Evil Town
Ending Chapter
Warning : Character Death, Typho(s), Alur kecepetan.
-oOo-
Tap Tap Tap
Taemin yang masih memeluk erat tubuh Minho yang sudah tidak bernyawa mengalihkan pandangannya pada asal suara langkah kaki tersebut. Wajah Taemin basah karena menangis terus-menerus dan terlihat begitu menyedihkan karena kehilangan Minho. Mata Taemin membulat sempurna melihat seseorang yang tengah berjalan menuju dirinya. Taemin makin mempererat pelukannya pada tubuh Minho.
"Ma-mau apa kau kesini... GD," tanya Taemin dengan nada sedikit ketakutan pada orang tersebut yang ternyata adalah GD atau Ji Yong. Ji Yong tidak menggubris pertanyaan Taemin, dia tetap berjalan menuju Taemin. Hal itu membuat Taemin makin ketakutan karena GD tidak membalas ucapannya.
Tap
Ji Yong berdiri dihadapan Minho dan Taemin lalu mendudukkan dirinya didepan mereka berdua. Ji Yong kemudian menatap Minho yang sudah tidak bernyawa lalu kemudian menatap Taemin. Taemin menundukkan kepalanya takut-takut dan Ji Yong menghela napasnya melihat Taemin.
"Tidak usah takut seperti itu Taemin. Aku sudah tidak memiliki kemampuan lagi, sama seperti dirimu," kata Ji Yong pada Taemin. Taemin menaikkan wajahnya dan menemukan pancaran bola mata kejujuran dari Ji Yong. Taemin mengangguk perlahan dan kembali dirinya mendekap erat tubuh Minho.
"Menurutmu... sesudah ini apa yang harus kita lakukan?" tanya Taemin pada Ji Yong dengan nada ragu.
"Entahlah... tapi aku takut Lord akan muncul dan membinasakan pulau ini. Itu semua akan dia lakukan untuk menghapus jejak dan kehadirannya sendiri," jawab Ji Yong. Taemin mengangguk dan menatap Minho.
"Jika memang pulau ini akan hancur... aku akan tetap diam disini bersama dengan Minho. Aku tidak ingin meninggalkannya..." ucap Taemin dengan nada serak dan kembali terisak pelan.
Ji Yong menatap pilu pada Taemin yang mulai menangis pelan. Melihat itu, dia menjadi ingat pada kakaknya Seung Hyun. Ji Yong kemudian mengambil buku dibalik jubahnya yang dia simpan saat pertama kali dia menjalankan misi untuk membunuh semua manusia yang ada di pulau Sandez. Buku yand dia curi dari ruangan kerja pribadi Soo Man dahulu.
"Buku apa itu?" tanya Taemin saat Ji Yong mulai membuka-buka buku tersebut.
"Buku ini adalah buku un-"
DUUAARR
CTTARRRR
BOOOMMMM
Belum sempat Ji Yong menyelesaikan ucapannya, sebuah suara keras yang amat dashyat menggema di pulau tersebut. Ji Yong dan Taemin membelakakkan kedua matanya melihat sosok yang mereka kenal namun jauh lebih besar tengah berada tidak jauh dari mereka berdua.
"L-L-Lord," ucap Taemin tidak percaya.
"Tapi kenapa dia sebesar itu?" lanjut Taemin sambil menatap Ji Yong yang tengah menggeram marah melihat sang Lord.
"Pulau ini... harus DIMUSNAHKANNNNN GRRRAAAAA!" sang Lord menggeram marah dan mulai mengamuk.
"Itulah alasannya... Lord akan menghancurkan pulau ini tidak bersisa sedikit pun," ucap Ji Yong sambil menatap sang Lord yang kembali menggeram dengan amat keras.
Hal itu membuat tanah bergetar dengan hebat bagai terjadi gempa bumi. Langit hitam mulai menjadi lebih gelap dan beberapa halilintar muncul dari atas langit. Ji Yong bahkan merasakan hembusan angin laut berbau garam yang sangat kuat yang tercium oleh hidungnya.
'Sial! Tsunami besar akan datang, dia benar-benar akan menghancurkan pulau ini,' batin Ji Yong dan dia teringat oleh orang-orang yang masih ada di pulau ini, yaitu Xiumin dan kawan-kawannya.
'Mereka tidak akan selamat jika tidak bergegas sekarang,' geram Ji Yong sambil menatap marah sang Lord yang masih mengamuk.
-oOo-
Suho dan yang lainnya menatap ngeri dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Seekor monster lain yang lebih besar dan menakutkan kini jaraknya tidak jauh dari mereka semua. Monster besar hitam berkepala kambing dengan tinggi yang hampir sama tingginya dengan menara Eiffel, yang merupakan sang Lord itu terlihat murka dan mengamuk tidak terkendali.
Bulu kuduk mereka semua berdiri saat sang Lord menggeram marah, terlebih geramannya membuat tanah mereka berpijak bergetar hebat bagai terjadi sebuah gempa.
"Pulau ini... akan AKU MUSNAHKANNNNN!" sang Lord kembali menggeram dengan keras dan kembali membuat tanah bergetar dengan getaran yang luar biasa kencang.
"Huuaaaaa!"
"Kyaaaaa!"
"Aaahhhhh!"
Mereka mulai berteriak ketakutan dan tidak tahu harus berbuat apa. Mereka hanya bisa menutup telingat akibat kerasnya suara geraman sang Lord dan berdoa dalam hati agar mereka bisa selamat dari amukan mahluk besar tersebut.
