanmu," ucap Xiumin yang membuat Chen merasa kesal. "Aku juga merindukanmu Chen," lanjut Xiumin ketika melihat wajah cemberut Chen dan Chen langsung tersipu malu mendengar ucapan Xiumin.

"Kau menjaga mereka dengan baik kan Baek-Gu?" tanya Xiumin yang diangguki oleh Baek-Gu. "Anjing pintar," puji Xiumin pada Baek-Gu sembari mengelus-elus pelan kepala Baek-Gu dengan lembut bersama Chen. Baek-Gu kembali menggonggong kecil dan menjilati pipi Xiumin juga Chen sebelum akhirnya

BRUGH

"Baek-Gu!" kaget Xiumin saat Baek-Gu tiba-tiba ambruk dan terbaring ditanah.

BRUGH

"KAKAK!" teriak Luhan melihat Lupin yang sama nasibnya dengan Baek-Gu.

BRUGH

"Ye-Yeollie," ucap Baekhyun yang terkejut karena tiba-tiba Chanyeol tidak sadarkan diri dan terjatuh dengan keadaan terbaring ditanah.

"Channie..." ucap Lay tidak kalah terkejut yang melihat Chanyeol terbaring disebelah Baekhyun.

"A-Apa yang terjadi pada mereka bertiga?" tanya Suho tidak mengerti. Suho dan Lay langsung mendekati Chanyeol dan Baekhyun yang masih mengguncang-guncangkan tubuh Chanyeol sembari menangis.

Kris dan Tao mendekat pada Sehun dan Luhan, dimana kini Luhan melakukan hal yang sama dengan yang Baekhyun lakukan pada Chanyeol. Sedangkan Sunny menutup kedua mulutnya dibelakang Xiumin dan Chen setelah melihat ketiganya tiba-tiba ambruk.

"Baek-Gu kau kenapa? Bangunlah... jangan membuatku khawatir," ucap Xiumin sambil menepuk-nepuk pelan kepala Baek-Gu.

'Kembalilah padanya sekarang sebelum kau tidak bisa bertemu dengannya lagi,' ucapan GD langsung menyadarkan Xiumin dengan kemungkinan yang terjadi pada Baek-Gu dan dua lainnya.

Air mata Xiumin mulai jatuh dan dadanya terasa sesak, sekuat tenaga dia menggigit bibirnya agat tidak berteriak akan kepergian Baek-Gu yang tiba-tiba tetapi...

"HWAAAAAA Baek-Guuuuu," Xiumin langsung memeluk erat kepala Baek-Gu dan menangis sejadi-jadinya. Baek-Gu telah tiada dan benar-benar pergi meninggalkannya sekarang ini. Air matanya terus keluar tidak terkontrol, merasakan kembali rasa kehilangan yang amat besar memang benar-benar membuatnya tidak bisa menahan tangisannya.

Xiumin kembali mengingat memori saat pertama Baek-Gu menyelamatkannya dan memberikannya sebuah apel untuk dia makan. Lalu mereka terpisah dan kembali dipertemukan dengan cara yang sama. Xiumin kembali diselamatkan oleh Baek-Gu dan kembali Baek-Gu memberikan buah apel padanya untuk yang kedua kalinya. Sebuah memori yang akan selalu diingat oleh Xiumin sampai kapanpun.

"Jangan pergi lagi... Kumohon jangan pergi lagi Baek-Gu,"

Kenapa? Kenapa harus seperti ini? Kenapa kita harus berpisah lagi? Apakah setelah kita berpisah sekarang, kau akan kembali padaku Baek-Gu? Jangan katakan tidak... kau akan kembalikan? Karena kau adalah anjing kesayanganku, temanku yang berharga... Sangat berharga untukku.

Tangisan Xiumin makin keras dan hal itu membuat Chen tidak kuasa menahan air mata dan langsung memeluk Xiumin dari belakang.

"Sudah Xiumin... Jangan menangis lagi... Tangisanmu hanya akan membuat Baek-Gu sedih disana," Xiumin tidak menghiraukan ucapan Chen dan makin keras menangis tanpa mau melepas pelukannya dari Baek-Gu.

Sunny yang menatap pemandangan tersebut mulai menangis melihatnya.

"KAKAK... Bangun hiks jangan tinggalkan aku kak. Jangan tinggalkan aku lagi, jangan lagi hiks kumohon kak..." isak Luhan yang kini tengah menggoncangkan tubuh kakaknya Lupin yang tidak bernyawa. Tangis Luhan makin terdengar pilu begitu ucapannya tidak mendapat balasan dari Lupin.

Luhan kembali memeluk kakaknya dan menangis didada kakaknya Lupin. Wajahnya makin basah karena air mata yang tidak berhenti mengalir dan dadanya terasa begitu sesak saat dia tahu kini Lupin benar-benar telah meninggalkan dirinya dan tidak akan pernah kembali.

Sehun hanya bisa menatap sedih Luhan yang menangisi kepergian kakaknya Lupin yang tiba-tiba. Sehun membungkukkan badannya dihadapan tubuh Lupin yang terbaring tidak berdaya.