"Kita harus keluar dari pulau ini!" seru Kris yang diangguki oleh yang lainnya kecuali Luhan dan Xiumin yang masih berduka.
"Lay, kau bantu Baekhyun membawa Chanyeol. Aku akan membawa Kai dan Kyungsoo yang masih ada didalam mansion," ucap Suho yang langsung bergegas menuju mansion dengan Lay yang beseru padanya agar hati-hati.
Lay tanpa membuang banyak waktu langsung membopong tubuh Chanyeol dengan Baekhyun. Tao membopong tubuh Kris, Sehun dan Chen masih berusaha menarik paksa Luhan dan Xiumin agar segera bergegas pergi dari pulau tersebut. Dan dengan sedikit bentakan dari Taeyeon, kedua namja itu akhirnya tersadar dan mengikuti yang lainnya untuk pergi dari sana. Mereka kemudian mulai berjalan pergi dari sana.
"Ada yang tahu kita harus kemana?" tanya Sunny yang tengah panik dan ketakutan. Kedua matanya melirik ngeri sang Lord yang makin mengamuk dengan background petir disekitarnya.
"Los Plagas," jawab Tao yang tiba-tiba langsung mengingat ucapan Ji Yong.
"Ada sebuah kapal perahu disana, dan aku tahu dimana kapal itu disimpan," lanjut Tao dengan nada yakin.
"Dari mana kau tahu itu Tao?" tanya Kris sedikit ragu.
"Musuh yang memberitahuku dan aku percaya dia berkata jujur," balas Tao sambil menatap Kris.
"Lalu dimana letak Los Plagas itu sendiri?" tanya Baekhyun entah pada siapa.
"Aku tahu dimana Los Plagas," ucap Taeyeon disela-sela pelarian mereka yang terburu-buru dan tergesa-gesa. "Aku pernah kesana," lanjutnya dengan nada yakin.
"Kalau begitu, kita harus bergegas kesana," kata Lay dan dia sedikit bernapas lega melihat Suho dan Kyungsoo yang kini menuju mereka dengan membopong tubuh Kai.
"Suho, kita akan menuju Los Plagas dan menaiki perahu untuk pergi dari sini," lanjut Lay saat Suho sudah mendekat dan mulai berjalan bersama-sama dengan mereka. Suho mengangguk dan terkejut mencium bau asin garam yang menyengat.
"Jangan katakan... tadi itu..." kata Suho ketakutan.
"Tsunami... dashyat... akan datang..." lanjut Suho yang membuat member lainnya terkejut mendengar ucapan Suho.
"Ja-jangan bercanda hyung!" seru Sehun tidak percaya. Sehun kini tengah menggendong Luhan yang masih berduka dan menangis dipunggungnya.
"Ucapan Suho hyung memang benar," timpal Chen yang juga menggendong Xiumin dipunggungnya, sama keadaannya dengan Sehun yang menggedong Luhan.
"Aku juga merasakan bau garam yang menyengat tadi. Itu artinya tsunami benar-benar akan datang dan tsunami itu aku rasa sangat dahsyat..." lanjut Chen dengan nada khawatir dan ketakutan. Semua yang mendengar ucapan Chen hanya bisa diam membisu dan berdoa dalam hati agar mereka bisa selamat keluar dari pulau ini.
"KALIANNNN TIDAK AKAN PERNAH BISA KELUAR DARI PULAU INI! DASAR MANUSIA KURANG AJARRRRRRR," murka sang Lord yang melihat Suho dan yang lainnya tengah melarikan diri. Ucapan sang Lord membuat mereka semua ketakutan setengah mati dan tidak berniat untuk menengok kebelekang tepatnya pada sang Lord.
Sang Lord membuka telapak tangannya pada Suho dan yang lainnya.
"GIGANTA LEMAROLA," ucap sang Lord yang mengucapkan sebuah mantra.
GRUUAKK
DUUAARRR
Sebuah retakan tanah yang besar terjadi dan perlahan menuju Suho dan yang lainnya. Retakan itu makin mendekat pada mereka semua sampai akhirnya salah satu dari mereka terjatuh kedalam retakan yang menjadi sebuah jurang tersebut. Salah seorang dari mereka yang tengah membopong seorang lainnya menginjak retakan tersebut. Karena kaget orang itu limbung, membuat lingkaran tangannya terlepas dari yang dibopongnya dan mulai terjatuh ke jurang.
"UWAAAAA" teriak Tao yang mulai terjatuh kedalam jurang.
"TAAOOOO!" teriak Kris.
GREEEPP
Tao berhasil ditahan oleh Sunny dan Taeyeon yang dengan sigap dan cepat menarik tangan Tao sebelum Tao benar-benar terjun kedalam jurang.
"Tarik!" seru Taeyeon dan mereka berdua pun langsung menarik tubuh Tao bersamaan. Tao langung dipeluk oleh Kris yang sudah ketakutan karena Tao hampir masuk kedalam jurang. Tao menangis dalam dekapan Kris karena kaget sekaligus takut dengan kejadian yang menimpanya barusan.
"Kita tidak punya waktu lagi! Cepat jalan," ucap Taeyeon yang kini membantu membopong Kris dengan Tao. mereka makin mempercepat lari mereka, mengingat tanah mereka berpijak makin lama makin banyak yang retak.
"GGRRRRR JANGAN PIKIR HANYA ITU SAJA YANG AKU PUNYA... TSUNAMI BESAR AKAN DATANG DAN AKAN MENENGGELAMKAN KALIAN NANTI! UNTUK SEKARANG..." ucap sang Lord yang makin murka melihat mereka selamat dari retakan tanah yang dia buat. Sang Lord kembali merapalkan mantranya.
Di tempat lain
"Aku harus melakukan sesuatu agar mereka semua punya waktu menuju Los Plagas," kata Ji Yong yang sudah melihat murkanya sang Lord pada manusia-manusia yang masih hidup itu.
"La-lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Taemin yang masih ngeri merasakan dan melihat kemurkaan sang Lord.
"Aku akan melakuan 'itu'," ucap Ji Yong yang membuka salah satu halaman dari buku dan menyimpannya ditanah.
"Melakukan apa?" tanya Taemin tidak mengerti. Namun sedetik kemudian kedua mata Taemin terbuka lebar.
"Ja-jangan-jangan yang kau maksud adalah sesuatu yang ingin Minho hyung lakukan selama ini?" lanjut Taemin tidak percaya.
"Begitulah..." balas Ji Yong sambil mengeluarkan pisaunya.
"Tapi kemungkinan berhasil adalah 30% saja bahkan jika kita melakukannya berdua," ucap Taemin dengan nada ragu.
"Itu adalah cara terakhir kita Taemin," kata Ji Yong teguh. Taemin menundukkan wajahnya menatap Minho dan berpikir sejenak. Taemin kemudian membaringkan tubuh Minho ditanah dan mengecup bibirnya pelan.
"Aku akan menyusulmu Minho hyung... dan bantulah kami berdua agar kami berhasil," ucap Taemin sambil mendekati Ji Yong.
'Seung Hyun hyung... bantulah aku agar ini berhasil...' ucap Ji Yong dalam hati.
Ji Yong mulai menusuk telapak tangan kirinya dengan pisau hingga berdarah dan kemudian mencabut kembali pisau itu sebelum akhirnya memberikannya pada Taemin. Taemin melakukan hal yang sama dengan Ji Yong dan mereka berdua pun menempelkan telapak tangan mereka pada buku yang tengah terbuka tersebut.
"PORTA MORA LEBIMOSA!" teriak keduanya yang membuat darah mereka dihisap habis oleh buku tersebut.
BRUGH
BRUGH
Tubuh Ji Yong dan Taemin ambruk seketika dengan wajah mereka yang begitu pucat pasi. Ji Yong terbaring dengan menatap langit, sedangkan Taemin menyamping menghadap pada tubuh Minho. Perlahan kedua mata mereka menutup hingga akhinya mereka berdua meninggal karena kehabisan darah.
Sang Lord mulai merapal mantra untuk membunuh Suho dan yang lainnya.
"AVENIA TE-" ucapan sang Lord berhenti saat sebuah gerbang besar tiba-tiba muncul dari tanah dan kini berdiri dengan kokoh dihadapannya. Gerbang besar dengan dua tiang berwarna merah darah dan bermotif api di pintunya membuat sang Lord terkejut.
"Ini... Gerbang segel!" ucap sang Lord tidak percaya dengan gerbang yang ada dihadapannya kini.
"KURANG AJAR SIAPA YANG-"
BRANNGGG
Gerbang itu terbuka lebar membuat sang Lord semakin murka.
"GGRAAAAAAAAAAA..." sang Lord mulai terhisap masuk kedalam gerbang tersebut.
"KALIAN AKAN TETAP MATI MANUSIA SIALAN! AKU SUDAH MENGUTUK PULAU INI AGAR BINASAAAAA-" ucap sang Lord sebelum seluruh tubuhnya masuk kedalam gerbang yang kembali menutup. Gerbang itu kemudian terbelit oleh beberapa rantai besar yang muncul entah dari mana dan terkunci oleh sebuah gembok berbentuk pola api. Setelah itu gerbang itu pun kembali masuk kedalam tanah dan menghilang.
Suho dan yang lainnya terkejut melihat mahlukk besar itu masuk kedalam gerbang dan menghilang. Mereka tidak tahu sebenarnya dengan apa yang sudah terjadi barusan. Tapi yang jelas, mereka bersyukur karena mahluk besar itu sudah lenyap dan mereka aman. Namun sayang, mereka semua salah. Gempa besar kembali terjadi dan membuat mereka semakin panik.
"Ke-kenapa ada gempa lagi? Bukankah mahluk besar itu sudah lenyap?" tanya Kyungsoo dengan nada khawatir yang tengah membopong Kai dengan Suho.
"Tidakkah kau mendengar ucapan terakhir mahluk tadi? Pulau ini sudah dia kutuk dan akan binasa..." timpal Kris yang tadi sempat mendengar kata-kata terakhir sang Lord.
"APA?!" kejut semua yang mendengar ucapan Kris. Dan tanpa mereka ketahui Tsunami setinggi 20 meter akan terjadi dalam beberapa menit saja dan meluluh lantahkan pulau Sandez.
"Kita benar-benar harus cepat keluar dari pulau ini," kata Taeyeon yang kemudian bernapas lega melihat sebuah bangunan besar bernuansa kastil kuno kini tertampang dihadapan mereka.
"Itu Los Plagas, cepat kita masuk!" seru Taeyeon yang diangguki oleh yang lainnya.
Suho dan yang lain langsung memasuki kastil Los Plagas yang rusak disana-sini karena gempa barusan. Mereka berjalan mengikuti arah yang Tao katakan sebelumnya, yaitu sebuah lorong rahasia yang berada diantara pintu kamar dan tangga di lantai dasar. Tidak sulit menemukan yang mereka cari, Taeyeon langsung mendorong dinding yang berada diantara pintu dan tangga tersebut.