'Lupin... terima kasih atas semuanya. Tanpa bantuanmu selama ini, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada kami semua. Kau sudah... menjadi seorang kakak yang hebat bagi adikmu Luhan. Mulai saat ini, aku berjanji akan melindungi Luhan dan akan mencintai dirinya sampai napasku berhenti. Sama seperti kau yang selalu melindungi dan menyanyangi Luhan hingga akhir napasmu. Beristirahatlah dengan tenang disana, Lupin.' Dan beberapa tetes air mata turun dati sudut mata Sehun.

'Walau hanya sebentar saja waktu kita bersama-sama disini... Tapi kenapa rasanya sesakit ini... kami kehilanganmu... Lupin,' air mata Sehun yang keluar makin tidak terkendali dan Sehun bahkan mulai terisak.

Tao dan Kris yang menatap scene dihadapan mereka hanya bisa menundukkan kepala dan mendoakan kepergian Lupin. Mereka hanya bisa berharap Lupin tenang di alam sana dan Luhan kuat menghadapi ini semua.

"Hiks Chanyeol... Hiks jangan tidur... Bangunlah, jangan bercanda Chanyeol kumohon... Hiks Yeollie kumohon bangun..." Baekhyun kembali mengguncang-guncangkan tubuh Chanyeol yang tidak bernyawa.

"Kau bilang kalau hiks kau tidak mau melihat atau membuatku sedih apalagi menangis hiks. Tapi kenapa? Kenapa disaat aku kini menangis, kau tidak mau membuka matamu Yeollie. Aku berjanji akan berhenti menangis hiks jika kau membuka matamu. Jadi kumohon... Bangunlah dan buka matamu, jangan membuatku takut."

Chanyeol masih tidak bergeming.

Baekhyun kemudian meremas dadanya yang entah kenapa terasa sangat sakit dan Baekhyun kembali memeluk Chanyeol yang sudah tidak bernyawa.

"Chanyeol... Jangan pergi... Aku mencintaimu Chanyeol, kumohon jangan biarkan aku hidup tanpamu. Kumohon... bangunlah,"

Tangisan Baekhyun makin keras karena Chanyeol tidak terbangun. Sulit menerima Chanyeol yang sudah pergi dari sisinya, dan yang bisa Baekhyun lakukan adalah menangis dan memanggil namanya. Namun Chanyeol tidak membalas panggilan Baekhyun. Lay didepan mereka berdua hanya bisa menangis dalam diam, walau jauh didalam lubuk hatinya Lay begitu kehilangan Chanyeol.

Disuatu Tempat

Chanyeol merasakan seseorang tengah mengelus-elus rambutnya dengan lembut. Rasanya begitu hangat, sama hangatnya dengan sentuhan Baekhyun. Namun, sentuhan ini begitu berbeda dari sentuhan Baekhyun padanya. Kepalanya terasa seperti tengah dipangkuan seseorang. Siapa sebenarnya orang ini? Dan sedang dimana dirinya?

Chanyeol mulai membuka matanya perlahan, sebelum sebuah cahaya terang membuat matanya silau. Chanyeol mulai mengerjapkan kedua matanya, membiasakan cahaya putih dan sangat menyilaukan yang lambat laun membuat kedua mata Chanyeol terbiasa. Dan yang pertama Chanyeol lihat adalah sesosok yeojya cantik yang ternyata tengah mengelus pelan rambutnya. Siapa yeojya itu?

Yeojya itu tersenyum hangat menatap orang yang tengah dia elus rambutnya itu terbangun.

"Akhirnya kau sudah bangun..." yeojya itu kemudian memeluk Chanyeol.

"Anakku Chanyeol..."

TBC

Author mewek pemirsaaaaaa (T-T) ngetiknya sambil denger lagi sedih biar feelnya dapet dan bener aja aq nangis. Ampe eomma khawatir liat aq nangis tiba-tiba.

Thanks to:

Guest, needtexotic, Raichi Lee Sangjin ELF, Guest, tiikaaa, KaiSooEXOShipper, ay cloud, Riszaaa, 00' no name, HunHan's wife, Tania3424, awlia, JaeRyeoCloudnia, BabySuLayDo, Mei, Brigitta Bukan Brigittiw, HungryBirds, Kim Ray Ah, golden13, KecoaLaut, Kim YeunGi, aosishi, SaranghaeHunHan, christina, park min ra, kia, No Name, nauranadiva, Kim Eun Eri, Huang Yoori, Byun Lalla Chan EXOtics, Cho KyuLi, Yeonri, renren2198, Hami, officialambtypho, la, Park EunRa JewELFishy, . 7, springyeol, atharafrans.

Kamsahamnida, Thank You, Terima Kasih. Dan maaf yang sebesar-besarnya gak dibalas lagi reviewnya, jangan benci saya huhuhu

Gak tahu harus ngomong apa lagi. Masih sedih, padahal yang ngetik aq sendiri

Ada yang mau ngasih saran kira-kira siapa nama eomma Chanyeol? Anggota idol group juga boleh.

Review again please :")