Dinding itu terbuka lebar, menampilkan sebuah lorong rahasia yang sangat gelap dan remang-remang. Mereka langsung masuk bersama-sama dan mempercepat langkah kaki mereka. Tak lama mereka menemukan sabuah pintu yang terbuka lebar disebelah kanan mereka dan mereka semua terkejut mendapati apa yang ada didalam sana.
Sesosok mayat berumur yang sudah membusuk dan tidak jelas bentuknya terbujur kaku disudut ruangan. Ruangan yang mirip seperti laboratorium itu berbau obat-obatan dan perlatan medis yang sangat menyengat. Mata Tao membulat melihat seorang yeojya yang dia kenal kini berada didalam sebuah tabung besar. Sedangkan Kyungsoo menatap mayat yang tidak jelas bentuk wajahnya itu dengan diam. Kyungsoo tahu siapa mayat itu, tapi dia diam saja dan menghiraukannya.
"I-itu Yoona noona!" seru Tao sambil menunjuk tabung berisi tubuh Yoona tersebut.
"Apa dia masih hidup?" tanya Sehun yang ngeri melihatnya.
Taeyeon melepaskan lingkaran tangannya pada Kris dan berjalan menuju tabung tersebut. Dengan mengambil napas panjang, Taeyeon kemudian menghancurkan tabung itu dengan menendangnya sekuat tenaga, membuat tabung itu pecah dan hancur berkeping-keping. Air dalam tabung langsung membanjiri lantai dan Sunny langsung maju untuk mengeluarkan Yoona dari dalam tabung dengan hati-hati.
"Syukurlah... dia masih bernapas," ucap Sunny setelah memeriksa Yoona dan langsung membopong tubuh Yoona dengan Taeyeon.
"Kita harus cepat menuju kapal sebelum tsunami datang," kata Suho dan mereka pun kembali berjalan dengan langkah cepat menuju ujung lorong tersebut.
Tsunami mulai datang dan mulai membinasakan daerah pantai pulau Sandez saat ini. Dan gempa besar pun mulai terjadi, membuat Suho dan yang lain makin ketakutan dan mempercepat langkah mereka.
Mereka akhirnya sampai di ujung lorong. Mereka berada dilantai dua ternyata, dan dibawah mereka terlihat sebuah kolam besar berbentuk bulat yang berisikan sebuah perahu berwarna hitam cukup besar. Mereka kemudian berjalan kembali mendekati perahu tersebut. Mereka semua terkejut mendapati perahu tersebut yang ternyata tidak bisa pergi atau berlayar kemana-mana. Itu semua karena perahu itu berada ditengah kolam besar tersebut bukan di pantai.
Suho dan yang lainnya merasakan lulut mereka terasa lemas melihatnya. Mereka benar-benar tidak bisa keluar dari pulau Sandez ini. Mereka hanya bisa menahan kesedihan mereka meratapi takdir mereka. Kris menaikkan alisnya bingung melihat ukiran kode di perahu tersebut. Kedua matanya langsung terbelalak melihat kode bertuliskan 'BLIKING-VC01'.
"Itu bukan perahu biasa! Itu kapal selam yang bisa menjadi perahu dan atau sebaliknya," ucap Kris yakin. Semua yang mendengarnya menatap Kris bingung karena mereka baru mendengar ada trasnportasi laut semacam itu.
"Benarkah itu Kris?" tanya Tao dan Kris mengangguk dengan mantap. Semua langsung tersenyum cerah melihat ada sedikit harapan untuk bisa keluar dari pulau Sandez.
Tanpa membuang waktu, mereka semua mulai menaiki perahu tersebut dan mengikuti Kris yang menuju arah dek kapal. Dan benar saja, di lantai dek ada sebuah pintu masuk menuju kabin kapal yang berfungsi seperti kapal selam.
Mereka mulai memasuki kabin satu persatu setelah Kris dan Tao masuk terlebih dahulu. Dimulai dari Sunny yang membopong tubuh Yoona. Lalu dilanjutkan Kyungsoo dengan Kai dan Suho, Sehun dengan Luhan, Chen dengan Xiumin dan Baekhyun dengan Chanyeol serta Lay. Sedangkan Taeyeon masih berjaga-jaga didekat pintu kabin.
Mereka mulai membaringkan Kai dan Yoona di kabin ruangan yang berbentuk kamar, yang lainnya berada di kabin peristirahatan dan berdoa dalam diam. Sedangkan Suho, Kris dan Tao di kabin sistem kapal selam tersebut.
"Apa kau bisa mengemudikannya?" seru Taeyeon dari atas pada Kris yang kini tengah sibuk mengutak-atik sistem kapal selam tersebut.
DUUAAARRR
Sebuah suara keras terdengar dari dalam sana, tsunami sudah sangat dekat menuju mereka terutama kastil Los Plagas. Kris langsung mempercepat pekerjaannya mengingat waktu mereka tidak banyak. Kris langsung membeku melihat sebuah ikon dan tanda merah yang menyala-nyala dilayar sistem tersebut.
"Shit!" maki Kris melihat layar tersebut.
"Hei, ada apa?" tanya Suho pada Kris yang tengah kebingungan.
"Kapal selam ini tidak akan berjalan karena terkunci. Dan tombol kuncinya berada di dekat laboratorium tadi," jelas Kris yang membuat Suho berkeringat dingin. Suho langsung menaiki kembali tangga menuju dek kapal yang dimana Taeyeon masih berdiam disana.
"Apa yang terjadi? Kenapa kapal ini masih belum bergerak?" tanya Taeyeon dengan nada panik. Terlebih melihat atap bangunan disana yang mulai runtuh satu persatu.
"Tombolnya... tombol untuk melepas kunci kapal ini ada didekat ruang laboratorium tadi," ucap Suho sambil menggigit bibir bawahnya.
ZZUUAARRR
Air bah yang sangat deras akibat hantaman tsunami mulai memasuki Los Plagas.
"Kita tidak akan sempat un- HEI KAU MAU KEMANA?" seru Suho saat Taeyeon langsung berlari dan melompat dari kapal.
"TAEYEON APA YANG KAU LAKUKAN? CEPAT KEMARI," Taeyeon tidak menghiraukan ucapan Suho dan terus berlari. Taeyeon kemudian menghentikan larinya saat dia mencapai lantai dua menuju lorong. Taeyeon kemudian menatap Suho dan Kris juga Tao yang baru saja naik ke atas dek kapal.
"Kalian... harus pulang dengan selamat," Taeyeon menggigit bibir bawahnya menahan rasa sedihnya.
"Senang berjumpa dengan kelian semua... dan... terima kasih," ucap Taeyeon sembari tersenyum hangat pada mereka sebelum akhirnya pergi dari sana.
"KAU TIDAK HARUS MENGORBANKAN NYAWAMU UNTUK MENOLONG KAMI," seru Suho sambil menitikkan air mata, mengerti dengan jelas arti ucapan dan pancaran mata Taeyeon padanya. Kris dan Tao yang melihat Taeyeon pergi pun menitikkan air mata mereka melihat Taeyeon yang mau mengorbankan nyawanya untuk mereka.
"Kita harus kembali masuk... Suho," kata Kris pada Suho yang masih memandang kosong lorong tempat Taeyeon tadi berdiri.
Dengan langkah lesu, Suho kembali masuk kedalam kabin kapal bersama Tao dan Kris langsung menguncinya erat dari dalam. Lay yang baru datang terkejut melihat mereka bertiga tapi tidak menemukan Taeyeon.
"Mana Taeyeon?" tanya Lay yang hanya dibalas oleh keheningan didalam kabin. Mengerti dengan keheningan tersebut, Lay menunduk dan berusaha untuk tidak menangis. Satu lagi... satu lagi seseorang akan kehilangan nyawanya untuk mereka.
Taeyeon terlihat berlari sekuat tenaga di lorong-lorong. Dia harus menemukan tombol yang dimaksud oleh Kris dan menyelamatkan mereka semua. Langkah Taeyeon makin cepat saat melihat ruang laboratorium begitu dekat dengannya. Namun Taeyeon terkejut melihat dari jauh air bah sudah mulai datang menuju ke arah dirinya.
Taeyeon berlari makin cepat dan langsung memperhatikan sekitarnya untuk menemukan sebuah tombol, disaat air bah hanya tinggal beberapa meter lagi menuju dirinya. Taeyeon tersenyum melihat sebuah tombol di dinding dan bersiap menekannya, namun tubuhnya terhantam dengan keras oleh air bah dengan tinggi ¾ dari tinggi lorong.
Taeyeon berusaha sekuat tenaga menahan derasnya air bah dengan memegang erat sudut pintu laboratorium. Dia kembali mendengar suara ledakan keras lainnya dan menatap tidak percaya dengan air bah yang lebih tinggi yang datang menuju dirinya. Dengan sekuat tenaga Taeyeon menggapai-gapai tombol tersebut dan berhasil menekannya dengan susah payah.
Taeyeon tersenyum simpul dan tertawa pelan sebelum akhirnya tubuhnya terhantam oleh air bah dengan keras yang memenuhi lorong tersebut.
TOOT TOOT TOOT
Sinyal dari sistem navigasi kapal berbunyi membuat Kris dan tiga orang lainnya kaget dan tersenyum. Tapi senyum mereka menghilang begitu mengetahui jika semua itu karena berkat Taeyeon. Mereka berterima kasih pada Taeyeon dan berharap dia akan beristirahat dengan tenang di alam sana.
Kris langsung menekan tombol mesin dan kapal itu pun mulai menyelam kedalam kolam yang ternyata terhubung dengan laut. Bersamaan dengan mereka yang berhasil menyelam dan mulai mengarungi lautan, kastil Los Plagas hancur lebur akibat terjangan tsunami. Bukan hanya Los Plagas, pulau Sandez mulai porak poranda dan perlahan-lahan mulai tengelam.
-oOo-
Kapal selam mulai naik ke permukaan setelah menyelam selama 15 menit lebih. Kris membuka pintu dek dan naik bersama beberapa orang lainnya. Mereka berjalan menuju ujung kapal dan melihat kehancuran pulau Sandez yang diliputi awan hitam dan petir dengan ngeri. Tao memegang tangan Kris erat melihat itu semua, Suho memegang tangan Lay karena Suho tahu Lay tengah terluka melihat pulau yang dulu dia tinggali kini hancur.
Baekhyun, Chanyeol, Chen, dan Xiumin mulai naik menuju dek dan ikut melihat kehancuran pulau Sandez dalam diam.
"Berakhir... semua sudah berakhir..." ucap Suho.
Setelah itu mereka mulai mengarungi lautan menuju lautan China dan berhasil diselamatkan oleh petugas angkatan Laut dari China. Kris dan Xiumin langsung disambut hangat dan haru oleh beberapa angkatan laut China yang kenal dengan mereka. Karena yang mereka tahu Kris dan Xiumin serta beberapa angkatan lainnya menghilang sudah lama sekali saat menjalankan tugas.
Kai dan Yoona langsung dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan intensif disana. Nyawa mereka berdua berhasil diselamatkan karena mendapatkan penanganan dan perawatan tepat waktu. Dan yang lain pun dirawat di rumah sakit yang sama untuk mendapatkan perawatan.
Berita tentang mereka pun menyebar dengan cepat dan membuat Korea Selatan menyambut bahagia tersebut karena ternyata anggota idol group mereka, EXO yang menghilang beberapa waktu ini. Semua personilnya sudah ditemukan dengan keadaan selamat.
Suho dan yang lain kecuali Kris dan Xiumin langsung menuju Korea Selatan untuk mengadakan konferensi pers tentang apa yang terjadi pada mereka. Tentu saja setelah keadaan mereka membaik. Begitu juga dengan Kris dan Xiumin yang melapor pada atasan mereka tentang apa yang telah terjadi di pulau Sandez.
Semua ucapan mereka banyak yang dianggap sebuah kebohongan. Terutama bagi keluarga korban yang tewas disana baik dalam rombongan Suho dan atau pun Kris. Namun letak adanya pulau Sandez memang dibenarkan oleh pemerintah terutama PBB. Banyak orang yang masih tidak percaya dengan apa yang mereka katakan dengan apa yang sebenarnya terjadi di pulau Sandez. PBB mengirim sebuah squadron untuk melihat apa benar pulau Sandez telah menghilang dan ternyata memang benar pulau itu sudah lenyap. Namun mereka tidak menemukan mayat atau monster seperti yang dikatakan oleh Suho dan yang lainnya di lautan.
Dan semua orang baru percaya dengan monster-monster dan zombie yang mereka katakan. Saat Sunny yang ternyata pernah memfoto dan memvideo beberapa kali. Saat mereka ada disana, menggunakan sebuah ponsel yang dia temukan saat pertama kali mereka mendarat. Ponsel yang sudah hampir rusak itu diambil memory cardnya untuk kemudian dilihat foto dan videonya oleh anggota intelijen. Dan memang benar hasilnya adalah asli bukan rekayasa semata.
Hal itu membuat semua orang takut melihatnya dan benar-benar tidak percaya mereka bisa selamat dari pulau mengerikan tersebut.
END
Epilog
Satu tahun setelahnya
Satu tahun telah berlalu setelah kejadian di pulau Sandez. Orang-orang yang selamat dari pulau tersebut lambat laun mulai melupakan kenangan buruk mereka di pulau tersebut dan mulai menempuh hidup baru mereka seperti sedia kala.
"Jongsoo! Jangan berlarian di dapur sweatheart" ucap seorang namja bermata bulat dan berwajah manis dengan lembut pada seorang anak yang tengah berlarian didapur. Anak berusia lima tahun itu tengah asyik bermain-main dengan mainan barunya disana.
"Tapi aku bosan dilumah eomma~" ucap anak itu pada orang yang dia panggil eomma tersebut yang tidak lain adalah Lee Kyungsoo yang kini menjadi Kim Kyungsoo.
Kyungsoo yang tengah memakai celemek itu hanya bisa mendesah pelan melihat kelakuan 'anaknya' yang tidak mau diam sama sekali. Kyungsoo kemudian menggendong Jongsoo dan mengecup pelan pipinya dengan sayang. Kedua bola matanya kemudian melirik seorang namja dewasa yang tengah asyik menonton tv di ruang tengah.
"Jongin~ bisa kau ajak Jongsoo main ke taman sebentar sampai aku selesai memasak?" pinta Kyungsoo pada suaminya aka Kim Jongin.
"Tentu Kyungie," balas Kai yang kemudian mematikan televisi dan berjalan menuju Kyungsoo dan Jongsoo.
Satu tangan Kai kemudian menutup kedua mata anaknya Jongsoo setelah dia mendekati mereka dan Kai langsung mencium bibir Kyungsoo lembut. Kyungsoo yang kaget hanya bisa diam membeku dan wajahnya mulai memerah. Kai kemudian melepaskan tangannya dari kedua mata Jongsoo saat dia menyudahi ciumannya. Jongsoo mendengus sebal dengan perlakuan appanya. Lalu Kai mengambil Jongsoo dari pangkuan Kyungsoo dan menggendongnya.
"Kami pergi dulu," ucap Kai sebelum mengecup pipi Kyungsoo begitu juga dengan Jongsoo. Kyungsoo tertawa pelan melihatnya dan melambaikan tangannya pada mereka berdua yang sudah berjalan keluar rumah menuju taman namun Kai menghentikan langkahnya dan menatap Kyungsoo.
"Malam ini, boleh aku 'memakanmu' istriku~" goda Kai lalu keluar bersama Jongsoo, meninggalkan Kyungsoo yang tengah blushing di dapur.
Begitulah, setelah kejadian pulau Sandez satu tahun yang lalu. Kai yang sudah sembuh dan sadar berkencan dengan Kyungsoo dan menikahinya beberapa bulan kemudian. Banyak penggemar Kai yang menangis melihat pasangan muda ini, karena idola mereka kini sudah dimiliki oleh orang lain bahkan menikah. Namun banyak juga yang mendukung mereka untuk kebahagian mereka berdua. Dan mereka pun mengadopsi seorang anak yaitu Jongsoo karena keinginan Kyungsoo dan Kai yang ingin membuat rumah mereka sedikit ramai.
-oOo-
Dua namja tengah asyik berjalan-jalan santai di taman dengan dikelilingi tatapan kagum dan iri dari beberapa orang. Dua orang itu tidak lain adalah Sehun dan Luhan yang tengah menikmati waktu kencan sore mereka dengan meminum bubble tea berduaan dan berjalan-jalan di taman. Satu tangan mereka saling bertautan satu sama lain dan terkadang mereka memberi fanservice pada penggemar mereka disana.
Luhan dan Sehun kini adalah sepasang kekasih. Sejak kejadian mengerikan satu tahun lalu, Luhan tinggal bersama dengan Sehun. Sehun bahkan mengajari Luhan bahasa Korea diwaktu senggangnya saat tidak ada jadwal konser. Sehun dan Luhan tidak bisa dipisahkan bahkan saat Sehun sedang sibuk konser, Luhan pasti akan ada disampingnya kemanapun Sehun pergi.
Kedua pasangan itu kemudian duduk di kursi taman, mereka tidak mempedulikan orang-orang yang sibuk memfoto mereka atau pun terkikik pelan melihat mereka. Luhan mengistirahatkan kepalanya dibahu tegap Sehun, membuat suara riuh disana yang berasal dari para penggemar mereka. Sehun membuang bubble tea mereka yang sudah habis pada tong sampah dan kemudian menatap Luhan.
"Kau lelah?" tanya Sehun sambil mengusap pelan rambut Luhan.
"Ne, aku lelah Hunnie," balas Luhan sambil menatap Sehun dengan manja. Sehun tertawa pelan melihatnya dan kemudian mengecup pelan bibir Luhan. Suara teriakan ala fan girls langsung terdengar kencang disana.
"Kajja, kita pulang saja Hannie~" Sehun pun bangkit dan membawa pulang Luhan ke apartemen mereka dengan menggendongnya. Luhan melingkarkan pelukannya pada leher Sehun agar tidak terjatuh.
"Sehunnie i love u emmhh saranghaeyo hihihi," bisik Luhan ditelinga Sehun.
"Luhannie i love u too, nado saranghaeyo," balas Sehun sambil tertawa pelan dan kembali mereka melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang ke apartemen mereka.
-oOo-
Dua orang namja tengah berjalan-jalan santai di sekitar apartemen milik mereka. Dua namja itu adalah Chen dan Xiumin yang tengah menghabiskan waktu sore mereka dengan berjalan santai. Xiumin baru saja keluar dari kepolisian dua bulan lalu dan kini tinggal berdua bersama dengan Chen di apartemennya. Mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih saat Chen menyatakan cintanya pada Xiumin saat ia keluar dari kepolisian.
Xiumin tidak berbeda dengan Luhan, selalu ada disamping Chen saat Chen sedang melakukan konser atau bekerja di dunia entertainment. Dan mereka akan mengahabiskan waktu libur dengan berkencan ke suatu tempat atau menghabiskan waktu berdua bersama-sama.
Kedua namja itu tersentak saat mendengar lolongan kecil dari sudut kanan sebuah kompleks pertokoan. Xiumin yang penasaran berjalan menuju asal suara tersebut dengan menarik tangan Chen untuk mengikutinya. Setelah mereka sampai pada asal suara tersebut. Mereka berdua melihat seekor anjing putih kecil yang berada didalam kardus berukuran sedang.
Xiumin membeku melihat anjing putih tersebut dan entah kenapa matanya memanas melihat anjing putih itu. Hal sama terjadi pada Chen yang terkejut melihat anjing tersebut. Anjing itu sangat mirip dengan Baek-Gu, anjing Xiumin yang dulu mati di pulau Sandez. Xiumin mendekati anjing tersebut dan mengangkatnya kedalam dekapannya. Sejujurnya, Xiumin masih tidak bisa melupakan Baek-Gu dan selalu teringat padanya hingga saat ini.
Xiumin menitikkan air matanya sambil terus mendekap anjing putih tersebut. Chen menenangkan Xiumin dengan mengusap pelan punggungnya.
"Kau pasti Baek-Gu... kau benar-benar Baek-Gu kan?" tanya Xiumin pada anjing putih itu yang menatap bingung Xiumin dengan kedua matanya yang lucu. Xiumin tertawa pelan dan mencium anjing putih itu dan kemudian menatap Chen.
"Bolehkah kita memeliharanya Chen?" tanya Xiumin dengan nada memohon. Chen tersenyum, menghapus beberapa bulir air mata di pipi Xiumin sebelum mengecup bibir kekasihnya dengan lembut.
"Tentu, aku tidak keberatan," jawab Chen yang membuat Xiumin tersenyum senang dan memeluk Chen bersama dengan anjing putih yang sudah pasti akan diberi nama Baek-Gu oleh Xiumin.
-oOo-
"Ye-Yeollie~" wajah Baekhyun memerah saat dia yang baru saja menyelesaikan syuting CFnya kini dipeluk erat oleh Chanyeol dari belakang dan Chanyeol kini tengah menciumi lehernya.
"Kapan kau selesai? Aku ingin kita pulang dan menghabiskan waktu bersama dirumah~" pinta Chanyeol dengan wajah memelas pada Baekhyun. Baekhyun terkikik pelan melihat wajah lucu Chanyeol.
"Sebentar lagi... hanya beberapa pose lagi dan aku akan selesai. Bersabarlah Yeollie," ucap Baekhyun yang kemudian mengecup bibir Chanyeol agar kekasihnya itu tidak cemberut. Chanyeol terkekeh pelan dan kemudian berbisik ditelinga Baekhyun.
"Malam ini... keberatan jika aku 'memakanmu' Baekkie~" Baekhyun merinding mendengar bisikan tersebut dan dengan refleks langsung memukul kepala Chanyeol pelan.
"Pervert," desis Baekhyun dengan wajah merah yang hanya dibalas seringaian dari Chanyeol.
"Sudah aku kira harusnya aku menjauhkanmu dari Kai saat kita berkumpul beberapa waktu yang lalu," gumam Baekhyun sembari menghela napas panjang. Sepertinya malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang untuknya.
-oOo-
Suho tengah diam melihat Lay yang sedang mengajari martial arts disalah satu bangunan olah raga besar di Seoul. Lay kini sudah bekerja dan menjadi guru tetap martial arts pedang disana. Suho dan Tao selalu datang untuk melihat Lay yang melatih murid-muridnya tersebut saat mereka mendapatkan libur. Suho tersenyum saat Lay menyudahi latihannya dan menuju dirinya.
Suho bangkit dari duduknya dan langsung memeluk Lay erat.
"Ya! Suho aku sedang berkeringat, kenapa kau malah memelukku?" seru Lay yang terkejut saat Suho memeluk dirinya. Suho hanya tertawa kecil dan menatap Lay.
"Aku merindukanmu Lay, sangat merindukanmu. Sudah lama aku tidak memelukmu seperti ini," balas Suho yang membuat wajah Lay merona mendengarnya.
"Tao mana?" tanya Lay saat dia menyadari hanya Suho yang datang mengunjunginya.
"Tadi dia bersamaku, tapi dia menerima pesan dari Kris jika Kris sudah pulang dari tugasnya dan sedang berada di apartemen Tao. Dan Tao langsung berlari pulang tanpa pamit padaku, dasar panda nakal itu," jelas Suho pada Lay yang menganggukkan kepalanya.
"Sudah jelas, Tao sudah tiga bulan tidak bertemu dengan Kris karena tugasnya dan mereka sudah pasti merasakan rindu satu sama lainnya," ucap Lay. Suho mendekatkan wajah mereka hingga mereka bisa merasakan deru napas masing-masing yang mengenai wajah mereka.
"Sama seperti kau dan aku," kata Suho yang setelahnya langsung mencium bibir Lay dan memagutnya. Lay dengan senang hati membalas ciuman Suho dengan melingkarkan tangannya pada leher Suho.
-oOo-
"KRIS!" seru Tao saat melihat kekasihnya kini sudah berada didalam apartemennya.
Tao langsung menerjang dan memeluk namja tinggi berambut pirang itu dengan erat. Kris tersenyum melihat reaksi Tao dan membalas pelukan Tao dengan melingkarkan kedua tangannya pada pinggang namja berambut hitam tersebut. Kris kemudian mengecup rambut hitam Tao.
"Aku merindukanmu Tao," kata Kris saat mereka melepaskan pelukan mereka.
"Aku juga Kris, kau bohong padaku. Kau bilang hanya dua bulan kau bertugas tapi ternyata tiga bulan. Kau membuatku kesal," ucap Tao sambil mempoutkan bibirnya dan melipat kedua tangannya didada. Kris yang merasa bersalah kembali memeluk kekasihnya itu dan mencium pelan puncak kepalanya.
"Maaf tugasku ternyata begitu berat. Tapi aku berjanji, dua bulan lagi aku akan keluar dari kepolisian sama seperti Xiumin dan aku akan tinggal bersamamu," bisik Kris ditelinga Tao masih dengan memeluknya.
"Kau berjanji? Kau tidak bohong kan?" tanya Tao sambil menatap wajah tampan Kris.
"Tentu saja, mana mungkin aku berani membohongi tunanganku ini," jawab Kris sambil mencubit pelan pipi Tao.
Disalah satu jari Kris yang tengah mencubit pipi Tao terdapat sebuah cincin perak pertunangan mereka, begitu juga dengan disalah satu jari Tao terdapat cincin perak yang sama dengan Kris. Tao tersenyum lebar dan memajukan wajahnya, sebelum akhirnya mencium bibir kekasihnya. Kris membalas ciuman Tao dengan lembut dan terkejut saat Tao menyudahi ciuman mereka dan membawanya menuju kamar mereka. Tao kemudian mendorong tubuh Kris hingga sang namja berambut pirang itu terbaring dikasur saat keduanya sudah masuk kedalam kamar.
"Kau benar-benar 'merindukanku' rupanya," ucap Kris sambil terkekeh pelan.
"Berisik!" balas Tao yang wajahnya sudah sangat memerah sambil kemudian mendekati Kris naik keatas kasur.
-oOo-
Note : Kapal selam Blinking author dapat saat ingat dulu pernah nonton One Piece, kalau gak salah kapalnya Wapol musuhnya Chopper.
Huweeeee akhirnya selesai juga ini fict readers semuanya hiks hiks gak kerasa udah TAMAT begini. Moga aja endingnya gak ngecewain kalian semua yah
Author mengucapkan banyak-banyak terima kasih buat reviewer dan readers yang sudah mendukung fict ini dari chap awal sampai akhir. Dan aq terharu jumlah reviewernya bisa sampai seribu lebih hiks hiks #mewek. Tanpa kalian author gak mungkin bisa sesemangat ini melanjutkan fic Evil Town, sekali lagi terima kasih *deep bow* mmuaaaaccchhhh :*
Bagi yang punya saran, kritik, requestan, dan atau ada yang kalian kurang paham dalam fic ini silahkan ketik di kolom review dan atau di FB author. Namenya sama kaya pen name ini
Mind to Review again?
